Fanfiction Option chapter 10

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title       : Option

Author   : Nazimah Elfish

Pair        : CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, KyuMin, HanChul)

Rate       : T

Genre    : drama, romance, family,  angst

Cast       : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Tan Hangeng,  Choi Siwon

Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?

Warning : GS, crack pair..

.

.

Sebelumnya ….

.

.

“Bummie … “ panggil Donghae pelan.

“Hmm?” tanggap Kibum. Donghae menggenggam kedua jemari Kibum erat.

“Aku … kesepian.” Gumamnya dengan wajah yang bersemu merah.

“Cari lelaki lain!” seru Kibum mengerti keinginan wanita dihadapannya.

Donghae menahan lengan Kibum yang hendak meninggalkannya.

Malam pertama keduanya sudah lewat hampir sebulan yang lalu dan mereka tidak pernah melakukan hubungan itu lagi, wajar saja Donghae merasa kesepian bukan?

.

.

.

Satu menit kemudian …

.

.

“Aaahh … “ lenguh Kibum ketika tanpa permisi tangan lincah Donghae bermain di organ intimnya.

“Dibalik wajah polosmu ah itu ternyata kau sangat nakal eoh ah ?” seru Kibum susah payah di sela desahannya dengan pandangan sayu.

Karena merasa ‘iba’ pada istrinya, tanpa ba-bi-bu lagi Kibum mendorong tubuh wanita itu ke atas ranjang, setelahnya ia menindih tubuh istrinya itu.

.

.

Sepertinya mereka melupakan niat untuk pergi ke perusahaan hari ini. -_-

.

.

.

.

Chapter 10

.

.

.

“Bummiiee …” lenguh Donghae di sela ciuman panas keduanya. Donghae melepas ciumannya, ia tatap mata Kibum dengan sayu.

“Ku mohooonn …” pintanya, Kibum menyerigai. Ia kembali melumat bibir itu dengan bagian tubuh bagian bawah mereka yang bergesekan.

“Ah ah” desah Donghae, tubuhnya menggelinjang. Kibum melepas ciuman mereka dengan nafas keduanya yang tersengal. Dipandanginya sang istri yang saat ini seperti ikan yang terdampar di darat.

“Ja..ngan ah menghh..nyikshh..ssaakkuuh lag ah ggiih” seru Donghae dengan mata terpejam menikmati yang Kibum lakukan dibawah tubuhnya, Kibum kembali menyerigai.

“Teruslah memohon padaku Lee Donghae!” ucapnya angkuh dan menggoda.

“Ku mmohooon aahh…” Air mata keluar dari sudut matanya. Sungguh, jika ia ingin mengingkari janjinya pada Leeteuk, pasti Donghae sudah mendatangi Kyuhyun atau membayar pria lain yang akan memenuhi hasrat seksualnya kini. Ia sama sekali tidak ingin dipermainkan oleh Kibum seperti ini.

“Bummiee ah ayolaahhh hiks…” pintanya seraya terisak.

“katakan, bahwa kau tidak lebih dari seorang pelacur!”

“Akkuuh tiddak maauu” Kibum terkekeh mendengarnya. Kibum mulai memasuki alat senggama Donghae dengan miliknya meski hanya sedikit, membuat Donghae yang sudah tidak sabar semakin melenguh minta disentuh.

“Bummiieehh..” lenguh Donghae lagi.

“Katakan!”

“Akku ah tiiddaakkh lebbih da..dari seo ah rang pel..laccur.” seru Donghae menyerah.

“Apa? Tidak jelas, ulangi!”

“Akku PELACUR!” Donghae berteriak tepat di depan wajah Kibum dengan pandangan kesal, Kibum lagi-lagi menyerigai.

Kibum menghapus air mata itu. dilumatnya bibir istrinya lembut.

“Euunnghh…” lenguh Donghae dalam ciumannya mengacak rambut Kibum ketika sang suami mengabulkan keinginannya.

.

“Cehpaatt aah” desah Donghae nikmat, Kibum kembali mengikuti keinginan sang istri.

.

.

.

“Aaaahhhh …”Kibum terjatuh setelah mencapai klimaks, dapat Donghae rasakan sperma Kibum yang sangat banyak membanjiri selangkangannya.

Donghae ingin tertidur karena lelah,

‘Aku telah memancing nafsu Kibum, bagaimana jika aku hamil?’

.

DEG

.

Donghae membuka matanya terkejut, ia takut jika pemikiran yang sempat melintas di otaknya itu benar terjadi. Selama ini Kibum selalu klimaks di dalam tubuhnya, kemungkinan terjadi pembuahan di dalam rahim Donghae sangat besar.

.

Donghae semakin terkejut saja ketika Kibum kembali menindih tubuhnya.

“Aku lelah!” protes Donghae.

“Aku tidak!” sahut Kibum dan

“Aaakkh” jerit Donghae, tidak lama kemudian berganti dengan desahan erotis.

.

.

.

.

.

Sesuai perjanjian, hari ini Kibum akan menceraikan Donghae. Dan atas rasa khawatirnya pada sang menantu, Heechul mendatangi rumah keluarga besannya. Ia pun tidak tahu untuk apa berada di kediaman Lee, ia hanya merasa kasihan pada menantunya.

.

.

Ia kini berada di depan pintu kamar Donghae dan Kibum, perlahan ia tekan kenop pintu.

“Eh? Tidak terkunci.” Gumamnya, dalam bayangannya kini mungkin Donghae yang sedang meringkuk di sofa, atau bahkan memasukkan barang-barangnya ke dalam koper karena Kibum yang mengusirnya dari rumah ini.

.

.

Cklek

.

.

Heechul tertegun beberapa detik mencerna pemandangan yang tidak ia duga. Anak dan menantunya yang berpelukan satu sama lain tengah tertidur pulas di balut selimut dengan bahu keduanya yang terekspos.

.

Heechul meraih kemeja Kibum yang berada di dekatnya, dicengkramnya kemeja itu melampiaskan kekesalannya pada sang putra.

“Kau bahkan masih bisa menikmati tubuhnya sebelum mencampakkannya ke jalan!” geramnya  memandang sang putra tajam.

.

Heechul melempar kembali kemeja itu ke lantai kemudian menutup pintu kamar itu kesal.

.

.

“Euunnggh…” Lenguh Donghae mendengar suara keras akibat perbuatan Heechul tadi. ia melihat-lihat sekitar, “tidak ada apapun.” Gumamnya.

Donghae kemudian mengerling pada Kibum yang masih terlelap, ia tersenyum entah mengapa saat memandang wajah rupawan suaminya itu.

.

.

.

Malam hari di kediaman Keluarga Lee …

.

.

Kibum terus berkutat dengan pikirannya sendiri, berpikir keras akan resiko keputusan mendadaknya yang tidak jadi menceraikan Donghae.

“Apa Minnie masih mau menikah denganku jika aku masih berstatus suami Donghae?” gumamnya. Ia menggeleng.

“Dia pasti menolakku mentah-mentah!” serunya mengacak rambut frustasi.

“Bagaimana ini?” tanyanya pada diri sendiri, saat ini ia memang sendirian.

Sebuah ide melintas di otaknya, membuatnya menyerigai senang. Kemudian ia beranjak dari ruangannya menuju kamar tidurnya juga Donghae.

.

.

Kamar KiHae …

.

“Hae-ah?” panggil Kibum semanja mungkin pada wanita yang tengah asyik membaca majalah di tangannya.

“Iya Bummie?” tanggap Donghae tersenyum, Kibum balas tersenyum.

“Aku punya permintaan, dan hanya kau yang dapat mengabulkannya!” ucap Kibum membuat sebelah alis Donghae terangkat.

“Memangnya permintaan apa Bummie?” tanya Donghae penasaran, detik selanjutnya ia menyesal telah merasa penasaran begitu melihat seringai di wajah namja bermarga Kim itu.

Kibum menggenggam erat kedua jemari Donghae dengan seringai yang berganti senyuman manis.

“Tolong yakinkan kekasihku untuk tetap menikahiku.” Ucapnya masih tersenyum, berbeda dengan Donghae yang terpaku mendengar kalimat tersebut.

“Hae-ah?” panggil Kibum karena Donghae yang tidak kunjung menanggapinya, Hae tersadar, ia memandang Kibum sendu.

“Jadi kau meminta seorang istri menyuruh wanita lain menikahi suaminya?” tanya Donghae lirih dengan mata berkaca, Kibum menjadi panik dan takut sendiri dibuatnya.

Donghae menggeleng, perlahan dilepaskannya tautan tangan keduanya.

“Walaupun kita menikah tanpa ada unsur cinta, aku tetaplah wanita yang menjadi istrimu, dan tidak ada wanita yang ingin bahkan rela dimadu!” jelas Donghae menatap Kibum dalam.

“Walaupun aku menerima dipoligami olehmu, jujur aku terpaksa menerimanya. Seburuk itukah diriku hingga kau tega terus menyiksaku hmm?” ucapnya beriringan dengan air mata yang menetes di pipinya.

Kibum tertegun, ia terenyuh. “Maafkan aku.” Ucapnya lirih menundukkan kepala.

“Sudahlah, aku ingin tidur!” sergah Donghae berbaring dan berbalik membelakangi Kibum, ia kemudian menarik selimutnya hingga dada.

“Jadi kau menolak keinginanku?” tanya Kibum, keegoisan kembali mendominasi dirinya. Donghae tidak menjawab, bukan karena ia yang sudah tertidur, ia menangis dalam diam.

Kibum menghela nafas keras, “bersiaplah menandatangani surat perceraian kita!” serunya kesal. Ia kemudain beranjak dari kamar tersebut.

.

Blaammm

.

Donghae sedikit terlonjak kaget mendengar pintu yang ditutup kasar oleh Kibum. Ia kemudian kembali terduduk, berpikir.

“Jika aku menolak keinginannya, maka kami akan benar-benar bercerai.” Gumamnya menerawang.

“Tapi jika aku mengikuti keinginannya, kemungkinan aku akan dicampakkannya masih tetap besar.” Ia kemudian memijit pelan pelipisnya.

“Aku bisa gila!” serunya dengan raut kesal.

“Hiks… hiks…” Donghae kembali menangis.

“Eomma, Appa,, inikah kebahagiaan yang kalian maksud?” tanyanya lirih menenggelamkan kepalanya di kedua lutut.

“Aku hiks menderita!” serunya kesal.

“Kyuuuu,, andai hiks kau disini.” Lanjutnya lagi.

“Andai dulu hiks orang tuaku hiks merestui kita hiks.”

“Pilihan yang kuambil hiks,, salah.” Dan di malam ini ia terus saja menyesali keputusannya di masa lalu.

.

Di ruang kerja Kibum …

.

.

Kibum mendongakkan kepalanya, berusaha menjernihkan pikirannya.

“Dia benar.” Gumamnya.

“Aku tega.” Lanjutnya lagi.

“Apa aku memang harus belajar mencintainya? Melupakan Sungmin?” tanyanya menerawang.

Kibum menggeleng.

“Aku mencintai Sungmin!” serunya mantap.

Kibum tersenyum –menyerigai, “lagipula jika kami bercerai, aku tidak rugi. Toh kekayaan keluarganya sudah berada di tanganku, jika kami telah resmi bercerai aku tinggal menendangnya keluar dari rumah ini. Sungmin juga tidak akan disebut perusak rumah tangga orang jika aku menikahinya setelah menceraikan Donghae.”

“Aku akan menceraikannya besok!” putusnya kemudian melangkah menuju sofa panjang, tidur.

.

.

Keesokan harinya …

.

.

Kibum menjatuhkan sebuah map berwarna merah dan bolpoint ke atas meja, dimana Donghae sedang menonton tayangan televisi.

“Ini surat perceraian kita, tanda tanganilah!” seru Kibum dingin, Donghae terdiam memandangi Kibum dan map itu bergantian.

Setelah menghela nafas Donghae mengambil map itu perlahan, membacanya dengan seksama.

“Kau… kau bahkan mempersiapkannya semenjak tiga minggu lalu?” tanya Donghae tidak percaya melihat tanggal yang ada di surat itu.

“Ya seperti itulah.” Tanggap Kibum cuek. Donghae mengambil bolpoint, ia hendak membubuhkan tanda tangannya namun hatinya seolah menolak.

Donghae menggeleng, ia menutup map tersebut dan menaruhnya kembali ke meja.

“Aku akan meyakinkan kekasihmu untuk menikah denganmu!” serunya menatap Kibum, Kibum tentu terkejut,, sedetik kemudian rautnya kembali datar.

“Terserah kau saja!” tanggap Kibum meninggalkan Donghae.

‘Sial!’ umpatnya dalam hati.

.

.

Keesokan harinya…

.

“Lakukan tugasmu dengan baik!” tegas Kibum pada Donghae, saat ini mereka sedang berada di dalam mobil Kibum yang terparkir di depan toko bunga milik Sungmin.

Donghae mengangguk, ia kemudian keluar dari mobil Kibum.

.

.

Donghae menarik nafas untuk mengurangi kegugupannya, perlahan dihembuskannya.

‘Aku pasti bisa!’ tekadnya.

.

“Anneyong haseyo!” sapa Donghae, tidak lama kemudian Sungmin keluar membawa sebuah pot berisi bunga mawar nan cantik di tangannya.

“Anneyong! Ada yang bisa saya bantu?” balas Sungmin ramah.

‘Cantik sekali!’ batin Donghae mengagumi paras Sungmin.

‘Dia pasti orang kaya!’ batin Sungmin setelah memandang Donghae dari atas hingga bawah.

‘Dia wanita yang berkelas tinggi!’ batinnya lagi.

“Eumm,, apa kau yang bernama Lee Sungmin?” tanya Donghae kemudian tersenyum.

“Iya benar, memangnya ada apa?” tanya Sungmin.

“Perkenalkan, aku Kim Donghae.” Donghae mengulurkan tangan kanannya.

“Lee Sungmin.” Balasnya menyambut uluran tangan tersebut.

‘Halus sekali! Dia pasti sering melakukan perawatan tubuh.’ batin Sungmin.

“Ah ya, sebaiknya kita duduk Donghae-ssi.” Tawar Sungmin, ia kemudian menuntun Donghae memasuki rumahnya.

.

.

.

“Euumm,, sebenarnya aku istri Kim Kibum.” Ucap Donghae gugup.

“ … ” Sungmin tidak merespon apapun. Canggung, mungkin itulah kata yang tepat menggambarkan suasana diantara mereka kini.

“Tapi kau jangan salah sangka dulu! aku kesini bukan untuk menyuruhmu menjauhi Kibum!” lanjut Donghae.

“Jadi untuk apa?” tanya Sungmin.

“Menikahlah dengan Kibum, jadilah maduku?” pinta Donghae.

“Eh?” Sungmin terperangah.

“Kumohon!” kali ini Donghae dengan cepat duduk disamping Sungmin, menggenggam jemarinya erat.

“Kibum mencintaimu! Tapi kami tidak mungkin bercerai!” seru Donghae.

“Aku dan Kibum akan melindungimu dari cercaan orang-orang diluar sana!” lanjutnya lagi dengan mata berkaca.

“Apa Kibum yang menyuruhmu melakukan ini?” tanggap Sungmin. Donghae menggeleng, berbohong.

Sungmin tersenyum miris, ia menggeleng, “tidak usah berbohong! Kita sama-sama wanita, aku tidak akan setega itu padamu. Aku melepas Kibum untukmu.” Jawab Sungmin, Donghae menggeleng cepat.

“Menikahlah dengannya! Aku tak apa, sungguh!” Sungmin terkejut, bukan karena perkataan Donghae tapi karena Donghae yang malah berlutut padanya.

“Bangunlah! Kau tidak perlu melakukan ini!” seru Sungmin. Ia mencengkram pundak Donghae yang kini terisak. Sungmin terenyuh menatap mata Donghae, mata itu menyiratkan kesedihan mendalam.

“Kumohon hiks!” pinta Donghae lagi, ia tidak peduli jika ia telah menjatuhkan harga dirinya sendiri.

Sungmin memeluk Donghae erat, “baiklah!” putusnya membuat Donghae semakin terisak.

“Terima kasih!” dan suasana mereka terganti dengan Susana haru.

.

.

“Bagaimana?” tanya Kibum begitu Donghae memasuki mobilnya.

Donghae menatap Kibum dengan mata sembabnya, ia mengangguk lemah kemudian tersenyum.

“Benarkah?” tanya Kibum dengan mata berbinar senang.

“Ya.” Jawab Donghae sibuk mengusap air mata yang jatuh ke pipinya.

Donghae rertegun ketika Kibum ikut mengusap air matanya.

“Terimakasih.” Ungkap Kibum tulus kemudian mengusap kepalanya. Donghae mengangguk.

.

.

Kedianan Keluarga Kim …

08.00 pm

.

“Apa?!” pekik Heechul tidak percaya akan penuturan anaknya yang ingin memiliki dua orang istri.

“Kalian serius? Dan Donghae, kau yakin nak?” tanya Hangeng lebih tenang pada anak serta menantunya.

“Iya appa.” Sahut Donghae sekenanya, tak lupa tersenyum.

“Kibummie! Kau tidak memikirkan apa kata orang di luar sana hah?!” amuk Heechul menatap Kibum murka.

Kibum memutar matanya malas, “kenapa harus mendengar kata orang?” jawabnya membuat ibunya semakin kesal.

“Heenim, sudahlah! Kita tidak perlu terlalu jauh mencampuri urusan rumah tangga mereka, toh Donghae saja rela dipoligami.” Ucap Hangeng menenangkan istrinya.

Heechul mendengus pasrah, ia kembali terduduk di sofa seraya memijit pelipisnya. “Terserah kalian!” putusnya membuat ketiga orang lainnya menghela nafas lega, terlebih Kibum si pembuat masalah.

.

.

Sepuluh hari kemudian …

.

.

“Tuut… tut…”

“Yeosebo Sungmin?”

“Kyu! Aku mengundangmu ke pernikahanku empat hari lagi.”

“Mwo? Menikah? Dengan siapa?”

“Nanti kau juga akan tahu. Aku akan mengirimkan alamat gerejanya nanti.”

“Baiklah, selamat ya Minnie!”

“Ne.”

“Tuut… tut”

.

.

Kyuhyunn menghela nafas, “menikah? Tapi dengan siapa?” gumam Kyuhyun, ia masih penasaran dengan calon suami Sungmin rupanya.

.

.

.

Empat hari kemudian …

Gereja …

.

.

.

Mulut Kyuhyun menganga melihat Kibum yang berada di posisi mempelai pria.

“Tidak mungkin, itu Kim Kibum? Suami Donghae? Tapi kenapa ia menikahi Sungmin?” tanyanya berupa gumaman. Ia mengedarkan pandangan mencari Donghae.

Dapat! Donghae memakai terusan putih polos tanpa lengan, panjangnya beberapa senti meter di bawah lutut. Rambut panjangnya ia gelung rapi dengan dua buah anting mungil berupa mutiara yang menghiasi telinganya.

Sungmin dengan gaun pengantin berwarna putih gading, tudung kepala, serta sebuket bunga mawar berwarna merah muda, berjalan anggun menuju altar dimana Kibum dengan senyum merekah menantinya.

Kyuhyun mendekati Donghae ketika Eunhyuk bangkit dari tempat duduknya yang berada disebelah Donghae. Kyuhyun memperhatikan Donghae dari samping, ia memandang miris wanita yang bahkan tidak menyadari kehadirannya. Donghae hanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosongnya.

Janj suci itupun terucap. “Sekarang kau boleh mencium pengantinmu!” ucapan pendeta sukses mengembalikan Donghae ke dunia nyata.

Dan tepat ketika dua bibir itu bertemu, Donghae memalingkan wajahnya. Kyuhyun yang sudah memprediksi hal ini menolehkan kepalanya pada Donghae membuat pandangan keduanya bertemu.

Donghae membelalak kaget, “Kyu?” gumamnya tak percaya diiringi tepukan para undangan yang menyaksikan sesi ciuman KiMin.

Kyuhyun tersenyum menggenggam erat jemarinya, seolah memberi kekuatan pada wanita disampingnya.

Donghae? Ia balas menggenggamnya.

“Ikutlah denganku!” gumam Kyuhyun, Donghae tersenyum mengangguk.

.

.

.

TBC

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Option and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. fiuhh.. #lapkeringet..
    akhir.y slesi jga bca ngbutt, dan sukses bkin sebel stengah idup ma kibumm. tnggal nggu klanjutn.y plus jeball ksih tw pw yg d protekk ych, pliesss..

    Suka

  2. poligami? ni author hoby bgt nyksa d0nghae.:-(
    kpn dia bs happy?

    Suka

  3. omo ,!
    kihae NC.an ,!
    truz kihae gak jd cerai kan ,?
    ehh
    kibum minta hae yg bujuk minnie spy menikah ama kibum ,,
    gak ada perasaan bgt sich kibum ,,
    ahhh
    aqr.x kimin menikah jga ,,
    ehh
    apa hae mau balik lagi ama kyu ,?

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: