Fanfiction Option chapter 6

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title       : Option

Author   : Nazimah Elfish

Pair        : CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, KyuMin, KangTeuk, HanChul)

Rate       : T untuk chap awal, entahlah untuk selanjutnya tergantung situasi

Genre    : drama, romance, family,  angst

Cast       : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Park Jung Soo, Kim Young Woon

Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?

Warning : GS, crack pair..

Sebelumnya ..

“Hentikan itu!” Seru Kibum mengalihkan wajahnya yang terasa panas ke arah lain. Donghae yang terkejut segera mengenakan kembali pakaiannya.

“Maafkan aku!” Ujar Donghae kemudian bergegas ke kamar mandi.

Setelah mandi, Donghae keluar dengan menggunakan baju mandinya serta handuk untuk mengeringkan rambutnya. Ia melewati Kibum yang sedang membaca buku dengan menyenderkan punggungnya di kepala ranjang.

Kibum sejenak memperhatikan Donghae yang sibuk memilah pakaian di lemari. Kibum kembali menelan ludah ketika ia berkeyakinan tubuh wanita yang membelakanginya kini hanya ditutupi oleh baju mandi yang dikenakannya.

‘Kalau begini terus, aku tidak akan tahan melawan nafsuku padanya!’ batin Kibum frustasi.

Chapter 6

Donghae telah memakai piyama tidurnya,, ia kemudian duduk di sisi ranjang membelakangi Kibum. Bagi pasangan pengantin baru lain, malam ini adalah malam yang paling di tunggu sekaligus mendebarkan dikarenakan malam pertama mereka menjadi suami-istri.

Tapi Kibum dan Donghae sama-sama diam, tidak ada pergerakan disana kecuali Kibum yang membolak-balikkan lembaran buku yang tengah dibacanya.

Beberapa menit setelahnya Kibum menutup buku itu, kemudian menaruhnya di atas meja nakas. Ia menghela nafas kemudian beranjak dari tempat tidur dengan membawa bantal menuju sofa panjang yang ada di kamar itu. Ditaruhnya bantal di sofa, kemudian ia berbaring di atasnya  sembari menyamankan posisinya saat ini. Donghae diam menatap setiap pergerakan Kibum.

“Tidurlah! Aku tidak akan mengganggumu!” ujar Kibum dingin setelah menaruh satu lengannya menutup wajah.

“Tidurlah disampingku, pasti tidak enak tidur di sofa.” Balas Donghae menatap Kibum yang mengalihkan wajahnya menghadap kepala sofa, Kibum tidak menjawab.

Donghae menghela nafas menghadapi pemuda yang lebih muda satu tahun darinya itu.

“Baiklah jika itu maumu! Jangan salahkan aku jika punggungmu terasa sakit besok!” seru Donghae kemudian berbaring di atas kasur empuknya kemudian menarik selimut hingga menutupi dadanya.

Kibum berbalik, menatap Donghae yang membelakanginya, ‘Terserahlah!’ batinnya acuh, setelahnya ia kembali memejamkan matanya dan berharap akan bermimpi bertemu dengan bidadari hatinya –Lee Sungmin.

‘Beberapa hari ini aku belum bertemu dengannya. Aku sungguh merindukannya.’ Kibum tersenyum kemudian memejamkan matanya.

08.00 am

Leeteuk berada di depan pintu kamar anak dan menantunya, ia ingin mengajak keduanya untuk sarapan bersama. Beberapa kali tangan lentiknya hendak mengetuk pintu di depannya, tapi ia selalu mengurungkan niatnya. Ia takut mengganggu istirahat pengantin baru itu setelah ‘kelelahan’ di malam pertama. Ia tersenyum kecil ketika mengingat malam pertama. Mengingat malam pertamanya dengan Kangin dua puluh lima tahun yang lalu mungkin ???

Setelah menunggu lama, ia akhirnya memilih mengetuk pintu kamar itu hati-hati.

Tok .. tok .. tok ..

Kibum terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu yang mengusik tidurnya yang tidak terlalu nyaman karena punggungnya yang terasa sakit.

“Kibummie! Donghae-ya! Bangunlah sayang! Kita sarapan bersama-sama dibawah!” teriak  seseorang yang mengetuk pintunya.

“Itu ibu mertuaku.” Gumam Kibum mengenali suara lembut Leeteuk kemudian mendudukkan dirinya. Kemudian ia memandang Donghae yang masih terlelap, dihampirinya cepat wanita itu untuk membangunkannya.

“Donghae-ah bangun! Bangun Donghae-ya!” kibum berbicara pelan namun penuh penekanan seraya menepuk-nepuk pipi mulus istrinya itu.

“Euunggh..” lenguh Donghae.

“Ada apa ?” tanyanya dengan nyawa yang belum terkumpul semua. Tanpa permisi Kibum mengacak-acak rambut Donghae membuat Donghae terkejut, setelahnya pemuda tampan itu mengacak rambutnya sendiri.

“Apa yang kau lakukan pada rambutku ? kenapa kau membuka baju ?”  tanya Donghae, ia dikejutkan kembali dengan Kibum yang tiba-tiba melepas kaosnya membuat Donghae mendudukkan dirinya dengan cepat.

“Sssstt,, ibumu sedang berada diluar!” jawab Kibum seperti bisikan.

“Oh ..” donghae yang mengerti maksud Kibum segera mengambil selimut dan memakainya hingga menutupi dagunya. Kibum yang merasa semuanya tidak perlu dikhawatirkan lagi kemudian berjalan membukakan pintu untuk Leeteuk.

Cklek

“Maaf jika ibu mengganggu kalian Kibum-ah!” ujar Leeteuk setelah Kibum membukakan pintu untuknya.

“Tidak apa ibu, ada apa ?” tanya Kibum sopan seraya tersenyum.

Bukannya menjawab, Leeteuk malah menatap Kibum dari kaki hingga kepala,, penampilannya kini bertelanjang dada dengan rambut yang berantakan. Kibum yang ditatap seperti itu oleh Leeteuk hanya bisa tersenyum canggung seraya menggaruk bagian belakang kepalanya yang sesungguhnya tidak gatal sama sekali.

Leeteuk kemudian mengintip ke arah belakang Kibum, tampak Donghae yang duduk di atas ranjang, Donghae yang menutupi tubuhnya dengan selimut hingga dagu, rambut yang berantakan serta gurat wajah putrinya yang –terlihat- malu-malu. Leeteuk tersenyum menebak apa yang dilakukan keduanya semalam jika melihat keadaan mereka berdua kini.

“Sarapanlah dibawah sayang, ayah dan ibu menunggu kalian!” Jawab Leeteuk kembali tersenyum menatap Kibum.

“Iya ibu, sebentar lagi kami akan turun.” Jawab Kibum masih mempertahankan senyum dan sopan-santunnya.

Kemudian sang mertua meninggalkan menantunya itu dengan langkah riang. Kibum menutup pintu kamar setelah Leeteuk menghilang dari pandangan matanya, ia menghela nafas lega begitupun dengan Donghae.

“Kita ditunggu mereka dibawah untuk sarapan.” Ujar Kibum hendak memasuki kamar mandi.

“Iya.” Jawab Donghae, Kibum telah menghilang di balik pintu kamar mandi.

08.30 am

Kangin, Leeteuk, Kibum dan Donghae saat ini ada di ruang makan menikmati sarapan mereka. Hanya suara sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring yang terdengar.

“Kibummie! Donghae-ya! Kalian berencana ingin bulan madu kemana ?” tanya Leeteuk memecah kehenigan pada dua orang di depannya. Sontak saja Kibum dan Donghae saling memandang.

“Dalam waktu dekat ini pekerjaanku di perusahaan menumpuk ibu.” Jawab Kibum.

“Tidak apa Kibum-ah! Hangeng pasti mengerti jika kau mengambil cuti untuk bulan madu. Kalian tinggal katakan saja ingin kemana, akan kami penuhi.” Tawar kangin pada anak dan menantunya.

‘Andai saja yang kunikahi adalah dan Kyu, serta ayah bersikap hangat seperti ini pada Kyuhyun, aku pasti sudah memeluk ayah dan ibu dengan sangat bahagia karena telah mendukung bulan madu kami.’ Batin Donghae sedih.

“kau kenapa diam saja Hae-ya ?” tanya Leeteuk mengembalikan Donghae dari dunianya sendiri.

“Tidak apa-apa bu.” Jawab Donghae tersenyum.

“Pikirkanlah kalian ingin bulan madu kemana, setelahnya kalian katakan pada kami. Kalian hanya tahu beres, ya kan sayang ?” tanya Leeteuk riang pada Kangin yang dijawab anggukan dan senyuman oleh suaminya itu.

“Akan kami pikirkan.” Kibum menjawab pasrah, walaupun baru mengenal Leeteuk, ia merasa sudah menyayangi ibu mertuanya ini.

Ada yang bertanya mengapa Kibum dan Donghae tinggal di kediaman Lee saat ini ?? Kangin dan Leeteuk tidak pernah –dan tidak ingin- jauh dari putrinya. Mereka belum mengizinkan pengantin baru itu untuk tinggal terpisah dari KangTeuk maupun HanChul.

09.15 am

Kibum kini tengah bercermin untuk memastikan penampilannya, sepertinya ia hendak pergi.

Sedangkan Donghae ada di taman belakang bermain dengan Bada –anjing piaraan Donghae.

“wajah ? sempurna. Rambut ? keren. Baju ? cocok. Celana ? pas. Sepatu ? mengkilap.” Kibum bernarsis ria dihadapan cermin kemudian keluar dari kamar Donghae –sekarang menjadi kamarnya juga.

Kibum melajukan mobilnya dengan santai hingga dilihatnya gadis yang begitu dirindukannya bersama seorang lelaki yang tidak Kibum kenal berada di depan rumah sang gadis.

“Sungmin ?” Kibum keluar dari mobilnya seraya mendekati kedua orang itu. Senyuman yang tadi dikembangkan Sungmin perlahan menghilang seiring dengan Kibum yang terus melangkah mendekatinya.

‘Dia ? untuk apa suami Donghae datang kemari ?’ tanya Kyuhyun membatin, tadi kyuhyun mengantarkan Sungmin pulang dari rumah sakit. Baik Kibum maupun Kyuhyun memandang tajam satu sama lain.

“Kau kenapa sayang ? kenapa kepalamu diperban ?” tanya Kibum panik sedangkan Sungmin hanya diam.

Mata Kyuhyun membulat kaget, kedua tangannya terkepal mendengar kata ‘sayang’ yang keluar dari mulut Kibum.

‘Jangan-jangan dia hanya mempermainkan Donghae ?’ batin Kyuhyun geram namun masih dapat ditahannya hasrat untuk memukul lelaki di depannya.

“Kyu, kau pulanglah!” ujar Sungmin mengembalikan Kyuhyun dari pikirannya.

“Euum, baiklah.” Sahut Kyuhyun kemudian beranjak meninggalkan Kibum dan Sungmin.

Setelah Kyuhyun pulang, Sungmin menghela nafas panjang kemudian menatap Kibum.

“Pulanglah!” ujarnya dingin kemudian beranjak memasuki rumah sekaligus tokonya sebelum Kibum dengan cepat mencekal lengannya.

“Kau kenapa ? apa maksudmu ?” tanya Kibum bingung akan sikap kekasihnya ini.

“Kembalilah pada istrimu! Hubungan kita sudah berakhir kibum-ah!” jawab Sungmin dingin, Kibum terkejut.

“Darimana kau mengetahuinya Minnie ? maafkan aku karena merahasiakan ini padamu, tapi aku hanya tidak ingin menyakiti hatimu! Aku mencintaimu seorang!” jelas Kibum mencengkram kedua pundak Sungmin, berharap gadis itu mengerti.

“Tidak penting aku mengetahuinya darimana.” Jawab Sungmin tidak berani menatap Kibum. Kibum menarik dagu itu menghadapnya, memaksa Sungmin untuk menatapnya.

“Percayalah aku sama sekali tak mencintainya, cepat atau lambat aku pasti akan menceraikannya! Setelah ini berakhir kita akan menikah dan bersama selamanya!” Kibum berusaha meyakinkan Sungmin.

“Sudahlah, lupakan aku! Jalani saja pernikahanmu! Jaga dirimu baik-baik Kibum-ah.” Sahut Sungmin seraya melepaskan dirinya dari cengkraman Kibum, kemudian Sungmin menatap cincin pemberian Kibum beberapa waktu lalu, dilepasnya dan diambilnya tangan Kibum guna menaruh cincin berlian itu.

“Kau ? Tapi aku mencintaimu! Jangan tinggalkan aku!” mohon Kibum, matanya telah berkaca-kaca.

“Katakan itu pada istrimu di rumah! Pulanglah, kumohon!” pinta Sungmin sebelum menutup pintu rumahnya. Sungmin mengunci pintu, ia berbalik dan terduduk di belakang pintu. Isakan terdengar dari bibirnya, perlahan ia meraba rahimnya.

“Maafkan aku Bummie! Bahkan aku tidak bisa menjaga anak kita!” gumamnya pilu.

Runtuh sudah pertahanan Kibum, air mata kini telah membanjiri wajah tampannya. Berkali-kali ia mengetuk pintu rumah itu dan menyebut nama kekasihnya, tapi tidak ada jawaban.

Di bar pukul  09.00 pm

Setelah berjam-jam menunggu di depan rumah Sungmin, Kibum pun memutuskan untuk menyegarkan pikirannya yang begitu kalut.

Disinilah Kibum sekarang,, berada di bar dengan alkohol sebagai minumannya.

“Maafkan aku hik Minnie-ya! Hik aku tidak bermaksud hik menyakitimu!” Racaunya.

Apartement Kyuhyun ..

Kyuhyun terus saja memikirkan hubungan Kibum, Sungmin, dan Donghae. Merangkai kira-kira apa saja yang telah terjadi sesungguhnya.

“Bisa saja anak yang dikandung Sungmin adalah anak Kibum, kemudian ia merasa frustasi dan tertabrak setelah mengetahui Kibum yang justru menikah dengan Donghae. Sedangkan Kibum ? ia tetap menemui Sungmin yang akhirnya menjadikan ia berselingkuh di belakang Donghae.” Analisa otak jenius Kyuhyun.

Kemudian matanya menangkap figura dimana didalamnya terdapat photo dirinya dan Donghae yang tersenyum dengan manisnya, diraihnya figura itu dan mentapnya sedih.

“Bagaimana kabarmu eoh ? Apa kau bahagia saat ini ?” tanyanya entah pada siapa, jemarinya menelusuri gambar wanita yang telah mencuri hatinya itu . Ia kemudian mencium photo itu lama dan memeluknya erat seolah memeluk sosok wanita itu sesungguhnya. Hatinya kembali berdenyut sakit ketika diyakininya wanita itu tidak bahagia, ia menikahi lelaki yang sudah memiliki kekasih, terlebih suaminya itu belum memutuskan hubungan dengan kekasihnya.

Flashback

Lima minggu yang lalu ..

“Kyu, berhenti minum Kyu!” peringat Donghae pada kekasihnya. Donghae terkejut ketika mendatangi apartement pemuda itu, ia melihat Kyuhyun yang tengah meneguk minuman keras yang mungkin sudah satu botol ia minum, dilihat dari satu botol bir yang sudah kosong dan satu lagi yang masih terisi cukup penuh.

“Kau harus mencobanya sayang hik!” seru Kyuhyun seraya menawarkan gelas yang terisi bir pada Donghae.

“Tidak Kyu! Aku pernah tidak minum.” Tolak Donghae mengambil gelas itu dan menjauhkan darinya dan Kyuhyun.

“Ada apa denganmu eoh ? kenapa kau seperti ini ?” tanya Donghae lembut sambil mengelus rambut ikal Kyuhyun, Kyuhyun saat ini telah menyenderkan kepalanya di bahu Donghae, tangannya memeluk pinggang wanitanya itu.

“ … ” Kyuhyun tidak menjawab.

“Kyu ?” panggil Donghae masih mengelus rambut pemuda itu.

“kau harus mencobanya.” Ucap Kyuhyun menunjuk gelas yang terisi bir terletak di atas meja.

“Tidak Kyu!” Donghae kembali menolak.

“Ayolaahh!!!” Rengek Kyuhyun.

“Aku tidak mau!” nada bicara Donghae mulai meninggi. Kyuhyun menjauhkan diri dari Donghae dan membelakanginya.

“Kyu ?” panggil Donghae menyentuh bahu Kyuhyun tapi pemuda itu tak bergeming.

Donghae menatap gelas terisi bir dan Kyuhyun yang membelakanginya bergantian, ia menghela nafas.

“Baiklah, tapi sekali saja eoh ?” Donghae akhirnya mengalah.

Kyuhyun berbalik dengan merekahkan senyumannya.

“Benarkah ?” Donghae mengangguk dan mengambil gelas yang cukup besar itu, awalnya ia ragu namun akhirnya dapat menghabiskannya dalam sekali teguk.

“Bagaimana ?” tanya Kyuhyun sesaat Donghae meletakkan gelas yang telah kosong itu di meja, Donghae tersenyum dengan pandangan sayu.

Walaupun hanya meminum satu gelas, tapi Donghae sudah kehilangan setengah kesadarannya karena ia tidak pernah meminum minuman beralkohol sebelumnya. Berbeda dengan Kyuhyun yang sudah terbiasa meminum alkohol, walaupun sudah meneguk satu botol namun bila dibandingkan dengan Donghae kini yang sedang berbaring di sofa panjangnya dengan setengah kesadarannya yang hilang, Kyuhyun masih memiliki kesadaran yang lebih dari Donghae.

Kyuhyun mengamati wanita yang sedang bergumam tidak di jelas itu dari single sofa yang didudukinya. Mereka tidak pernah melakukan lebih dari ciuman selama berpacaran. Entah apa yang merasuki Kyuhyun saat ini, ada hasrat lain dalam dirinya yang tidak pernah ingin Kyuhyun lakukan pada Donghae sebelum mereka menikah.

Didekatinya gadis itu dan diciumnya bibir itu lembut, Donghae melenguh dan membalasnya.

Tanpa melepas tautan bibir keduanya, Kyuhyun perlahan mengangkat tubuh itu dengan gaya bridal style menuju kamar tidurnya. Dibaringkannya dengan hati-hati tubuh itu dan ditindihnya pelan, dilepaskannya pagutan bibir keduanya untuk menatap wajah polos kekasihnya.

“Kyuuu..” lirih Donghae.

“Kau milikku Lee Donghae!” sahut Kyuhyun tak kalah lirih. Pemuda itu kembali mengecup bibir yang biasa ia kecup itu namun tak pernah membosankan baginya, sedangkan tangannya mulai menanggalkan pakaian si gadis.

Keesokan harinya ..

“Euunggh..” lenguh Donghae pelan, ia merasa ada sesuatu yang menindihnya.

Ia menolehkan kepalanya, sangat terkejut ketika didapatinya Kyuhyun tidur disampingnya kini. Dengan cepat ia mendudukkan dirinya seraya menyentakkan tangan pemuda itu yang memeluk tubuhnya.

“Aaaaaww” rintihnya pelan merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya. Dilihatnya beberapa helai pakaian dirinya dan Kyuhyun kenakan semalam tergeletak di sisi ranjang begitu saja. Diamatinya keadaannya juga kekasihnya, isak tangis terdengar dari mulutnya begitu menyadari apa yang terjadi pada keduanya semalam.

Kyuhyun terbangun mendengar suara isak tangis, dilihatnya wanita yang ia tiduri semalam terduduk dengan bahu bergetar dan menundukkan kepalanya.

“Maafkan aku Hae-ya! Ini salahku!” seru Kyuhyun mendudukkan dirinya cepat dan mendekap Donghae.

“Kenapa kau melakukan ini padaku ?” tanya Donghae masih terisak memukul bahu Kyuhyun.

Flashback end

“Maafkan aku! Tidak seharusnya aku mengikuti nafsuku saat itu Hae-ya!” sesal Kyuhyun kembali menatap photo yang dipeluknya tadi , air mata jatuh di atas figura itu.

Disaat yang sama di  kediaman Keluarga Lee ..

Donghae menatap jam yang ada di kamarnya, dari jam Sembilan pagi hingga jam sembilan malam Kibum belum pulang.

“Apa dia begitu sibuk ?” gumam Donghae.

“Dia bukan anak kecil lagi! Dia tahu jalan pulang!” gumam Donghae kesal.

Ia kemudian membuka laci nakas untuk mengambil buku yang dipinjamnya dari Eunhyuk. Alih-alih ingin mengambil buku Eunhyuk, ia malah mengambil sebuah photo berukuran 4R yang terletak disamping buku.

Tampak dirinya dan Kyuhyun di dalam photo tersebut, dengan posisi Donghae yang mencium pipi Kyuhyun, sedang Kyuhyun tersenyum lebar. Jemarinya menelusuri wajah Kyuhyun, pandangan matanya berubah menjadi sendu kini, belum lagi buliran air mata tampak menggenang di pelupuk mata, sekali kedip saja bisa dipastikan air mata itu akan menetes di pipinya.

“Maafkan aku!” gumamnya terisak.

“Maafkan aku! Bagaimana kabarmu saat ini eoh ?” tanya Donghae pada photo yang ada di tangannya itu.

“Semoga kau mendapat kebahagiaanmu Kyuhyun-ah! Walau aku tidak tahu hidupku akan bahagia atau tidak dengan pilihan yang telah kuambil.”

“Maaf!” Donghae memeluk photo itu erat dengan air mata yang semakin deras mengalir di kedua pipinya.

TBC

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Option and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. hahhaha
    kibum gak kuat iman yach liat hae ,,
    ohhw
    jd kyuhae mabuk wkt ng.NC.an ,,

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: