Fanfiction EvilKyu atau EvilBum ? chapter 1

Title                      : EvilKyu atau EvilBum ?

Author                  : Nazimah Agustina a.k.a Kang Hyo Sang

Pair                       : Old!KiHae slight Kid!KyuMin

Cast                      : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Park Jung Soo, cast lain menyusul

Genre                   : family, romance, friendship, drama, and humor (saya tidak yakin dengan genre yang terakhir, kekeke. Nilai sendiri ya??? Melalui review tentunya.)

Rate                      : K – T (naik-turun rating bisa diatur)

Disclaimer           : Tuhan Yang Maha Esa

Summary             : No summary! Sejujurnya aku bingung membuat summary ff ini, Langsung baca aja ya??

Warning               : Gender Switch! Kid!Min.

.

.

Tidak suka? Tidak usah dibaca.

Janganlah menjadi Silent Readers!

Jadilah Good Readers!

.

.

.

~ Nazimah Agustina Elfish ~

~ Kang Hyo Sang ~

.

.

.

Chapter 1

.

.

 

“KIM KYUHYUN CEPAT BERSIAP KE SEKOLAH!!” teriak seorang yeoja dari dalam dapur pada anaknya yang sibuk bermain PSP di ruang tengah.

Kyuhyun –anak itu- berdecak sebal tapi ia tetap menyibukkan dirinya dengan benda mungil berwarna hitam tersebut. Donghae –yeoja yang berteriak tadi- kemudian teringat satu sosok lagi, namja yang pasti masih bergelung dengan selimutnya.

Donghae kemudian keluar dari dapur, ia menggeleng-gelengkan kepala ketika melihat Kyuhyun masih bermain PSP.

“Eomma jangan diambil!” protes anak umur lima tahun itu pada Donghae, Donghae menyembunyikan benda kesayangan anaknya itu dibalik tubuhnya.

“Tidak bisa! Cepat sarapan sana Kyuhyunnie! Setelah itu eomma akan mengembalikan PSP milikmu!” titah Donghae yang dikerjakan Kyuhyun dengan wajah masam. Donghae tersenyum puas, ia kemudian memperhatikan benda mungil, panjang dan berwarna hitam yang ada di tangannya.

Donghae tersenyum, ‘mereka sangat mirip!’ nilainya dalam hati.

‘Masih ada satu tugas lagi!’ ia teringat tujuan awalnya keluar dapur, sedetik kemudian ia menaiki tangga menuju kamar tidurnya.

.

.

.

Ceklek

.

.

.

‘Benarkan, dia belum bangun!’ ucapnya dalam hati melihat gundukan selimut diatas ranjangnya.

Donghae menyibakkan selimut yang didalamnya berisi sang suami, Kim Kibum.

“Kibummie bangunlah!” ujar Donghae menepuk-nepuk pipi Kibum.

“Lima menit lagi chagiya!” bujuk Kibum masih memejamkan mata, Donghae berdecak.

“Saat aku bangun kau juga berkata lima menit lagi!” protes Donghae dengan tangan yang terlipat di depan dada.

“Sepuluh menit lagi kalau begitu!” sahut Kibum seenak jidatnya membuat Donghae semakin kesal dengan suaminya ini.

Donghae terus saja berusaha membangunkan Kibum hingga,

.

.

GREEP

.

.

.

Kibum menarik dan memeluknya. “Jangan cerewet seperti itu chagiya! Kau seperti ahjumma-ahjumma galak!” ujar Kibum mengeratkan pelukannya pada sang istri.

Donghae mencoba bangkit dari dada suaminya, namun gagal, iapun akhirnya mendiamkan dirinya di atas tubuh Kibum.

“Kenapa kau dan Kyuhyun selalu membuatku repot huh?” keluh Donghae.

“Jangan samakan aku dengannya!” protes Kibum masih enggan membuka matanya.

“Anak sama bapak sama saja!” lanjut Donghae.

“Evil itu bukan anakku!” protes Kibum membuat Donghae semakin kesal.

“CEPAT BANGUN ATAU KITA PISAH RANJANG!” pekik Donghae kesal setelah membebaskan diri dari Kibum.

Dan berhasil, Kibum berangsur bangun, “ish! Kau menang!” sungut Kibum kemudian menuju kamar mandi.

“Aku dan Kyuhyun menunggumu di meja makan!” teriak Donghae karena Kibum yang telah memasuki kamar mandi.

“Hmm!” jawab Kibum, setelahnya Donghae keluar dari kamar keduanya.

.

.

Chup

.

.

.

Donghae mengecup pucuk kepala Kyuhyun sayang, anak itu sedang memakan sarapannya dengan tenang.

“Anak eomma makan yang banyak eoh?” tanya Donghae meraih dagu putranya, Kyuhyun mengangguk dengan senyum lebarnya.

Donghae kemudian mendudukkan dirinya di depan Kyuhyun, ia menatap anaknya dalam diam.

‘Mereka memang sangat mirip!’ kembali Donghae berujar dalam hati, membuat pikirannya melayang ke masa lalu.

.

.

.

“Eomma tidak ikut carapan eoh?” tanya Kyuhyun belum dapat mengucapkan huruf S, membuyarkan Donghae dari lamunannya.

“Ah iya, kamu benar chagi!” sahut Donghae tertawa canggung dan mulai mempersiapkan sarapannya sendiri.

“Pagi chagiya!” sapa Kibum pada keduanya, mengecup pucuk kepala Kyuhyun, setelahnya ia mengecup pipi Donghae.

“Pagi chagi!” sahut Donghae.

“pagi appa!” sahut Kyuhyun dengan mulut masih penuh dengan makanan.

“Telanlah dulu makananmu chagi!” omel Donghae pada Kyuhyun, membuat Kibum tersenyum kecil.

Kibum kemudian mendudukkan dirinya di antara anak istrinya, tempat yang biasa ia tempati sebagai kepala keluarga. “Kyuhyunnie tidak boleh seperti itu lagi ne?” tanya Kibum lembut pada putranya, Kyuhyun mengangguk.

“Ne appa.” Sahutnya setelah menelan makanannya membuat Kibum dan Donghae tersenyum menatap putra mereka satu-satunya itu.

.

.

“Tidak boleh nakal di sekolah! Jangan bermain PSP terus! Jangan mengganggu yeoja-yeoja!” Donghae memberi petuah pada Kyuhyun sambil memakaikan dasi di leher putranya yang hendak pergi ke sekolah.

“Hmm.” Jawaban jelas, singkat –atau pelit?-, dan padat yang diterima Donghae dari putranya membuat Donghae kembali berujar dalam hati.

‘Dia juga mirip Kibum!’ nilainya dalam hati.

“Sudah! Anak eomma sudah tampan jadi sudah siap pergi ke sekolah!” ujar Donghae riang.

“Aku sudah tampan!” sahut Kyuhyun dengan mata masih terfokus pada PSP di tangannya membuat Donghae mengerucutkan bibirnya.

.

.

Donghae kemudian menghampiri sang suami dan membantunya memakaikan dasi.

“Nanti kau jemput Kyuhyun eoh?” pinta Donghae.

“Biasanya selalu kau, kenapa sekarang menyuruhku?” tanya Kibum.

“Aku sibuk di butik, banyak yang harus kuselesaikan hari ini.” Ujar Donghae, Kibum tersenyum.

“Baiklah chagiya!” sahutnya membuat Donghae ikut tersenyum, lebih tepatnya eerr… menyerigai.

.

“Sudah?” tanya Kibum, Donghae mengangguk mengiyakan.

.

.

Chup

.

.

Keduanya kemudian berciuman. Sebelum berangkat ke kantor, Kibum memang selalu mengecup kilat bibir istrinya. Namun kata ‘kilat’ tidak cocok untuk mendeskripsikan ciuman mereka kali kini karena Kibum yang mulai melumat bibir Donghae.

“EHEM!” dan kedua langsung memisahkan diri setelah mendengar ‘peringatan’ dari putra semata wayang mereka.

“Sudah mesra-mesraannya? Kalian berdua menodai mata polosku ini!” sindir Kyuhyun dengan tangan terlipat di depan dada, jangan lupakan ekspresi kesalnya pada kedua orang tuanya membuat Donghae gemas, dan di sisi lain membuat Kibum kesal saat menoleh pada Kyuhyun.

.

.

.

“Cih,, apa benar bocah evil sepertinya itu anakku?” tanya Kibum kesal.

.

PLETAK

.

Kibum meringis sakit ketika Donghae menjitak kepalanya.

“Harusnya aku yang mengatakan seperti itu!” protes Donghae yang lama-lama kesal juga terus disalahkan oleh Kibum atas perilaku evil Kyuhyun.

“Aish! Ne, aku berangkat dulu eoh?” tanya Kibum dijawab anggukan oleh Donghae.

.

.

.

“Anneyoung chagi!” pamit Kibum sebelum menuju mobilnya.

“Anneyoung eomma!” pamit Kyuhyun yang sudah mendudukkan dirinya di dalam mobil, anak itu juga melambaikan tangannya semangat pada eommanya.

“Ne, anneyoung Kibummie! Anneyoung Kyuhyunnie! Hati-hati di jalan!” sahut Donghae ikut melambaikan tangannya semangat. Setelah mobil suaminya hilang dari pandangan matanya, Donghae menyerigai senang.

“Kau akan berhadapan dengan Leeteuk eonnie, Kim Kibum!” ujar Donghae kemudian terkekeh. Setelahnya Donghae bergegas masuk ke dalam rumahnya untuk bersiap-siap pergi ke butik miliknya.

.

.

.

Di taman kanak-kanak …

.

.

.

“Kau ingat kata-kata eommamu kan Kyunnie?” tanya Kibum sesaat setelah menghentikan mobilnya di depan sekolah Kyuhyun.

“Hmm.” Jawab Kyuhyun singkat dan masih bermain PSP, Kibum menoleh.

‘Dia mirip kami.’ Nilai Kibum dalam hati kemudian tersenyum.

“Aku macuk dulu appa, anneyoung!” pamit Kyuhyun dijawab usapan lembut dikepalanya oleh Kibum. Setelahnya Kyuhyun melangkahkan kaki mungil miliknya menuju kelas. Setelah mengantar Kyuhyun, Kibum langsung saja melajukan mobil menuju kantornya.

.

.

.

Sepulang sekolah …

.

.

.

Kibum memakirkan mobilnya tepat saat bel pulang berbunyi. Namun Kibum mau tidak mau harus keluar dari mobilnya ketika melihat Leeteuk melambaikan tangan padanya.

.

.

.

“Ada apa ini Park Sansongneim?” tanya Kibum formal setelah menghampiri Leeteuk. Leeteuk menghela nafas.

“Panggil Kim Kyuhyun untuk ke ruanganku!” titah Leeteuk pada seorang sansongneim lain yang berada disampingnya, sangsongneim tersebut mengangguk patuh dan pergi meninggalkan keduanya.

“Ada yang perlu kubicarakan denganmu soal Kyuhyun, Kibum-ah!.” Sahut Leeteuk, Kibum mengangguk.

“Ikutlah denganku!” setelahnya Kibum berjalan mengekori Leeteuk.

.

.

.

Ruang Kepala Sekolah …

.

.

“Begini Kibum, Kyuhyun lagi-lagi membuat menangis seorang siswi disini.” Ujar Leeteuk membuat Kibum menoleh pada Kyuhyun yang menundukkan kepalanya.

“Siapa siswi itu?” tanya Kibum pada Leeteuk.

“Namanya Lee Sungmin. Bukan hanya sekali atau dua kali Kyuhyun membuat anak itu menangis, tapi sudah berkali-kali dan Donghae telah mengetahui hal tersebut. Untuk itulah aku memanggil salah satu dari kalian kemari.” Jelas Leeteuk.

‘Pantas saja dia menyuruhku untuk menjemput anak evil ini! Kau akan mendapat hukuman dariku nanti Kim Donghae!’ sungut Kibum dalam hati.

.

.

.

“Waeyo Kyunnie? Apa salah Sungmin hingga kau terus membuatnya menangis eoh?” tanya Kibum lembut.

“Dia tidak mau belmain denganku appa! Dia celalu main cama boneka kelincinya!” adu Kyuhyun, Kibum menghela nafas, setelahnya ia menatap Leeteuk, Leeteuk mengangguk mengerti.

“Tolong panggilkan Lee Sungmin kemari!” titahnya pada sansongneim yang memanggil Kyuhyun.

.

.

Kibum tersenyum ketika ruang kepala sekolah dimasuki seorang siswi dengan wajah imut, berpipi chubby, bibir tipis berbentuk M, dan rambut di ikat dua menggunakan ikat rambut pink.

“Kau yang bernama Sungmin eoh?” tanya Kibum ramah mensejajarkan tingginya dengan Sungmin.

“Ne ahjuci.” Jawab Sungmin lucu, Kibum tertawa gemas.

“Panggil aku Kibum ahjussi ne?” tanya Kibum, Sungmin mengangguk lucu.

“Ahjussi ini appanya Kyunnie. Sungmin kenapa tidak mau bermain sama Kyunnie?” tanya Kibum lagi.

“Kyunnie jahat! Anak nakal! Dia celalu melebut boneka kelinci Minnie!” adu Sungmin kemudian mengembungkan pipi. Kibum mengangguk mengerti kemudian mengusap kepala Sungmin lembut.

.

.

Kibum kemudian menghampiri Kyuhyun dan mensejajarkan tingginya dengan anak itu.

Dipandanginya lama Kyuhyun yang menundukkan kepala.

‘Anak ini selalu mengingatkanku padanya!’ ujar Kibum dalam hati.

“Kyunnie, tatap mata appa!” ujar Kibum tegas.

.

.

.

To Be Continue ?

.

.

Bagaimana??

Related Post :
Orther Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 18 Desember 2012, in EvilKyu atau EvilBum ?, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: