Fanfiction Two Male Bride Chapter 3

Super Junior Yesung Brithday by Nazimah Elfish

Title : Two Male Bride

Author : Nazimah Agustina

Pair : KiHae slight KyuHae

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, F(X) Victoria, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, Choi Minho, Park Jung Soo, Kim Heechul, Choi Siwon (cast lain menyusul)

Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort, Angst

Rating : T

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Pernikahan adalah impian setiap pasangan. Begitupun dengan Donghae, ia mempersiapkan pernikahannya dengan Kibum, namun saat di altar ia malah bersanding dengan Kyuhyun. Kenapa bisa terjadi demikian? Akankah pernikahan itu tetap terlaksana? Dan pertanyaan terbesarnya adalah, Kemana Kibum dihari pernikahannya?

Warning : Gender Switch! Tema yang aku yakin sudah pernah diusung oleh author lain sebelumnya.

.

.

Sebelumnya …

.

Keesokan harinya

Perusahaan Lee

.

“Pagi sajangnim!”

“Pagi!”

“Pagi sajangnim!”

“Pagi!” hari ini Donghae memasuki kantor dengan langkah riang seperti biasanya. Ia tersenyum saat membalas sapaan para karyawannya.

“Hae-ah, ada titipan untukmu.” Lapor Ryeowook, sekretaris pribadi sekaligus sahabat Donghae.

“Dari siapa Ryeong-ah?” tanya Donghae setelah menerima sebuket besar bunga mawar merah, ia hirup aroma bunga itu, segar.

“Tidak tahu Hae, coba lihat kartu yang ada disana!” ucap Ryeowook. Donghae kemudian mengambil sebuah kartu dan membukanya.

Hanya ada satu huruf yang ada disana, Donghae menyernyit.

“hanya ada huruf K ?” tanya Donghae pada Ryeowook.

“K untuk Kibum, romantis sekali!” ujar Ryeowook tersenyum lebar.

Kibum tersenyum pada Ryeowook kemudian memasuki ruangannya dengan sebuket bunga di tangannya.

“Kibummie.” Ujar Donghae kembali menghirup bunga cantik dan segar itu.

‘K untuk Kyuhyun.’

DEG

Donghae melepaskan buket bunga itu dari tangannya.

“Kyuhyun? Tidak mungkin!” yakinnya pada diri sendiri, namun iapun penasaran siapa pengirim bunga itu sebenarnya?

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Two Male Bride ~

~ Chapter 3 : Jenuh? ~

Donghae masih sibuk dengan pemikirannya hingga telephone yang ada di ruangannya berbunyi,

Tiit

“Halo?” sapa Donghae.

“Maaf sajangnim, ada yang ingin bertemu dengan anda.” Lapor resepsionis yang ada di lantai dasar.

“Siapa?” tanya Donghae.

“Cho Kyuhyun,” jawab seseorang disebrang sana, namun bukan sang karyawati, tapi seorang namja.

DEG

“KAU?” pekik Donghae.

“Tidak usah berteriak seperti itu! aku ke ruanganmu sekarang ne?” dan sambungan telephone terputus.

“Halo? Halo? Kyuhyun?” ujar Donghae berulang kali.

“Sial!” umpatnya menahan amarah.

Lima menit kemudian …

Ceklek

“Mau apa kau?” tanya Donghae ketus tepat saat pintu tertutup.

“Tidak usah segalak itu!” jawab Kyuhyun mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruangan itu. namja tampan itu memperhatikan sekitar dengan seksama, banyak photo Donghae bersama Kibum disana. Namun Kyuhyun tertarik dengan satu photo yang ada di dekat pintu, photo yang diambil setelah pengumuman kelulusan mereka dari sekolah menengah atas delapan tahun lalu.

“Kau masih memajangnya hmm?” tanya Kyuhyun retoris setelah menghampiri photo tersebut, ia tersenyum memperhatikan satu-persatu teman lama mereka yang terdapat di dalam photo tersebut, termasuk dua orang yang juga terdapat dalam ruangan ini.

“Itu… photo kenangan.” Jawab Donghae lirih, menghampiri photo tersebut.

“Kau suka mawar pemberianku?” tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan tatapannya dari photo tadi. donghae menoleh pada Kyuhyun, ia menggumam mengiyakan membuat Kyuhyun tersenyum.

“Kau sama sekali tidak berubah!” tanggapnya kemudian tertawa kecil, Donghae menggumam lagi.

“Bagaimana kalau kita sarapan dulu?” tawar Kyuhyun.

“Tidak mau!” jawab Donghae.

“Wae?”

“Aku sudah sarapan tadi.”

“Aku belum sarapan, temani aku eoh?” pinta Kyuhyun.

“Kau bisa meminta Victoria untuk menemanimu bukan?”

“Aku ingin denganmu!”

“Ani!”

“Ayolah!”

“Tidak!”

“Hae-ah?”

“Keluar dari ruangan dan kantorku sekarang!” usir Donghae mengibaskan tangannya, Kyuhyun terkekeh.

“Ish! Aku tidak suka kekehanmu!” bentak Donghae, Kyuhyun menyerigai.

“Kalau begitu temani aku.”

“Ish! Baiklah tuan Cho!” dan Kyuhyun lagi-lagi terkekeh.

Di restoran …

“Bagaimana hubunganmu dengan Kibum-shhi?” tanya Kyuhyun membuka pembicaraan.

“Hubungan kami baik, sangat harmonis. Setidaknya dia  tidak memutuskanku karena pergi keluar negeri!”

“Uhuk! Uhuk!” dan yeoja itu tertawa kecil ketika Kyuhyun tersedak santapannya saat mendengar sindiran Donghae.

“Semua itu sudah berlalu Hae-ah!” sergah Kyuhyun setelah membersihkan mulutnya dengan tissue.

“Ne, kau benar! Kita sudah memiliki kehidupan masing-masing sekarang.” Tanggap Donghae tersenyum.

.

“Aku jenuh!” ujar Kyuhyun membuat kening Donghae berkerut.

“Hubunganku dengan Victoria-lah yang membuatku jenuh!” lanjut Kyuhyun menjawab raut wajah bingung Donghae.

“Kau tidak merasakannya dengan Kibum-sshi?” tanya Kyuhyun, Donghae menggeleng mantap.

“Tidak ada kata jenuh dalam hubungan kami!”

“Cepat atau lambat salah satu dari kalian pasti merasakannya!”

“Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan Cho Kyuhyun-sshi!” ujar Donghae ketus seraya berdiri dari kursi dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar masuk restoran tersebut.

.

.

Bandara …

.

“Jaga kesehatan!”

“Tidak boleh nakal!”

“Tidak boleh selingkuh!”

“Jangan bekerja terlalu keras!”

Kibum hanya tertawa kecil mendengar ocehan Donghae untuknya, namun Kibum menyukainya, menyukai Donghae-nya yang selalu memberi cinta dan perhatian penuh padanya.

“Mengerti?” tanya Donghae, Kibum mengangguk seraya tersenyum.

“Chagiyaaa, aku akan sangat merindukanmu!” Donghae memeluk Kibum erat yang dibalas Kibum dengan pelukan yang sama eratnya.

“Akupun pasti akan sangat merindukanmu chagiya!” sahut Kibum, dirasakannya Donghae yang mengangguk.

“Mianhae karena aku tidak bisa ikut mengurus persiapan pernikahan kita.” Sesal Kibum, Donghae mencubit pipinya gemas.

“Harus berapa kali kubilang eoh? GEWENCHANA!” Kibum meringis ketika telinganya diteriaki oleh Donghae, Donghae hanya tertawa kegelian melihat tingkah calon suaminya tersebut.

Dan suara panggilan dari ruang informasi pun terdengar, menandakan Kibum harus segera memasuki pesawat yang akan membawa ia beserta pemain lain ke negeri Tirai Bambu.

“Hubungi aku ketika kau sudah tiba disana eoh?” ujar Donghae dengan air mata yang telah menggenang di kedua pelupuk matanya.

“Ne, itu pasti chagiya! Jika aku memiliki libur beberapa hari, aku akan pulang ke Korea, untukmu!” hibur Kibum menyeka air mata yang telah jatuh di pipi Donghae, Donghae mengangguk.

CHUP

Kecupan hangat Kibum sematkan di kening Donghae, “Saranghae,” ujar Kibum sebelum melangkah pergi.

“Nado saranghae.” Balas Donghae yang kini telah berlinang air mata, ia melambaikan tangannya ketika Kibum menoleh ke belakang, untuk Donghae.

.

Tiga minggu kemudian …

Perusahaan Lee

Donghae menghela nafas lelah, ia sangat sibuk dengan pekerjaannya akhir-akhir ini. Terus ia menghela nafas lelah, tak tahukah ia dengan kata orang jika terus menghela nafas dapat menambah kesialan yang ada?

Donghae mengambil ponselnya dan mengetikkan nama Kibum di phonebook serta menghubungi namja itu.

“Dia masih sibuk?” tanya Donghae lemas ketika pada panggilan kelima Kibum tidak juga mengangkat telephonenya.

Yeoja bermarga Lee itu merenggangkan ototnya dengan menggeliatkan tubuhnya yang terduduk di kursi kerjanya.

“Jenuh?” gumamnya, teringat kata-kata Kyuhyun beberapa minggu lalu.

“Apa aku memang sedang mengalami titik jenuh dalam sebuah hubungan? Seperti yang dialami Kyuhyun?” lanjutnya kemudian menghela nafas.

Ceklek

“DONGHAAAE!” teriak Eunhyuk ketika kepalanya menyembul di balik pintu.

Donghae berjengit kaget di tempatnya, “yak! Kau ingin membuatku jantungan eoh?” ujar Donghae yang hanya dijawab kekehan oleh sahabatnya itu.

“Tidak perlu segalak itu pada sahabatmu sendiri Hae-ah!” ujar Eunhyuk melangkah masuk ke ruangan Donghae, yeoja yang satunya lagi hanya mendengus sebal.

“Bagaimana dengan persiapan pernikahanmu dengan actor muda, tampan, terkenal, dan berbakat itu eoh?” tanya Eunhyuk.

“Seperti itulah!” jawab Donghae acuh.

“Aku serius Hae-ah!” desak Eunhyuk.

“Sesuai rencana, tidak ada halangan apapun!” jawab Donghae membuat Eunhyuk tersenyum lebar.

“Syukurlah kalau begitu!” tanggapnya.

“Kau jauh-jauh kesini hanya untuk menanyakan itu?” tanya Donghae.

“Tentu tidak! Aku mengundangmu untuk datang ke pesta ulang tahun Sora eonnie.” Jawab Eunhyuk kemudian mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tasnya.

“Dengan atau tanpa Kibum, kau harus datang Hae!” pesan Eunhyuk kemudian menyerahkan undangan tersebut pada Donghae, yang dijawab senyuman serta anggukan oleh Donghae.

“Ne, gomawo Hyukkie-ah! Jarang-jarangkan aku pergi ke pesta yang pastinya banyak didatangi artis terkenal! Kau dan Sora eonnie adalah anak pemilik saham terbesar agensi entertainment terkenal di Korea Selatan!” puji Donghae membuat kedua pipi Eunhyuk bersemu merah.

“Ah kau bisa saja Hae-ah! Itu terlalu berlebihan!” sahut Eunhyuk, Donghae hanya tersenyum.

“Apu pergi dulu.” pamit Eunhyuk, kening Donghae mengkerut.

“Cepat sekali!” protesnya.

“Aku harus membagikan undangan-undangan ini Hae-ah!” sergah Eunhyuk.

“Baiklah! Sampai bertemu di pesta nanti eoh?” ujarnya yang dijawab senyuman oleh Eunhyuk.

Saat pesta …

Kyuhyun tersenyum melihat Donghae yang tengah bersenda gurau Eunhyuk juga Sora.

“Vic-ah! Aku ingin pergi sebentar eoh?” pamit kyuhyun yang dijawab anggukan serta senyuman oleh Victoria.

“Bolehkan aku bergabung nona-nona?” sapa Kyuhyun ramah pada Donghae, Eunhyuk dan Sora.

“Tentu!” jawab Eunhyuk tersenyum, begitupun dengan Sora, namun Donghae hanya diam, mengabaikannya dengan meminum minuman yang ada di gelas miliknya.

“Selamat ulang tahun Sora-sshi! Semoga kau selalu sukses!” ujar Kyuhyun kemudian berjabat tangan dengan Sora.

“Terima kasih Kyuhyun-sshi!” sahut Sora yang dijawab anggukan Kyuhyun.

“Hae-ah?” panggil Kyuhuyun yang dijawab pandangan ‘ada apa?’ oleh Donghae.

“Bisa ikut aku sebentar?” pinta Kyuhyun disertai senyuman manisnya, Eunhyuk tampak menyernyitkan dahi mendengar permintaan teman lamanya itu pada Donghae.

“Bolehkan?” tanya Kyuhyun lagi karena Donghae yang hanya diam sedari tadi.

“Ah ya! Tentu saja!” jawab Donghae reflex, setelahnya ia merutuki jawabannya sendiri.

.

“Euum, kudengar Kibum-sshi sedang berada di China ya?” tanya Kyuhyun membuka percakapan di antara keduanya.

“Ne, dia sedang shooting drama.” Jawab Donghae tanpa memandang Kyuhyun.

“Bolehkah aku mengisi kekosongan dihatimu?” lagi, Kyuhyun mencoba menggoyahkan pertahanan Donghae. Donghae mendongak, menatap obsidian milik Kyuhyun.

Donghae menggeleng, “aku tidak ingin mengkhianatinya!” tolak Donghae kemudian berbalik, hendak meninggalkan Kyuhyun.

“Kita akan berpisah menjelang pernikahanmu! Jangan lupakan jika aku juga hendak menikahi Victoria!” cegat Kyuhyun.

“Anggap saja ini untuk membunuh rasa jenuh dalam diri kita berdua!” ujar Kyuhyun lagi, Donghae menyerigai meremahkan.

“Itu adalah hal terkonyol yang pernah kudengar dari orang cerdas sepertimu Cho Kyuhyun!” cibir Donghae.

“Aku tahu! Tapi, kumohon Hae-ah?” kali ini Kyuhyun meraih jemari Donghae dan menggenggamnya erat.

Kyuhyun tersenyum lebar dan ia dengan reflex memeluk yeoja itu erat ketika Donghae yang mengangguk pada akhirnya.

dua bulan kemudian …

dua bulan sudah Kyuhyun dan Donghae terikat perjanjian konyol tersebut. Meskipun demikian, baik Donghae juga Kyuhyun merasa nyaman dengan hubungan special keduanya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, mengulang kisah cinta mereka yang telah kandas delapan tahun lalu.

Tidak ada yang mencurigai hubungan gelap keduanya, Kyuhyun terkadang masih menemani Victoria untuk mempersiapkan pernikahan mereka yang akan digelar setelah pernikahan Kibum dan Donghae. Donghae pun demikian, ia mempersiapkan segala pernikahannya sendiridengan Kibum, sesekali Donghae ditemani Eunhyuk.

.

.

.

Drrrt… drrt…

Donghae menyernyitkan dahi ketika mendapat telephone dari nomor yang tidak dikenal.

“Halo?” sapa Donghae.

“Ini Donghae-sshi?” tanya seorang yeoja disebrang sana.

“Ne, nuguya?” tanya Donghae.

“Ini aku, Victoria.” Sahut yeoja yang ternyata tunangan Kyuhyun.

DEG!

Jantung Donghae berdebar tidak karuan, “ada apa?” tanyanya berusaha senormal mungkin.

“Ada yang ingin kubicarakan padamu, aku menunggumu di Coffe Prince saat jam makan siang!” ujar Victoria.

“Kumohon datanglah!” lanjutnya lagi, mau tidak mau Donghae menyetujui pada akhirnya.

“Baiklah.” Dan sambungan telephone terputus.

Coffe Prince

12.15 PM

Donghae menghela nafas sebelum memasuki café tersebut.

“Nona Lee? Anda sudah ditunggu oleh nona Song di meja pojok sana.” Ujar salah seorang pada Donghae, yeoja itu hanya menjawab terima kasih dan melangkah menuju tempat yang dimaksud.

“Duduklah Donghae-sshi!” tawar Victoria berdiri dari duduknya seraya tersenyum, Donghae balas tersenyum kemudian mendudukkan dirinya di depan Victoria.

“Ingin memesan apa nona?” tawar seorang pelayan sesaat setelah Donghae duduk di tempatnya.

“Jus apel saja satu.” Sahut Donghae, Victoria sudah memesan menunya sedari tadi.

“Ada yang lain?” tawar pelayan itu memandang Donghae dan Victoria bergantian.

“Tidak ada!” sahut Victoria, pelayan itu kemudian meninggalkan keduanya.

“Kembalikan Kyuhyun padaku!” Victoria membuka pembicaraan, Donghae mengangkat sebelah alisnya.

“Aku sudah tahu hubunganmu  dengan calon suamiku, untuk itu kumohon tinggalkan dia. Kau sendiri sudah memiliki Kibum-sshi.” Lanjut Victoria, Donghae tersenyum manis.

“Calon suamimu yang menawarkan dirinya padaku, seharusnya kau mengatakannya pada calon suamimu, bukan padaku!” jawab Donghae, sukses membuat Victoria menatapnya tidak percaya.

“Ini pesanannya nona, selamat menikmati!” intrupsi pelayan yang membawa pesanan Donghae, Donghae tersenyum manis pada pelayan tersebut.

“Apa kurangnya Kibum-sshi eoh? kenapa kau memilih menjalin hubungan gelap dengan Kyuhyun padahal kau tahu sendiri kami akan menikah? Apalagi pernikahanmu dengan Kibum-sshi semakin dekat!” ujar Victoria parau. Donghae meminum minumannya sebelum menjawab.

“Aku tahu, aku memang akan menikah dengan Kibum, kau dan Kyuhyun pun akan menyusul jejak kami.” Jawab Donghae santai, ia memainkan sedotan di gelasnya.

“Untuk itu tinggalkan Kyuhyun! Kau pasti dapat mengerti perasaanku bukan?” pinta Victoria penuh harap, namun Donghae menggeleng.

“Aku tidak mau! Lagipula kita berbeda, aku bukan kau, jadi aku tidak dapat mengerti apa yang kau rasakan.”

PRANGG!

Runtuh sudah pertahanan Victoria, jawaban Donghae membuat hatinya hancur berkeping-keping. Andai ia bisa, ia tidak akan menjatuhkan harga dirinya di depan Donghae. Namun, Kyuhyun sama sekali mengacuhkan Victoria, namja itu hanya memikirkan Donghae sehingga Victoria memutuskan untuk menemui Donghae dan memintanya untuk melepaskan Kyuhyun. Namun apa yang ia dapat?

“Hiks kumohon hiks! Aku tahu kau dan Kibum-sshi hiks saling mencintai, untuk itu biarlah hiks Kyuhyun yang pergi dari hubungan kalian hiks!”

“Kyuhyun mencintaiku!” jawab Donghae masih dengan gaya santainya. Victoria menyeka air matanya kasar, ia menatap Donghae serius.

“Aku akan menyebarkan kabar ini disertai bukti berupa photo kalian saat bersama jika kau tetap menolak permintaanku!” ancam Victoria, Donghae menyerigai.

“Kau berani melakukannya eoh? aku berani menjamin Kyuhyun akan meninggalkanmu!” sahut Donghae membuat Victoria kembali tertohok.

“Kau benar-benar egois!” ujar Victoria dengan nafas yang memburu.

“Memang!” jawab Donghae kemudian berdiri dari tempat duduknya kemudian melangkah keluar, meninggalkan Victoria yang menangis pilu.

Dua hari kemudian …

Perusahaan Lee

ceklek

“Hae-ah!” teriak Ryeowook setelah membuka pintu ruangan Donghae tanpa mengetuk terlebih dahulu.

“Kau kenapa eoh?” tanya Donghae sebal. Ryowook berjalan menghampiri Donghae dengan majalah infotaiment di tangannya.

“Lihatlah ini!” Donghae menuruti perkataan Ryeowook.

“KEKASIH DARI AKTOR MUDA KIM KIBUM TERTANGKAP KAMERA SEDANG BERSAMA PENYANYI ASAL NEGERI TIRAI BAMBU, CHO KYUHYUN” Donghae membaca judul cover majalah tersebut, tampak dalam sebuah photo ia dan Kyuhyun yang tengah makan bersama di sebuah restoran.

“Keluar!” usir Donghae pada Ryeowook, Ryeowook hanya menurut patuh.

“Victoria!” desis Donghae setelah ia sendiri berada di ruangannya, diremasnya majalah tersebut untuk meluapkan kekesalannya.

.

.

TO BE CONTINUE?

Review atau komentar?

Artikel Terkait :
Artikel Terkait :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 12 Januari 2013, in Two Male Bride and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. hae jahat!!!
    tega lu ye ikan…
    #pelukkibum

    ntar endingnya kihae kan???
    banyakin kihaenya dong

    Suka

  2. ah aq gak masalah mau hae ma kyu atau hae ma kibum yg penting hae nya bahagia

    Suka

  3. Kenapa pake acara selingkuh segala????? Kan kasihan kibumnya

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: