Fanfiction Datang, Pergi, dan Kembali chapter 1

Title : Datang, Pergi, dan Kembali
Author : Nazimah Elfish
Pair : KyuHae or KiHae ?
Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Park Jung Soo, Kim Young Woon, Kim Heechul, Tan Hangeng
Rating : T-M
Genre : Romance, Hurt/Comfort, drama, angst
Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa
Summary : Kibum dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi semua berubah rumit ketika Kyuhyun datang dan mengungkapkan kebenaran tentang Donghae yang tidak diketahui Kibum sebelumnya.
Warning : Gender Switch!

Aku juga suka KyuHae dan SiHae couple sebenarnya, tapi jika disuruh milih antara KiHae, KyuHae atau SiHae,,,, maka urutan yang paling disuka adalah KiHae nomor 1, KyuHae nomor 2,, dan SiHae nomor 3 (aku berani jamin SiHae couple tidak ada di fanfic ini).

Tidak suka, tidak usah dibaca …

Chapter 1

Di sebuah taman …

Terlihat seorang yeoja yang tengah berlari mengejar seekor anjing kecil berbulu putih bersih, dibelakangnya terdapat seorang namja yang juga tengah berlari mengejar sang yeoja dan anjing kecil itu.

“Yes, dapat kau Bada!” pekik yeoja itu senang ketika berhasil menangkap anjing kecil tersebut, sang namja yang berada dibelakangnya sedari tadi menghembuskan nafasnya tersengal setelah berlarian cukup jauh.

“Hosh… Hosh… sebaiknya hosh… kita pulang eoh?” usul sang namja dengan nafas yang masih tersengal.
“Ish Kibummie, aku kan masih ingin bermain bersama Bada!” protes sang yeoja yang masih asyik menimang anjing kecil yang bernama Bada, namja itu perlahan mendekati si yeoja.
“Tapi hari sudah semakin sore Hae-ya, kita pulang saja ya?” bujuk namja itu –Kibum pada sang yeoja yang merupakan kekasihnya –Donghae.

“Ish baiklah!” jawab Donghae akhirnya setelah melihat langit yang menunjukkan waktu senja. Kibum tersenyum kemudian mengambil alih Bada dari Donghae.

“Kibummie! Bada! Aku pulang dulu! Anneyong!” pamit Donghae ceria mengecup pipi Kibum kilat, setelahnya ia mengusap pelan kepala Bada.
“Ne, kau pulanglah dulu! Hati-hati di jalan!” Pesan Kibum yang belum tentu didengar Donghae karena yeoja itu terlihat sibuk bersama Bada –anjing Kibum, Kibum memutar matanya menyadari hal itu.
“Hae-ah!”
“Ish! Ne! aku pulang!” sahut Donghae kesal kemudian berbalik meninggalkan Kibum yang tersenyum melihat tingkahnya.
“Bada ayo kita pulang!” setelahnya Kibum menuju kediamannya sendiri.

Kediaman Keluarga Lee …

Seperti biasa, Donghae memasuki rumah mewahnya tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu. Ia lebih suka langsung masuk seenaknya dan pergi menujuu kamar tidurnya.

“Hae-ah?” panggil Leeteuk –eomma Donghae melihat anaknya yang hendak menaiki tangga.
“Ne eomma?” tanya Donghae perlahan menjauhi tangga, melangkah menuju eommanya.
“Kyuhyun ingin berbicara padamu.” ujar Leeteuk menyodorkan telephone rumah pada putrinya.
“Anio!” tolak Donghae kemudian berlari menaiki tangga, Leeteuk geleng-geleng kepala melihat kekeras kepalaan putrinya. Terdengar helaan nafas dari sambungan telephone.
“Mianhae Kyunnie-ah! Donghae belum bisa menerimamu nak!” sesal Leeteuk pada seseorang disebrang sana.
“Gewenchana Eomma. Eomma, aku tutup dulu ne?” sahut Kyuhyun sopan.
“Ne chagiya.” Setelahnya terdengar bunyi sambungan telephone terputus.

Perusahaan Keluarga Cho …

Kyuhyun menghela nafas panjang, “selalu seperti ini.” Gumamnya. Ia kemudian menduduki kursi kerjanya, dengan agak kasar ia melepaskan dasi yang mengikat di lehernya.

“Sampai kapan kau akan terus begini Hae-ya?” tanyanya menatap sendu photo seorang yeoja yang tersenyum manis dengan mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya.
“Aku… lelah.” Lanjutnya kemudian.

Malam hari di kediaman keluarga Lee …

Ruang makan …

“Tadi Kyuhyun bilang ia akan kembali ke Korea Selatan besok.” Ujar Leeteuk melirik Donghae yang masih tetap tenang memakan makan malamnya, Leeteuk mendesah kecewa.
“Jinjja? Kalau begitu kita harus menjemputnya yeobo!” tanggap Kangin kemudian memasukkan potongan steak yang tertancap di garpu ke mulutnya.
“Tentu saja yeobo. Hae, kau ikut kan chagiya?” tanya Leeteuk lembut pada Donghae.
“Kenapa appa dan eomma begitu perhatian pada namja itu eoh?” tanya Donghae menatap tak suka pada kedua orang tuanya, ia merasa orang tuanya lebih menyayangi Kyuhyun daripada dirinya.
“Tentu saja kami perhatian padanya karena…”
“Karena kami sudah menganggapnya anak sendiri!” Leeteuk memotong perkataan Kangin membuat kangin mendengus sebal.
“Aku sudah selesai!” Donghae meletakkan pisau dan garpu yang dipegangnya sedari tadi dengan kasar.
“Dan aku tidak mau ikut menjemputnya! Titik!” Ia kemudian bergegas menuju kamar tidurnya.

“Kenapa tidak kita paksa saja anak manja itu!” sungut Kangin menatap sebal Leeteuk.
Leeteuk menghela nafas, “kau lupa pesan Dokter yeobo? Lagipula Kyuhyun memang anak kita juga.” Jawab Leeteuk lirih membuat Kangin merasa bersalah.
“Kau benar yeobo. Mianhae eoh?” sesal Kangin.
“Ne, gewenchana.” Setelahnya mereka kembali melanjutkan makan malam.

Kamar Donghae …

Blaaamm

Donghae membanting pintu kamarnya kasar ketika menutupnya. Ini memang sering terjadi ketika ia dan kedua orang tuanya membicarakan Kyuhyun, Donghae sangat membenci namja itu.

“Kyuhyun, Kyuhyun, selalu saja Kyuhyun!” sungut Donghae meraih boneka Nemo kesayangannya kemudian meremasnya karena kesal.
“Kenapa selalu namja itu? kenapa selalu dia yang merebut perhatian eomma dan appa dariku?” sungutnya lagi berupa pertanyaan. Ia menatap boneka berwarna jingga dan putih itu tersenyum.
“Mianhae, maafkan aku Nemo eoh?” sesalnya setelah menyadari remasannya pada boneka ikan tersebut.
“Ini semua lagi-lagi karena Kyuhyun Kyuhyun itu!” sungutnya mengerucutkan bibir.

Donghae kemudian meraih smartphone miliknya dan mulai menekan beberapa digit angka di layar sentuh smartphone itu.

“Tuut.. Tuut…”
“Yeosebo Donghae chagi?” sapa orang yang Donghae telephone.
“Yeosebo Kibummie chagi!” sahut Donghae ceria, ia kembali meremas boneka Nemo karena gemas.
“Waeyo? Ada apa menelphoneku eoh?” tanya Kibum, Donghae kembali mengerucutkan bibir.
“Jadi aku harus menelphonemu ketika ada perlu saja eoh?” tanya Donghae kesal, Kibum menghela nafas karena lagi-lagi ia salah bicara –sepertinya.
“Jeongmal mianhae chagiya. Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Beneran deh?” bujuknya lembut.
“Shirreo!” tolak Donghae memalingkan wajah meski Kibum tidak bisa melihatnya.
“Jinjja? Kalau begitu kau tidak boleh menemui Bada lagi!” ancam Kibum yang tentu tidak serius, ia tahu jika Donghae akan luluh hatinya ketika ia sudah seperti ini.
“Eh? Andwae! Kau tidak bisa memisahkanku dengan Bada!” pekik Donghae membuat Kibum harus menjauhkan ponsel dari telinga, Kibum terkekeh mendengarnya.
“Kalau begitu maafkan aku eoh?” bujuknya lagi.
“Baiklah.” Jawab Donghae akhirnya.
“Kibummie?”
“Hmmm..”
“Saranghae.” Kibum tertawa kecil.
“Kenapa tertawa?” Donghae terdengar kesal.
“Ani!”
“Huh?”
“Nado saranghae.”
“Katakan sekali lagi.”
“Ani!”
“Waeyo?”
“Tidak ada!”
“Kibummie!”
“Ckck, nado saranghae Lee Donghae!”
“Tuuut… tuutt..”

Donghae mematikan panggilannya dengan wajah bersemu merah. Ia kembali menatap boneka ikan kesayangannya, “kau tahu Nemo? Aku sangaaaat mencintai Kim Kibum! Muuuuaaach..” ia terkikik kemudian mencium gemas boneka yang kini didekapnya erat.

Apartement Kibum …

Kibum kembali terkekeh ketika sambungan telephone Donghae terputus, ia bisa membayangkan wajah Donghae yang bersemu kini.
“Guk.. Guk..” Gonggongan Bada berhasil membuyarkan lamunan Kibum, Kibum kemudian menuangkan susu ke dalam mangkuk milik Bada.
“Minum yang banyak eoh?” seru Kibum mengusap kepala Bada yang kini meminum susunya dengan lahap.

Keesokan harinya pukul 02.00 pm …
Bandara Incheon …

Tampak seorang namja berperawakan tinggi, berkulit pucat, berambut coklat madu ikal serta berwajah tampan berjalan menelusuri Bandara, ia baru saja kembali dari Jepang mengurus bisnis perusahaan keluarganya.

Cho Kyuhyun –namja itu tersenyum ketika dilihatnya empat orang yang begitu familiar melambaikan tangan padanya. Langsung saja ia menghampiri empat orang itu.

“Kyunnie chagi!” sapa Cho Heechul kemudian memeluk putra semata wayangnya.
“Ne eommaku yang paling cantik!” balas Kyuhyun memeluk Heechul.
“Bagaimana keadaan disana?” tanya Hangeng, Kyuhyun melepas pelukan eommanya.
“Baik-baik saja appa!” jawabnya. Perhatian Kyuhyun teralih pada dua orang lain, Kangin dan Leeteuk.
“Bagaimana keadaan kalian?” tanya Kyuhyun memeluk Leeteuk, Leeteuk membalas pelukannya.
“Kami baik, Donghae juga.” Jawab Leeteuk dengan mata berkaca.
“Dia tidak datang?” tanya Kyuhyun membenamkan kepalanya pada Leeteuk.
“Mianhae Kyuhyun-ah!” sesal Kangin menepuk bahu Kyuhyun pelan.
Kyuhyun melepas pelukannya pada Leeteuk, “gewenchana appa, aku mengerti.” Ucapnya tersenyum, namun dari sorot matanya terlihat jelas ia kecewa, amat sangat.

Kediaman Keluarga Cho …

“Kyunnie, kau mau kemana?” tanya Heechul pada putranya yang hendak melangkah menuju pintu utama rumah mereka, ia merasa Kyuhyun masih harus istirahat mengingat ia baru saja tiba di Seoul.

“Ke rumah Donghae, aku merindukannya.” Jawab Kyuhyun tersenyum, Heechul ikut tersenyum getir.
“Baiklah, tapi bagaimana jika masih Donghae tidak bisa menerimamu chagi?” tanya Heechul khawatir.
“Tidak? Yang benar itu ‘belum’ eomma, bukan ‘tidak’!” koreksi Kyuhyun menatap sengit eommanya.
Heechul menghela nafas pasrah, “eomma dan appa percaya padamu nak! Tapi jika kau sudah tidak kuat menghadapinya, Kangin dan Leeteuk pasti mengerti.” Seru Heechul membelai surai coklat Kyuhyun.
“Aku tidak akan menyerah!” Kyuhyun tersenyum kemudian mengecup pipi Heechul sekilas dan langsung keluar dari kediamannya menuju mobil yang akan membawanya pergi ke kediaman keluarga Lee, keluarganya yang lain.

Kediaman Keluarga Lee …

Kyuhyun tersenyum ketika keluar dari mobilnya dan matanya disuguhkan dengan pemandangan yang familiar baginya.
‘Tidak ada yang berubah!’ batinnya melihat-lihat sekitar rumah tersebut.

Ting tong … ting tong …

Cklek

“Anneyong haseyo Jung ahjumma!” sapa Kyuhyun ramah pada pembantu rumah Donghae.
“Anneyong haseyo tuan muda Kyuhyun, silahkan masuk!” Jung ahjumma membukakan jalan untuk Kyuhyun.
“Donghae ada?” tanya Kyuhyun to the point dengan mata berbinar, Jung ahjumma melihat Kyuhyun iba, ia menggeleng.
“Nona muda sedang pergi tuan.” Sesal Jung ahjumma, sedetik kemudian ia seperti teringat sesuatu. Jung ahjumma melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah lima sore, ia tersenyum.
“Tapi sebentar lagi nona muda akan pulang tuan!” Kyuhyun yang semula lesu kembali bersemangat.
“Tuan, sebaiknya tuan masuk dulu.” Kyuhyun mengangguk dan mengikuti langkah Jung ahjumma.
“Eomma dan appa kemana ahjumma?” tanya Kyuhun sembari melihat-lihat pemandangan yang terdapat dalam rumah tersebut yang menurutnya belum berubah ketika terakhir kali ia kesini.

“Tuan besar belum pulang sedangkah nyonya besar sedang ke rumah temannya tuan.” Sahut Jung ahjumma. Kyuhyun berhenti menatap sebuah photo besar keluarga Lee yang terpajang di dinding, terlihat photo Kangin, Leeteuk dan Donghae yang diambil kalau tidak salah dua tahun yang lalu.
“Mau minum apa tuan?” pertanyaan Jung ahjumma membuyarkan lamunan Kyuhyun.
“Tidak usah, aku tidak lama kok disini!” jawab Kyuhyun menatap Jung ahjumma sekilas kemudian menatap photo-photo keluarga Lee yang ada di atas meja. Pandangannya fokus pada tiga tempat kosong di meja itu yang seharusnya terisi tiga buah figura, Kyuhyun tersenyum pedih.

Cklek

blaamm

Kyuhyun terkejut, ia kemudian melangkahkan kakinya ke pintu, namun ia berhenti dan bersembunyi di balik tiang dengan seyuman manis di bibirnya begitu melihat Donghae yang datang dan langsung menaiki tangga.
“Aku sudah melihatnya, sebaiknya aku pulang.” Gumam Kyuhyun dan melangkahkan kakinya menuju pintu, keluar dari kediaman keluarga Lee.

Keesokan harinya …

Mobil Kyuhyun berada di dekat kediaman keluarga Lee, ia memang sengaja tidak memasuki gerbang rumah mewah tersebut karena ia sedang menunggu seseorang, yang begitu dirindukannya.
Kyuhyun tersenyum ketika melihat Donghae keluar dari gerbang rumahnya dan berjalan riang, segera saja Kyuhyun mengikutinya.

Seperti biasa Donghae pergi ke taman untuk bertemu –lebih tepatnya berkencan- dengan Kibum dan Bada. Kyuhyun memutuskan untuk keluar dari mobilnya agar mempermudah ia mengetahui apa yang menjadi rutinitas Donghae sekarang, ia semakin tersenyum saja melihat Donghae yang tampak begitu bahagia setelah bertemu seekor anjing kecil yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Namun senyum Kyuhyun memudar ketika ada seorang namja –Kibum yang mengecup pipi Donghae mesra, setelahnya mereka berjalan-jalan dengan Bada yang berada didepan keduanya serta Kyuhyun yang terus mengikuti keduanya.

Kyuhyun menyentuh dada kirinya yang terasa sesak melihat Donghae yang terlihat begitu akrab dengan namja itu.

Flashback

“Kyuuu,, aku tahu ini pasti kau kan? Mengaku sajalah Cho Kyuhyun!” pekik Donghae seraya memegang dua belah telapak tangan yang menutupi pandangannya. Kyuhyun tertawa kemudian melepaskan pegangan tangannya dari wajah –lebih tepatnya area mata- Donghae, setelahnya ia mengambil sebuah boneka ikan berwarna jingga dan putih –Nemo.
“Ini untukmu.” Ucapnya, Donghae kemudian menatap boneka yang disodorkan Kyuhyun padanya, sedetik kemudian ia tersenyum lebar dengan matanya berbinar menatap boneka ikan yang ada di film kartun yang begitu digemarinya –yang kelak akan menjadi boneka kesayangannya-.
“Nemo! Untukku?” Kyuhyun mengangguk.
“Jeongmal gomawo chagiyaaa!!” setelahnya Donghae memeluk Kyuhyun erat.

Flashback end

Air mata menetes di pipi Kyuhyun, namun ia tersenyum melihat keceriaan yang tidak pernah lagi ditampakkan yeoja yang dicintainya itu padanya, meski keceriaan itu untuk orang lain.

TBC

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 19 Desember 2012, in Datang Pergi dan Kembali and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: