Fanfiction EvilKyu atau EvilBum ? chapter 2

Title       : EvilKyu atau EvilBum ?

Author  : Nazimah Agustina a.k.a Kang Hyo Sang

Pair        :  Old!KiHae slight Kid!KyuMin

Cast       : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Park Jung Soo, cast lain menyusul

Genre    : family, romance, friendship, drama, and humor (saya tidak yakin dengan genre yang terakhir, kekeke. Nilai sendiri ya??? Melalui review tentunya.)

Rate       : K – T (naik-turun rating bisa diatur)

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : No summary! Sejujurnya aku bingung membuat summary ff ini, Langsung baca aja ya??

Warning : Gender Switch! Kid!Min, humor gagal!

.

.

Tidak suka? Tidak usah dibaca.

.

.

.

Sebelumnya …

.

.

“Ne ahjuci.” Jawab Sungmin lucu, Kibum tertawa gemas.

“Panggil aku Kibum ahjussi ne?” tanya Kibum, Sungmin mengangguk lucu.

“Ahjussi ini appanya Kyunnie. Sungmin kenapa tidak mau bermain sama Kyunnie?” tanya Kibum lagi.

“Kyunnie jahat! Anak nakal! Dia celalu melebut boneka kelinci Minnie!” adu Sungmin kemudian mengembungkan pipi. Kibum mengangguk mengerti kemudian mengusap kepala Sungmin lembut.

.

.

Kibum kemudian menghampiri Kyuhyun dan mensejajarkan tingginya dengan anak itu.

Dipandanginya lama Kyuhyun yang menundukkan kepala.

‘Anak ini selalu mengingatkanku padanya!’ ujar Kibum dalam hati.

“Kyunnie, tatap mata appa!” ujar Kibum tegas.

.

.

~ Nazimah Agustina Elfish ~

~ Kang Hyo Sang ~

.

.

~ EvilKyu atau EvilBum ? ~

.

~ Chapter 2 ~

.

.

“Kim Kyuhyun!” tekan Kibum, Kyuhyun mendongak menatap appanya. Jika Kibum sudah memanggil nama lengkapnya, itu berarti Kibum serius.

“Ne appa?” tanyanya lirih.

“Kenapa mengambil boneka kelinci milik Sungmin?” tanya Kibum melembut.

“Dia tidak mau belmain denganku!” jawabnya. Kibum tersenyum, mengusap rambut putranya dan kembali menghampiri Sungmin.

“Minnie maukan bermain dengan anak ahjussi?” tanya Kibum dengan suara yang diimut-imutkan. Sungmin Nampak berpikir dengan pose kepala mendongak, membuat orang dewasa yang ada di ruangan itu tersenyum gemas.

Sungmin menatap Kibum dan Kyuhyun bergantian.

“Baiklah.” Jawabnya tersenyum.

“Anak pintar!” jawab Kibum kemudian mengusap rambutnya.

.

“Kyuhyun, kemari!” panggil Kibum melambaikan tangannya pada sang putra untuk menghampiri ia dan Sungmin.

“Sekarang minta maaf pada Sungmin.” Suruh Kibum, membuat Kyuhyun tersenyum simpul dan menatap appanya seolah berkata terima-kasih-appa!

“Jeongmal mianhae! Maafkan aku!” ucap Kyuhyun sopan dan membungkuk pada Sungmin.

“Ne, tapi jangan diulangi eoh?” tanya Sungmin, Kyuhyun mengangguk. Kedua anak itu tertawa kecil, membuat yang lain ikut tertawa melihat mereka.

.

.

Kibum tersenyum manis pada Leeteuk dengan tatapan seolah berkata masalah-Kyuhyun-beres, Leeteuk mengangguk menanggapi.

“Kau appa yang bijak Bummie!” ucap Leeteuk saat berjabat tangan dengan Kibum.

“Gomawo noona. Kami pulang dulu ne?” sahut Kibum tersenyum.

“Ne, pulanglah.”

.

.

“Minnie pulang sama siapa?” tanya Kyuhyun ketika ia dan appanya hendak keluar dari ruang kepala sekolah.

“Minnie tadi sengaja bilang gak usah dijemput supil” jawab Sungmin membuat Kibum berinisiatif untuk mengantarkan anak manis itu pulang ke rumahnya.

“Leeteuk Noona?” panggil Kibum.

“Ne Bummie?” sahut Leeteuk.

“Dimana alamat rumah Minnie? Biar aku yang mengantarnya.” ujar Kibum.

.

.

.

Di dalam Mobil Kibum …

.

.

Kibum tersenyum saat melihat pantulan bayangan Kyuhyun dan Sungmin yang berada di jok belakang. Nampak keduanya asyik mengobrol dengan suara khas anak kecil.

“Appanya Minnie doktel ya?” goda Kyuhyun, dahi Sungmin mengerut.

“Kyunnie sok tahu! Appanya Minnie bukan doktel!” jawab Minnie merengut.#poor Kyuhyun.

Kibum yang memperhatikan keduanya sontak tertawa, namun ia segera menghentikan tawanya ketika Kyuhyun yang menatapnya tajam.

‘Sekali evil tetap evil!’ rutuk Kibum dalam hati.

.

.

Kediaman keluarga Choi

(chap 1 kemarin aku belum menentukan orang tua Sungmin, anggap aja marganya Choi ya!) …

.

.

Kibum memperhatikan rumah mewah itu sejenak, ia mengenali rumah itu.

‘Inikan rumah Siwon hyung? Apa Sungmin ini anaknya Hyukkie noona ya?’ Kibum bertanya dalam hati.

“Ini rumahnya Minnie?” tanya Kibum memastikan.

“Ne ahjusi, ini lumah Minnie.” Sahutnya, Kibum mengangguk.

.

.

Ting… tong… ting… tong…

.

.

Ceklek

.

.

“Kibum?” tanya Eunhyuk sesaat setelah membuka pintu.

“Minnie!” serunya lagi saat melihat putrinya datang bersama teman satu sekolahnya dulu.

“Ini Kyuhyun junior eoh?” tanya Eunhyuk saat memandang anak laki-laki bersurai coklat madu dan ikal. Kibum mengangguk sambil tersenyum.

“Masuklah!” ajak Eunhyuk.

.

.

“Noona kapan pulang dari China?” tanya Kibum kemudian menyesap tehnya.

“Dua minggu yang lalu Bummie, aku dan Siwon akan lama menetap disini, jadi Sungmin kami sekolahkan disini saja.” Jawab Eunhyuk setelah meneguk tehnya.

“Donghae, bagaimana kabarnya?” tanya Eunhyuk.

“Dia tetap manja seperti dulu!” jawab Kibum tersenyum, Eunhyuk tertawa.

“Aku harus bertemu dengannya nanti!” ujar Eunhyuk.

.

.

“Anakmu mengingatkanku padanya.” Ujar Eunhyuk kemudian menatap Kibum.

Kibum menghela nafas, “saking miripnya aku bahkan berpikir dia bukan anakku!” tanggap Kibum Nampak serius, namun setelahnya ia tertawa.

“Itu tidak mungkin Bummie!” sergah Eunhyuk geleng-geleng kepala.

“Ne, kau benar. Kyuhyun itu anakku!” sahut Kibum.

.

.

“Huweee Kyunnie jahat!” pekik Sungmin.

Kibum berdecak kemudian menatap Eunhyuk yang juga menatapnya, “dia bahkan menurunkan sifat evilnya pada anakku!” sungut Kibum, Eunhyuk tersenyum geli. Keduanya kemudian menghampiri dua anak kecil yang sedang bermain di ruang tengah.

.

.

“Hei! Hei! Ada apa ini?” tanya Kibum setelah menghampiri keduanya, dilihatnya Kyuhyun yang tengah asyik memainkan PSP yang merupakan kado ulang tahun dari Kibum saat ulang tahun kelima Kyuhyun. Eunhyuk segera mendekap Sungmin, menenangkannya.

“Kyunnie hiks tidak mau meminjamkan PSPnya hiks sama Minnie!” adu Sungmin.

‘Jangankan padamu, padaku saja dia tidak mau meminjamkannya!’ batin Kibum.

“Minnie membuatku kalah appa!” adu Kyuhyun. Ia memperlihatkan layar PSP miliknya yang menunjukkan Kyuhyun yang harus kembali memainkan level 1.

Kibum menghela nafas, ia mengerti betapa kecewanya Kyuhyun. Kibum juga senang bermain PSP, jadi ia tahu seperti apa perasaan anak lelakinya itu kini.

“Sudahlah tak apa! Kau lebih senang membuat Sungmin menangis atau kalah bermain PSP?” tanya Kibum. Kyuhyun terdiam, ia menatap Sungmin yang masih menangis sesenggukan karena ulahnya.

Kyuhyun menundukkan wajahnya, “ne, aku yang salah.” Lirihnya.

“Nah sekarang apa yang harus Kyuhyun lakukan?” tanya Kibum.

“Minta maaf!” sahut Kyuhyun, Kibum tersenyum.

“Kalau begitu lakukan!” dan setelahnya Kyuhyun menghampiri Sungmin.

“Mianhae eoh?” ujarnya.

Sungmin terlihat sebal namun Eunhyuk mengangguk mengiyakan.

“Ne, mianhae juga eoh?” sahut Sungmin setelah melihat anggukan eommanya.

“Ne!” sahut Kyuhyun semangat. Keduanya tertawa membuat Kibum dan Eunhyuk tersenyum.

.

.

“Aku pulang dulu eoh?” pamit Kyuhyun pada Sungmin, Sungmin mengangguk lucu.

“Ne, hati-hati!” sahutnya tersenyum cerah.

Kibum tersenyum, ia kemudian menatap Eunhyuk.

“Sampaikan salamku pada Siwon hyung.” Ujar Kibum, Eunhyuk tersenyum kemudian mengangguk.

“Ne, sampaikan juga salamku untuk Donghae!” Kibum balas tersenyum dan mengangguk.

“Ayo kita pulang Kyuhyunnie!” setelahnya Kibum dan Kyuhyun memasuki mobil Kibum yang terparkir di halaman rumah keluarga Choi.

“Dadah Minnie!” pekik Kyuhyun melambaikan kedua tangannya semangat pada Sungmin.

“Dadah Kyunnie!” sahut Sungmin juga melambaikan tangannya semangat pada Kyuhyun.

.

.

.

“Halo Bummie?” sapa Donghae  saat Kibum menelphonenya.

“kau sudah pulang chagiya?” tanya Kibum.

“Belum chagiya. Bawa saja Kyuhyun kemari!” Ucap Donghae.

“Baiklah chagiya.” Sahut Kibum.

“Hae?” lanjut Kibum.

“Hmm?”

“Saranghae.”

“Nado chagi.” Dan sambungan telephone terputus. Kibum tersenyum kecil seraya melajukan mobilnya menuju butik milik istrinya.

.

.

Butik …

.

.

“Eomma!” pekik Kyuhyun berlari memeluk Donghae.

“Anak eomma sudah pulang, bagaimana sekolahmu hari ini chagiya?” tanya Donghae mensejajarkan tingginya dengan Kyuhyun.

“Saaaaangat baik!” jawab Kyuhyun antusias.

“Kau punya hutang padaku chagiya!” Donghae menatap suaminya dengan sebelah alis terangkat.

“Kau menjebakku! Licik sekali!” sungut Kibum merengut, Donghae tertawa setelah mengerti maksud keluhan suaminya.

“Ne chagiya, aku akan membayar lunas malam ini.” Bisik Donghae tepat ditelinga suaminya, setelah ia yang menghampiri Kibum tentunya.

Kibum menyerigai senang, ia menatap wajah Donghae yang begitu dekat wajahnya saat ini.

.

.

.

“Jangan melusak mata polosku!” pekik Kyuhyun mengintrupsi adegan ciuman kedua orang tuanya, anak itu menutup kedua matanya dengan telapak tangannya namun dengan jari yang direnggangkan (sama saja bohong Kyu -_-).

“Yak!” bentak Kibum, Kyuhyun berlari meninggalkan keduanya dengan tawa yang pecah.

“Kenapa tertawa?” tanya Kibum saat Donghae juga tertawa kecil.

“Dia mirip denganmu.” Sahut Donghae.

“Tidak! Dia tidak mirip denganku! Aku jauh lebih cool dan tampan darinya!” elak Kibum.

.

PLETAK

.

“Appo!” ringis Kibum mengusap kepalanya yang menjadi korban penjitakan istrinya.

“Kau ingin membuat otak suami cerdasmu ini bodoh eoh?” keluh Kibum.

“Kalau iya memangnya kenapa? Cukup Kyuhyun yang memiliki otak cerdas!” sahut Donghae ketus.

“Dia mewarisi kecerdasanku tahu!” elak Kibum, Donghae tertawa geli.

“Tadi kau tidak mau mengakuinya sebagai anakmu, sekarang kau bilang ia mewarisi kecerdasanmu!” goda Donghae.

Kibum tertawa, “aku kan hanya bercanda chagiya!” sahut Kibum.

.

.

.

“Aku kembali ke kantor dulu ne?” tanya Kibum, Donghae membetulkan dasi Kibum.

“Ne, pergilah.” Sahutnya tersenyum lembut.

.

Chup

.

Kibum mencium kening Donghae lama, menyalurkan rasa cintanya pada yeoja selama tujuh tahun telah hidup satu atap dengannya.

“Hyukkie noona menitipkan salam kepadamu.” Ucap Kibum.

“Jinjja?” tanya Donghae tersenyum lebar, Kibum mengangguk.

“Dia dan Siwon hyung akan menetap disini.”

.

“Aku tagih hutangmu malam ini!” peringat Kibum sebelum keluar dari pintu butik, iapun mengedipkan sebelah matanya pada Donghae, Donghae hanya mengangguk dengan senyum yang terkembang di bibirnya.

.

.

.

Malam hari di kediaman keluarga Kim …

.

.

.

“Aku pulang!” sapa Kibum membuka pintu rumahnya. Donghae segera menghampirinya dan membawakan tas kerja suaminya.

“Mandilah, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu.” Seru Donghae setelah melepaskan ikatan dasi dileher suaminya, sekarang ia melepaskan satu-persatu kancing baju Kibum.

Kibum menyerigai, “kita mandi bersama saja!” usulnya. Donghae menatap Kibum, dilihatnya Kibum yang tengah tersenyum aneh padanya.

“Tidak mau!” tolak Donghae kemudian melepaskan baju Kibum dari tubuhnya.

“Sudah sana mandi!” lanjutnya mendorong tubuh Kibum menuju kamar mandi.

.

.

.

Ceklek

BLAAMM!

.

.

Donghae menepuk-nepukkan kedua tangannya, jangan lupakan senyuman puasnya setelah memasukkan Kibum ke kamar mandi. Ia kemudian membuka lemari pakaiannya, ia menjatuhkan pilihan pada piyama tidur yang dibelikan Kibum untuknya beberapa waktu yang lalu.

.

.

.

Dua puluh menit kemudian …

.

.

Ceklek

.

Kibum keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terpasang di pinggang juga lehernya.

“Segar sekali!” ungkapnya. Kedua matanya kemudian membidik Donghae yang tengah terduduk di ranjang dengan majalah di tangannya. Kibum tersenyum melihat istrinya mengenakan piyama yang dibelinya, khusus untuk Kim Donghae, istri dan ibu dari anak Kim Kibum.

.

.

“Chagiya!” bisik Kibum seduktif di telinga Donghae, membuat Donghae bergidik.

“Hmm.” Gumamnya sebagai jawaban, matanya masih setia menatap majalah ditangannya.

“Aku benci kau yanga mengacuhkanku!” keluh Kibum, Donghae tersenyum tipis.

Donghae kemudian menutup majalahnya, ia menoleh pada Kibum dan membelai pipinya lembut.

“Cukup Kyuhyun saja yang membuatmu mengacuhkanku.” Ujar Kibum menatap matanya dalam.

Donghae tersenyum, mengangguk. “Aku tidak akan berpaling darimu, percayalah!” ucapnya.

“Ne, akupun begitu!” sahut Kibum.

.

.

.

Beberapa menit kemudian …

.

.

Tok… tok… tok…

.

.

“Hmmpphh Bummiiieh,” desah Donghae di sela ciumannya.

“Eomma!” panggil Kyuhyun yang mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya.

Tok… tok… tok…

Dan ketukan pintu kembali terdengar.

“Hentih..kaanh!” bujuk Donghae mendorong dada Kibum, namun Kibum menolaknya.

“Eommaaaa!”

Tok… tok… tok…

Dan ketukan pintu semakin nyaring terdengar.

“Kyunniiehh!” Donghae masih terus berusaha membujuk Kibum untuk menyudahi ciuman panas mereka, namun Kibum malah semakin menindih tubuhnya membuat Donghae kesal karena perilaku kekanakan Kibum.

.

.

.

BUGH

.

.

“Aaauuww appo!” pekik Kibum yang langsung menggulingkan tubuhnya sambil memegangi selangkangannya.

“Kau mau membuat Kyuhyun tidak memiliki adik eoh ?” keluh Kibum kemudian meringis.

Donghae mendengus sebal, ia bangkit dan merapikan piyamanya.

“Rasakan itu namja mesum!” tanggapnya ketus kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu.

.

.

Ceklek

.

.

“Kyuhyun?” tanya Donghae mensejajarkan tingginya dengan buah hatinya.

“Ish! Anak itu mau apa lagi sih?” sungut Kibum, perlahan ia mendekati pintu.

“Eomma?”

“Ne ?” jawab Donghae lembut.

“Temani aku tidul eoh?” pinta Kyuhyun dengan wajah polosnya. Donghae terlihat bingung.

Kyuhyun sama sekali tidak mengindahkan lototan Kibum padanya, ia justru merasa senang mengerjai appanya sendiri.

“Kyunnie takut!” lanjutnya meyakinkan Donghae, jangan lupakan binar matanya yang menyilaukan.

“Baiklah chagi!” dan Donghae mengalah membuat Kibum menatap Donghae tidak percaya.

“Tidak bisa begitu!” tolak Kibum mentah-mentah namun tidak didengarkan Donghae karena ia yang menggendong Kyuhyun dan berjalan menuju kamar Kyuhyun.

Dan Kibum ingin sekali melempari evil –Kyuhyun- dengan benda apapun yang ada di dekatnya saat anak itu menjulurkan lidahnya, mengejek Kibum.

“Yak!” bentak Kibum kesal. Donghae menoleh.

“Ani!” lanjut Kibum cepat dan Donghae melanjutkan langkahnya.

.

“Bummie?” panggil Donghae sebelum ia yang menghilang di balik belokan, Kibum menoleh.

“Besok malam saja eoh?” tanya Donghae kemudian tersenyum lembut.

Reflex Kibum menampilkan killer smilenya, Donghae kemudian melanjutkan langkahnya.

Kibum menghela nafas setelah Donghae dan Kyuhyun hilang dari pandangan matanya.

“Ya Tuhan apa salahku memiliki anak sepertinya?” keluhnya memijit pelipisnya.#poor Kibum.

“Yak! Awas saja kau EvilKyu!” tekad Kibum sebelum memasuki kamarnya.

.

.

.

To Be Continue

.

.

Bagaimana ?

.

Terima kasih telah membaca dan maaf jika mengecewakan …

Setelah membaca budayakan berkomentar

Related Post :
Orther Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in EvilKyu atau EvilBum ?, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. mau iniiiiiiiiiiii~ LAGI!!!!

    suka liat Kyu gangguin kihae terus? terus ganggu ampe toyor aja Kyunya! xDD
    ratingnya naek dong?? ya ya??😀

    Suka

  2. keren….lanjutin chingu…aku tunggu kisah berikutnya…

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: