Fanfiction EvilKyu atau EvilBum Chapter 3

Title       : EvilKyu atau EvilBum ?

Author  : Nazimah Agustina a.k.a Nazimah Elfish a.k.a Kang Hyo Sang

Pair        :  Old!KiHae slight Kid!KyuMin

Cast       : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Park Jung Soo, cast lain menyusul

Genre   : family, romance, friendship, drama, and little humor (saya tidak yakin dengan genre yang terakhir, kekeke. Nilai sendiri ya??? Melalui review atau komentar tentunya.)

Rate       : K – T

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : No summary! Sejujurnya aku bingung membuat summary ff ini, Langsung baca aja ya??

Warning : Gender Switch! Kid!Min, humor gagal!

.

.

Tidak suka? Tidak usah dibaca.

Chapter ini untuk Audrey Musaena yang tulang kakinya retak dan harus di gips, serta meminta FF ini cepat di post, semoga lekas sembuh Audrey!

.

.

Sebelumnya …

.

.

“Kyunnie takut!” lanjutnya meyakinkan Donghae, jangan lupakan binar matanya yang menyilaukan.

“Baiklah chagi!” dan Donghae mengalah membuat Kibum menatap Donghae tidak percaya.

“Tidak bisa begitu!” tolak Kibum mentah-mentah namun tidak didengarkan Donghae karena ia yang menggendong Kyuhyun dan berjalan menuju kamar Kyuhyun.

Dan Kibum ingin sekali melempari evil –Kyuhyun- dengan benda apapun yang ada di dekatnya saat anak itu menjulurkan lidahnya, mengejek Kibum.

“Yak!” bentak Kibum kesal. Donghae menoleh.

“Ani!” lanjut Kibum cepat dan Donghae melanjutkan langkahnya.

.

“Bummie?” panggil Donghae sebelum ia yang menghilang di balik belokan, Kibum menoleh.

“Besok malam saja eoh?” tanya Donghae kemudian tersenyum lembut.

Reflex Kibum menampilkan killer smilenya, Donghae kemudian melanjutkan langkahnya.

Kibum menghela nafas setelah Donghae dan Kyuhyun hilang dari pandangan matanya.

“Ya Tuhan apa salahku memiliki anak sepertinya?” keluhnya memijit pelipisnya.#poor Kibum.

“Yak! Awas saja kau EvilKyu!” tekad Kibum sebelum memasuki kamarnya.

.

.

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ EvilKyu atau EvilBum ? ~

~ Chapter 3 ~

.

.

Kamar Kyuhyun …

Donghae mengelus surai coklat Kyuhyun yang baru tertidur, ia melihat jam weker yang menunjukkan pukul 11.00 PM. Donghae menghela nafas, setelah memastikan Kyuhyun tidur dengan nyenyak, Donghae perlahan keluar dari kamar anaknya setelah mengecup keningnya lama.

Kamar KiHae …

Donghae mencoba menekan kenop pintu, terkunci. Donghae lagi-lagi menghela nafas sebelum mengetuk pintu itu pelan.

.

Ceklek

.

Kibum tersenyum menyambutnya dan memberikan jalan untuk Donghae yang balas tersenyum.

Hening, bukan karena Kibum dan Donghae yang telah tertidur, keduanya masih terjaga namun saling membelakangi.

‘Kenapa canggung begini?’ batin Kibum, ia kemudian berdehem.

“Aku tidur duluan.” Setelahnya mengucapkannya, Kibum merebahkan dirinya di kasur dan memejamkan mata, Donghae menoleh pada Kibum yang telah membelakanginya. Donghae masih terdiam, entah apa yang sedang dipikirkannya.

.

.

“Bummie?” panggil Donghae yang telah ikut berbaring di sebelah suaminya, ia `dekatkan dirinya pada sang suami, memainkan jemari lentiknya pada punggung Kibum.

“Hmm?” tanggap Kibum masih memejamkan matanya.

“Kenapa kau memberi nama anak kita Kyuhyun?” tanya Donghae, Kibum membuka matanya dan berbalik menelentangkan posisi tidurnya, Donghae kemudian memeluknya.

“Bukankah kau sudah tahu jawabannya?” Kibum balik bertanya menundukkan wajahnya sedikit kemudian mengecup puncak kepala Donghae.

“Dia sangat nakal!” adu Donghae mengerucutkan bibirnya, Kibum tersenyum.

“Sepertimu dan dia saat masih sekolah!” lanjutnya terdengar merajuk, tawa Kibum pecah mendengarnya.

“Bahkan terkadang kau tidak mau mengakuinya sebagai anakmu!” ujar Donghae kesal.

“Kau juga sering menyalahkanku mengenai kenakalan Kyuhyun!” ujar Donghae lagi.

“Kau kan memang nakal!” setuju Kibum.

“MWO?” kejut Donghae, ia bahkan mendudukkan dirinya dengan menatap Kibum tidak percaya.

“Ne, kamu memang nakal!” Kibum ikut mendudukkan dirinya dan memandang Donghae dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Aku anak baik saat sekolah! Aku tidak pernah bolos, aku tidak pernah keluar masuk ruang Bimbingan Konseling, akupun tidak eemmpph,,,” Kibum yang merasa gemas dengan segala penjelasan Donghae yang tidak ia harapkan pun menutup mulut sang istri dengan dengan bibirnya.

“Emmpphh…” Donghae mendesah pelan, Kibum  dengan cepat membaringkan yeoja itu dengan ia yang berada diatasnya. Donghae memukul dada Kibum pelan sebagai sinyal ia yang kehabisan oksigen.

“Kau hosh sama-sama hosh nakal seperti dia hosh eoh?” tanya Donghae, Kibum mengangkat sebelah alisnya, pikirannya mempertanyakan ‘dia?’

“Dia?” tanya Kibum, Donghae mengalungkan tangannya pada leher Kibum.

“Kyuhyun.” Jawab Donghae tersenyum, Kibum menyerigai.

“Dia bukan anakku!” elak Kibum, Donghae menatapnya seolah bertanya ‘wae?’

“Salahkan kelakuannya yang berbanding terbalik denganku!” sahut Kibum mengerti dengan wajah angkuhnya.

“Terbalik denganmu? Apa aku tidak salah dengar eoh? kau kan terkenal dengan julukan EvilBum saat masih sekolah dulu!” sergah Donghae, Kibum memutar matanya malas.

“Bukan EvilBum! Tapi Ice Prince! karena sifatku yang cool! Bukan karena kenakalan yang seperti Kyuhyun lakukan bukan?” ujar Kibum membela diri.

“Sama saja bagiku!” sergah Donghae.

“Beda!”

“Sama!”

“Beda!”

“Berhentilah menindihku!” protes Donghae yang kesal dengan Kibum yang tidak mau mengalah. Digulingkannya tubuh itu dan,

BUUGH!

“Aaaaauuww!” rintih Kibum memegang pinggangnya yang terasa sakit karena terjatuh dari tempat tidur.

“Ups!” tanggap Donghae menutup mulutnya dengan sebelah tangan, setelahnya ia tertawa geli.

“Kau? Tega!” ujar Kibum dengan wajah masamnya.

“Rasakan itu Tuan Kim!” sahut Donghae memeletkan lidahnya kemudian kembali ke sisi kasur yang biasa ia tiduri.

“Ugh!” rintih Kibum, ia telah berbaring namun masih memegangi belakang pinggangnya.

“Apa itu sangat sakit Bummie?” tanya Donghae khawatir.

“Ne, sangat sakit, aauuww!” jawab Kibum berlebihan, ia sudah menduga Donghae yang akan cemas padanya.

“Benarkah?” Donghae tetap percaya walaupun Kibum sudah berkali-kali menggunakan trik ini untuk mendapatkan perhatiannya.

“Mana yang sakit?” tanya Donghae kembali menundukkan dirinya dan mulai memijit-mijit pinggang Kibum, namja itu menyerigai dan

GREB

“Kena kau!” ujar Kibum menaik-turunkan alisnya, kemudian tertawa kecil.

“Kau membohongiku?”

“Tentu saja chagiya.”

“Lepaskan aku!”

“Tidak akan!”

“Aku ingin tidur.” Ujar Donghae menggunakan jurus puppy eyes miliknya.

“Kau harus menidurkan ‘adikku’ terlebih dahulu!” sahut Kibum.

“Tidurkan saja sendiri!”

“Aku ingin kau yang melakukannya!”

“Tidak mau!”

“Aku tidak akan mendengar penolakan, Kim Donghae.” Tanggap Kibum dan Donghae yang sudah pasrah berada di bawah tubuhnya.

Keesokan harinya …

Kamar Kyuhyun …

06.00 AM

“KRRIIIIINGGG!”

“Euuuunngh,” lenguh Kyuhyun yang terusik dengan alarm jam wekernya yang tidak ingin didengarnya, dirabanya meja nakas yang ada di sebelah kasurnya kemudian mematikan jam wekernya.

“Hooaaamh!” ia mengucek mata, setelahnya ia menggaruk belakang kepalanya dengan memperhatikan sekitar.

‘Eomma tidak ada!’ batinnya, namja kecil itu mendudukkan dirinya dan menggeliat pelan, setelahnya ia menuju kamar mandi.

Dapur …

06.50 AM

“Eomma?” panggil Kyuhyun yang tidak mendapati Donghae ada di dapur, bisanya eommanya itu sudah berkutat di dapur.

“Eomma?” Kyuhyun mencari ke penjuru rumah namun tidak menemukan eommnya juga.

‘Aneh!’ batinnya, ia kemudian tersenyum, hanya satu tempat yang belum ia periksa, kamar kedua orang tuanya.

DUK! DUK! DUK!

“EOMMMAAA! APPAAAAA!” teriak Kyuhyun disertai gedoran yang tidak terlalu keras mengingat usianya yang masih lima tahun.

“Ish! Bahkan evil itu hadir dalam mimpiku!” racau Kibum pelan dengan mata yang masih terpejam.

“BUKAAAAA!” lagi Kyuhyun berteriak.

“Euunggh,” lenguh Donghae. Karena merasa terganggu yeoja itu membuka matanya perlahan dan meraba meja nakas untuk mengambil jam weker.

“MWOOO?” teriak Donghae begitu melihat jarum jam menunjukkan pukul 07.10.

“Aku terlambat! Kibum bangun! Cepat! Kita berdua bisa terlambat! Kyuhyun juga terlambat ke sekolah nanti!” Donghae mengguncang-guncangkan tubuh Kibum panik.

“Lima menit lagi!” tawar Kibum, Donghae menjitak kepalanya karena gemas.

“BANGUN!” teriak Donghae.

“Jam berapa?” tanya Kibum masih memejamkan matanya.

“jam 7 lewat! AYO BANGUN!” Donghae kali ini mencubit-cubit lengan Kibum.

“Aku ini direktur, tidak apa tidak masuk! Kau itu pemilik butik, tidak apa tidak masuk! Kyuhyun bolos saja!” racau Kibum.

PLETAK

“Appo!” ringis Kibum, setidaknya kali ini ia sudah membuka matanya.

“MANDI!” perintah Donghae.

“Ne!” dan setelahnya Donghae dengan cepat memunguti piyama tidurnya dan memakainya dengan cepat sebelum membukakan pintu untuk anak kesayangannya.

Ceklek

“Eomma aku lapar!” rengek Kyuhyun memukul-mukul perutnya, Donghae menarik tangannya, membawanya berjalan cepat menuju dapur.

“Sebentar, eomma panggangkan roti!” ujar Donghae, Kyuhyun mengangguk, sedetik kemudian ia mengeluarkan PSP dari saku celananya.

Beberapa menit kemudian …

“Ini makanlah!” ujar Donghae menyodorkan piring yang berisi roti bakar, Kyuhyun memainkan roti itu.

“Ini gosong eomma!” protes Kyuhyun.

“Makan saja!” teriak Donghae yang bergegas menaiki tangga, ingin mandi.

Ceklek

“Cepat kau sarapan bersama Kyunnie!”ujar Donghae sebelum menutup pintu kamar mandi.

“Hmm.” Tanggap Kibum yang sedang menalikan tali sepatunya santai.

Dapur …

Kibum mendudukkan dirinya di meja makan.

‘Menu pagi ini, roti gosong.’ Kibum membatin kemudian menghela nafas pasrah. Namja itu menolehkan kepalanya pada Kyuhyun yang tengah bermain PSP dengan roti yang ia makan sedikit.

“Kyunnie tidak makan?” tanya Kibum lembut.

“Rotinya gosong, pahit!” sahut Kyuhyun masih terfokus pada PSP.

“Dimakan saja eoh? kau mau membuat eommamu sedih?” tanya Kibum, Kyuhyun mempause game yang tengah dimainkannya, dipandanginya Kibum dan roti gosong itu bergantian.

“Akan kumakan.” Sahutnya membuat Kibum tersenyum kemudian mengusap kepalanya lembut.

“Anak pintar!” ujar Kibum kemudian mulai memakan menu sarapan hari ini.

TAP

TAP

TAP

“Aku terlambat!” racau Donghae berulang kali bergegas menuruni tangga.

TAP

TAP

TAP

“Hosh pagi hosh semua!” sapa Donghae mengecup pipi Kyuhyun dan Kibum bergantian dengan cepat. Ia kemudian mendudukkan dirinya di tempat biasa, dipandanginya roti yang ada di dalam tiga piring tersebut.

“Mianhae, rotinya gosong.” Lirih Donghae menundukkan kepalanya, membuat Kibum dan Kyuhyun menoleh pada yeoja satu-satunya yang ada di rumah mereka.

“Gewenchana.” Sahut Kibum menyentuh jemarinya, Donghae mendongakkan wajahnya.

“Ne eomma, gewenchana!” sahut Kyuhyun kemudian memakan rotinya lahap, membuat Kibum dan Donghae tersenyum.

‘Terkadang anak ini bisa diajak bekerja sama denganku juga!’ batin Kibum lega.

“Gomawo!” Kibum mengangguk mengiyakan ucapan Donghae.

Dan pagi itu dilewatkan dengan sarapan pagi yang manis walau dengan menu yang pahit, tapi mereka tidak peduli lagi dengan rasa roti tersebut.

.

.

“Nanti tolong kau belikan bekal untuk Kyuhyun di tempat biasa eoh? aku sudah menyiapkan tempat bekalnya.” Ujar Donghae saat memasangkan dasi di leher Kibum.

“Ne chagiya.” Sahut Kibum, ia memandang Donghae yang Nampak serius memasangkan dasi di lehernya.

“Gomawo.” Ujar Kibum.

“Untuk?”

“Menikah denganku.”

“Ne.”

“Gomawo.”

“Untuk?”

“Memberiku Kyuhyun.”

“Ehem.”

“Gomawo.”

“Untuk?”

“Telah mencintaiku.”

“Akupun merasa begitu.”

“Gomawo.” Kali ini Donghae yang berkata demikian.

“Untuk?” tanya Kibum.

“Untuk segalanya.” Dan keduanya tersenyum senang.

“Katanya mau tellambat? Kenapa santai sekali?” intrupsi Kyuhyun memandang kedua orang tuanya sebal.

“Benar juga, cepatlah kalian pergi!” ujar Donghae kemudian mengambil kotak bekal milik Kyuhyun.

“Kami berangkat, anneyoung chagi!”pamit Kibum setelah mengecup kening istrinya.

“Ne chagi?” tanya Donghae pada Kyuhyun yang menarik-narik bajunya, ia kemudian mensejajarkan tingginya dengan Kyuhyun.

Chup

“Anneyoung eomma!” pamit Kyuhyun setelah mengecup pipi Donghae cepat, baik Kibum dan Donghae lagi-lagi tersenyum karena tingkah Kyuhyun. Kyuhyun memang menyebalkan, namun tetap saja menggemaskan, benarkan?

Di taman Kanak-Kanak …

Di dalam kelas …

“Anneyoung Minnie!” sapa Kyuhyun ramah pada Sungmin yang tengah bermain dengan boneka Bunny-nya seperti biasa.

“Anneyoung Kyunnie!” sahut Sungmin tidak kalah ramah.

“Balu datang Kyu?” tanya Sungmin setelah melihat jam tangan merah jambu yang melingkar di tangannya.

“Ne Minnie, appa dan eomma Kyunnie bangunnya kesiangan!” jawab Kyuhyun jujur.

“Jinjja? Appa dan eomma Minnie juga suka bangun kesiangan lho!” sahut Sungmin membenarkan.

“Olang dewasa suka kesiangan juga ya?” tanya Sungmin lagi, Kyuhyun hanya mengangguk-angguk mengiyakan.

“Meleka nagapain ya?” Sungmin kembali bertanya, Kyuhyun Nampak berpikir namun ia mengedikkan bahunya pertanda tidak tahu.

“Minnie! Minnie!” panggil Kyuhyun.

“Apa?” sahut Sungmin.

“Appanya Minnie pilot ya?” tanya Kyuhyun yang berniat menggombali Sungmin, lagi.

“Ish! Kyunnie sok tahu! Appanya Minnie bukan pilot!” sahut Sungmin kesal berhasil membuat Kyuhyun lagi-lagi cengo di tempat.

Di Kantor Kibum …

Kibum mendudukkan dirinya di kursi kerjanya. Matanya kemudian membidik sebuah photo yang terletak di meja kerjanya bersama satu photo lain, yakni photo yang didalamnya terdapat dirinya, Donghae, juga Kyuhyun. Kibum kemudian mengambil photo lain, photo dimana berisi dua orang namja tampan yang sedang tersenyum.

Kibum tersenyum, “bagaimana kabarmu sepupu?” Kibum mulai bermonolog ria.

“Aku dan Donghae berharap kau selalu bahagia!”

“Kami pun bahagia.”

“Kyuhyun sudah besar sekarang, dan kau tahu? Dia mirip denganku juga dirimu!” ujarnya kemudian tertawa .

“Tapi dia juga manis dan menggemaskan seperti Donghae, jadi Kim Kyuhyun mirip dengan kita bertiga.”

“Walaupun harus kuakui, dia lebih pantas disebut duplikat dirimu dibanding duplikat diriku!” lanjutya agak kesal, namun Kibum lagi-lagi tersenyum.

Senyum Kibum mulai memudar, tatapannya pun mulai berubah sendu, “mianhae, jeongmal mianhae!”

“Mianhae, telah merebut ‘dia’ darimu!”

.

.

To Be Continue?

.

Mengecewakan kah?

Ada beberapa kalimat ambigu, aku ingin menjelaskan, tapi biarlah readers menebak sendiri.

Aku ingin menaikkan ratenya di chap ini, tapi, aku belum sanggup, kembali ke 95line deh. 

Related Post :
Orther Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 5 Januari 2013, in EvilKyu atau EvilBum ?, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. hahahahah
    kasihan kibum
    sini sama aku ajah
    #diplototin hae

    kyu kog jail banget sih,,biarin kihae senang sehariiiiiiii aja…
    #biarkibummesum
    hahahha

    Suka

  2. Aku masih bingung…
    #lemot
    Hehehe
    Kyu jail bnget sih sama eomppa.a…
    Ckckck

    Suka

  3. ..hahaha sllu bum ma kyu brantem.. anak bapak sama ajja

    ..spupu bum sapa?
    ..apa bum ngerebut hae dr spupux ndiri?
    ..iyya naik rate

    Suka

  4. 😀😀😀
    Ini gemesin banget ceritanya deh. Kayaknya dulu KiHaeKyu itu cinta segitiga yah?? Pas KiHae mau nikah… mrk baru tau kalo Kyuhyun juga sebenernya cinta sama Hae udah lama. Jadi Kyu cinta diem2 ke Hae. Gitu nggak sih?? Hehehehe sok nebak2. Ini mirip aslinya… Kyu kan suka jealous sama Kihae. Lol

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: