Fanfiction Love and Tears chapter 10 END

Title : Love and Tears
Author : Nazimah Elfish
Pair : KiHae or SiHae ????
Cast : Lee Donghae, Choi Siwon, Kim Kibum, Kim Young Woon.
Rate : T
Genre : drama, romance
Summary : kisah Donghae yang memiliki namjachingu dingin yang bernama Kibum. Apakah Donghae akan menyerah dan meninggalkan Kibum yang tak pernah peduli padanya ?
Warning : GS, cerita pasaran, membosankan

 

 

Sebelumnya …

Ingin masuk ke dalam ?” tanya Donghae setelah ciuman keduanya berakhir seraya mempermainkan kancing kemeja Kibum.
Kibum menunduk dan melihat dua kancing atas kemejanya yang terlepas karena perbuatan yeoja di depannya, “Kau yang menawarkan!” ucapnya kemudian tersenyum nakal.

Disinilah mereka berada, di ruang tamu Donghae dimana sang yeoja berada dibawah tubuh sang namja.
“Aaaahh ya disana aah” Racau Donghae ketika jemari Kibum bermain di klitorisnya.
“Kau ingin lebih dari ini chagiya ?” bisik Kibum tepat ditelinga Donghae, Donghae mengangguk, Kibum menyerigai.
“kalau begitu tunjukkan dimana kamarmu!” perintahnya kemudian menciumi leher yeoja itu.
“Ikut aku!” jawab Donghae.
Sepertinya Kim Kibum harus berterima kasih pada Choi Siwon dan Lee Kangin,, karena atas ‘jasa’ dua namja itulah, Kibum mendapat kado yang sangat berharga di usianya yang masih tujuh belas tahun.

 

 

Chapter 10

Skip time …

Keesokan paginya …

 

 

“Euungh …” Lenguh Donghae terbangun dari tidurnya.
“Aaauuu …” Ringisnya merasakan nyeri di bagian tersensitive tubuhnya. Ia melihat sekitar, dan ia mengenali jika itu kamarnya.

PLUK

“Eh?” Donghae terkejut merasakan sebuah tangan lain yang berada di tempat tidurnya. Dilihatnya siapa pemilik tangan itu dan
“Aaaaaaaa …” jeritnya ketika mendapati seorang namja yang tidur tengkurap disebelahnya.
“Ish …” rutuk Namja itu yang tak lain adalah Kibum mendengar jeritan yang mengganggu tidur indahnya.
“Ya! Kim Kibum apa yang kau lakukan disini?” pekik Donghae menggelungkan selimut menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala.
“Dan apa yang kau lakukan padaku?!” pekiknya lagi.
“Aku?” sahut Kibum yang nyawanya belum terkumpul semua.
“Bukankah kita melakukannya suka sama suka?” lanjutnya yang merupakan sebuah pertanyaan.
“Eh?” Donghae kebingungan.
“A..Aku tidak mungkin melakukan itu!” sergahnya dengan wajah kesalnya. Kibum memutar matanya malas.
“Kau yang mengajakku kemari, Ini kamarmu bukan?” tanyanya santai.
Donghae terdiam, ‘ini memang kamarku, jadi yang semalam itu… nyata?’ tanyanya dalam hati.

Hangat dirasakan Donghae ketika Kibum yang memeluk tubuhnya.
“Terima kasih untuk yang semalam, semalam adalah malam terindahku!” ucap Kibum masih memeluk Donghae kemudian tertawa kecil.
“Masih ada waktu sekolah chagiya, kau mau kita sekolah atau melanjutkan yang semalam hhmm?” tanya Kibum tersenyum.
“Sekolah …” gumam Donghae.
“Baiklah, aku pulang dulu Chagi.” Setelahnya Kibum mencium pucuk kepala Donghae.
Kini Kibum sibuk memunguti pakaiannya sendiri dengan Donghae yang mengalihkan wajahnya dari tubuh polos Kibum.
“Chagiya …” desah Kibum berniat menggoda Donghae.
“Pakai pakaianmu di kamar mandi!” sahut Donghae yang wajahnya telah memerah.
Kibum terkekeh geli, dengan cepat ia melesat menuju kamar mandi membuat Donghae dapat bernafas lega.
“Jadi… dia telah mengambil kegadisanku?” lirihnya kemudian menghela nafas pasrah.

Di sekolah …

Donghae merutuki pilihan untuk bersekolah hari ini, ia merasa tidak mood untuk mendengarkan semua penjelasan Sansongneim yang membuatnya semakin pusing saja.
“Hae-ya, gewenchana?” tanya Eunhyuk khawatir.
“Ah ne, gewenchana Hyukkie!” sahut Donghae tersenyum manis yang dipaksakan olehnya.
“Eh? Kau aneh.” Tanggap Eunhyuk yang memang merasa aneh melihat teman sebangkunya itu tidak ceria seperti biasanya, ditambah dengan senyum manis yang dipaksakan olehnya.

“eeuuum, Hyukkie?” panggil Donghae.
“Iya Hae?” tanggap Eunhyuk menoleh pada Donghae yang kini memasang wajah bingungnya.
“Kau pernah melakukan ‘itu’?” tanyanya lirih.
“Maksudmu? itu apa?” Eunhyuk balik bertanya dengan kening berkerut, ia tidak mengerti dengan pertanyaan Donghae.
Donghae meringis pelan, “tidak jadi Hyukkie.” Setelahnya Donghae merutuki dirinya sendiri dalam hati karena hampir saja ia menceritakan apa yang ia lakukan dengan Kibum semalam.
“Hae-ya kau kenapa?” tanya Eunhyuk lagi.
“Tidak ada!” sergah Donghae.
“Bohong! Itu apa? Memangnya kau melakukan apa?” tanyanya agak berteriak membuat perhatian siswa-siswi yang ada di kelas menoleh padanya.
Donghae menutup mulut Eunhyuk, “tidak ada! Mianhae!” ucap Donghae tersenyum pada teman-teman sekelasnya.
Donghae baru bernafas lega dan melepaskan tangannya dari mulut Eunhyuk ketika teman-teman satu kelasnya sudah tidak menoleh ke arah EunHae.

“Sakit Hae-ya!” rutuk Eunhyuk menatap kesal Donghae.
“Salahmu sendiri!” tanggap Donghae tidak kalah kesal.
“Jadi kau melakukan apa hhmm?” tanya Eunhyuk yang terlihat sangat penasaran. Donghae melirik Eunhyuk malas.
“Hae-ya?” Eunhyuk tetap kekeh bertanya pada Donghae.
“Park Sansongneim sudah datang, jangan bertanya lagi!” jawab Donghae ketus membuat bibir Eunhyuk mengerucut.

Istirahat …
“Hae-ya ayo ke kantin!” ajak Eunhyuk menarik tangan Donghae.
“Baiklah.” Sahut Donghae, mereka segera keluar dari kelas.

“Kibum?” gumam Donghae, ia berhenti berjalan membuat Eunhyuk menolehkan kepalanya.
“Memang ada apa dengannya?” Eunhyuk menimpali.
“Tidak ada! Kau ke kantin saja duluan, aku ingin ke perpustakaan dulu!” tanpa mendengar tanggapan dari Eunhyuk Donghae segera meninggalkannya.

Perpustakaan …

Donghae kembali merutuki pilihannya yang salah yang malah semakin menyusahkan dirinya.
‘Bagaimana bisa aku melupakan perpustakaan adalah tempatnya Kibum?’ rutuknya dalam hati. Ia bersembunyi di balik rak buku, tidak ingin dilihat oleh Kibum yang kini berada di dekat pintu keluar masuknya pengunjung perpustakaan.

‘Cepatlah menjauh dari sana Kim Kibum!’ rutuknya lagi dalam hatinya. Ia tersenyum melihat Kibum yang perlahan menjauhi pintu dengan membolak-balikkan buku di tangannya.

“Donghae noona?” panggil Minho yang berhasil membuat Donghae menghentikan langkahnya yang semakin dekat dengan pintu keluar.
“Donghae?” kali ini Donghae meringis mendengar Kibum yang memanggil namanya. Perlahan Donghae berbalik menghadap dua namja yang merupakan hoobae-nya itu. Dilihatnya dua namja itu tersenyum manis ke arahnya, Donghae tersenyum canggung.

“Aku ingin ke kantin, anneyoung!” setelahnya Donghae kembali memutar arah dan berjalan cepat menyusul Eunhyuk di kantin.

“Eh? Noona?” Minho mengerutkan kening melihat Donghae yang meninggalkannya.
“Kau kenapa?” tanya Minho menoleh pada Kibum yang tertawa kecil melihat tingkah Donghae.
“Tidak ada!” jawab Kibum cuek dengan senyuman penuh arti miliknya.
Minho mengedikkan bahunya tidak peduli ketika Kibum juga meninggalkannya.

Pulang sekolah …

Donghae lagi-lagi berbalik arah ketika dilihatnya Siwon yang menjemputnya seperti biasa.
“Itu Donghae?” Siwon keluar dari mobilnya karena Donghae yang malah menjauhinya.

“Donghae-ah, sedang apa hhm?” tanya Siwon yang telah mencekal lengan Donghae. Donghae berbalik dengan tersenyum canggung, “ti…tidak ada.” Jawabnya tergagap.
Siwon tersenyum, “ayo ikut denganku!” kemudian menarik lengan Donghae agar mengikutinya.
“Aku ingin ke rumah sakit!” seru Donghae, Siwon berhenti.
“Baiklah.” Jawab Siwon tersenyum membuat Donghae ikut tersenyum

Di Rumah Sakit …

“Eomma! Appa! Anneyoung!” sapa Donghae ceria melihat Leeteuk yang telah sadar, dibelakangnya ada Siwon yang membawa keranjang berisi buah-buahan yang mereka beli sebelum pergi ke rumah sakit tadi.
“Eomma bogoshippo!” Donghae memeluk Leeteuk erat.
“Ne, nado bogoshippo chagi!” sahut Leeteuk membalas pelukan Donghae.
“Bagaimana keadaan eomma?” tanya Donghae.
“Gewenchana chagi.” Jawabnya mengusap kepala sang putri yang beberapa hari ini tidak dijumpainya.

“Oppaahh …” lenguh Donghae di sela ciumannya ketika tangan Siwon mulai menelusuri tubuhnya.
“Hen..tih..kaann.” lanjutnya lagi tapi Siwon yang seolah menulikan pendengarannya hingga Donghae berhasil melepaskan diri dari Siwon dan berjalan cepat meninggalkan namja itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Tapi Siwon kembali menjepit tubuh Donghae dengan tembok rumah sakit yang sedang sepi. Kembali dikecup dan dilumatnya bibir itu dengan tangannya yang bergerak liar menggerayangi tubuh Donghae.
Donghae tersentak kaget merasa tangan namja itu yang mengelus bagian bawah tubuhnya. Ia mencoba mengingat-ingat apa saja yang dilakukannya semalam sebelum bersama Kibum.

Deg

Samar-samar Donghae teringat, teringat apa yang hampir ia lakukan bersama Siwon semalam.

PLAAK

Siwon meringis pelan ketika Donghae yang menampar pipi kanannya.
“Apa yang Oppa rencanakan padaku semalam?” tanya Donghae penuh penekanan di setiap katanya dengan mata yang berkaca-kaca.
“Aku …”
“Jawab Oppa!” tuntut Donghae tapi Siwon tidak tahu harus menjawab apa.
Donghae menyeka air matanya, “kita putus!” setelahnya ia meninggalkan Siwon.
“Jeongmal mianhae, aku bisa jelaskan Hae-ya!” seru Siwon mendekap Donghae.
Donghae menggeleng, “tidak perlu oppa, lepaskan aku!” tolak Donghae mencoba melepaskan dekapan Siwon yang justru semakin erat mendekapnya.
“Lepaskan aku!” seru Donghae.
“Tidak!” jawab Siwon
“Lepaskan hiks… hiks…” Siwon melepas dekapannya kemudian menatap wajah Donghae yang menangis dan menghapus air matanya.

“Jangan menjemputku lagi di sekolah!” Setelahnya Donghae meninggalkan Siwon yang masih terpaku menatap punggung yeoja itu.

Keesokan harinya di sekolah …

Donghae menatap buku pelajaran di depannya frustasi, ujian akhir membuat kepalanya benar-benar pusing. Ia menoleh ke arah Eunhyuk yang terlihat sama frustasi dengannya.
“Aku ingin keluar!” seru Donghae akhirnya, ia merasa kepalanya akan pecah jika terus berada di dalam kelas. Lagipula Sansongneim ada urusan diluar, jadi siapa yang dapat melarangnya? Tidak ada.

Donghae berjalan menuju taman belakang sekolah, ia terduduk di sebuah kursi taman menikmati semilir angin yang menerpa tubuhnya.
“Donghae-ah?” panggil seseorang, Donghae menoleh dan menadapati Kibum yang tersenyum padanya. Kibum kemudian mendudukkan dirinya di samping Donghae.

Hening …

Itulah yang melanda keduanya, Kibum menolehkan kepalanya menghadap Donghae yang pandangannya tetap lurus ke depan.
“Noona?” panggilnya kemudian.
“Hmm?” gumam Donghae sebagai jawaban. Kibum menggenggam jemarinya erat.
“Saranghae, jeongmal saranghae,, jadilah yeojachinguku.” Pintanya membuat Donghae tertegun.
Donghae tersenyum, “beri aku waktu Kibum-ah. Ujian kelulusanku semakin dekat dan aku tidak mau gagal.” Jelas Donghae berharap Kibum mengerti ucapannya.
Kibum tersenyum, “aku akan menunggu jawabanmu noona.”

Tiga bulan kemudian …

Donghae dan Eunhyuk berpelukan bahagia mengetahui mereka lulus ujian akhir. Perjuangan mereka selama tiga tahun terbayar sudah dengan lulusnya mereka menghadapi ujian yang menentukan nasib mereka di SM High School.

Kibum datang membawa rangkaian bunga mawar merah di tangannya.
“Ini untukmu noona.” Ucap Kibum menyerahkan rangkaian mawar itu pada Donghae.
“Gomawo Kibum-ah!” sahut Donghae tersenyum setelah menarima bunga itu.
“Saranghae Lee Donghae. Maukah kau menjadi yeojachinguku?” Kibum berlutut di hadapan Donghae membuat perhatian siswa-siswi kelas dua belas menatap mereka.
Kibum semakin melebarkan senyumnya ketika para sunbae mendukungnya dengan mengucapkan ‘terima’ berulang sambil menepukkan tangan mereka.
Donghae melihat sekitarnya, kemudian ia tersenyum menatap Kibum, “nado saranghae Kibum-ah!” jawabnya membuat semua orang yang ada disana bersorak bahagia terlebih Kibum yang kini memeluk erat Donghae.

Emmpat tahun kemudian …
“Sekarang kau boleh mencium pengantinmu.” Ucap Pendeta yang menikahkan Siwon dan Eunhyuk.
Siwon dan Eunhyuk kini berhadapan, perlahan Siwon membuka tudung kepala Eunhyuk kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya.
Riuh tepuk tangan serta senyum para undangan mengiringi sesi ciuman tersebut tak terkecuali Kibum, Minho, Jinki, Ryeowook dan Yesung yang turut hadir dalam resepsi pernikahan Siwon dan Eunhyuk.

Tapi tidak dengan Donghae, ia justru pergi meninggalkan resepsi dengan mata berkaca-kaca. Senyum Kibum langsung hilang melihatnya kemudian ia menyusul Donghae menuju taman yang ada di dekat Gereja tempat pernikahan berlangsung.

“Donghae-ah! Tunggu!” seru Kibum. Donghae berhenti, meskipun Donghae tidak berbalik menghadapnya tapi Kibum tahu jika yeojachingunya itu menangis, terdengar dari isakannya.

“Kau kenapa?” tanya Kibum menekan pikiran buruk yang berada di kepalanya kini.
“Aku sedih.” Jawab Donghae.
Kibum mencelos, ‘jadi benar ia masih mengharapkan Siwon?’ Kibum berjalan gontai ke arah Donghae.
“Aku …” Kibum tergagap, air mata telah menggenang di pipinya.

“Aku sedih, Siwon oppa dan Eunhyuk baru setahun berpacaran tapi mereka sudah memutuskan untuk menikah. Sedangkan kita? Hubungan kita sudah berjalan empat tahun, tapi kau tidak pernah mau membicarakan pernikahan!” jelas Donghae disela isakannya.

“Eh?” Kibum terperangah mendengarnya, ia tidak habis pikir dengan kesedihan Donghae yang seolah-olah masih mengharapkan mantan namjachingunya yang telah resmi menjadi suami sahabatnya itu, ternyata karena ini?

Kibum tertawa geli, “kenapa tertawa?!” bentak Donghae melotot pada Kibum.
“Jadi kau sudah tidak sabar menjadi istriku eoh?” tanya Kibum berniat menggoda yeojachingunya.
“Ingin kembali mengulang malam pertama kita waktu itu eoh?” lanjutnya lagi berbisik seduktif di telinga Donghae, membuat yeoja itu bergidik.

Wajah Donghae memerah mengingatnya, ia memukul bahu Kibum membuat Kibum semakin tertawa.
“Aku serius Kim Kibum!” seru Donghae merajuk. Kibum menghentikan tawanya.
“Harus berapa kali kubilang padamu kalau aku belum lulus kuliah dan belum bekerja. Usiamu baru 22 tahun dan usiaku baru 21 tahun, masih banyak waktu.” Jelas Kibum meremas pundak Donghae membuat bibir Donghae mengerucut mendengar penjelasan yang sudah sering di dengarnya.

Donghae kembali memunggungi Kibum, namja itu kemudian mengela nafas dan merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah kotak cincin, ia tersenyum memandang kotak yang sesungguhnya sudah lama ia persiapkan.
Kibum berjalan menghadap Donghae dan membuka kotak cincin yang berisi cincin bertahta berlian di dalamnya.

“Lee Donghae, maukah kau menjadi istri dari seorang Kim Kibum? Mejadi pendamping hidupnya? Ibu dari anak-anaknya kelak?” ucap Kibum menatap dalam mata Donghae.
Donghae menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia kembali menangis namun kini menangis bahagia.
“Ne, aku mau Kibummie!” jawab Donghae, Kibum tersenyum kemudian menyematkan cincin itu di jari manis Donghae.
Kibum memeluk Donghae, “setelah aku lulus kuliah dan telah bekerja, aku berjanji kita akan menikah secapatnya. Arrseo?” tanya Kibum, Donghae mengangguk.
“Ne.” jawabnya singkat.
“Jeongmal saranghae Kim Kibum!”
“Nado saranghae Lee Donghae, ralat Kim Donghae!” dan Donghae semakin mengeratkan pelukannya.

END

Bagaimana untuk ending?

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Love and Tears and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: