Fanfiction Option Chapter 2

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title       : Option

Author   : Nazimah Elfish

Pair        : CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, KyuMin, KangTeuk, HanChul)

Rate       : T untuk chap awal, entahlah untuk selanjutnya tergantung situasi

Genre    : drama, romance, little angst

Cast       : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Lee Sungmin, Kim Young Woon, Kim Heechul, Park Jung Soo, Tan Hangeng

Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?

Warning : GS, crack pair..

Sebelumnya ..

“ kau tahu perusahaan Lee, lebih tepatnya keluarga Lee ?” Tanya hangeng basa-basi setelah Kibum duduk.

“ iya ayah, salah satu perusahaan dan keluarga terpandang dan disegani di Korea Selatan. Ada apa ?”

“ ini behubungan dengan makan malam kita dengan keluarga itu Kibum-ah.” Hangeng mengatakannya  dengan serius.

“ dahulu saat kau dan Donghae –putri keluarga Lee masih kanak-kanak, kami telah menjodohkan kalian berdua, dan akan menikahkan kalian berdua.” Jelas Hangeng pada putranya.

JDEER

“ APA ?” seru Kibum tidak percaya pada apa yang didengarnya.

Chapter 2

“ kau kenapa Kibum-ah ?” Heechul yang terkejut dengan respon anaknya pun bertanya.

“ ini tidak benar ayah ibu! Katakan itu bohong!” raung Kibum di hadapan kedua orang tuanya.

“ apa maksudmu kibum-ah ?” Tanya Hangeng.

“ tolong batalkan pernikahan ini ayah, kumohon!” pinta Kibum memelas.

“ tapi,,” Hangeng mulai kehabisan kata-kata.

“ aku sudah memiliki kekasih  dan kami saling mencintai.” Jujur Kibum, selama ini ia memang tidak pernah menceritakan tentang Sungmin pada keluarganya.

Plaak

Tamparan mendarat di pipi Kibum yang berasal dari ibunya.

“ kau sudah gila hah ?! jika kau tak menikahi Lee Donghae maka perusahaan kita akan bangkrut Kim Kibum !” teriak Heechul tepat dihadapan anaknya.

“ apa maksud ibu ?” Tanya Kibum terkejut, bukankah perusahaan Kim adalah salah satu perusahaan paling maju di negaranya ?

“ perusahaan kita sedang dalam masa-masa sulit Kibum-ah! Dan hanya perusahaan Lee yang dapat membantu kita, jika kau menikahi pewaris tunggalnya yaitu Lee donghae, maka bisa dipastikan kau yang akan mengurus perusahaan keluarga mereka, mempermudah kita untuk menguasai kekayaan mereka.” Jelas Hangeng.

“ kau ingin kita melarat Kibum-ah ?” kini suara sang ibu yang terisak.

“ lupakan kekasihmu atau lupakan keluargamu!” ancam Heechul pada putranya dan pergi meninggalkannya, disusul Hangeng yang menepuk bahunya.

‘ini benar-benar pilihan yang sulit untukku!’ batin kibum menjerit frustasi.

Saat yang sama di Kediaman Keluarga Lee ..

“ penikahan ?” Tanya Donghae pada ibunya.

“ iya sayang, usiamu sudah menginjak dua puluh empat tahun sebentar lagi. Untuk itu kami ingin melihatmu di persunting sayang.” Jelas Leeteuk lembut seraya membelai rambut panjang putrinya.

“ tapi aku sama sekali tidak mengenal Kim Kibum itu ibu!” sahut Donghae merengek.

“ tapi ini sudah keputusan ibu dan ayah serta kedua orang tua Kibum sayang saat kalian berdua masih kecil.”  Leeteuk masih berusaha membujuk anaknya untuk menerima perjodohan itu, agar suaminya tidak berlaku kasar lagi pada putri kesayangannya itu.

“ batalkan saja pernikahannya ya bu,, ya ya ya ?” Donghae berusaha agar Leeteuk mengikuti keinginannya.

“ Tidak ada bantahan Lee Donghae!” teriak Kangin membuat ibu dan anak itu terlonjak kaget.

“ a.. ayah..” Donghae merasa takut saat berhadapan dengan ayahnya sendiri.

“makan  malam nanti akan membicarakan tentang pernikahan kalian, jadi jangan berbuat macam-macam!” ancam kangin bermaksud membuat Donghae tunduk kali ini padanya.

“ Aku tidak mau!” entah kemana rasa takutnya berhadapan dengan sang ayah tadi, kini Donghae malah berdiri dari duduknya, memandang sengit sang ayah layaknya menentang keputusan yang menurutnya sangat tidak adil itu.

Plaak

Tamparan keras dari Kangin membuat Leeteuk menjerit melihat tingkah suaminya yang menurutnya sangat keterlaluan itu. donghae terisak dengan tangan yang memegang pipinya yang terasa panas, bahkan darah keluar dari sudut bibirnya.

“ sekali lagi kau menyakitinya, kupastikan kau tidak akan melihat kami berdua lagi Lee Kangin!!!” ancam Leeteuk berbahaya pada suaminya, kini ia berada diantara keduanya, berusaha melindungi Donghae.

“ ibuu..” adu Donghae memeluk ibunya.

“ sudah sayang, lebih baik kita pergi ke kamar eoh ?” bujuk Leeteuk kembali melembut pada anaknya, dirasakannya Donghae mengangguk dalam pelukannya kemudian  mereka berdua pergi ke kamar Donghae tanpa melihat sedikitpun ke arah Kangin yang masih terpaku akan ancaman sang istri.

“ kenapa selalu saja seperti ini eoh ?” Tanya Kangin pada dirinya sendiri.

Di kamar Donghae ..

Di dalam kamar mewah dengan warna biru yang mendominasi kamar tersebut terdengar ringisan serta isakan yang terdengar dari mulut Donghae yang luka di sudut bibirnya tengah di obati oleh Leeteuk.

“ isshh, pelan-pelan bu.” Ringis Donghae merasakan perihnya alcohol yang menyentuh lukanya.

“ maafkan ibu!” sesal Leeteuk, Donghae memaksakan senyumnya.

“ tak apa bu.” Balasnya, Leeteuk membalas senyumannya.

“ jangan membantah ayahmu lagi eoh ?” pinta Leeteuk pada putrinya.

“ aku mencintai Kyunnie bu!” aku Donghae, Leeteuk tersentak.

“ kau belum dapat melupakannya Hae-ah ?” Tanya Leeteuk, Donghae menggeleng.

“ kenapa ?” Tanya Leeteuk mengangkat wajah putrinya yang menunduk.

“ apa yang telah kau berikan padanya hingga kau tidak dapat melupakannya ? jawab!” Tanya Leeteuk mengintrogasi Donghae, Donghae tetap bungkam.

“ tubuhmu ?” Tanya Leeteuk, ia sangat berharap Donghae menggeleng tapi Donghae mengangguk mengiyakan.

Plaak

Tamparan kembali mendarat di pipi Donghae, meskipun tidak sekeras ayahnya tapi Donghae merasa jauh lebih sakit di hatinya karena ibunya tidak pernah berbuat kasar padanya sekarang malah menamparnya.

“ kapan pertama kali dia menyentuhmu ? jawab!” bentak leeteuk parau, kini iapun menangis sama seperti Donghae sekarang.

“ se.. seminggu yang lalu.” Jawab Donghae takut-takut, tidak berani menatap sang ibu yang benar-benar kecewa dengan perbuatannya.

“ jadi kau selama ini membohongi kami tentang hubungan kalian ?” Tanya Leeteuk memastikan, Donghae kembali mengangguk.

“ kenapa kau lakukan itu hae-ah ?” Tanya Leeteuk melembut.

“ kami saling mencintai bu.” Jawab Donghae masih menunduk.

“ jadi kau hanya mencintai Kyuhyun ? tidak mencintai orang tuamu sendiri ?” Donghae mengangkat wajahnya dan menggelengkan kepalanya kuat.

“ itu tidak benar bu! Aku benar-benar mencintai kalian!” Donghae meyakinkan ibunya.

“ jika kau mencintai kami, kenapa kau mencorengkan arang di muka kami eoh ?” Tanya Leeteuk dingin.

Deg

Donghae merasa inilah saat-saat tersulit di hidupnya, dimana ia dipaksa memilih satu di antara dua.

“ aku tidak tahu apa yang terjadi bu. Ketika  aku bangun aku sudah berada di atas ranjang bersamanya, dengann tubuh hanya berbalut selimut!” Jelas Donghae masih terisak.

“ maafkan aku ibu..” mohon Donghae berlutut di kaki Leeteuk.

“ kau mau tahu agar ibu mau memaafkanmu hae-ya ?” Tanya Leeteuk pada putrinya.

“ apa itu bu ? apapun akan kulakukan!” desak Donghae.

“ apapun ?” Tanya Leeteuk memastikan kesungguhan Donghae.

“ apapun!” tegas Donghae. Leeteuk menangkupkan kedua telapak tangannya pada pipi Donghae.

“ tinggalkan dan lupakan Cho Kyuhyun selamanya! Tunduklah pada perintah ayah dan ibu! Jangan membuat kami susah lagi! Menerima pernikahanmu dengan Kim Kibum dan belajarlah mencintainya!” jawab Leeteuk dengan penuh penekanan serta menatap mata Donghae.

Donghae terdiam, pikirannya tidak salah mengenai memilih satu di antara dua.

‘bagaimana ini ? aku tidak mungkin semakin menyakiti ibu, tapi aku juga tidak bisa hidup tanpa Kyuhyun!” bathin Donghae.

“ andai kau menuruti keinginan kami waktu itu untuk meninggalkan Kyuhyun, pasti tidak akan seperti ini akhirnya!” sesal Leeteuk yang sebenarnya ingin membuat Donghae semakin menyesal dan  memilih keluarganya.

“ baiklah ibu..” jawab Donghae berat hati, air mata menetes kembali di pipinya.

“ berjanjilah kau tidak akan membohongi kami lagi sayang !” desak Leeteuk.

“ aku berjanji akan meninggalkan dan melupakan Kyuhyun , setelah itu aku akan menerima keputusan ayah dan ibu apapun itu!” tegas Donghae memaksa senyum getir kepada ibunya.

“ tapi ibu, beri aku kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal pada Kyuhyun, setelah itu aku tidak akan menemuinya lagi! Kumohon ?” pinta Donghae memelas, Leeteuk tampak berpikir.

“ baiklah sayang, tapi ingat hanya untuk berpamitan tidak lebih!” setelahnya Leeteuk tersenyum kemudian merentangkan kedua tangannya, Donghae langsung saja menghamburkan dirinya ke pelukan hangat Leeteuk.

“ terima kasih ibu!” isak Donghae.

“ berhentilah menangis Hae-ya! Kami melakukan ini untuk kebaikanmu juga sayang.” Leeteuk berusaha menenangkan Donghae di pelukannya.

‘ maafkan aku Kyu, aku tidak bisa mengecewakan ayah dan ibuku lagi! Maafkan ..’ Donghae membatin pilu.

“ jangan sampai ayahmu tahu soal hubunganmu dan Kyuhyun! Jika ia tahu ia bisa saja menyuruh orang untuk membunuh pemuda itu Hae-ya!” peringat Leeteuk.

“ iya ibu.” Jawab Donghae patuh.

“ sekarang temui Lee Kangin, dan katakan padanya kau akan menuruti semua keinginannya mulai sekarang!” nada bicara Leeteuk berusaha menjadi riang bermaksud menghibur putrinya itu. donghae mengangguk, mereka berdua keluar dari kamar menemui kangin yang masih di tempatnya.

Kangin yang masih kesal pada putrinya itu memandang dingin padanya.

“ tidak usah takut sayang. Dia ayahmu. ” Leeteuk memberi semangat pada Donghae. Donghae menghela nafas.

“ maafkan aku ayah! Aku akan menuruti semua keinginan ayah mulai sekarang.” Kangin terperangah dengan pernyataan Donghae kemudian menoleh ke arah Leeteuk, Leeteuk tersenyum dan mengangguk. Kangin ikut tersenyum juga, kemudian ia menghampiri dan memeluk anaknya.

“ kemarilah sayang!” pintanya pada Leeteuk yang hanya memperhatikannya sedari tadi. Berakhirlah perdebatan ini dengan adegan berpelukan keluarga kecil itu.

Malam hari di kediaman keluarga Lee ..

Donghae sedang bercermin di kamarnya,, saat ini ia menggunakan gaun panjang tanpa lengan berwarna biru safir dengan motif tidak terlalu rumit di bagian atasnya, rambutnya ia biarkan terurai, wajah manisnya dipoles dengan make up tipis, serta High heels silver setinggi Sembilan centi meter itu ikut menunjang penampilannya malam ini. Sederhana namun berkesan anggun dan cantik dipandang mata, tapi pandangan sendu dan putus asa itu sama sekali tidak mendukung penampilannya malam ini. Ia berusaha tersenyum agar orang tuanya –terlebih ibunya tidak mencemaskannya.

Ia melangkah keluar kamarnya menemui orang tuanya di ruang tengah.

“kau cantik sekali Hae-ya!”  puji Leeteuk menyambut kedatangan Donghae, kangin tersenyum di belakang Leeteuk. Donghae tersenyum dengan manisnya ketika sang ibu memeluknya dengan erat.

Sementara itu di kediaman keluarga Kim ..

Kibum tengah menikmati suasana balkon di kamarnya, walaupun pada kenyataannya ia tidak menikmatinya melainkan sibuk bergelut dengan pikirannya. Saat ini ia memakai setelan jas formal yang menambah kadar ketampanannya. Sama seperti Donghae, pandangan matanya yang sendu sama sekali tidak mendukung penampilannya malam ini. Ia diharuskan memilih,, Sungmin atau ibunya ?

“akupun sangat mencintaimu Kim Kibum!”

“ lupakan kekasihmu atau lupakan keluargamu!”

Perkataan dua wanita yang begitu dicintainya terus terngiang-ngiang di pikirannya. Dia sangat mencintai Sungmin dan Sungmin pun mencintainya, tapi di sisi lain ia juga tidak mengin menyakiti hati Heechul –ibunya.

Di sebuah restoran ternama di Seoul ..

Dan disinilah Donghae dan Kibum sekarang bersam kedua orang tua mereka masing-masing,,

“ kau sangat cantik Donghae-ah!” puji Heechul yang dibalas senyuman dan ucapan terima kasih oleh Donghae.

“ kau pun sangat berkharisma Kibum-ah!” kali ini Kangin yang memuji Kibum seraya menepuk pelan bahu pemuda itu, Kibum pun membalasnya tersenyum –yang dipaksakan- dan ucapan terima kasih.

“ nah Kibum, gadis cantik di depanmu ini lah Lee Donghae. Dan Donghae, pemuda tampan di depanmu ini Kim Kibum.” Kibum dan Donghae pun saling berjabat tangan dan melempar senyum yang dipaksakan.

Pembicaraan terus berlangsung di antara dua keluarga yang disegani itu sambil menikmati berbagai hidangan enak dan mewah yang tersaji di atas meja. Donghae dan Kibum tetap bungkam, mereka hanya tersenyum dan menjawab ala kadarnya jika ditanya. Keduanya masih setia memikirkan reaksi pasangan dan kelanjutan hubungannya jika mereka sudah mengetahui semuanya.

“ aku rasa pernikahan kedua anak kita semakin cepat dilaksanakan akan semakin baik Kangin-ah!” Hangeng mulai menyinggung rencana mereka belasan tahun silam.

“ benar Leeteuk-ah, bukankah mereka sangat serasi ?” timpal Heechul.

“ kau benar Chullie! Mereka memang serasi.” Setuju Leeteuk.

Kibum merutuk dalam hati atas kelicikan kedua orang tuanya yang menjadikan ‘perjanjian teman di masa lalu’ sebagai alasan,, padahal mereka menginginkan kekayaan temannya itu melalui pernikahan ia dan Donghae. Ia  mengerling ke arah Donghae, dapat dilihatnya gadis itu pun murung sepertinya.

‘ kurasa dia juga tidak menyetujui perjodohan ini.’ Kibum menyimpulkan perasaan Donghae, membaca raut wajah Donghae yang sarat akan kesedihan walupun ia tersenyum saat berbicara.

“ bagaimana bila pernikahan mereka dilaksanakan sebulan lagi ?” Hangeng mengusulkan.

Usulan Hangeng sontak menyadarkan Kibum dan Donghae dari pikiran mereka masing-masing.

‘ sebulan lagi ?’ batin keduanya tidak percaya.

“ apa itu tidak terlalu cepat hangeng-ah ? kurasa biarkan anak-anak kita saling mengenal satu sama lain dahulu.” Kangin yang tidak menyetujuinya pun menolaknya.

“ tapi bukankah mereka dapat mengenal satu sama lain lebih dekat lagi setelah menikah ? jujur saja, aku dan Chullie menginginkan menimang cucu secepatnya. Benarkan sayang ?” Hangeng masih berusaha membujuk Kangin untuk menyetujui usulannya.

“ iya sayang.” Timpal Heechul yang mengikuti permainan suaminya.

“ kalian benar, kami pun menginginkan cucu secepatnya. Baiklah, pernikahan mereka sebaiknya dipercepat.” Putus Kangin kemudian.

Kibum menyerigai, ‘mangsa masuk perangkap!’ batinnya, ia yakin kedua orang tuanya pun tengah bersorak dalam hati mendengar keputusan calon besannya itu.

‘baiklah, aku akan mengikuti permainan kalian!’ Kibum kembali membatin, seringai di wajahnya semakin mengembang. Tak lama kemudian seringai itu berubah menjadi senyuman, ia berdiri dari tempat duduknya membuat semua orang yang ada di meja itu memandangnya heran.

“ maukah kau ikut aku jalan-jalan sebentar ?” Donghae memperhatikan uluran tangan Kibum, setelah melirik ke arah Leeteuk, Donghae pun dengan ragu menyambut tangan itu. Heechul tersenyum melihat Kibum yang mau mendukung rencananya.

“ kalian berbincang-bincanglah berdua.” Leeteuk tersenyum manis pada keduanya.

“ iya ibu.” Pamit Donghae. Kibum dan Donghae pun beranjak meninggalkan kedua orang tua mereka.

“ ada apa  Kibum-ssi ?” Tanya Donghae memecah keheningan yang melanda mereka. Kibum menghela nafas berat, ia merasa sedikit kasihan dengan calon istrinya itu yang hanya dijadikan batu loncatan bagi ia dan orang tuanya untuk menguasai harta kekayaan yang akan diwarisi oleh gadis disampingnya kini.

“ aku ada penawaran untukmu.”  jawab kibum, Donghae mengerutkan kening.

“ apa itu ?” Tanya Donghae yang tidak bisa menutupi rasa penasarannya.

TBC

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Option and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. kihae… msh bm akrab sm couple ni. tp ceritax seru. jd q pilih next.

    Suka

  2. mmmmmmm…… akhirnya menikah jga kihae

    Suka

  3. ehh
    kihae djodohkan ,?
    hmmm
    hanchul cma manfaatkan pernikahan kihae yach ,?
    truz gmna kyumin ,?

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: