Fanfiction Option Chapter 11

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title : Option
Author : Nazimah Elfish
Pair : CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, KyuMin, HanChul, SiHyuk)
Rate : T
Genre : drama, romance, family, angst
Cast : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Tan Hangeng, Choi Siwon
Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?
Warning : GS, crack pair..

.
.

.
Tidak suka, tidak usah dibaca!
.
.
Sebelumnya …
.
.
Mulut Kyuhyun menganga melihat Kibum yang berada di posisi mempelai pria.
“Tidak mungkin, itu Kim Kibum? Suami Donghae? Tapi kenapa ia menikahi Sungmin?” tanyanya berupa gumaman. Ia mengedarkan pandangan mencari Donghae.
Dapat! Donghae memakai terusan putih polos tanpa lengan, panjangnya beberapa senti meter di bawah lutut. Rambut panjangnya ia gelung rapi dengan dua buah anting mungil berupa mutiara yang menghiasi telinganya.
Sungmin dengan gaun pengantin berwarna putih gading, tudung kepala, serta sebuket bunga mawar berwarna merah muda, berjalan anggun menuju altar dimana Kibum dengan senyum merekah menantinya.
Kyuhyun mendekati Donghae ketika Eunhyuk bangkit dari tempat duduknya yang berada disebelah Donghae. Kyuhyun memperhatikan Donghae dari samping, ia memandang miris wanita yang bahkan tidak menyadari kehadirannya. Donghae hanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosongnya.
Janj suci itupun terucap. “Sekarang kau boleh mencium pengantinmu!” ucapan pendeta sukses mengembalikan Donghae ke dunia nyata.
Dan tepat ketika dua bibir itu bertemu, Donghae memalingkan wajahnya. Kyuhyun yang sudah memprediksi hal ini menolehkan kepalanya pada Donghae membuat pandangan keduanya bertemu.
Donghae membelalak kaget, “Kyu?” gumamnya tak percaya diiringi tepukan para undangan yang menyaksikan sesi ciuman KiMin.
Kyuhyun tersenyum menggenggam erat jemarinya, seolah memberi kekuatan pada wanita disampingnya.
Donghae? Ia balas menggenggamnya.
“Ikutlah denganku!” gumam Kyuhyun, Donghae tersenyum mengangguk.
.
.
.
Chapter 11
.
.

“Hosh… hosh…” helaan nafas Donghae terdengar, ia menghentikan larinya kemudian menumpukkan telapak tangan pada kedua lututnya.
“Kenapa berhenti? Ayo! Yuhuuu!” ajak Kyuhyun berbalik namun tidak juga menghentikan langkahnya, ia berjalan mundur melambaikan tangannya pada Donghae.
Seperti tersugesti oleh ajakan Kyuhyun, Donghae kembali berlari mengejar namja itu, reflex Kyuhyun semakin melajukan langkahnya agar tidak didahului oleh Donghae.
“Aku hosh… lelah hosh…” seru Donghae menyerah, ia bahkan terduduk di kursi taman yang berada tidak jauh darinya.
“Kyu?” panggil Donghae karena terkejut dengan tindakan Kyuhyun yang tiba-tiba saja berlutut padanya, bermaksud memijit kakinya.
“Bagian mana yang sakit di KAKIMU, Hae-ah?” raut Donghae berubah murung seketika, ia mengerti, sangat mengerti maksud Kyuhyun menekankan kata kaki, kakinya tidak begitu sakit namun hatinya lah yang terasa amat sakit.
“Gewenchana Kyu!” Donghae menarik kakinya. Kyuhyun kemudian ikut menduduki kursi taman di samping Donghae. Hening, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Kyuhyun dan Donghae memang pergi saat sesi ciuman pernikahan Kibum dan Sungmin. Mereka berlari keluar dari kawasan Gereja. Setelah keluar dari Gereja Donghae melepas high heelsnya, Kyuhyun menyambut high heels tersebut untuk membawanya dengan sebelah tangan.
Mereka terus berlari dengan riang masuk ke dalam taman yang berada tidak jauh dari Gereja, hingga Donghae yang merasa kelelahan dan berakhirlah mereka terduduk di kursi taman.
“Gomawo, jeongmal gomawo.” Ungkap Donghae membuka pembicaraan.
“Untuk?” balas Kyuhyun masih menatap lurus ke depan.
“Karena kau telah membawaku pergi tadi! kau tahu, terakhir kali aku tertawa seperti tadi lepas saat berada di bandara Incheon, saat mengantar kedua orang tuaku.” Jelas Donghae menerawang.
Kyuhyun tersenyum, “itu sudah berlalu! ayo kita pergi!” ajak Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya.
“Kemana?” tanya Donghae masih setia dengan posisi duduknya.
“Nanti kau juga akan tahu!” setelahnya Donghae menerima uluran tangan Kyuhyun.
.
.
Apartement Kyuhyun …
.
Donghae terpaku, saat ini ia berada di depan pintu Apartement Kyuhyun.
“Kenapa diam disitu? Masuklah!” ajak Kyuhyun yang sedari tadi sudah memasuki apartementnya.
Donghae mengangguk pelan, dengan ragu ia memasuki apartement yang telah lama tidak dikunjunginya.
“Ini, minumlah!” tawar Kyuhyun menyodorkan secangkir coklat hangat pada Donghae.
“Terima kasih Kyu-ah!” balas Donghae setelah cangkir coklat hangat itu berada di tangannya. Kyuhyun mengiyakan dengan gumaman.
“Bagaimana bisa kau datang ke pernikahan suamiku Kyu-ah?” tanya Donghae kemudian menyesap kembali coklat hangatnya.
Kyuhyun kecewa, tentu. Di depannya saja Donghae memanggil Kibum sebagai suaminya, sama sekali tidak memikirkan perasaan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum untuk menutupi luka dihatinya, “mempelai wanitanya adalah temanku Hae-ah!” jawab Kyuhyun kemudian ikut menyesap coklat hangat yang ada di tangannya sendiri.
“Uhuk… uhuk…”
“Waeyo Hae-ah?” seru Kyuhyun panik ketika Donghae yang tiba-tiba saja tersedak setelah mendengar penuturannya.
“Ani, hanya saja kau berteman dengan Sungmin?” tanya Donghae. Wajahnya memerah malu menyadari wajah mereka yang begitu dekat kini. Kyuhyun memang mendekati Donghae saat yeoja itu tersedak coklat hangatnya.
Keduanya menatap satu sama lain dengan intens, beberapa detik kemudian bibir keduanya telah bersentuhan, entah siapa yang memulai.
Beberapa menit berlalu dan Donghae melepaskan tautan bibirnya dengan kyuhyun. Ia sadar jika ia tidak boleh melakukan ini, jika hubungannya dengan kyuhyun berakhir dengan perselingkuhan maka itu hanya akan menambah masalah dikemudian hari.
.
“A…aku harus pulang!” ucap Donghae gugup. Ia berdiri dari sofa hendak melangkah menuju pintu apartement. Namun itu tak pernah terjadi saat tangan Kyuhyun yang masih dengan posisi duduk mencekal lengannya.
“Kenapa terburu-buru? Mereka terutama Kibum tidak akan mencarimu Hae-ah!” balas Kyuhyun memandang Donghae yang membelakanginya.
Donghae tersenyum miris, ‘benar, kau benar Kyuhyun-ah!’ Donghae membenarkan dalam hati.
“Mianhae Kyu-ah!” sahut Donghae.
“Apa kita masih dapat bertemu?” tanya Kyuhyun mampu menghentikan langkah Donghae yang tepat berada di pintu.
Donghae menggeleng sebagai jawaban membuat Kyuhyun mencelos.
.
Cklek
.
Donghae menghela nafas lega setelah berada di luar pintu apartement Kyuhyun, ia mengusap air mata yang jatuh saat menutup pintu tadi.
‘Aku sudah melangkah sejauh ini! Kau pasti bisa melewati semua Lee donghae!’ semangatnya pada diri sendiri. Ia tidak mau membawa Kyuhyun dalam masalahnya, jika ia ingin menuruti kata hatinya pastilah ia akan mengiyakan pertanyaan Kyuhyun. Bisa jadi keduanya akan terlibat hubungan gelap, dan jika suatu hari nanti hubungan mereka terbongkar maka mereka berdualah yang akan menganggung segala akibatnya. Kibum? Ia pasti akan menertawakan kekalahan Donghae.
‘Aku tidak boleh lengah! Kibum bisa saja mencampakkanku kapanpun dia mau!’ lanjutnya lagi kemudian melangkah keluar dari gedung apartement tersebut menuju Gereja pernikahan KiMin.
.
.
Gereja …
.
.
Donghae melewatkan banyak hal saat bersama Kyuhyun rupanya, saat ia sampai di Gereja, rombongan pengantin sudah hendak meninggalkan Gereja.
Dapat Donghae lihat Kibum dan Sungmin dengan senyum merekah berjalan dari altar menuju mobil yang telah dihiasi pita dan bunga. Donghae sendiri berada di samping mobil pengantin itu kini, menanti kedua mempelai.
.
“Selamat ya!” ucap Donghae pada Sungmin saat wanita itu tersenyum padanya.
“Terima kasih!” balas Sungmin memeluk erat Donghae, dan Donghae membalas pelukan itu disertai senyuman, bukan senyum terpaksa yang ia sunggingkan namun senyum tulusnya untuk Sungmin.
.
“Terima kasih!” kali ini Kibum yang berucap pada Donghae, ia mengusap kepala Donghae lembut membuat Donghae melepas pelukannya pada Sungmin. Donghae dan Kibum saling menatap dengan senyum mengiasi bibir keduanya, mereka kemudian berpelukan sejenak.
“Maafkan aku!” lirih Kibum dalam pelukannya. Donghae mengangguk, ia kembali terisak entah karena apa.
.
.
Pemandangan ini tentu mengharukan para undangan yang ikut mengantar kedua mempelai memasuki mobil pengantin, tak terkecuali Heechul dan Eunhyuk yang pada dasarnya tidak menyetujui pernikahan ini. Selama pernikahan berlangsung mereka terlihat tidak senang pada Kibum, terlebih Sungmin.
Setelah melepaskan pelukan keduanya, Kibum, Sungmin, dan Donghae hendak memasuki mobil yang memang untuk mengantar mereka pergi ke kediaman Lee.
“Donghae-ah!” panggil Eunhyuk ketika ketiganya telah membuka pintu mobil.
“Iya ada apa?” tanggap Donghae.
“Kau pulang denganku saja ya!” ajak Eunhyuk, tanpa mendapat persetujuan dari Donghae langsung saja Eunhyuk menyeretnya pergi menuju mobil Siwon.
Eunhyuk memiliki alasan tersendiri mengajak Donghae pulang bersamanya. Ia tidak mau jika sahabat sekaligus sepupunya itu hanya menemani supir di jok depan, sedangkan Kibum dan Sungmin bermesraan di jok belakang. Bukankah Eunhyuk sangat perhatian eoh?
.
.
Siwon sesekali melirik Donghae yang berada sendirian di jok belakang melaui kaca spionnya. Donghae tidak menyadari lirikan Siwon padanya karena wanita itu hanya menatap kosong pada pemandangan diluar.
Eunhyuk kesal karena menurutnya ini membuktikan Siwon masih menyukai Donghae. Eunhyuk tahu dari awal jika kekasihnya itu memang menyukai sepupunya sejak tiga tahun yang lalu, dahulu Siwon terus mendekati Donghae, namun Donghae ternyata menyukai Kyuhyun, sahabatnya.
Sejak Donghae berpacaran dengan Kyuhyun, Eunhyuk terus mendekati Siwon. Hingga akhirnya ia berhasil mendapatkan Siwon atas bantuan Donghae setahun lalu. Siwon yang memintanya untuk menjadi kekasih, namja itu juga meminta Eunhyuk untuk membantunya melupakan Donghae dan belajar ingin mencintai Eunhyuk.
.
.
“Kau kenapa?!” tanya Eunhyuk pada Siwon, ia bahkan tidak menyembunyikan rasa kesalnya pada sang kekasih.
Siwon terlihat gelagapan, “ti…tidak ada!” jawab Siwon, ia menyadari kesalahannya.
“Hei, kalian kenapa?” Donghae bertanya menimpali.
“Tak ada apa-apa Hae.” Jawab Eunhyuk lembut pada Donghae, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Siwon tadi.
“Hyukkie?” panggil Siwon pelan.
“Hmm?”
“Mianhae.”
Eunhyuk menolehkan kepalanya, ia tersenyum, “ne.” jawabnya membuat Siwon ikut tersenyum.
.
.
malam hari di kediaman Keluarga Lee …
.
.
Malam ini Donghae menempati kamar barunya, kamar tidurnya ia serahkan pada Sungmin karena Kibum yang memberi pilihan yang bagi Donghae sulit. Kibum menyuruhnya memilih untuk tetap menempati kamar tidurnya dan Sungmin akan menempati kamar mendiang orang tua Donghae, atau Sungmin akan menempati kamar Donghae dan Donghae sendiri boleh memilih kamar lain di rumah mewah tersebut.
Ada yang bertanya apakah kamar tidur di Kediaman Lee hanya ada dua? Sebenarnya rumah mewah itu mempunyai banyak kamar, namun ada dua kamar utama dengan fasilitas lengkap dan memiliki luas kamar dua kali lipat dari kamar lainnya, yaitu kamar Donghae dan kedua orang tuanya. Kibum tentu tidak mau memberikan kamar yang ‘biasa-biasa’ saja untuk Sungmin, walaupun bagi orang biasa seperti Sungmin kamar yang ada di Kediaman Lee semuanya mewah.
.
Donghae memilih meniduri kamar orang tuanya, saat memasuki kamar tersebut ia merasa sedih, sedih mengingat kedua orang tuanya dahulu. Sebenarnya ia merasa berat untuk meninggalkan kamar yang kurang lebih dua puluh tahun ia tempati, namun ia tidak mau jika Kibum memakai kamar mendiang kedua orang tuanya untuk ‘bersenang-senang’ dengan istri mudanya.
.
.
Malam semakin larut namun Donghae tidak juga menutup matanya. Pikirannya terus melayang, memikirkan apa saja yang dilakukan sepasang pengantin baru yang ada di dalam kamarnya –ah bukan kamarnya tapi bekas kamarnya.
“Ish! Apa yang kupikirkan?!” Donghae menjambak rambutnya frustasi, belum sehari Sungmin menjadi madunya tapi sudah membuat Donghae menjerit frustasi. Donghae menatap sebelah kasur yang seharusnya ditempati Kibum saat ini.
Donghae kemudian keluar dari kamar barunya, ia pergi ke dapur karena merasa haus. Namun saat menuju dapur, hatinya malah ingin mengetahui apa yang dilakukan pasangan KiMin. Donghae ragu, namun akhirnnya dengan langkah jinjit agar tidak terdengar ia menghampiri pintu kamar tersebut.
Samar-samar terdengar suara desahan dari dalam sana, darah Donghae berdesir mendengarnya. Ada rasa tidak suka dalam hatinya, ia meraba dada kirinya, sakit.
‘Lebih baik aku mengambil minum kemudian tidur!’ batinnya. Ia kembali melangkahkan kakinya ke dapur untuk tujuan awalnya.
.
.
Keesokan harinya …
Kediaman keluarga Lee …
.
.
“Aaa…” pemandangan romantis terlihat di meja makan saat itu, pelakunya adalah Kibum yang menyuapi makanan ke mulut Sungmin.
“Bagaimana?” tanya Kibum dengan senyum manis yang terkembang di bibirnya, Sungmin hanya mengangguk.
Donghae hanya memakan sarapannya dengan tenang, ia seperti tidak menganggap dua orang lain yang bersamanya itu ada. Sebenarnya Donghae tidak menganggap demikian, hanya saja ia bersikap seolah-olah tidak peduli. Jauh dalam hatinya ia begitu iri, ia tidak pernah diperlakukan seistemewa itu oleh Kibum, dan Donghae pun yakin jika Kibum memperlakukan Sungmin dengan lembut saat melakukan ‘aktivitas’ ranjang. Donghae otomatis mengingat ‘kebersamaannya’ dengan Kibum, membuat wajahnya memerah.
“Kau kenapa Hae? Wajahmu memerah, apa kau sakit?” tanya Sungmin khawatir membuat Donghae kembali ke dunia nyata.
“Eh? Tidak! Aku ti…tidak ada apa-apa Min-ah!” elak Donghae tersenyum, Donghae melirik Kibum yang sama sekali tidak tertarik membuat Donghae mencelos dalam hati.
“Buka mulutmu Minnie sayang!” ucap Kibum pada Sungmin, Sungmin tersenyum malu namun membuka mulutnya juga.
Tanpa disadari Donghae, ia menatap sendu keduanya. Sungmin yang menyadari itu mengerling pada Donghae, Donghae yang melihat Sungmin mengerling padanya langsung menundukkan kepala dan menyendokkan makanan ke mulutnya.
.
Suapan berikutnya Sungmin menggenggam jemari Kibum dengan menggelengkan kepalanya, kening Kibum berkerut seolah bertanya ‘wae?’. Sungmin tersenyum, ia menunjuk Donghae yang masih menundukkan kepala menggunakan dagunya.
Kibum mengerti, namun ia kembali menatap Sungmin dengan sebelah alis yang terangkat. Sungmin mengeluarkan jurus puppy eyesnya seolah berkata ‘kumohon’ pada Kibum.
Kibum menghela nafas pelan kemudian menyodorkan sendok yang hendak menyuapi Sungmin pada Donghae.
“Buka mulutmu Hae!” ucap Kibum, Donghae mendongak dan ia menatap sendok yang berada di depan wajahnya dengan bingung.
“Makanlah!” ucapnya kemudian tersenyum, Donghae membuka mulutnya dengan masih menatap Kibum.
Tak bisa dipungkiri Donghae senang, ia tidak berhenti tersenyum dengan mata yang berbinar ceria. Sungmin ikut tersenyum melihat senyuman Donghae, Sungmin sadar jika dirinya hanya istri kedua Kibum, Donghaelah yang pertama.
.
.
.
Tiga minggu kemudian …
Kediaman keluarga Lee …
.
.
Baik Kibum maupun Sungmin merasakan perubahan sikap Donghae beberapa hari ini. Jika Donghae hanya akan menyaksikan kemesraan keduanya dalam diam dan seolah tidak peduli, namun kali ini lain. Donghae tidak segan-segan mengganggu kebersamaan keduanya yang membuat Kibum geram namun ia menahan amarahnya karena Sungmin yang melarangnya.
Seminggu setelah pernikahan KiMin, Kibum tidak pernah mau tidur bersama Donghae, Donghaepun tidak mempermasalahkannya, namun Sungmin memaksa Kibum untuk tidur ke kamar Donghae dengan alasan Kibum harus adil pada mereka berdua. Meskipun begitu, Kibum hanya mau bersama Donghae dua malam saja. Namun beberapa hari yang aneh ini –menurut Kibum dan Sungmin, Donghaelah yang meminta Kibum untuk selalu menemaninya tidur. Pernah suatu malam saat Kibum dan Sungmin yang hendak ‘berhubungan’ , namun diganggu oleh Donghae yang menggedor pintu kamar keduanya. Kibum hendak mengabaikan Donghae yang memanggilnya namun Sungmin menyuruhnya untuk membuka pintu. Dengan malas Kibum menghampiri Donghae, tanpa diduga Donghae malah menyeret Kibum menuju kamarnya.
Sungmin? Ia hanya meremas dada kirinya, ‘ini resiko Sungmin! Kibum tidak hanya milikmu, iapun milik Donghae!’ batinnya menenangkan dirinya sendiri.
.
.
.
TBC

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Option and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. its ok. resiko dimadu. tp ni cerita bkn sebel. pa lg sm minnie.

    Suka

  2. kirain hae akan balikan ama kyu ,,
    ehh
    siwon sbnr.x suka ama hae ,? omo ,!
    hahhaha
    bgs hae ganggu teruz aja momen.x kimin ,,

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: