Fanfiction Option Chapter 4

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title       : Option

Author   : Nazimah Elfish

Pair        : CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, KyuMin, KangTeuk, HanChul)

Rate       : T untuk chap awal, entahlah untuk selanjutnya tergantung situasi

Genre    : drama, romance, family,  angst

Cast       : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Kim Young Woon, Kim Heechul, Park Jung Soo, Tan Hangeng, Lee Hyukjae, Choi Siwon

Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?

Warning : GS, crack pair..

Sebelumnya …

“ Tatap mataku Lee Donghae!” Kyuhyun berteriak kalap, Donghae mengangkat wajahnya perlahan.

Dilihatnya kini mata Kyuhyun yang merah karena menangis walaupun terhalang hujan deras.

“ Akupun merasa sakit Kyu, sangat sakit! Aku berusaha menentang keputusan mereka, tapi aku sudah tidak bisa apa-apa! aku sungguh mencintaimu, tapi aku tidak bisa terus-terusan mengecewakan orang tuaku, terlebih ibuku, akupun begitu mencintai mereka! ” Jelas Donghae mengeraskan suaranya di antara guyuran hujan deras.

Dirasakannya cengkraman Kyuhyun melemah di lengannya, kesempatan itu digunakan Donghae untuk melepaskan cengkraman itu dan segera memasuki mobilnya.

Kyuhyun diam saja ketika mobil Donghae melesat pergi dari hadapannya,, matanya menatap kosong jalanan  di depannya.

Kemudian ia jatuh terduduk, saking lemasnya ia tidak bisa menopang tubuhnya untuk tetap berdiri tegak.

“ Kenapa ? Kenapa harus begini ?” tanyanya entah pada siapa.

 

 

Chapter 4

Kyuhyun masih dalam posisi terduduknya menatap langit yang terus menurunkan hujan dengan deras. Ia pejamkan matanya membiarkan air-air hujan menerpa wajahnya.

“Hei! Apa yang kau lakukan disini saat tengah hujan Kyu ?” Tanya Siwon memayungi Kyuhyun. Awalnya ia hendak pulang ke apartementnya, saat di parkiran ia  malah melihat sahabat sekaligus tetanganya itu sedang berada di luar apartement padahal hujan sangat deras dengan kilat dan petir yang menyambar.

Kyuhyun tidak menjawab, ia kini menundukkan kepala dengan kedua pundaknya yang bergetar.

“Kenapa kau menangis ?” Tanya Siwon lagi, lagi-lagi tak ada jawaban dari orang yang ditanya.

“Baiklah kalau tidak mau menjawab, tapi kau harus masuk. Aku tidak mau kau sakit!” Siwon menarik tangan Kyuhun. Kyuhyun menolak pada awalnya, tapi Siwon menyeretnya membuat pemuda itu mengikuti langkah sahabatnya memasuki gedung apartement.

Donghae melajukan mobilnya dengan perasaan campur aduk, tubuhnya menggigil kedinginan. Ia tidak mungkin pulang ke rumah karena ibunya pasti akan selalu bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Ia memutuskan untuk pergi ke rumah Eunhyuk.

Di rumah Eunhyuk ..

Tok.. tok .. tok..

Donghae mengetuk pintu rumah Eunhyuk dengan tubuh yang bergetar dan basah kuyup.

“Iya sebentar.”  Jawab Eunhyuk dari dalam rumah.

“ Donghae!” pekik Eunhyuk terkejut melihat keadaan sahabat sekaligus sepupunya yang datang ke rumahnya dalam keadaan basah kuyup dan tubuh yang bergetar.

“Ayo masuk!” Serunya kemudian menarik Donghae masuk ke dalam rumahnya.

“Ini minumlah!” seru Eunhyuk memberikan coklat panas pada Donghae, Donghae telah mengganti pakaian basahnya dengan pakaian Eunhyuk, di kepalanya pun diliit handuk untuk mengeringkan rambutnya.

“Terima kasih.” Ucapnya sebelum meminum coklat panas itu, Eunhyuk meminum coklat panas yang ada di tangannya sendiri.

Sementara itu di kediaman keluarga Lee ..

“Kemana anak itu ?” Leeteuk terus menatap jendela dengan khawatir, ia mengkhawatirkan Donghae yang belum juga pulang.

“Angkat telephone-nya sayang ?” Mohonnya lagi masih menempelkan gagang telephone rumahnya di telinga.

“Kenapa selalu tidak diangkat ?” Omelnya, dilihatnya lagi hari yang semakin gelap saja, menambah rasa cemasnya pada sang putri.

“Pulanglah,, kumohon!” Lirihnya kemudian.

Back to Donghae and Eunhyuk ..

“Apa yang terjadi ?” Tanya Eunhuk setelah coklat panas mereka berdua habis.

“Aku sudah mengatakan tentang pernikahanku pada Kyuhyun.” Jawab Donghae pelan, Eunhyuk menghela nafas.

“Kau sudah benar-benar yakin dengan keputusanmu Hae ?” Tanya Eunhyuk, ia merasa sedih akan nasib percintaan sahabatnya itu.

“Tekadku sudah bulat, aku tidak mau mengecewakan orang tuaku lagi.” Jawab Donghae.

“Bisakah aku meminjam telephone-mu ? Aku ingin menghubungi ibuku.” Tanya Donghae kemudian.

“Tentu saja, kau tak perlu sungkan padaku!” Jawab Eunhyuk kemudian merogoh sakunya, setelahnya diberikan ponsel miliknya pada Donghae. Donghae mengambilnya dan mulai menekan tombol-tombol pada ponsel tersebut.

“Halo ?” Leeteuk mengangkat telephone yang berdering, berharap anaknya yang menghubunginya.

“Ibu, ini aku Donghae.” Jawab Donghae dengan suara yang dibuat senormal mungkin, ia tidak mau ibunya khawatir karena berpikir ia kehujanan.

“Donghae-ya! Pulanglah sayang ?” Girang Leeteuk karena doanya terkabul.

“Aku sedang di rumah Hyukkie. Aku baik-baik saja, aku masih ada urusan dengannya.” Jawab Donghae dengan nada yang lebih ceria.

“Ibu benar-benar mencemaskanmu nak! Syukurlah kau baik-baik saja dan bersama Hyukkie, ingat jangan bermain hujan eoh ? Setelah urusanmu selesai dengan Hyukkie langsung pulang!” Leeteuk mewanti-wanti.

“Iya bu, aku janji!” Jawab Donghae, padahal ia baru saja kehujanan. Setelahnya ia memutuskan sambungan telephone, kemudian menatap Eunhyuk yang sedari tadi memperhatikannya.

“Kau dengarkan ? Ibu sangat menyayangiku, aku tidak mungkin menyakitinya!”

“Iya aku tahu. Bersabarlah Donghae-ya!” Eunhyuk merangkul Donghae bermaksud untuk memberi semangat pada sahabatnya yang malang itu.

“Jika kau merasa kesulitan atau mendapat masalah, kau bisa menceritakannya padaku. Siapa tahu aku bisa membantu.” Ujar Eunhyuk memperat rangkulannya.

“Terima kasih Hyukkie, selama ini kau mau menjadi tempatku untuk berkeluh kesah.” Jawab Donghae.

“Sama-sama, itulah gunanya sahabat dan keluarga Hae-ya!” timpal Eunhyuk.

Keesokan harinya …

Saat ini Kibum dan Donghae sedang berada di butik tempat mereka memesan gaun pengantin untuk Donghae dan tuxedo untuk Kibum.

“Bagaimana ?” Tanya Donghae memutar tubuhnya, ia kini mencoba gaun pengantin berwarna putih bersih yang menutupi dada hingga kakinya.

“Bagus.” Komentar Kibum seraya tersenyum, Kibum saat ini mengenakan tuxedo serta kemeja berwarna senada dengan gaun Donghae.

Option

SKIP TIME

3 hari menjelang pernikahan KiHae ..

Di kediaman keluarga Kim ..

“Jadi Kibum masih menemui gadis penjual bunga itu ?” Tanya Heechul geram pada orang di seberang sana.

“Iya nyonya. Putra anda masih berhubungan dengan gadis itu.” Jawab orang itu yang merupakan mata-mata yang ditugaskan Heechul untuk menyelidiki Sungmin, kekasih Kibum.

“Katakan padaku alamat gadis itu!” Perintahnya pada mata-mata suruhannya itu.

“…” Heechul memutuskan telephone-nya.

Setelah mendapatkan yang ia mau, Heechul pun bergegas keluar dari kediamannya menuju alamat Sungmin.

Di toko bunga milik Sungmin ..

Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan toko bunga milik Sungmin, Sungmin  yang penasaran akan siapa yang datang pun menghampiri mobil itu. Heechul keluar dari mobilnya dengan angkuh.

“Ada yang bisa saya bantu nyonya ?” Tanya Sungmin ramah, ia tidak tahu jika wanita cantik di depannya ini adalah Kim Heechul, ibu dari Kim Kibum-nya.

Tanpa menjawab pertanyaan Sungmin, Heechul masih dengan sikap angkuhnya langsung masuk ke dalam toko bunga itu dan mulai memilih aneka bunga yang cantik.

“Aku ingin membeli bunga-bunga yang cantik dan segar untuk pernikahan putraku tiga hari lagi.” Seru Heechul tanpa memandang Sungmin.

“Bunga seperti apa yang anda inginkan ?” Tanya Sungmin ramah.

“Aku ingin seribu tangkai mawar putih sebagai lambang kesucian dan seribu tangkai mawar merah sebagai lambang cinta.” Seru Heechul seraya mencium aroma mawar merah dan putih secara bergantian.

Sungmin tersenyum, “Pilihan yang bagus nyonya!” Heechul menyerigai.

“Lusa orang-orangku akan mengambilnya, kemudian mawar-mawar itu akan menghiasi gereja tempat putraku menikah nanti.” Heechul menjawabnya masih tanpa memandang Sungmin.

Tiba-tiba Heechul menghadap kearah Sungmin, ia mengeluarkan surat undangan pernikahan Kibum dan Donghae, kemudian memberikannya pada Sungmin.

“Datanglah ke pesta pernikahan putraku!” Heechul tersenyum –menyerigai kemudian kembali memebelakangi Sungmin.

Sungmin tersenyum, “Terima kasih nyonya!” Ia pun membuka undangan yang menurutnya bagus.

‘Aku ingin surat undangan pernikahanku dan Kibum seperti ini, sederhana namun cantik!’ batinnya riang. Namun senyum Sungmin langsung menghilang ketika membaca nama kekasihnya tertera sebagai mempelai pria.

‘Pasti Kibum yang lain!’ batinnya.

“Namaku Kim Heechul, ibu dari Kim Kibum yang biasanya kemari menemuimu.” Tutur Heechul yang membaca raut bingung di wajah gadis itu ketika meliriknya, Sungmin yang berada di belakangnya terkejut dengan penuturan wanita yang tak pernah diduganya adalah ibu dari kekasihnya.

“Apa ?” Hanya itu yang dapat dikatakan Sungmin.

“Kibum akan menikah dengan gadis pilihanku, jadi jangan mendekatinya lagi!” Seru Heechul lantang dengan gaya angkuhnya berbalik menghadap Sungmin.

Sungmin terdiam, ia benar-benar tidak menyangka hal ini sebelumnya. Jadi selama ini Kibum telah membohonginya ? Kibum hanya ingin mempermainkannya ?

Ingatannya kembali pada beberapa minggu yang lalu, dimana di sebuah pantai yang indah, Kibum melamarnya.

“Minnie, maukah kau menikah denganku ? menjadi pelengkap dalam hidupku ? menjadi ibu dari anak-anakku ?” lamar seorang pemuda tampan yang kini berlutut dihadapan seorang gadis imut.

“Ya, aku mau Kibum-ah!” jawab sang gadis yang dipanggil Minnie itu riang. Pemuda yang bernama Kibum itu lalu berdiri dan memeluk sang kekasih, kemudian melingkarkan sebuah cincin berlian yang indah di jari manis gadis tersebut.

“Terima kasih Kibum-ah.” Ucap Sungmin tulus sembari memandang penuh haru pada jari manisnya yang kini dihiasi cincin bertahta berlian dari kekasih tercintanya.

“Harusnya aku yang mengatakan itu sayang, terima kasih untuk semuanya! Aku mencintaimu, tidak, aku sangat mencintaimu Lee Sungmin.” Ucap Kibum memandang lautan luas yang menghampar luas di hadapan mereka.

“Akupun sangat mencintaimu Kim Kibum!” balas Sungmin, kemudian pemuda itu mempererat pelukan mereka, menikmati ombak yang seakan bersorak, mengetahui isi hati keduanya yang gembira.

Air mata Sungmin menetes mengingatnya, ia merasa sakit hati dan dibodohi oleh pemuda yang begitu dicintainya.

“Harusnya kau sadar siapa dirimu! Kau tidak pantas bersanding dengan putraku!” Hardik Heechul semakin menambah rasa sakit di hati Sungmin.

“Maafkan aku nyonya! Aku sama sekali tidak tahu kalau Kibum telah memiliki calon istri. Nyonya tidak perlu khawatir, aku akan meninggalkan putra nyonya!” Jawab Sungmin seraya menghapus air matanya.

‘Aku harus kuat! Kau gadis yang tegar Lee Sungmin!’ batinnya.

Heechul mengeluarkan sejumlah uang yang banyak, dihempaskannya uang itu di meja yang ada di dekatnya dan Sungmin.

“Terimalah uang itu sebagai rasa terima kasihku padamu karena kau telah setuju meninggalkan putraku! dan aku tidak jadi membeli mawar-mawarmu.” Masih dengan gaya angkuhnya Heechul mengatakannya di hadapan Sungmin.

Sungmin mengambil uang itu, ditaruhnya lagi uang itu ke tangan Heechul.

“Tidak perlu nyonya! Aku memang tidak punya hak mengganggu calon suami orang!” Tolak Sungmin tegas. Heechul menggeram kesal, ia langsung menuju mobilnya dan melesat pergi meninggalkan Sungmin yang menatapnya nanar.

Sungmin berjalan gontai masuk ke dalam rumahnya –sekaligus tokonya. Setelah menutup pintu  kamarnya ia terduduk dengan menyandarkan punggungnya di pintu.

Air mata terus mengalir di pipinya, ia telah menghapusnya berkali-kali tapi air mata itu tidak mau berhenti keluar dari pelupuk matanya.

“Kenapa kau tidak jujur padaku ? Kenapa harus dari mulut orang lain aku mengetahui yang sebenarnya Kibummie ?” Ratapnya.

Sementara itu ..

Kibum keluar dari rumahnya dengan riang, ia ingin menemui Sungmin. Ketika ia hendak membuka kenop pintu mobil, Heeechul datang dan turun dari mobil yang dinaikinya.

“Kau mau kemana Kibum ?” Tanya Heechul seraya menghampiri putranya.

“Aku hanya ingin jalan-jalan bu.” Jawab Kibum sopan.

“Bersama Donghae ?” Tanya Heechul lagi, Kibum menggeleng.

“Kenapa ?” Tanya Heechul.

“Segala sesuatu tentang pernikahan kami sudah selesai bu.” Jawab Kibum malas.

“Aku pergi dulu, bye!” Pamit Kibum setelah mengecup pipi  ibunya cepat. Ia masuk ke dalam mobilnya tanpa mendengarkan Heechul yang menyuruhnya untuk mengajak Donghae.

‘Aku tak ada urusan dengannya!’ batin Kibum cuek.

Selama diperjalanan menuju kediaman Sungmin Kibum terus membayangkan kekasihnya itu dengan senyum terkembang di wajahnya. Ketika sampai di tempat tujuan,  ia menatap heran bangunan yang merupakan toko sekaligus rumah kekasihnya itu tutup.

‘tidak biasanya toko Sungmin tutup.’ Batin Kibum.

Diketuknya pintu perlahan, tidak ada jawaban.

“Minnie!” panggilnya seraya terus mengetuk pintu di depannya.

Tok.. tok ..tok ..

“Minnie!” panggilnya lagi. Beberapa kali ia memanggil namu tak ada jawaban.

Ia merogoh ponsel di saku celananya, setelahnya ia menghubungi kekasihnya itu.

“Kenapa tidak diangkat ?” gumamnya. Kembali dia hubungi kekasihnya, hingga panggilan kelima pun tak ada jawaban. Kibum tidak menyerah, ia terus mencoba menghubungi kekasihnya tetapi gagal.

Pesan-pesan yang dikirimnya pun tak dibalas sama sekali. Kibum mulai khawatir.

“Sepertinya ada yang tidak beres. Apa yang terjadi ?” Tanyanya entah pada siapa.

Sungmin yang sangat tahu itu adalah Kibum hanya diam di tempat persembunyiannya, ia tadi bergegas menutup tokonya untuk menghindari Kibum, setelahnya ia men-silent kan ponselnya. Dan dugaannya benar, Kibum datang ke tempatnya. Ditatapnya nanar punggung Kibum yang kembali menuju mobilnya dari dalam toko.

“Ibumu benar! Aku tak pantas untukmu Kibum!” Lirihnya, air mata seakan masih tidak mau berhenti mengalir di wajah cantiknya.

Sungmin menatap cincin berlian yang ia kenakan di jari manisnya, cincin pemberian Kibum. Ia kembali teringat dengan Kibum yang melamarnya beberapa waktu lalu, diusapnya pelan cincin itu kemudian diciumnya.

“Aku akan mengembalikannya nanti.” Lirihnya lagi, kemudian matanya kembali memandang mobil Kibum yang menjauh dari kediamannya.

TBC

Bagaimana ???

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Option and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. ni dr awa bc. sumpah sad truzzzz…

    Suka

  2. hiks hiks kyu nya kasian ya jadi sedih dech, lanjut

    Suka

  3. hmmm
    aqr.x minnie tau lw kibum mau nikah ama donghae ,,

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: