Fanfiction Love and Tears chapter 1

Title                      : Love and Tears

Author                  : Nazimah Elfish

Pair                       : KiHae

Cast                      : Lee Donghae, Kim Kibum and Super Junior member.

Rate                      : T

Genre                   : drama, romance

Summary             : kisah Donghae yang memiliki namjachingu dingin yang bernama Kibum. Apakah Donghae akan menyerah dan meninggalkan Kibum yang tak pernah peduli padanya ?

Warning               : GS, cerita pasaran, membosankan

Selamat membaca

Love and Tears

Chapter 1

Donghae POV

Namaku Lee Donghae, umurku 17 tahun dan aku sekolah di SM High School, sekarang aku duduk di kelas 12. Aku adalah anak tunggal dari pasangan Lee kangin dan Park Leeteuk, itu artinya aku anak mereka yang paling cantik, hehe. Aku memiliki namjachingu bernama Kim Kibum, walaupun terkadang aku merasa seperti tidak memiliki namjachingu saja karena Kibum itu sangat cuek dan irit bicara, berbeda sekali denganku yang suka berbicara. Dia 1 tahun lebih muda dariku.

Aku sendiripun bingung mengapa aku menyukainya, bukan, aku mencintainya, sangat mencintainya. Dia namja yang populer,bagaimana tidak ? dia  tampan, kaya dan jangan lupakan otaknya yang jenius. Sedangkan aku ?? aku hanya yeoja biasa yang memiliki otak pas-pasan dan begitu mencintai Kim Kibum.

FLASHBACK

Saat aku berjalan sambil mendengarkan music menggunakan i-pod, aku tidak sengaja menabrak seseorang. Aku terjatuh begitupun dengan buku-buku yang dibawa orang itu. Aku mendongak, sejenak aku terdiam melihat wajahnya yang begitu mempesonaku. Sampai akhirnya dia selesai mengambil buku-bukunya dan berlalu begitu saja melewatiku, akupun tersadar dan “maafkan aku..” kataku, dia berhenti dan menoleh sedikit, kembali berjalan meninggalkanku. Kutatap punggungnya yang semakin menjauh dariku, kurasa aku menyukai namja itu.

FLASHBACK END

Donghae POV end

Kibum POV

Hari ini seperti hari-hariku sebelumnya, membosankan. Tanpa disengaja aku melihat seorang yeoja yang berstatus sebagai yeojachinguku sekarang. Sifat kami berbanding terbalik,  aku yang pendiam dan dia yang ceria, aku yang jenius dan dia biasa saja, aku yang bersikap dewasa dan dia yang kekanak-kanakan.

“huuffh” aku menghela nafas berat, aku tidak habis pikir kenapa dulu aku menerima pernyataan cintanya ya ? bahkan hubungan kami sudah menginjak satu tahun. Waktu yang cukup lama untuk hubungan yang hanya satu pihak yang aktif, yaitu ‘dia’. Sedang aku ? aku tak pernah menggubrisnya sedikitpun. Aku lebih tertarik berkencan dengan buku-buku yang sudah jelas memberi manfaat yaitu ilmu, daripada berkencan dengan yeoja-yeoja yang mengagumiku.

Aku sejenak berpikir, Donghae adalah yeojachingu yang perhatian, walaupun aku terkadang merasa risih. Donghae tipikal yeoja yang tidak mudah menyerah, sebelum menyatakan perasaannya, yeoja itu sering mengikutiku, ingin tahu tentangku, walaupun aku sangat tahu apa yang dilakukan Donghae tetapi aku pura-pura tidak tahu menahu. Dia selalu mendukung apapun yang kulakukan, padahal ia tahu dari orang lain, aku tak pernah berinisiatif memberitahunya.

Kibum POV end

Normal POV

Saat ini, Kibum dan Donghae sedang berjalan di koridor. Pasangan ini sesungguhnya tidak terlihat seperti sepasang kekasih,  karena sang namja sama sekali tidak menghiraukan yeoja disampingnya, yeojachingunya,  apalagi yeoja-yeoja yang menatap genit padanya.

Apakah ada yang bertanya mengapa Kibum dan Donghae dapat berpacaran ?

FLASHBACK

 “Kibum-ah, saranghae. Apakah kau mau jadi namjachinguku ?”

Setelah  menghampiri Kibum, Donghae menyatakan perasaannya kepada Kibum.  Kibum mengangkat sebelah alisnya, sebenarnya dia bisa saja menolak Donghae sama seperti yang biasa ia lakukan pada yeoja yang menyatakan cinta padanya. Tetapi saat menatap obsidian Donghae, Kibum berpikir tentang keuntungan apabila ia memiliki yeojachingu, itu artinya yeja-yeoja genit itu akan menjauhinya karena ia yang memiliki kekasih.

Kibum mdenghela nafas, kasihan juga melihat yeoja ini.

“Ne, kau yeojachinguku sekarang.” Jawabnya datar.

Donghae mendongak, ia mengerjapkan matanya beberapa kali yang entah mengapa ingin membuat Kibum tersenyum melihat ‘yeojachingunya’ itu, tapi ia tetap menggunakan topeng dinginnya sambil berlalu. Senyum mengembang diwajah Donghae, ia tidak menyangka pujaan hatinya mau menerima pernyataan cintanya. Sungguh, ia bahagia.

FLASHBACK END

Ya, Kibum hanya ingin memanfaatkan Donghae. Dia sama sekali tidak pernah menyukai yeoja itu. Dia sendiri heran, mengapa yeoja itu masih saja betah menjadi yeojachingu dari seorang namja yang sama sekali tidak memperhatikannya ? selalu Donghae yang membuka obrolan mereka, hanya Donghae yang aktif berbicara, Kibum hanya menanggapi dengan kata ‘oh’, ‘hhmm’, atau diam sama sekali. Donghae seringkali menemani Kibum di perpustakaan sekolah tanpa diminta. Awalnya Donghae memang bersikap manja pada Kibum, tetapi Kibum tak pernah mempedulikannya, hingga Donghae mengerti bahwa namjachingunya merupakan orang yang saaangat pendiam dan tak pernah,, menyukainya. Ya, Donghae sadar Kibum tak pernah menyukainya, ia hanya kasihan pada Donghae.

Donghae POV

Sudah hampir satu tahun aku menjadi yeojachingu Kim Kibum, namja yang tak pernah menyukaiku, hanya aku yang mencintainya.  Akan sangat munafik jika aku mengatakan aku tidak lelah, tidak kecewa, dan tidak bosan pada Kibum. Tapi aku percaya, kebersamaan bisa membuat orang jatuh cinta. Akju sangat percaya itu, bertahanlah Lee Donghae ! semangat ! kau harus mendapatkan cinta pangeranmu, kau sudah berjuang sejauh ini untuk mendapatkannya. Tingkah menyebalkannya tidak akan membuatmu goyah kan Lee Donghae ?

Donghae POV  end

Normal POV

Beberapa bulan lagi ujian bagi kelas tiga akan dimulai. Donghae sibuk mempersiapkan dirinya untuk mengikuti ujian tersebut, dia hanya yeoja dengan otak pas-pasan jadi jika ia ingin berhasil maka ia harus berusaha keras. Meskipun begitu, Donghae masih memperhatikan Kibum walau tidak seperti dulu karena kesibukannya sekarang.

Hari ini Donghae benar-benar letih setelah mengerjalan soal-soal latihan yang diberikan. Ia ingin menghubungi Kibum, tapi dibatalkannya karena kalau dia mengirim pesan ‘apakah kau sudah makan ?’, dia pasti tidak akan membalasnya, dan apabila dia menelfon kekasihnya, paling bagus juga jika kekasihnya itu tidak memutuskan kontaknya setelah bergumam ’hhmm’, jawaban atas pertanyaan Donghae.

“ Sepertinya Kibum memang benar-benar tidak ingin diganggu olehku.” Desahnya.

Apakah kau baru menyadarinya Lee Donghae ?

Sudah dua hari ini, Donghae tidak ‘menggangu’ Kibum. Kibum tidak ambil pusing akan hal itu, “mungkin saja dia sudah bosan ?” lirih Kibum. Dulu dia memang tidak menyukai yeojachingunya itu.

Sekarang ??? entahlah, Kibum pun tak tahu.

Seminggu berlalu, Donghae senang karena nilai ulangan Fisikanya memuaskan, nilai 85 membuatnya tersenyum dengan manisnya. Ia teringat akan kekasihnya, ia merindukannya.

“Kurasa tak masalah jika aku menemuinya sekarang.”

Donghae tak perlu berpikir terlalu jauh mencari keberadaan namjachingunya itu. Ia mengedarkan pandangannya menyapu perpustakaan, senyumnya kembali terkembang melihat namja yang terlihat begitu serius dengan buku yang dibacanya. Segera dihampirinya namja itu.

“ Anneyonghaseyo, Kibum-ah !” sapa Donghae dengan senyum yang masih tersemat dibibirnya.

Namja itu mengangkat wajahnya, hatinya bergetar melihat senyum yang selama seminggu ini tak pernah lagi dilihat olehnya. Apakah ia merindukan yeoja itu ??

TBC

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Love and Tears and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: