fanfiction Option chapter 8

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title : Option
Author : Nazimah Elfish
Pair : CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, KyuMin, KangTeuk, HanChul)
Rate : T
Genre : drama, romance, family, angst
Cast : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Kim Young Woon, Kim Heechul, Park Jung Soo, Tan Hangeng, Choi Siwon
Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?
Warning : GS, crack pair..

Sebelumnya …

Eunhyuk menghentikan mobilnya di depan rumah sepupunya.
“Bagaimana ? memuaskan ?” dia bertanya pada Donghae dengan menampilkan gummy smile-nya.
“Sangat!” Balas Donghae tersenyum manis.
Setelah Eunhyuk menyelesaikan urusannya dengan Siwon, Donghae dan Eunhyuk memutuskan pergi ke salon untuk memanjakan tubuh keduanya.
“Tubuhku terasa segar kembali! Terima kasih!” Ujar Donghae kemudian keluar dari mobil Eunhyuk.
Donghae berjalan dengan riang menuju rumahnya. Setelah membuka pintu, ponselnya bergetar.
“Halo ?” sapanya saat mengangkat telephone itu.
“ …….”
“A..Apa ?” Donghae seolah membeku, perlahan ponsel yang digenggamnya terjatuh begitu saja ke lantai marmer rumah mewahnya.

Chapter 8

Kedua pelupuk mata Donghae terasa hangat, seperti tersadar apa yang terjadi ia langsung saja berlari keluar dari rumah mewahnya mencari taksi yang lewat.
Air mata seakan tidak mau berhenti mengalir di pipinya, ia terjatuh dan dapat ia rasakan lutut sebelah kanannya lecet. Ia meniup lututnya yang terasa perih, isakan terus keluar dari mata merahnya. Perlahan ia kembali berdiri meski sekarang tanpa alas kaki, high heels yang ia pakai sebelumnya ia pegang dengan sebelah tangannya.
“Taksi !” ia melambaikan tangannya untuk menghentikan taksi yang hendak melewatinya.

Bandara Incheon ..

Donghae kembali berlari kecil menuju ruang informasi yang ternyata sudah dipenuhi banyak orang dengan wajah cemas seperti dirinya, ia kini telah memakai high heels-nya kembali.
“Permisi, saya ingin menanyakan tentang kecelakaan pesawat dari Seoul-Hawaii hari ini, apakah itu benar ?” tanya Donghae sopan pada salah seorang petugas, padahal dalam hatinya ia begitu cemas dan berdoa agar kedua orang tuanya selamat dan baik-baik saja. Jika perlu kabar kecelakaan dari telephone tadi adalah salah meskipun pihak bandara sendiri yang memberitahukan kabar duka tersebut.
“Iya benar agasshi! Ada yang bisa saya bantu ?” jawab petugas itu tidak kalah sopan pada Donghae.
“Saya keluarga dari Lee Kangin dan Lee Leeteuk yang hendak pergi ke Hawaii.” Jelas Donghae.
“Maaf agasshi, saat ini masih dilakukan pencarian bagi korban kecelakaan. Besok adalah hari pertama dimana korban akan dipulangkan ke Korea untuk diserahkan pada keluarganya.” Sesal petugas itu lagi.
“Besok ? tapi itu terlalu lama! saya tidak bisa menunggu sampai besok agasshi! Bagaimana saya bisa menunggu sampai besok sedangkan saya tidak tahu bagaimana keadaan kedua orang tua saya diluar sana !!” pekik Donghae tidak percaya akan penuturan petugas di depannya, air mata kembali mengalir di kedua pipinya.
“Maafkan kami, tapi itulah prosedurnya agasshi!” jelas petugas itu lagi dengan raut wajah bersalah.
“Kami akan menghubungi agasshi jika ada perkembangan. Maafkan kami!” petugas itu membungkukkan badannya pada Donghae. Donghae meninggalkan ruangan itu dengan langkah terseok.
Ia kemudian mendudukkan dirinya pada kursi yang tersedia disana.

Flashback
Beberapa jam yang lalu …
Terlihat pasangan HanChul, KiHae dan Eunhyuk yang mengantarkan KangTeuk pergi ke Hawaii.
“Appa dan eomma curang! Aku yang menikah kenapa kalian yang pergi ke luar negeri huh ?” Rajuk Donghae.
“Salah kalian sendiri yang belum menentukan ingin bulan madu kemana!” Bela Kangin menunjuk anak dan menantunya dengan dagu.
“Dasar egois!” Cibir Donghae yang mendapat jitakan manis dari ayahnya. Gelak tawa terdengar dari rombongan itu, sedangkan Kibum tersenyum melihat keakraban istri dan kedua mertuanya.
Kangin kemudian memeluk anaknya yang masih meringis dengan erat, Donghae tersenyum dan membalas pelukan sang ayah sama eratnya.
“Eommaaa aku akan merindukanmu!” Seru Donghae ceria memeluk Leeteuk erat.
“Donghae sudah, kami akan kembali lagi. Kita sudah terbiasa berpisah karena pekerjaan eomma dan appa kan ?” ujarLeeteuk merasa pelukan Donghae yang begitu erat dan lama padanya.
“Kalian harus berjanji kembali!” Seru Donghae terisak masih memeluk Leeteuk.
“Ne chagiya. Jangan menangis lagi eoh ?” Donghae mengangguk kemudian melepaskan pelukannya seraya menghapus air mata dan kembali tersenyum.

Flashback end ..
“Eoomma,, appa ..” gumamnya bersamaan dengan setitik air mata yang mengalir di kedua pipinya.
“Inikah arti tangisanku tadi ? akupun tak tahu kenapa aku menangis saat memelukmu eomma, hatiku terasa berat melepas kepergian kalian yang begitu mendadak!” gumamnya lagi, setelahnya ia tidak bisa menahan isakan yang ditahannya saat berhadapan dengan petugas tadi.

Kediaman Keluarga Lee
04.00 pm
Donghae memasuki pagar rumahnya dengan gontai, high heels-nya pun kembali ia pegang dengan sebelah tangan. Sebuah mobil mewah memasuki pagar rumahnya juga membuat Donghae mau tidak mau menoleh ke arah mobil tersebut.
Kibum keluar dari mobilnya. Sebelah alisnya terangkat heran mengamati penampilan Donghae yang terbilang kacau saat ini. Wajah yang kusut, mata sembab, lutut yang terluka, dan jangan lupakan ia tidak mengenakan alas kaki saat ini. Kibum pun dibuat bergidik karena tatapan Donghae yang sulit diartikan padanya. Tapi Kibum sedikit banyak dapat menangkap salah satu arti dari tatapan istrinya.
‘Putus asa kah ?’ tanya Kibum dalam hati.
Kemudian Kibum memutuskan kembali mengacuhkan wanita itu seperti biasanya dan masuk ke dalam rumah layaknya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Donghae kembali menundukkan kepalanya dan melangkah masuk ke dalam kediamannya dengan gontai.

Malam hari di kediaman keluarga Lee ..

Kibum memperhatikan Donghae dari sofa sejak tadi, tidak bisa ia pungkiri bahwa ia penasaran dengan perubahan sikap istrinya itu. saat ini Donghae tengah berbaring telentang di ranjang, pandangannya lurus ke langit-langit kamarnya, serta kedua tangan yang terlipat di perut.
Kibum kembali mengangkat sebelah alisnya ketika menyadari piyama yang sedang dipakai istrinya itu berbeda dari yang biasa ia pakai. Jika biasanya Donghae memakai piyama dengan menggunakan model seperti kemeja dan menggunakan celana panjang, kini Donghae memakai piyama terusan dengan bahan yang tipis sehingga lekuk tubuhnya samar-samar terlihat.
Kibum kembali menelan ludah ketika pandangannya mengamati tubuh sang istri yang posisinya seolah pasrah itu. Tiba-tiba saja Donghae menoleh ke arah Kibum membuat Kibum hampir memekik kaget karena pandangan Donghae yang kosong padanya, ia kembali menelan ludah karena takut.
Donghae kemudian mendudukkan dirinya, matanya teralih pada ponsel yang tidak menunjukkan ada yang menghubunginya sedari tadi. ia memutuskan untuk mengecek ponselnya, tidak lama kemudian kembali menaruhnya dengan lesu, setelahnya ia menghela nafas.

Kibum beranjak dari sofa menuju ranjangnya, ia dudukkan dirinya disamping sang istri. Hening, tidak ada yang memulai pembicaraan selama beberapa menit.
Donghae menghela nafas akhirnya, ia memijit pangkal hidungnya dengan jempol dan telunjuknya.
“Ada apa denganmu sebenarnya ?” tanya Kibum memecah kesunyian di antara keduanya.
Donghae menoleh ke arah Kibum yang masih setia menatap lurus ke depan.
“Orang tuaku kecelakaan, besok baru bisa diketahui keadaan mereka.” Jawab Donghae menahan isak tangis.
Kini Kibum yang menghela nafas. Ia kemudian menoleh ke arah istrinya yang telah terisak pelan. Diraihnya kepala sang istri kemudian menyenderkannya ke bahunya.
“Menangislah!” seru Kibum menatap sekilas Donghae.
“Hiks.. hiks..” Donghae semakin terisak, iapun memukul pelan bahu Kibum sebagai pelampiasan kekesalannya.
“Waeyo ? kenapa ini harus terjadi ?” isaknya.

Keesokan harinya …

Di Rumah Sakit …
Donghae terus saja terisak mendapati kenyataan orang tuanya tidak selamat dalam kecelakaan yang dialami keduanya. Yang tersisa hanyalah dua raga tanpa nyawa yang kini ada di hadapannya.
“Kuatkan hatimu!” semangat Kibum merangkul istrinya.
“Ne Hae-ya! Mereka akan sedih melihat kau seperti ini.” Timpal Eunhyuk mengelus bahunya.
“Tapi.. tapi mereka hiks sudah berjanji akan kembali hiks!” seru Donghae memeluk erat Kibum.
“Ini sudah takdir dari yang Maha Kuasa Hae-ya, kita tidak bisa membantah takdir!” tegur Kibum.

Keesokan harinya …

Rumah Sungmin

Tok … tok … tok …
“Sebentar … ” jawab Sungmin menuju pintu rumahnya.
Cklek
“Kyu ? sedang apa ?” tanya Sungmin bingung dengan kedatangan Kyuhyun di rumahnya.
“Hanya ingin menemuimu, apa salah ?” Kyuhyun tersenyum.
“Tentu saja tidak!” jawab Sungmin menggeserkan tubuhnya mempersilahkan Kyuhyun memasuki rumahnya.
“Tokomu tutup Min ?” tanya Kyuhyun memperhatikan keadaan sekitar.
“Iya, aku ingin istrirahat sehari saja Kyu.” Jawab Sungmin seraya menyerahkan teh untuk tamunya itu.
“Oh begitu. Yang kemarin itu siapa ? kerabatmu atau kekasihmu ?” tanya Kyuhyun kemudian menyesap tehnya, pandangannya tidak terlepas dari Sungmin.
Sungmin menggeleng, “dia mantan kekasihku.” Jawab Sungmin lesu.
“Maafkan aku … “ seru Kyuhyun menyesal melihat wajah Sungmin yang menyiratkan kesedihan.
“Taka apa. Kau sendiri ? tak memiliki kekasih eoh ?” tanya Sungmin.
“Kami telah berpisah hampir sebulan yang lalu.” Jawab Kyuhyun.
“Jinjja ? maafkan aku kalau begitu.” Ucap Sungmin lagi.
“Tidak apa-apa kok.” Kyuhyun tersenyum.
“Jadi kenapa kau putus dengan kekasihmu itu ?” tanya Kyuhyun lagi, Sungmin menatapnya heran yang dibalas senyum canggung Kyuhyun.
“Kalau tidak mau mengatakannya tidak apa-apa kok!” seru Kyuhyun memecah kecanggungan yang terjadi di antara keduanya.
Tapi Sungmin tersenyum, “dia dijodohkan dengan gadis lain.” Jawab Sungmin tersenyum pedih.
‘Nasibnya sepertiku!’ Kyuhyun mencelos dalam hati.
“Sepertinya aku harus pulang Min-ah!” seru Kyuhyun setelah menatap jam tangannya.
“Baiklah kalau begitu. Terima kasih telah datang Kyu-ah!” seru Sungmin ramah.
“Sama-sama. Akupun berterima kasih untuk teh yang kau hidangkan, nikmat sekali Min-ah!” balas Kyuhyun dengan senyuman lebarnya.
“Hahaha, tentu saja! Hati-hati di jalan.”
“Ne, anneyong.” Pamit Kyuhyun.

Di depan Apartement Kyuhyun …
Sesampainya Kyuhyun di pintu apartementnya, dilihatnya Siwon keluar dari apartement yang bersebelahan dengannya. Sebelah alis Kyuhyun terangkat melihat baju hitam-hitam yang dikenakan Siwon saat ini.
“Kyu-ah!” sapa Siwon yang melihat Kyuhyun.
“Kau mau kemana ?” tanya Kyuhyun.
“Heh ? kau tidak tahu jika orang tua Donghae dimakamkan hari ini ?” tanya Siwon heran.
Mata Kyuhyun membulat, “jinjja ? tunggu aku kalau begitu!” seru Kyuhyun. Bergegas ia memasuki pintu apatementnya untuk bersiap-siap menghadiri pemakaman Kangin dan Leeteuk.
Siwon geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu, “cepatlah! Kutunggu kau dibawah!” teriaknya.
“Oke!” setelah mendengar sahutan tersebut, Siwon melangkah menuju mobilnya.

Pemakaman ..

Dapat Kyuhyun lihat Donghae yang menangis dipelukan Kibum. Kyuhyun menyentuh dada kirinya, sakit. Ia sakit hati melihat wanita itu berada dipelukan orang lain, bukan dipelukan dirinya.
Donghae semakin menangis histeris ketika peti mati kedua orang tuanya dimasukkan ke dalam liang lahat. Ia akhirnya pingsan saat peti mati itu sudah terkubur di dalam tanah.

Kediaman Keluarga Lee …

“Euunngghh … “ lenguh Donghae.
“Kau sudah sadar Hae-ya ?” tanya Eunhyuk sumringah.
“Eomma,, appa … “ racau Donghae dengan mata yang setengah terpejam.
“Sadarlah Hae! Mereka sudah meninggal.” Tegur Eunhyuk sedih.
Eunhyuk kemudian mengelus-elus pipi Donghae untuk menyadarkan sepupunya yang tadi pingsan.
“Hyukkie!” seru Donghae memeluk Eunhyuk sesaat ia sadar.
“Iya Hae-ya! Aku disini, tenanglah!” bujuk Eunhyuk mengelus rambut panjang Donghae.
“Ini.. Ini terlalu hiks cepat Hyukkie! Mereka hiks terlalu cepat meninggalkanku!” raung Donghae.
“Sudahlah! Mulailah hidup baru Hae-ya! Masih banyak orang yang menyayangimu termasuk aku.” Hibur Eunhyuk setelah melepas pelukannya, ia tersenyum kemudian menghapus air mata Donghae dengan kedua ibu jarinya.
“Biarkan mereka tenang eoh ?” tanya Eunhyuk yang dijawab anggukan oleh Donghae.
“Itu baru Donghae yang kukenal.” Seru Eunhyuk kembali memeluk Donghae.
“Jeongmal gomawo Hyukkie-ah! Selama ini kau selalu menjadi tempatku berkeluh kesah setelah eomma!” seru Donghae di bahu Eunhyuk.
“Ne, cheomna Hae-ya! Akupun berterima kasih padamu karena telah mendekatkanku dengan Siwonnie!” balas Eunhyuk kembali mengusap rambut Donghae.
“Itu bukan apa-apa Hyukkie.”

Kediaman Keluarga Kim …

“Kibummie, sedang apa kau disini ?” tanya Heechul terkejut atas kedatangan putranya.
“Memangnya kenapa ? ini masih rumahku kan ibu ?” Kibum balik bertanya.
“Bukan begitu Kibum-ah! Harusnya kau menemani Donghae yang masih berduka bukan ? kami baru saja hendak pergi untuk mengiburnya.” Jelas Hangeng.
“Ada yang perlu kita bicarakan ayah ibu!” seru Kibum.
“Dan aku tidak menerima penolakan!” tegasnya lagi

Ruang keluarga …
“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan dengan kami Kibum ?” tanya Hangeng.
“Apa yang aku dapatkan jika aku dapat mewarisi kekayaan Lee Kangin ?” tanya Kibum to the point.
“Apa maksudmu ?” tanya Hangeng lagi, Kibum tersenyum –menyerigai.
“Bukankah itu tujuan utama aku menikahi Lee Donghae ?” tanya Kibum lagi dengan santai.
“Tentu saja kau dapat membangun kembali perusahaan kita sayang! Dengan kita yang mendominasi perusahaan Lee, kita untung besar!” sahut Heechul.
“Tapi jangan sekarang! Kasihan Donghae.” Hangeng menengahi.
Kibum terkekeh, “aku baru akan membantu perusahaan kita yang hampir bangkrut itu dengan beberapa syarat.”
Hangeng dan Heechul terkejut bukan main. Kibum memperhatikan reaksi keduanya dan kembali berujar,
“Jika aku berhasil mengambil alih kekayaan yang seharusnya diwarisi Donghae, kalian harus setuju aku menceraikannya … ” belum sempat Kibum mengajukan syaratnya, Heechul mengintrupsi.
“Apa ? kau sudah gila hah ?!” bentak Heechul kalap.
“Aku belum selesai Kim Heechul!” hardik Kibum pada Heechul, Heechul menggeram atas kekurang ajaran anak itu padanya.
“Kau … ” ia mengatakannya penuh penekanan, ia berdiri hendak mengampiri Kibum.
“Tenanglah Heenim! Kibummie, lanjutkan!” perintah Hangeng dengan sebelah tangan yang menahan Heechul agar tidak menampar putranya yang lancang itu.
“Setelahnya aku akan menikahi Lee Sungmin, gadis yang kucintai. Kalian harus merestui kami, dan yang paling penting kalian terutama kau ibu tidak boleh berbuat kasar padanya dan harus menerima Sungmin apa adanya!” seru Kibum memandang tajam Heechul.
Hangeng dan Heechul saling berpandangan dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Jika kalian tidak setuju, aku dengan mudah dapat menghancurkan perusahaan Kim. Dapat kupastikan pula kalian akan tinggal di kolong jembatan! Dan aku ? aku akan memperkuat perusahaan Lee! Aku akan menikmati kekayaan keluarga itu sendiri. Option mana yang kalian ambil eoh?” tanya yang berupa ancaman Kibum lontarkan pada kedua orang tuanya sendiri.
Heechul melunak, dipandangnya sang anak tunggal dengan tatapan memelas.
“Kau tega pada kami eoh ? orang tuamu sendiri ? dan Donghae, dia sudah kehilangan kedua orang tuanya, sebentar lagi ia akan kehilangan warisannya, dan kau malah ingin meninggalkannya juga? Kau sama sekali tidak memikirkan perasaannya eoh?” tanya Heechul memelas.
“Kau lupa dengan janjimu pada Leeteuk saat di Bandara kemarin ? agar menjaga Donghae ?” tanya Heechul lagi.
Deg
Kibum terdiam. Ia kembali teringat akan pesan Leeteuk padanya, wanita yang sungguh ia segani.

TBC

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Option and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. wahh, donghae mau diceraikan.. kibum jangaaan.. kihae hwaiting!!
    wah penasaran next chapter

    Suka

  2. omo ,!
    kangteuk kecelakan n meninggal ,,
    kachiand hae ,,
    aigoo
    kibum tega bgt sich ,,
    kn hae masih lgi berduka ,,

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: