Fanfiction Love and Tears chapter 6

Title                      : Love and Tears

Author                  : Nazimah Elfish

Pair                       : KiHae or SiHae ????

Cast                      : Lee Donghae, Choi Siwon, Kim Kibum, Kim Ryeowook, Choi Minho, Lee Hyukjae.

Rate                      : T

Genre                   : drama, romance

Summary             : kisah Donghae yang memiliki namjachingu dingin yang bernama Kibum. Apakah     Donghae akan menyerah dan meninggalkan Kibum yang tak pernah peduli padanya ?

Warning               : GS, cerita pasaran, membosankan,
 

 

Sebelumnya ..

“ tapi sepertinya kau harus berhati-hati hyung! Sepertinya Kibum sunbae mulai menyukai Donghae noona. Hyung kan sudah tahu betapa gigihnya Donghae noona mempertahankan hubungannya dengan Kibum sunabe hingga ia menyerah. Siapa yang tahu jika Donghae noona masih memiliki harapan pada Kibum sunbae jika ia tahu Kibum sunbae mulai menyukainya?” minho memperingatkan Siwon, Siwon tampak berpikir kemudian mengangguk.

 

Chapter 6

 

Siwon memarkirkan mobil di bagasi rumahnya, ia bergegas pamit pada Minho dan  pulang ke rumahnya karena kepalanya yang terasa pening. Ketika memasuki rumah mewahnya, ia disambut para pelayan yang memang bekerja disana.

“ gewenchana tuan muda ?” Tanya Jung ahjussi, pemimpin pelayan di rumah itu menatap khawatir melihat majikannya pulang tidak seperti biasanya.  Orang tua Siwon tengah berada di luar kota dalam rangka pekerjaan.

“ gewenchana.” Siwon mencoba tersenyum, tapi baru beberapa langkah ia berjalan menuju kamarnya, ia hampir terjatuh, untungnya Jung ahjussi dengan sigap membantunya pergi ke kamar. Setelah Siwon berbaring di kasurnya, Jung ahjussi menghubungi dokter keluarga untuk memeriksa keadaan tuan mudanya itu.

Siwon teringat akan janjinya pada Donghae untuk menjemputnya di klub dance, ia mencoba bangkit tapi  Jung ahjussi menahannya, menggelengkan kepala seolah melarangnya untuk bangun, Siwon menurut.

“beritahu supir untuk menjemput Donghae di klub dance!” titah Siwon yang langsung dikerjakan oleh pemimpin pelayan tersebut. Siwon mengambil ponsel yang ada di saku celananya, berniat memberitahu Donghae.

“yeosebo ?” suara yeoja yang sudah Siwon hafal di luar kepala siapa pemiliknya.

“ Donghae-ya,, mianhae oppa tidak bisa menjemputmu tapi oppa sudah mengutus supir untuk menjemputmu chagi.” Sesal Siwon.

“gewenchana oppa. Oppa kenapa ? kenapa suara oppa terdengar lemas begitu ?” Tanya Donghae khawatir.

“oppa merasa tidak enak badan, jenguk oppa ne ?” pintanya yang terdengar seperti perintah .

“ ne oppa, tunggu aku ne ?” Donghae mengiyakan permintaan atau mungkin perintah tersebut.

“ ne,, ppali chagi!” setelahnya, sambungan telephone terputus.

 

Kurang lebih setengah jam kemudian ..

Donghae tiba di rumah mewah Siwon, ini memang bukan yang pertama kali bagi Donghae datang ke rumah Siwon, tapi tetap saja ia merasa terpesona akan rumah yang lebih tepat di sebut istana itu.

Donghae langsung dibawa oleh pelayan menuju kamar Siwon. Ketika ia membuka pintu kamar, dokter baru saja selesai memeriksa keadaan Siwon dan hendak keluar dari kamar itu.

“kemarilah chagi!” pintanya yang sekali lagi lebih tepatnya perintah itu, Donghae menurut.

Saat ini Donghae tengah duduk di pinggir ranjang king size itu,, Siwon membelai wajahnya dan tersenyum lembut.

“ waeyo ?” Tanya Donghae.

“hanya kelelahan.” Jawabnya masih tersenyum.

“cepat sembuh eoh ?”

“jika kau terus bersamaku, aku akan cepat sembuh.” Donghae tersenyum mendengarnya.

Siwon semakin mempertipis jarak keduanya, dikecupnya bibir itu lembut. Semenit berlalu Donghae menarik wajahnya kemudian tersenyum manis.

“waeyo ?” kali ini Siwon yang bertanya, Donghae menggelengkan kepalanya masih tersenyum.

Dan sekali lagi Siwon menghapus jarak keduanya melalui ciuman, tapi kali ini salah satu tangan Siwon meraih tengkuk Donghae agar tak dapat melepaskan ciuman itu lagi, sedang tangan yang lain memeluk pinggang ramping itu untuk semakin dekat dengannya.

“aaahhh” desahan lolos keluar dari mulut Donghae ketika lidah Siwon memasuki mulutnya. Tangan Siwon pun tak tinggal diam. Tangan yang awalnya diam di pinggang perlahan naik membelai lembut punggung serta rambut yeojachingunya itu. tangan yang berada di tengkuk Donghae pun ikut andil dalam menciptakan ciuman panas keduanya.

Setelah puas dengan punggung Donghae, tangan Siwon beralih ke dada Donghae, Donghae tersentak ketika merasakan pijatan pelan pada buah dadanya. Didorongnya bahu Siwon yang tentu tidak berhasil walaupun kondisi fisik namja itu melemah.

Perlahan perlawanan Donghae berubah menjadi desahan yang terdengar sangat indah di telinga Siwon. Siwon yang semakin nekat mulai membuka satu-persatu kancing kemeja yang yeoja itu kenakan., donghae kembali tersentak.

‘ ani, ini tidak boleh terjadi!’ batinnya memprotes tindakan Siwon yang mulai memasukkan sebelah tangannya pada kemeja Donghae.

Donghae menggigit lidah Siwon saat dirasanya tangan namja itu mencoba melepas pengait branya.

“ awww..” rintih Siwon.

Donghae segera menjauhkan dirinya dari Siwon dan mengancingkan kemejanya dengan cepat, setelahnya ia berlari meninggalkan rumah mewah tersebut dengan berlari disertai buliran air mata.

Sementara Siwon yang telah sadar akan perbuatannya justru yang menyakiti yeoja itu terus merutuki kecerobohan dirinya, ia mencoba mengejar Donghae, tetapi kepalanya kembali terasa pening dan tidak kuat berlari yang akhirnya membuatnya terjatuh tidak sadarkan diri.

Para pelayan yang melihat Donghae berlari sambil menangis hanya dapat memandang heran ke arahnya yang tentu saja tidak dipedulikan oleh Donghae.

“ tuan muda! Tuan muda sadar tuan. Toloong, tuan muda pingsan!” teriak salah seorang pelayan yang tidak sengaja menemukan majikannya pingsan di depan pintu kamarnya.

 

Sementara itu ..

“ taksi!” Panggil Donghae setelah jauh dari rumah Siwon, nafasnya tersengal-sengal setelah berlari, matanya pun sembap karena menangis.

Saat didalam taksi pun Donghae masih menangis, padahal ia sudah menghapus air matanya berkali-kali tapi air matanya terus saja mengalir di pipinya. Ia tak menyangka akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan itu. ia pun merutuki dirinya yang dengan mudahnya terbuai akan sentuhan Siwon pada tubuhnya.

‘ bodoh kau Lee Donghae!’ rutuknya dalam hati.

‘ seperti yeoja gampangan! Tidak punya harga diri!’ rutuknya lagi.

Tak terasa ia sampai di depan rumahnya. Ia keluar dari taksi yang mengantarnya setelah sebelumnya membayar jasa taksi tersebut.

“ Kibum ?” Tanya Donghae terkejut melihat Kibum berada di depan rumahnya.

“ kau menangis Hae-ya ?” Donghae dengan cepat menghapus air matanya.

“ wae ?” Kibum semakin mendekati Donghae, sedangkan Donghae mundur beberapa langkah.

“ uljima ne!” Kibum dengan cepat mendekap Donghae, membenamkan wajah yeoja itu di dadanya.

“uljima.” ucapnya lagi. Donghae dengan cepat menarik tubuhnya.

“ ada apa denganmu Kim Kibum ?” Tanya Donghae dingin.

“ sebaiknya kau pulang, hari sudah semakin sore!” lanjutnya lagi mengusir namja tampan itu dari rumahnya, ia memang sedang tidak ingin diganggu saat ini.

“ aniyo,, ada yang harus kita bicarakan Donghae-ya!” tolak Kibum.

“jinja ? kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan Kim Kibum!” elak Donghae agak membentak.

Kibum mencekal lengan Donghae yang hendak memasuki rumahnya, Donghae menatap namja itu tidak suka.

“boleh aku masuk  ?” pinta Kibum lembut setelah itu tersenyum dengan senyum terbaiknya.

‘dia tersenyum padaku ?’ batin Donghae. Dengan masih menatap mata kelam Kibum, Donghae mengangguk pelan.

Hening, suasana itulah yang yang ada di ruang tamu rumah Donghae, orang tua Donghae belum pulang ke Seoul.

“ waeyo ?” Tanya Donghae memecah kesunyian yang ada.

“ mianhae, jeongmal mianhae.” Jawab Kibum menatap mata Donghae.

Donghae balas menatap mata kelam yang membuatnya seakan terhipnotis selama ini, mencari kebohongan disana, tapi tidak ada.

“ mianhae karena keegoisanku selama ini, mianhae karena tak pernah menganggapmu ada, mianhae karena hanya menyakitimu selama ini, mianhae karena hanya membuatmu menangis. Jeongmal Mianhae Lee Donghae.” Sesal Kibum.

“ benarkah ini kau ?” Tanya Donghae ragu, Kibum mengangguk.

“ saranghae, beri aku kesempatan kedua Donghae-ya!” pinta Kibum yang tiba-tiba saja berada di sebelah Donghae dan menggenggam jemarinya erat. Donghae membeku..

“Jeongmal Saranghae.” Ulang Kibum yang masih tak mendapat respon dari Donghae, air mata Donghae kembali menetes.

Kibum memeluk yeoja yang biasa terlihat ceria dan kini malah terlihat rapuh itu, menghujani pucuk kepalanya dengan ciuman bermaksud menenangkan yeoja itu.

“ uljima ne ?” bujuk Kibum seraya menghapus air mata itu di kedua mata yeoja itu, tetapi Donghae masih saja menangis,  isakan terus saja terdengar dari bibir merahnya.

Beberapa saat kemudian isakan itu tak lagi terdengar, bukan karena Donghae yang berhenti menangis, tetapi Kibum yang mengunci bibir yeoja itu dengan bibirnya untuk yang pertama kali.

Donghae menarik wajahnya, tangannya tergerak menghapus air mata yang terus mengalir tanpa di komando sebelumnya. Kibum kembali mendekap tubuh yeoja manis itu.

“ katakan Donghae-ya,, jawab aku!” desak Kibum sembari mengeratkan pelukannya.

“ bodoh,, bodoh kau Kim Kibum!” ucap Donghae terisak seraya memukul bahu Kibum, Kibum tak bergeming merasa Donghae akan kembali berbicara.

“ kenapa hiks di saat aku ingin melupakanmu dan membiarkanmu bersama yeoja lain, kau malah hiks mengatakan hal ini padaku Kibum-ah ??”

“ kenapa kau tidak mengatakannya sejak  dulu hiks ?” pukulan Donghae di bahu Kibum semakin lemah, begitu juga dengan suara Donghae.

“kenapa kau mengatakan satu kata yang kunantikan itu sekarang Kibummie ? disaat aku sudah bersama namja lain hiks.” Kata-kata yang Donghae katakan membuat hati Kibum mencelos.

“ mianhae, beri aku kesempatan kedua ne ? aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi chagi!” Kibum kembali mencoba meyakinkan yeoja yang menangis dipelukannya itu.

“ aku,,” Donghae tergagap, Ia merasa kembali dihadapkan pada saat Siwon menyatakan cinta padanya. Jika dulu ia memikirkan ia yang mencinta Kibum dan belum dapat melupakannya, sekarang ia memikirkan Siwon yang sekarang sudah menjadi namjachingunya.

“ mianhae” Donghae bergumam, mendengar penolakan yang didapatnya membuat air mata Kibum yang sedari tadi dengan susah payah di tahan pun menetes. Donghae melepas pelukan Kibum sembari menunduk. Kemudian ia mendongakkan kepalanya, dilihatnya Kibum yang menangis. Diusapnya air mata itu perlahan, Kibum menikmati sentuhan Donghae di wajahnya.

“ aku,,, mollayo Kibum-ah, hari ini aku sedang merasa kacau.” Ucap Donghae setelah menarik tangannya di wajah tampan itu. Bagi Kibum kalimat yang dikatakan Donghae adalah ambigu.

“ maksudmu ?” Kibum pun akhirnya bertanya untuk meminta penjelasan. Kalimat ambigu dan sentuhan Donghae tadi kembali memberinya secercah harapan untuk dapat kembali bersama yeoja itu.

“ aku sedang ingin sendiri Kibum-ah!” ucap Donghae tegas.

“kau datang disaat yang tidak tepat.” Lanjutnya yang lebih menyerupai gumaman.

‘itu berarti aku masih memiliki kesempatan untuk bersamamu, tunggu aku LeeDonghae!” tekad Kibum dalam hati kemudian kembali mendekap yeoja itu untuk menenangkannya. Kibum semakin bersorak dalam hati ketika Donghae membalas pelukannya.

Beberapa menit berlalu, Donghae melepas dekapan Kibum, Donghae sudah berhenti menangis.

“ Gomawo Kibum-ah telah menemaniku.” Kata Donghae tulus sembari tersenyum.

“cheomna Hae-ya.” Kibum membalas senyuman Donghae. Donghae melihat jam dinding, pukul 06.27 waktu setempat.

“ sebaiknya kau pulang Kibum-ah! Hari sudah menjelang malam.” Ucap Donghae setelah mengalihkan pandangannya dari jam dinding, ia menatap Kibum yang memang ada dihadapannya sedari tadi.

“baiklah, aku akan pulang. Tapi dimana orang tuamu Hae-ya ? aku tak melihat mereka sedari tadi.” Tanya Kibum yang menyadari hanya mereka berdua di rumah Donghae.

“ mereka sedang pergi, mungkin besok atau lusa mereka pulang.” Jawab Donghae.

“ jaga dirimu baik-baik ne ?” Kibum merapikan poni Donghae.

“ ne, kau juga hat-hati di jalan.” Balas Donghae.

“ anneyong.” Pamit Kibum, ia sudah berada di depan pintu, Donghae mengantarkannya ke depan pintu.

“ hati-hati di jalan.” Balas Donghae. Kibum pun keluar dari pagar kediaman Donghae, mengendarai motornya.

Donghae menutup pintu perlahan, ia sentuh bibirnya,   teringat ciumannya dengan Kibum.

“manis.” Gumamnya sambil tersenyum.

Ketika ia ingin pergi ke kamar untuk mandi ia teringat sesuatu.

“ tasku, dimana ranselku ?” tanyanya pada diri sendiri. Rupanya ia lupa  dimana menaruh ranselnya,

“ ah ini dia!” ujarnya senang menemukan ranselnya di sofa. Ia mengambil ponsel yang ada di dalamnya, 15 panggilan tak terjawab dan itu nomor tak dikenal,, Donghae mengerutkan kening.

“ siapa ya ? kenapa aku dan Kibum tadi tak mendengar apapun ? dan yang lebih aneh kenapa aku tidak melihatnya sampai harus melupakan ransel ini ? padahal aku dan Kibum duduk disini, tak jauh dari ranselku.” gumamnya.

“oh iya aku lupa jika ponselku menggunakan system getar bukan dering.” Lanjutnya menjawab pertanyaannya sendiri. Tiba-tiba ponselnya bergetar kembali, nomor yang sama.

“yeosebo ?” ucapnya hati-hati.

“ apakah ini benar Lee Donghae ?” Tanya seorang namja di seberang sana.

“ ne, waeyo ?” Tanya Donghae.

“maaf nona, saya pemimpin pelayan di kediaman keluarga Choi. Majikan saya terus memanggil nama anda nona, tadi tuan Siwon pingsan setelah nona pergi, setelah sadar ia ingin menemui nona tapi kondisinya semakin lemah. Tolong nona, temui majikan saya. Maukah nona mengatakan dimana alamat nona ? saya akan mengutus supir untuk menjemput nona. ” Donghae terdiam, sesaat ia sudah bisa melupakan Siwon saat bersama Kibum, dan kini ia kembali mengingatnya.

“ nona ? bisakah anda katakan alamat anda ?” Tanya Jung ahjussi sekali lagi.

“ oh ne, alamatku di,,” jawab Donghae akhirnya.

Kini Donghae sudah ada di hadapan Siwon yang terbaring lemah di ranjangnya, ia meminta waktu setengah jam untuk bersipa-siap pergi ke rumah Siwon pada pemimpin pelayan tersebut. Tak lama setelah ia siap untuk pergi, sebuah mobil mewah menjemputnya untuk mengantarkannya sekali lagi ke rumah namjachingunya.

“ ia baru saja tertidur nona.” Jelas Jung ahjussi yang juga ada di kamar majikannya, Donghae hanya sekilas mentapnya, kemudian ia kembali menatap namjachingunya yang terlihat pucat tapi masih tetap saja tampan.

“ eungg.” Siwon melenguh, dibukanya kedua matanya perlahan.

“ Hae-ya..” ujarnya perlahan, Donghae mendekati Siwon.

“ ne, aku disini oppa.” Ujar Donghae memegang telapak tangannya yang terasa panas.

“ mianhae, oppa tidak bermaksud menyakitimu,,” belum sempat Siwon menyelesaikan kalimatnya, Donghae sudah mengintrupsinya.

“ gewenchana oppa, aku sudah memaafkanmu. Cepat sembuh eoh ?” Donghae tersenyum lembut.

“ jangan tinggalkan aku.” pinta Siwon, meletakkan tangan kanan Donghae ke pipinya.

DEG

Donghae terdiam, ia merasa bimbang dengan jawabn apa yan akan diberikannya untuk Siwon.

‘jawaban apa yang harus ku katakan ?’ ia membatin.

 

TBC

Bagaimana ??

 

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Love and Tears and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: