Fanfiction Option Chapter 9

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title       : Option

Author   : Nazimah Elfish

Pair        : CRACK and PURE PAIR (KyuHae, KiMin, KiHae, KyuMin, KangTeuk, HanChul)

Rate       : T

Genre    : drama, romance, family,  angst

Cast       : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Kim Young Woon, Kim Heechul, Park Jung Soo, Tan Hangeng,  Choi Siwon

Summary: Kyuhyun dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi kenapa Donghae menikah dengan Kibum ? Lantas bagaimana dengan Sungmin ?

Warning : GS, crack pair..

Sebelumnya …

“Jika aku berhasil mengambil alih kekayaan yang seharusnya diwarisi Donghae, kalian harus setuju aku menceraikannya … ” belum sempat Kibum mengajukan syaratnya, Heechul mengintrupsi.

“Apa ? kau sudah gila hah ?!” bentak Heechul kalap.

“Aku belum selesai Kim Heechul!” hardik Kibum pada Heechul, Heechul menggeram atas kekurang ajaran anak itu padanya.

“Kau … ” ia mengatakannya penuh penekanan, ia berdiri hendak menghampiri Kibum.

“Tenanglah Heenim! Kibummie, lanjutkan!” perintah Hangeng dengan sebelah tangan yang menahan Heechul agar tidak menampar putranya yang lancang itu.

“Setelahnya aku akan menikahi Lee Sungmin, gadis yang kucintai. Kalian harus merestui kami, dan yang paling penting kalian terutama kau ibu tidak boleh berbuat kasar padanya dan harus menerima Sungmin apa adanya!” seru Kibum memandang tajam Heechul.

Hangeng dan Heechul saling berpandangan dengan raut wajah yang sulit diartikan.

“Jika kalian tidak setuju, aku dengan mudah dapat menghancurkan perusahaan Kim. Dapat kupastikan pula kalian akan tinggal di kolong jembatan! Dan aku  ? aku akan memperkuat perusahaan Lee! Aku akan menikmati kekayaan keluarga itu sendiri.” Ancam Kibum pada kedua orang tuanya sendiri.

Heechul melunak, dipandangnya sang anak tunggal dengan  tatapan memelas.

“Kau tega pada kami eoh ? orang tuamu sendiri ? dan Donghae, dia sudah kehilangan kedua orang tuanya, sebentar lagi ia akan kehilangan warisannya, dan kau malah ingin meninggalkannya juga? Kau sama sekali tidak memikirkan perasaannya eoh?” tanya Heechul melembut.

“Kau lupa dengan janjimu pada Leeteuk saat di Bandara kemarin ? agar menjaga Donghae ?” tanya Heechul lagi.

Deg

Kibum terdiam. Ia kembali teringat akan pesan Leeteuk padanya, wanita yang sungguh ia segani.

Chapter 9

“Aku … “ Kibum tidak melanjutkan jawabannya, ia terlihat berpikir kembali.

Hangeng dan Heechul menantikan jawaban anaknya itu harap-harap cemas.

“Aku tidak peduli padanya!” jawab Kibum lancar dan –terkesan- mantap.

Hangeng dan Heechul kemudian saling memandang, Heechul mengangguk.

“Baiklah Kibum-ah! Kau boleh menceraikan Donghae kemudian menikah dengan gadis pilihanmu!” putus Hangeng setelah menghela nafas, Kibum tersenyum dibuatnya.

“Sekarang kita sebaiknya menemui Donghae untuk menghiburnya, masalah ini bisa dibicarakan lain kali.” Seru Hangeng setelahnya, Heechul dan Kibum mengangguk setuju.

Tujuh hari kemudian …

Di kediaman keluarga Lee …

09.00 am

Semenjak kematian kedua orang tuanya, Donghae terlihat murung dan terkesan mengurung diri di dalam kamar. Terkadang ia akan terisak mengingat kenangannya bersama kedua orang tua yang begitu ia sayangi.

Kibum membuka pintu kamar Donghae, dapat dilihatnya wanita itu sedang terduduk di depan jendela. Kibum saat ini membawa beberapa berkas perusahaan Lee di tangannya.

“Donghae-ya!” panggil Kibum pada Donghae yang membelakanginya.

Donghae menoleh kemudian berbalik menghadap Kibum, “ada apa ?” tanyanya.

Kibum menyerahkan beberapa dokumen perusahaan pada Donghae.

“Ini adalah berkas-berkas perusahaan Lee. Karena kau yang akan mengambil alih kepimimpinan yang dulunya dipegang ayahmu, maka kau harus mendatangani berkas-berkas itu. Dilihat dari kondisimu sekarang yang masih berduka, maka aku yang akan menjalankan perusahaan itu untuk sementara waktu. Jika kau sudah siap, aku akan mendampingimu memimpin perusahaan.” Jelas Kibum pada Donghae yang kini sibuk memeriksa satu-persatu berkas yang diberikan lelaki itu padanya.

Donghae kemudian mengambil bolpoint dan mendatangani satu-persatu kertas yang ada di dalam map tersebut. Kibum memandang gugup pada map berwarna biru yang kini semakin dekat untuk di tanda tangani oleh Donghae.

Kibum menyerigai senang karena Donghae tidak memeriksa isi dari map biru itu terlebih dahulu, Donghae langsung saja menanda tangani kertas tanpa curiga, kertas yang berisi surat perjanjian peralihan sepenuhnya hak waris Lee Donghae yang kemudian jatuh pada Kim Kibum, suami dari Lee Donghae.

Donghae menyerahkan berkas-berkas itu kembali pada Kibum seraya tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada suaminya. Kibum membalas senyuman itu sama manisnya dan pamit beranjak dari kamar mereka.

“Selamat tinggal Lee Donghaeku sayang!” gumamnya kemudian terkekeh pelan sebelum menutup pintu kamar tersebut.

Keesokan harinya …

Rumah Sungmin …

Tok .. tok .. tok …

“Sebentar.”

Cklek

“Kau ?” Sungmin ingin menutup kembali pintunya namun ditahan oleh Kibum.

“Kumohon biarkan kita bicara!” seru Kibum masih mempertahankan pintu rumah Sungmin agar tidak ditutup oleh wanita itu.

“Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Kibum-ah!” seru Sungmin dengan masih berusaha menekan pintu rumahnya untuk tertutup.

Sungmin menyerah, ia membukakan pintu untuk Kibum akhirnya untuk dipersilahkan masuk ke dalam rumahnya.

“Terima kasih.” Gumam Kibum tersenyum manis pada Sungmin kemudian melenggang masuk ke ruang tamu di rumah tersebut.

“Jadi apa maumu Kibum-ah ?” tanya Sungmin to the point.

Kibum tersenyum, ia kemudian merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebah kotak cincin.

Kibum beranjak dari tempatnya, ia berlutut di depan Sungmin seraya menggenggam tangan wanita itu. Sungmin hanya diam memperhatikan perlakuan Kibum padanya. Kibum membuka kotak cincin itu, tampak cincin bertahta berlian yang berkilauan.

“Maukah kau menjadi istriku ? ibu dari anak-anakku Lee Sungmin ?” tanya Kibum menatap manik Sungmin yang membulat.

“A … aku,” Sungmin tergagap.

“Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu. Aku berjanji akan membahagiakanmu sepanjang hidupku dan akupun berjanji tidak akan pernah menyakitimu kembali!” tegas Kibum mantap.

“Bagaimana dengan istrimu ?” tanya Sungmin.

“Lupakan! Katakanlah itu pada istrimu!” lanjutnya lagi dengan nada kesal. Ia merutuki dirinya yang beberapa detik lalu mempercayai Kibum dan kembali menaruh harapan besar pada pemuda yang kini berlutut dihadapannya.

“Aku akan menceraikannya! Aku tidak bisa melupakanmu Sungmin-ah!” jawab Kibum tegas.

“Apa ?” Sungmin terkejut akan keputusan Kibum yang dengan sukarela akan menceraikan istrinya demi bersamanya.

“Tapi … “ Sungmin kemudian menghela nafas.

“Aku tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang!” gumam Sungmin menundukkan kepalanya.

“Dia sudah memiliki kekasih! Kami sudah sepakat kami akan berpisah dan kembali pada pasangan kami masing-masing.” Dusta Kibum berusaha meyakinkan Sungmin.

“Orang tuaku pun telah merestui hubungan kita karena mereka sadar aku sama sekali tidak mencintai istriku dan hanya mencintaimu.” Lanjut Kibum.

“Benarkah ?” mata Sungmin berbinar-binar menatapnya, Kibum mengangguk.

“Ne, aku mau!” putus Sungmin dengan mata yang berkaca-kaca. Segera saja Kibum memakaikan cincin tersebut di jari manis Sungmin.

“Terima kasih sayang!” seru Kibum memeluk Sungmin erat, sedangkan Sungmin hanya mengangguk dalam dekapan Kibum seraya menangis bahagia.

Dua minggu kemudian …

Donghae tengah sibuk memilah pakaian yang akan ia gunakan untuk pergi ke perusahaannya. Ya, Donghae sudah mulai membuka dirinya dan sekarang ia ingin pergi ke perusahaan keluarganya.

Donghae menoleh ke arah pintu saat seseorang membuka pintu kamarnya yang ternyata orang itu adalah Kibum, suaminya.

“Kibum-ah! Menurutmu aku lebih cocok memakai yang ini atau yang ini untuk ke perusahaan hari ini ?” tanya Donghae dengan pakaian berwarna hijau di tangan kanannya, dan biru di tangan kirinya dengan senyum yang terkembang di bibirnya.

Kibum menggeleng, “tidak keduanya!” jawabnya malas.

“Benarkah ? terus yang mana ? aku bingung!” rutuk Donghae kembali memperhatikan pakaian yang ada di atas kasur, ia sama sekali tidak menyadari perubahan sikap Kibum padanya.

“Aku ingin kita bercerai!” seru Kibum yang berhasil membuat Donghae berhenti memilah pakaian.

“Kenapa ?”  tanya Donghae menatap bigung Kibum.

“Aku ingin menikah dengan kekasihku, kau pun bisa kembali dengan kekasihmu!” jawab Kibum.

“ tinggalkan dan lupakan Cho Kyuhyun selamanya! Tunduklah pada perintah ayah dan ibu! Jangan membuat kami susah lagi! Menerima pernikahanmu dengan Kim Kibum dan belajarlah mencintainya!” jawab Leeteuk dengan penuh penekanan serta menatap mata Donghae.

Seperti terputar kembali, Donghae teringat pesan Leeteuk sebelum ia menikah dengan Kibum dahulu.

Donghae mengela nafas, “aku tidak mau!” seru Donghae kembali menyibukkan dirinya dengan pakaian yang ada di atas ranjang.

Mata Kibum membulat kaget mendengarnya, ia sama sekali tidak menyangka jawaban yang akan diberikan Donghae.

“Kenapa? Kita tidak saling mencintai!” seru Kibum dengan suara yang meninggi.

“Apa karena aku menyentuhmu malam itu? itu … kecelakaan.” Lanjut Kibum dengan kata terakhir ia gumamkan.

“Maafkan aku.” Sambungnya lagi membungkukkan badannya beberapa kali, setelahnya ia membalikkan tubuhnya membelakangi Donghae. Entahlah, ia tak sanggup menatap wanita itu kini.

Kibum merasakan sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya.

“Soal itu memang sudah seharusnya bukan? Kita sudah menikah, apa masalahnya?” ucap Donghae mengeratkan pelukannya pada Kibum.

“Aku hanya mematuhi perintah kedua orang tuaku untuk meninggalkan kekasihku, menikah denganmu dan mencintaimu. Kenapa kau tidak melakukannya juga?” tanya Donghae.

Kibum berdecih, “anak yang baik!” cibir Kibum, Donghae tersenyum.

“Apa kurangnya diriku eoh hingga kau begitu mengacuhkanku selama ini?” tanya Donghae lagi.

“Aku tidak mencintaimu, aku hanya mencintai kekasihku seorang!” jawab Kibum penuh penekanan.

Donghae tertawa kecil, “akupun begitu, aku menyerahkan semua yang kumiliki untuk kekasihku. Tapi apa yang kudapat? Tidak ada! Aku meninggalkannya sebelum kita diperkenalkan oleh kedua orang tua kita.” Jelas Donghae menerawang.

“Aku tidak ingin bercerai denganmu!” seru Donghae melanjutkan.

Kibum tidak bergeming.

“Jangan tinggalkan aku!” lanjut Donghae lagi semakin memeluk suaminya erat karena Kibum yang mencoba melepas pelukannya.

“Pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral, tidak untuk dipermainkan Kibum-ah! Lagipula kau lupa dengan pesan ibuku padamu hhm?” tanya Donghae.

Kibum mendesah pasrah, ia … menyerah

“Baiklah aku tidak akan menceraikanmu, tapi kau tidak bisa mencegahku untuk menikah lagi!” seru Kibum tegas, Donghae terdiam.

“Baiklah jika itu yang kau inginkan.” Jawab Donghae akhirnya, Kibum berbalik mengahadap Donghae.

“Benarkah?” tanyanya dengan mata berbinar, Donghae tersenyum.

“Terima kasih.” Seru Kibum balas tersenyum.

“Bummie … “ panggil Donghae pelan.

“Hmm?” tanggap Kibum. Donghae menggenggam kedua jemari Kibum erat.

“Aku … kesepian.” Gumamnya dengan wajah yang bersemu merah.

“Cari lelaki lain!” seru Kibum mengerti keinginan wanita dihadapannya.

Donghae menahan lengan Kibum yang hendak meninggalkannya.

Malam pertama keduanya sudah lewat hampir sebulan yang lalu dan mereka tidak pernah melakukan hubungan itu lagi, wajar saja Donghae merasa kesepian bukan?

Satu menit kemudian …

“Aaahh … “ lenguh Kibum ketika tanpa permisi tangan lincah Donghae bermain di organ intimnya.

“Dibalik wajah polosmu ah itu ternyata kau sangat nakal eoh ah ?” seru Kibum susah payah di sela desahannya dengan pandangan sayu.

Karena merasa ‘iba’ pada istrinya, tanpa ba-bi-bu lagi Kibum mendorong tubuh wanita itu ke atas ranjang, setelahnya ia menindih tubuh istrinya itu.

Sepertinya mereka melupakan niat untuk pergi ke perusahaan hari ini. -_-

TBC

Bagaimana?

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Desember 2012, in Option and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. min aku rada ga ngerti deh kok disini tiba2 orang tuanya donghae udah meninggal? padahal kan sebelumnya cuma dikasih tau kalo org tuanya donghae pergi ke hawaii. tolong dijelasin ya min kenapa mereka bisa meninggal.😀

    Suka

  2. kibum tega bgt sich ,,
    ehh
    jd semua harta.x hae udah jd atas nma kibum yach ,,
    truz dy mau cerai ama hae ,,
    kejam bgt ,,
    haaah
    untung.x hae gak mau d cerai ,,
    ehh
    hae udah berani goda kibum yach ,,
    hahhaha

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: