fanfiction Lukisan Chapter 2

Title : Lukisan
Author : Nazimah Elfish
Pair : KyuMin, KiHae, YeWook
Rating : T
Cast : Lee Sungmin, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon, Kim Ryeowook
Genre : Romance, mystery, drama
Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa
Summary : Pasangan muda Kyuhyun dan Sungmin membeli sebuah rumah yang dulunya milik pelukis terkenal. Semenjak menempati rumah tersebut, Sungmin kerap kali mengalami kejadian aneh yang membuatnya takut, terutama jika mengenai lukisan pemilik rumah terdahulu. Misteri apa yang ada dibalik rumah dan lukisan itu ?
Warning : gender switch, cerita pasaran, OOC ..

Tidak suka, tidak usah dibaca ..

Sebelumnya …

 

Ces
Api kecil menyala, Kyuhyun menatap sekilas lukisan yang dipegangnya.

Namun ia terkejut ketika lukisan yang nyaris saja dibakar oleh api yang menyala dari korek api itu direbut seseorang. Kyuhyun semakin terkejut ketika mengetahui orang yang merebut lukisan dari tangannya adalah Sungmin. Rasanya Kyuhyun sama sekali tidak mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya.
Sungmin memeriksa keadaan lukisan itu dengan wajah cemas.
“Mi..Minnie, kau sudah bangun sayang ?” tanya Kyuhyun terbata, ia merasa bergidik sekarang.
Sungmin memandang Kyuhyun dengan pandangan yang tajam, membuat Kyuhyun menelan ludah.
“Jangan mengganggu lukisanku lagi!” desisnya berbahaya.
Kyuhyun syok mendengarnya, Sungmin kemudian berbalik kembali ke dalam rumah membawa lukisan itu.
“Minnie,, mengancamku ? karena lukisan itu ?” gumamnya tidak percaya, untuk pertama kalinya Sungmin mengancam Kyuhyun berbahaya seperti tadi.

Chapter 2

Kyuhyun memasuki rumahnya, dilihatnya Sungmin sedang menyiapkan sarapan untuk keduanya.
“Kenapa berdiam diri saja Kyu ?” tanya Sungmin memandang Kyuhyun seraya tersenyum.
“Ah iya.” Jawab Kyuhyun agak canggung.
Perlahan ia menghampiri sang istri dengan mendudukkan dirinya di salah satu kursi di meja makan. Sungmin meletakkan piring yang sudah terisi makanan mereka dengan senyum yang masih terkembang di bibirnya.
“Terima kasih.” Seru Kyuhyun setelah sarapannya telah di depannya.
Mereka sarapan dengan tenang, sesekali Kyuhyun melirik Sungmin yang tampak tidak menyadari gelagat aneh sang suami.
“Minnie, maaf soal lukisan tadi.” seru Kyuhyun di sela sarapan mereka.
“Tidak apa, asal jangan diulangi.” Jawab Sungmin tersenyum.
Kyuhyun merasa Sungmin sudah tidak marah lagi dan tidak ada tatapan tajam lagi darinya.
“Tapi kau tadi marah padaku Minnie-ah!” Rajuk Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.
“Aigooo,, aegyo-mu mengerikan Kyu-ah!!” seru Sungmin menahan tawa.
“Kenapa kau begitu menyayangi lukisan itu Minnie-ah ?” tanya Kyuhyun lagi terhibur dengan gurauan Sungmin.
“Aku hanya merasa sayang jika lukisan itu dimusnahkan Kyu-ah! Lukisan itu terlalu bagus untuk di bakar, aku tertarik pada lukisan itu saat pertama kali melihatnya sayang.” Jawab Sungmin yang hanya di jawab anggukan mengerti oleh Kyuhyun.

Sungmin kembali berjalan dengan riang keluar dari rumahnya, tapi ketika melihat lukisan yang berada di ruang tengah ia menghentikan langkahnya kemudian menghampiri lukisan itu. Dipandanginya lukisan itu dengan seksama, “siapa yang melukismu eoh ? kenapa kau begitu cantik ? kemana kau menghilang ?” tanyanya beruntun pada lukisan di depannya dengan meletakkan tangan di dagu.
“Aku juga ingin dilukis sepertimu!” serunya lagi dan kembali melanjutkan langkahnya menuju halaman depan rumahnya.

Di suatu tempat ..

Tampak seorang pria yang kira-kira berusia tiga puluhan tengah sibuk menyapukan kuas pada kanvas di depannya.
“Kenapa hasilnya tidak seperti dulu ?” ia berdecak pelan. Kemudian karena putus asa ia ambil kanvas itu dengan pandangan frustasi dan dilemparkannya kanvas itu ke sampingnya.
“Arrrgghtt, kenapa tidak bisa ? kenapa hasilnya sangat berbeda ?” ia menjambak rambutnya sendiri.
“Donghae-ya kenapa begitu sulit melukismu lagi ? aku merindukanmu! Aku ingin melihat wajahmu walau hanya melalui lukisanmu.” Ia menghela nafas kecewa.

Flashback
Delapan tahun yang lalu …

Tampak sepasang suami istri yang berada di halaman rumah mewah mereka. Bila dilihat dari kegiatan yang mereka lakukan sekarang, dapat disimpulkan bahwa sang suami sedang melukis sang istri yang terduduk di sebuah batu dengan latar belakang pohon cemara.
“Kenapa susah sekali ?” gumam Kibum –sang suami.
“Ada apa Kibummie ?” tanya Donghae dengan raut cemas.
“Aku bingung dengan warna bibir yang cocok dan sesuai denganmu sayang.” Jawab sang suami.
“Gunakan saja warna merah sayang.” Sahut Donghae geleng-geleng kepala. Ia sebenarnya tidak habis pikir, kenapa suaminya yang merupakan seorang pelukis terkenal harus repot dengan pemilihan warna bibirnya ? tinggal memilih warna merah hati atau merah muda saja beres kan ?

Tapi Kibum menggeleng, “Lukisanmu ini harus sempurna sayang! Aku masih mencari perpaduan warna yang pas untuk bibir indahmu itu!” seru Kibum kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Donghae.
Donghae kemudian beranjak dari tempatnya dengan kesal untuk menghampiri Kibum.
“Lukisan ini sudah bagus sayang! Aku menyukai karyamu.” Puji Donghae tersenyum, tapi Kibum menggeleng lagi.
“Kenapa ? karena warna bibir lagi ? aku bosan mendengarnya!” rajuk Donghae mendudukkan dirinya di pangkuan Kibum.
Kibum kemudian memeluk pinggangnya, “Kau tahu ? aku merasa lukisanku lebih cantik dari wajahku yang sesungguhnya.” Ucap Donghae memeluk leher suaminya.
“Tidak seperti itu, kecantikan lukisan itu tidak sebanding dengan kecantikan dirimu yang sesungguhnya sayang!” sahut Kibum menciumi aroma Donghae yang sangat disukainya.
“Gombal!” sungut Donghae memukul bahu Kibum pelan setelahnya berdiri dengan tangan yang terlipat di depan dada.
“Haha, lebih baik kau kembali ke tempatmu dan jangan bergerak! Aku ingin melanjutkan lukisanku.” Perintah Kibum namun Donghae malah melangkah masuk menuju rumahnya.
“Hei.. hei .. tunggu aku Donghae-ya!” seru Kibum tapi sama sekali tidak digubris oleh Donghae yang terus melangkah memasuki rumahnya.
Kibum menghela nafas, ia kemudian membereskan alat-alat lukisnya dan mengikuti langkah istrinya.

Flashback end

“Kenapa aku meninggalkan lukisan itu eoh ? bodoh kau Kim Kibum!” rutuknya pada diri sendiri.
“Bagaimana dengan keadaan rumahku sekarang ya ?” gumamnya lagi.
“Pasti lukisan itu sudah dimakan rayap!” gumamnya lagi lalu menghela nafas kecewa kemudian memandang sekilas pada kanvas yang ia lempar tadi dan beranjak menuju kamarnya.

Sementara itu …
Eunhyuk terkejut melihat seorang wanita yang merupakan Sungmin tengah menyiram bunga di rumah Donghae ketika ia melewati rumah tersebut dengan mobilnya.
Ia menghentikan mobilnya dan dari luar pagar ia memperhatikan wanita itu dengan mata menyipit.
“Bukan Donghae!” gumamnya setelah yakin wanita itu bukan yang ia cari.
Eunhyuk memejamkan matanya, mengingat terakhir kali ia bertemu dengan Donghae dan Kibum delapan tahun yang lalu di dalam rumah Kibum dan Donghae yang sekarang telah menjadi rumah Kyuhyun dan Sungmin.
“Ini sudah tahun ke delapan kau dan suamimu menghilang Donghae-ah! Kalian sebenarnya kemana ? rumah kalian pun dibiarkan begitu saja. Apa keluarganya Kibum sudah menjual rumah ini pada wanita itu ya ?” tanya Eunhyuk pada diri sendiri.
“Apa Kibum masih marah padaku karena waktu itu ?” tanyanya lagi entah pada siapa. Eunhyuk pun kembali melajukan mobilnya meninggalkan rumah mewah itu.

Sungmin membalikkan tubuhnya, ia melihat beberapa pohon cemara yang tumbuh subur di pekarangan samping rumahnya. Entah apa yang ada di pikirannya, Sungmin merasa ia mempunyai kenangan dengan pohon cemara itu.
“Aneh! Aku sama sekali tidak pernah ke rumah ini sebelumnya, tapi kenapa aku merasa aku memiliki ikatan dengan rumah ini ya ? bahkan dengan pohon cemara itu juga!” sungutnya kemudian kembali memasuki rumahnya.

“Hei … ”
Deg
‘Suara itu lagi ?’ batin Sungmin, ia meraba dada kirinya, berdebar. Ia menguatkan hatinya, perlahan ia membalikkan tubuhnya kembali memandang halaman luas rumahnya itu.
“Disini … “
Sungmin mengedarkan pandangannya dengan takut, ia seperti mendapat bisikan entah dari siapa. Ia semakin bergidik saja dengan semilir angin yang membuatnya merasakan dingin di tubuhnya.
Ia memeluk lengannya sendiri seraya menggosok-gosokkannya bermaksud agar lengannya terasa lebih hangat, ia perlahan mendekati pohon cemara yang sempat ia pandangi tadi.
“Untuk apa aku kesini ?” gumam Sungmin setelah berada di dekat pohon cemara tersebut.
Matanya kemudian menatap sebuah batu yang cukup besar, ia seperti tidak asing dengan batu itu.
Entah karena apa, Sungmin berjalan menghampiri batu tersebut kemudian mendudukinya.
Ia memejamkan mata menikmati semilir angin sejuk yang menerpa wajahnya.
Ketika ia membuka mata ia terkejut melihat seseorang berada di depannya.
Sungmin memandang bingung pada laki-laki yang sepertinya sedang melukis, bukankah tadi ia sendirian ?
Pria itu menolehkan kepalanya pada Sungmin.
“Sayang, jangan menoleh-nolehkan kepalamu begitu! Aku kan jadi susah untuk melukisnya.” Seru pria itu kemudian tersenyum.
Sungmin semakin terkejut saja, ditambah dengan panggilan mesra dari lelaki asing tersebut, namun ia menganggukkan kepalanya.
Sungmin kemudian memejamkan matanya kembali, begitu ia membuka ia kembali terkejut karena ia hanya sendiri di tempat itu, tak ada lelaki asing tersebut. Sungmin berdiri, ia kembali memandang pohon cemara dan batu tersebut bergantian.

Pluk
Sungmin terkejut bukan main akibat tangan yang tiba-tiba saja menepuk bahunya, ia melirik takut dengan tangan pucat yang kini bertengger dengan nyaman di bahunya.
“Minne sedang apa disini ?” tanya Kyuhyun, Sungmin menghela nafas lega.
“Kau mengagetkanku Kyu-ah!” sungut Sungmin menetralkan detak jantungnya yang sempat berpacu.
“Benarkah ? kukira kau sudah tuli! Sedari tadi kupanggil tapi kau sama sekali tak mendengar.” Sungut Kyuhyun menggeleng-gelengkaan kepalanya.
“Apa ? maaf aku sama sekali tidak mendengar sayang.” Sahut Sungmin, iapun bingung jika Kyuhyun memanggilnya tadi, padahal ia tidak mendengar suara Kyuhyun tadi.
“Jadi sedang apa kau disini hhm ?” tanya Kyuhyun lagi sembari mendudukkan dirinya di batu yang sempat menarik perhatian Sungmin.
Sungmin membulatkan matanya akan aksi Kyuhyun, “Jangan mendudukinya!” desisnya.
“Ke..kenapa ?” tanya Kyuhyun takut dengan nada bicara istrinya seperti tadi pagi saat ia hendak membakar lukisan, dengan cepat ia berdiri.
Sungmin menutup mulutnya, “tidak ada, ayo masuk!” seru Sungmin tersenyum kemudian menarik lengan Kyuhyun memasuki rumahnya.
‘Aneh sekali! Ada apa dengannya ?’ tanya Kyuhyun dalam hati memperhatikan sang istri yang terus menyeretnya masuk ke dalam rumah mereka.

TBC

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Lukisan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. masrifah lubis

    lo kibum belum mati ya, trus bgaimana dengan donghae

    Suka

  2. Wiih jangan-jangan Minnie itu Donghae
    Trs EunHyuk salah apa sama Bummie
    Keren Eonni ^^

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: