Fanfiction Love and Tears chapter 9

Title                      : Love and Tears

Author                  : Nazimah Elfish

Pair                       : KiHae or SiHae ????

Cast                      : Lee Donghae, Choi Siwon, Kim Kibum, Kim Young Woon.

Rate                      : T semi M untuk chap ini

Genre                   : drama, romance

Summary             : kisah Donghae yang memiliki namjachingu dingin yang bernama Kibum. Apakah     Donghae akan menyerah dan meninggalkan Kibum yang tak pernah peduli padanya ?

Warning               : GS, cerita pasaran, membosankan

 

Sebelumnya …

 

“Chagiya, oppa mau ke toilet sebentar, tunggu disini eoh ?” tanya Siwon mengembalikan perhatian Donghae padanya, setelah pelayan itu pergi dari meja mereka.

“Ne, tentu saja oppa.” Jawabnya tersenyum kemudian kembali memandang sekeliling dengan mata polosnya. Alih-alih pergi ke toilet, Siwon pergi ke tempat pembuat minuman.

“Tolong berikan ini pada orange jus pesanan meja nomor 15!” perintah Siwon menyerahkan sebungkus serbuk berwarna putih.

“Itu apa tuan ?” selidik pelayan itu.

“Ini bukan racun, hanya obat perangsang.” Siwon mengambil pisau yang ada di meja, disayatnya bungkusan itu dan dicobanya.

“Aku tidak kenapa-kenapa kan ?” Siwon berusaha meyakinkan pelayan itu, kemudian ia mengeluarkan sejumlah uang dan menyelipkan di saku baju pelayan tersebut.

“Berikan seperempat sendok teh saja! Jangan terlalu banyak! Arra ?”

“Baiklah tuan!” senyum pelayan itu merekah, Siwon menyerigai.

 

 

Chapter 9

 

Tepat ketika Siwon menduduki tempat di depan Donghae, pesanan mereka datang.

“Silahkan dinikmati tuan dan nona!” Sapa pelayan itu ramah.

“Terima kasih.” Jawab Siwon dan Donghae tidak kalah ramah.

Donghae memperhatikan minumannya, entahlah ia merasa tidak berselera.

“Gewenchana ? apa kau tidak suka minumannya ? lebih baik kau pesan lagi.” Ketika Siwon hendak memanggil pelayan, Donghae melarangnya.

“Aniya oppa, aku suka kok!” ucap Donghae tersenyum, diminumnya orange jus itu kemudian beralih ke steaknya.

Siwon memperhatikan yeoja itu ketika Donghae yang sesekali menyesap minumannya. Ketika minuman itu telah habis setengah, ia kembali menyerigai.

‘Kau milikku Lee Donghae!’ batinnnya penuh kemenangan.

 

Lima belas menit kemudian ..

Donghae menggenggam erat garpu dan pisau yang ada di tangannya. Ia pejamkan matanya dengan nafas yang memburu.

“Gewenchana chagi ?” Siwon –sengaja memegang tangan Donghae. Seperti ada sengatan listrik yang menjalar di tubuhnya, Donghae langsung menyentakkan tangan Siwon.

“Waeyo ?” tanya Siwon pura-pura tidak mengerti.

“Bisakah kita pergi dari sini sekarang oppa ? tubuhku terasa panas, jalan-jalan sebentar mencari udara segar kurasa tidak masalah.” Jujur Donghae.

“Baiklah..” Setuju Siwon kemudian memanggil pelayan untuk membayar makanan keduanya.

 

Diluar restoran ..

“Aigoo,, biasanya kan oppa yang merangkulmu. Kenapa sekarang kau yang mendekapku erat begini Donghae-ya ?” seru Siwon karena Donghae memeluknya dengan erat meski mereka tengah berjalan menuju mobil Siwon.

“Diamlah oppa!” Sepertinya Donghae lebih senang tidak banyak bicara malam ini.

Kini Siwon maupun Donghae tengah berada di dalam mobil, Siwon melirik Donghae yang sedari tadi menatapnya dengan sayu, membuat Siwon semakin gemas dengan yeojachingunya itu.

 

“Kenapa menatapku seperti itu hhmm ?” tanya Siwon mendekatkan wajahnya, dapat dilihatnya wajah Donghae yang berkeringat.

“Jangan.. menggodaku.. eoh !” Jawab Donghae dengan terengah-engah, persis seperti ikan yang tersesat di darat, Siwon tertawa kecil.

“Apa yang kau inginkan dariku chagiya ?” bisik Siwon seduktif dan mengecup telinga Donghae, berhasil membuat  yeoja itu mendesah pelan.

“Baiklah jika itu yang kau inginkan!” Siwon melajukan mobilnya menuju kediamannya sendiri.

 

 

Kediaman Keluarga Choi ..

Siwon dengan sigap mengeluarkan Donghae dari mobilnya dan membawa yeoja setengah sadar itu ke dalam rumahnya. Sebelum menjemput Donghae, ia  sudah berpesan pada seluruh pelayan di rumahnya agar tidak ada yang mengganggunya malam ini jika tidak mau mendapat masalah besar darinya.

 

Cklek

Ia mengunci pintu kamarnya.

Ia berbalik, diperhatikannya wajah dan leher Donghae yang dipenuhi keringat, ia kembali menyerigai ketika Donghae mendekatinya dengan pandangan sayunya.

“Sentuh aku, kumohon!” pintanya menyentuh dada bidang Siwon.

Siwon melepaskan tangan Donghae dan menjauhinya ketika yeoja itu mulai melepas kancing kemejanya.

“Aku milikmu!” Donghae mendekap Siwon dari belakang dengan nafas memburu.

“Jinjja ?” tanya Siwon berbalik menatap mata sayu Donghae yang memohon minta disentuh olehnya, Donghae mengangguk lemah.

“Kau yang meminta Lee Donghae!” Seru Siwon penuh kemenangan.

Detik berikutnya Siwon tersenyum, dikecupnya bibir Donghae perlahan yang dibalas sama oleh yeoja itu.

Ciuman panas itupun terjadi, berkali-kali mereka melakukannya karena Donghae yang memukul bahunya ketika yeoja itu kehabisan nafas.

Disela-sela ciuman itu, tangan nista Siwon dengan bebas menggerayangi tubuh sang yeoja manis, jangan lupakan desahan yang keluar dari mulut Donghae yang membuat Siwon semakin bernafsu saja untuk mengerjai tubuh itu.

Siwon perlahan meletakkan  Donghae di atas ranjangnya, dipandangnya sejenak wajah menggoda yeojachingunya itu, tangan kirinya sibuk meremas kedua buah dada ranum itu bergantian, saat ini Donghae hanya mengenakan roknya, kaos yang tadi dipakainya telah Siwon lempar secara asal.

Donghae menggelinjang dan semakin mendesah hebat ketika tangan kanan Siwon menyusup ke dalam roknya dan bermain selangkangannya.

“Jangan aahh menghhgodaku aahh laaggiih !” Jerit Donghae frustasi, ia merasa Siwon terlalu lamban ke ‘acara inti’, membuatnya semakin tersiksa.

Siwon memainkan klitorisnya, ia merasa selangkangan yeoja itu sudah sangat basah dan siap disetubuhi saat ini.

Ketika Siwon hendak menurunkan celana dalam yeoja itu, ponsel Donghae begetar.

 

Entah dapat kekuatan dan akal sehat darimana, Donghae menyentakkan tangan Siwon yang menggerayangi tubuhnya. Diangkatnya telephone itu dengan nafas yang memburu.

“Yeoseboo ?”

“…”

“MWOOO ??” jinnja ? sekarang mereka dimana ?” jerit Donghae panik.

“Ada apa ?” tanya Siwon  ketika sambungan telephone telah terputus.

“Orang tuaku kecelakaan oppa, mereka ada di rumah sakit!” Siwon yang merasa kasihan akan kepanikan yeoja itu berusah menekan nafsunya. Ia mengedarkan pandangannya mencari pakaian Donghae yang ia buang tadi, dipungutnya pakaian atas Donghae yang ada di sisi ranjang dan diserahkannya pada yeoja itu.

“Cepat pakai! Kita akan ke rumah sakit sekarang!” perintahnya yang langsung dikerjakan Donghae.

 

Di rumah sakit ..

“Eomma Appa!” Panggil Donghae bergantian pada orang tuanya yang tidak sadarkan diri.

“Bagaimana keadaan mereka dokter ?” tanya Siwon pada dokter yang baru saja memasuki ruang rawat tersebut.

“Tidak terlalu parah, lusa mereka sudah boleh pulang.” Sahut Dokter itu, Siwon mengangguk, perlahan didekatinya Donghae kemudian mendekap yeoja itu.

“Tenanglah, mereka tidak apa-apa!” bujuknya membelai lembut punggung yeoja yang berada di dekapannya kini.

“Sudahlah chagiya!” bujuknya lagi membelai rambut panjang donghae dan menghujaninya dengan kecupan, berusaha menenangkannya.

“Euungghh..” lenguh Kangin –appa Donghae terdengar.

“Appa! Appa sudah sadar ? apa yang sebenarnya yang terjadi Appa ?”tanya Donghae tidak sabar pada Appanya dengan air mata yang berlinang di kedua pipinya.

“Hae-ah,, bagaimana dengan keadaan Eomma-mu ?” tanya kangin pada Donghae, sama sekali tidak menjawab pertanyaan anaknya.

“Eomma belum sadar Appa hiks.” Isak Donghae.

“Sudahlah chagi! Sebentar lagi Leeteuk ahjumma dan Kangin ahjussi akan sembuh!” hibur Siwon lagi merangkul Donghae.

“Siwon ?” tanya Kangin bingung akan kehadiran putra temannya dan panggilan ‘chagi’ darinya untuk Donghae.

“Iya ahjussi, ini aku Siwon.” Jawab Siwon sopan dan tersenyum, ia masih merangkul Donghae.

“Jeongmal gomawo Siwon-ah telah menemani putriku.” Kangin tersenyum. Kau tidak tahu saja Lee Kangin, bahwa namja di depanmu itu HAMPIR menodai putri kesayanganmu!

“Cheomna ahjussi ..” Sahut Siwon.

 

Beberapa saat kemudian ..

“Kau pulanglah Hae. Rumah sakit tidak bagus untuk kesehatanmu!” bujuk Kangin tapi Donghae menggeleng, membuat Kangin menghela nafas.

“Biar aku yang bicara padanya ahjussi.” Seru Siwon akhirnya, ia sedari tadi hanya menjadi penonton perdebatan appa dan aegya itu.

“Ne, lakukanlah Siwonnie.” Siwon pun menarik lengan Donghae dan membawanya ke lorong Rumah Sakit yang cukup sepi.

“Orang tuamu tidak apa-apa. Kita lanjutkan yang tadi eoh ?” Siwon mencium bibir itu kemudian melumatnya. Donghae kembali mendesah saat tangan terlatih sang namja menyingkap roknya kemudian memasukkan tangannya untuk membelai area paling sensitive ditubuh yeojachingunya itu.

“Bounce to you Bounce to you nae gaseumeun neol hyanghae jabhil sudo eobseul mankeum ddwigo itneungeol.” Ponsel Siwon berdering, mengganggu kegiatan keduanya. Dengan kesal diangkat telephone itu.

“Yeosebo Appa ?” tanya Siwon pada Appanya yang menelphone.

“Siwon-ah cepat pulang! Ada yang ingin Appa bicarakan padamu nak!” perintah Appanya.

“Aku sedang sibuk! Jangan ganggu aku!” jawab Siwon ketus kemudian memutuskan sambungan telephonenya secara sepihak. Kembali ditatapnya Donghae yang begitu menggoda dimatanya.

Dilumatnya lagi bibir itu, kedua tangannya kini sibuk bermain di buah dada ranum yang masih terbungkus kaos dan bra serta belum pernah disentuh siapapun –kecuali Donghae dan juga dirinya.

“Bounce to you Bounce to you nae gaseumeun neol hyanghae jabhil sudo eobseul mankeum ddwigo itneungeol.” Ponsel Siwon kembali berdering tapi tidak dihiraukannya. Tidak lama kemudian Donghae mendorong tubuhnya karena ponsel Siwon yang begitu berisik, bisa saja deringan ponsel Siwon membuat orang lain mendatangi lorong yang sepi ini.

“Angkatlah dulu! Aku tidak mau orang-orang mengetahui apa yang kita lakukan disini!” rajuk Donghae, Siwon mengangkat telephone itu dan ,,

“Yak! Choi Siwon! Sejak kapan kau berani melawan appamu eoh ? cepat pulang!” teriak appanya di seberang, Siwon menjauhkan ponsel dari telinganya begitu mendengar teriakan tidak bermutu yang keluar dari mulut appanya,, ia jauh lebih menyukai suara desahan Donghae yang memanggil namanya.

‘Dosis obat perangsang yang kuberikan pada Donghae tidak terlalu tinggi bahkan bisa dibilang rendah, tidak akan terjadi apa-apa kurasa jika aku melepaskannya walaupun hasratnya belum terpenuhi.’ Siwon membatin.

“Arraso aku pulang!” balas Siwon kemudian kembali memutuskan sambungan telephonenya dengan kesal.

“aku harus pulang.” ucapnya lembut sembari membelai pipi mulus milik yeojachingunya, berbanding terbalik saat berbicara dengan appanya.

“Kenapa cepat sekali ? aku menginginkanmu!” rengek Donghae.

“Mianhae, besok oppa janji akan menemuimu dan ‘melakukannya’ eoh ?” bujuk Siwon, Donghae mengangguk dengan wajah ditekuk.

“Kau ingin kuantar pulang ?” tanyanya lagi, Donghae menggeleng.

“Ani, aku ingin menemani appa dan eomma.” Jawabnya.

“Baiklah, jaga mereka baik-baik dan jangan nakal eoh ?” Siwon menyentil hidung Donghae.

“Euuhhm.” Donghae mengangguk. Mereka kembali berciuman sebelum akhirnya Siwon benar-benar pergi meninggalkannya.

 

Di ruang rawat KangTeuk ..

 

“Kau tidak pulang Hae-ah ?” tanya kangin ketika Donghae kembali memasuki kamar rawatnya.

“Ani, aku ingin menemani appa dan eomma saja disini!” sahutnya keras kepala.

“Pulanglah! Besok kau harus sekolah, sepulang sekolah baru kau menjenguk kami!” pinta Kangin lagi tapi Donghae tetap menggeleng.

“Lee Donghae pulang!” bentak Kangin membuat Donghae ciut nyalinya.

“Baiklah appa! Aku pulang!” sahutnya kemudian dengan kesal karena appanya telah mengusirnya.

“Hati-hati di jalan!” teriak Kangin kemudian tersenyum kecil karena kelakuan putri tunggalnya itu.

 

Donghae telah keluar dari Rumah Sakit, ia sedang menunggu taksi yang lewat.

“Donghae ?” Kibum menghentikan motornya tepat di depan yeoja itu.

“Sedang apa disini ? siapa yang sakit ?” tanyanya lagi.

“Orang tuaku Kibum-ah.” Jawab Donghae.

“Kau ingin pulang ? ikutlah denganku! Tidak baik yeoja sendirian malam-malam begini!” seru Kibum seraya menyerahkan helm pada Donghae.

“Euuumm, baiklah!” Donghae mengambil helm itu dan memakainya, setelahnya ia menaiki motor Kibum.

Kibum terus tersenyum selama perjalanan menuju rumah Donghae, karena yeoja itu memeluk pinggangnya dengan sangat erat, apalagi Donghae menempelkan kepalanya di punggung Kibum, terkadang menaruh kepalanya di bahu namja itu sehingga Kibum dapat merasakan hembusan nafasnya.

 

Rumah Donghae ..

“Gomawo telah mengantarku Kibum-ah!” ucap Donghae ketika berhadapan dengan Kibum.

“Cheomna Donghae-ah!” balas Kibum.

‘Kenapa matanya terlihat sayu begitu ? Apa dia sudah sangat mengantuk ? ’ batin Kibum.

Kibum turun dari motornya, didekatinya Donghae untuk mengamati wajah Donghae dengan mata sayu yang membuatnya tergoda.

Dikecupnya bibir itu lembut, Donghae membalasnya. Kecupan itu berubah menjadi ciuman panas, tangan Donghae kini berada di tengkuk Kibum untuk memperdalam ciumannya, begitupun dengan Kibum yang memegang kedua pipi yeoja itu dengan tujuan sama.

Beberapa menit berlalu, keduanya memisahkan diri dengan wajah memerah dan nafas tersengal-sengal. Entah apa yang ada di pikiran Donghae sehingga ia kembali mencium namja tampan itu dalam ciuman panas. Apa Donghae masih dibawah pengaruh obat perangsang yang diberikan Siwon ?

 

“Ingin masuk ke dalam ?” tanya Donghae setelah ciuman keduanya berakhir seraya mempermainkan kancing kemeja Kibum.

Kibum menunduk dan melihat dua kancing atas kemejanya yang terlepas karena perbuatan yeoja di depannya, “Kau yang menawarkan!” ucapnya kemudian tersenyum nakal.

 

Disinilah mereka berada, di ruang tamu Donghae dimana sang yeoja berada dibawah tubuh sang namja.

“Aaaahh ya disana aah” Racau Donghae ketika jemari Kibum bermain di klitorisnya.

“Kau ingin lebih dari ini chagiya ?” bisik Kibum tepat ditelinga Donghae, Donghae mengangguk, Kibum menyerigai.

“kalau begitu tunjukkan dimana kamarmu!” perintahnya kemudian menciumi leher yeoja itu.

“Ikut aku!” jawab Donghae.

Sepertinya Kim Kibum harus berterima kasih pada Choi Siwon dan Lee Kangin,, karena atas ‘jasa’ dua  namja itulah, Kibum mendapat kado yang sangat berharga di usianya yang masih tujuh belas tahun.

 

TBC

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Love and Tears and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: