Fanfiction Option Chapter 13

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title       : Option

Author  : Nazimah Agustina Elfish a.k.a Kang Hyo Sang

Pair: CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, YunHae, KyuMin, HanChul, SiHyuk)

Rate       : T+

Genre    : drama, romance, family,  angst

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Jung Yunho, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Tan Hangeng,  Choi Siwon

Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?

Warning : GS, crack pair..

*

*

*

Tidak suka? Tidak usah dibaca.

 

.

.

Sebelumnya …

.

.

.

“Saranku jika kau tidak mau kehilangan hartamu.” Yunho menarik nafas membuat Donghae gemas.

“Cepat katakan oppa!” desak Donghae.

“Apapun yang terjadi selama ia masih menjadi ahli waris, kau tidak boleh bercerai dengan Kim Kibum!” Jelas Yunho.

Donghae bersyukur dalam hati, ‘untung aku tidak jadi bercerai dengan Kibum, jika tidak mungkin aku sudah tidur di jalan!’ batinnya.

“Aku akan membantumu mendapatkan kembali hartamu jika kau mau.” Perkataan Yunho berhasil mengembalikan Donghae ke dunia nyata.

“Caranya?”

Yunho menyerigai, ia berjalan memutar menghampiri Donghae yang ada disebrang mejanya. Ia mensejajarkan tingginya dengan Donghae yang masih duduk, kemudian membisikkan sesuatu pada yeoja itu.

Donghae mengangkat sebelah alis mendengar rencana namja itu, namun ia menyerigai ketika melihat kembali seringai di wajah tampan Yunho.

‘Sepertinya menarik, awas kau Kim Kibum!’ batin Donghae. Mungkin karena darah Lee Kangin yang mengalir dalam tubuhnya, ayahnya yang dikenal sebagai pengusaha sukses yang ambisius, membuat Donghae itu Nampak seperti ayahnya kini. Meskipun Donghae sendiri tidak begitu tahu-menahu soal kejamnya dunia bisnis yang digeluti ayahnya, ia hanya diperlihatkan kekayaan keluarganya oleh Kangin dahulu, harta yang akan dimiliki Donghae nantinya.

“Bagaimana euum, aku harus memanggilmu apa? Masih Nyonya Kim atau kembali Nona Lee?” tanya Yunho terkekeh.

“Nyonya Jung juga boleh!” jawab Donghae acuh membuat Yunho menghentikan kekehannya.

Nyonya Jung? Maksudmu Lee –ah bukan tapi Kim Donghae?

“Ish! tentu aku bercanda oppa!” lanjut Donghae karena Yunho yang tidak meresponnya.

“Ah ya tentu saja!” tanggap Yunho tersenyum.

.

“Aku akan menunggu kabar darimu oppa!” seru Donghae berdiri dari duduknya.

“Kenapa terburu-buru sekali?” tanya Yunho kembali menegakkan tubuhnya, berjabat tangan dengan Donghae.

“Aku ingin bermalas-malasan di rumah oppa!” jawab Donghae nyengir.

“Hahahaha, kau ini!” balas Yunho tertawa.

.

Cklek

.

Donghae tersenyum lebar, ia sungguh tidak sabar menunggu Yunho menjalankankan strategi untuk mengambil kembali harta miliknya dari Kibum. Ia pun yakin Yunho pasti akan membantunya bukan hanya secara fikiran, tapi juga tenaganya untuk Donghae, tentu saja.

‘Aku akan membuatmu menyesal Kim Kibum!’ geram Donghae melangkah meninggalkan kantor Yunho.

.

.

.

~ Nazimah Agustina SnowFish ~

~ Option ~

Chapter 13

.

.

.

Tujuh hari kemudian

07.30 am di kediaman keluarga Lee …

.

 

Drrt … drrt …

“Halo Yunho oppa?” sapa Donghae pada orang yang menelphonenya, Yunho.

“Bisakah kau ke kantorku hari ini Hae-ya?” tanya Yunho di seberang sana.

“Ada yang ingin kubicarakan denganmu, tentang hartamu.” Lanjutnya membuat Donghae mengangguk setuju.

“Ne oppa, aku bisa.” Setelahnya sambungan telephone terputus.

“Huuffh” Donghae menghela nafas, ia kemudian beranjak dari kamarnya menuju meja makan.

.

.

Ruang Makan …

.

.

Donghae mendudukkan dirinya di tempat biasa, ia memandang makanan di depannya tidak berselera.

“Waeyo?” tanya Kibum dengan mata menatap Koran yang ada di tangannya, Donghae menoleh namun ia diam menatap Kibum.

“Kau kenapa hhm?” tanya Kibum lagi namun pandangannya kali ini tertuju pada istri pertamanya.

“Gewenchana.” Jawab Donghae singkat dan terkesan dingin, membuat sebelah alis Kibum terangkat.

‘Perasaanku saja atau wajahnya memang semakin memucat?’ Kibum membatin memerhatikan wajah Donghae yang memang semakin tirus dan pucat, ia ingin bertanya namun,

“Supnya dataaang!” seru Sungmin ceria dari arah dapur, baik Kibum maupun Donghae tersenyum melihat Sungmin yang selalu ceria dan perhatian ini.

.

“Aku masakkan khusus untuk kita bertiga! Terutama kau Donghae! Tubuhmu semakin kurus saja!” ucap Sungmin mengambil piring yang ada di depan Donghae dan mulai mengisinya dengan sup yang dimasaknya sendiri, jangan lupakan banyaknya sayur yang ia beri di piring madunya itu.

“Gomawo Minnie.” Ucap Donghae tersenyum simpul.

“Sama-sama Hae-ah!” sahut Sungmin tersenyum lebar.

“Kibummie, kau juga harus banyak makan!” seru Sungmin kini mengisi piring Kibum dengan sup yang sama banyaknya di piring Donghae, Kibum tersenyum lembut.

“Kau juga chagiya, harus banyak makan!” sahut Kibum memamerkan killer smile.

“Huh!” dan tanpa disadari Donghae, ia mendengus mendengar sahutan Kibum.

“Waeyo?” tanya Kibum terusik pada Donghae.

“Ani!” elak Donghae menggelengkan kepalanya cepat.

“Aku sudah selesai!” lanjutnya kemudian berdiri.

“Tapi kau belum memakan makananmu!” larang Sungmin ketika Donghae sudah hendak meninggalkan ruang makan.

“Aku tidak lapar!” sahut Hae acuh meninggalkan mereka berdua.

.

.

“Sudahlah! Dia memang tipikal anak manja!” ucap Kibum ketika Sungmin hendak menghampiri Donghae dengan membawa sarapannya.

“Duduk dan makanlah! Biar aku yang mengurusnya nanti!” ucap Kibum membuat Sungmin tersenyum.

“Gomawo Bummie.” Ucap Sungmin tulus.

“Hmm.” Gumam Kibum lalu menyendokkan sarapannya ke dalam mulut.

.

.

.

Kamar Donghae …

08.00 am …

.

.

Tok … tok … to …

 

“Masuklah!” sahut Donghae tanpa melihat pintu.

.

Ceklek …

.

“Kau?” tanggap Donghae mendudukkan dirinya cepat, tadi ia berbaring tengkurap dengan menaikkan kedua kakinya.

“Kau kenapa?” tanya Kibum lembut berjalan menghampiri Donghae.

“Tidak ada apa-apa!” sergah Donghae.

“Makanlah!” perintah Kibum membawa sarapan Donghae, Donghae menatap piring itu dalam diam.

“Ingin kusuapi?” tanya Kibum membuyarkan lamunan Donghae.

“Eh?” tanggap Donghae dengan kening berkerut, tidak menyangka Kibum akan memperlakukannya demikian.

Tanpa menjawab Kibum langsung saja menyodorkan sesendok berisi nasi beserta lauk dan sayurnya tepat di depan mulut Donghae, membuat yeoja itu mau tidak mau membuka mulutnya.

“Enak?” tanya Kibum tersenyum manis pada Donghae.

“Masakan Sungmin selalu enak!” sahut Donghae, keduanya tertawa.

.

“Maaf.” Ujar Kibum, Donghae hanya diam.

“Maaf karena aku tidak pernah adil padamu dan Sungmin! Percayalah, jika Sungmin yang membuatku sadar jika aku memiliki satu bidadari lagi yaitu kau Kim Donghae!” lanjutnya tersenyum lembut pada Donghae.

Chup

Donghae hanya terdiam, ia tidak mampu berkata-kata lagi ketika Kibum yang menciumnya dengan sangat lembut di keningnya.

“Walaupun kita tidak saling mencintai tapi kau tetap istriku, tanggung jawabku. Sejujurnya aku ingin belajar mencintaimu sebagaimana aku mencintai Sungmin. Aku sadar jika kau memiliki hati yang besar, karena kau mengizinkanku menikah dengan Sungmin, aku sangat berterima kasih untuk itu.” jelas Kibum panjang lebar diakhiri senyuman, Donghae masih terdiam, mencoba mencerna perkataan Kibum dan mencari kebohongan di mata kelam suaminya, namun nihil.

“Maukah kau belajar mencintaiku sebagaimana aku yang ingin belajar mencintaimu? Memulai hidup baru kita bersama Sungmin?” tanya Kibum menggenggam jemarinya.

Donghae membuka mulutnya, namun tak ada satu katapun yang terucap dari bibirnya, ia tutup lagi mulutnya.

‘Bagaimana ini?’ batinnya menjerit. Donghae bingung, ia merasa dilema sekarang. Kibum benar, seharusnya mereka memulai hidup baru bersama Sungmin, berbahagia bersama. Tapi, mengingat perlakuan Kibum selama ini padanya, sungguh Donghae ingin membunuh Kibum dengan tanggannya sendiri!

Balas dendam, itulah yang ada di pikiran Donghae terhadap Kibum saat ia menyadari alasan namja itu menikahinya, saat mengingat perlakuan tidak menyenangkan dari namja brengsek yang berstatus suami sahnya itu serta sakit hati yang dirasakannya selama ini.

Namun, bukankah itu sudah berlalu Kim Donghae?

Bukankah kehadiran Sungmin diantara kalian membuat kalian sadar dengan posisi masing-masing? Dia bukan musibah bagimu, tapi anugerah!

Bukankah kau sudah memutuskan untuk melupakan Cho Kyuhyun?

Sedangkan Sungmin, ia begitu menyayangimu layaknya saudarimu, dia tipe madu yang baik bukan?

Dan, balas dendam itu tidak baik. Kau tahu itu dengan jelas. Kau bisa mengambil harta itu kembali tanpa sepengetahuan Kibum dan melanjutkan hidup bersamanya juga Sungmin dengan damai, dengan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa bukan?

.

.

.

Donghae menghela nafas setelah rentetan pertanyaan itu singgah di otaknya, ia kemudian balas menatap Kibum, dibalasnya genggaman jemari tersebut sembari tersenyum. “Ne, aku mau!” jawabnya kemudian mendapat pelukan hangat dari Kibum.

Donghae tulus mengucapkannya? Hanya ia dan Tuhan yang tahu! ((jangan lupakan authornya juga!))

“Gomawo chagiya!” seru Kibum terharu di dalam pelukannya.

“Cheomna chagiya!” sahut Donghae terisak, keduanya mengeratkan pelukan masing-masing.

.

.

.

“Sekarang kau habiskan makananmu dulu ne?” pinta Kibum kembali menyendokkan sarapan Donghae dan menyuapkannya ke mulut sang istri disertai senyuman.

“Kau tidak pergi ke kantor huh?” tanya Donghae di sela makannya.

“Setelah ini.” Jawab Kibum singkat dan kembali menyuapi Donghae.

.

.

“Kau sangat manja eoh!” goda Kibum setelah piring di tangannya kosong, ia kemudian mengambil segelas susu yang diletakkannya di atas meja nakas.

“Begitulah!” sahut Donghae mengerling nakal pada Kibum sebelum menyambut susu tersebut, Kibum terkekeh mendengarnya.

Mereka sangat cepat akrab eoh? kenapa tidak dari dulu saja hubungan mereka seperti ini?

Readers               :              salahkan authornya yang bikin ini ff ribet!

Author                  :              *berdecak sebal* mau dilanjut apa tidak????!

Readers               :              hehehe, bercanda thor!

.

.

10.00 am

.

Tok… tok… tok…

.

“Masuk!”

Ceklek

.

.

.

“Hae? Duduklah!” seru Yunho tersenyum ramah pada Donghae.

Donghae balas tersenyum kemudian menghampiri pengacara keluarganya itu dan menduduki kursi yang ada di sebrang namja bermarga Jung tersebut.

“Ada apa oppa?” tanya Donghae.

“Kau sakit?” tanya Yunho menyipitkan matanya pada Donghae.

“Ah ani! Aku tidak sakit oppa!” sergah Donghae tersenyum.

Yunho menghela nafas, “saranku setelah ini kau memeriksakan kesehatanmu ke dokter.” Nasihat Yunho yang sebenarnya tidak akan dituruti Donghae, namun yeoja itu tetap tersenyum menanggapi namja yang kurang lebih lima tahun telah dikenalnya melalui sang appa dahulu.

“Begini, kita membutuhkan orang yang dapat kita percayai dan memilki skill untuk menjadi partner Kibum nanti.” Seru Yunho membuka topik.

“Maksud oppa? Jika oppa membutuhkan orang ya bayar saja orang yang berpengalaman untuk menyingkirkan Kibum dari dunia bisnis! mudah bukan?” ujar Donghae menyernyitkan dahi.

“Itu tidak menjamin Hae! Maksudku, banyak orang yang berpengalaman dalam hal bisnis tapi mereka itu kebanyakan tidak bisa dipercaya! Setelah mendapat yang mereka mau, mereka bisa saja menguasai hartamu Hae!” jelas Yunho, tergambar kekhawatiran di wajah tampannya.

“Kenapa tidak oppa saja? Aku percaya sepenuhnya padamu!” Yunho menggeleng lemah mendengar permintaan Donghae yang menunjukkan sifat kekanankan sekarang.

“Tidak bisa Hae, keahlianku di bidang hukum, bukan bisnis!” jelas Yunho, mereka kemudian terdiam, terlihat berpikir.

.

.

Beberapa saat kemudian …

.

.

.

“Ah!” Yunho menjentikkan jarinya, ia tersenyum lebar pada Donghae.

“Cho Kyuhyun! Ya! Dia seharusnya menjadi direktur Cho Corp jika perusahaan itu tidak bangkrut. Aku yakin ia memiliki bakat seperti ayahnya!” seru Yunho menggebu-gebu.

“Kau kan dulu pernah menjalin kasih dengannya, apa kau pikir ia dapat dipercaya hmm?” tanya Yunho dengan mata berbinar pada Donghae.

“Euum, tapi dia masih kuliah oppa!” jawab Donghae membuat Yunho kembali lemas.

“Sayang sekali!” ungkapnya tidak menyembunyikan rasa kecewa. Donghae terlihat berpikir kembali, ia tampak menghitung dengan kesepuluh jarinya.

‘Bukankah Kyuhyun sudah berumur 22 tahun? Itu artinya tahun ini ia lulus kuliah!’ batin Donghae.

.

.

“Tapi, tahun ini seharusnya ia akan mengikuti wisuda oppa!” seru Donghae membuat Yunho menatapnya tersenyum.

“Kau percaya padanya?” tanya Yunho lagi menatap mata Donghae dalam.

“Itu,, eerr,, aku tidak yakin, tapi coba saja!” sahut Donghae merasa tidak enak ditatap seperti itu oleh Yunho.

“Hubungi dia kalau begitu, sekarang!” Donghae merengut karena diperintah oleh Yunho, namun ia tetap mengambil ponselnya untuk menelphone Kyuhyun.

.

.

.

“Halo?” sapa Kyuhyun di sebrang sana.

“Err Kyu, bisakah kita bertemu nanti saat makan siang di tempat biasa?” tanya Donghae canggung, selain karena yang Yunho terus menatapnya serius.

“Ada perlu apa?” tanya Kyuhyun, Donghae terlihat gelisah menatap Yunho, meminta pendapat.

“Ada yang ingin kubicarakan, penting!” jawabnya.

“Ya sudah kalau begitu.”

“Gomawo Kyu.”

“Ne Hae-ya.” Dan sambungan terputus, Donghae menatap Yunho yang mengangguk padanya.

.

.

.

Coffe Shop …

12.30 pm

.

.

.

Terlihat sebuah audy hitam menyambangi sebuah café, tidak lama kemudian keluarlah sesosok namja tampan dan bertubuh tegap, serta yeoja cantik menggunakan kacamata hitam dengan rambut hitam panjang terurai, kemeja putih polos lengan panjang dan celana panjang berwarna hitam dari pintu mobil yang lain. ((aku langsung terbayang Donghae terlihat seperti SNSD Tiffany saat awal-awal MV Paparazzi, bedanya Tiffany pakai baju hijau dan Hae diliatin sama pengunjung café bukan wartawan,, aku hanya membayangkan, jadi readers yang merasa SONE dan yang tidak menyukai SNSD jangan bash saya karena saya tidak mau di bash untuk kedua kali karena Sembilan yeoja itu))

Yunho dan Donghae kemudian memasuki café tersebut beriringan, bagi orang lain yang tidak tahu hubungan mereka yang sebenarnya, pasti akan mengira mereka adalah pasangan kekasih atau suami istri, karena Donghae yang mengapit lengan kekar Yunho. ((kupikir mereka cocok juga!#ditabok Kibum dan KHS))

.

.

“Anneyong Kyu-ah!” sapa Donghae.

“Anneyong Hae-ah!” balas Kyuhyun tersenyum kemudian berbalik menghadap Donghae, (ceritanya Kyuhyun duduk membelakangi YunHae) namun senyumnya memudar berganti dengan tatapan bingung ketika matanya membidik lengan Yunho yang diapit mesra oleh Donghae.

‘Kemarin Kibum yang berselingkuh, apa sekarang Donghae juga mengikuti jejaknya?’ batin Kyuhyun tidak mengerti.

“Apa kau sudah menunggu lama Kyu?” tanya Donghae setelah menduduki kursi yang ada di hadapan Kyuhyun, sedangkan Yunho mendudukkan dirinya disamping Donghae.

“Tidak, aku baru saja datang!” sahut Kyuhyun.

.

.

.

“Euum, kau saja!” ucap Donghae menyuruh Yunho, Yunho menghela nafas dan berdehem. (( dalam khayalanku, Yunho keren banget dibagian ini dan selanjutnya! ))

.

.

“Jung Yunho imnida, aku adalah pengacara pribadi keluarga Lee, kau dapat memanggilku Yunho.” Ucap Yunho memperkenalkan dirinya pada Kyuhyun sambil tersenyum.

“Cho Kyuhyun imnida.” Balas Kyuhyun seadanya.

“Begini, kami datang menemuimu karena kami ingin mengajakmu bekerja sama Kyuhyun-sshi.” Yunho memberi jeda pada perkataannya, menunggu respon dari lawan bicaranya.

“Bekerja sama? Dalam hal apa?” tanya Kyuhyun  penasaran, Yunho tersenyum sebelum melanjutkan. ((entah kenapa setelah debut(?) Yunho di Option ini, aku berpikir  akan menjadikannya sebagai namja yang ‘hebat’ dalam ffku yang lain.))

“Kami meminta bantuanmu untuk bekerja di Perusahaan Lee. Dan kau tenang saja, kami akan memberikanmu tempat yang penting dengan gaji yang besar disana, asal kau bisa menggulingkan Kim Kibum dimata pemilik saham. Kau akan mulai dipekerjakan sebagai mata-mata kami setelah mendapat gelar sarjana.” Sahut Yunho, Kyuhyun menaikkan sebelah alis kemudian menatap Donghae yang langsung mengalihkan pandangannya.

“Aku butuh penjelasan lain!” tegas Kyuhyun menatap Yunho tajam, Yunho menyerigai.

“Bersedia atau tidak?” tanya Yunho balas menatapnya tajam, Kyuhyun berpikir.

‘Sepertinya tidak ada salahnya juga aku mengikuti rencana mereka.’ Batinnya.

“Kenapa kalian memilihku?” tanyanya memastikan.

“Donghae percaya padamu dan aku yakin kau memiliki bakat bisnis dari ayahmu.” Jawab Yunho jujur.

“Baiklah!” setuju Kyuhyun kemudian menyambut uluran tangan Yunho, membalas jabatannya.

.

”Gomawo Kyu-ah!” ucap Donghae tersenyum pada Kyuhyun saat mereka bersalaman.

“Cheomna Hae-ah!” sahut Kyuhyun tersenyum. Mereka kemudian berpisah setelah Donghae memakai kembali kacamata hitamnya dan berjalan menggandeng lengan Yunho.

.

.

Di parkiran …

.

.

“Ugh!” lenguh Donghae saat hendak memasuki mobil Audy milik Yunho.

“Waeyo Hae-ah?” tanya Yunho panik, ia berjalan memutar menghampiri kliennya itu.

“Kita ke rumah sakit sekarang!” putus Yunho namun Donghae menggeleng.

“Ani! Aku hanya pusing oppa! Ugh!” ringisnya menahan sakit di kepalanya.

“Tidak bisa! Kita harus memeriksakan keadaanmu sekarang!” setelah mengucapkannya, Yunho mendorong tubuh Donghae memasuki mobilnya dan ia dengan cepat memasuki mobilnya, melajukannya ke rumah sakit terdekat.

.

.

.

Ruang Dokter …

.

.

“Bagaimana keadaannya Dok?” tanya Yunho saat dokter yang bername tag dr. Park itu duduk di kursinya.

“Sebenarnya ….” Dr. Park menggantungkan jawabannya membuat Yunho gemas.

“Sebenarnya?” ulang Yunho tidak sabar.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

Terima kasih untuk yang membaca dan maaf jika mengecewakan.

Menerima kritik dsn saran.

Setelah membaca budayakan berkomentar

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Fanfiction, Option and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. Minyoittumeea Pnycssibey

    yah penasaran banget gantung min gantung hehehe

    Suka

  2. mimiiin’-‘)/ wuah ceritanya makin rumit aja nih tapi seru + bikin penasaran banget sumpah

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: