Fanfiction Love and Tears chapter 4

Title                      : Love and Tears

Author                  : Nazimah Elfish

Pair                       : KiHae slight SiHae

Cast                        : Lee Donghae, Choi Siwon, Kim Kibum, Choi Minho, Kim Ryeowook, Lee Jinki,      Lee Hyukjae, Shin Donghee

Rate                      : T

Genre                   : drama, romance

Summary             : kisah Donghae yang memiliki namjachingu dingin yang bernama Kibum. Apakah Donghae akan menyerah dan meninggalkan Kibum yang tak pernah peduli padanya ?

Warning               : GS, cerita pasaran, membosankan, author baru …

Selamat membaca

Love and Tears

Sebelumnya ..

“aissh oppa, jangan merusak rambutku!” rajuk donghae.

“mianhae chagiyaa..” ucap Siwon seduktif berbisik di telinga Donghae, Donghae bergidik.

“ish, menjauh dariku oppa.” Donghae memukul pelan dadanya kemudian membuka pintu mobil mewah itu.

“anneyong oppa..” ucap Donghae sebelum menutup pintu mobil itu dan melangkahkan kakinya menuju bangunan sekolahnya.

 

Chapter 4

 

Donghae melangkahkan kakinya dengan riang, sepertinya dia menyadari bahwa siswa-siswi di SM High School sudah mengetahui kabar putusnya hubungannya dengan Kibum, walaupun ia tidak tahu dan tidak mau tahu siapa yang menyebarkannya. Donghae merasa pandangan siswa-siswi disini agak aneh padanya. Ada yang memandangnya kasihan, ada juga yang tertawa meremehkan. Apa mereka mengira Donghae frustasi karena putus dengan kibum ?

‘itu konyol.’ Donghae membatin.

Donghae melihat Kibum yang langkahnya tengah diikuti oleh siswi-siswi yang mengaguminya, Donghae menatap namja itu. Kibum pun menghentikan langkahnya menatap balik Donghae. Donghae menghela nafas kemudian tersenyum melewati Kibum dengan langkah riangnya. Tanpa ada seorangpun yang sadar bahwa saat ini Kibum sedang tersenyum tipis melihat tingkah Donghae.

‘dia menggemaskan.’ Bathin Kibum.

 

“buka buku paket Fisika kalian halaman 129! Kerjakan latihan soal ganda juga essay dikumpulkan setelah jam pelajaran berakhir. Arraso ?” Cho  Sonsaengnim memberi tugas kepada murid kelas 11 B, kelas kibum.

“arra.” Jawab mereka serempak, kecuali Kibum, ia lebih memilih langsung mengerjakan tugas tersebut dalam diam, tak peduli dengan suara gaduh di kelas itu karena Sonsaengnim pergi menghadiri rapat guru.

“Kibum-ah,, soal nomor 15 seperti apa caranya ? aku tidak mengerti.” Tanya Ryeowook, Kibum menoleh.

“oh itu, gunakan hukum dua newton, gaya merupakan  hasil dari perkalian massa dan percepatan.” Jelas Kibum.

“oh ne, gomawo Kibum-ah.” Ujar Ryeowook riang.

Kibum meraba dada kirinya, jantungnya tidak lagi berdebar-debar seperti biasanya ketika dekat dengan Ryeowook, ia telah memendam rasa suka pada yeoja itu semenjak tiga tahun lalu. Kibum merasa lega, sepertinya ia sudah tidak menyukai yeojachingu hyungnya. Memang begitu seharusnya bukan ??

Istirahat ..

Seperti biasa Kibum melangkahkan kakinya menuju perpustakaan, seperti biasanya pula yeoja-yeoja yang ada di koridor melirik, menatap bahkan tersenyum genit ke arahnya. Tapi bukan Kim Kibum namanya jika ia merespon yeoja-yeoja itu.

Walaupun Kibum namja yang dingin serta cuek, tapi tak membuat yeoja-yeoja di SM High School berhenti mengharapakan namja itu. ia namja yang tampan, jenius dan kaya. Bukan hanya idola para siswi, ia juga merupakan idola para guru karena kejeniusannya dalam bidang akademik.

“ ne oppa, arra.” Kibum mengenali suara yeoja itu. Dia tolehkan kepalanya, didapatinya seorang yeoja yang baru saja berbicara dengan lawan bicaranya di telfon. Yeoja itu yang tak lain dan tak bukan adalah Donghae tidak menyadari  kehadiran Kibum didekatnya. Begitu berbalik, matanya terbelalak, namja yang  dicintainya berada kurang dari 20 cm di depan wajahnya.

“ Bummie ?” Tanya donghae gugup, wajahnya memerah. Kibum menatapnya intens kemudian berbalik meninggalkannya. Donghae menghela nafas lega, ia tengah sibuk menenangkan detak jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.

Ternyata bukan hanya Donghae yang sibuk menenangkan detak jantungnya. Dibalik punggungnya, kibum pun merasakan ada yang aneh dengan jantungnya saat begitu dekat dengan Donghae tadi. Kibum pun tak tahu mengapa dirinya bisa berjalan mendekati Donghae dan mengagetkannya walaupun ia tak bermaksud demikian.

“huffhh,, kenapa dengan dia ?” gumam Donghae.

“lebih baik aku kembali ke kelasku saja.” Ucapnya lagi kemudian melangkahkan kakinya menuju kelas 12 A, kelasnya.

Perpustakaan ..

Kibum membaca bukunya dalam diam sampai ia mendengar percakapan dua orang namja tak jauh dari tempatnya.

“ kau tahu yeoja yang baru putus dengan Kim Kibum ?” Tanya salah satu diantara keduanya, mereka tidak sadar bahwa salah satu objek pembicaraan mereka mendengar percakapan keduanya.

“oh, Donghae sunbae. Memangnya kenapa Minho-ah ?”

“akhirnya mereka putus juga, aku sudah lama menyukai Donghae noona, dia sangat manis, ceria dan ramah Jinki-ah.” Puji Minho menggebu-gebu.

“iya. Dia memang cantik dan jago dance. Apa kau ingin menjadikannya yeojachingu seorang Choi Minho eoh ?” selidik Jinki.

“tentu saja Lee Jinki, aku menyukainya.” Jawab Minho yakin.

Kibum mengepalkan tangannya, beranjak menghampiri hoobaenya.

“sunbae,, waeyo ?” Tanya Minho santai ketika dilihatnya Kibum mendekati mereka dengan raut yang sulit diartikan, Minho menyerigai.

‘sepertinya menyenangkan.’ Minho membathin.

“jangan dekati Lee Donghae!” ancam Kibum berbahaya saat berada di hadapan Minho, Minho kembali menyerigai.

“kau tak berhak melarangku sunbae! Kau hanya MANTAN namjachingunya!” balas Minho tak terima dan menekankan kata ‘mantan’ pada kibum.

“dia milikku, jangan dekati dia!” geram Kibum lagi.

“ begitu ? kurasa dia tak keberatan jika kudekati.” Minho semakin memancing amarah Kibum hingga,,

“bisa kalian diam ? kalian mengganggu!” pekik penjaga perpustakaan, Shindong ahjussi.

“mianhae ahjussi.” Jawab ketiganya serempak, Minho kembali menyerigai ke Kibum kemudian menarik Jinki keluar meninggalkan sunbaenya.

“ wah,, wahh,, kau sangat berani dan keren  tadi Minho-ah!” puji Jinki pada Minho.

“namja menyebalkan seperti dia memang perlu diberi pelajaran Jinki-ah. Aku melihat dia sama sekali tidak pernah mempedulikan Donghae noona. ” Jawab Minho dengan santainya, sesantai dia menjawab pertanyaan Kibum tadi.

“dan aku memang keren! Kau baru menyadarinya eoh ?” lanjutnya lagi dengan kepercayaan diri yang tinggi.

“ne, Choi Minho! tapi sepertinya Kibum sunbae tidak main-main dengan ucapannya barusan Minho-ah!” Jinki mencoba memperingatkan Minho.

“ biar saja, aku tidak takut.” Masih dengan santainya Minho menjawab Jinki, Jinki hanya geleng-geleng kepala atas kekeras kepalaan temannya itu.

Pulang sekolah ..

“ Donghae noona ?” Tanya Minho pada pada Donghae sambil tersenyum.

“waeyo Minho-ah ?” jawab Donghae membalas senyum Minho.

‘manisnya.’ Minho membatin.

“ maukah noona pulang bersamaku ?” tawarnya lagi.

“ mianhae Minho-ah, aku sudah ada janji dengan seseorang.” Tolak Donghae halus.

“gewenchana noona, mungkin lain kali.” Jawab Minho masih tersenyum.

Sebuah mobil menghampiri mereka.

“ Minho ?” Tanya Siwon setelah menurunkan kaca mobilnya.

“hyung ? sedang apa ?” Tanya Minho bingung.

“ kalian saling mengenal ?” Tanya Donghae menimpali, Siwon dan Minho serempak menoleh kearah Donghae.

“ne,, kami bersepupu Donghae-ya.” Siwon keluar dari mobilnya kemudian dengan cepat menarik Donghae, “Kajja masuk Hae.” Memasukkannya ke dalam mobil setelah sebelumnya membukakan pintu untuknya. Setelah itu ia menghampiri Minho.

“hyung ada urusan dengan Donghae Minho-ah. Anneyong.” Setelahnya, mobil Siwon melaju meninggalkan Minho yang mematung sedari tadi.

‘ ada hubungan apa Siwon hyung dengan Donghae noona ya ?’ Tanya Minho dalam hati sambil menggaruk belakang kepalanya yang sesungguhnya tidak gatal.

Kibum yang memperhatikan mereka sedari tadi merasa rivalnya bertambah satu.

 

Tidak ada obrolan yang terjadi antara Donghae dan Siwon, Siwon yang fokus menyetir sedang Donghae yang memperhatikan pemandangan luar mobil.

“kita mau kemana oppa ?” Tanya Donghae menghilangkan kesunyian.

“ jalan-jalan.” Jawab Siwon masih fokus menyetir.

“ bukan jawaban itu yang kuharapkan! Tapi ya sudahlah, terserah oppa.” Jawab Donghae pasrah.

“ aigooo,, jangan begitu Hae-ya. Nanti kamu juga akan tahu kok.” Bujuk Siwon kemudian yang mendapat anggukan dari Donghae.

“ aku baru tahu oppa bersepupu dengan Minho.” Ucap Donghae lagi memecah keheningan yang kembali terjadi.

“ya, tapi kami tak begitu akrab. Waeyo ?” Tanya Siwon.

“ani, aku hanya heran kenapa aku tidak pernah menyangka hal itu ya ? marganya saja sama, Choi Siwon dan Choi Minho. Didukung dengan wajah kalian yang sama-sama tampan.” Jawab donghae jujur.

“ tentu.” Jawab Siwon singkat.

 

Kibum POV

Siapa namja tadi ?

apa Donghae memutuskanku karena namja itu ?

bisa saja dia hanya menjadikan sikapku sebagai alasan untuk putus dariku kemudian bersama namja tadi, dia sudah satu tahun kuperlakukan layaknya orang asing dan tak ada masalah. Kenapa bersamaan sekali dia yang memutuskanku dan dia yang dekat dengan namja tadi ?

apa jangan-jangan,, aiisshh, apa yang kau pikirkan Kim Kibum ? hoobaemu tadi benar kau hanya mantan namjachingunya saja! Suka-suka Donghae kan menjalin hubungan dengan siapa saja ?

 

kibum  POV end

 

normal POV

“ waaahh indahnya ..” kagum Donghae pada kebun teh yang menghampar luas di depannya, terasa sejuk dan memanjakan mata.

“kau suka ?” Tanya Siwon, Donghae mengangguk cepat.

Siwon  menggenggam jemari kanan Donghae kemudian dikecupnya lembut.

“ eh ?” reflex Donghae menarik tangannya.

“ saranghaeyo Lee Donghae.” Ucap siwon tegas menatap dalam obsidian Donghae.

Donghae terdiam, tak menyangka sama sekali. Siwon memang sangat baik padanya, orang tua mereka berteman dan Donghae menganggap Siwon adalah oppa yang sangat baik.

Chup

Siwon mengecup bibir Donghae, menyalurkan rasa cinta dan kerinduannya pada yeoja itu. Donghae yang masih terkejut tak melakukan apapun. Merasa tak ada penolakan dari Donghae, Siwon mulai menghisap dan melumat pelan bibir itu. ini adalah ciuman pertama Donghae, ciuman Siwon benar-benar membuatnya lupa diri. Donghae membalas ciuman itu, membuat Siwon tersenyum di sela ciumannya. Mereka menggerakkan kepala ke kanan ke kiri untuk mencari posisi yang nyaman, Siwon pun memberi celah pada Donghae untuk bernafas.

Donghae menarik wajahnya kemudian menyentuh bibirnya dengan punggung tangan. Siwon tampak kecewa karena kesenangannya berakhir, walaupun begitu ia tetap tersenyum lebar mengingat yang baru saja terjadi di antara keduanya, ia menjilat bibirnya.

Siwon kembali fokus pada bibir Donghae. Diangkatnya dagu itu untuk mempertemukan pandangan mata keduanya, dikecupnya sekali lagi bibir itu. Donghae merasa kakinya lemas hingga ia melingkarkan tangannya ke leher namja atletis dan tampan itu. tangan Siwon pun merangkul pinggang Donghae. Setelah ciuman itu berakhir, Siwon kembali menyatakan cintanya.

“ jeongmal saranghaeyo Lee Donghae, maukah kau jadi yeojachinguku ?” Donghae kembali tidak bersuara, ia bingung. Dia tak ingin mengecewakan Siwon tapi ia juga belum melupakan Kibum.

“ Aku,,” Donghae tergagap, ia merasa terpojok ditatap Siwon. Ia tidak tega, tapi di sisi lain ia memikirkan Kibum.

‘apa yang kupikirkan ? Kibum sama sekali tak pernah menyukaiku, dan sekarang Siwon oppa menyatakan cintanya padaku. Aku sudah tak ada hubungan apapun dengan Kibum, mungkin saja Siwon oppa adalah jawaban atas doaku, mendapat namja yang lebih baik dari Kim Kibum. Aku rasa aku dapat melupakan Kibum jika Siwon oppa terus bersamaku.’ Donghae membatin.

Donghae membuka mulutnya, tapi tak ada kata apapun yang keluar dari mulutnya, ditutupnya kembali mulutnya dan menatap tanah, ia kembali membathin.

‘ tapi aku baru kemarin putus dengan Kibum, masa iya aku sudah memiliki namjachingu baru?’

‘tapi sepertinya Kibum pun sudah menemukan yeoja yang dapat meluluhkan hatinya, dan itu bukan aku.’ Setelah perang batin (?) itu berakhir, Donghae mendongakkan kepalanya, menatap Siwon yang saat ini memandangnya harap-harap cemas.

 

“ ne..” ucapnya kemudian tersenyum yang mendapat pelukan erat dari Siwon, keputusan untuk melupakan Kibum sudah tidak bisa diganggu gugat lagi sepertinya.

‘semoga keputusanku sudah tepat.’ Donghae kembali membathin.

Perjalanan pulang ..

Siwon terus tersenyum,, sesekali ia melirik Donghae yang lebih tertarik melihat pemandangan diluar ..

“gomawo.” Ucap Siwon memecah keheningan.

“untuk ?” Tanya Donghae bingung.

“karena kau mau membuka hatimu untukku chagi.” Donghae diam.

“ gomawo.” Kembali Donghae bingung, ‘untuk apalagi ?’ batinnya.

“karena kau telah memberi warna berbeda dalam hidupku sweetheart.” Seakan mengerti dengan tatapan bingung yeojachingunya, Siwon kembali menjelaskan, Donghae tersipu membuat Siwon tertawa kecil.

“berhenti bicara oppa! Kau sedang menyetir, kau ingin membahayakan nyawa kita eoh ?” Donghae mengalihkan pembicaraan.

“terserah apa katamu chagi, yang jelas aku sangat bahagia hari ini karena kamu.” Siwon menggenggam erat jemari Donghae.

‘sikapnya begitu manis dan hangat, berbeda sekali dengan Kibum yang dingin.’ Donghae membandingkan Kibum dan Siwon.

Mereka sampai di depan rumah Donghae, Siwon turun dan membuka pintu mobil untuk Donghae.

“ oppa, tak perlu seperti itu.” Donghae merasa tidak enak pada Siwon yang begitu memanjakan dirinya.

“ gewenchana chagi, apa salah jika oppa ingin memanjakan yeojachingu oppa yang cantik ini ?” jawab Siwon santai yang sukses membuat Donghae merona.

“kau semakin menggemaskan chagiya!” Siwon menyentil hidung Donghae.

“ sudahlah oppa, aku ingin masuk dulu. Hati-hati di jalan. Anneyong.” Pamit Donghae, tetapi tangan Siwon memegang lengannya ketika ia hendak berbalik menuju rumahnya.

“wae ?” Tanya Donghae, Siwon mengecup keningnya dengan mesra.

“ besok dan seterusnya oppa akan mengantar dan menjemputmu.” Keputusan sepihak Siwon itu membuat Donghae kembali bertanya.

“apa tidak merepotkan dan mengganggu kuliah oppa ?” Tanya Donghae.

Siwon menangkupkan kedua tangannya ke pipi Donghae, “ kau tak pernah membuat oppa merasa repot atau terganggu, oppa senang bisa bersamamu. Selama di China, oppa sangat merindukannmu.” Kembali Siwon mengecup kening itu lembut, membuat Donghae memejamkan matanya.

Donghae memasuki rumahnya, ‘gelap.’ Batinnya. Ini hari kedua ia sendirian di rumah karena orang tuanya belum kembali dari Mokpo, ia kemudian beranjak mencari saklar untuk menyalakan lampu yang ada di rumahnya. Ia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya sebelum pergi tidur, sebelumya Donghae sudah makan malam bersama Siwon tadi.

Dia merendamkan tubuhnya di bathtub, menyandarkan punggungnya pada bathtub. Mereka ulang hal apa saja yang terjadi padanya hari ini seraya memejamkan matanya.

Dari tatapan teman-temannya selama di koridor, Kibum yang membuat jantungnya berdebar tak karuan, Siwon dan Minho yang ternyata keluarga tapi tak pernah disangka oleh Donghae,, Donghae tersenyum kecil pada saat mengingat yang terakhir.

Hingg perubahan status hubungan dirinya dan Siwon dari kakak beradik (menurut Donghae selama ini) menjadi sepasang kekasih,, Donghae menghela nafas berat.

Kurang lebih dua puluh menit berendam, Donghae bangkit mengenakan baju mandinya. Setelahnya ia memilih pakaian tidur, pilihannya jatuh pada piyama biru bercorak ikan-ikan kecil yang lucu.

Donghae merebahkan dirinya di tempat tidur setelah mengenakan piyama pilihannya tadi, ia tampak imut dan menggemaskan mengenakan piyama tersebut.

Dilirikya ponsel yang bergetar di atas meja nakas, diambil dan dilihatnya sebuah pesan masuk ke ponselnya.

“ Siwon oppa ?” gumamnya membaca nama yang tertera di layar ponselnya.

“ apa kau belum tidur chagi ?” Donghae membaca pesan dari namjachingunya itu.

“ belum oppa, waeyo ?” balasnya kemudian.

Tak lama ponselnya kembali bergetar, bukan pesan tapi telephone dari Siwon.

“ yeosebo ?” tanyanya setelah menekan tombol hijau pada ponselnya.

“aku tak mengganggumu kan chagi ?” Tanya Siwon di seberang sana.

“ aniyo oppa. Wae ?” Tanya Donghae lagi

“bogoshippo chagi.” Balas Siwon, Donghae terkekeh.

“kurang dari satu jam yang lalu kita bertemu oppa.” Jawab Donghae sabar.

“ tapi aku benar-benar merindukanmu chagi.” Siwon tetap mempertahankan pernyataannya.

“ terserah oppa sajalah. Dasar tukang gombal!” balas Donghae yang Siwon yakin ia tengah mempoutkan bibirnya lucu, namja tampan itu terkekeh membayangkannya.

“kenapa terkekeh ?” Tanya Donghae menghentikan kekehan Siwon.

“ aniyo chagi.. kuharap kau mimpi indah, memimpikanku tentunya.” Ucapnya, Donghae diam.

“ saranghae Donghae-ya.” Lanjutnya lagi, entah sudah berapa kali namja itu menyatakan cintanya hari ini pada Donghae.

“nado.” Jawabnya singkat.

“bolehkah aku tidur ?” tanya Donghae kemudian.

“ tentu chagi, jangan lupa mimpikan aku arra ?”

“ne  oppaku yang tampan.” Jawabnya dan memutuskan sambungan telephone itu.

Ia lebih menyamankan posisinya yang berbaring, “kenapa rasanya berbeda saat Kibum yang menerimaku sebagai yeojachingunya ? aku senang menjadi yeojachingu seorang namja yang mencintaiku seperti Siwon oppa, tapi aku tak begitu merasakan euforia seperti saat bersama Kibum.” Donghae bermonolog ria.

“kata orang dicintai lebih enak dari mencintai,, memang benar. Tapi ketika mengingat Kibum, aku jadi merindukan saat-saat aku berada di dekatnya walau ia tak pernah menganggapku ada. Saat bersama Siwon oppa aku memang merasa aman dan nyaman, tapi aku merasa lebih bahagia jika bersama Kibum” lanjutnya kemudian.

“ini hanya masalah waktu,, cepat atau lambat aku pasti dapat melupakan Kim Kibum! Sekarang waktunya tidur!” putusnya kemudian menarik selimutnya dan memejamkan matanya.

 

Keesokan harinya …

Sepertinya akan jadi pemandangan rutin yang terlihat di SM High School setiap harinya, dimana Donghae di antar jemput oleh seorang namja tampan dan berkharisma dengan mobil mewahnya.

“ apa Siwon hyung menyukai Donghae noona ya ?” Tanya Minho pada diri sendiri, sedari tadi ia memperhatikan mobil mewah kakak sepupunya yang terparkir di depan gerbang sekolah guna mengantarkan Donghae.

“kenapa aku selalu bersaing dengannya ?” keluhnya lagi.

“dan sepertinya aku akan kalah lagi darinya.” Ucapnya pasrah disertai helaan nafas.

Sementara Kibum yang juga memperhatikan mobil Siwon menyipitkan matanya kala indera penglihatannya menangkap yeoja yang mengisi hati dan pikirannya selama beberapa hari ini, keluar dari mobil yang mengantarnya itu.

Ia terus memperhatikan yeoja itu dari jauh sampai mobil itu pergi dan berganti hoobae kurang ajar (menurut Kibum) datang menghampiri Donghae.

“noona?” sapa Minho setelah berada didekat Donghae.

“ Minho-ah, wae ?” Tanya Donghae.

“apa boleh kita masuk ke dalam bersama-sama ?” tawar Minho, Donghae tampak berpikir.

“baiklah, kajja Minho-ah kita masuk!” Jawabnya yang membuat senyum Minho merekah.

Kibum yang tidak beranjak sedikitpun dari balik tembok hanya dapat menggeram melihat Donghae dan Minho yang masuk ke dalam gedung sekolah bersama disertai gelak tawa diantara keduanya, sedangkan dulu saat bersamanya itu tak pernah terjadi.

Hei, hei,, bukankah itu salahmu Kim Kibum ??

 

Di dalam kelas 12 A ..

“siapa tadi yang mengantarmu Donghae-ya ?” Tanya Eunhyuk, teman sebangku Donghae.

Donghae celingak-celinguk  memastikan tak ada yang menguping pembicaraan keduanya.

“ kau kenapa Hae ?” tanya Eunhyuk yang merasa aneh dengan temannya itu.

Donghae berbisik pada Eunhyuk, “itu namjachinguku.”

“mwoo ?” kaget Eunhyuk yang mulutnya segera dibekap Donghae karena membuat sebagian teman-temannya menoleh pada mereka dengan pandangan heran.

“mianhae, bukan apa-apa.” Ucap  Donghae sambil nyengir menjawab arti dari tatapan teman-teman sekelasnya.

“secepat itukah kau mendapat pengganti Kibum ?” Tanya Eunhyuk berbisik setelah Donghae melepas bekapan pada mulutnya, belum sempat Donghae menjawab Eunhyuk sudah menginterupsi.

“tapi seleramu bagus sekali Hae! Namjachingu barumu itu sangat tampan dan kelihatannya dia sangat kaya.” Pujinya kemudian, Donghae hanya mengangguk mengiyakan.

“ kau benar-benar beruntung Hae! Baru dua hari yang lalu kau memutuskan Kibum yang jenius tapi seperti batu itu, sekarang kau memacari namja yang lebih tampan darinya!” lanjutnya dengan mata berbinar.

‘kenapa sepertinya dia lebih bahagia dariku ya ?’ Tanya Donghae dalam hati.

“siapa namanya ?” Tanya Eunhyuk masih dengan mata berbinar.

“Siwon oppa.” Jawab Donghae singkat.

“kau harus mengenalkan dia padaku Hae!” desak Eunhyuk seraya menarik-narik lengan Donghae.

“ne tapi lepaskan tanganmu dari lenganku Lee Hyukjae!” jawab Donghae sedikit berteriak karena Eunhyuk sepertinya sedang sibuk berkhayal jika dilihat dari matanya yang masih berbinar menatap langit-langit kelas mereka.

“ hehehe,, mianhae.” Jawabnya nyegir seraya melepaskan tangannya dari lengan temannya itu.

 

Istirahat ..

“ apa hyung nanti ada waktu ? “

“ ….”

“ada yang ingin aku bicarakan padamu.“

“…”

“ne, kita bertemu di Café biasa jam tiga sore nanti.” Putusnya kemudian.

Dia memasukkan ponsel ke dalam saku celananya, kemudian pergi ke kantin untuk menemui temannya yang sudah lebih dulu pergi ke kantin atas permintaannya sendiri karena tak ingin diganggu.

 

 

TBC

 

Bagaimana ?

 

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Love and Tears and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: