Fanfiction Option Chapter 15

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

[FANFIC COVER] OPTION

Title       : Option

Author  : Nazimah Agustina Elfish a.k.a Kang Hyo Sang

Pair: CRACK (KyuHae, KiMin, KiHae, YunHae, KyuMin, HanChul, SiHyuk)

Rate       : T

Genre   : drama, romance, hurt/comfort,  angst, liitle friendship

Cast: Lee Donghae, Kim Kibum, Jung Yunho, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Tan Hangeng,  Choi Siwon

Summary: New Summary! Kisah Donghae dalam menjalani kehidupannya, dari rasa cintanya cinta pada dua namja sekaligus, dendam pada sang suami, hingga persahabatannya dengan istri muda. Akankah ia terjebak pada ‘hubungan gelap’ pada akhirnya?

Warning : GS, crack pair..

*

*

Tidak suka? Tidak usah dibaca.

*

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Option ~

~ Chapter 15 ~

.

.

.

“Aaahhh…” Kibum terkulai lemas disamping Donghae setelah mengalami orgasme. Ia menoleh kesebelahnya dan mengira Donghae yang telah tertidur karena lemas dengan ‘kegiatan’ mereka. Kibum tersenyum lembut kemudian mengecup kepalanya sayang seraya mengucapkan ‘terima kasih dan selamat malam’. Penerangan yang ada di kamar tersebut memang temaram terlebih kepala Donghae tertoleh ke kiri, sedangkan Kibum ada di kanannya. Jadi wajar terasa jika Kibum tidak tahu apa yang terjadi dengan istrinya itu bukan?

Keesokan paginya …

“Euunnggh…” Kibum melenguh dalam tidurnya karena cahaya mentari yang mengganggu. Ia menggeliatkan tubuhnya kemudian mendudukkan dirinya.

“Hae-ah bangun hooaam!” ucapnya kemudian menguap, berkali-kali Kibum membangunkannya namun Donghae tetap tidak bergeming membuat Kibum menyernyit heran. Karena penasaran Kibum menyentuh wajah Donghae kemudian menolehkan wajah itu padanya.

Namun betapa terkejutnya Kibum mendapati wajah pucat Donghae dengan bibirnya yang telah robek serta terdapat darah kering disana. Diperiksanya denyut nadi yeoja itu.

DEG

Jantung Kibum berdebar kencang ketika ia tidak merasakan denyut nadi yang ada di pergelangan Donghae. Kibum menghela nafas berusaha tidak tidak panik meskipun itu mustahil. Ia mencoba berpikir jernih.

‘Bukankah leher lebih dekat dengan jantung daripada pergelangan? Jika pergelangan tidak terasa denyutan nadi, masih ada harapan jika lehernya dapat dirasakan denyutan.’

setelah mengiyakan pikirannya, Kibum kemudian mengarahkan jari telunjuk dan jari tengahnya pada leher istrinya, berharap ada kehidupan disana.

Kibum tersenyum lebar ketika merasakan ada kehidupan disana walau lemah. Dengan cepat namja itu mengenakan pakaiannya tak lupa juga memakaikan pakaian pada Donghae. Kibum mengangkat tubuh lemas itu menuju mobilnya, hendak ke rumah sakit.

BRAAK!

Ditendangnya pintu itu dan berlari secepat yang ia bisa.

“Kibum, Donghae kenapa?” tanya Sungmin panik melihat Donghae dalam kondisi mengenaskan seperti itu.

“Aku akan membawanya ke rumah sakit!” teriak Kibum tetap berlari, Sungmin pun mengejarnya.

“Aku hosh ikut hosh!” sengal Sungmin ketika Kibum hendak memasuki mobilnya setelah membaringkan Donghae di jok belakang. Kibum mengangguk menanggapi. Sungmin pun dengan cepat memasuki jok belakang dan menjadikan pahanya sebagai bantal bagi kepala Donghae.

.

“Donghae kenapa Kibum-ah?” Sungmin berkali-kali bertanya pada Kibum perihal penyebab Donghae demikian, namun Kibum hanya menjawab ‘aku tidak tahu.’

Sungmin belai rambut itu lembut, mentransferkan kasih sayang pada madunya itu, batinnya tidak berhenti berdoa untuk keselamatan Donghae.

.

Rumah Sakit

Ruangan Dokter

.

.

“Bagaimana keadaannya Dokter?” tanya Kibum sesaat setelah Dokter duduk ditempatnya.

“Kondisi Nyonya Kim cukup mengkhawatirkan.” Jawab Dokter itu kemudian menghela nafas.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengannya?” tanya Sungmin, ia masih sangat penasaran dengan penyebab memburuknya kondisi Donghae.

Dokter itu memicingkan mata pada Kibum.

“Apa?!” tanya Kibum tidak terima ditatap seperti itu.

“Tanyakan pada Tuan Kim apa yang ia lakukan pada Nyonya Kim yang tengah mengandung enam minggu!” jawab sang dokter membuat mata Kibum dan Sungmin terbelalak kaget.

“MWO?” pekik keduanya membuat sang dokter berjengit kaget.

.

.

PLAAAK!

Kibum meringis ketika tangan Sungmin yang biasa membelai pipinya lembut  itu kini berbalik menamparnya pipinya keras.

“Kau ingin membunuhnya hah!” teriak Sungmin tidak terima tepat didepan muka Kibum.

“Aku sama sekali,,,,”

PLAAKK!

Bayangkan jika dirimu sedang berbicara namun ditampar dengan keras? Seperti itulah yang dirasakan Kibum saat ini.

“Tutup mulutmu Kim Kibum! Dia sedang hamil!” lagi Sungmin mengungkapkan kekecewaan dan kemarahannya pada Kibum, sebagai sesama yeoja Sungmin tentu mengerti apa yang dirasakan Donghae.

“Sudah kubilang aku sama sekali tidak tahu!” balas Kibum berteriak karena kesal pada Sungmin yang tidak membiarkannya menjelaskan semuanya terlebih dahulu.

“Aku membencimu!” setelah mengucapkannya, Sungmin berlari meninggalkan Kibum menuju rawat inap Donghae.

Dua hari kemudian …

Sampai saat ini hanya Kibum dan Sungmin lah yang mengetahui perihal dirumahsakitkannya Donghae. Jika berita ini serta penyebabnya tersebar tentulah akan menghebohkan para karyawan khususnya para pemilik saham perusahaan Lee yang notabanenya mengenal Donghae sebagai pemilik perusahaan Lee sesungguhnya.

Bahkan Eunhyuk yang merupakan sepupu Donghae pun tidak diberitahu, Kibum dapat membayangkan betapa marahnya Eunhyuk padanya jika ia mengetahui kondisi Donghae yang sebenarnya.

“Kenapa kau belum juga bangun Hae?” tanya Sungmin lirih. Dirapikannya rambut Donghae dengan menyelipkan poninya ke belakang telinga.

Drrrt… drrttt…

Ponsel Donghae bergetar, Sungmin melihat siapa yang menghubungi Donghae.

“Huh!” Sungmin mendengus sebal ketika membaca nama Yunho lah yang tertera di layar ponsel putih tersebut.

“Halo?” sapa Sungmin.

“Kau lagi? Mana Donghae? Aku ingin berbicara dengannya!” ketus Yunho yang sesungguhnya sudah sangat kesal dan bosan, berkali-kali ia menghubungi Donghae namun selalu Sungmin yang mengangkatnya dan mengatakan berbagai alasan Donghae tidak dapat berbicara padanya.

“Dia…”

“Euunngghh…” perkataan Sungmin terpotong setelah mendengar lenguhan yang ia kenal adalah suara Donghae.

“Hae-ah, kau sudah sadar?” ucap Sungmin tersenyum lebar, ia bahkan lupa jika sambungan telephone dengan Yunho belum terputus.

Donghae membuka matanya perlahan, dilihatnya Sungmin yang tersenyum lebar padanya.

“Aaa…” Donghae berusaha berbicara namun hanya satu huruflah yang terdengar, sepertinya bibirnya masih terlalu sakit untuk berbicara.

“Tidak usah berbicara dulu!” larang Sungmin namun,

“Yun….hhoo” ucap Donghae susah payah dengan mata sayunya. Sungmin pun teringat akan pembicaraannya dengan Yunho.

“Kau ingin Donghae kan? Datanglah ke Rumah Sakit Seoul kamar 129, sekarang!” tanpa menunggu jawaban Yunho, Sungmin langsung saja memutuskan sambungan telephone kemudian tersenyum manis pada Donghae dan mulai memfokuskan perhatiannya pada yeoja itu.

.

.

Ceklek

.

Dan dalam waktu dua kali lima menit, Yunho sudah memasuki ruang rawat Donghae ((cepat ya sampainya?? Hehehe)). Dengan cepat ia hampiri ranjang itu, kekagetan pun tidak dapat disembunyikan di wajah tampannya.

“Keluarlah!” usir yunho tanpa memandang Sungmin. Sungmin menatapnya tajam, ia kemudian menatap Donghae yang mengangguk pelan. Sungmin mendengus sebal lalu keluar dari ruangan tersebut.

‘Ada hubungan apa mereka sebenarnya?’ batin Sungmin sebelum menutup pintu itu.

.

“Apa yang terjadi?” tanya Yunho setelah hanya berdua dengan Donghae.

“Aakk..ku …” Donghae mencoba menjelaskan namun Yunho terlewat iba melihatnya yang begitu kesulitan.

“Sudahlah tidak perlu dilanjutkan!” larang Yunho kemudian menaruh sebelah tangannya pada rahim Donghae, membelainya lembut, mencurahkan kasih sayangnya pada jabang bayi yang dia harap masih meringkuk nyaman di rahim sang ibu. ((ini bapaknya siapa sih sebenarnya?#ditabok YunHaeBum))

“Aku berharap ia dapat bertahan!” ucap Yunho kemudian tersenyum lembut. Ia memandang miris Donghae yang matanya kini tergenang air mata.

Mereka terus bertatapan, seolah dapat mengerti apa yang dirasakan satu sama lain hanya melalui tatapan hingga Yunho mengangguk dan berucap, “aku mengerti,” ujarnya yang terdengar ambigu.

Donghae tersenyum tipis mendengarnya, ia memejamkan matanya, membuat air mata jatuh dari kedua pelupuk matanya ketika Yunho mengecup keningnya lembut dan lama.

Setelah mengecup kening Donghae, yunho mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Eunhyuk di kontaknya.

“Halo Yunho Oppa?” sapa Eunhyuk disebrang sana.

“Hyukkie-ah! Donghae sedang di rawat di Rumah Sakit Seoul kamar 129.” Ucap Yunho dengan nada sedihnya.

“MWO?” Yunho menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Ne, Hyukkie. Jenguklah dia!” ucapnya kemudian memutuskan sambungan telephone. Dia menoleh kearah Donghae sambil tersenyum.

“Aku harus pergi! Kau harus sembuh dan membayarku untuk ini!” pamitnya diselingi candaan dan mengusap rambut Donghae sayang, Donghae hanya mengerjap matanya menanggapi.

.

.

Lima belas menit kemudian …

BRAAK!

Donghae menatap horror Eunhyuk yang mendobrak pintu rumah sakit dengan tidak elitnya. Tentu ia takut karena ia yang sangat terkejut hingga tak sengaja menggigit bibirnya yang masih terasa sakit.

“Uuuugh!” rintihnya.

“Hosh hosh Hae hosh kau kenapa hosh?” tanya Eunhyuk ngos-ngosan setelah menghampiri ranjang Donghae.

“Apa yang dilakukan si Iblis Salju itu padamu eoh?!” tanya Eunhyuk beberapa saat kemudian tepat di depan muka Donghae dengan penuh penekanan, matanya memicing menatap mata Donghae, seolah mencari jawaban disana.

ceklek

“Kau?” Kibum kaget melihat Eunhyuk yang ada sedang bersama Donghae. Eunhyuk berbalik dan tersenyum meremehkan pada kibum.

SREEET

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA SEPUPUKU HAH?!” bentak Eunhyuk setelah menarik kerah baju Kibum. Kibum memandangnya dingin.

‘Iblis Salju memang pantas disematkan padanya!’ Donghae membatin, ia memutar matanya malas.

“JAWAB!” bentak Eunhyuk lagi yang merasa kesal hanya dipandangi Kibum dengan dinginnya.

“Bukan urusanmu!” jawab Kibum kemudian melepaskan tangan Eunhyuk dari kerah bajunya dan berjalan santai melewatinya menuju Donghae masih dengan tatapan dinginnya, membuat mata Donghae kembali berkaca mengingat apa yang Kibum lakukan padanya dua hari yang lalu.

“Aaa..aa” meskipun hanya satu huruf yang dapat diucapkan Donghae, namun tetap saja ia terbata mengatakannya dengan memandang Kibum horror.

“KELUAR KAU BRENGSEK!!” bentak Eunhyuk lagi menarik kerah belakang Kibum dan menyeretnya keluar kamar meski itu tidak berhasil.

“Kau,,,” Kibum menggeram tertahan pada Eunhyuk namun,

ceklek

“Ada apa ini?” tanya Sungmin dengan plastik berisi makanan di tangannya, rupanya setelah diusir dari Yunho ia pergi membeli makanan.

Baik Kibum maupun Eunhyuk tidak menjawab, mereka sibuk menggeram dan menatap tajam satu sama lain.

Sungmin mendengus kesal, ia berjalan melewati keduanya menghampiri Donghae yang masih terbaring di ranjangnya.

“Sudah merasa baikan Hae?” tanya Sungmin lembut, Donghae mengangguk pelan dan tersenyum tipis.

“Kenapa tidak jujur saja jika kau sedang hamil eoh?” tanya Sungmin sambil mempersiapkan bubur untuk Donghae.

“Mwo? Kau hamil? Kuharap itu bukan anaknya!” pekik Eunhyuk menunjuk Kibum tepat di wajahnya, Kibum dengan kasar menepisnya.

“Ya! Apa maksudmu hah?” sahut Kibum tidak terima.

“Aku tidak sudi memiliki keponakan darimu!” tanggap Eunhyuk kemudian memeletkan lidahnya pada Kibum.

“Biarkan saja mereka!” ujar Sungmin pada Donghae, sedari tadi mereka berdua hanya memandangi pertengkaran Kibum dan Eunhyuk yang sungguh tidak penting itu.

Donghae menoleh pada ponselnya, “ada apa?” tanya Sungmin menyadari Donghae yang menatap ponselnya lama, Donghae menunjuk ponselnya dengan dagu. Sungmin kemudian mengambilnya dan memberikannya pada Donghae, Donghae mengetikkan beberapa kata di kotak pesan.

Donghae memperlihatkan kalimat yang diketiknya pada Sungmin, Sungmin tertegun dengan pesan yang berisi ‘Bagaimana bayiku?’

.

.

.

To Be Continue?

Chap ini monoton kah??

Gara-gara mendengar lagu Electric Shock milik F(X) yang sangat energik saat mengetik ini, chap 15 pun berhasil membuatku shock. Bukan karena konfliknya, tapi karena keanehan chap in,,, konflik ada di chap 14. Saya akui Electric Shock memang bagus tapi lagu-lagu F(X) sepertinya tidak cocok dengan Option -_-

Masih ingin menjadi Silent Readers?

Jangan salahkan saya jika saya lebih selektif lagi memberitahu password di lain waktu.

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 31 Desember 2012, in Fanfiction, Option and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 26 Komentar.

  1. Minyoittumeea Pnycssibey

    minla link sma pw ya part 14 donk??? please

    Suka

  2. bca ngebut dri chap 1-13, gliran bka chap 14 d protek, tw” d chap 15 kihae udh nc.an az trus hae hamil..
    kyaaa pnasaran ma chap 14, jeball ksih tw pw.y #puppleeyes..
    klo bleh lwat fb az ‘maya nurhikmah’ gomawo..^^

    Suka

  3. wah min aku bingung bacanya-_- karna aku belum baca cast sebelumnya dan mimin juga belom ngasih pw nya padahal aku udah minta-_- tapi ceritanya tetep seru kok apalagi pas adegan eunhyuk dobrak pintu, itu bener2 tenaga kuli sumpah-_-

    Suka

  4. aq bngung, kenapa mulut hea bza sobek?
    tpi chapter ini daebak!!
    next chapter chingu

    Suka

  5. Gimana tuh bayinya Hae?deg”an
    Hyuk sama Kibum =D..

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: