Fanfiction Sleeping Hae Chapter 2

Cover Fanfiction Sleeping Hae by Nazimah Elfish

Title : Sleeping Hae

Author : Nazimah Agustina

Pair : KiHae (Kibum x Donghae)

Cast : Kim Kibum, Lee Donghae, and Other Super Junior Member

Genre : Hurt/Comfort, drama, romance

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Rating : T

Summary : Entahlah, akhir-akhir ini aku merasa bingung dengan summary.

Warning : Gender Switch! Tema dengan cerita yang aku yakin sudah pernah dipublikasikan sebelumnya, RnR. Susah banget cari tema yang tidak pernah diusung oleh author lain sebelumnya.

Disini Kibum tidak pernah hiatus dari Super Junior (Semua ELF berharap dia comeback ke SuJu segera!), Donghae bukan anggota Super Junior, dan  Kibum umurnya lebih tua sekitar 8 tahun dari Donghae (untuk keperluan cerita).

(25-8 = 17 tahun)

 .

.

.

Tidak suka? tidak usah dibaca. Gampangkan?

*
*
*

.

Sebelumnya …

Yeoja itu kembali berjalan namun dengan langkah yang melompat-lompat, Kibum melongo memperhatikannya. Yeoja itu sangat tenang seolah tidak terjadi apa-apa, padahal Kibum hampir saja menabrak dirinya, dan yang paling penting –menurut Kibum- yeoja itu tidak mengenali dirinya? Ia yang merupakan Kibum Super Junior!

Dahi Kibum semakin berkerut ketika yeoja itu ternyata melangkahkan kakinya menuju taman bermain. Taman bermain jika di pagi atau siang hari memang menyenangkan dan menggambarkan keceriaan anak-anak.

Tapi dimalam yang sangat larut ini? Sepi dengan lampu jalanan dengan cahaya remang-remang, ayunan yang bergerak sendiri karena angin malam yang meniupnya, semua itu menampilkan kesan seram juga suram. Jadi untuk apa yeoja itu kesana di saat seperti ini? Sendiri pula?

Kibum yang merasa aneh sekaligus penasaran dengan yeoja itu keluar dari mobilnya.

“Hei! Agasshi!” panggilnya.

.

.

~ Nazimah Agustina ~

~ 95-line ~

~ Sleeping Hae ~

Chapter 2

*
*
*

Kibum berjalan cepat menghampiri yeoja misterius yang seolah tidak mendengar panggilannya sedari tadi.

“Nona?” kali ini Kibum menepuk pundaknya dan,

Berhasil! Yeoja itu menoleh namun memandang Kibum kosong. Ia kemudian kembali melanjutkan langkahnya menuju ayunan dan mendudukkan diri disana.

“Sedang apa kau disini adik manis?” tanya Kibum ramah setelah mengikuti yeoja itu.

“Dorong!” perintah  yeoja itu, dan anehnya Kibum menurut saja. Kibum mulai mendorong ayunan itu pelan.

“Yuhuuuu!” seru yeoja itu kegirangan. Ia tertawa-tawa riang membuat Kibum tersenyum dengan sendirinya. Diayunkannya lebih kencang ayunan itu membuat keduanya tertawa riang.

“Orang tuamu tidak mencarimu?” tanya Kibum, ia memelankan dorongannya pada ayunan karena menyadari jika besi tua yang menyangganya, bisa saja ayunan itu roboh bukan? Mengingat yang memainkannya adalah seorang remaja, bukan anak TK.

Yeoja itu tidak menyahut, ia terlihat masih asyik dengan tawa riangnya.

“HEI!” karena kesal Kibum berteriak bahkan menghentikan laju ayunan itu, yeoja itu menoleh dengan wajah merengut.

Kibum tersenyum, ‘manis,’ batinnya.

“Siapa namamu adik manis?” tanya Kibum ramah.

“Donghae.” Jawab yeoja itu.

“Kenalkan, aku KIM KIBUM SUPER JUNIOR!” ujar Kibum menekan kata ‘Kim Kibum Super Junior’.

“Oh,” dan jawaban Donghae berhasil membuat Kibum terdiam seperti orang bodoh.

“Err, orang tuamu tidak mencari?” tanya Kibum beberapa saat kemudian, terdengar penasaran.

Kibum kemudian melihat jam tangannya, setengah tiga pagi dan jadwal Super Junior akan dimulai pukul delapan pagi.

“Shit!” umpatnya, terlebih ia yang terlihat mulai menggigil kedinginan.

‘Kibum pabbo! Kenapa kau tidak memakai jaket, syal dan sarung tanganmu tadi? apa benar IQ-mu itu 138 eoh?’ umpatnya lagi namun dalam hati.

Yeoja itu berdiri dari duduknya. Lagi-lagi Kibum merasa terkejut akan sikap tiba-tiba yeoja yang diketahui bernama Donghae itu, yeoja itu melangkah keluar dari taman dengan langkah pelan.

“Kau mau kemana? Pulang? Aku antar eoh?” tawar Kibum berjalan mengiringi langkah sang yeoja, Donghae menoleh dengan pandangan bingungnya, Kibum menampilkan killer smilenya berharap yeoja itu akan terkena ‘efek’ dari senyuman mautnya itu.

Tapi Kibum lagi-lagi harus menelan kebingungan juga kekecewaan saat Donghae hanya mengedikkan bahunya acuh dan berjalan dengan langkah melompat dengan riangnya meninggalkan Kibum.

Lagi-lagi Kibum hanya bisa melongo dengan sikap ajaib yeoja itu. Karena menggigil, Kibum memilih untuk kembali menuju mobilnya. Baru kali ini dia selama beberapa tahun ini bersama Super Junior, ada yeoja yang tidak berteriak kegirangan ketika bertemu dengannya. Donghae memang berteriak tadi, tapi itu karena ayunan yang digerakkan Kibum, bukan karena bertemu Kibum.

.

DUK

.

Kibum menutup pintu mobilnya. Ia mengusap-usapkan kedua tangannya kemudian dipeluknya lengannya agar lebih hangat. Setelahnya ia menyalakan penghangat yang ada di dalam mobilnya. Kibum menyamankan posisi duduknya, melihat jalanan didepannya yang tadi dilewati Donghae. Ia masih penasaran dengan sosok itu, sosok misterius yang ditemuinya satu jam yang lalu.

Kibum yang merasa bagai orang bodoh saat memikirkannya, memilih untuk segera pulang dan tidur karena  jadwal grup yang membesarkan namanya menanti esok pagi.

.

.

Keesokan malamnya …

.

.

Kibum bergerak gelisah di kasurnya, malam ini ia memilih untuk tidur di dorm saja. Pikirannya sibuk memikirkan yeoja itu, Donghae.

Apa malam ini ia kembali berjalan-jalan?

Apa malam ini ia kembali ke taman bermain itu?

Apa orang tuanya tidak menyadari ia yang keluar rumah saat waktu dinihari?

Kenapa ia tidak mengenaliku?

Rentetan pertanyaan tentang Donghae terus membayangi pikiran Kibum, membuat ia tidak bisa tidur, ia menoleh pada jam weker, jam satu pagi. Ia kemudian menoleh ke arah Leeteuk, teman sekamarnya. Kibum menyerigai karena Leeteuk yang telah tertidur pulas. Kibum akhirnya memutuskan untuk pergi, ke tempat ia bertemu dengan sang yeoja misterius, di taman.

Kibum berjalan mengendap, ia memakai jaket, syal dan sarung tangan karena saat ini adalah musim dingin. Ia berusaha keluar dorm dan apartement tanpa sepengetahuan siapapun.

.

DUUK!

.

“Huufh!” Kibum dapat bernafas lega ketika ia telah memasuki mobilnya, ia tidak ketahuan. Dengan perlahan dilajukannya mobil itu, ketika keluar dari wilayah apartement ia melajukan mobilnya kencang.

.

Di dekat taman

.

Kibum melihat-lihat sekitar, sepi. Ia menghela nafas dan tersenyum kecil menyadari kebodohan yang ia perbuat karena yeoja yang baru satu malam dikenalnya. Ia memutuskan untuk  tetap di posisi duduknya, menunggu sang yeoja.

Kibum hampir saja tertidur jika tidak mendengar suara langkah kaki yang melompat-lompat di dekat mobilnya, Kibum membuka kemudian mengucek matanya pelan. Ia menajamkan penglihatannya, yeoja dengan rambut panjang tergerai dengan piyama tidur berwarna merah jambu yang melekat di tubuhnya, serta jalan lompatnya memasuki taman bermain yang remang-remang.

Kibum tersenyum, pastilah dia yang ia cari. Kibum keluar dari mobilnya, ia juga membawa jaket lain ditangannya, jaket milik Sae Hee –adik Kibum yang tinggal di luar negeri- yang tertinggal saat mengunjunginya ke Korea beberapa waktu lalu.

Ia berniat memberikan jaket itu pada Donghae, agar yeoja itu tidak sakit karena cuaca yang ekstrim. Ada yang bertanya kenapa Kibum tidak membeli jaket baru saja? Karena Kibum tidak memiliki waktu untuk belanja akhir-akhir ini, akhirnya ia memutuskan untuk memberikan jaket milik Sae Hee saja, toh ia bisa menggantinya nanti.

‘Aku baru akan menggantinya jika adikku itu ingat akan jaketnya!’ kata Kibum dalam hati, ia tersenyum geli.

.

.

“Donghae-ah?” panggil Kibum pelan dan tersenyum, Donghae menoleh dan menghentikan laju ayunannya. Ia balas tersenyum pada Kibum membuat namja itu tersenyum semakin lebar.

“Dorong!” pinta Donghae yang lebih tepatnya perintah itu dengan mata berbinar.

“Heh?” tanggap Kibum dengan dahi menyernyit.

Jadi yeoja di depannya ini terlihat senang bertemu Kibum hanya karena, ingin Kibum mendorong ayunan yang didudukinya?

‘yeoja ini ternyata 3M! Misterius, Manis, dan Menyebalkan!’ nilai Kibum sebal dalam hati karena Donghae mengingat Kibum yang mendorong ayunannya kemarin malam, tidak lebih.

Senang tidak senang, Kibum akhirnya mendorong ayunan itu pelan, iapun berusaha agar dapat mengobrol dengan Donghae.

“Hei, kau tidak mengantuk eoh?” tanya Kibum, Donghae menggeleng.

“Kau tidak kedinginan? Aku membawakan jaket untukmu!” dan Kibum menghentikan laju ayunannya dengan memegangnya. Ia kemudian mengambil jaket yang ia letakkan di kursi taman, dipakaikannya jaket itu pada Donghae yang hanya bisa pasrah saja.

‘Astaga! Dingin sekali!’ jerit Kibum dalam hati saat kulitnya tidak sengaja bersentuhan dengan kulit pucat Donghae.

“Kau benar-benar tidak kedinginan eoh?” tanya Kibum lagi mensejajarkan tingginya dengan Donghae karena yeoja itu masih setia menduduki ayunan.

Donghae hanya tersenyum.

“Orang tuamu tidak mencarimu?” tanya Kibum lagi.

Donghae lagi-lagi tersenyum, “mereka membiarkanku.” Jawabnya.

‘Orang tua macam apa mereka?!’ umpat Kibum dalam hati mendengar jawaban Donghae.

“Kau tidak mengenaliku?” tanya Kibum menampilkan killer smilenya, karena senyum khasnya lah yang menjadi daya pikat pada dirinya.

Donghae memiringkan kepalanya memperhatikan Kibum, Kibum hanya menatapnya gemas.

“Kau… tampan.” Jawab Donghae membuat Kibum tersenyum.

‘Baru sadar eoh? dari kemarin kemana saja hingga kau mengacuhkanku?’ batin Kibum, rupanya ia masih kesal dengan sikap Donghae yang begitu dingin padanya kemarin malam.

“Panggil aku oppa ne?” tanya Kibum.

Donghae mengangguk kecil dan menjawab, “Ne oppa”.

.

.

“Aku antar pulang eoh?” tawar Kibum memelankan laju ayunan, setelah melihat jam tangannya yang menunjukkan hampir pukul tiga pagi.

Yeoja itu bangkit dari duduknya dan menghadap ke arah Kibum. Ia tersenyum manis kemudian membungkuk sebentar dan pergi dari hadapan Kibum.

“Hei, tunggu!” cegat Kibum mencekal lengannya yang tertutupi jaket Sae Hee.

Donghae menoleh dengan pandangan bingungnya, perlahan dilepaskannya tangan Kibum dari lengannya.

“Aku ingin mengantarmu pulang ke rumah, bolehkan?” tanya Kibum.

Donghae tersenyum, “tidak perlu.” Dan ia kembali melangkahkan kakinya dengan melompat.

“Hoaaammh!” karena mengantuk, Kibum akhirnya memutuskan untuk pulang saja.

“Sebaiknya aku kemana ya? Dorm atau rumah?” tanya Kibum pada sendiri, jemarinya ia ketuk-ketukkan pada setir.

“Lebih baik aku ke rumah saja!” dan mobilnya pun meluncur menuju rumahnya.

.

.

Keesokan harinya …

Back  stage, 11.00 am

.

.

“Hoaamm!” Kibum menguap, ia memejamkan matanya dalam posisi duduk.

“Tidak perlu!” larang Leeteuk ketika Eunhyuk hendak membangunkan Kibum yang tampaknya tertidur pulas meski dalam posisi duduk.

“tapi hyung sebentar lagi kita akan tampil!” sergah Eunhyuk, Leeteuk tersenyum dan menepuk bahunya pelan.

.

Lima menit kemudian

.

“Kibummie, irroena!” panggil Leeteuk membangunkan Kibum, mengguncang bahunya pelan.

“Euunggh, hyung?” sahut Kibum setelah membuka matanya. Leeteuk tersenyum.

“Kita sebentar lagi tampil ya? Hoaamh! Mian hyung, aku ketiduran!” sesal Kibum kemudia mulai bergegas.

“Bummie?” panggil Leeteuk.

“Nde?” sahut Kibum seraya memperbaiki model rambutnya.

“Semalam kau kemana?” dan pertanyaan Leeteuk berhasil membuat Kibum tertegun.

.

.

To Be Continue?

.

.

Bagaimana ?

a/n : Kleine-Levinnya belum kelihatan, karena chap ini karangan semua. Mungkin Chap depan baru dibahas.

Aku tahu Kibum sukanya sama yeoja yang lebih tua, tapi biarlah dia OOC disini.

Terima kasih telah membaca dan maaf jika mengecewakan …

 

Related Post :
Other Post :
Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai,

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 31 Desember 2012, in Fanfiction, Sleeping Hae and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. ..apa hae itu sbnerx uda mati tp gntayangan ya?
    ..lnjut chingu

    Suka

  2. ngeri bayangin hae di ff nie🙂
    mngkin gak kalo hae thu pagi tdur kalo malem keluyuran (?) #abaikan

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: