Fanfiction Love and Tears Chapter 7

Title                      : Love and Tears

Author                  : Nazimah Elfish

Pair                       : KiHae or SiHae ????

Cast                      : Lee Donghae, Kim Kibum, Choi Siwon, Choi Minho, Kim Ryeowook, Lee Hyukjae, Lee Jinki.

Rate                      : T

Genre                   : drama, romance

Summary             : kisah Donghae yang memiliki namjachingu dingin yang bernama Kibum. Apakah     Donghae akan menyerah dan meninggalkan Kibum yang tak pernah peduli padanya ?

Warning               : GS, cerita pasaran, membosankan,
Sebelumnya ..

 

 

“ jangan tinggalkan aku.” pinta Siwon, meletakkan tangan kanan Donghae ke pipinya.

DEG

Donghae terdiam, ia merasa bimbang dengan jawabn apa yang akan diberikannya untuk Siwon.

‘jawaban apa yang harus ku katakan ?’ ia membatin.

 

 

 

Chapter 7

 

“ jangan pergi, ku mohon.” Pinta Siwon lagi, Donghae semakin merasa bingung.

“ aku,,” belum sempat Donghae menyelesaikan perkataannya, pintu kamar diketuk.

Tok .. tok .. tok ..

“ masuk.” Jawab Siwon setelah menghela nafas.

“ anneyonghaseyo hyung ? eh ada Donghae noona juga.” Sapa Minho dengan senyum merekah setelah membuka pintu, Minho tidak menyadari ada aura aneh keluar dari tubuh Siwon karena telah mengganggu waktu berdua Donghae dan Siwon. Siwon memandangnya dingin.

‘ gomawo, kau menyelamatkanku Minho-ah!’ riang Donghae dalam hati, ia tersenyum lega pada Minho.

“ ada apa kemari Minho-ah ?” Tanya Siwon kemudian setelah menghela nafas, ia lelah juga memandangnya dingin seperti tadi jika yang dipandang sama sekali tak menyadarinya.

“hanya ingin menjenguk, Jung ahjussi bilang kau sakit. waeyo hyung ?” Tanya Minho.

“hanya kelelahan.” Jawab Siwon.

“ yakin hanya kelelahan ? kata Jung ahjussi kau pingsan oppa.” Tanya Donghae khawatir.

“mengkhawatirkanku eoh ?” goda Siwon.

“ani! Aku hanya bertanya saja.” Donghae memalingkan muka.

“ne, oppa hanya bercanda chagi.” Bujuk Siwon kemudian, sadar jika yeojachingunya itu merajuk atas godaannya tadi.

“aa,,, sepertinya aku harus pulang. Kau juga sepertinya tak terlalu parah, ada yang akan merawatmu juga, ya kan noona ?” Tanya Minho, ia ingin pergi karena merasa jengah dengan dua orang lain di kamar itu.

“oh, ne Minho-ah.” Donghae hanya menurut saja apa yang dikatakan hoobaenya itu. siwon tersenyum, menurutnya Minho sudah menyadari bahwa kehadirannya hanya mengganggu waktu Siwon dan Donghae, dan sekarang Minho mencoba menyenangkan hati Siwon.

“ ya sudah,, anneyong.” Pamit Minho akhirnya.

“ hati-hati Minho-ah!” jawab Donghae yang dibalas senyuman manis dari Minho. Sedang Siwon hanya mengangguk mengiyakan, dibalas anggukan juga oleh Minho.

“ kulihat hubungan oppa dan Minho cukup dekat.” Komentar Donghae setelah Minho keluar dari kamar Siwon.

“ masa iya kalian tidak akrab ?” Tanya Donghae kemudian, kali ini ia memandang Siwon, tadi ia memandang pintu yang baru dilewati Minho tadi.

“ sebelumnya kami memang tidak begitu akrab Hae-ya. Tapi sejak kami tahu kita bertiga saling mengenal, itulah yang membutku akrab dengannya.” Jelas Siwon, memang itulah yang terjadi sejak di café tadi, hubungan keduanya membaik.

“ oppa bisa saja.” Komentar Donghae tersipu.

“ menginap disini eoh ? oppa akan menyuruh pelayan untuk mempersiapkan kamar untukmu.” Pinta Siwon.

“ malam ini saja.” Pinta Siwon lagi, sedang Donghae seperti masih memikirkan permintaan Siwon.

“ tadi kan kau sudah setuju untuk merawatku Hae-ya!” mohon Siwon lagi teringat perkataan Minho.

“ baiklah oppa.” Donghae akhirnya mengalah, Siwon tersenyum penuh kemenangan.

“ oppa mau makan apa ? oppa pasti belum makan.” Tanya Donghae kemudian.

“melihatmu saja aku sudah kenyang chagi.” Goda Siwon kembali.

“ berhenti menggombal atau aku pulang eoh ?” ancam Donghae.

“ baiklah, baiklah, kau menang!” Siwon mengangkat kedua tangannya menyerah. Kali ini Donghae yang tersenyum kemenangan melihat kelakuan namjachingunya itu.

Di tempat lain ..

Kibum tak henti-hentinya tersenyum, hari ini sangat menyenangkan untuknya. Ia mereka ulang kejadian hari ini setelah berbaring di kasurnya yang empuk, ia sudah selesai mandi.

Senyum kembali merekah dibibirnya mengingat kebersamaannya dengan Donghae.

Ada yang bertanya bagaimana dengan Ryeowook ??

perlahan tapi pasti Donghae telah menggseser posisi Ryeowook  di hati Kibum, kini ia menganggap Ryeowook sebagai teman dan noona yang baik untuknya (walaupun Kibum enggan mengakuinya karena selisih usia keduanya hanya dua bulan), bahkan kini Kibum mencurahkan isi hatinya dengan Ryeowook tentang Donghae. Kibum menyentuh bibirnya, mengingat ciumannya bersama Donghae. Kemudian ingatannya kembali pada percakapannya dengan Donghae tadi.

“ kenapa hiks di saat aku ingin melupakanmu dan membiarkanmu bersama yeoja lain, kau malah hiks mengatakan hal ini padaku Kibum-ah ??”

Deg

Kibum tersentak, “yeoja lain ?” gumamnya.

“ apa maksudnya ?” tanyanya lagi.

kemudian ingatannya kembali berputar saat di perpustakaan, dimana Donghae melihat –lebih tepatnya mengintip- Kibum saat  bersama Ryeowook.

“ jangan-jangan karena ia melihatku bersama Wookie waktu itu ? aku harus menjelaskannya besok!” ujarnya setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tadi, kemudian tersenyum kembali memikirkan kebersamaannya dengan yeoja manis itu.

Keesokan harinya di sekolah ..

“Kau tak datang bersama Siwon oppa Hae-ah ?”  Tanya Eunhyuk melihat Donghae yang baru saja memasuki gerbang. Dengan perintah Siwon, Donghae diantar oleh supir di rumah itu.

“ani, Siwon oppa sedang sakit Hyukkie, tadi itu supir yang disuruh Siwon oppa untuk mengantarku ke sekolah.” Donghae menjelaskan alasannya tidak diantar Siwon.

“ mwoo ? Siwon oppa sakit ? sakit apa Hae ? apakah parah ? tidak bukan ?” Tanya Eunhyuk panik seraya menguncang-guncangkan tubuh Donghae.

“ dia hanya kelelahan Hyukjae!” jawab Donghae membentak Eunhyuk karena cengkraman Eunhyuk yang membuat lengannya sakit.

“mianhae..” jawabnya menundukkan kepala seraya melepas tangannya dari tubuh teman sebangkunya.

“ lagipula kenapa kau begitu mengkhawatirkannya eoh ? kalian baru mengenal kemarin! Kau benar-benar aneh! ” Tanggap Donghae ketus, kekesalan tercetak jelas di wajah manisnya.

“ aku,, mollayo Hae-ah!” jawab Eunhyuk masih menunduk.

“ sudahlah! Aku ingin ke kelas sendiri saja!” komentar Donghae kembali terdengar ketus lalu meninggalkan Eunhyuk yang terpaku menatap punggungnya yang semakin menjauh.

“ mianhae Hae-ah!” gumam Eunhyuk pelan, setelahnya  melanjutkan kembali langkahnya menuju kelasnya dan Donghae.

Pelajaran pertama di mulai, tapi tidak ada pembicaraan di antara Donghae dan Eunhyuk. Eunhyuk melirik Donghae yang tengah focus mendengar penjelasan dari shim sansongneim. Donghae yang merasa ada yang memperhatikannya pun menoleh ke arah Eunhyuk.

“ tidak ada apa-apa !” tanggap Eunhyuk dan kembali menunduk ketika Donghae mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya –kenapa memeperhatikanku ?–, Donghae mengangkat bahunya acuh dan kembali memperhatikan dan mencatat apa yang dijelaskan oleh sansongneim.

‘ mianhae,, mianhae Hae-ya..’ Eunhyuk terus meminta maaf dalam hati.

Istirahat ..

“ Wookie noona!” panggil Kibum ketika melihat Ryeowook akan keluar kelas.

“ waeyo Bummie-ah ?” Tanya Ryeowook setelah Kibum menghampirinya.

“ apa kau ingin kuperkenalkan pada Donghae ? kurasa dia salah faham mengenai hubungan kau dan aku saat dia melihat kita di perpustakaan ketika hari pertamamu bersekolah disini.”    Jelas Kibum pada yeoja imut itu.

“ oh begitu, baiklah Kibum.” Setuju Ryeowook, sesungguhnya ia pun penasaran dengan sosok yeoja yang telah menarik perhatian sahabatnya itu. sesungguhnya sahabatmu itu pun pernah menyukaimu Kim Ryeowook, hanya kau saja menyukai Kim Yesung!

“ kajja kita ke kelasnya!” ajak Kibum menarik pergelangan tangan Ryeowook.

“ Bummie, kenapa aku merasa mereka tidak suka padaku ya ?” Tanya Ryeowook takut-takut, ia masih di seret oleh Kibum yang sekarang melewati koridor. Ryeowook merapatkan tubuhnya ke Kibum seolah mencari perlindungan dari namja itu. Kibum turut memperhatikan sekitarnya, beberapa yeoja di koridor itu memandang tak suka pada Ryeowook. Kibum kemudian mengalihkan pandangannya ke pergelangan tangannya dan ia mengerti sekarang. Ia lepaskan pegangan tangannya dari Ryeowook dan tersenyum lembut pada yeoja itu.

“ kajja! tidak usah takut begitu!” kibum berusaha menenangkan yeojachingu hyungnya itu.

“ Donghae ?” Tanya Kibum, tiba-tiba saja ia menjadi gugup.

“ Kibum ? waeyo ?” Tanya Donghae, kemudian matanya menangkap yeoja imut yang datang bersama Kibum.

“ kenalkan ini Ryeowook, calon kakak iparku!” tanggap Kibum begitu Donghae melihat Ryeowook. Ryeowook menyikut perut Kibum tapi dengan wajah yang memerah.

“ iisshh, appo Wookie-ah! Kau kan yeojachingu hyungku, kau tak mau menikah dengannya ya ? akan kulaporkan pada Yesung hyung!” ancam Kibum dengan wajah seolah menahan sakit, sebenarnya hanya bercanda tapi Ryeowook meresponnya serius.

“ ani! Bukannya begitu Kibum-ah! Aku hanya malu.” Jawab Ryeowook panik, Kibum tersenyum.

“ aigooo,, aku hanya bercanda Wookie-ah!” seru Kibum seraya mengacak rambut Ryeowook gemas, tidak menyadari tatapan tidak suka dari Donghae. Cemburu eoh ?

“ kau merusak rambutku! Dasar Kibum jelek !” ejek Ryeowook merapikan rambutnya menggunakan tangannya.

“ aku tampan! Kau buta ya ?” balas Kibum melotot ke arah Ryeowook, Donghae sudah tidak tahan lagi dengan situasi seperti ini.

“ ehem..” Donghae berdehem agak keras dan mengalihkan wajahnya, bermaksud menyadarkan dua manusia di depannya itu bahwa ada orang lain yang memperhatikan mereka.

“eh, mianhae Donghae sunbae. Kim Ryeowook imnida, kau dapat memanggilku Ryeowook atau Wookie. Kau tidak perlu salah faham pada hubunganku dan Kibum, kami sudah berteman sejak Junior School.” Jelas Ryeowook tersenyum manis kemudian membungkuk hormat pada Donghae.

“ Lee Donghae imnida. Kau dapat memanggilku Donghae eonnie atau Hae eonnie juga boleh!” donghae membalas senyuman itu sama manisnya dan membungkuk hormat pada Ryeowook.

“ jinja ? aku senang eonnie!” ujar Ryeowook riang yang membuatnya semakin menggemaskan, kemudain memeluk Donghae erat.

“ kau tahu ? aku sangat menginginkan kakak perempuan!” Donghae tersenyum dan membalas pelukan Ryeowook, melihat keduanya yang sepertinya akan cepat akrab membuat Kibum mau tak mau tersenyum juga melihatnya. Beberapa saat kemudian mereka berhenti berpelukan, senyuman manis terukir dibibir keduanya.

“ Kibum-ah, kau ini tidak sopan sekali! Kami ini lebih tua darimu tapi kau hanya memanggil nama kami, panggil kami berdua noona. Arraseo ?” perintah Ryeowook pada Kibum yang lagi-lagi tak memanggilnya noona tadi sewaktu memanggil Donghae dan memperkenalkan Ryeowook.

“ ne, arra Wookie NOONA!” jawab Kibum kembali menekan kata noona, persis yang dilakukannya di café kemarin. Ryeowook –pura-pura- melihat jam tangan berwarna ungu yang dipakainya,

“ aku lapar, aku ingin ke kantin dulu. Anneyong Kibum, anneyong Donghae noona.” Tanpa mengajak keduanya ia melesat pergi menuju kantin, tujuan sebenarnya adalah memberi waktu berdua untuk Kibum dan Donghae.

Suasana canggung menghampiri Kibum dan Donghae, Donghae merasakan jantungnya dua kali berdetak lebih cepat. Sedangkan Kibum menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, iapun merasa apa yang Donghae rasakan.

“ noona ?” panggil Kibum pelan. Donghae yang semenjak kepergian Ryeowook memilih menundukkan kepala bermaksud menetralkan jantungnya perlahan mengangkat wajahnya menatap namja tampan di depannya itu.

“ hhmm ?” responnya.

“ ingin jalan-jalan sebentar ?” tawar Kibum tersenyum.

“boleh.” Jawab Donghae mengangguk.

“ kajja!” Kibum menarik pergelangan tangan Donghae lembut dan menggenggamnya erat seolah tidak ingin melepasnya lagi, tak lupa senyum masih terukir jelas di wajah tampannya.

Donghae yang mengerti pun ikut tersenyum membuat kadar manis di wajahnya bertambah, ia merasa begitu bahagia terlebih ketika melihat tautan tangan keduanya yang belum terlepas.

‘ini nyata!’ riang  Donghae seraya mengeratkan genggaman keduanya.

Mungkin inilah yang dimaksud Donghae beberapa waktu lalu dengan euforia yang dia rasakan saat bersama Siwon dan Kibum berbeda. Jika dulu ia merasa Kibum sama sekali tidak menganggapnya ada, tapi Donghae tetap merasa bahagia bila bersamanya. Sedangkan jika bersama Siwon ia selalu dimanja oleh namja tampan itu, yeoja mana yang tidak merasa bahagia diperlakukan seperti tuan putri oleh pangeran tampan ?????

Dan sekarang, kebahagiaan yang Donghae rasakan berkali-kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan perlakuan Siwon dahulu. Ia ingin menghentikan waktu agar kebersamaanya dengan namja bermarga Kim itu tidak akan pernah berakhir. Sepertinya Lee Donghae lupa dengan statusnya yang merupakan yeojachingu seorang Choi Siwon.

Kibum dan Donghae terus berjalan dalam diam, hanya senyuman yang belum mau menghilang dari wajah keduanya. Mereka sama sekali tidak memperdulikan tatapan menusuk dari beberapa yeoja maupun namja yang melirik keduanya. Sampai akhirnya mereka tiba di taman belakang sekolah yang sepi. Taman belakang sekolah adalah tempat mereka ‘jadian’ setahun lalu sekaligus tempat mereka memutuskan hubungan beberapa hari yang lalu.

Kibum menghela nafas lalu tertawa renyah, “ aku tak mengerti mengapa kaki kita membawa kita kesini eoh ?” kibum maju beberapa langkah untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.

GREEP

Dirasakannya tangan yang tiba-tiba melingkar di perutnya, hembusan nafas seseorang yang tak lain adalah Donghae pun ia rasakan.

“ biarkan semenit saja!” pinta Donghae yang memeluk Kibum dari belakang. Sebelah tangan Kibum menggapai tangan yeoja yang memeluknya itu dan menggenggamnya erat, menikmati hembusan nafas Donghae yang terasa hangat di punggungnya.

Lebih dari semenit posisi mereka seperti itu, hingga Kibum merasakan air mata yang membasahi seragam sekolahnya.

“ waeyo ?” tanyanya tanpa melepaskan pelukan dan genggaman tangannya, dirasakannya Donghae yang menggeleng.

Hening kembali melanda Kibum dan Donghae. Tidak begitu jauh dari keduanya tampak dua orang namja yang selalu terlihat bersama di sekolah berjalan melewati taman belakang sekolah.

“ ckck,, taman belakang sekolah sekarang menjadi tempat pacaran ya!” kata Jinki begitu melihat sepasang namja dan yeoja yang berpelukan di taman itu.

“ aku tidak peduli.” Jawab Minho tanpa mengalihkan pandangannya PSP yang dimainkannya sekarang.

“ tunggu, tunggu Minho-ah! Bukankah itu Kibum sunabe ?” Tanya Jinki menepuk-nepuk bahu Minho untuk memastikan sosok namja yang  menjadi objek pembicaraannya.

Minho pada akhirnya melihat ke arah namja dan yeoja itu, namja itu memang benar Kim Kibum, sedangkan sang yeoja wajahnya tak terlihat, terlindung oleh punggung namja itu.

Mata Minho terbelalak ketika sang namja membalikkan tubuhnya menghadap sang yeoja dan menciumnya.

“ Donghae noona ?” gumam Minho mengenali yeoja itu.

“  mungkinkah ???” tanyanya entah pada siapa.

TBC

Bagaimana ???

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Love and Tears and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: