Fanfiction Cinta Terlarang Chapter 3 END

Title       :               Cinta Terlarang

Author  :               Nazimah Elfish

Rating   :               T

Genre   :               drama, angst, romance, family

Pairing  :               KiHae, WonHae, little GengHae

Cast       :               Lee Donghae, Kim Kibum, Choi Siwon,  Tan Hangeng, Kim Ryeowook, Cho Kyuhyun, Kim Young Woon, Park Jung Soo

Warning:              Gender Switch

Disclaimer:          Tuhan Yang Maha Esa

Summary   :        Donghae yang berselingkuh dengan Kibum, kemudian ia memilih untuk meninggalkan suami dan kedua anaknya. Apakah hidup Donghae akan bahagia ? atau justru menyesal pada akhirnya ??

Tidak suka, tidak usah dibaca

Sebelumnya …

Flashback

Sembilan tahun yang lalu ..

 

Donghae terpaku menatap test pack yang memvonis dirinya hamil, ia menatap cermin yang memantulkan bayangan dirinya.

“Aku pulang!” sapa Siwon membuat Donghae meletakkan test pack di pinggiran westafel dan menemui Siwon.

“Sudah pulang eoh ?” sapa Donghae seperti biasanya, ia melepaskan dasi yang mengikat di leher Siwon. Siwon tersenyum kemudian menggumamkan terima kasih yang dibalas Donghae dengan senyuman yang sama manisnya.

Siwon memasuki kamarnya, ia tampak sangat lelah. Donghae yang lupa akan test pack yang ia taruh sembarangan pun terlihat santai memasuki dapur hendak menyiapkan teh untuk suaminya seperti biasa.

Siwon memasuki kamar mandi ingin membasuh wajahnya, kemudian matanya teralih pada test pack yang sepertinya telah digunakan. Ia amati test pack itu, matanya berbinar meyakini siapa pemiliknya serta hasil yang dikeluarkan oleh benda mungil yang saat ini ada di genggaman tangannya.

 

Siwon membasuh wajahnya cepat kemudian kembali menuju ranjangnya dan menyenderkan punggungnya di kepala ranjang. Donghae memasuki kamar dengan membawa teh sebagaimana hari-hari biasanya. Siwon tersenyum menyambut teh itu dengan menyentuh serta jemari Donghae.

“Minumlah.” Ucap Donghae sopan kemudian membungkuk hormat, memang inilah kebiasaannya selama setahun ini, menjadi istri yang baik bagi seorang yang amat kaya dan terhormat seperti Choi Siwon.

Donghae berbalik hendak keluar dari kamar itu, tapi dengan cepat Siwon mendekapnya dari belakang. Donghae terdiam, meskipun sudah setahun menikah dengan namja sempurna dihadapannya  –menurut orang-orang-, tapi ia masih merasa canggung akan perhatian dan kasih sayang tulus namja ini padanya.

Siwon mengecup belakang lehernya, membuat Donghae melenguh.

“Waeyo ? kenapa tidak langsung memberitahuku ?” tanya Siwon menciumi bahu Donghae.

“Apa maksudmu ?” tanya Donghae. Kau benar-benar lupa Choi Donghae akan test pack itu ?

Siwon membalikkan tubuh Donghae menghadapnya, masih tersenyum manis ia berujar,

“gomawo telah mengandung anakku, sudah lama aku manantikannya.” Ia mengecup bibir Donghae, hanya kecupan tidak ada nafsu disana.

Donghae mencelos, memang benar anak yang dikandungnya adalah hasil hubungannya dengan Choi Siwon. Sejak awal ia pertama kali dan hanya disentuh oleh namja yang berstatus suami sahnya itu. jadi apa yang membuatnya murung ?

Siwon melepas kecupannya tanpa melepaskan senyuman manisnya, ia kemudian mensejajarkan tingginya dengan perut sang istri yang masih rata itu.

“Anak appa tidak boleh nakal eoh ? kasihan eomma-mu chagi!” pesannya sembari mengelus-elus perut Donghae dengan senyum yang sepertinya tidak ingin memudar dari wajah namja tampan itu, membuat Donghae mau tak mau tersenyum juga sembari ikut meletakkan jemarinya mengelus perutnya sendiri.

 

Flashback end

 

“Kibummiee..” lirih Donghae terisak.

Chapter 3

Donghae teringat akan pesan dokter yang menyuruhnya agar tidak terlalu lelah dan stress. Ia kemudian beranjak dari pintu menuju ranjangnya. Ia berbaring, menatap lurus langit-langit kamarnya, tangannya kembali mengelus rahimnya yang kini terdapat suatu kehidupan disana.

“Ini bukan salahmu chagiya! Ini salah eomma! Mianhae eoh ?” gumamnya parau kemudian memejamkan matanya untuk melupakan perkataan Kibum tadi sejenak.

Beberapa jam kemudian ..

“Bangunlah chagiya!” seru Kibum mengelus pipi Donghae.

Donghae menggeliat, perlahan kedua matanya terbuka, dapat dilihatnya Kibum yang tersenyum lembut padanya.

“Cepatlah! Kita akan pergi sebentar lagi chagiya.” Serunya membuat kening Donghae mengkerut.

“Memangnya kita mau kemana ?” Tanya Donghae terduduk.

“Nanti kau juga tahu chagiya!” setelahnya Kibum mengusap rambut Donghae dan pergi keluar kamar.

“Kutunggu dibawah!” ucapnya, setelah itu menutup pintu kamar.

Ditempat lain ..

“Hangeng-sshi, anda dianggil pimpinan.” Lapor salah satu bawahan Hangeng di kepolisian.

“Baiklah, gomawo.” Sahutnya segera menuju ruang atasannya.

“Kita harus menangkap Kim Kibum secepatnya Hangeng-ah!” seru Kangin –pimpinan polisi Seoul.

“Memangnya tindakan kriminal apa yang telah dilakukannya pimpinan ?” tanya Hangeng.

“Sepuluh tahun yang lalu ia dan komplotannya masuk penjara karena merampok bank secara besar-besaran, ia bebas sekitar dua tahun yang lalu. Dan ia pun diduga terlibat bahkan menjadi pimpinan dua aksi perampokan besar-besaran yang terjadi satu setengah tahun dan tiga bulan yang lalu.” Jelasnya lagi.

Hangeng menghela nafas, “perlihatkan photonya padaku!” pintanya.

“Ini, dia yang bernama Kim Kibum.” Hangeng mengamati photo tersebut dan mengangguk mengerti.

“Kalau begitu perlihatkan pada anak buah kita dan sebarkan mereka untuk melacaknya hari ini juga.” Seru Hangeng yang dijawab anggukan oleh kangin.

Mobil Kibum ..

“Sebenarnya kita mau kemana Bummie ?” tanya Donghae lagi di perjalanan mereka.

“Sudah tidak sabar eoh ? Sebentar lagi kita sampai.” Kibum tersenyum, entah kenapa Donghae merasa gugup sekarang.

Tidak lama kemudian Kibum memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah yang tidak begitu besar.

Kibum membukakan pintu mobil untuk Donghae, menggenggamnya erat, dan dengan langkah agak menyeret Donghae memasuki rumah tersebut.

Tok.. tok.. tok ..

Cklek

“Tuan sudah datang, silahkan masuk tuan dan nyonya!” sapa seorang wanita yang membukakan pintu.

Kibum kembali menarik tangan Donghae memasuki rumah tersebut dan menuju sebuah kamar.

Dapat Donghae lihat seorang wanita paruh baya sedang berkutat dengan alat-alat medis di dalam kamar tempat ia dan Kibum berada saat ini.

“Ini ada apa sebenarnya Bummie ? tempat apa ini ?” tanya Donghae dengan suara bergetar ketika melihat wanita itu memakaikan sarung tangan yang biasanya dipakai saat operasi di kedua tangannya.

“Kau lihatlah wajahmu chagiya! Wajah cantikmu itu menjadi pucat karena bayi yang kau kandung itu, untuk itu aku membawamu kesini untuk menggugurkannya.” Jelas Kibum tersenyum membuat mata Donghae seketika membulat.

Reflex Donghae melangkah mundur, menggelengkan kepalanya cepat, tangannya kembali mengelus rahimnya.

“Ani! Aku tidak akan membunuh anakku sendiri!” Jeritnya dengan suara bergetar menahan isakan.

“Tubuhmu sekarang lemah chagi! Aku hanya membantumu segar kembali.” Kibum mengatakannya seolah-olah ini hal yang sepele.

Plaaak

Donghae menampar pipi Kibum, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar oleh telinganya.

“Kau gila Kim Kibum! Kau bahkan tega membunuh anakmu sendiri!” Donghae kemudian berlari keluar dari rumah tersebut dengan berlinang air mata.

Ia terus berlari sekuat tenaga, ketika menengok ke belakang ia tidak melihat Kibum. Donghae segera bersembunyi di salah satu lorong bangunan yang ada didekatnya ketika melihat mobil Kibum yang berjalan pelan, tidak lupa kepala Kibum pun menengok-nengok mencari keberadaan Donghae.

Donghae berdoa dalam hati agar tidak ditemukan Kibum, ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika ia maupun Kibum harus membunuh buah cinta mereka selama ini.

Seorang kekasih bisa mengkhianati kekasihnya …

Seorang istri bisa saja mengkhianati suaminya …

Tapi seorang ibu, tidak akan pernah sanggup mengkhianati anaknya ..

Donghae kembali mengingat kata-kata yang menjadi prinsipnya selama ini. Menjadi ibu memang sulit, tapi ketika melihat senyum ceria anaknya, ada kebahagiaan tersendiri yang membuncah dalam diri Donghae.

Donghae  merasa semakin bersalah telah meninggalkan Siwon, tapi untuk meninggalkan Ryeowook dan Kyuhyun bukan hanya merasa bersalah, ia juga merasa sangat menyesal.

Setelah merasa Kibum telah jauh darinya, Donghae keluar dari tempat persembunyiannya.

Donghae merasa daerah ini tidak begitu asing baginya, ia mencoba mengingat-ingat.

“Bukankah Sekolah Dasar Ryeong dan Taman Kanak-Kanak Kyunnie ada di dekat sini ?” gumamnya. Ia kemudian melangkahkan kaki menuju sekolah kedua anaknya begitu dirindukannya.

Di sebuah sekolah dasar ..

Jam istirahat ..

Donghae mengedarkan pandangannya mencari Ryeowook di antara banyak anak seusianya dari luar pagar. Kemudian pandangannya terfokus pada seorang anak perempuan yang berada di pojokan.

“Ryeong ?” gumamnya dengan mata berbinar, ia begitu senang dapat melihat anak perempuannya itu.

Tidak lama kemudian ia melihat Kyuhyun yang menghampiri Ryeowook, wajar saja mengingat sekolah dasar dan taman kanak-kanak tempat mereka bersekolah berada dalam naungan yayasan yang sama dan kedua sekolah tersebut bersebelahan letaknya.

Donghae memang sengaja memasukkan mereka pada sekolah yang berdekatan, dengan begitu keduanya bisa saling menjaga satu sama lain dan Donghae pun menjadi lebih mudah jika mengantar jemput keduanya.

Tapi senyumnya perlahan memudar ketika menyadari kedua anaknya yang terlihat murung, bahkan terkesan mengasingkan diri dari anak-anak seusia mereka yang lain.

‘Mereka kenapa ? setahuku di sekolah mereka memiliki banyak teman.’ Batin Donghae sedih.

Donghae terus menunggu keduanya dari tempat persembunyiannya hingga jam pulang berbunyi.

Dilihatnya Siwon yang datang menjemput kedua anaknya. Siwon tersenyum lembut sembari memberikan keduanya pelukan dan kecupan di pucuk kepalanya, Ryeowook dan Kyuhyun hanya tersenyum tipis dan membalas pelukan itu sebentar.

Donghae menundukkan kepalanya, ia sungguh merindukan keluarganya.

“Eomma ?” lirih Ryeowook tidak sengaja melihat Donghae.

Donghae yang tidak meyadari Ryeowook dan Kyuhyun yang memandanginya sedari tadi terkejut ketika mereka memeluk pinggangnya erat dengan linangan air mata.

“Ryeong kangen eomma! Hiks.. hiks..”

“Kyunnie jugaaa,, eomma jangan tinggalkan kami lagiii! Hiks.. hiks..”

Donghae balas memeluk keduanya dan menciumi pucuk kepala keduanya.

“Mianhae, jeongmal mianhae chagiya hiks hiks!” hanya itu yang bisa Donghae katakan saat ini.

Siwon seolah membeku, ia masih menatap dengan pandangan yang sulit diartikan pada ketiganya.

Siwon memantapkan dirinya, perlahan didekatinya mereka bertiga.

“Chagiya, ayo pulang!” ajaknya pada ketiga orang tersebut atau pada dua anaknya saja ?

“Ne appa.” Sahut Kyuhyun dan ryeowook patuh pada appanya.

“Eomma ikutkan ?” tanya Kyuhyun menarik pergelangan Donghae.

“Eomma pulang ya ? kami semua kangen eomma!” seru ryeowook memegang tangan Donghae yang satunya.

Donghae bingung, ia tidak mau menyakiti kedua anaknya lagi. Tapi di sisi lain Siwon pasti masih dan sangat marah padanya, tidak mau memaafkannya, apalagi dengan anak Kibum yang dikandung Donghae kini.

“Ryeong, Kyunnie, appa bilang masuk!” tegas Siwon pada keduanya

“Tapi ..” siwon memandang tajam keduanya membuat mereka tertunduk lesu tidak berani melancarkan aksi protesnya dan berjalan gontai menuju mobil.

Donghae menyernyit tak suka dengan sikap Siwon terhadap Ryeowook dan Kyuhyun.

“Harusnya kau tidak bersikap seperti itu pada mereka!” Siwon memandangnya dengan satu alis terangkat.

“Mianhae, jeongmal mianhae!” lanjutnya lagi seraya membungkukkan badannya, ia menyadari bahwa ia jauh lebih menyakiti kedua anaknya selama ini.

Donghae berbalik hendak pergi, namun lengannya dicekal oleh Siwon.

“Aku yakin kau pasti akan kembali, CHOI DONGHAE!” seru Siwon menekan nama Donghae dengan marga Choi.

Air mata semakin mengalir dari pipi Donghae, rasa bersalahnya semakin besar saja pada namja yang dipunggunginya kini.

Dengan lembut Siwon menarik Donghae dalam pelukannya. Donghae tidak membalas pelukannya, ia hanya menangis pilu di bahu Siwon.

“Kita pulang chagiya.” Ucap Siwon lembut sembari mengelus lembut punggung dan rambut yeoja yang masih berstatus istri sahnya itu.

Siwon menuntun Donghae menuju mobilnya. Donghae ingin menolak, tapi Siwon menggelengkan kepalanya.

“Aku memaafkanmu sebelum kau memintanya, aku dan anak-anak sungguh membutuhkanmu!” Siwon memegang pundak Donghae, meyakinkan yeoja itu.

Kediaman Keluarga Choi …

“Ayo eomma!” seru Kyuhyun dan Ryewook kompak dengan riang, keduanya masing-masing memegang tangan Donghae, menuntunnya memasuki rumahnya.  Siwon yang berada di belakangnya tersenyum lebar, ia sungguh merindukan suasana hangat keluarganya.

“Chagiya, kalian ganti baju dulu sana!” seru Siwon pada kedua anaknya yang terlihat asyik bercerita pada eommanya.

“Aniya appa! Kami masih ingin main sama eomma!” tolak keduanya dengan bibir mengerucut.

Donghae yang merasa ada yang ingin Siwon bicarakan padanya ikut membujuk kedua anaknya.

“Appa benar chagi, gantilah baju dulu. Uh kalian bau!” seru Donghae kemudian menutup hidungnya.

“Ne eomma.” Jawab keduanya patuh dan kompak –lagi dan menuju kamarnya.

“Ada apa ?” tanya Donghae setelah kedua anaknya memasuki kamarnya masing-masing.

“Hanya ingin menikmati waktu berdua dengan istriku!” jawab Siwon mendekap istrinya dari belakang.

Donghae melepaskan tangan Siwon di perutnya, ia sungguh merasa tidak pantas lagi bersanding dengan namja itu. Donghae berbalik menghadap Siwon.

“Aku hamil, bukan anakmu.” Lirih Donghae menunduk.

“Mianhae, aku harus pergi. Ceraikan aku.” Lirihnya lagi beranjak menuju pintu untuk keluar dari rumah itu.

“Aku akan menerima anak itu, dia tetap adik Ryeong dan Kyunnie asal kau tetap tinggal!” seru Siwon kembali menahan kepergian Donghae dengan mendekapnya. Tangan Siwon kemudian mengelus lembut rahim Donghae.

Donghae semakin merasa dirinya hanya yeoja yang sangat jahat dan bodoh karena mengkhianati namja yang begitu mencintainya. Donghae menggelengkan kepalanya, tangannya kembali berusaha melepaskan dekapan Siwon, tapi Siwon tidak mau mengendurkan pelukannya.

“Kau dapat dengan mudah mendapat penggantiku Wonnie-ah!” seru Donghae parau.

“Memang benar. Tapi apakah posisimu dapat tergantikan di hati anak-anak ? tidak! Sepuluh tahun kita hidup bersama, saling memahami, berbagi suka dan duka bersama. Apakah itu dapat digantikan dengan mudah ?” tanya Siwon.

“Tidak Donghae-ya! Kalau kau tidak bisa kembali karena aku, kembalilah karena anak-anak. Mereka sangat membutuhkanmu! Akupun begitu membutuhkanmu, tapi jika kau memang tidak mau bersamaku lagi, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi tidak dengan anak-anak, mereka tidak boleh kembali merasakan apa yang aku rasakan Donghae-ya!” jelas Siwon terisak di bahu Donghae.

Donghae mengangguk pelan di antara isakannya, ia kemudian meletakkan tangannya di atas tangan Siwon, terisak bersama.

Keesokan harinya ..

Siwon, Donghae, Ryeowook dan Kyuhyun tengah berada di taman hiburan. Kebahagiaan terpancar terutama pada diri Ryeowook dan Kyuhyun. Mereka tidak segan-segan dan sering kali menyatukan jemari Donghae dan Siwon, membuat kedua orang tuanya menunduk malu dan dihinggapi rasa canggung.

Kibum memandang penuh kebencian pada mereka, terutama pada Siwon. Ia sudsh menduga pasti Donghae akan kembali pada Siwon. Diambilnya pistol yang sudah dilengkapi dengan kedap suara. Diarahkannya pistol itu tepat pada jantung Siwon.

Donghae yang tengah bersenda gurau dengan kedua anaknya tidak sengaja melihat seseorang mengarahkan sebuah pistol, diikutinya arah pistol itu.

‘Siwon ?’ Donghae membatin.

“Matilah kau Choi Siwon!” desis Kibum, perlahan ditariknya pelatuk pistol itu.

Donghae yang panik segera memposisikan dirinya di depan Siwon yang sibuk berbincang dengan salah seorang pengunjungg disana.

Door

Mata Kibum membulat tidak percaya, peluru yang seharusnya sekarang bersarang di jantung rival cintanya malah berada di dalam jantung yeoja yang begitu dicintainya.

Kibum menjatuhkan pistol yang ada di tangannya, seiring dengan jatuhnya Donghae ke tanah.

Matanya berkaca-kaca menahan tangis, ia begitu menyesal karena tidak sempat menghentikan dirinya sendiri saat menembakkan peluru tersebut, padahal matanya sesaat melirik Donghae yang berpindah tempat menghampiri Siwon.

BRUUK

Siwon menangkap tubuh Donghae yang jatuh, orang-orang pun mulai mendekati keduanya.

“Ca..ri bbukku ha..harianku.” setelah mengucapkannya, Donghae menutup matanya untuk yang selamanya.

“EOOMMMAAA!!!!” jerit Ryeowook dan Kyuhyun bersamaan seraya mengguncang-guncangkan tubuh kaku tidak bernyawa itu.

“Jangan tinggalkan kami lagi!” Isak Siwon menempelkan keningnya dengan kening Donghae.

“Kim Kibum Anda sudah dikepung!” seru Hangeng mengarahkan pistol pada Kibum yang menangis dengan posisi terduduk membelakanginya. Kibum mengangkat kedua tangannya, menyerah.

“Tangkap dia!” seru Hangeng lagi memerintahkan pada anak buahnya.

Anak buah Hangeng pun memakaikan borgol pada kedua pergelangan tangan Kibum dan membawanya ke dalam mobil polisi.

Hangeng kemudian menghampiri Siwon, dia terkejut melihat mayat yeoja yang ada dipelukan Siwon.

“Donghae-ya!” seru Hangeng keluar dari mobil. Donghae berbalik dengan kening yang berkerut.

“Apa kita kita bisa bertemu lagi ?” tanya Hangeng, Donghae mengangguk membuat Hangeng tersenyum.

‘Bukan pertemuan yang seperti ini yang kuharapkan Hae-ya!’ Hangeng mencelos dalam hati. Ia kemudian menatap mayat itu dengan kosong.

‘Tak ada gunanya lagi aku hidup!’ batin Kibum.

Ia kemudian melirik ke arah polisi yang mengarahkan pistol dibelakangnya dan yang menuntunnya berjalan secara bergantian. Dengan ilmu bela diri yang ia miliki, ia dapat merebut pistol itu dari tangan polisi tersebut dengan tangan yang masih terborgol.

Ia kemudian mengarahkan pistol –dengan agak kesusahan- tersebut ke kepalanya, “mianhae Hae-ya! Aku akan menyusulmu, jeongmal saranghae Lee Donghae!” ucapnya memandang polisi yang memandangnya cemas.

Door

Baik Hangeng dan Siwon terkejut mendengar suara tembakan tidak jauh dari mereka. Dapat mereka lihat tubuh Kibum yang ambruk dengan darah yang mengalir deras dari kepalanya.

Setelah pemakaman ..

“Aku sama sekali tidak menyangka bahwa kau adalah kekasih dari Kim Kibum, perampok yang ingin kutangkap Hae-ya!” gumam Hangeng menatap kosong sapu tangan biru safir yang ada di genggamannya kini.

“Waeyo ? kenapa harus seperti ini ?” tanyanya dengan setitik air mata yang membasahi pipinya.

“Semoga kau tenang disana!” gumamnya kemudian menjatuhkan sapu tangan itu ke dalam arus deras Sungai Han.

Kediaman keluarga Choi ..

Sesuai dengan pesan Donghae, setelah pemakaman selesai Siwon mencari buku harian Donghae.

Setelah mendapatkannya ia keluar kamar menuju single sofa yang biasa ia duduki.

Setelah menghela nafas ia mulai membuka dan membaca tulisan mendiang istrinya.

Mokpo, 12 September 2001

Aku benar-benar bahagia hari ini! Hari ini namja yang diam-diam kucintai menyatakan cintanya padaku.

Kim Kibum Saranghae!

 

Mokpo, 15 Oktober 2001

Hari ini adalah hari ulang tahun terindah dalam hidupku!

Waeyo ??? ingin tahu ? jinjja ???

Baiklah, karena aku baik maka aku akan menuliskannya disini.

Kibum, ia ingin melamarku! Aku sempat ragu karena usia kami yang masih belia. Tapi ia begitu yakin ingin menikahiku,, tentu aku bahagia bukan ???

Kim Kibum jeongmal saranghae !!!!

 

Mokpo, 30 Desember 2001

Appa sakit keras, bagaimana ini ??

Aku sungguh sedih, Appa kau harus cepat sembuh!

Appa, jeongmal saranghae!

 

 

Mokpo, 12 Maret 2002

Keluarga Kim melamarku! Keluargaku menerima lamaran Kibum untukku!

Kyaaaa,, aku senang! Sebentar lagi aku akan menjadi istri sah Kibummie!

 

Mokpo, 08 Agustus 2002

Appaku meninggal …

Semoga kau tenangg disana Appa!

 

Mokpo, 21 Agustus 2002

Kibum bilang ini adalah ulang tahunnya yang paling menyakitkan karena aku memutuskannya.

Jeongmal mianhae Kibum-ah, jeongmal saranghae!

Siwon terhenyak, “21 Agustus 2002 ? bukankah itu saat keluargaku melamar Donghae ?” gumamnya.

Flashback ..

Mokpo, 15 Agustus 2002

Siwon memutuskan untuk berlibur ke Mokpo menemui orang tuanya, ia bosan dengan Seoul yang membuat kepalanya pusing dengan semua pekerjaannya.

Ia memutuskan untuk pergi ke pantai. Ketika ia sampai di pantai dengan di temani seseorang yang ditugaskan appanya untuk membantu Siwon berjalan-jalan di Mokpo matanya menyapu pemandangan yang ada disana.

“Sejuk..” gumamnya merasakan angin segar yang menerpa tubuhnya dengan memejamkan mata.  Ketika ia membuka mata, seorang yeoja melewatinya dengan berlari riang bersama beberapa anak kecil.

Siwon tersenyum melihat yeoja itu, “kyeopta.” Gumamnya terus memperhatikan yeoja tersebut.

Siwon teringat dengan seseorang yang menjadi pemandunya selama di Mokpo.

“Kau mengenalnya ?” tanyanya sembari menunjuk yeoja  yang tengah bermain air bersama beberapa anak kecil.

“Namanya Lee Donghae tuan muda.” Jawabnya.

“Ceritakan yang kau ketahui tentangnya padaku!” seru Siwon tidak sabar.

“Ia orang asli daerah sini, appanya meninggal seminggu. Dan keluarganya memiliki banyak hutang dengan Tuan Choi untuk membiayai pengobatan appanya.” Jelas pemandunya tersebut, Siwon mengangguk mengerti kemudian tersenyum penuh arti kembali memperhatikan yeoja itu.

“Lee Donghae ?” tanya Tuan Choi terkejut pada anak semata wayangnya.

“Ne appa, kurasa aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya!” seru Siwon mantap.

“Kau yakin ?” tanya Tuan Choi.

“Ne appa. Lamarkan dia untukku, kumohon!” mohon Siwon.

“Ne baiklah, appa yakin mereka mau menerima lamaran kita Siwon-ah!” keduanya kemudian tersenyum penuh arti.

19 Agustus 2002

“Anak tuan Choi ?” tanya Donghae terkejut atas penuturan eommanya barusan.

“Ne Donghae-ya! Kau kan tahu saat appamu masih bekerja saja hidup kita masih kekurangan. Apalagi ketika appamu sakit keras, kita pontang-panting mencari uang untuk biaya pengobatan appamu hingga akhirnya eomma memutuskan untuk meminjam uang pada Tuan Choi. Sekarang tuan Choi memberi pilihan pada kita, kita tidak perlu membayar hutang asal kau mau menikah dengan anaknya. Tapi jika kau menolak lamarannya, maka kita harus membayar tiga kali lipat dari hutang kita hiks.. hiks..” Jelas eomma Donghae –Lee Jung Soo sambil terisak.

“Bagaimana dengan lamaran Kibummie eomma ? pernikahan kami tinggal menghitung minggu eomma!” seru Donghae frustasi menutup wajahnya dengan tangan.

“Mau tidak mau kita harus batalkan Donghae-ya! Eomma mohon, hanya kau yang bisa membantu keluarga kita!” Leeteuk kemudian bersimpuh di kaki anaknya agar mengikuti keinginannya.

“Sudah eomma, berdirilah! Aku akan menikah dengan anak tuan Choi!” putus Donghae memeluk Leeteuk.

‘Mianhae Kibummie..’ Donghae membatin.

21 Agustus 2002

“Apa maksudmu Hae-ya ?” tanya Kibum terkejut mendengar penuturan kekasihnya ini.

“Apa tidak jelas ? kita putus!” seru Donghae dengan wajah datar, padahal hatinya menangis kini.

“Pernikahan kita ?” tanya Kibum dengan suara bergetar.

“Batalkan! Aku akan menikah dengan pilihan orang tuaku.” Seru Donghae lagi kemudian berlari meninggalkan Kibum, ia sungguh tidak sanggup melihat Kibum yang telah ia sakiti.

Malam harinya ..

“Jadi bagaimana nyonya Lee ?” tanya tuan Choi angkuh dengan Siwon disampingnya.

“Kami menerima lamaran anda tuan!” sahut nyonya Lee membuat Siwon tersenyum senang, sedangkan tuan Choi tersenyum penuh kemenangan.

“Donghae-ya! Keluarlah chagi!” panggil Leeteuk.

Siwon merasa semakin tertarik saja dengan yeoja yang baru saja keluar dari kamarnya, meskipin hanya gadis desa tapi kecantikannya begitu memikat Siwon.

Setelah Donghae keluar tuan Choi menghampirinya, menggenggam tangannya.

“Siwon kemarilah!” serunya, Siwon pun mendekati keduanya.

“Sudah aku putuskan kalian menikah dua minggu lagi!” putus tuan Choi setelah menautkan jemari Siwon dan Donghae.

Flashback end

Siwon dipaksa mengingat kembali apa yang membuat ia menikah dengan Donghae. Sebenarnya ia sadar bahwa saat itu ia dan appanya telah memaksa sebuah keluarga untuk menerima lamarannya. Tapi Siwon tidak pernah menyangka bahwa Donghae telah terlebih dahulu dilamar oleh Kibum, yang kemudian menjadi selingkuhan Donghae pada akhirnya.

“Jadi ini maksud Kibum meminta haknya kembali padaku waktu itu ?” gumamnya mengingat saat ia mendapati perselingkuhan Kibum dan Donghae di depan matanya.

Siwon kembali membuka lembaran buku harian itu ..

Mokpo, 10 September 2002

Hari ini adalah hari pernikahanku dengan namja yang sama sekali tidak ku kenal.

Semoga aku bahagia, mianhae Kibummie!

 

Mokpo, 12 September 2002

Nafasku tercekat begitu aku mendengar Kibum melakukan perampokan dan ditangkap polisi di malam pesta pernikahanku.

Kenapa kau melakukan itu Kibummie hiks.. hiks .. ?

Flashback

Kibum berusaha mencari tahu tentang pernikahan Donghae dengan namja lain, iapun akhirnya mengetahui alasan Donghae membatalkan pernikahan mereka dan menikah dengan namja lain.

Karena ingin membayar semua hutang keluarga Donghae, Kibum nekat pergi ke Seoul dengan beberapa orang temannya untuk merampok.

Tapi Kibum harus kembali menelan kecewa ketika ia kembali ke Mokpo dengan membawa uang banyak, ia malah menemukan kenyataan bahwa Donghae telah menikah.

Ia memutuskan kembali ke Seoul, saat perjalanan ke Seoul ia ditangkap polisi kemudian dijebloskan ke dalam penjara, begitupun dengan teman-temannya yang telah terlebih dahulu masuk penjara.

Flashback end

Siwon tidak bisa menahan air matanya untuk turun membasahi pipinya. Ternyata jauh sebelum ia merasa tersakiti akibat perselingkuhan Donghae dengan Kibum, Donghae dan Kibum teah merasakan sakit sekian tahun lamanya.

“Jeongmal mianhae Donghae-ya! Kibum-ah!” isaknya pilu.

“Ini semua berasal dariku, jeongmal mianhae!”

Dengan berat hati Siwon kembali membuka setiap lembaran buku harian itu. ia akhirnya memfokuskan diri pada tulisan yang berisi bagaimana Donghae bisa berselingkuh dengan Kibum.

Seoul, 18 April 2010

Kim Kibum ? dia kembali ? menemuiku ?

Aku menangis mendengar penjelasannya kenapa ia bisa dipenjara selama delapan tahun, dan itu karena ingin membayar semua hutang keluargaku pada appa Siwon.

Setelahnya ia mengatakan ingin kembali menikahiku, tapi itu semua tinggal angan saat melihat pesta pernikahanku.

Mianhae Bummie!

 

Seoul, 21 April 2010

Bagaimana ini ? Kibum mengajakku pergi bersamanya, memulai hidup baru berdua saja. Aku bingung, aku memang masih mencintainya tapi bukan begini caranya!

 

Seoul, 25 april 2010

Disaat hatiku ingin memilih Siwon kenapa ia malah terkesan menjauhiku ? ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya! Ia pun tidak pernah peduli lagi pada Ryeong dan Kyunnie, anak kandungnya!

 

Seoul, 27 April 2010

Aku menyerah, jeongmal mianhae Siwon!

Aku tahu ini salah, aku tahu cintaku dengan Kibum telah terlarang.

tapi kau yang membuatku seperti ini! Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu hingga tidak pulang.

Aku kesepian, tidakkah kau tahu itu ?

Tidakkah kau merindukanku hhm ?

Cukup sudah! Siwon tidak sanggup lagi membacanya. Semua sudah terungkap, ia sadar ini berawal dari keegoisannya di masa lalu.

“Appa!” seru Ryeowook dan Kyuhyun bersamaan dengan mata sembab.

“Kemarilah chagi!” seru Siwon. Ia kemudian memeluk kedua anaknya erat.

“Jeongmal mianhae Donghae-ya! Kibum-ah!” sesalnya kemudian menciumi pucuk kepala dua malaikat kecilnya.

“Ini salahku..” lirihnya lagi.

END

Other Post :
Baca Juga :
Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai,

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 26 Desember 2012, in Cinta Terlarang, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Sad ending. . . Bkin nyesek bnget ksihan won pa. .

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: