Fanfiction Love and Tears Chapter 8

Title : Love and Tears
Author : Nazimah Elfish
Pair : KiHae or SiHae ????
Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Choi Siwon, Choi Minho, Kim Ryeowook, Lee Hyukjae, Lee Jinki, Henry Lau.
Rate : T
Genre : drama, romance
Summary : kisah Donghae yang memiliki namjachingu dingin yang bernama Kibum. Apakah Donghae akan menyerah dan meninggalkan Kibum yang tak pernah peduli padanya ?
Warning : GS, cerita pasaran, membosankan,

Sebelumnya ..
“ ckck,, taman belakang sekolah sekarang menjadi tempat pacaran ya!” kata Jinki begitu melihat sepasang namja dan yeoja yang berpelukan di taman itu.
“ aku tidak peduli.” Jawab Minho tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP yang dimainkannya sekarang.
“ tunggu, tunggu Minho-ah! Bukankah itu Kibum sunabe ?” Tanya Jinki menepuk-nepuk bahu Minho untuk memastikan sosok namja yang menjadi objek pembicaraannya.
Minho pada akhirnya melihat ke arah namja dan yeoja itu, namja itu memang benar Kim Kibum, sedangkan sang yeoja wajahnya tak terlihat, terlindung oleh punggung namja itu.
Mata Minho terbelalak ketika sang namja membalikkan tubuhnya menghadap sang yeoja dan menciumnya.
“ Donghae noona ?” gumam Minho mengenali yeoja itu.
“ mungkinkah ???” tanyanya entah pada siapa.

Chapter 8

“Tapi,,” Minho kembali bergumam.
“Mereka balikan maksudmu ?” Tanya Jinki.
“Entahlah, tapi itu tidak mungkin!” elak Minho.
“Waeyo ? apa karena kau menyukainya jadi itu tidak mungkin ? ckck,, sadarlah Choi Minho! Kau sudah kalah!” Jinki berusaha menyadarkan temannya untuk tidak mengharapkan sunbae mereka itu lagi.
“Bukan itu maksudku! Kupikir rasa sukaku padanya hanya sesaat. Sebenarnya Donghae noona itu yeojachingu hyungku!” jelas Minho.
“Mwoo ??? bagaimana bisa ?” Jinki benar-benar terkejut dengan penuturan Minho.
“Sudahlah! Nanti kujelaskan padamu, kita harus pergi dari sini sebelum mereka melihat kita!” dengan cepat Minho menarik lengan Jinki meninggalkan taman belakang sekolah.
Kibum menarik wajahnya, dia tersenyum melihat wajah Donghae yang merah padam karena aksinya mencium yeoja itu tiba-tiba.
“Tidak usah menunduk begitu! Aku sudah melihat wajah memerahmu!” Goda Kibum kemudian terkekeh.
“Kau benar-benar menyebalkan Kim Kibum! Bagaimana jika ada yang melihat ?” rajuk Donghae.
“Jadi kau ingin kita melakukannya di tempat tertutup, biar tidak ada yang melihat begitu?” bisik Kibum seduktif di telinga Donghae.
“Menjauh dariku!” Donghae mendorong Kibum, Kibum tertawa.
‘ dia tertawa karena aku ?’ batin Donghae, iapun tersenyum melihat Kibum yang masih tertawa.
CHUP
Kibum kembali mencium yeoja itu, kali ini dengan menghisap bibir atas dan bawahnya bergantian.
Teett .. Teeett
Bel sekolah yang menandakan istirahat telah berakhir berbunyi, Donghae mendorong Kibum sekuat tenaga hingga namja itu terjengkang ke belakang.
“Kita harus kembali Kibum-ah! Aku tidak mau terlambat masuk kelas!” Panik Donghae.
“Bagaimana jika kita bolos saja Donghae-ah ?” Saran Kibum.
“Kita sudah terlambat jika masuk kelas, lagipula kelasmu dari taman ini cukup jauh dan memakan waktu agak lama, paling juga kau akan dihukum.” Lanjutnya lagi.
“Eh benar juga.” Donghae terlihat berpikir atas saran yang sama sekali tidak baik ditiru oleh pelajar manapun!
“TAPI SEBENTAR LAGI AKU UJIAN KELULUSAN!!!!” Teriaknya tepat di depan wajah Kibum, membuat namja itu meringis.
Donghae berlari secepat ia bisa, setelah cukup lama berlari ia berhenti dengan nafas tersengal-sengal.
‘Lebih baik aku jalan santai saja! Tidak apalah dihukum yang penting tidak tertinggal pelajaran lebih banyak.’ Batinnya mulai melangkah menuju kelasnya.
‘Kim Kibum menyebalkan! Dia bisa dengan santai mengatakan itu karena dia jenius! Sedangkan aku ? Aku berusaha belajar mati-matian untuk mendapat nilai lumayan!’ Gerutunya kesal dalam hati dengan wajah yang ditekuk.

Di kelas 12 A
“Jeongmal mianhae Cho sansongneim!” Sesal Donghae sembari membungkuk saat berada di ambang pintu kelasnya.
“Ne, duduklah di tempatmu Lee Donghae!” Perintah Cho Sansongneim padanya.
“Gomawo Cho Sansongneim.” Ucap Donghae dengan mata berbinar.
“Darimana saja kau ?” Tanya Eunhyuk tanpa mengalihkan pandangannya dari Cho Sansongneim.
“Toilet.” Jawab Donghae berbohong, ia meraba bibirnya sendiri kemudian wajahnya memerah.
‘Manis,’ batinnya kemudian mengeluarkan buku-bukunya untuk belajar.

Kelas 11 B
Kening Ryeowook berkerut ketika dilihatnya bangku Kibum yang kosong.
‘Dia membolos ? Keajaiban!’ batin Ryeowook takjub.
‘Ckck,, Donghae eonnie benar-benar hebat! Dia bisa membuat Kibum yang gila belajar padahal sudah jenius membolos!’ Lanjutnya tersenyum-senyum sendiri, sedetik kemudian ada yang meraba keningnya.
“Waeyo ?” Tanya Ryeowook tidak mengerti dengan apa yang dilakukan teman sebangkunya yang merupakan keturunan Chinese, Henry Lau.
“Kau tidak gila kan ?” Henry balik bertanya dengan wajah polos.
“Mwooo ??” Teriak Ryeowook sama sekali tidak menyangka pertanyaan yeoja yang tidak kalah imut darinya, membuat perhatian satu kelas yang awalnya tertuju pada Shin Sansongneim teralih padanya.
“Kim Ryeowook kerjakan soal nomor 21 !!!” Bentak Shin Sansongneim kesal pada anak muridnya yang berteriak seenaknya saat ia mengajar.
“Ne Sansongneim.” Jawab Ryeowook lesu, ia mendelik ke arah Henry yang sama sekali tidak menyadarinya.
‘Kim Kibum harusnya sekarang kau berada di dalam kelas! Kau pasti akan membantuku.’ Batin Ryeowook galau saat berjalan ke depan kelas untuk mengerjakan soal Matematika yang menurutnya rumit.
“Bagaimana ini ? Matilah kau Kim Ryeowook!” Gumamnya pelan.
“Bagaimana Ryeowook-sshi ?” Tanya Shin Sansongneim karena Ryeowook belum juga menuliskan sesuatu di papan tulis.
Ryeowook menggeleng, “Mollayo Sansongneim, mianhae!” Sesalnya menundukkan kepala.
“Ckck,, kalau begitu berdirilah di depan kelas sampai pelajaranku berakhir. Arra ?” perintah Shin Sansongneim.
“Ne.” Jawabnya pasrah kemudian berjalan ke depan kelas menjalani hukumannya.

Sementara itu di kelas 10 C

Minho tampak sedang memikirkan sesuatu sehingga ia tidak memperhatikan penjeasan Park Sansongneim.
“Hei!” Jinki mencoba memanggil Minho yang melamun.
‘Apa Donghae noona berselingkuh dari Siwon hyung ? Apa yang harus aku katakan pada Siwon hyung jika ia bertanya soal Donghae noona di sekolah padaku ya ?’ Minho membatin.
‘Tapi kan aku tinggal menjawab tidak tahu jika Siwon hyung bertanya tentang Donghae noona!’ batinnya lagi, ia tersenyum kecil.
‘Tapi bukan Siwon hyung namanya jika ia tidak mengancamku.’ Lanjutnya lagi dengan wajah yang ditekuk.
“Minho!” Panggil jinki lagi pelan namun penuh penekanan agar Park Sansongneim tidak menengurnya.
“Ehem..” Deheman park Sansongneim berhasil membuat Minho dan Jinki kembali mencatat apa yang Park sansongneim tuliskan di papan tulis.

Saat yang sama di taman belakang sekolah ..
Terlihat seorang namja tampan yang notabene-nya membenci jam kosong di kelas, tapi ia kini sedang membolos. Kibum membaringkan tubuhnya dibawah pohon rindang sehingga ia tidak merasakan teriknya matahari.
Ia tersenyum kecil ketika meraba bibirnya.
‘Aku pasti akan mendapatkanmu Lee Donghae!’ batinnya tegas. Setelahnya ia memejamkan matanya menuju alam mimpi.

Pulang sekolah ..
Donghae berlari kecil ketika dilihatnya mobil Siwon terparkir di samping gerbang sekolahnya.
“Oppa sudah sembuh ?” tanyanya ketika pengemudinya yang tak lain tak bukan adalah Siwon menurunkankan kaca mobilnya.
“Oppa sudah baikan. Masuklah!” Perintahnya yang langsung dituruti Donghae.
“Kita tunggu Minho sebentar ya chagi.” Ucap Siwon mengacak rambut yeojachingunya itu ketika Donghae sudah berada disampingnya, Donghae mengangguk seraya merapikan rambutnya dengan jemari.
“Mianhae menunggu lama hyung, noona! Tadi Park sansongneim menahanku dan Jinki untuk keluar kelas.” Sesal Minho ketika ia dan Jinki memasuki kursi penumpang yang ada di belakang mobil mewah Siwon.
“Gewenchana Minho-ah!” sahut Siwon melirik kaca spionnya.
“Bagaimana jika kita makan siang dulu ?” tawar Siwon pada ketiga orang yang berada dalam mobilnya.
“Mianhae hyung, aku harus segera pulang.” Tolak Jinki halus.
“Ayolah, kan jarang-jarang kita berkumpul seperti ini, aku traktir deh!” bujuk Siwon lagi.
“Tapi aku harus cepat pulang.” Sesal Jinki lagi.
“Sudahlah oppa. Tidak apa-apa Jinki-ah jika kau memang tidak bisa.” Seru Donghae ketika Siwon hendak membujuk Jinki.

Kediaman Lee Jinki ..

“Gomawo Siwon hyung, Donghae sunbae, Minho-ah telah mengantarku!” ucap Jinki tersenyum sebelum keluar dari mobil Siwon.
“Cheomna Jinki-ah!” balas Siwon membalas senyumannya.
“Anneyong semuanya!” Pamit Jinki ketika ia sudah keluar dari mobil Siwon, ketika mobil Siwon telah pergi ia kemudian masuk ke dalam pagar rumahnya.

Café ..
“Cappucino dan Cheese Cake-nya satu.” Pesan Siwon, pelayan tersebut mencatat pesanannya.
“Orange jus dan strawberry cake-nya satu.” Pesan Donghae.
“Moccacino dan Strawberry cake-nya satu.” Pesan Minho kemudian.

“Bagaimana sekolah kalian ?” tanya Siwon memandang Donghae dan Minho bergantian.
“Karena ini tahun terakhirku, banyak sekali tes oppa.” Keluh Donghae, Siwon tersenyum
“Akupun sebentar lagi ujian kenaikan kelas, itu membuatku stress!” Keluh Minho kemudian, wajahnya tidak kalah lesu dari Donghae.
“Oppa sendiri bagaimana kuliahnya ?” tanya Donghae.
“Baik-baik saja, tidak ada yang istimewa.” Jawab Siwon santai.
Makanan mereka datang, mereka pun memakannya sambil berbincang, seringkali terdengar gelak tawa dari ketiganya.

Rumah Donghae ..
“Gomawo Oppa, Minho telah mengantarku!” ucap Donghae ketika hendak turun.
Siwon memegang lengan Donghae ketika yeoja itu hendak turun.
“Waeyo ?” tanya Donghae tidak mengerti, Siwon memberi kode dengan menempelkan jari telunjuknya di pipi, Donghae yang mengerti maksud namjachingunya itu mendengus pelan, kemudian mengecup pippinya sekilas.
“Ish,, kalian menjijikkan!” sergah Minho ketika Donghae mencium pipi Siwon, Siwon mendelik kesal pada Minho.
“Sudahkan ?” tanya Donghae tidak membalas pernyataan Minho.
“Ne, chagi.” Siwon tersenyum.
“Hati-hati di jalan!” pesan Donghae.
“Ne, kau juga hati-hati di rumah chagiya!”
“Ne.” jawab Donghae singkat kemudian memasuki rumahnya.

Di rumah Minho ..
“Minho-ah!” panggil Siwon ketika Minho hendak turun.
“Waeyo ?” tanya Minho, ia tidak jadi turun dari mobil Siwon.
“Ada yang ingin kutanyakan padamu.” Balas Siwon, perasaan Minho mulai tidak enak.
“Nanti saja ya hyung! Aku ada urusan!” seru Minho, sedetik kemudian ia berlari meninggalkan Siwon menuju rumahnya.
Siwon yang hendak memanggil adik sepupnya itu mengurungkan niatnya.
“Ada apa dengannya ?” gumamnya pelan, setelahnya ia melajukan mobilnya menuju kediamannya sendiri.

Kediaman keluarga Choi …

“Minho-ah, ada yang ingin kutanyakan padamu ?” tanya Siwon lewat sambungan telephone.
“Tanya apa hyung ?” respon Minho malas.
“Bagaimana hubungan Donghae chagi dengan namja yang bernama Kim Kibum itu ?” tanya Siwon to the point.
Minho teringat dengan pemandangan yang ia lihat tadi di taman belakang sekolah,,
‘Kenapa Siwon hyung harus bertanya ini sih ?’ batinnya bingung.
“Minho-ah ? Kau masih disana ?” panggil Siwon merasa tak mendapat tanggapan dari Minho.
“I..Itu..” Minho tergagap.
“Itu apa ?” tuntut Siwon tidak mengerti, saat ini ia tengah mengerutkan keningnya.
“Tadi aku melihat keduanya berciuman uppss.” Minho menutup mulut lancangnya itu.
“Mwoooo ??” Siwon tersentak kaget.
“Eh bukan hyung,, bukan itu maksudku!” Minho meralat ucapannya, tapi sepertinya Siwon tidak mempercayainya.
“Jangan berbohong Choi Minho!” geram Siwon.
“A..aku juga tidak tahu, aku melihat dari jauh. Siapa tahu saja yeoja yang dicium Kibum sunbae bukan Donghae noona,, tidak mungkin kan Donghae noona berselingkuh ?” Minho berusaha menenangkan kakak sepupunya itu.
“Ah ya, kau benar juga Minho-ah! Tidak mungkin dia seperti itu!” Siwon akhirnya percaya, Minho menghela nafas lega. Tapi siapa yang tahu apa yang ada di pikiran Siwon kali ini.
‘Syukurlah.’ Batin Minho tenang.
“Ya sudah, kalau begitu telephone-nya kututup ne ?”
“Oh iya hyung, gewenchana!” balas Minho, kemudian sambungan telephone itupun terputus.

Rumah Donghae ..
Drrt .. drrtt
Getaran ponsel Donghae mengalihkan perhatian sang pemilik ponsel dari buku pelajaran Sejarah Korea yang dibacanya.
“Kibum ?” gumamnya.
“Yeosebo ?” jawabnya mengangkat panggilan itu.
“Sedang apa ?” tanya Kibum tersenyum walaupun ia tahu Donghae tidak akan melihatnya.
“Sedang membaca buku. Waeyo ?” jawab dan tanya Donghae ikut tersenyum.
“Apa aku mengganggumu ?” tanyanya kemudian.
“Aniya.” Jawab Donghae singkat.
“bagaimana dengan aksi bolosmu tadi ?” lanjut Donghae kemudian.
“Ternyata sekali-kali membolos menyenangkan juga! Hahahahaha.”
“hahaha,, kalau kau yang membolos, kuyakin nilaimu akan tetap bagus Kibum-ah!” seru Donghae.
“Ish,, kau bisa saja!” timpal Kibum, ia merasa wajahnya memanas mendengar kalimat pujian dari Donghae.
“Mianhae Kibum-ah! Aku harus belajar untuk tes Sejarah Korea besok.” Sesal Donghae.
“Gewenchana Donghae-ah! Hwaiting!”
“Ne, gomawo Kibum-ah!”
“Saranghae Lee Donghae.”
“Eh ?”
“Waeyo ?”
“Aniya.”
“Apa balasanmu eoh ?” Kibum menanti jawaban Donghae dengan perasaan was-was.
“Nado.” Jawab Donghae dengan wajah yang bersemu merah, kemudian ia menutup sambungan telephone Kibum.
Beberapa saat kemudian, ponsel Donghae kembali bergetar. Donghae yang mengira itu Kibum dan ia kini sibuk membaca bukunya pun langsung menekan tombol hijau dan menaruhnya di telinga.
“Ada apa lagi Kibum-ah ?” tanya Donghae langsung.
JLEEEB
“Kibum ? ini Aku Siwon Hae-ya!” Sungut orang yang menelphone itu yang ternyata adalah Siwon.
Donghae terkejut, dilihatnya nama yang menghubunginya saat ini, benar saja ‘Siwon Oppa’ menelphonenya sekarang.
“Kibum itu siapa huh ?” tanya Siwon –pura-pura tidak tahu, di dalam pertanyaannya terselip rasa cemburu.
“Dia temanku oppa.” Jawab Donghae, ia bingung kenapa ia merasa gugup sekarang ?
“Aigooo,, oppa cemburu eoh ?” lanjut Donghae kemudian tertawa hambar.
“Tentu saja. Apa kau ada acara malam ini ?” tanya Siwon.
“Aku harus belajar untuk tes besok oppa!” jawab Donghae menolak, ia memiliki firasat bahwa Siwon akan mengajaknya pergi ke suatu tempat malam ini.
“malam iniii saja, kamu mau kan makan malam dengan oppa ?” bujuk Siwon.
“Tapi,,”
“Tidak ada tapi-tapian! Oppa akan menjemputmu jam tujuh! Dandan yang cantik eoh ?” Siwon berkata mutlak.
“Baiklah oppa.” Setuju Donghae pasrah.

Malam hari ..
“Sudah lama menunggu ?” tanya Siwon setelah Donghae memasuki mobilnya.
“Tidak oppa.” Jawab Donghae tersenyum.
“Kau sangat cantik malam ini chagiya!” puji Siwon. Donghae mengenakan kaos V neck berwarna merah jambu lengan panjang dengan rok jins biru beberapa senti di atas lutut, bando berbahan jins biru yang menghiasi kepalanya, serta sepatu setinggi tujuh centi meter berwarna sama dengan kaosnya.
“Gomawo oppa, oppa juga semakin tampan saja malam ini!” Donghae balas memuji.
“Cheomna Hae-ya!” kemudian mobil Siwon pun melaju ke sebuah restoran bintang lima.
Donghae dibuat terkagum-kagum dengan restoran yang berada di depannya saat ia keluar dari mobil Siwon.
“oppa tidak salah mau makan disini ?” tanya Donghae ragu.
“Memangnya kenapa Hae-ya ?” Siwon balik bertanya.
“Dari luar saja terlihat kalau makanan di restoran ini pasti sangaaat mahal!” seru Donghae lucu, Siwon tersenyum
“Gewenchana, kajja masuk!” Siwon menarik lengan Donghae memasuki restoran tersebut.
“Mau pesan apa chagiya ?” tanya Siwon ramah pada yeoja di depannya.
“Terserah oppa!” jawab Donghae yang masih mengedarkan pandangan di sekitarnya.
“Steak-nya dua, orange jus-nya satu dan cappuccino-nya satu!.” pesan Siwon pada pelayan yang menghampiri meja mereka.
“Ada lagi ?” tanya pelayan itu.
“Tidak ada.” Jawab Siwon ramah.
“Chagiya, oppa mau ke toilet sebentar, tunggu disini eoh ?” tanya Siwon mengembalikan perhatian Donghae padanya, setelah pelayan itu pergi dari meja mereka.
“Ne, tentu saja oppa.” Jawabnya tersenyum kemudian kembali memandang sekeliling dengan mata polosnya. Alih-alih pergi ke toilet, Siwon pergi ke tempat pembuat minuman.
“Tolong berikan ini pada orange jus pesanan meja nomor 15!” perintah Siwon menyerahkan sebungkus serbuk berwarna putih.
“Itu apa tuan ?” selidik pelayan itu.
“Ini bukan racun, hanya obat perangsang.” Siwon mengambil pisau yang ada di meja, disayatnya bungkusan itu dan dicobanya.
“Aku tidak kenapa-kenapa kan ?” Siwon berusaha meyakinkan pelayan itu, kemudian ia mengeluarkan sejumlah uang dan menyelipkan di saku baju pelayan tersebut.
“Berikan seperempat sendok teh saja! Jangan terlalu banyak! Arra ?”
“Baiklah tuan!” senyum pelayan itu merekah, Siwon menyerigai.

TBC

Bagaimana ??

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Love and Tears and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: