Fanfiction Option Chapter 12

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title       : Option

Author   : Nazimah Elfish

Pair        : CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, KyuMin, HanChul, SiHyuk)

Rate       : T

Genre    : drama, romance, family,  angst

Cast       : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Tan Hangeng,  Choi Siwon, Jung Yunho

Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?

Warning : GS, crack pair..

.

.

Sebelumnya …

.

.

Baik Kibum maupun Sungmin merasakan perubahan sikap Donghae beberapa hari ini. Jika Donghae hanya akan menyaksikan kemesraan keduanya dalam diam dan seolah tidak peduli, namun kali ini lain. Donghae tidak segan-segan mengganggu kebersamaan keduanya yang membuat Kibum geram namun ia menahan amarahnya karena Sungmin yang melarangnya.

Seminggu setelah pernikahan KiMin, Kibum tidak pernah mau tidur bersama Donghae, Donghaepun tidak mempermasalahkannya, namun Sungmin memaksa Kibum untuk tidur ke kamar Donghae dengan alasan Kibum harus adil pada mereka berdua. Meskipun begitu, Kibum hanya mau bersama Donghae dua malam saja. Namun beberapa hari yang aneh ini –menurut Kibum dan Sungmin, Donghaelah yang meminta Kibum untuk selalu menemaninya tidur. Pernah suatu malam saat Kibum dan Sungmin yang hendak ‘berhubungan’ , namun diganggu oleh Donghae yang menggedor pintu kamar keduanya. Kibum hendak mengabaikan Donghae yang memanggilnya namun Sungmin menyuruhnya untuk membuka pintu. Dengan malas Kibum menghampiri Donghae, tanpa diduga Donghae malah menyeret Kibum menuju kamarnya.

Sungmin? Ia hanya meremas dada kirinya, ‘ini resiko Sungmin! Kibum tidak hanya milikmu, iapun milik Donghae!’ batinnya menenangkan dirinya sendiri.

.

.

.

Chapter 12

.

.

Kediaman keluarga Lee …

09.00 am

.

.

Drrt… drrt…

Ponsel Donghae bergetar, yeoja itu mengalihkan pandangannya dari majalah yang ada di tangannya dan meraih ponsel putih tersebut.

“Yunho oppa?” gumamnya melihat siapa yang menelphonenya.

“Yoesebo oppa?” sapanya.

“Yoesebo Hae-ya?” balas Yunho.

“Ada apa oppa?”

“Bisakah kau datang ke kantorku hari ini Hae-ya?” tanyanya.

“Memangnya ada apa?” balas Donghae.

“Ada yang ingin kubicarakan padamu, penting!” jelasnya membuat kening Donghae berkerut.

“Mianhae, tapi aku sedang sakit oppa.” Jawab Donghae berdusta, ia hanya malas jika yang akan dibicarakan Yunho adalah masalah, baginya ia sudah banyak mendapat masalah di rumahnya sendiri.

“Kau sakit apa?” tanya Yunho khawatir.

“Cuma demam kok oppa! Bagaimana kalau besok saja aku ke kantor oppa?”

“Baiklah, kutunggu. Semoga lekas sembuh Fishy.”

“Gomawo oppa!”Setelahnya sambungan telephone terputus.

.

.

“Penting? Apa ya?” tanya Donghae pada diri sendiri. Tapi ia memilih mengacuhkannya dengan kembali membaca majalah fashion yang sempat diabaikannya.

.

.

.

Keesokan harinya Kediaman Keluarga Lee …

07.30 pm

.

.

Donghae memainkan makanannya dengan kesal, siapa lagi penyebab ia seperti itu selain Kibum. Kibum yang selalu memperhatikan Sungmin, Kibum yang selalu mengacuhkannya, Kibum yang seolah semakin membencinya, Donghae tidak menyukai itu!

Namun Donghae juga merasa Sungmin itu yeoja yang nyaris sempurna, pantas jika Kibum selalu mengejarnya selama ini. Selain cantik ia juga baik, ia tidak pernah membenci Donghae dan selalu memperhatikannya. Donghae tidak membenci Sungmin, hanya saja ia merasa tidak suka jika Kibum terus bersama Sungmin.

“Aku sudah selesai!”  pekik Donghae mengagetkan dua orang lainnya. Ia meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya dengan kasar. Kibum terlihat acuh berbeda dengan Sungmin yang merasa bersalah.

“Hae…” Sungmin berdiri dari tempat duduknya, berniat menyusul Hae yang pergi dari ruang makan.

“Tidak perlu!” larang Kibum mencekal lengan Sungmin.

“Duduklah!” lanjutnya lagi, Sungmin menurut meski kekhawatiran masih terpancar di paras cantiknya.

‘Ada apa dengan dia sebenarnya?’ batin Kibum kemudian menyendokkan makanan ke mulutnya.

.

.

.

Kamar Donghae …

.

Cklek

Blamm

.

Donghae menutup pintu kamarnya keras, beberapa hari ini ia memang sering merasa kesal pada suaminya.

.

.

Tok… tok… tok…

.

“Masuklah!”

Cklek

“Hae?” terlihat Sungmin menyembulkan kepalanya dari luar.

“Minnie? Ada apa? Masuklah!” setelahnya Sungmin memasuki kamar Donghae, berjalan menuju ranjang dimana Donghae yang terduduk disana.

“Kau kenapa hmm?” tanya Sungmin lembut.

“Mianhae.” Jawab Donghae menunduk, Sungmin menggeleng.

“Tidak perlu minta maaf! Aku hanya bertanya kau kenapa?” ulangnya.

“Gewenchana!” sergah Donghae, entah kenapa Donghae tidak bisa melampiaskan kekesalannya pada Sungmin, baginya Sungmin sudah seperti Eunhyuk yang selalu ada untuknya.

“Kau cemburu?” tanya Sungmin hati-hati. Donghae tertegun, cemburu? Benarkah? Donghaepun tidak tahu mengingat perlakuan Kibum yang tidak ada manis-manisnya pada Donghae (merusak suasana! entah kenapa aku tertawa saat mengetik kalimat ‘tidak ada manis-manisnya’). Kenapa Donghae harus cemburu pada namja seperti itu?

“Mollayo!” jawab Donghae, Sungmin menghela nafas.

“Mianhae.” Ungkap Sungmin membuat Donghae terkejut.

“Untuk?” tanyanya.

“Merebut Kibum darimu.” Jawabnya, Donghae menggeleng.

“Kau sama sekali tidak bersalah! Aku dan Kibumlah yang memulainya.” Sergah Donghae tersenyum tulus, Sungmin memeluknya.

“Terima kasih telah mengkhawatirkanku, aku beruntung mengenalmu!” Donghae mengatakannya dengan mata berkaca.

“Pantas saja Kibum sangat mencintaimu, kau memang pantas dicintai!” setelahnya Donghae melepas pelukan Sungmin dan berbaring, ia terlalu malas beraktivitas hari ini rupanya.

“Hae-ah?” panggil Sungmin yang kini terduduk di samping kepala Donghae.

“Hmm?”

Sungmin meraba kening Donghae, “suhu tubuhmu hangat, jika dibiarkan bisa demam. Bagaimana jika kau ke rumah sakit saja? Biar aku yang menemanimu.”  Ujar Sungmin mengusap kepala Donghae membuat Donghae tersenyum.

“Aku benci Rumah Sakit Minnie!” Donghae berkata manja, bahkan ia memeluk pinggang Sungmin.

“Kalau begitu aku yang akan merawatmu. Kau mau makan apa? Aku akan memasakkannya khusus untukmu, Kau hanya memakan makananmu sedikit tadi. Apa masakanku tidak enak eoh?” tanya Sungmin dengan wajah sedihnya yang tentu dibuat-buat, ia hanya ingin menjahili Donghae.

Donghae menggeleng cepat membuat Sungmin kegelian, “masakan Minnie enak kok! Aku saja yang tidak nafsu makan! Beneran deh!” jawab Donghae membuat Sungmin tertawa geli.

“Kau tidak mengantar Kibum ke kantor huh?” lanjutnya.

“Dia sudah pergi sebelum aku kesini.” Dan Donghae hanya menanggapi dengan kata ‘oh’.

“Kau seperti malaikat!” ucap Donghae jujur, ia semakin menyamankan diri di pelukan Sungmin, rasanya sudah lama ia tidak bermanja-manja seperti ini.

Sungmin tertawa kecil, “Jinjja? Kibum seperti apa?” tanyanya.

“Dia seperti Iblis!” jawab Donghae membuat keduanya terkekeh.

“Kau sendiri seperti apa?” tanya Sungmin penasaran.

“Aku? Aku manusia yang tergoda iblis, beruntung ada malaikat yang menolongku! Tuhan memang masih sayang padaku!” adu Donghae, Sungmin hanya bisa tersenyum geli mendengarnya.

“Hae, jadi kau ingin makan apa? kulihat tadi piringmu masih penuh dengan makanan, hanya saja bentuk makanannya yang tidak berbentuk lagi.” Ucap Sungmin membuat Hae tertawa geli mendengar ‘tidak berbentuk lagi’.

“Kenapa tertawa?” tanya Sungmin bingung.

Donghae menggeleng, “ani, kau mengingatkanku pada eomma!” pernyataan Donghae membuat raut wajah Sungmin menjadi muram.

“Aku tidak begitu bisa mengingat kedua orang tuaku, mereka meninggal karena kecelakaan saat usiaku masih tiga belas tahun.” Jelas Sungmin dengan nada sedih.

Donghae melepaskan pelukannya pada Sungmin, ia kembali mendudukkan dirinya, terlihat menyesal.

“Mianhae eoh? Aku tidak tahu, aku sama sekali tidak bermaksud membuatmu sedih!” sesal Donghae.

“Gewenchana Hae-ya! Senyum dong! Kau terlihat jelek cemberut seperti ini!” canda Sungmin membuat Donghae kembali menyunggingkan senyum manis di bibirnya.

.

.

Keesokan harinya …

09.30 am

.

Cklek

.

“Kau sudah datang?” tanya Yunho retoris pada Donghae yang membuka pintu ruangannya.

“Menurut oppa?” tanya Donghae mencibir.

“Ish kau ini tidak pernah berubah dari dulu anak manja! Masuk dan duduklah!” lanjutnya lagi berdiri di balik meja kerjanya, Donghae menurut saja.

“Jadi ada apa sebenarnya oppa?” tanya Donghae langsung, Yunho menghela nafas kemudian ia memungut sebuah map dari mejanya.

“Kau sakit apa Hae?” tanya Yunho tidak menjawab pertanyaan Donghae, namja itu bermaksud berbasa-basi sedikit.

“Aku tidak sakit, aku hanya malas!” jawab Donghae gamblang membuat Yunho mendecak kecil, Donghae tertawa.

“Ini penting Hae!” seru Yunho memandang Donghae serius.

“Untuk itu cepat katakan oppa!” balas Donghae menatap Yunho sama seriusnya, Yunho menghela nafas maklum akan sifat kekanakan yeoja didepannya ini.

“Saat aku mengurus hak warismu aku menemui kejanggalan Hae-ya!” ucap pengacara keluarga Lee tersebut  –Jung Yunho yang sukses membuat kening Donghae berkerut.

“Maksud oppa?” tanya Donghae.

“Perusahaan Lee, siapa yang mengurusnya?” Yunho balik bertanya.

“Aku mempercayakan Kibum untuk memimpin perusahaan appa.” Jawab Donghae, Yunho mengangguk dan membuka map yang dipegangnya.

“Kejanggalannya adalah, ketika aku hendak mengurus hak warismu, Seluruh harta peninggalan orang tuamu sudah berganti kepemilikan.” Jelas Yunho membuat kedua mata Donghae melebar.

“Ba…bagaiman bisa?” jawabnya berupa pertanyaan.

Yunho menggeleng, “aku tidak tahu pasti, dan kau tahu siapa yang menjadi ahli warisnya?”

“Siapa?”

“Kim Kibum.”

.

Jdeer

.

Donghae tertegun mendengarnya, Kibum merampok hartanya? Tapi kapan?

Itulah yang ada di pikiran Donghae. ‘jadi ini tujuan ia menikah denganku? Karena harta?’ Donghae membatin.

“Saranku jika kau tidak mau kehilangan hartamu.” Yunho menarik nafas membuat Donghae gemas.

“Cepat katakan oppa!” desak Donghae.

“Apapun yang terjadi selama ia masih menjadi ahli waris, kau tidak boleh bercerai dengan Kim Kibum!” Jelas Yunho.

Donghae bersyukur dalam hati, ‘untung aku tidak jadi bercerai dengan Kibum, jika tidak mungkin aku sudah tidur di jalan!’ batinnya.

“Aku akan membantumu mendapatkan kembali hartamu jika kau mau.” Perkataan Yunho berhasil mengembalikan Donghae ke dunia nyata.

“Caranya?”

Yunho menyerigai, ia berjalan memutar menghampiri Donghae yang ada disebrang mejanya. Ia mensejajarkan tingginya dengan Donghae yang masih duduk, kemudian membisikkan sesuatu pada yeoja itu.

Donghae mengangkat sebelah alis mendengar rencana namja itu, namun ia menyerigai ketika melihat kembali seringai di wajah tampan Yunho.

‘Sepertinya menarik, awas kau Kim Kibum!’ batin Donghae. Mungkin karena darah Lee Kangin yang mengalir dalam tubuhnya, ayahnya yang dikenal sebagai pengusaha sukses yang ambisius, membuat Donghae itu Nampak seperti ayahnya kini. Meskipun Donghae sendiri tidak begitu tahu-menahu soal kejamnya dunia bisnis yang digeluti ayahnya, ia hanya diperlihatkan kekayaan keluarganya oleh Kangin dahulu, harta yang akan dimiliki Donghae nantinya.

“Bagaimana euum, aku harus memanggilmu apa? Masih Nyonya Kim atau kembali Nona Lee?” tanya Yunho terkekeh.

“Nyonya Jung juga boleh!” jawab Donghae acuh membuat Yunho menghentikan kekehannya.

Nyonya Jung? Maksudmu Lee –ah bukan tapi Kim Donghae?

“Ish! tentu aku bercanda oppa!” lanjut Donghae karena Yunho yang tidak meresponnya.

“Ah ya tentu saja!” tanggap Yunho tersenyum.

.

“Aku akan menunggu kabar darimu oppa!” seru Donghae berdiri dari duduknya.

“Kenapa terburu-buru sekali?” tanya Yunho kembali menegakkan tubuhnya, berjabat tangan dengan Donghae.

“Aku ingin bermalas-malasan di rumah oppa!” jawab Donghae nyengir.

“Hahahaha, kau ini!” balas Yunho tertawa.

.

Cklek

.

Donghae tersenyum lebar, ia sungguh tidak sabar menunggu Yunho menjalankankan strategi untuk mengambil kembali harta miliknya dari Kibum. Ia pun yakin Yunho pasti akan membantunya bukan hanya secara fikiran, tapi juga tenaganya untuk Donghae, tentu saja.

‘Aku akan membuatmu menyesal Kim Kibum!’ geram Donghae melangkah meninggalkan kantor Yunho.

.

.

TBC

.

Bagaimana?

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Option and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. knp yunho tb2 dtng. ni jgn2 mau brbuat jahat. readr sok jd detektp.

    Suka

  2. hahhaha
    apa hae udah mulai menyukai kibum ,,
    ahh
    minnie emang baik ,,
    mgrt perasaan.x hae ,,
    hmm
    aqr.x hae tau jga lw hrta.x udah pndah ama kibum ,,
    apa rncna.x ,?

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: