Fanfiction Datang, Pergi, dan Kembali chapter 3

Title                      : Datang, Pergi, dan Kembali

Author                 : Nazimah Elfish

Pair                       : KyuHae or KiHae ?

Cast                      : Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Park Jung Soo, Kim Young Woon, Kim Heechul, Tan Hangeng

Rating                  : T-M

Genre                   : Romance, Hurt/Comfort, drama, angst

Disclaimer          : Tuhan Yang Maha Esa

Summary            : Kibum dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi semua berubah rumit ketika Kyuhyun datang dan mengungkapkan kebenaran tentang Donghae yang tidak diketahui Kibum sebelumnya. KyuHaeBum

Warning               : Gender Switch! Crack pair except KangTeuk and Hanchul, gaje

.

.

Tidak suka, tidak usah dibaca ..

Sebelumnya …

.

Flashback

.

Terlihat seorang yeoja yang berjalan dengan tatapan kosong di sebuah taman.

“Guk … guk …”

Yeoja itu tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara gonggongan anjing yang tidak jauh darinya, diperhatikannya sekeliling dan menemukan seekor anjing kecil berwarna putih bersih yang memang ada di dekatnya.

 

Yeoja itu –Donghae berjalan mendekati anjing itu dan berjongkok untuk mengusap kepala sang anjing.

 

“Apa anjingku mengganggumu?” Donghae mendongakkan kepalanya, dilihatnya seorang namja tampan tidak jauh darinya. Namja itu mendekatinya dan ikut bderjongkok dihadapannya.

“Ani, dia tidak menggangguku. Ini anjingmu?” Kibum mengangguk.

.

.

“Kim Kibum imnida!” Kibum membungkukkan dirinya pada Donghae. Kibum terheran dengan Donghae yang tidak kunjung memperkenalkan dirinya.

“Namamu?” tanya Kibum akhirnya, yeoja didepannya terlihat bingung.

“Do…Donghae.” Jawab yeoja itu tersenyum canggung.

.

.

Flashback end

.

“Dia bermarga Lee, aku baru mengetahui nama keluarga yeojachinguku sendiri setelah tiga bulan memacarinya. Lucu bukan?” Kibum tertawa renyah, Kyuhyun menolehkan kepalanya cepat pada Kibum dengan kening berkerut.

“Tapi dia bukan seorang Lee!” koreksi Kyuhyun membuat tawa Kibum berhenti.

.

.

Chapter 3

.

.

.

“Maksudmu?” tanya Kibum bingung.

“Sejak kapan kalian mengenal?” tanya Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Kibum.

“Kau belum menjawabku!” tolak Kibum.

“Jawab saja! Kapan kalian saling mengenal?” tanya Kyuhyun tidak sabar.

“Huh baiklah, delapan bulan yang lalu. Kenapa?” jawab dan tanya Kibum acuh. Kyuhyun kembali menoleh, berpikir, kemudian mengangguk membuat Kibum mengerutkan kening.

“Dia… seorang Cho.” Jawab Kyuhyun menerawang.

“Heh? Kalian bersaudara?” tanya Kibum, Kyuhyun menggeleng.

“Dia istriku.”

.

Jdeerr

.

“Mwo?” pekik Kibum tidak percaya, Kyuhyun hanya menghela nafas.

“Jangan bercanda! Aku tidak percaya!” sergah Kibum. Kyuhyun merogoh sakunya mengeluarkan smartphone miliknya, ia terlihat mengutak-atik ponsel canggih itu.

“Ini? Periksa sendiri!” Kyuhyun menyodorkan samrtphone tersebut, Kibum menyambutnya dan mulai melihat-lihat isi di dalamnya.

“Ini…” gumamnya. Ia terlihat syok, ia mengenali sosok disana, photo-photo pernikahan yeojachingunya bersama namja disampingnya ini.

“Tidak mungkin…” lanjutnya. Kyuhyun kemudian melepas cincin kawinnya, menyerahkannya pada Kibum. Kibum kembali menyambutnya.

“Donghae” gumamnya membaca tulisan yang tertera di cincin tersebut.

“Masih tidak percaya?” tanya Kyuhyun lagi, Kibum terlihat ragu.

“Ini terasa sulit bagiku.” Sahut Kibum, Kyuhyun tersenyum maklum.

“Jangan pernah berpikir dia menipumu!” Kibum semakin mengerutkan kening. Bukankah Donghae sudah jelas-jelas membohongi status hubungannya dari Kibum selama ini?

“Aku akan menjelaskan semuanya padamu.” Kyuhyun memandang Kibum, meminta persetujuan. Kibum mengangguk.

.

.

Flashback

Sembilan bulan yang lalu…

Beijing …

08.00 am

.

.

Drrt… drrt…

“Yeosebo Eomma?” sapa Kyuhyun pada orang yang menelphonenya, Leeteuk.

“…”

“Mwo? Aku akan pulang hari ini juga!”

“ … ”

“Tapi…”

“ … “

“Baiklah, aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu disini. Jaga Donghae baik-baik eoh?”

“ … “

“Tuut… tut…”

.

.

Disaat yang sama di Rumah Sakit Seoul …

.

“ …”

“Kyu-ah! Donghae kecelakaan.”

“ … “

“Tidak perlu chagi, kami akan mengatasinya, kau selesaikanlah urusanmu disana. Eomma hanya memberitahumu.”

“ … “

“Kyu, percaya sama eomma eoh?”

“ …. ”

“Itu sudah pasti chagi, cepat selesaikan pekerjaanmu dan pulang.”

“Tuut… tut…”

.

.

.

Keesokan harinya …

10.00 am

.

“Euungghh…” terdengar lenguhan seorang wanita yang terbaring di ranjang Rumah Sakit.

“Kau sudah sadar Hae-ya? Syukurlah!” pekik Leeteuk bahagia.

“Biar eomma bantu chagi.” Lanjutnya membantu Donghae mendudukkan dirinya di ranjang Rumah Sakit. Donghae memegangi kepalanya yang diperban, ia memandangi sekitar.

“Aku… dimana?” tanyanya.

“Kau di rumah sakit chagi.” Jawab Leeteuk tersenyum, Donghae menoleh ke arahnya dengan kening berkerut.

“Kau… siapa?” tanyanya, membuat Leeteuk terpaku.

“Hae?” panggil Leeteuk menutup mulutnya.

“Kau siapa? Hae? Apa itu namaku?” desaknya.

“Sudah chagi! Tenangkan dirimu!” seru Leeteuk memeluk Donghae, sebelah tangannya ia gunakan menekan tombol darurat beberapa kali, yang berguna untuk memanggil suster.

.

.

.

01.00 pm

.

.

Cklek

“Hae kau sudah sadar?” tanya Kyuhyun setelah dengan cepat memasuki rawat inap Donghae. Ia segera memeluk wanita yang berstatus istrinya itu.

“Chagiya, bagaimana keadaanmu? Kenapa kau bisa kecelakaan chagi?” desak Kyuhyun mencengkaram pundak Donghae. Donghae terlihat risih dan akhirnya mendorong Kyuhyun dengan segenap kekuatannya.

“Kau? Memangnya kau siapa hah?! Berani-beraninya memelukku seenaknya!” protes Donghae menatap tidak suka pada Kyuhyun.

“Hae?” tanya Kyuhyun tak percaya akan sikap kasar Donghae padanya.

.

“Kyu, tenanglah. Kita ke ruangan dokter, biar dia yang  menjelaskan semuanya padamu!” seru Kangin menepuk pundaknya, Kyuhyun mengangguk.

.

.

Di dalam ruangan dokter …

.

“Amnesia?”

“Ne, dan jangan memaksanya untuk mengingat kejadian sebelum kecelakaan karena itu hanya akan membuatnya merasakan sakit kepala hebat.” Jelas Dokter. Kyuhyun terdiam, ia masih tidak percaya. Baru kemarin rasanya ia dan Donghae bercengkrama sebelum ia pergi ke China, dan sekarang Donghae melupakannya.

“Jadi harus bagaimana Dok?” tanya Kyuhyun akhirnya.

Dokter menggeleng, “biarkan mengalir apa adanya, biarkan dia mengingat masa lalu dengan sendirinya.”

“Tapi berapa lama?” tanya Kyuhyun tidak sabar.

“Tidak menentu, bisa cepat bisa  lambat. Tapi… bisa juga tidak selamanya.” Sesal Dokter membuat Kyuhyun semakin lemas.

‘Semoga saja tidak lama lagi semua ingatannya kembali!’ doanya dalam hati.

.

.

Di depan ruang inap Donghae …

.

Cklek

.

Kyuhyun perlahan memasuki ruangan Donghae, “kau lagi?” tanya Donghae menyernyitkan dahi.

Kyuhyun menggumam sebagai jawaban sembari tersenyum, ia mendudukkan dirinya di ranjang Donghae, lebih tepatnya di sebelah kakinya. Tidak ada pembicaraan sampai Kyuhyun menatap cincin kawin yang melekat di jari manis Donghae, ia tersenyum.

“Apa kau mengingat darimana kau mendapat cincin itu?” tanya Kyuhyun ramah tak lupa tersenyum.

‘Cincin itu dariku, kau sendiri yang memilih modelnya. Kau pasti ingatkan Hae? Kau tidak mungkin melupakannya!’ harap Kyuhyun dalam hati.

Donghae memandangi cincin yang dipakainya, ia terlihat berpikir membuat Kyuhyun semakin melebarkan senyumnya, baginya Donghae sangat lucu sekarang.

Namun senyum manisnya berubah pahit saat Donghae menggeleng, “aku tidak tahu.” Jawabnya.

“Sebentar.” Ucap Kyuhyun kemudian merogoh saku celananya, ia mengeluarkan smartphone miliknya dan memperlihatkan wallpaper yang menampilkan dirinya juga Donghae saat bulan madu mereka di Paris beberapa saat yang lalu.

“Apa kau mengingatnya?” tanya Kyuhyun kemudian tersenyum. Donghae mengamati photo tersebut dengan mata agak menyipit, ia kembali menggeleng.

“Kau siapa?” tanya Donghae akhirnya.

“Aku Cho Kyuhyun, suamimu. Dan kau Cho Donghae, istriku.” Jelas Kyuhyun menunjuk dirinya kemudian Donghae sambil menatap dalam mata Donghae, Donghae diam.

“Suamiku?” tanya Donghae menunjuk dirinya sendiri, Kyuhyun mengangguk.

“Aaakkh!” rintih Donghae memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit kembali.

“Menjauh!” pekiknya begitu Kyuhyun memeluknya.

“Pergi! Kau bukan suamiku! Kau pembohong!” pekik Donghae tidak terima, ia memberontak dalam pelukan Kyuhyun.

“Tenanglah chagiya! Kumohon, tenanglah!” bujuk Kyuhyun semakin memeluk erat istrinya, ia menciumi pucuk kepala yeoja itu bermaksud menenangkannya.

“Kubilang PERGI!!!!” jeritnya mendorong Kyuhyun hingga terjengkang ke belakang.

“Hae, ini aku Kyuhyun! Suamimu! Lihat cincin kawin ini, kita sama-sama memakainya! Ada namaku didalam cincin yang kau pakai, dan ada namamu disini! Kita memakainya saat kita menikah, tidakkah kau mengingatnya walau sedikit?” seru Kyuhyun memperlihatkan cincin di jari manisnya.

“Ini?” tanya Donghae memperlihatkan jari manisnya. Dilepasnya cincin yang dipakainya dan dilemparnya ke lantai.

“Ambil saja cincin itu!” serunya geram.

“Pergi! Pergi! aaaww!” dan Kyuhyun dengan sigap menangkap tubuh Donghae sebelum yeoja itu terjatuh ke lantai, dia pingsan.

.

.

.

Flashback end …

.

.

“Dia dapat menerima orang tuanya, tapi dia tidak dapat dan tidak mau menerimaku sebagai suaminya. Ia bahkan cenderung membenciku.” Jelas Kyuhyun mengakhiri ceritanya. Kibum mendengarkan dalam diam.

“Kau pasti dapat merasakan kekecewaanku kan?” tanya Kyuhyun dengan tatapan sendunya, Kibum mengangguk ragu.

“Putuskan dia!” Kibum melebarkan matanya mendengar perintah Kyuhyun.

“Dia istriku dan kau hanya kekasihnya, dia milikku dan bukan milikmu!” lanjut Kyuhyun menatap sengit Kibum.

“Tidak mau!” respon  Kibum menatap tidak suka pada Kyuhyun.

“Apa kau bilang?!” marah Kyuhyun meraih kerah kemeja Kibum, Kibum tertawa meremehkan.

“Kalau begitu ceraikan saja dia! Untuk apa kau menunggu istri yang bahkan tidak mengingatmu huh? Dia bahagia bersamaku, relakan dia untukku!” seru Kibum menatap sengit Kyuhyun.

“Kau?” ujar Kyuhyun penuh penekanan.

“Kumohon!” lanjutnya lirih melonggarkan cengkramannya di kerah Kibum hingga dilepaskannya, ia tampak rapuh kini.

“Kyuhyun-ssi?” panggil Kibum menyentuh pundak Kyuhyun hati-hati.

“Kumohon, kembalikan dia padaku!” ujar Kyuhyun yang kini terduduk di atas rumput.

“Jeongmal mianhae.” Sesal Kibum meninggalkan Kyuhyun yang menatap punggungnya nanar.

.

.

Keesokan harinya di taman …

03.00 pm …

.

.

Donghae menunggu kibum seperti biasa di kursi taman, ia memainkan kedua kakinya yang saat ini tidak  menginjak tanah. Lama ia menunggu Kibum hingga ia memutuskan untuk menghubungi namja itu.

.

“Tuuut… tuuut…”

Tidak ada jawaban, ini yang kelima kalinya. Donghae cemas, tentu. Ia pun sudah berkali-kali mengirim pesan untuk namjachingunya namun tidak ada balasan.

“Kibummie kau kemana? Kau tidak pernah ingkar janji seperti ini! Ada apa denganmu eoh?” tanyanya pada diri sendiri, ia berjalan mondar-mandir dengan gusar di sekitar kursi taman.

.

.

Kyuhyun melihatnya, ia melihat semuanya dari tempatnya kini, dibalik pohon. Melihat Donghae yang menunggu Kibum dengan wajah bosan, melihat Donghae yang berusaha menghubungi Kibum dengan wajah khawatirnya, hingga Donghae memutuskan pulang karena waktu telah menunjukkan pukul lima sore dengan langkah gontai.

.

.

Berhari-hari kemudian …

.

Tanpa bosan Donghae terus mendatangi taman, menunggu Kibum juga Bada. Ia bahkan rela datang pukul dua belas siang demi menunggu namjachingunya, pujaan hatinya.

“Hiks… kau kemana Bummie hiks?” isaknya menundukkan wajah manisnya.

“Bada, aku merindukan gonggonganmu! Kibum, aku merindukan omelanmu yang menyuruhku pulang! Hiks… hiks… hiks…” lanjutnya masih bermonolog ria.

“Aku rindu semuanya! Jeongmal bogoshippo!” raungnya kemudian.

.

Tanpa disadari, Kyuhyun menitikkan air mata melihat rapuhnya Donghae kini. Ia menyesal meminta Kibum memutuskan Donghae. Jika tahu begini, Kyuhyun lebih memilih melihat Donghae tersenyum bahagia walau bukan bersamanya daripada melihat istri sahnya itu menangis pilu seperti sekarang ini.

Kyuhyun memutar tubuhnya, ia sudah memutuskan semua.

“Selamat tinggal Hae!” gumamnya sebelum melangkah menjauhi Donghae, melangkah dari kehidupan yeoja manis itu. untuk pertama kalinya ia meninggalkan Donghae sebelum yeoja itu memasuki pintu rumahnya.

.

.

Keesokan harinya …

.

.

Tok… tok… tok…

.

Donghae mengetuk-ngetuk pintu apartement kibum, ia bosan tidak dibukakan pintu. Rasanya ingin ditendangnya saja pintu itu!

“Bummie…” panggilnya lagi.

Tok … tok … tok …

“Badaaa…” lanjutnya menempelkan tubuhnya pada pintu, terutama telinga, siapa tahu ia mendengar aktifitas didalam, namun nihil.

“Huffh…” helanya.

.

.

Kibum berjalan dengan kantong belanjaan di tangannya menuju apartement, namun langkahnya terhenti dan dengan cepat ditaruhnya kantong belanjaannya kemudian digendongnya Bada, tak lupa dibekapnya mulut anjing itu, bisa saja Bada menggonggong melihat Donghae yang berada di depan pintu apartementnya.

“Dia?” gumam Kibum memperhatikan Donghae.

.

Tok… tok… tok…

“Bummie… hiks.” Isak Donghae akhirnya, setelah Kibum yang sama sekali tidak memberinya kabar ia jadi lebih sering menangis sekarang.

Kibum terenyuh, ia tidak tega namun mau bagaimana lagi. Setelah meninggalkan Kyuhyun Kibum tersadar bahwa ia tidak berhak atas Donghae, Kyuhyun lah yang berhak memilikinya, Donghae sejak awal adalah milik Cho Kyuhyun.

“Benarkah kau mencintaiku?” lirih Kibum pada Donghae.

Kibum tersenyum mengejek, “kau mencintaiku saat kau hilang ingatan saja, jika kau sudah mengingat semuanya kau pasti akan kembali pada suamimu. Aku benarkan Cho Donghae?” tanya Kibum yang tentu tidak didengar Donghae, isakan yeoja itu semakin jelas terdengar.

.

Tok… tok… tok…

“Bummie hiks, buka pintunya eoh hiks?” Donghae masih belum menyerah. Kibum tersadar dengan kemungkinan yang akan terjadi berikutnya, dengan susah payah ia mengambil smartphone di saku celananya, Kibum tersenyum pahit setelah me-non-aktifkan nada dering di smartphonenya..

.

Donghae mengeluarkan smartphone miliknya, menekan beberapa digit di layar sentuh ponsel itu.

“Angkatlah Bummie! Kumohon hiks!” harapnya cemas.

“Ayoooo!” ucapnya gemas, entah sudah panggilan ke berapa ia menelphone Kibum namun hasilnya nihil.

Donghae menyerah, ia merogoh tasnya kemudian mengeluarkan buku dan bolpoint. Ia menulis beberapa kalimat untuk Kibum, setelahnya ia robek kertas itu. diletakkannya secarik kertas itu dibawah pintu apartement namjachingunya itu.

.

.

Setelah meletakkannya Donghae menjauhi apartement Kibum walau pandangannya masih menatap pintu, berharap tiba-tiba saja Kibum ada disana. Kibum mendekati pintu apartementnya setelah Donghae sudah menghilang di tikungan. Ia membuka pintu itu dan memasukinya serta ditutup dan dikuncinya setelah berada di dalam.

.

Dipungutnya kertas yang ditinggalkan Donghae padanya, dibacanya seksama.

.

.

TBC

.

.

Bagaimana?

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Datang Pergi dan Kembali and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Duh! Ini FF bikin bingung? Bingung mau pilih Kihae atau Kyuhae.
    Honestly saya sih Kihae Shipper (nggak bisa diganggu gugat)… tapi kalo disini posisi Hae itu isterinya Kyu, yaa mau nggak mau harus sama Kyu lah. Soalnya Hae nikah sama Kyu juga karena cinta, kan bukan paksaan. Sesuai judulnya juga sih… Pergi dan Kembali.😀

    Hwaiting… hwaiting lanjutannya!!

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: