Fanfiction Option chapter 3

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title       : Option
Author : Nazimah Elfish
Pair        : CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, KyuMin, KangTeuk, HanChul)
Rate       : T untuk chap awal, entahlah untuk selanjutnya tergantung situasi
Genre    : drama, romance, family, little angst
Cast        : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Lee Sungmin, Kim Young Woon, Kim Heechul, Park Jung Soo, Tan Hangeng
Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?
Warning : GS, crack pair..

Sebelumnya …
“ maukah kau ikut aku jalan-jalan sebentar ?” Donghae memperhatikan uluran tangan Kibum, setelah melirik ke arah Leeteuk, Donghae pun dengan ragu menyambut tangan itu. Heechul tersenyum melihat Kibum yang mau mendukung rencananya.
“ kalian berbincang-bincanglah berdua.” Leeteuk tersenyum manis pada keduanya.
“ iya ibu.” Pamit Donghae. Kibum dan Donghae pun beranjak meninggalkan kedua orang tua mereka.
“ ada apa Kibum-ssi ?” Tanya Donghae memecah keheningan yang melanda mereka. Kibum menghela nafas berat, ia merasa sedikit kasihan dengan calon istrinya itu yang hanya dijadikan batu loncatan bagi ia dan orang tuanya untuk menguasai harta kekayaan yang akan diwarisi oleh gadis disampingnya kini.
“ aku ada penawaran untukmu.” jawab kibum, Donghae mengerutkan kening.
“ apa itu ?” Tanya Donghae yang tidak bisa menutupi rasa penasarannya.

Chapter 3
“ Kita tidak saling mencintai bahkan kita tidak saling mengenal, mengapa kita harus menikah ?” Kibum balik bertanya.
“ Kuperhatikan tadi wajahmu murung, apa kau tidak menyetujui pernikahan ini ?” lanjut Kibum tidak membiarkan Donghae menjawab pertanyaannya.
“ Sejujurnya aku memang tidak menyetujuinya.” Jawab Donghae kemudian menghela nafas.
“ Kenapa ?” Tanya Kibum penasaran.
“ Aku sudah memiliki kekasih dan aku mencintainya.” Jawab Donghae lesu.
“ Kalau begitu nasib kita sama.” Kibum tersenyum pada Donghae.
“ Penawaranku adalah, kita tetap menikah tapi dengan syarat kita tidak boleh mencampuri urusan masing-masing. Kau masih dapat terus berhubungan dengan kekasihmu begitupun sebaliknya, dengan catatan orang tua kita tidak boleh tahu, jika di hadapan mereka kita harus terlihat seperti pasangan suami-istri yang rukun. Bagaimana ?” lanjut Kibum antusias, ia yakin gadis di depannya ini setuju.
Tapi Donghae menggeleng.
“ Maafkan aku, tapi aku tidak ingin mengecewakan kedua orangtuaku! Aku sudah berjanji pada mereka untuk mengikuti semua keinginannya, termasuk meninggalkan kekasihku dan menikah denganmu!” donghae menolak tawaran Kibum dengan tegas.
Kibum mencelos, ‘anak yang baik, sayangnya mengikuti keinginan mereka untuk menikah denganku adalah kesalahan besar nona Lee!’ rutuk Kibum dalam hati.
“Terserah padamu saja nona Lee yang terhormat, tapi aku akan tetap menjalin hubungan dengan kekasihku. Kuharap kau tidak akan mencampuri urusanku!” seru Kibum yang sebenarnya kesal pada Donghae yang tidak mau diajak bekerja sama.
“Kau tenang saja. Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian.” Donghae tersenyum setelahnya.
“Bagaimana kalau kita masuk lagi ke dalam ? udara di luar mulai terasa dingin.” Setelah mengucapkannya, Kibum mengulurkan tangan yang disambut oleh Donghae beberapa saat kemudian.
Keempat orang yang ada di meja makan dibuat tersenyum ketika melihat Kibum dan Donghae yang berpegangan tangan menghampiri mereka.
“Bagaimana jalan-jalannya tadi sayang ?” Tanya Heechul lembut pada Donghae.
“Menyenangkan bu, ya kan sayang ?” Kibum menjawab pertanyaan ibunya dan kembali bertanya pada Donghae. Donghae mengangguk –pura-pura malu membuat semua orang yang di meja itu tertawa akan tingkah pewaris tunggal keluarga Lee itu.
‘Bagus! Dengan begini tidak ada yang curiga dengan perjanjian kami!’ Kibum menyerigai yang tidak sengaja dilihat Heechul.
‘ Apa yang anak itu pikirkan ? dia pasti merencanakan sesuatu!’ Heechul membatin.
“Kami sudah sepakat bahwa pernikahan kalian akan diadakan sebulan dari sekarang. Segala sesuatu biar Leeteuk dan Heechul-lah yang akan mengurusnya. Kalian hanya tinggal memilih undangan yang kalian suka dan fitting gaun pengantin.” Jelas Kangin.
Kibum hanya mengangguk dan Donghae tersenyum tipis menanggapi keputusan itu.

Option

Keesokan harinya di kediaman keluarga Kim ..
“ …”
“Cari tahu identitas tentang kekasih anakku Kim Kibum.”
“ …”
“Baik, berikan informasi terbaik untukku secepatnya!” setelah memberi tugas pada orang yang dihubunginya tadi, Heechul memutuskan sambungan telephone-nya, ia sengaja membayar seorang mata-mata untuk menyelidiki Lee Sungmin. Setelah melihat seringai Kibum tadi malam, Heechul merasa anaknya akan berulah yang akan menyusahkan ia dan juga suaminya, untuk itu ia mencari tahu tentang kekasih anaknya itu, siapa tahu saja berguna nantinya.
“Awas saja kalau kau berani melawanku Kim Kibum! Kekasihmu itu yang akan menanggung semuanya!” Heechul menyerigai kemudian kembali menyesap tehnya.

Sementara itu di toko bunga milik Sungmin ..
Kibum terus saja memandang wajah cantik Sungmin yang sedang menata sebuket bunga mawar dihadapannya.
“Mawar ini sungguh cantik.” Gumam Sungmin sambil mencium aroma mawar pink di tangannya.
“Kau berkali lipat lebih cantik dari mawar itu sayang!” Kibum menimpali tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah kekasihnya, Sungmin terkikik melihat wajah Kibum yang menurutnya sangat lucu tiap kali memandang wajahnya, seakan Sungmin adalah wanita tercantik yang pernah ia temui.
“Kenapa tertawa ?” Tanya Kibum.
“Harusnya kau bercermin Kim Kibum! Kharisma di wajah tampanmu itu hilang sama sekali ketika memandangku,, mata berbinar dengan tangan ditangkupkan ke pipi dan terus tersenyum,, kau seperti orang yang berkhayal saja!” ejek Sungmin pada kekasihnya.
“Ckck,, seperti orang bodoh .” Lanjutnya lagi sambil tersenyum.
Kibum menanggapi dengan senyuman yang semakin lebar, tetap memandang Sungmin dengan ciri-ciri yang disebutkan gadis itu tadi, “ Aku memang sedang berkhayal kapan aku bisa berada di altar bersama bidadari di hadapanku ini ?” goda Kibum.
“ Ish, kau ini! ” Sungut Sungmin, Kibum selalu saja menggodanya.
Sesaat Kibum teringat akan rencana pernikahannya dengan Donghae,, tapi ia tidak mau ambil pusing menceritakannya pada Sungmin.
‘Toh Donghae sudah mengetahuinya dan setuju aku tetap menjalin hubunganku dengan Minnie. Menceritakan rencana pernikahanku dengan gadis lain hanya akan menyakiti hati Minnie, aku tidak akan tega melakukan itu padanya.’ Batin Kibum.
Tanpa mereka sadari, mata-mata suruhan Heechul sedang mngamati mereka.
“Halo nyonya Kim, putra anda sedang bersama seorang wanita penjual bunga.” Ucapnya pada seseorang di seberang sana.
“ …”
“Namanya Lee Sungmin, ia seorang yatim piatu nyonya.” Seru orang itu.
“ …”
“Baik nyonya.” Setelahnya, mata-mata itu kembali mengamati gerak-gerik dua sejoli yang bersenda gurau dengan asyiknya itu.
Option
03. 00 pm
Kibum dan Donghae sedang berada di dalam mobil Kibum sekarang, mereka hendak pergi untuk memilih undangan pernikahan keduanya bulan depan.
“Silahkan dipilih tuan dan nyonya!” seru petugas itu ramah pada Donghae dan Kibum seraya menunjukkan koleksi contoh surat undangan yang mereka jual.
“Pilih yang mana saja, aku menyerahkannya padamu!” seru Kibum pada Donghae. Donghae mengangguk, kemudian mengamati undangan-undangan itu dengan seksama.
Walaupun mereka menikah tanpa adanya cinta, tapi harus tetap memperhatikan hal-hal kecil seperti pemilihan surat undangan yang bagus agar tidak dicurigai bukan ?
“Bagaimana kalau yang ini ?” Donghae meminta pendapat pada Kibum tentang undangan yang di pilihnya. Undangan yang dipilih Donghae adalah undangan berbentuk seperti buku tulis berwarna putih bersih dengan ukiran-ukiran berwarna emas yang berkilauan.
Kibum tersenyum, “ Sederhana namun terlihat elegan. Bagus sekali! ” puji Kibum.
“Terima kasih.” Sahut Donghae tersenyum puas akan pilihannya.
“Kami pesan yang ini.” Seru Donghae pada petugas yang melayani mereka tadi. Setelah dirasa tidak ada yang perlu dilakukan lagi, keduanya memutuskan untuk pulang.
Selama perjalanan berangkat maupun pulang hanya keheningan lah yang menemani mereka di dalam mobil, baik Kibum dan Donghae tidak ingin membuka suara terlebih dahulu.
“Huuffh..” Donghae menghela bernafas berat, mobil Kibum kini tepat berada di depan rumahnya.
“Kau kenapa ?” Tanya Kibum pada gadis disampingnya.
“Tidak ada, aku masuk dulu. Kau hati-hatilah di jalan! ” Jawab dan pesan Donghae sambil tersenyum.
Kibum tersenyum tipis. Kemudian ia keluar dari mobilnya dan berjalan memutar, setelahnya membukakan pintu untuk Donghae.
“Terima kasih.” Ucap Kibum membalas kata-kata Donghae di dalam mobilnya tadi dengan senyum mengembang yang dibalas Donghae dengan senyum manisnya.
“Mereka sangat serasi bukan ?” Tanya Kangin pada Leeteuk. Mereka tengah menikmati pemandangan yang membahagiakan mereka berdua, melihat anaknya bersama pemuda pilihan mereka dari balik jendela rumah.
“Iya sayang. Rasanya baru kemarin aku menggendongnya, sekarang ia sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik, bahkan akan menikah.” Leeteuk terisak.
“Putri kecil kita sebentar lagi akan pergi.” Kangin mendekap istrinya yang semakin terisak.
“Tenanglah sayang, Donghae bersama lelaki yang tepat!” Kangin berusaha menenangkan Leeteuk.
Option
SKIP TIME
Seminggu menjelang pernikahan KiHae ..
Saat ini Donghae mengenakan kemeja hijau emerald lengan pendek, rok putih selutut, flat shoes berwarna putih, jam tangan berwarna silver, serta rambut di kuncir kuda dengan poni disamping kanannya. Terlihat simple. Dengan penampilannya sekarang, Donghae lebih terlihat seperti gadis berusia delapan belas tahun, dibandingkan dengan usia sesungguhnya yaitu dua puluh empat tahun.
Donghae terus menghela nafas, ia benar-benar gugup sekarang, bahkan cuaca yang sedang merintik pun tahu kegalauan hatinya selama tiga minggu ini. Tiga minggu sangat cepat berlalu baginya.
Setelah menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan, dengan ragu ia mengetuk pintu di depannya.
Tok .. tok .. tok ..
Pintu terbuka menampakkan pemuda tampan berambut coklat ikal.
“ Sayang ? Masuklah!” seru Kyuhyun riang Donghae kembali menemuinya. Donghae memasuki apartement Kyuhyun, ia merasa dadanya sesak, tidak sanggup jika harus mengucapkan selamat tinggal pada Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum, diangkatnya dagu Donghae guna mengamati wajah yang –menurutnya sempurna.
“ Merindukanku eoh ?” tanyanya lembut, Donghae mengangguk.
“ Kenapa baru sekarang ? Kemarin-kemarin kau tidak merindukanku ?” Kyuhyun memasang wajah sedihnya.
“ Tidak sayang, aku hanya sedang sibuk.” Elak Donghae. Sibuk mempersiapkan pernikahan dengan pemuda lain eoh ?
“Sesibuk itukah hingga kau tidak sempat kesini ? setiap kuajak bertemu tidak bisa ? Setiap telephone-ku hanya sebentar kau mengangkatnya ? Bahkan pesanku jarang kau balas!” Tanya Kyuhyun beruntun, memasang wajah sebalnya pada sang kekasih.
“Aku tidak mau orang tuaku curiga dengan hubungan kita Kyu.” Donghae berusaha sekuat mungkin agar suaranya terdengar biasa, tidak bergetar.
“Baiklah, aku percaya.” Ujar Kyuhyun menyerah, Donghae tersenyum getir.
‘Maafkan aku Kyu, maafkan ..’ Donghae membatin.
Pemuda itu mencium kening kekasihnya dengan mesra, Donghae memejamkan matanya merekam semua memori yang pernah ia lewati bersama pemuda jangkung itu. Kyuhyun menarik wajahnya, kembali diamatinya wajah yang membuatnya jatuh cinta yang kini ada di hadapannya.
“Kenapa menangis ?” Tanya Kyuhyun mendapati Donghae yang tidak bisa menahan tangisannya mengingat semua yang pernah mereka berdua lalui selama ini.
“Aku tidak sanggup melihatmu menangis, jangan menangis lagi eoh ?” pinta Kyuhyun seraya menghapus air mata di pipi kekasih hatinya itu. Donghae menahan telapak Kyuhyun yang hendak melepaskan tangannya dari pipinya. Ia tangkupkan kedua tangan itu kembali menangkup pipinya.
“Aku mencintaimu, sungguh.” Ucap Donghae tulus menatap mata Kyuhyun.
“Akupun mencintaimu, sangat.” Balas Kyuhyun menatap mata Donghae.
Donghae mempertipis jarak keduanya, mengecup lembut bibir pemuda dihadapannya untuk yang terakhir kalinya, sedangkan air matanya terus mengalir dari pelupuk matanya.
Kedua bibir itu hanya menempel, tak ada nafsu disana.
“ Maafkan aku.” Ucap Donghae setelah melepas ciumannya.
“Untuk ?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti tentang ucapan maaf yang sama sekali tidak berdasar baginya.
“Aku akan menikah dengan pemuda pilihan orang tuaku.” Jawab Donghae berusaha setegar mungkin.
JLEEB
“Apa kau bilang ?” Tanya Kyuhyun terkejut.
“Aku akan menikah ..” jawab Donghae lagi.
“ Hahahahahahaha” Kyuhyun tertawa, Donghae menatapnya nanar.
“ Hahahha, bercandamu lucu sekali!”
“Ha ha haaa.” Kemudian tawanya berubah menjadi tawa hambar.
“Kau bohongkan ?” Gumam Kyuhyun pelan dan serius, matanya telah berkaca-kaca.
Donghae mengeluarkan surat undangan yang kemarin dipesannya dari dalam tas, memberikannya pada Kyuhyun. Kyuhyun mengambilnya, membuka dan membaca kalimat yang tertera disana.
“Kim Kibum dengan Lee Donghae.” Gumam Kyuhyun membaca nama yang ditulis dengan tinta emas.
Donghae sudah tidak tahan lagi!
“ Maafkan aku! selamat tinggal Kyu.” Donghae bergegas keluar dari kamar Kyuhyun, ia berlari sambil menangis.
“ Ini.. tidak mungkin!” Kyuhyun menjatuhkan undangan itu, air mata telah membanjiri pipinya.
Donghae terus berlari, beruntung ia memakai flat shoes sehingga mengurangi kemungkinan ia terjatuh.
Cuaca yang tadinya hanya merintik kini telah berubah menjadi hujan deras, tapi itu tidak membuat Donghae berhenti. Ia menerobos hujan menuju mobilnya, ketika ia hendak menggapai kenop pintu mobilnya, lengannya di cengkram seseorang.
“ Katakan semua itu bohong, kumohon!” pinta Kyuhyun, derasnya air hujan membuat air mata Kyuhyun tidak terlihat.
“ Hiks maafkan aku, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.” Jawab Donghae parau.
“ Aku tahu kau tidak mencintainya, kau hanya mencintaiku Lee Donghae!” seru Kyuhyun masih berusaha meyakinkan Donghae, sementara Donghae hanya terisak.
“Jika kau mencintaiku, pergilah bersamaku!” Desak Kyuhyun.
“ Aku tidak bisa pergi denganmu, mengertilah pada posisiku sekarang!”
“ Mengerti ?? apa kau mengerti perasaanku Lee Donghae ?” Tanya Kyuhyun parau.
“ Maaf Kyu, aku tidak bisa menyakiti kedua orang tuaku lagi.” Donghae berusaha melepaskan cengkraman Kyuhyun dari lengannya, tapi gagal.
“ Kau sendiri yang bilang kita akan terus bersama! Kenapa kau sendiri yang meninggalkanku eoh ? setelah semua yang kita lewati selama ini ?” Tuntut Kyuhyun.
“ Maafkan aku..”
“ Maaf ? hanya itu yang kau dapat katakan padaku ? tatap mataku!” perintah Kyuhyun tapi Donghae tetap menundukkan kepalanya.
“ Tatap mataku Lee Donghae!” Kyuhyun berteriak kalap, Donghae mengangkat wajahnya perlahan.
Dilihatnya kini mata Kyuhyun yang merah karena menangis walaupun terhalang hujan deras.
“ Akupun merasa sakit Kyu, sangat sakit! Aku berusaha menentang keputusan mereka, tapi aku sudah tidak bisa apa-apa! aku sungguh mencintaimu, tapi aku tidak bisa terus-terusan mengecewakan orang tuaku, terlebih ibuku, akupun begitu mencintai mereka! ” Jelas Donghae mengeraskan suaranya di antara guyuran hujan deras.
Dirasakannya cengkraman Kyuhyun melemah di lengannya, kesempatan itu digunakan Donghae untuk melepaskan cengkraman itu dan segera memasuki mobilnya.
Kyuhyun diam saja ketika mobil Donghae melesat pergi dari hadapannya,, matanya menatap kosong jalanan di depannya.
Kemudian ia jatuh terduduk, saking lemasnya ia tidak bisa menopang tubuhnya untuk tetap berdiri tegak.
“ Kenapa ? Kenapa harus begini ?” tanyanya entah pada siapa.

TBC

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Option and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. kasian bgt kyunnie. diputusin skalian dksh undangn. ni udh jatuh ktmpa tangga. ndak bs bangun lg.

    Suka

  2. iya nih kibum cinta mati ma minnih padahal kan hae nya udah mtusin kyu

    Suka

  3. ahhh
    kibum ttp gak mau putusi minnie yach ,,
    ehhh
    aqr.x donghae beneran putusin kyu ,,
    makin menarik nich ,,

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: