Fanfiction EvilKyu atau EvilBum? Chapter 4

Title : EvilKyu atau EvilBum ?

Author : Nazimah Agustina

Pair :  Old!KiHae slight Kid!KyuMin

Cast : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Park Jung Soo, cast lain menyusul

Genre : family, romance, friendship, and drama

Rate : K – T

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Hanya kisah sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki.

Warning : Gender Switch! Kid!Min, humor gagal! KiHae tetap mendominasi.

.

.

Tidak suka? Tidak usah dibaca.

Sebelumnya …

.

.

Kibum mendudukkan diri di kursi kerjanya. Matanya kemudian membidik sebuah photo yang terletak di meja kerjanya bersama satu photo lain, yakni photo yang didalamnya terdapat dirinya, Donghae, juga Kyuhyun. Kibum kemudian mengambil photo lain, photo dimana berisi dua orang namja tampan yang sedang tersenyum.

Kibum tersenyum, “bagaimana kabarmu sepupu?” Kibum mulai bermonolog ria.

“Aku dan Donghae berharap kau selalu bahagia!”

“Kami pun bahagia.”

“Kyuhyun sudah besar sekarang, dan kau tahu? Dia mirip denganku juga dirimu!” ujarnya kemudian tertawa .

“Tapi dia juga manis dan menggemaskan seperti Donghae, jadi Kim Kyuhyun mirip dengan kita bertiga.”

“Walaupun harus kuakui, dia lebih pantas disebut duplikat dirimu dibanding duplikat diriku!” lanjutya agak kesal, namun Kibum lagi-lagi tersenyum.

Senyum Kibum mulai memudar, tatapannya pun mulai berubah sendu, “mianhae, jeongmal mianhae!”

“Mianhae, telah merebut ‘dia’ darimu!”

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ EvilKyu atau EvilBum ? ~

~ Chapter 4 ~

.

.

.

Flashback

Donghae menghentikan laju sepedanya ketika sebuah mobil mewah berhenti tepat di depannya, rasanya ia mengenali siapa  pemilik mobil itu.

“Bummie?” panggil Donghae senang ketika mendapati Kibum keluar dari mobil mewah tersebut dan berjalan menghampiri Donghae.

“Kenapa beberapa hari ini kau tidak masuk sekolah eoh?” tanya Donghae khawatir setelah Kibum berada di depannya kini.

“Matamu bengkak, kau habis menangis? kenapa? atau kau tidak masuk sekolah karena sakit?” tanya Donghae bertubi-tubi menatap khawatir kekasihnya, tak lupa ia belai lembut pipi yang biasa chubby, kini terlihat lebih  tirus tersebut. kibum tampak menikmati belaian jemari Donghae di pipinya.

“Ikut aku!” ujar Kibum menarik pergelangan tangan Donghae.

BRUUK!

“Sepedaku!” pekik Donghae karena sepeda yang sedari tadi ia pegangi setir(?) ((pegangan yang ada di sepeda itu loh, bahasa Banjarnya itu ‘setang’ atau ‘satang’, dan aku gak tau bahasa Indonesianya apa, gagang kah??)) kini terjatuh karena Kibum yang tiba-tiba mengajaknya pergi bersama namja itu.

“Orangku akan mengurusnya!” tanggap kibum seraya membuka pintu mobil dan mendorong Donghae memasuki mobilnya, setelahnya ia berjalan memutar untuk memasuki mobilnya dan duduk di samping Donghae.

Rumah Sakit …

“Kenapa kita kesini Kibum-ah? Kau benar-benar sakit eoh? sakit apa? Ceritakan padaku!” lagi, Donghae menatap khawatir pada namjachingunya, namja yang dimaksud tersenyum.

“Kita masuk saja dulu.” keduanya kemudian memasuki gedung rumah sakit tersebut dengan tangan yang bertautan.

Di depan kamar 302

“Ini kamar inap siapa?” tanya Donghae menoleh pada Kibum, namja itu kemudian memegang kedua pundak Donghae.

“Eum, kita putus eoh?” ujarnya setelah menghela nafas.

“Eh?” kedua alis Donghae terangkat mendengar permintaan namjachingunya.

“Kau kenapa? apa penyakitmu sangat parah sehingga kau meminta putus dariku eoh? aku tidak mau!” Kekeuhnya menggembungkan pipinya imut.

“Aku serius Hae.”

DEG

“Bu… Bummie?” tanyanya terbata.

“Kenapa begitu?”

“Kau tidak akan tahu sebelum kau memasuki ruangan ini, masuklah!” titahnya membuka pintu ruang inap yang ada di depan mereka sedikit.

“Hae?” peringat Kibum karena Donghae yang mematung di tempatnya, matanya tampak berkaca.

“Bummie?” tanyanya parau.

“Masuklah!” setelah mendapat titah dari Kibum, perlahan yeoja itu memasuki ruangan tersebut dengan sesekali menoleh ke belakang, melihat Kibum.

“Cho Kyuhyun?” ujar Donghae kaget ketika ia melihat seorang namja yang tergolek lemah di kasurnya dengan berbagai peralatan medis yang melekat di tubuhnya.

Namja yang dipanggilnya tadi membuka matanya perlahan, tidak lama kemudian ia tersenyum tipis.

“Hhh… Hae?” ujarnya di balik alat bantu pernapasan yang terpasang di hidungnya.

“N… Ne?” angguk Donghae ragu, namja itu kembali tersenyum. Kibum yang memperhatikan keduanya kembali menitikkan air mata, setelahnya ia memilih untuk menutup pintu tersebut pelan dan berjalan menuju kursi tunggu.

“Ba…gaimana kabarmu eoh?” tanya Kyuhyun.

“Ba…baik.” Jawab Donghae, sekali lagi ia menoleh ke belakang namun pintu telah tertutup.

“Kau menangis?” tanya namja yang berbaring di kasurnya.

“Ani!” sahutnya seraya menyeka air matanya kasar.

“Mianhae eoh?” Donghae diam, merasa masih ada yang masih ingin dikatakan Kyuhyun.

“A…aku banyak memiliki dosa padamu, mian.”

“Kenapa kau melakukannya padaku?” tanya Donghae penasaran, Kyuhyun terkekeh.

“Yak! Jawab aku Evilkyu!” bentak Donghae, ia sangat membenci kekehan namja di depannya ini.

“K…kau manis.” Jawabnya kemudian tersenyum lebih lebar, Donghae mengangkat sebelah alisnya.

“Hanya kau ikan badut yang manis, percayalah!” lanjutnya, wajah Donghae memerah, bukan karena tersipu malu namun memerah karena geram.

“Aku tahu aku manis! Tapi aku bukan ikan badut!” jawabnya narsis disambut tawa Kyuhyun.

“Hahahaha… ohok! Ohok!” Kyuhyun terbatuk lantas menghentikan tawanya, berganti dengan batuk tidak kunjung reda.

“Kyu-ah? Kau tak apa?  Kyu!” seru Donghae panik, secara reflex ia mendekati namja itu hingga kini ia berada disampingnya. Donghae kemudian menekan-nekan bel yang ada di di dekat ranjang, memanggil dokter ataupun suster untuk memberikan pertolongan pada Kyuhyun.

“Ohok! Mi…mian..hae eoh?” tanya Kyuhyun dengan wajah kesakitannya.

“Untuk apa kau pikirkan itu pabbo! Sekarang pikirkan keadaanmu! Kau ini sakit apa sih?” jawab Donghae kesal.

“Kenapa tidak ada yang datang sih?” umpatnya masih dengan nada kesal dengan jari telunjuk yang tetap menekan-nekan bel tersebut.

“Hae?” panggil Kyuhyun lemah dengan mata sayunya, Donghae menatapnya, namja itu menggeleng lemah.

Tiit… tiit…

“Kyu? Kyu? KYU!!” jerit Donghae ketika Kyuhyun memejamkan matanya sempurna dengan kepala yang tidak lagi tegak di bantalnya.

Sementara itu …

“KYU!!!” Kibum mendengarnya, jeritan Donghae.

“Hiks… hiks…” isaknya, ia memang sudah mengira hal ini pasti terjadi, penyakit Kyuhyun sudah sangat parah, namun Kibum tidak menyangka sepupunya akan meninggalkannya secepat ini.

Kibum membuka pintu rawat inap perlahan, dilihatnya Donghae yang sudah terisak disamping raga tanpa nyawa sepupunya.

Garis lurus, itulah yang terlihat di layar monitor di samping ranjang Kyuhyun, Kibum menghela nafas, didekatinya Donghae hingga kini ia tepat di belakang yeoja itu.

“Bum-ah, hiks… hiks… Kyuhyun!” adu Donghae, Kibum mendekapnya dari belakang.

“Bangunkan hiks dia Bummie! Aku bahkan belum sempat hiks membalas perbuatannya selama ini padaku hiks! Dia hiks harus membayar semuanya padaku dulu hiks! Bangunkan hiks!” ujar Donghae memukul dada Kibum pelan.

“Husstt… sudahlah Hae! Relakan dia eoh? Maafkan dia ne?” Donghae mengangguk pelan.

.

FLASHBACK END

Kibum menggeleng-gelengkan kepalanya, “tidak! Aku tidak pernah merebut Donghae darimu! Aku, aku melepas Donghae untuk kau jaga Kyu-ah! Namun kau tidak dapat menjaganya, untuk itu aku kembali menjaganya, aku menjaganya karena aku mencintainya, untukmu juga.” Ujarnya serius, tidak lama kemudian ia tersenyum masih menatap photo dirinya dengan mendiang sepupunya, kembali diletakkannya poto itu di sisi mejanya.

Skip Time

Pulang Sekolah

Taman Kanak-Kanak

“Eomma!” seru Sungmin dan Kyuhyun ceria begitu melihat ibu mereka keluar dari mobilnya.

“Minnie!/Kyunnie!” panggil kedua ibu muda itu pada anak mereka masing-masing.

“Hyukkie?” panggil Donghae ragu.

“Hae? Donghae?” sahut Eunhyuk kembali bertanya.

“Lee Hyukjae!”

“Lee Donghae!”

.

.

.

“Lama tidak bertemu eoh? sudah enam tahun bukan?” ungkap Donghae setelah melepas pelukan keduanya.

“Ne, saat kita mengandung, aku pindah ke China dengan Wonnie. Bagaimana kabarmu Hae?” tanyanya.

“Aku baik, kau sendiri?”

“Seperti yang kau lihat!” Jawab Eunhyuk tersenyum lebar, Donghae tertawa.

“Anakmu?” Eunhyuk mengangguk mantap.

“Halo anak manis! Kau sangat imut seperti eommamu! Siapa namamu cantik?” tanya Donghae setelah mensejajarkan tingginya dengan Sungmin.

“Minnie, ahjumma.” Jawab Sungmin, Donghae mencubit pipinya gemas.

“Aigooo! Kau sangat lucu!” komentar Donghae dengan mata berbinar.

“Eomma!” rengek Kyuhyun menari-narik baju Donghae.

“Ne Kyunnie?”

“Mau Ice cream!” pintanya, Eunhyuk tertawa kecil mendengarnya.

“Dia mirip denganmu.” Donghae mengiyakan komentar Eunhyuk.

“Ayo kita makan ice cream!” ajak Donghae pada ketiganya dimana disambut sorak gembira Kyuhyun juga Sungmin.

.

.

Toko Ice Cream …

“Pesan yang mana Minnie?” tanya Eunhyuk pada putri kecilnya sembari melihat-lihat buku menu.

“Ctroberi eomma!” jawabnya imut, Donghae sedari tadi menatapnya kagum.

“Selera kita sama Minnie!” sahut Eunhyuk ceria.

“Eomma!” rengek Kyuhyun lagi, ia mengerucutkan bibirnya karena sang eomma sedari tadi hanya memperhatikan Sungmin seorang.

“Ne chagiya?” tanggap Donghae setelah diperingatkan oleh Eunhyuk akan anaknya yang merengek.

“Aku mau yang lasa vanilla!” jawab Kyuhyun membuang wajahnya, membuat Eunhyuk terkikik geli melihat kelakuan putra teman lamanya itu.

“Uh oke, pelayan!” ujar Donghae tidak menyadari anaknya yang sedang merajuk padanya.

“Ice cream rasa stroberinya dua dan dan vanillanya dua.” Pesannya.

“Ada lagi?” tanya pelayan itu ramah.

“Itu saja.”

“Ne, tunggu sebentar.”

.

“Ceritakan kehidupanmu Hyukkie-ah!” titah Donghae sesaat setelah pelayan itu menjauh dari mereka.

“Tinggal di Korea lebih enak Hae-ah!” jawabnya kemudian tersenyum menampilkan gusi merahnya.

“Hidupmu sempurna Hyukkie!” puji Donghae seraya membelai surai ikal Kyuhyun.

“Kau pun sama Hae! Memiliki suami yang begitu mencintaimu, hidup serba berkecukupan, ditambah memiliki putra yang tampan dan cerdas!” sahut Eunhyuk, ia bahkan menyebutkan apa-apa saja yang membuat wanita manapun iri pada teman lamanya ini.

Donghae tertawa, “kau tahu? Kibum sangat susah dibangunkan! Kyuhyun sangat susah untuk dipisahkan dari PSP-nya!” adu Donghae, Kyuhyun tersenyum mendengar namanya disebut sang eomma.

“Wonnie pun agak susah dibangunkan, ia sangat protektif pada Sungmin, warna benda yang dimiliki putriku ini semuanya merah jambu.” Balas Eunhyuk, Donghae membulatkan matanya.

“Semuanya? Merah jambu?” tanyanya tidak percaya, ia kemudian memperhatikan penampilan Sungmin. Yeoja kecil itu memakai sepatu, kaus kaki, tas, jam tangan, dan dua ikat rambut yang semuanya berwarna merah jambu, Eunhyuk mengangguk.

.

“Silahkan dinikmati nyonya-nyonya, adik-adik manis!” pamit sang pelayan setelah mengantarkan pesanan mereka berempat.

.

.

Kediaman Keluarga Kim

05.30 PM

.

Ceklek

“Aku pulang!” sapa Kibum dari ruang depan.

“APPA!” sambut Kyuhyun ceria dengan berlari menuju appa tersayanganya.

HAP!

Sekarang tubuh kecil Kyuhyun telah berada di gendongan appanya, dikecup-kecupnya pipi Kyuhyun sayang.

“Anak appa wangi sekali! Sudah mandi eoh?”

“Sudah dong appa! Tidak seperti appa! Bau!” sahut Kyuhyun seraya menutup hidungnya, membuat Kibum tertawa dengan tingkah menggemaskan Kim Kyuhyun ini.

“Mana eommamu eoh?”

“Ada di dapur, sedang menyiapkan makanan untuk nanti malam appa!” jawab Kyuhyun jujur.

“Sekarang Kyunnie main PSP saja eoh? appa ingin bertemu eommamu ne?” pinta Kibum, Kyuhyun mengangguk imut, setelahnya Kibum menurunkan anak itu dari gendongannya.

.

.

Dapur

.

Kibum tersenyum lebar ketika melihat Donghae terlihat serius membaca resep masakan serta bahan-bahan yang ada di depannya. Istrinya ini memang jika memasak harus memakai buku panduannya, jika tidak maka rasanya akan kurang enak.

“Ingin kubantu hmm?” tawarnya tepat di telinga istrinya, membuat yeoja itu menoleh ke arah suaminya.

“Pulang lebih awal eoh?” tanya Donghae tersenyum manis, sebelumnya ia telah mematikan kompor, Kibum mengangguk.

“Tidak perlu membantuku sayang, lebih baik kau ganti baju terus mandi.” Jawab Donghae atas pertanyaan Kibum tadi seraya melepaskan dasi yang mengikat di leher suaminya.

“Ya Tuhan!” pekiknya seolah tersadar, Kibum menyernyit tidak mengerti.

“Aku belum menyiapkan air panas untukmu! Sebentar!” ujar Donghae menjawab kerutan di kening Kibum, Kibum tersenyum kemudian mencekal lengan Donghae yang hendak menuju kamar mereka.

“Tidak perlu, kau pasti lelah. Aku, bisa melakukannya sendiri.” Ujarnya kembali menunjukkan killer smilenya. Donghae tertawa kecil, hal sepele memang, namun, ia terkagum untuk kesekian kali pada namja yang berstatus suaminya tersebut.

“Kau pasti lebih lelah!” ungkap Donghae, jemarinya kini melepas satu persatu kancing kemeja biru Kibum.

“Lelahku hilang jika melihatmu dan Kyu, percayalah.” Kembali Donghae tertawa kecil kemudian menggigit bibir bawahnya.

“Kau ingin kujadikan santapan malamku eoh?” dan Donghae segera melepaskan gigitannya kemudian memukul dada Kibum pelan.

“Hahahaha…”

“Ish! Tidak lucu pabbo!” protes Donghae terdengar seperti rengekan.

“Mandi sana!”

“Baiklah! Baiklah! Tapi kau ikut eoh?”

PLETAK!

“Ayo cepat!”

“Appo.” Dan Donghae mencium cepat daerah kepala Kibum yang ia jitak tadi.

“Sudah tidak sakit lagi bukan?” tanya Donghae tersenyum lebar.

“Sakitnya sudah hilang kok, aku mandi dulue eoh?” Donghae mengangguk sebagai jawaban.

CHUP

Dan Kibum secepat kilat berlari menaiki tangga setelah mencuri satu kecupan di bibir istrinya.

.

Di Meja Makan …

.

“Selesai!” ungkap Donghae ceria, ia menepuk-nepukkan kedua tangannya puas. Setelahnya yeoja itu berjalan menuju ruang tengah dimana anak dan suaminya kini sedang berada disana.

“Makan dulu, setelah itu lanjutkan lagi mainnya!” ujar Donghae memposisikan dirinya di antara anak dan suaminya yang tengan asyik bermain play station.

“Lagi tanggung eomma!” sahut Kyuhyun dengan mata masih fokus ke monitor.

“Ne chagi, sebentar lagi!” Timpal Kibum, sesekali kedua namja itu mendecak gemas dengan tangan yang menekan-nekan stick kuat.

“Lanjutkan nanti atau kusita play station ini?” tawar Donghae namun reaksi kedua namja di kanan kirinya tidaklah seperti yang ia harapkan, keduanya tetap memainkan permainan mereka dengan serius.

“Menyebalkan!” Donghae mendecak sebal, tidak lama kemudian ia menyerigai karena terlintas sebuah ide untuk membuat Kibum dan Kyuhyun berhenti bermain game.

.

“Loh? Kok mati?” ungkap Kibum heran, Kyuhyun pun mengerutkan keningnya.

“Ugh.”

Keduanya meringis ketika Donghae yang kini berada di belakang mereka, mengibas-ngibaskan kabel play station yang sengaja dipotong menggunakan gunting tepat di depan wajah mereka.

“Kau jahat sekali eomma!” komentar Kyuhyun menatap miris potongan kabel tersebut.

“Ke meja makan sekarang atau eomma akan membuang play station itu ke tempat sampah?” ancam Donghae, baik Kibum maupun Kyuhyun akhirnya melangkahkan kaki mereka menuju meja makan.

.

“Sayurnya dimakan dong chagi!” omel Donghae ketika Kyuhyun memindahkan sayur-sayuran yang ada di piringnya ke piring Kibum.

“Tidak mau! Lasanya aneh!” sahut Kyuhyun dengan suara cadelnya masih sibuk memindahkan sayuran tersebut.

Kibum hanya diam memperhatikan keduanya. Sudah menjadi pemandangan biasa jika di meja makan, Donghae akan terus membujuk Kyuhyun untuk memakan sayur, bukan Kyuhyun namanya jika ia menuruti begitu saja kemauan Donghae yang satu ini.

“Aku sudah selesai!” ungkap Kibum meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya agak kasar, membuat dua orang lain menoleh kaget ke arahnya.

“Makananmu belum habis Bummie, apa masakanku tidak enak eoh?” tanya Donghae namun Kibum tidak menjawab, namja itu tetap berjalan meninggalkan ruang makan, meninggalkan kebingungan di wajah Donghae dan Kyuhyun.

“Eomma?” rengek Kyuhyun.

“Apa chagi?”

“Apa appa marah?” Donghae diam, ia pun merasa demikian, tapi apa yang membuat Kibum marah? Apa hanya karena Kyuhyun dan Donghae yang berisik tadi?

.

.

To Be Continue ?

Bagaimana ?

FF ini aku pending update-annya cukup lama karena suatu hal, saat meng-updatenya aku tidak mengubah apapun, hanya membaca ulang kemudian update.

 

Related Post :
Orther Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 1 Februari 2013, in EvilKyu atau EvilBum ?, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Halo Eonni ak reader baru disini, BTW Gomawo Eonni udah mau update FF ini, terus Kibum kenapa marah ditengah-tengah jam makan???? (˚▿˚?)

    Suka

  2. kyuhyun dewasa sama kyuhyun kecil itu…………
    hae sama kyu dulunya pasangan ya?
    trus bum n hae kasih nama anaknnya kyuhyun biar ingat sama sepupunya bum, kyu??
    si kibum kenapa?
    marah ya?

    update lagi dong!!!
    rada panjaaaaaaaaaaaaaaaaang ya

    Suka

  3. Lucu. Ringan. Menggemaskan. Suka!😀

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: