Fanfiction Love and Tears chapter 3

Title                      : Love and Tears

Author                  : Nazimah Elfish

Pair                       : KiHae

Cast                      : Lee Donghae, Kim Kibum and other Super Junior member.

Rate                      : T

Genre                   : drama, romance

Summary             : kisah Donghae yang memiliki namjachingu dingin yang bernama Kibum. Apakah Donghae akan menyerah dan meninggalkan Kibum yang tak pernah peduli padanya ?

Warning               : GS, cerita pasaran, membosankan,

 

 

Selamat membaca

Love and Tears

 

Sebelumnya …

Siapa yeoja itu ? bahkan Kibum dapat tersenyum dan dia berbicara lebih dari lima kata yang sama sekali tidak berisi kata yang menyakitkan didalamya! mungkin aku berlebihan, tapi itu kenyataannya. Aku semakin penasaran dengan yeoja itu, sedari tadi aku memperhatikan mereka dibalik lemari buku ini. Siapa dia sebenarnya ?

Chapter 3

Donghae sibuk dengan pikirannya, matanya tak lepas dari Kibum dan Ryeowook. Kibum yang tak sengaja menoleh, melihatnya, pandangan mereka kembali bertemu. Donghae yang terkejut sontak menundukkan kepalanya seraya menjauh dari perpustakaan.

Kibum menjadi serba salah, dia ingin mengejar Donghae dan menjelaskan kepadanya, tapi disisi lain ia juga bingung, ,kenapa ia harus melakukannya ? bukankah dia tidak punya hak untuk itu ? apa mungkin,, ah Kibum tak mau ambil pusing memikirkannya.

Kibum menghela nafas berat.

“waeyo ?” Tanya Ryeowook membuyarkan lamunan Kibum.

“ gewenchana Wookie-ah.” Elak Kibum tersenyum tipis.

 

Malam hari …

 

Donghae terus memikirkan Kibum dan Ryeowook, ia mengacak rambutnya.

“apa aku egois jika terus menginginkan Kibum ? berusaha memilikinya padahal aku tahu dia tak menyukaiku hhm ?” tanyanya pada diri sendiri.

“ atau aku melepaskannya saja ? sepertinya dia menyukai yeoja tadi, buktinya sudah jelas. Kibum tampak lebih hidup dan berwarna bersama yeoja tadi.” Donghae menghela nafas berat.

“ aku sudah putuskan semua!” teriaknya kemudian seraya tersenyum, tak sadarkah ia bahwa moodnya sangat cepat berubah eoh ??

 

Keesokan harinya ..

Donghae POV

 

‘ Bummie, temui aku di halaman belakang sekolah istirahat nanti, ada yang ingin kubicarakan..’

Setelah membacanya akupun mengirim pesan itu ke ponsel Kibum.

Fighting Lee Donghae, kau pasti bisa! Demi kebahagiaan pangeranmu! Cinta tak selamanya harus memiliki bukan ? mungkin saja dia bukan untukmu,, siapa tahu nanti kau mendapat ganti yang jauuuuhh lebih baik dari seorang Kim Kibum… itulah harapanku, semoga ..

Donghae POV end

Kibum POV

Istirahat tiba ..

Donghae menyuruhku untuk datang ke halaman belakang sekolah, aku jadi penasaran apa yang ingin dia bicarakan.

Kulihat seorang yeoja berdiri membelakangiku, aku berdehem.

“ kau sudah datang Bummie-ah ?” tanyanya seraya tersenyum.

“wae ?” tanyaku sangat irit bahkan bisa dibilang pelit, dia kembali tersenyum.

“duduklah ..” tawarnya menunjuk kursi taman, kami duduk berdampingan

“ jeongmal gomawo untuk semuanya, jeongmal mianhae karena selalu menyusahkanmu. Aku tahu sudah terlambat untukku menyadari bahwa cintaku padamu bertepuk sebelah tangan Kibum-ah. Sekarang aku sadar kau sama sekali tak bahagia bersamaku, membuatmu tersenyum sekali saja saat bersamaku pun tidak, aku gagal. Untuk itu aku akan melepasmu walaupun terasa sulit. Sekali lagi gomawo dan mianhae Kibum-ah, kita putus.” Ucapnya, seraya tersenyum. Kulihat matanya yang berkaca-kaca.

“hhmm,, akhirnya kau sadar juga.” Ucapku datar.

‘Bodoh kau Kim Kibum!! Apa kau benar-benar tak bisa menghargai yeoja didepanmu ini eoh ?’ rutukku dalam hati. Ia tersenyum miris, air mata telah membanjiri pipinya. Aku ingin menghapusnya,, hei! Hei!,, apa maksudnya tadi ? menghapus air matanya ? tidak akan!!!!

Aku pergi meninggalkannya seorang diri,, dengan ragu kuraba dada kiriku, sakit. Harusnya aku senang, akhirnya ia tak perlu mengikuti aku lagi bukan ? tapi disisi lain aku juga merasakan sedih.

 

Kibum POV end

 

Donghae POV

Kenapa rasanya sakit sekali ? aku tahu ini sudah benar, tapi kenapa harus aku yang mengalami ini semua ?? air mataku seakan tak mau berhenti.

Sudah Lee Donghae, kau sudah memutuskan! Kau sudah mengatakannya pada Kibum, waktu tak bisa diulang! Kau pasti bisa ,, harus!

Aku menghapus air mataku, mencoba tersenyum dan kembali ceria seperti Lee Donghae yang dulu, meskipun kuyakin mataku masih bengkak karena menangis tadi.

Hari ini sekolah terasa cepat sekali, rasanya baru tadi aku menangis karena putus dengan Kibum,, sekarang aku telah dijalan menuju rumahku. Huffh,,, udara panas sekali ya, aku beli ice cream dulu deh.

Di toko ice cream..

Aku sedang memakan ice cream coklatku yang sudah kupesan tadi dengan tenang.

“Donghae ?” ada yang memanggilku.

“Wonnie oppa ?” tanyaku memastikan namja yang tadi memanggilku.

“ ne Hae-ya. Boleh aku duduk disini ?” tanyanya dengan senyum merekah di bibirnya.

“ tentu oppa.” Jawabku tak kalah ceria.

“ Hae-ya, kau ini tak pernah berubah ya ? selalu belepotan begini jika makan, seperti anak kecil saja!” ejeknya seraya membersihkan noda ice cream di mulutku, aku tersenyum malu.

“ice cream vanillanya satu.” Pesannya pada pelayan yang menghampiri meja kami.

“oppa kapan datang dari China ?” tanyaku antusias setelah pelayan tadi pergi.

“ kemarin. Waeyo ?” Tanyanya kemudian.

“aniyo oppa,, sekedar bertanya. Haha.” Tawaku renyah. Tepat setelah itu, pesanan Siwon oppa datang.

“ hhmm,,, kajja dimakan. Aku traktir, kau boleh makan sepuasmu Hae-ya!” tawar Siwon oppa yang membuat mataku berbinar-binar, aku sangaaaat menyukai ice cream.

“ jinja oppa ?” tanyaku memastikan.

“ ne, chagiya.” Jawabnya bercanda membuatku kembali tersipu.

“ aku bukan yeojachingumu oppa!” elakku seraya membuang muka, dia malah mencubit pipiku.

“kau benar-benar menggemaskan Hae-ya! Kajja dimakan!” tawarnya yang langsung kuiyakan.

“memangnya kenapa jika kau menjadi yeojacjinguku Hae-ya ?” Tanya Siwon oppa disela makan kami, aku sudah menambah porsi ice creamku.

“mana mungkin oppa mau menjadikan yeoja sepertiku menjadi kekasih oppa ?? banyak yeoja yang jauuuhh lebih cantik dan sexy dariku yang mengagumi oppaku yang sempurna ini.” Jawabku menyelipkan kata pujian padanya, dia tertawa kecil.
“ kau ini, bisa saja Hae-ya.” Jawab Siwon oppa malu-malu, aku terkikik melihatnya seperti itu, lucu sekali.

 

Donghae POV end

 

Normal POV

 

Siwon mengantarkan Donghae tepat didepan rumahnya,

“oppa mau mampir dulu ?” tawar Donghae sebelum keluar dari mobil mewah Siwon.

“tidak usah Hae-ya, oppa masih ada urusan. Lain kali saja ne ? sampaikan salamku pada ahjussi dan ahjumma. Anneyong Hae-ya.” Tolaknya halus seraya tersenyum.
“ne oppa, gewenchana. Nanti aku sampaikan, anneyong. Hati-hati di jalan!” jawab Donghae membalas senyumannya.

“anneyong, aku pulang.” Donghae mengucapkan salam saat memasuki rumahnya, tapi tak ada jawaban, ditemukannya sebuah memo di dekat meja nakas, diambil dan dibacanya.

‘untuk Donghae. Chagi, appa dan eomma terpaksa pulang ke Mokpo karena keadaan Halmeoni yang memburuk. Mianhae tidak mengajakmu, appa dan eomma pun terkejut, lagipula kau juga harus sekolah Hae-ya.  Appa dan eomma meninggalkan uang untuk beberapa hari kedepan di atas kasurmu. Jaga dirimu baik-bai chagi, saranghae.’

“huffh..” donghae mendesah, ia akan sendirian di rumah ini, padahal ia tak suka sendirian tapi mau bagaimana lagi ?

Donghae beranjak menuju kamarnya, ia ambil uang yang ditinggalkan appa dan eommanya kemudian dimasukkannya ke dalam laci nakas. Setelahnya ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

 

Keesokan harinya ..

 

Donghae baru saja keluar dari pintu rumahnya, dilihatnya mobil mewah sudah terparkir di depan halaman rumahnya.

“Wonnie oppa ?” gumamnya, didekatinya mobil itu guna menemui pengemudinya.

“sedang apa oppa ?” tanyanya polos.

“mengantarkanmu ke sekolah Hae-ya. Kajja, naikklah.” Ajaknya.

“jika oppa tidak keberatan, baiklah.” Ujar Donghae menganggukkan kepala.

 

Di sekolah …

“ gomawo oppa telah mengantarkanku ke sekolah.” Ucapnya sebelum keluar mobil.

“ aish, tak usah seformal itu Hae. Nanti oppa jemput ya ?” tawarnya lagi.

“aniyo oppa, nanti merepotkan oppa.” Tolak Donghae, merasa tidak enak pada Siwon.

“ gewenchana Hae-ya, oppa senang memanjakanmu.” Ujarnya mengacak rambut Donghae.

“aissh oppa, jangan merusak rambutku!” rajuk donghae.

“mianhae chagiyaa..” ucap Siwon seduktif berbisik di telinga Donghae, Donghae bergidik.

“ish, menjauh dariku oppa.” Donghae memukul pelan dadanya kemudian membuka pintu mobil mewah itu.

“anneyong oppa..” ucap Donghae sebelum menutup pintu mobil itu dan melangkahkan kakinya menuju bangunan sekolahnya.

 

TBC

 

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Love and Tears and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. pendek bgt. msj blm trliht konflikx.

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: