Fanfiction Two Male Bride Chapter 1

Super Junior Yesung Brithday by Nazimah Elfish

Title : Two Male Bride

Author : Nazimah Agustina

Pair : KiHae slight KyuHae

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, F(X) Victoria, Choi Minho, Park Jung Soo, Kim Heechul (cast lain menyusul)

Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort, Angst

Rating : T

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Pernikahan adalah impian setiap pasangan. Begitupun dengan Donghae, ia mempersiapkan pernikahannya dengan Kibum, namun saat di altar ia malah bersanding dengan Kyuhyun. Kenapa bisa terjadi demikian? Akankah pernikahan itu tetap terlaksana? Dan pertanyaan terbesarnya adalah, Kemana Kibum dihari pernikahannya?

Warning : Gender Switch! Tema yang aku yakin sudah pernah diusung oleh author lain sebelumnya.

.

.

Chapter 1

Seoul

Butik

.

 “Permisi, kami ingin memesan baju pengantin. Bisakah kami bertemu dengan designer yang bekerja di toko ini?” Ucap Donghae ramah pada salah seorang pelayan toko.

“Silahkan, mari ikut saya!” sahut pelayan toko tersebut ramah dan menunjukkan ruangan designer yang dimaksud.

“Silahkan masuk!” ujar pelayan itu tersenyum setelah membukakan pintu.

“Terima kasih!” sahut Donghae tersenyum saat melewati pelayan tersebut.

“Terima kasih!” sahut namja yang datang bersama Donghae menampilkan killer smile miliknya.

Kedua pipi pelayan itu merona seketika, “Kibum-sshi!” panggil pelayan itu sontak membuat Kibum, Donghae, dan seorang designer yang ada di dalam ruangan itu menoleh kearahnya.

“Maafkan aku!” ucap pelayan itu malu, kemudian pelayan itu menghampiri Kibum.

“Ada yang bisa kubantu?” tanya Kibum ramah, pelayan itu mengeluarkan buku catatan kecil dan bolpoint miliknya dari dalam seragam yang dipakainya.

“Aku penggemar beratmu Kibum-sshi! Aku selalu menonton semua drama yang kau bintangi! Aktingmu sangat bagus! Aku sangat beruntung dapat bertemu langsung denganmu!” puji pelayan itu menggebu-gebu, jangan lupakan senyum lebarnya dengan mata yang berbinar-binar.

“terima kasih, justru aku yang sangat beruntung, percayalah!” tanggap Kibum kemudian tersenyum lembut, membuat pelayan itu seperti hendak meleleh.

“Maukah kau menanda tangani bukuku ini Kibum-sshi?” pinta pelayan tersebut setelah menyodorkan buku catatan dan bolpointnya tadi.

“Tentu saja!” sahut Kibum kemudain menerima buku itu dan menanda tanganinya.

“Ini.” Pelayan itu menatap bukunya dengan senyum sumringah.

“Jeongmal gomawo Kibum-sshi!” pekik pelayan itu riang, membuat Kibum dan dua orang lain yang ada diruangan tersebut tersenyum.

“Ups, maafkan aku.” Ucap pelayan itu dengan wajah merah menahan malu namun masih dengan senyum yang mengembang di bibirnya, ia kemudian mengundurkan dirinya dari ruangan tersebut.

.

“Aku tidak tahu harus mengatakan apa Donghae-ah!” ucap sang designer membuat Donghae menolehkan kepala.

“Kau memiliki calon suami yang digilai banyak yeoja.” Sambungnya kemudian terkikik, Donghae tersenyum lembut.

“Biarlah Kibum digilai banyak yeoja, tapi percayalah jika Kim Kibum hanya gila padaku!” sahut Donghae masih tersenyum.

“Kau memang sangat mengerti profesiku chagi!” Kibum lansung merapatkan dirinya pada Donghae sambil tersenyum.

“Aku memang hanya gila padamu chagi!” timpal Kibum lagi, Donghae tersenyum penuh kemenangan pada sang desainer, Heechul –designer- hanya dapat memutar mata malas.

“Biar kutebak untuk apa kalian disini, memesan baju pengantin?” tanya Heechul tersenyum usil pada pasangan ini.

Kibum tertawa, “tentu saja, kami sudah tidak sabar ingin menikah!” jawab Kibum menggebu-gebu.

“Memangnya kalian kapan menikah?” tanya Heechul lagi mengambil alat tulisnya.

“4 bulan dari sekarang.” Sahut Kibum.

“Ah iya, silahkan duduk kalau begitu!” tawar Heechul.

“Jadi gaun seperti apa yang kau inginkan Hae?” tanya Heechul, Donghae tampak berpikir.

“Aku menginginkan gaun yang simple namun elegan.” Jawab Donghae dengan gaya masih berpikir.

“Apa seperti gaun pengantin Kate Middleton?” tebak Heechul, Donghae mengangguk setuju.

“Itu yang kuinginkan!” jawabnya sumringah.

“Dan kau Kibum, tuxedo seperti apa hhm?” kali ini Heechul menoleh pada Kibum.

“Aku yang biasa saja noona, yang penting acaranya khidmat dan   tidak ada hambatan.” Jawab Kibum kemudian tersenyum.

Satu jam kemudian …

“Sudah selesai?” tanya Kibum sumringah. Namja itu sudah sangat bosan menunggu calon istrinya membicarakan tentang pernikahan dengan Heechul.

Donghae mengangguk, “kita setelah ini pergi memesan Gereja untuk menikah dan gedung untuk resepsi!” Donghae berujar riang. Kibum hanya mengangguk sambil tersenyum.

Di depan sebuah Gereja …

“Kita sekarang menemui Pendetanya.” Ujar Kibum sesaat setelah keluar dari mobilnya, ia dan Donghae tengah berada diluar Gereja yang rencanyanya tempat mereka mengikat janji suci pernikahan.

Donghae megangguk. Dengan tangan yang bertautan, mereka melangkah memasuki Gereja.

“Anneyoung Haseyo!” sapa Kibum pada seorang namja yang diyakini adalah Pendeta.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanggap Pendeta itu ramah setelah membalikkan tubuhnya.

“Begini, kami ingin memakai Gereja ini untuk menikah 4 bulan lagi. Apa bisa?” tanya Kibum, Pendeta itu tampak berpikir, ia kemudian mengambil sebuah buku. Dibolak-balikkan buku itu, jemarinya menelusuri kata demi kata yang ada dilembarannya. Pendeta itu menutup bukunya, ia menoleh pada pasangan muda di hadapannya sambil tersenyum.

“4 bulan lagi tidak ada yang memesan tempat ini, jadi kalian bebas menentukan hari pernikahan kalian.” Ujar sang Pendeta membuat Kibum dan Donghae tersenyum lega.

“Identitas kalian?” tanya sang pendeta, sambil menyiapkan alat tulisnya.

“Ah iya! Kim Kibum imnida, dan calon istriku ini bernama Lee Donghae.” Sahut Kibum.

.

.

Setengah jam kemudian …

Di mobil Kibum …

Setelah mengisi dan menyetujui semua persyaratan untuk memakai Gereja yang mereka datangi tadi, Kibum memutuskan untuk mengantar Donghae kembali ke perusahaan, selain karena Kibum sendiri harus kembali ke lokasi syuting.

“Kibummie, aku tidak sabar menunggu 4 bulan lagi!” pekik Donghae menyembulkan kepalanya keluar dari jendela mobil.

“Hae, sudahlah! Berhenti melakukan hal konyol!” peringat Kibum, ia khawatir akan keselamatan calon istrinya itu.

“Ish! Ne! aku kan hanya mengungkapkan kebahagiaanku!” gerutu Donghae, Kibum tersenyum mendengarnya.

“Bagaimana kalau kita ke panti asuhan saja?” tawar Kibum.

“Kau tidak terlambat pergi ke lokasi syuting nanti?” tanya Donghae, Kibum lagi-lagi tersenyum.

“Kalau Cuma sebentar tidak apa kok, toh kita juga lama tidak mengunjungi mereka bukan?” jelas Kibum yang disambut anggukan semangat dari Donghae.

.

.

Panti Asuhan …

“Anneyoung haseyo anak-anak!” panggil Donghae riang. Anak-anak yang ada di ruang tengah panti langsung menghamburkan diri menghampiri Donghae.

“Eonnie kenapa lama tidak kemari?”

“Noona tidak merindukan kami?”

“Kami merindukan eonnie!”

“Noona makin cantik!” dan pernyataan terakhir membuat Donghae dan anak lainnya menoleh kearah seorang namja kecil yang ada di dekat Donghae.

“Minho!” pekik Donghae mengacak-acak rambut namja kecil yang tampan itu.

“Anneyoung! Lihatlah aku membawa apa!” ujar Kibum dengan kedua tangan yang membawa dua kantung plastic besar, cendramata untuk anak-anak panti.

Sontak anak-anak yang menggemaskan itu berlari menghampiri Kibum kecuali Minho, ia tetap bersama Donghae.

“Minho-ah, kau sudah lama disini chagi?” tanya Donghae, Minho menggeleng.

“Aku juga baru sampai noona. Ayo kita temui Leeteuk ahjumma!” Dan setelahnya Donghae dan Minho meninggalkan Kibum yang sibuk membagikan buah tangan untuk anak-anak panti.

Dapur …

“Anneyoung ahjumma!” panggil Donghae menghamburkan dirinya kepelukan Leeteuk dari belakang.

“Astaga Hae! Kau membuatku kaget!” sungut Leeteuk, Donghae nyengir.

“Minho?” panggil Leeteuk, ia kemudian merentangkan tangannya untuk namja kecil bermarga Choi itu.

“Kapan kau kembali ke Korea?” tanya Leeteuk mengusap punggung namja itu lembut.

“beberapa jam hiks yang lalu hiks, Bogoshipo!” sahut Minho terisak.

“Sstt, ahjumma dan aku juga merindukanmu chagi!” bujuk Donghae mendekati keduanya.

“Aku hiks di Amerika hiks kesepian.” Adu Minho membuat Leeteuk dan Donghae menatapnya sendu.

Minho memang bukan penghuni panti, dia berasal dari keluarga berada, ia adik dari Choi Siwon. Siwon sendiri adalah seorang pengusaha muda yang sukses, namun karena kesuksesannyalah yang membuat Siwon menjadi super sibuk dan tidak sempat memperhatikan adiknya sendiri.

“Ish!  Kalian disini rupanya!” teriak Kibum lalu berlari menghampiri Donghae, Leeteuk, dan Minho yang berada didekat meja makan.

“Minho kenapa menangis eoh?” tanya Kibum melihat Minho yang sesegukan. Dihapusnya air mata itu sambil tersenyum. “Laki-laki harus kuat! Tidak boleh mengangis!” bujuknya.

“Hyuuuung!” kali ini Minho menghamburkan dirinya ke pelukan Kibum, Kibum membalas pelukan itu sayang.

“Kesepian?” tanya Kibum, Minho mengangguk dalam pelukannya.

“PSP yang hyung berikan untukmu tidak kau mainkan eoh?” tanya Kibum lagi. Minho melepas pelukannya dan menatap Kibum dengan mata merahnya.

“Kumainkan kok, tapi aku ingin seorang teman!” sahut Minho.

“Memangnya kau tidak punya teman disana?” Minho menggeleng.

“Kenapa? Kau kan tampan, baik, kaya, dan pintar. Masa iya tidak ada yang ingin berteman denganmu saat di Amerika?” tanya Kibum, Minho menundukkan kepalanya.

“Mereka…”

“Mereka?”

Minho kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya cepat, membuat orang dewasa disekitarnya memicingkan mata, apa yang terjadi dengan anak itu?

“Minho-ah, ceritakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Donghae lembut sambil mengelus rambut namja kecil itu.

“Ani! Gewenchana!” jawabnya ketus, Donghae dan yang lainnya berjengit karena Minho yang jarang berbicara dengan nada demikian, terlebih pada Donghae yang dekat dengannya sebelum ia pindah sekolah ke Amerika.

Donghae menoleh pada kibum, Kibum mengangguk kecil. “Baiklah, jika kau tidak mau menceritakannya pada kami dulu. Bagaimana jika bermain bersama anak-anak yang lain?” tawar kibum, Minho mengangguk semangat.

.

.

Donghae tersenyum melihat keceriaan anak-anak yang ada di panti, “aku harus segera pergi Hae-ah!” ujar Kibum terburu setelah melihat jam tangannya.

“Ne, aku ikut eoh?” tanya Donghae, Kibum mengangguk.

“Kami pergi dulu ahjumma.” Pamit Donghae.

“Ne, hati-hati.”

“Anneyoung!”

.

.

Perusahaan Lee …

“Hati-hati eoh? jaga kesehatanmu chagi!” pesan Donghae sebelum keluar dari mobil Kibum.

“Pasti!” jawab Kibum, Donghae mengangkat sebelah alisnya saat Kibum menaruh jari telunjuknya ke pipi.

“Mwo?” tanya Donghae namun Kibum tetap menunjuk-nunjuk pipinya. Donghae tertawa setelah mengerti maksud namjachingunya ini.

CHUP

Kibum tersenyum, setelah memberi kecupan di pipi Kibum, Donghae segera keluar dari mobil. “Sudah pergi sana!” usirnya namun setelahnya ia tersenyum.

“Baiklah, tapi awas nanti telah mengusirku!” Kibum dan Donghae tertawa, beberapa detik kemudian mobil Kibum melaju menuju lokasi syuting drama yang dibintanginya.

.

.

.

Dua hari kemudian …

Butik …

“Anneyoung Heechul eonnie!” sapa Donghae setelah membuka pintu ruangan Heechul.

“Hae? Masuklah!” Sahut Heechul, ia emudian mengeluarkan sebuah kertas yang didalamnya terdapat sketsa gaun pengantin yang akan dikenakan Donghae nanti.

“Bagaimana?” tanya Heechul setelah beberapa saat Donghae mengamatinya.

“Bagus eonnie! Ini seperti yang kita bicarakan tempo hari, aku setuju.” jawab Donghae.

“Kalau begitu kau ikut aku!”

.

.

Setelah mengukur tubuhnya untuk gaun yang akan dipakainya nanti dan memilih bahan yang sesuai dan nyaman, Donghae memutuskan untuk pamit.

Saat Donghae hendak keluar dari butik itu, ia bertemu dengan seorang namja yang sudah lama tidak dijumpainya.

“Donghae?” tanya namja itu.

“Kyuhyun?” Donghae balik bertanya. Hening selama beberapa saat hingga,

“kau sedang apa disini?” tanya Kyuhyun membuka pembicaraan.

“Aku sedang mempersiapkan pernikahanku… nanti.” Jawab Donghae kemudian tersenyum tipis.

“Kau sendiri? Kau ingin menikah juga?” tanya Donghae. Kyuhyun mengangguk pelan.

“Oh, selamat kalau begitu.”

“Kyunnie, dia siapa?” tanya seorang yeoja cantik datang menghampiri mereka.

“Dia Donghae, teman lamaku.” Jawab Kyuhyun.

“Perkenalkan, namaku Victoria, calon istri Kyuhyun.” Ujar yeoja yang bernama Victoria itu sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Donghae.

“Namaku Donghae.” Jawab Donghae balas tersenyum dan membalas uluran tangan itu.

Namun, senyum Victoria memudar ketika matanya membidik sesuatu yang aneh dari Kyuhyun maupun Donghae. Mereka tampak memandang sendu satu sama lain.

Victoria menangkap ada kecewaan disana, benarkah?

.

.

To Be Continue ?

a/n :  bagaimana? silahkan mau menebak apapun untuk chap 2. Tapi saya punya ide tersendiri untuk chap-chap selanjutnya, saya tidak tahu adakah yang berpikiran sama dengan saya nantinya.

Pasti banyak yang bertanya kenapa saya memakai member F(X) khususnya Victoria?

Kenapa tidak Sungmin?

Itu karena saya tidak tahu jika Sungmin yang memerankannya akan cocok atau tidak, saya takut kembali mengecewakan KyuMin Shipper dan Pumpkin nantinya. Saya memakai Victoria bukan karena saya KyuVic atau KyuToria shipper, walaupun girlband favorit saya adalah F(X), mereka no 1. saya menganggap Super F(X) couple itu lebih ke hubungan adik kakak sebenarnya (bukan pacaran), mereka terlihat imut jika bersama (bagi saya).

Dan untuk judul,, terima kasih untuk Audrey Musaena yang memberikan judul untuk FF ini.

Artikel Terkait :
Artikel Terkait :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 28 Desember 2012, in Two Male Bride and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 21 Komentar.

  1. uah umum sepertinya tapiiiiiii,, ini bikin penasaran

    Suka

  2. jangan bilang hae sama kyu mantanan?????

    Suka

  3. kibum akan menikah dengan hae, lalu apa hub hae di masa lalu dgn kyu ya

    Suka

  1. Ping-balik: Cover Fanfiction ala Nazimah bagian 2 | Nazimah Agustina

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: