Fanfiction Barbie Hae Sequel chapter 2

BARBIE HAE SEQUEL COVER FANFICTION KIHAE SIHAE KYUHAE KIBUM DONGHAE ROMANCE FLUFF NC17 MATURE CUTE

Title : Barbie Hae Sequel
Author : Nazimah Elfish
Pairing : KiHae
Cast : Kim Kibum, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Kim Ryeowook, Choi Siwon, Park Jung Soo, Cho Ahra
Rating : T-M
Genre : Romance, Fantasy, Family
Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa
Summary : Baca Barbie Hae dulu biar bisa lebih mengerti FF ini, (kategori : fanfiction)
Waring : Gender switch! Cerita tidak masuk akal! Cerita pasaran!

Tidak suka, tidak usah dibaca

Sebelumnya …
“Kau pikir aku tidak melihat yang kau lakukan pada Donghae saat di kursi taman eoh?” tanya Siwon saat Kyuhyun sudah berganti pakaian.
“Memangnya kenapa?” tanya Kyuhyun santai.
“Kau mendahuluiku!” Siwon berujar kesal, Kyuhyun menyerigai.
“Kau menyukainya?” tanya Siwon lagi.
“Seperti kau tidak saja!” jawab Kyuhyun mencibir, Siwon tertawa.
“Menurutku dia sama sekali tidak pantas dengan pembuat rumah boneka itu!” seru Kyuhyun.
“Ckck,, dia memang terlalu menarik untuk dilewatkan Kyuhyun-ah!” timpal Siwon mempermainkan gelas winenya.
“Aku akan merebutnya dari Kim Kibum!” tekad Kyuhyun seraya menyisir rambutnya dengan jemari.
Sebelah alis Siwon terangkat, “merebut, mempermainkannya kemudian mencampakkannya. Seperti biasa?” tanya Siwon kemudian kembali menyesap winenya.
Kyuhyun mengangguk, Siwon tersenyum.
“Aku ikut!” seru Siwon, Kyuhyun berdecak kesal mendengarnya.
“Ish, baiklah! Tapi aku yang akan lebih dulu bersenang-senang dengannya! Setelah itu baru kau Choi Siwon!” seru Kyuhyun kesal, Siwon menepuk bahunya.
Kyuhyun menoleh, keduanya menyerigai senang.

Chapter 2

Didalam mobil Kibum …

Kibum sesekali melirik khawatir Hae yang masih menggigil kedinginan, “apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Kibum akhirnya.

Hae terlihat bingung, “maksudku kenapa kau bisa tercebur tadi hhm?” tanya Kibum lagi.
Hae diam, sebenarnya ia mengerti dari awal apa yang ditanyakan Kibum padanya, hanya saja ia bingung harus menjawab apa.

“Aku …” jawabnya gugup.
‘Ish, bagaimana ini?’ batin Hae setelahnya.
“Aku …?” tanya Kibum lagi menoleh sekilas pada Hae.
Hae meremas ujung roknya yang basah, ia mendapat ide.

“Hatchim!” seru Hae menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
“Eh?” Kibum memandangnya heran, heran karena Hae yang mendadak bersin.
‘Aku baru tahu kalau dia bisa sakit flu!’ batin Kibum kemudian tersenyum kecil, setelahnya ia kembali memfokuskan dirinya pada jalanan menuju kediamannya.

Hae pun tersenyum kecil karena Kibum yang tidak lagi bertanya kejadian di pesta tadi. mengingat pesta tadi, otomatis ia teringat Kyuhyun, Hae menghela nafas lelah.
‘Bummie maaf …’ batinnya.

Barbie Kim’s Shop …

Setelah beberapa saat, mereka sampai di toko milik Kibum dan keluarganya.
“Kau tidak berubah?” tanya Kibum pada Hae yang masih setia dengan wujud manusianya.
Hae memandang dirinya sendiri, ia kemudian mengedikkan bahunya pada Kibum, seolah berkata ‘aku tidak tahu.’.
Kibum tersenyum kecil, “tidak apa, kurasa kedua kakakku sudah tidur! Ayo kita masuk!” setelahnya ia keluar dari mobil.

Kibum dengan Hae yang berada dibelakangnya berjalan mengendap-endap layaknya pencuri, tak lupa juga tangan mereka yang saling bertautan.

Cklek

Kibum mengunci pintunya sesaat setelah ia dan Hae memasuki kamarnya.

“Huffhh…” Kibum menghela nafas lega karena kedua kakaknya tidak melihat ia membawa Hae yang berwujud manusia ke dalam rumah mereka. Kemudian ia mendengar suara Hae yang menggigil, Kibum cepat menghampiri Hae yang terduduk di samping kasurnya.

“Tunggulah, aku akan siapkan air hangat untukmu. Arraseo?” Ucapnya sarat kekhawatiran, Hae mengangguk. Kibum kemudian memasuki kamar mandi, beberapa saat kemudian samar-samar terdengar bunyi riuh air yang memenuhi bathub.

Tok… tok… tok…
“Kibummie!”

Deg

Kibum juga Hae tertegun mendengar suara Heechul yang mengetuk pintu kamar Kibum, Kibum segera keluar dari kamar mandi dan menarik tangan Hae untuk memasuki kamar mandi.

Cklek …
“Ada apa noona?” tanya Kibum tersenyum pada Heechul.
“Kau habis darimana hingga larut seperti ini?” tanya Heechul kemudian menguap.
“Aku dari pesta Kyuhyun, noona.” Jawab Kibum sekenanya.
“Baiklah kalau begitu, aku hanya bertanya.” Tanggap heechul lalu berlalu dari kamar adiknya.

Lagi-lagi Kibum menghela nafas lega setelah menutup pintu kamarnya, ia kemudian membuka pintu kamar mandi dan tersenyum melihat Hae yang terduduk di kloset.

Kibum berjalan mendekati Hae, dapat dilihatnya bathub telah penuh terisi air hangat. Setelah mematikan kran air, Kibum perlahan melepaskan semua pernak-pernik yang Hae kenakan.

“Aku mandikan eoh?” tanya Kibum memeluk tubuh polos Hae dari belakang.
“Tidak perlu!” tolak Hae. Kibum terkekeh mendengarnya, ia kemudian menciumi bahu kekasihnya.
“Akupun penat!” sergah Kibum.
“Alasan!” cibir Hae, ia sudah sangat biasa dengan tingkah Kibum padanya.
“Kau tidak akan pernah bisa menolakku Barbie Hae!” bisiknya seduktif di telinga Hae, ia kemudian melucuti pakaiannya sendiri dan melemparnya ke sembarang arah.

Beberapa detik kemudian Kibum dan Hae sudah berada di dalam bathub dengan Kibum yang menggosok punggung putih Hae kemudian mendaratkan beberapa kecupan disana. Beberapa menit berlalu, Kibum perlahan membalik tubuh Hae yang membelakanginya, Hae yang mengerti pandangan lapar Kibum menyenderkan punggungnya di pinggir bathub kemudian memejamkan matanya hingga
“Akkkhh” ringisnya ketika Kibum merasuki tubuhnya.

“Ah akkuuh ing..ngin membhilash tub..buhku aahh.” Seru Donghae di sela desahannya. Kibum menghentikan cumbuannya di leher Hae tanpa melepaskan tautan di bagian bawah tubuh mereka.
Kibum menyilangkan kaki Hae di pinggulnya, Hae yang mengerti maksud kekasihnya mengalungkan tangannya erat dileher Kibum. Perlahan Kibum berdiri dengan menggendong Hae tanpa melepaskan tautan tubuh keduanya menuju shower.
Kibum dengan hati-hati menurunkan kaki Hae di lantai kamar mandinya membuat keduanya mendesah karena tubuh keduanya yang belum terpisah. Setelahnya Kibum menyalakan shower, sedetik kemudian tubuh keduanya semakin basah berasal dari shower tersebut.

“Aaahh Bummie…” desah Hae diantara tubuh Kibum dan dinding keramik yang menghimpitnya. Hae kemudian merosot jatuh membuat Kibum ikut menjatuhkan tubuhnya dan membimbing tubuh Hae berbaring dengan tubuhnya yang berada diatas Hae.
Kibum semakin mempercepat gerakannya di dalam tubuh Hae membuat Hae semakin mendesah.
“Akku ma..mau keluar..” racau Hae.
“Bersama!” sahut Kibum tegas, beberapa detik kemudian
“Aaaahh” lenguh keduanya bersamaan dengan cairan putih kental yang mengalir dari tubuh bagian bawah keduanya. Kibum melepaskan tautan tubuh keduanya, setelah mengatur nafasnya ia kembali melanjutkan mandi keduanya.

Kibum membuka pintu kamar mandi setelah menyelesaikan mandi mereka dengan Hae yang ia gendong ala pengantin menuju kasur mereka.
Ia mendudukkan Hae di sisi ranjang kemudian mengusap rambutnya yang basah dengan handuk. Kibum tersenyum melihat Hae yang masih kelelahan dengan aktifitas rutin keduanya. Ia kemudian beranjak menuju rumah Barbie yang ada di sudut ruangan untuk mengambil piyama Hae, setelah mendapat piyama untuk sang Barbie Kibum berbalik.

“Kau tidak berubah juga?” tanya Kibum heran melihat Hae yang kini malah berbaring.
“Aku ingin tidur!” jawab Hae tidak nyambung kemudian menyamankan tubuhnya di kasur Kibum.
‘Aneh!’ batin Kibum, biasanya Hae akan kembali menjadi sosok Barbie saat lelah atau mengantuk, tapi tidak berlaku sekarang ini. Ia meletakkan kembali baju Barbie itu di tempatnya semula kemudian kembali memandang Hae.
Raut bingungnya berubah menjadi raut mesum, “siapa yang menyruhmu tidur eoh?”
Hae membuka matanya dan mendapati wajah Kibum yang tersenyum ganjil berada di depan wajahnya, ia mencoba bergerak dan kembali mendapati Kibum yang menindih tubuhnya.
“Aku mengantuuuk!” rajuknya kemudian kembali memejamkan keduanya matanya rapat yang tidak lama kemudian disertai lenguhan saat bibir dan tangan Kibum yang menggerayangi tubuhnya.

Hae membuka matanya lebar disertai ringisan saat Kibum kembali merasuki tubuhnya.
“Dasar mesum!” rutuknya kemudian mendesah.
“Kau sudah sangat tahu bukan?” setelahnya Kibum terkekeh.

Kibum memandangi wajah teduh Hae yang tertidur pulas disampingnya setelah menyelesaikan ronde kedua.

“Kau sangat aneh hari ini!” gumamnya seraya mengusap surai coklat sang kekasih.
“Biasanya kau akan kembali ke wujudmu semula jika lelah atau mengantuk, tapi sampai sekarang aku masih bisa mendengar deru nafasmu.” Lanjutnya lagi.
“Apa jangan-jangan kau sudah menjadi manusia sesungguhnya?” tanyanya dengan tangan yang menyentil ujung hidung Hae kemudian tersenyum kecil.
“Semoga saja!” ucapnya penuh pengharapan.
“Tapi bagaimana bisa?” tanyanya kemudian entah pada siapa.
“Aiissh, sudahlah!” setelahnya ia mengeratkan pelukannya pada Hae dan menyusulnya untuk pergi ke alam mimpi.

Keesokan harinya …

Kibum mengerjapkan matanya, ia menolehkan kepalanya pada Hae dan ia menghela nafas. Diambilnya boneka Barbie miliknya.
“Sepertinya aku telah salah, mungkin yang semalam hanya kebetulan saja.” Setelahnya Kibum kembali menghela nafas pasrah kemudian tersenyum kecil pada Barbienya.
“Kita mandi eoh?” ucapnya riang kemudian beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi dengan Hae yang ikut serta.

“Selesai!” seru Kibum riang dan menepukkan kedua tangannya, ia baru saja memakaikan pakaian pada Hae. Pakaian yang berbeda dari gaun yang biasa ia pakai, biasanya ia memakai baju layaknya Barbie seperti yang ia jual, tapi sekarang Kibum memakaikannya terusan putih selutut dengan cardigan panjang berwarna kuning muda.
Rambut panjang gelombang Hae ia ikat satu kesamping (Seperti F(X) Sulli yang rambutnya diikat samping di MV Hot Summer) dengan ikat rambut berwarna senada dengan cardigannya, sentuhan akhir dengan flat shoes berwarna putih, Hae terlihat layaknya remaja putri yang manis dan simple.

Kibum kemudian membawa Hae keluar kamarnya, rupanya toko Barbie milik keluarganya sedang ramai hari ini.
“Kibummie!” panggil Ryeowook.
“Iya noona?” tanya Kibum setelah menghampiri Ryeowook, Ryeowook tersenyum melihat penampilan Hae.
“Ini baju yang noona jahitkan Bummie?” tanya Ryeowook mensejajarkan tingginya dengan Hae yang masih berada dalam kuasa Kibum.
“Ne noona, gomawo.” Ucap Kibum tulus pada noona yang umurnya tidak terpaut jauh darinya itu.
“Cheomna Bummie-ah! Oh ya, tolong ambilkan stok pakaian Barbie yang ada di gudang!” perintah Ryeowook.
“Dan Barbiemu biar noona yang menjaganya.” Lanjutnya lagi. Kibum langsung saja memberikan Hae pada Ryeowook karena ia memang mempercayai noonanya itu bisa menjaga Barbienya dengan baik.

“Ini!” seru Kibum sesaat meletakkan sebuah kotak cukup besar yang berisi ratusan baju Barbie di dalamnya.
“Oh ne, gomawo Kibum-ah! Ini Barbiemu.”
Setelah berpamitan pada Ryeowook, Kibum melesat pergi membawa Hae di tangannya.

“Bummie, kita mau kemana?” tanya Hae yang telah berjalan beriringan dengan Kibum.
“Hanya jalan-jalan saja. Sudah lama kan kita tidak sperti ini?” sahut Kibum balik bertanya, Hae mengangguk senang.
“Bummie…”
“Hmm?”
“Aku suka bajunya.” Kibum tertawa kecil.
“Waeyo?”
“Tidak mencolok seperti biasa, bukankah dengan penampilan seperti ini aku terlihat manis?” Kibum menoleh pada Hae yang tengah menangkupkan kedua tangannya pada wajahnya (ingat pose-pose Heecul saat di ruang dance di film Attack on the Pin Up Boys yang ingin diserang oleh pelaku pelempar kotoran? Kira-kira seperti itulah posenya Hae, walau tidak seekstrim Heechul).

Kibum tertawa kecil, “kenapa tertawa?” tanya Hae yang kini mengerucutkan bibir.
Kibum menggeleng, “kau selalu terlihat manis Barbie Haeku!” ucapan Kibumm sukses membuat pipi Hae merona.
“Kau bahkan terlihat jauh lebih manis dengan pipi yang memerah menahan malu!” lanjut Kibum bermaksud menggoda Hae.
“Ish! Kau ini bisa saja!” seru Hae memukul lengan Kibum yang tengah diapitnya pelan.
“Aww”
“Apa itu sakit?”
“Ne.”
“Jinjja?”
“Ne, kau harus tanggung jawab!”
“Mwo?”
“Layani aku nanti!”
“Dasar mesum!”
“Tapi kau menikmatinya!”
“Semalamkan sudah?”
“Itukan kemarin, hari ini ya lain!”
“Anio!” dan Donghae berlari dengan senyum terkembang di wajah manisnya, ia tidak perlu memikirkan akan terjatuh karena ia tidak memakai high heels sekarang.

Greepp

“Dapat kau!” seru Kibum memeluk Hae dari belakang, diangkatnya tubuh itu dan diputarnya dengan Hae yang berteriak kegirangan.
“Bummie turunkan aku!” pinta Hae dan Kibum langsung menurunkan Hae dengan nafas tersengal.
“Hosh… hosh… kenapa tubuhmu terasa lebih berat eoh hosh?” Donghae menjawab dengan mengedikkan bahunya pertanda ia tidak tahu.

“Nanti kau akan kuperkenalkan pada kedua noonaku.” Ucap Kibum membuat jilatan Donghae pada ice cream coklatnya berhenti.
“Jinjja?” tanya Donghae, Kibum mengangguk masih menatap lurus ke depan.
“Kapan?”
“Setelah ini.”
“Uhuk… uhuk…”
“Waeyo nae Barbie?”
“Setelah ini? Tapi aku belum siap!” protes Donghae membuang ice creamnya begitu saja ke tanah, Kibum menghela nafas maklum kemudian mengambil sapu tangan yang selalu dibawanya untuk menghilangkan ice cream di mulut Donghae.
“Kau tenang saja! Aku yakin semua akan baik-baik saja!” Kibum berusaha meyakinkan Hae dengan menggenggam jemarinya erat.
Hae menolehkan wajahnya pada Kibum yang tersenyum manis padanya, sesaat Hae ragu namun ia akhirnya membalas senyum itu dan meletakkan kepalanya di pundak sang kekasih.
“Ne, aku percaya padamu sayang.” Kibum tersenyum mendengarnya, ia kemudian meletakkan kepalanya di atas kepala Hae. Mereka pasangan yang manis dan romantis bukan?

TBC

Apa chap ini cukup manis?

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 19 Desember 2012, in Barbie Hae Sequel, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Yaaa ampuuuun mesumnya Kim Kibum disini… ckckck, kalo Hae bukan Barbie udah gempor kali tuh hahahaha. Sukaaa… manis bgt ceritanya😀

    Suka

  2. hae gemukan? or hamil? kok kibum bilang hae beratan?

    Suka

  3. wow kihae nya manis🙂

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: