Fanfiction Lukisan chapter 3

Title                      :              Lukisan

Author                  :              Nazimah Elfish

Pair                       :              KyuMin, KiHae, YeWook

Rating                  :              T

Cast                      :              Lee Sungmin, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon, Kim Ryeowook

Genre                   :              Romance, mystery, drama

Disclaimer           :              Tuhan Yang Maha Esa

Summary             :              Pasangan muda Kyuhyun dan Sungmin membeli sebuah rumah yang dulunya milik pelukis terkenal. Semenjak menempati rumah tersebut, Sungmin kerap kali mengalami kejadian aneh yang membuatnya takut, terutama jika mengenai lukisan pemilik rumah terdahulu. Misteri apa yang ada dibalik rumah dan lukisan itu ?

Warning               :              gender switch, cerita pasaran, OOC ..

.

.

Tidak suka, tidak usah dibaca ..

.

Sebelumnya …

.

.

.

“Jadi sedang apa kau disini hhm ?” tanya Kyuhyun lagi sembari mendudukkan dirinya di batu yang sempat menarik perhatian Sungmin.

Sungmin membulatkan matanya akan aksi Kyuhyun, “Jangan mendudukinya!” desisnya.

“Ke..kenapa ?” tanya Kyuhyun takut dengan nada bicara istrinya seperti tadi pagi saat ia hendak membakar lukisan, dengan cepat ia berdiri.

Sungmin menutup mulutnya, “tidak ada, ayo masuk!” seru Sungmin tersenyum kemudian menarik lengan Kyuhyun memasuki rumahnya.

‘Aneh sekali! Ada apa dengannya ?’ tanya Kyuhyun dalam hati memperhatikan sang istri yang terus menyeretnya masuk ke dalam rumah mereka.

.

.

.

.

.

Chapter 3

.

.

Sungmin memasuki kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Ia menghadap cermin besar yang memantulkan bayangan setengah badan dirinya.

“Ada apa dengan diriku ? rumah ini, lukisan, pohon cemara bahkan batu pun terasa tidak asing! Aku yakin tidak pernah ke daerah sini sebelumnya.” Gumamnya pada bayangannya sendiri. Sungmin kemudian membasuh wajahnya di kran westafel.

Tubuh Sungmin menegang dan ia menahan nafas ketika bayangannya perlahan berubah menjadi sosok lain, bukan dirinya. Sungmin semakin memegang sisi westafel erat begitu sosok itu sempurna berada di hadapannya, juga dengan pandangan lekat padanya.

“Kim Donghae.” Gumam Sungmin mengenali sosok tersebut, ia kemudian menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.

“Apa yang kau inginkan dariku?” tanya Sungmin memberanikan diri setelah beberapa saat hening, membalas tatapan lekat sosok misterius dihadapannya, sosok itu –Donghae tersenyum manis namun sanggup membuat jantung Sungmin semakin berpacu cepat melihatnya.

Donghae menggumam. “Apa ?” Sungmin mengerutkan dahi karena tidak mengerti gumaman Donghae. Donghae menyerigai.

Sungmin tanpa melepaskan pandangannya pada Donghae melangkah mundur hingga sampai di pintu, ia dengan cepat keluar dari kamar mandi yang ada kamarnya. Bayangan Donghae perlahan menghilang dengan seringai yang menurut Sungmin lebih menyeramkan dari seringai Kyuhyun yang masih terkembang di bibirnya.

.

.

“Aaaaa..” seru Sungmin kaget mendapati Kyuhyun berada di depan pintu kamar mandi.

“Kau mengagetkanku Kyu!” hardik Sungmin dengan wajah pucat.

“Kenapa wajahmu pucat begitu ?” tanya Kyuhyun cemas tanpa mengindahkan hardikan Sungmin.

Tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun, Sungmin mendudukkan dirinya di sisi ranjang, ia memijit keningnya. “Kau kenapa ?” tanya Kyuhyun lagi mendudukkan dirinya disamping Sungmin. Kyuhyun kemudian mendekap istrinya yang terlihat kalut saat ini.

“Aku takut!” gumam Sungmin dalam dekapan suaminya.

“Apa yang kau takutkan eoh?” tanya Kyuhyun hat-hati.

“Aku tidak tahu.” Jawab Sungmin.

“Bagaimana jika kita makan siang di luar saja sayang?” saran Kyuhyun, Sungmin mengangguk setuju.

“Tinggalkan aku sendiri eoh?” pinta Sungmin tersenyum tipis

“Baiklah.” Setuju Kyuhyun balas tersenyum, sebelum beranjak dari kamarnya ia mengusap kepala Sungmin lembut.

.

.

“Huuffhh…” Sungmin menghela nafas lelah setelah Kyuhyun keluar dari kamar mereka.

Pandangannya menerawang, pikirannya kembali ke masa sebelumnya dimana secara misterius ia melihat seorang lelaki dihadapannya, yang entah mengapa Sungmin seperti pernah melihatnya.

“Lelaki itu seorang pelukis, sepertinya.” Gumam Sungmin.

“Eh? Pelukis? Kim Kibum juga pelukis.” Ia ingin memastikan semuanya, untuk itu ia melangkah keluar kamarnya menuju gudang.

.

.

“Dimana Kyuhyun menaruhnya ya?” tanyanya pada diri sendiri melihat-lihat isi gudang.

“Ah ini dia!” pekiknya senang, ia kemudian menarik kain putih yang membungkus figura besar tersebut menampilkan photo pernikahan Kibum juga Donghae.

Sungmin mematung menatap photo tersebut dengan pandangan tidak dapat diartikan, “jadi memang benar dia, apa yang sebenarnya terjadi?” gumamnya pelan, setelahnya Sungmin memutuskan untuk kembali ke kamar tidurnya, tak lupa ia sampirkan kembali kain putih pada photo tersebut. Setelah Sungmin menutup pintu gudang, kain itu kembali jatuh menampakkan sepasang pengantin yang terdapat dalam photo tersebut.

.

Restoran …

.

Kyuhyun tersenyum karena Sungmin terlihat lebih relax sekarang.

“Enak ?” tanya Kyuhyun dengan senyum yang terkembang di bibirnya, Sungmin mengangguk imut dengan senyum yang sama manisnya.

.

.

Di tempat lain …

 

Eunhyuk merapikan isi dalam lemarinya, sebuah photo terjatuh yang kemudian menarik perhatiannya. Dipungutnya photo itu kemudian di pandanginya dengan pandangan sedih.

.

Flashback …

Delapan tahun yang lalu …

Studio dance …

 

Terlihat seorang pemuda dan seorang gadis yang sedang menggerakkan badannya sesuai irama musik. Mereka melakukan break dance yang disaksikan dengan beberapa orang lainnya.

 

Prok … prok … prok …

Suara riuhan tepuk tangan menggema di ruangan tersebut mengakhiri iringan musik dan dance tersebut.

“Seperti itu, ararseo ?” tanya Eunhyuk memandangi satu persatu anak didiknya.

“Arra …” jawab mereka serempak.

“Oke, five, six, seven, eight,, mulai!” serunya lagi bersamaan dengan musik yang mengalun di ruangan dance tersebut.

 

Eunhyuk memperhatikan anak didiknya sekilas, ia kemudian menoleh pada Donghae yang kini meminum air mineral dengan punggung yang bersandar di dinding kaca ruangan mereka. Eunhyuk tersenyum melihatnya, ia menghampiri Donghae dan ikut meminum air mineral di sampingnya.

 

“Kau yakin ingin bersama pelukis itu ?” tanya Eunhyuk pada Donghae yang sibuk memperhatikan anak didik mereka yang sedang latihan.

Donghae menoleh pada Eunhyuk, ia tersenyum, “tentu saja!” jawabnya seraya menganggukkan kepalanya.

“Kau sendiri yang mengatakan bahwa Kibum itu posesif dan sangat pencemburu eoh?” tanyanya lagi.

Donghae mendesah, “memang benar, tapi kami saling mencintai. Dengan dia yang melamarku, aku yakin rumah tangga kami akan bertahan Hyukkie.” Jawab Donghae dengan pandangan menerawang.

‘Kau baru setahun mengenalnya tapi kau sudah yakin menikah dengannya Donghae-ah! Sedangkan aku? Bertahun-tahun kita saling mengenal dan memahami satu sama lain tapi kau tidak pernah menyadari kalau aku menyukaimu, bukan tapi mencintaimu! Kau selalu menganggapku sahabat, bahkan saat aku menyatakan cintaku padamu, kau sama sekali tidak menggubrisnya! Akupun berniat melamarmu, bahkan lebih dulu dari Kibum. Tapi kau malah memberitahuku bahwa kau telah menerimanya sebagai kekasihmu.’ Eunhyuk membatin.

Donghae merangkul bahu Eunhyuk, “karena kau sahabat terbaikku maka kau harus datang ke pernikahanku dengan Kibum dua minggu lagi!” seru Donghae kemudian tertawa, Eunhyuk tersenyum kecut.

.

.

Flashback end …

.

“Walaupun aku telah menikah dengan wanita lain, tapi aku akan selalu mengingatmu Hae-ya! Cinta pertamaku. Apa Kibum melarangmu untuk menemuiku Hae-ya ?” tanya Eunhyuk memandangi photo Donghae yang ada di tangannya.

.

.

.

 

Rumah Kyuhyun dan Sungmin …

08.00 pm

.

Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang, menyesap wangi tubuh sang istri.

“Aku menginginkanmu malam ini sayang!” seru Kyuhyun kemudian mengecup leher istrinya.

Sungmin berbalik, menatap mata Kyuhyun yang begitu sayu padanya.

“Benarkah ?” tanya Sungmin mengalungkan tangannya di leher suaminya.

“Aku selalu menginginkanmu di setiap hariku!” seru Kyuhyun menyerigai.

Entah siapa yang memulai, jarak wajah keduanya semakin mendekat. Jarak mereka terhapus dengan sebuah ciuman. Perlahan Kyuhyun melumat bibir Sungmin, menyesap bibir bawah dan atas itu bergantian. Setelah beberapa menit berlalu Sungmin menepuk bahu Kyuhyun karena kebutuhan oksigen yang mendesaknya.

Keduanya terpisah dengan nafas tersengal, Kyuhyun menyerigai lalu menggendong Sungmin yang terkejut.

“Kyuuu turunkan aku!!” pekik Sungmin, Kyuhyun seakan menulikan telinganya melangkah menuju kamar tidur keduanya.

.

.

Di tempat lain …

Kibum kembali berkutat dengan kanvas, cat dan kuasnya untuk melukis wajah sang istri dengan berbekal memori yang ada di otaknya akan gambaran sang istri yang telah lebih dari delapan tahun tidak dijumpainya. Kibum memandang lukisan yang baru selesai sketsanya, ia memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mengamati karyanya.

“Masih berbeda!” sungutnya kesal.

.

.

Flashback …

Delapan tahun yang lalu …

.

Kibum kembali sibuk memperhatikan kanvas dan Donghae bergantian dengan tangannya yang sibuk menyapukan kuas pada kanvas di depannya. Sapuan terakhir dan selesai.

Kibum kembali memandangi lukisanya dan Donghae bergantian, bibir keduanya berbeda. Bibir Donghae yang merah merekah dan bibir lukisannya yang terlihat pucat.

Pandangannya kemudian beralih pada sebuah cutter yang ada di dekat cat-catnya. Ia memandangi cutter, bibir Donghae dan bibir pada lukisan itu bergantian.

Ia tersenyum mendapat ide, diambilnya cutter tersebut dan disayatnya jari telunjuknya,

“Kibum apa yang kau lakukan ?” tanya Donghae panik melihat sang suami melukai jarinya sendiri. Kibum tersenyum lembut pada Donghae seolah mengatakan ‘aku baik-baik saja, jangan khawatir.’

Ia kemudian menyapukan jarinya yang terluka pada bibir pucat di lukisannya. Ia tersenyum puas akan hasilnya, bibir semerah darah yang kini ada di lukisannya, mahakaryanya.

“Kau tidak perlu melakukan itu!” sungut Donghae yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku suaminya.

“Tidak apa-apa! Toh hasilnya bagus, lihatlah!”

“Lukisan itu lebih cantik!” rajuk Donghae, Kibum tertawa mendengarnya.

Kibum kemudian menarik Donghae yang mulanya memeluk lehernya untuk duduk di pangkuannya. Donghae melihat jari Kibum yang terluka, diraihnya jari itu lalu dimasukkannya ke dalam mulutnya guna menghisap darah yang ada di jari itu, Kibum tersenyum melihatnya.

“Berhentilah menari dan berhenti menjadi pelatihnya!” perintah KIbum tegas dan peuh penekanan.

“Kau milikku sekarang! Hanya milikku! Kim Donghae hanya milik Kim Kibum!” serunya lagi kemudian memeluk pinggang istrinya.

“Aku memang milikmu! Tapi kau kan tahu kalau menari adalah hobi dan pekerjaanku.”  Donghae mencoba memberi pengertian pada suami tercintanya ini.

“Aku tidak suka kau terlalu dekat dengan Eunhyuk!” seru Kibum lagi masih menyamankan dirinya memeluk Donghae.

“Tentu saja kami dekat Kibum-ah! Kami kan partner, lagipula kami telah mengenal bahkan bersahabat lima tahun lamanya.” Bela Donghae.

“Sahabat ? cih! Dia sama sekali tidak menganggapmu sahabat! Dia menganggapmu sebagai wanita yang dicintainya, aku tahu itu!” sungut Kibum, Donghae mendesah lelah.

“Dengar! Aku milikmu, hanya milik seorang Kim Kibum! Tidak ada yang lain! Sampai kapanpun aku tidak akan berpaling darimu!” seru Donghae mempertemukan matanya pada mata Kibum, memandangnya intens.

“Kami hanya bersahabat! Tidak lebih dari itu!” ucap Donghae mempertipis jaraknya dengan Kibum hingga bibir mereka bertemu.

.

Flashback end …

.

Kamar KyuMin …

.

“Aaaahh … “ desah Sungmin yang menambah semangat Kyuhyun untuk ‘mengerjai’ tubuhnya.

“Kyuuhh akkuh mau … “ racau Sungmin saat hendak mencapai klimaksnya entah yang keberapa.

“Bersama sayang!” jawab Kyuhyun mengecup bibirnya sekilas, dan kembali pada kegiatannya di bawah tubuh istrinya.

“Aaaahhhh … “ pekik keduanya bersamaan, Kyuhyun menjatuhkan dirinya disamping Sungmin dengan tersengal.

“Keluarkan milikmu dari tubuhku, aku ingin tidur.” Pinta Sungmin lirih.

“Baiklah … “ sahut Kyuhyun melaksanakan permintaan istrinya.

“Selamat tidur eoh?” ucap Kyuhyun menyelimuti tubuh polos istrinya dengan selimut.

“Hmm … “ balas Sungmin, tidak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus yang menandakan wanita itu telah tertidur.

Kyuhyun tersenyum, dikecupnya pucuk kepala istrinya yang terasa basah keringat.

“Terima kasih.” Serunya kemudian berbaring disamping sang istri dengan tangan yang ia sampirkan pada pinggang Sungmin, ia ikut memejamkan matanya yang terasa berat.

.

.

03.00 pm

.

Sungmin terbangun dari tidurnya, “masih jam tiga pagi hoaahhm.” Gumamnya dengan mata setengah terpejam. Dilihatnya Kyuhyun yang masih tertidur dengan pulasnya.

Diusapnya rambut coklat ikal suaminya yang memberi kesan anak kecil pada diri suaminya. Ia tersenyum mengenang semua memori yang pernah mereka lalui selama ini.

Sungmin kemudian memungut piyama tidurnya yang ada di bawah ranjang. Setelah memakai pakaiannya ia beranjak keluar kamar tidur keduanya.

Untuk apa? Entahlah.

.

cklek

sungmin keluar dari kamar tidurnya dan berjalan menuju dapur, tiba-tiba ia merasa haus.

“Ti … tidak mungkin!” gumam Sungmin tidak percaya dengan pemandangan yang ia lihat kini. Saat ia memasuki ambang pintu dapur Ia melihat sepasang lelaki dan perempuan yang berada di dapurnya. Karena minimnya cahaya, ia akhirnya memutuskan untuk mendekati dua insan tersebut.

Sungmin menutup mulutnya tidak percaya sesaat setelah mengenali kedua sosok itu, Kibum dan Donghae. Seakan tidak melihat Sungmin yang berada di dekat mereka, Kibum dan Donghae tidak merasa tergangggu sama sekali.

.

“Minumlah sayang!” ujar Kibum lembut menyodorkan gelas berisi air putih pada Donghae yang terlihat kalut saat ini.

“Terima kasih sayang!” sahut Donghae menerima air itu dari tangan suaminya, kemudian diminumnya dalam sekali tegukan.

Sungmin melihat semua yang mereka lakukan dalam diam, mata Sungmin menyipit melihat Kibum yang terlihat ingin berkebun padahal hari sudah sangat larut.

“Bummie kau sedang apa?” tanya Donghae khawatir melihat Kibum yang memakai sepatu bootnya.

“Nanti kau juga akan tahu sayang!” jawab Kibum, setelahnya Donghae memilih diam.

.

.

.

Beberapa saat kemudian …

“Awww” rintih Donghae merasakan kepalanya yang tiba-tiba berdenyut sakit.

“Bummie..” gumamnya lirih menyebut nama suaminya seraya memegang kepalanya.

“Hmmm…” jawab Kibum sama sekali tidak peduli akan istrinya kini, ia masih sibuk membelakangi Donghae dengan segala peralatannya.

Setelahnya Donghae pingsan.

“Donghae-ah?” panggil Sungmin panik.

“Apa yang kau lakukan? Tolong dia! Lakukan sesuatu!” hardik Sungmin pada Kibum.

Kibum berbalik, bulu yang ada di tubuh Sungmin meremang melihat Kibum yang menyerigai dengan memegang sebuah sekop. Dan Sungmin semakin terkejut karena tiba-tiba Kibum yang melihat ke arahnya dengan mata penuh amarah hingga tiba-tiba

“Aaaaaa!”

.

.

.

.

.

TBC

 

 

 

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Lukisan and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. masrifah lubis

    hah apa jgn2 kibum yg membunuh hae ya
    untuk apa?
    apa karna cemburu dgn eunhyuk

    Suka

  2. Wuih keren Eonni
    Donghae kenapa pingsan
    Trs ngapain Kibum pake sepatu boot
    Ap betul Kibum mau berkebun
    Kalo iya masa pas dini hari
    Duh bingung aku eonni
    Yg penting FF ini keren 4 (?) jempol buat Eonni

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: