Fanfiction Cintaku Terbagi Dua chapter 3

Title : Cintaku Terbagi Dua
Author : Nazimah Elfish
Pair : pair akan terlihat di ending
Rating : T
Genre : Romance, Drama(?), friendship, little humor(mungkin)
Main cast : Kim Kibum, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Park Jung Soo,

Summary : “Aku baru akan berhenti mengencani banyak gadis jika aku menemukan gadis yang mampu membuatku melupakan duniaku.” / “jika dia berjalan perhatianku hanya akan tertuju padanya, jika ia berhenti maka waktu pun berhenti.” / “Jika ia menatapku aku akan dengan reflex tersenyum malu padanya, jika ia tersenyum maka akan ada alunan biola yang terdengar begitu merdunya olehku.”

 

 

Warning : Gender Switch! Crack pair! Kibum, Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun seumuran (Cuma selisih bulan, tapi tahun kelahiran sama) dan berada di kelas 10, sedangkan Siwon lebih tua 1 tahun dan di kelas 11, dan Leeteuk menjadi sansongneim.
.
.
.
.
Sebelumnya …
.
.
.
“Setahuku Ketua OSIS itu memang telah lama berpacaran dengan Kyuhyun. Tapi dengan Donghae?” Tanya Eunhyuk bergumam, Kibum mengangguk setuju.
Kedua sahabat itu sedari tadi memperhatikan keakraban WonKyuHae dari balik tembok. Dari Kyuhyun yang datang memeluk Donghae dari belakang, Donghae yang mengambil PSP Kyuhyun, Donghae yang mengapit lengan Siwon, Siwon yang menggenggam jemari Kyuhyun, sampai saat Siwon mengusap kepala keduanya sekaligus.
Kibum pun bingung dengan hubungan ketiga orang itu. Ia memikirkan kemungkinan apa saja yang bisa terjadi sesungguhnya.
Apa Donghae selingkuhan Siwon? Kibum menggeleng.
Apa Kyuhyun selingkuhan Siwon? Kibum kembali menggeleng.
Apa Kyuhyun bersaudara dengan Donghae sehingga wajar Siwon akrab dengan Donghae? Tapi mereka tidak mirip! –sergah Kibum.
Apa jangan-jangan Siwon punya dua kekasih? Kibum bingung akan yang satu ini, karena diapun sering melakukannya.
Apa Siwon memang berpacaran dengan Kyuhyun, sedangkan Donghae adalah kerabat Siwon? Bisa jadi, tapi kenapa panggilan ‘sayang’ ditujukan Siwon pada Donghae di koridor tadi? pelukan mereka pun mesra!
.
.
.
Chapter 3
.
.
.

Siwon, Kyuhyun, dan Donghae berjalan beriringan di koridor sekolah dengan Donghae yang berada di sebelah kiri Siwon dan Kyuhyun yang ada di kanan Siwon, jadi Siwon diantara keduanya.
Kyuhyun masih sibuk memainkan PSPnya, ia tidak perlu khawatir menabrak seseorang ataupun sesuatu karena sebelah tangannya lagi yang mengapit lengan Siwon yang menatap jalannya. Donghaepun demikian, ia melangkahkan kakinya dengan mengapit lengan Siwon dengan bersenandung kecil.
.
.
Terdengar bisik-bisik dari siswa-siswi –mayoritasnya para siswi saat WonKyuHae melewati mereka. Kyuhyun melirik malas pada Donghae, ia mendengus sebal.
“Lepaskan tanganmu dari kekasihku ikan jelek!” gumam Kyuhyun masih menatap layar PSPnya.
“Anio!” sahut Donghae malah mengeratkan pelukannya pada lengan sang ketua OSIS. Siwon hanya bisa pasrah diperebutkan dua gadis manis di kanan-kirinya.
“Oppa, oppa tidak keberatankan aku memeluk lengan kekar oppa?” seru Donghae semanja mungkin membuat Kyuhyun ingin muntah.
Siwon tersenyum pada Donghae, “aku yang keberatan!” jawab Kyuhyun mendahului Siwon. Kini ia menatap tajam Donghae.
“Huh?” sungut Donghae menggembungkan pipi.
“Kyu, kita sudah sampai di kelasmu, masuklah!” ucap Siwon lembut pada Kyuhyun, Kyuhyun memandang sebuah pintu yang bertuliskan kelas 10 B, kelasnya. Ia menepis tangan Siwon yang hendak mengusap kepalanya kembali. Ia langsung saja memasuki kelasnya.
.
.
Siwon mendengus lelah, ia kemudian menatap Hae, “Hae-ah! Jangan seperti itu pada Kyu.” Nasehat Siwon mengusap kepala Hae.
“Aku hanya ingin memberinya pelajaran agar tidak terus-terusan berselingkuh dengan PSPnya itu!” bela Donghae terlihat menikmati usapan lembut Siwon di kepalanya.
Siwon tersenyum, “gewenchana sayang! Aku tenang-tenang saja dia seperti itu, kenapa kau yang repot eoh?” tanya Siwon kemudian terkekeh, Donghae menggembungkan pipinya imut.
“Oppa selalu begitu!” rajuknya kemudian langsung melangkah kelasnya sendiri, kelas yang berada di sebelah kelas Kyuhyun.
“Hae?” panggil Siwon tapi Donghae tidak menggubrisnya. Siwon tertawa kecil dengan menggeleng-geelngkan kepalanya.
“Ada-ada saja mereka!” serunya kemudian berlalu menuju kelasnya sendiri.
.
.
Beberapa minggu kemudian …
.
Hubungan KiHaeHyuk semakin hari semakin akrab. Terlebih Kibum dan Donghae yang tampak saling memiliki ketertarikan satu sama lain. Bahkan jika bersama Donghae, Kibum tidak pernah merayu yeoja lain selain Donghae –kecuali Eunhyuk. Tingkah konyol KiHyuk yang mampu membuat Donghae tertawa, tingkah polos Donghae yang membuat Kibum semakin mengaguminya, dan pesona Donghae yang membuat Eunhyuk sedikit err… iri.
Bukannya apa, Eunhyuk hanya merasa risih jika hanya berdua dengan Donghae. Mereka sangat berbeda –menurut Eunhyuk, penampilan Eunhyuk yang tomboy dan Donghae yang feminim.
“Hae-ah?” panggil Eunhyuk saat mereka istirahat di kantin, Kibum sedang memesan makanan.
“Hmm?” tanggapnya.
“Menurutmu bagaimana jika aku merubah penampilanku?” tanya Eunhyuk malu-malu.
Donghae tersenyum, “jinjja? Itu bagus sekali Hyukkie!” pekiknya girang.
“Kau mau membantuku?” tanya Eunhyuk ragu.
Donghae mengangguk imut, “tentu saja!” jawabnya.
“Bolehkan kami kami bergabung dengan kalian nona-nona manis?” tanya Siwon ramah dengan senyum manisnya, disampingnya ada Kyuhyun yang seperti biasa sibuk memainkan PSPnya.
“Tentu boleh oppa!” sahut Donghae riang, ia bahkan menyuruh keduanya untuk duduk disampingnya.
“Aku di tengah!” seru Kyuhyun mendudukkan dirinya di samping Donghae, Donghae cemberut.
“Anio! Aku tidak mau duduk bersebelahan dengan setan sepertimu!” protes Donghae imut membuat SiHyuk tertawa geli, sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum puas.
“Wonnie oppa! Kau duduk di sebelah sini ya!” pinta Donghae manja pada Siwon yang duduk di sebelah Kyuhyun (posisinya saat ini Kyuhyun diantara WonHae, dan Eunhyuk duduk berhadapan dengan WonKyuHae).
“Mwo? Kau ingin memisahkanku dengan namjachinguku eoh?” protes Kyuhyun melotot pada Donghae.
“Kau yang memulai!” bela Donghae.
“Kau!”
“Kau!”
“Ikan jelek!”
“Oppaaaa!” dan Kyuhyun akan mendengus sebal jika Donghae yang sudah merengek pada Siwon.
“Apa?!” pekik Kyuhyun ketika Siwon yang hendak menasehatinya.
“Bagaimana jika aku yang ditengah?” ucap Siwon yang membuat Kyuhyun merengut, sedang Donghae masih bertahan memasang wajah ingin menangis.
“Kalian jangan merengut!” ucapnya gemas mencubit pipi KyuHae.
“Appo!” protes keduanya bersamaan, imut sekali.
“Wah… wah… sepertinya aku melewatkan banyak hal!” ujar Kibum datang membawa nampan yang berisi makanan untuk dirinya, Eunhyuk, dan Donghae.
“Ah ya, aku sampai lupa memesan makanan! Kau mau pesan apa sayang?” tanya Siwon lembut pada Kyuhyun.
“Eum, seperti biasa saja.” Sahut Kyuhyun masih fokus pada layar PSPnya.
Siwon tersenyum, “baiklah.” Dan ia beranjak untuk memesan makanan.
“Sampai kapan kau begini terus eoh?” tanya Donghae pada Kyuhyun.
“Huh!” dengusnya sebagainya jawaban, Donghae memutar matanya malas.
.
Beberapa saat kemudian …
Siwon datang membawa makanan untuk ia dan Kyuhyun, ia kemudian mendudukkan diri di antara Kyuhyun dan Donghae.
Kibum dan Eunhyuk kembali berpandangan karena perilaku tiga orang di depannya yang –menurut mereka- aneh.
.
.
2 hari kemudian …
Mall …
.
.
“Hae bagaimana?” Donghae menoleh dan ia tersenyum melihat perubahan penampilan Eunhyuk yang tampak lebih ‘wanita’ dari biasanya.
“Kau sangat cantik Hyukkie!” pekik Donghae senang.
“Gomawo! Kau bisa saja!” ujar Eunhyuk tersenyum malu.
.
.

“Kau sedang jatuh cinta ya?” goda Donghae menyenggol Eunhyuk ketika keduanya hendak pulang.
“Ti…tidak!” jawab Eunhyuk tergagap, jangan lupakan wajah merahnya membuat Donghae tertawa.
.
.
.
Keesokan harinya …
.
.
Kelas 10 A
.
.
“Hyukkie?” panggil Kibum ragu saat ia melihat Eunhyuk di kelas.
“Ne Kibum-ah?” tanggap Eunhyuk memamerkan gummy smilenya.
“Kau tampak berbeda!” ujar Kibum tersenyum.
“Go…gomawo Kibum-ah!” jawab Eunhyuk meremas ujung roknya.
.
.
Jam pelajaran
.
“Hae-ah?” panggil Kibum pelan, Donghae menoleh.
“Wae?” tanyanya.
“Hubunganmu dengan Siwon itu apa?” tanya Kibum to the point. Donghae mengangkat sebelah alisnya.
“Well, memangnya kenapa Kibum-ah?” tanya Donghae, membalas.
Kibum menggeleng, “hanya bertanya saja, sepertinya kau sangat akrab dengannya!”
Donghae tersenyum mendengarnya, “tentu saja! Kami kan…”
“Selamat pagi menjelang siang anak-anak!” Sapa Park Sansongneim memotong perkataan Donghae.
“Pagi Sansongneim!” jawab Donghae dengan pandangan beralih ke depan.
“Hae?” panggil Kibum pelan karena Donghae yang kini malah sibuk memperhatikan sansongneim yang sedang menulis materi di depan kelas.
“Nanti aku jelaskan!” jawab Donghae tidak kalah pelan, ia tersenyum.
“Aku ingin mengajakmu pergi setelah pulang sekolah, bagaimana?” tanya Kibum gugup, Donghae kembali menoleh dengan kening berkerut.
“Aku ingin menunjukkan padamu sesuatu, kau masih baru disini jadi kau pasti belum tahu tempat-tempat menarik yang ada di Seoul!” lanjut Kibum kemudian tersenyum canggung.
Senyuman canggung Kibum berubah menjadi senyum manis melihat Donghae tersenyum dan mengangguk mengiyakan ajakannya.
“EHM!” dan deheman dari Park Sansongneim sukses membuat mereka kembali memperhatikan pelajaran di depan kelas.
.
.
.
Pulang sekolah …
.
.
Terlihat Kibum yang melaju kencang membonceng Donghae menggunakan motor sportnya.
“Pelan-pelan Kibum-ah!” peringat Donghae berteriak.
“Aish! Tidak asik!” sahut Kibum. Namja itu semakin melebarkan senyumnya merasakan tangan Donghae semakin erat memeluk pinggangnya.
.
.
Tepi Sungai Han
.
.
“Bagaimana?” tanya Kibum antusias.
“Ini keren Kibum-ah!” pekik Donghae melihat riuh bak air Sungai Han. Yeoja itu kemudian melangkah menuju pinggir sungai sedangkan Kibum hanya menyenderkan tubuhnya pada badan motor.
.
.
.
“Hae?” panggil Kibum mendekati yeoja itu.
“Hmm?” jawab Donghae menoleh.
“Aku menyukaimu.” Pernyataan Kibum tentu membuat Donghae terkejut.
“Eh?” tanggapnya, keningnya berkerut ketika Kibum meraih jemarinya dan menggenggamnya erat.
“Kau tahu, saat melihatmu aku langsung tertarik padamu. Saat kau melewatiku, pandanganku tak teralih darimu. Saat kau tatap, jantungku berdebar tidak karuan. Dan saat kau tersenyum, bagai ada ribuan bunga yang bermekaran di hatiku. Jeongmal johahae Lee Donghae!” Ungkap Kibum menatap intens Donghae, tak lupa diakhiri senyum manis yang selalu berhasil menawan hati-hati yeoja di sekolahnya.
.
“Aku …” Donghae tergagap, dalam hati iapun tertarik dengan namja didepannya.
“Nado.” Sahutnya membuat ia merasakan hangat di tubuhnya, Kibum memeluknya.
Donghae tersenyum senang dan membalas pelukan Kibum, namun senyumnya menghilang ketika matanya tidak sengaja menangkap siluet seseorang, yang rasanya Donghae kenal siapa gerangan yang bersembunyi di balik pohon.
Orang itu seperti menyadari Donghae melihatnya, langsung saja ia bergegas pergi. Donghae melihatnya dalam diam. Setelah orang itu menghilang dalam pandangannya, Donghae meletakkan kepalanya ke pundak Kibum. Donghae menyadari sesuatu, ia telah menyakiti hati sesorang, sebentar lagi mungkin akan bertambah satu hati yang ia sakiti secara tidak sadar.
‘Dia…’ batinnya.
.
.
TBC

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Cintaku Terbagi Dua, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: