Fanfiction Two Male Bride Chapter 5

Super Junior Yesung Brithday by Nazimah Elfish

Title : Two Male Bride

Author : Nazimah Agustina

Pair : KiHae slight KyuHae

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Song Victoria, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, Choi Minho, Park Jung Soo, Kim Heechul, Choi Siwon (cast lain menyusul)

Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort, Angst

Rating : T

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Pernikahan adalah impian setiap pasangan. Begitupun dengan Donghae, ia mempersiapkan pernikahannya dengan Kibum, namun saat di altar ia malah bersanding dengan Kyuhyun. Kenapa bisa terjadi demikian? Akankah pernikahan itu tetap terlaksana? Dan pertanyaan terbesarnya adalah, Kemana Kibum dihari pernikahannya?

Warning : Gender Switch! Tema yang aku yakin sudah pernah diusung oleh author lain sebelumnya.

.

.

Sebelumnya …

.

Di jalan

.

Kibum menoleh ke samping tempat duduknya, ia menggelengkan kepala heran ketika matanya menangkap ponsel Donghae yang tertinggal, dihentikannya mobilnya.

“Ikanku itu memang ceroboh!” ujarnya setelah meraih ponsel putih itu kemudian memainkannya pelan, ia tertawa geli.

“Apa lebih baik kukembalikan malam ini atau besok saja ya?” tanya pada diri sendiri, namja tampan itu mengetuk-ngetukkan jarinya pada setir.

“Lebih baik kukembalikan malam ini saja!” putusnya kemudian memutar arah mobilnya.

.

Kediaman keluarga Lee …

.

Belum sampai Kibum memasuki perkarangan rumah Donghae, ia telah mematikan mesin mobilnya.

“Mereka?” tanyanya pada diri sendiri dengan mata menyipit.

.

.

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Two Male Bride ~

~ Chapter 5 ~

.

“Maaf, karena kecerobohanku, hubunganmu dengan Kibum-sshi terancam.” Victoria membungkukkan badannya beberapa kali di hadapan Donghae dengan raut bersalahnya.

“Apa karena Kyuhyun mengancammu kau jadi merendahkan martabatmu di depanku eoh?” jawab Donghae berupa pertanyaan dingin.

“Maaf!” hanya itu yang dapat diucapkan Victoria, sesungguhnya ia amat kesal dengan wanita angkuh di depannya ini, namun, demi mendapatkan Kyuhyun kembali ia akan melakukan apapun, termasuk mejatuhkan harga diri di depan rival cintanya.

“Maaf? Sekarang kau meminta maaf setelah kau hampir mnghancurkan masa depanku hah!” ujarnya agak kasar, tampak Victoria semakin gugup dibuatnya.

“Kumohon, biarkan Kyuhyun bersamaku!”

“Apa Cho Kyuhyun mencintaimu?”

“I-itu…”

“Dia mencintaiku.” Sahut Donghae datar dan menusuk.

“Aku sangat mencintainya!” raut datar Donghae berubah mendengar penuturan Victoria.

“Euum itu, akupun meminta maaf Victoria-sshi!” balas Donghae setelahnya tersenyum.

“Eh?”

“Ayolah, aku hanya memberi sedikit pelajaran padamu tadi!” kali ini Donghae mengedipkan sebelah matanya seolah tidak terjadi apa-apa diantara keduanya, Victoria menghela nafas lega.

“Jadi, sudah jelas bukan? Kyuhyun untukku, kau untuk Kibum-sshi?” tanya Victoria penuh harap, dan ia segera memeluk Donghae ketika yeoja itu menganggukkan kepalanya.

“Terima kasih Donghae-sshi!”

“Sama-sama Victoria-sshi!”

Sementara itu …

Kibum melihat Victoria dan Donghae berpelukan, akhirnya Kibum memutuskan untuk menghampiri keduanya.

“Apa aku mengganggu kalian?” tanya Kibum ketika sudah berada di dekat keduanya.

“Bummie/Kibum-sshi?” sahut keduanya bersamaan dengan rasa terkejut yang kental. Bisa saja Kibum mendengar percakapan mereka tadi, dan jika benar, habislah semua.

“Kalian sedang apa?” tanya Kibum menyelidik.

“Hanya meluruskan tentang salah faham atas issue skandal Kyuhyun dengan Donghae-sshi!” jawab Victoria cepat diakhiri senyuman.

“Aku tahu Lee Donghaeku tidak mungkin melakukan itu!” sahut Kibum mantap seraya merangkul pinggang Donghae.

Victoria kembali tersenyum, andai saja Donghae tetap bersikap egois tidak mau menyerahkan Kyuhyun padanya, ia bersumpah akan membeberkan semua pada Kibum tentang apa yang dilakukan Donghae dengan Kyuhyun di belakang Kibum selama dua bulan ini.

‘Apa yang baru saja kupikirkan?’ batinnya mengumpat seolah tersadar. Jika Kibum mengetahui semuanya, kemungkinan besar hubungan Kibum dan Donghae akan kandas di tengah jalan. Dan jika itu terjadi, bukankah Victoria telah memuluskan langkah Kyuhyun untuk meninggalkannya kemudian kembali pada Donghae? Cinta lamanya?

“Kau benar Kibum-sshi! Mereka hanya berteman! Aku permisi dulu eoh?” pamit Victoria yang dijawab senyuman oleh Donghae.

“Silahkan!” sahut Kibum tersenyum, tak lupa ia membukakan pintu mobil untuk Victoria, mau tidak mau wajah Victoria memerah dibuatnya.

“Selamat malam nona Song!” ucap Kibum ramah sebelum Victoria melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Donghae.

Kibum berbalik, mendapati Donghae dengan tangan terlipat di depan dada, Kibum terkekeh.

“Cemburu eoh?” tanyanya kembali memeluk pinggang pujaan hatinya.

“Kau membuat wajahnya memerah!” rajuk Donghae membuat Kibum tertawa.

“Kenapa tertawa?”

“Kau tahu? Kau begitu manis saat seperti ini!”

Wajah Donghae memerah mendengar penuturan namja yang sebulan lagi akan menjadi suaminya tersebut.

“Berhenti menggodaku tuan Kim!” rajuknya lagi disertai pukulan di lengan Kibum, bukannya berhenti tertawa, Kibum malah semakin tertawa dibuatnya.

CHUP

Donghae sudah tidak tahan lagi, dikecupnya bibir Kibum yang sedari tadi tertawa, bukan hanya itu alasan Donghae, ia merasa bersalah pada Kibum, kebohongannya sudah terlalu besar pada namja di depannya ini.

Belum sempat Donghae menarik bibirnya, Kibum terlebih dahulu menahan pipi yeojanya tersebut, menahan ciuman keduanya.

“Eunggh!” lenguh Donghae kala kecupan itu berubah menjadi ciuman panas. Semenit kemudian Donghae memberi sinyal pada Kibum bahwa ia telah kehabisan nafas.

“Hosh! Hosh! Kau hosh! Pulang hosh! Isti hosh rahat hosh!” sengal Donghae dengan wajah merahnya.

CHUP

Kibum kembali mengecupnya, kali ini di kening dengan lembut dan sarat akan cinta, keduanya memejamkan mata, menikmati moment-moment mereka yang akan berakhir karena Kibum yang akan segera kembali ke China lusa.

“Aku mencintaimu, sungguh! Jangan pernah meninggalkanku eoh?” pinta Kibum menyatukan kening keduanya, Donghae yang sudah terisak mengangguk.

“Akupun hiks sangat mencintaimu Kibummie!” sahutnya, Kibum melepaskan hubungan kening mereka, menyeka air mata sang kekasih yang tidak ingin ia lihat.

“Berhentilah menjadi yeoja cengeng Kim Donghae!” ujarnya kemudian tersenyum lembut.

“Aku hiks menangis bahagia pabbo hiks!” rengek Donghae sebal pada calon suaminya ini.

“Besok kita makan malam ya?” ajak Kibum.

“Tentu!” keduanya tersenyum lembut menatap satu sama lain.

.

“Aku pulang dulu! kau istriarahatlah!” setelah mengucapkannya Kibum berjalan menuju mobilnya yang memang agak jauh dari tempat keduanya kini.

“Hati-hati!” peringat Donghae yang dijawab dengan ibu jari Kibum yang teracung dari belakang.

.

Keesokan harinya …

.

Drrt… drrt…

Donghae menoleh melihat siapa gerangan yang menelphonenya, yeoja itu mengangkat sebelah alisnya begitu membaca nama Kyuhyun yang tertera di layar ponselnya.

Dipadanginya ponsel yang terus bergetar, namun ia memilih untuk meletakkannya kembali hingga ponsel itu berhenti bergetar dengan sendirinya.

Drrt… drrt…

Ponselnya kembali bergetar, Donghae kembali memilih untuk mengacuhkan panggilan tersebut hingga beberapa saat kemudian, ponselnya tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan(?).

Setengah jam kemudian …

Drrt… drrt…

Donghae mendengus sebal, namun ia merubah raut wajahnya ketika bukan Kyuhyun lah yang menghubungi.

“Halo Wonnie?” sapanya pada si penelephone, hyung dari Minho, Choi Siwon.

“Halo Hae? Bagaimana kabarmu juga pernikahanmu?” tanya Siwon berbasa-basi.

“Aku dan pernikahanku? Baik Won-ah! Kau dan Minho sendiri bagaimana kabarnya? Kuaharap dia sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya.”

Terdengar tawa kecil di sebrang sana.

“Kami baik-baik saja Hae-ah! Dan Minho, ia sudah mulai memiliki teman yang banyak di sekolah.”

“Syukurlah kalau begitu. Kau kenapa menelphoneku eoh?”

“Euumm,, Hyukkie, bagaimana kabarnya?”

Donghae mengangkat sebelah alisnya walau Siwon tidak dapat melihatnya.

“Hae-ah? Kau masih disana?” tanya Siwon karena Donghae yang tidak kunjung menjawab.

“Kenapa kau tidak bertanya ‘apakah Hyukkie sudah memiliki kekasih?’ ” Goda Donghae.

“Ish! Kau ini bisa saja Lee Donghae! Aku hanya bertanya kabarnya, kenapa kau menggodaku seperti itu eoh?” sebalnya, Donghae tertawa.

“Dia baik-baik saja Won-ah!” sahut Donghae setelah menghentikan tawanya.

“Memangnya dia sudah memiliki kekasih?” dan pertanyaan Siwon kembali membuahkan tawa Donghae.

“Benar dugaanku, kau menyukainyakan? katakan yang sejujurnya padaku Choi Siwon yang terhormat!” godanya lagi.

“Jawab saja pertanyaanku Lee Donghae!”

“Ow ow ow , jangan marah Simba! Ish! Hyukkie masih sendiri!”

Tuut… tuut…

“Ya!” bentak Donghae karena sambungan telephone yang tiba-tiba diputus oleh Siwon.

“Namja itu benar-benar! Kalau maunya sudah dituruti, dibiarkan begitu saja!” lanjutnya kemudian mendengus, setelahnya ia kembali berkutat dengan dokument-dokument perusahaannya.

Lusa di bandara Incheon …

Terlihat Donghae yang sedang mengantar kepergian Kibum dengan tangan yang bertautan.

“Jaga kesehatanmu eoh? jangan bekerja terlalu keras!” pesan Donghae pada kekasihnya, Kibum hanya tersenyum lembut.

“Makanlah yang teratur Bummie-ah! Jangan membuatku khawatir eoh?” lagi, Kibum hanya tersenyum hingga panggilan operator memanggil para penumpang pesawat.

“Tunggu aku eoh? jangan pernah berpaling dariku, janji?” ucap Kibum serius dengan jari kelingking yang teracung di hadapan wajah Donghae, Donghae menyambut uluran jari kelingking tersebut.

“Aku janji! Kembalilah untukku!” sahutnya dengan mata berkaca.

“Jadilah yeoja yang tegar bidadariku!” pesan Kibum setelah mengecup kening Donghae lembut.

“Ne, Kibum-ah!” dan Kibum pun melangkah meninggalkan Donghae, namun saat dirinya tidak terlihat lagi oleh yeoja itu karena padatnya orang-orang lain yang juga berlalu lalang, Kibum menghentikan langkahnya sebentar, ia bernafas seolah menenangkan dirinya.

“Maafkan aku hae.” Lirihnya kemudian melangkah meninggalkan bandara Incheon.

.

Malam harinya di tepi Sungai Han …

.

“Mau apa kau?” tanya Donghae dingin pada Kyuhyun yang membelakanginya.

Kyuhyun berbalik, “Hae, aku ingin kita bersama, seperti dulu.” ungkapnya, Donghae tertawa mengejek.

“Itu tidak mungkin Kyu! Lupakan aku! Aku sudah bersama Kibum dan kau sudah bersama Victoria! Sadarlah! Perjanjian konyol kita sudah berakhir! Aku dan Kibum sebentar lagi akan menikah!” tolak Donghae.

“Aku mencintaimu!”

“Aku mencintai Kibum!” jawab Donghae penuh keyakinan, namun, Kyuhyun dengan cepat menghampirinya dan,

CHUP

Dikecupnya kasar bibir Donghae membuat yeoja itu terkaget.

“Kyuuuhh.. leeeppphas!” ujarnya susah payah karena Kyuhyun yang memeluk pinggangnya erat sehingga tubuh keduanya tidak bercelah. Seolah menulikan telinganya, Kyuhyun terus melumatnya penuh nafsu, mengungkapkan cinta dan kerinduannya yang selama ini terpendam pada Donghae selama ia berada di China.

BRUK!

Dengan seluruh kekuatan yang ia punya, Donghae mendorong tubuh Kyuhyun hingga terjengkang ke belakang.

“Hiks… hiks…” isaknya.

“Jadi perjanjian itu hanya modus eoh? kau menipuku! Aku kecewa padamu Kyu!” ungkapnya kemudian berlari meninggalkan Kyuhyun, namja itu dengan cepat bangkit kemudian berlari mengejar cintanya.

Kibum, meski dari jauh dan tidak mendengar pembicaraan Kyuhyun dan Donghae, di balik pohon, melihat semuanya dengan jelas, beberapa tetes air mata jatuh di pelupuk mata indahnya. Ia pun ikut berlari mengejar Donghae.

Kibum menghentikan laju larinya dan bersembunyi di balik pohon ketika Kyuhyun berhasil mendekap calon istrinya dari belakang.

“Maaf! Maafkan aku eoh? Jangan menangis! Aku tidak ingin melihatmu kembali menangis karenaku!” ungkap Kyuhyun sedang Donghae masih terisak.

“Aku akan melakukan apapun asal kau memaafkanku Hae-ya!”

“Lupakan aku!” lirih Donghae namun penuh penekanan.

“Asal kau hiks tidak akan mengganggu hidupku lagi hiks, aku akan hiks memaafkanmu.” Lanjut Donghae lirih dan terisak.

“Ne, aku janji! Aku akan membiarkan hidupmu bahagia bersama Kim Kibum setelah ini. Bolehkah kita berpelukan untuk yang terakhir kali?” pinta Kyuhyun memelas.

Dan Kibum memegangi dadanya yang berdenyut sakit ketika melihat Donghae yang berbalik, membalas pelukan Kyuhyun, rupanya Kibum telah salah faham dengan keadaan ini.

Prok… prok… prok…

Kyuhyun dan Donghae melepas pelukan mereka ketika mendengar suara tepukan tangan seseorang. Donghae seolah membeku melihat namja yang begitu dikenalnya memandang keduanya dingin.

“Kupikir, itu salah, ternyata? semua benar! Gosip adalah kenyataan yang ditutup-tutupi, aku benarkan?” ucap Kibum dengan nada mengejek.

“Kibum-sshi, aku bisa jelas,,,”

BUAGH!

“Tutup mulutmu brengsek!” intrupsi Kibum sesaat setelah memukul wajah Kyuhyun dengan tangannya yang terkepal, sedang Donghae hanya bisa menutup mulutnya karena kaget dan takut.

“Kita pulang!” ujar Kibum menarik pergelangan tangan Donghae, berjalan menuju mobilnya.

“Bummie hiks hiks,” isak Donghae yang tidak dipedulikan Kibum.

“Sakit hiks!” seolah tersadar, Kibum melihat tangan Donghae yang memerah karena genggaman tangannya yang begitu erat. Dilonggarkannya pegangan tangannya selain karena tidak ingin menyakiti lebih jauh yeoja yang dicintainya, mobilnya pun ada di dekat mereka.

“Masuk!” perintah Kibum dingin setelah membukakan pintu mobilnya untuk Domghae, yeoja itu langsung saja menurut tanpa ada penolakan.

DUUKK!

Kibum membanting kasar pintu mobilnya ketika ia memasuki pintu yang lain, membuat yeoja disampingnya terkaget dan semakin terisak.

BUURRRRMM!

Dilajukannya mobil yang sedang ia kendarai bersama calon istrinya dengan kecepatan tinggi.

“Hiks… hiks…” terisak, hanya itu yang dilakukan Donghae, takut, sedih dan merasa bersalah bercampur menjadi satu.

“Kau mau tahu kenapa aku bisa tahu pertemuanmu dengan Kyuhyun sedangkan aku tadi siang akan kembali ke China hhm?” tawar Kibum.

“Ne.” jawab Donghae parau, Kibum menyerigai.

FLASHBACK

Malam hari di kediaman keluarga Lee …

Donghae mematuk dirinya di depan cermin, malam ini ia mengenakan gaun putih panjang dengan aksen bunga mawar putih di sekitar dadanya, mengingatkannya pada gaun yang dipakai empat tahun lalu di pesta ulang tahun Eunhyuk, saat pertama kali ia bertatap muka dengan aktor favoritnya yang kini menjadi calon suaminya, Kim Kibum.

Donghae tersenyum lembut mengingatnya, ia biarkan rambut hitam panjangnya tergerai dengan penjepit rambut di dekat telinganya. Riasan tipis di wajah manisnya memberi kesan natural di penampilannya malam ini, terlihat cantik, anggun, dan dewasa.

Tok… tok… tok…

“Masuk!”

Ceklek

“Maaf nona, tuan Kibum sudah menunggu nona di bawah.” Lapor seorang pelayan di kediaman Lee.

“Benarkah? Aku akan segera turun! Apa menurutmu aku sudah tampil baik?”

“Nona sangat cantik!” puji sang pelayan membuat Donghae tersenyum puas.

.

.

Tap

Tap

Tap

Kibum berbalik ketika telinganya mendengar suara hak sepatu yang beradu dengan anak tangga, dengan reflex ia tersenyum menyambut sang bidadari hati yang telah berada di anak tangga terakhir.

“Tuan Putri.” Ucap Kibum sebelum meraih tangan kanan Donghae kemudian mengecup punggung tangannya.

“Kau berlebihan Kibum!” rajuk Donghae setelah menarik tangannya, Kibum terkekeh.

“Kau cantik, sangat cantik!” pujinya tulus tidak lupa memamerkan killer smile andalannya.

“Kau juga sangat tampan Pangeranku!” puji Donghae kemudian terkikik.

“Aku? sangat tampan? Apakah kau baru menyadarinya Kim Donghae?” sahut Kibum menyebalkan.

“Ish!” rutuk Donghae, Kibum tertawa.

“Ayo Bidadariku yang manis,” ajaknya mengulurkan tangannya, Donghae menyambutnya kemdian mengapit lengan Kibum mesra.

.

Di Restoran …

.

“Ingin pesan apa tuan dan nona?” tanya pelayan itu ramah.

“Kau ingin apa sayang?” tanya Kibum pada Donghae seraya menggenggam jemari wanitanya erat.

“Aku mau steak saja.” Sahut Donghae.

“Steak dan wine dua.” Pesan Kibum kemudian kembali menatap Donghae yang merengut.

“Ada apa sayang?” tanyanya polos.

“Kau kan tahu aku tidak suka wine!” rajuknya, Kibum terkekeh.

“Sekali-kali tak apakan?” rayunya, Donghae mengangguk membuat keduanya tersenyum lembut.

.

“Aku ke toilet dulu eoh?” pinta Donghae yang diiyakan oleh Kibum.

Setelah kepergian Donghae, pesanan mereka datang.

“Terima kasih.” Ucap Kibum ramah pada pelayan yang membawakan pesanannya.

Drrt… drrtt…

Ponsel Donghae bergetar di dalam tas tangannya, Kibum semula mengacuhkannya, namun, karena getaran tersebut tidak mau berhenti juga, akhirnya Kibum membuka tas calon istrinya dan mengangkat panggilan telephone itu.

“Kyuhyun?” gumamnya, kemudian ditekannya tombol hijau.

“Hae-ah? Aku merindukanmu, sungguh! Bisakah kita bertemu? Aku sangat merindukanmu!” ujar Kyuhyun frontal di sebrang sana.

DEG!

Jantung Kibum berdetak cepat dibuatnya, ia terpaku mendengar serentetan kata yang dikatakan Kyuhyun untuk Donghae, cintanya, bidadarinya, calon istrinya, calon ibu dari anak-anaknya kelak.

‘Donghae? Berselingkuh?’ pikirnya, namun, dengan segera digeleng-gelengkan kepalanya, menyangkal tuduhan yang ada di kepalanya.

Tuut… tuut…

Dimatikannya secara sepihak telephone itu, ia tidak sanggup jika pertanyaann yang ada di pikirannya itu benar adanya.

Drrt… drrt…

Kembali ponsel Donghae bergetar, kali ini menandakan ada pesan masuk. Lagi, nama Kyuhyun yang tertera di layar itu, membuat Kibum mau tidak mau membuka isi pesan tersebut.

“Kutunggu di tepi Sungai Han besok malam, kumohon!”

Tangan Kibum terkepal menahan amarah, hampir saja ia menghapus pesan tersebut, namun, ia ingin membuktikan sesuatu hingga ia membuka menu option dan mengatur pesan Kyuhyun tersebut menjadi pesan yang belum dibaca.

“Maafkan aku Hae.” Lirihnya kemudian memasukkan ponsel tersebut ke dalam tas tangan Donghae.

.

Di dalam mobil Kibum …

.

Donghae merogoh isi tasnya dan mengambil ponselnya, dari lirikannya, Kibum meperhatikan gelagat yeoja itu.

“Kutunggu di tepi Sungai Han besok malam, kumohon!”

DEG!

Donghae terpaku membaca kalimat dikirimkan Kyuhyun padanya.

“Siapa?” tanya Kibum dingin.

“Bukan siapa-siapa Bummie-ah!”

‘Hhmm, kenapa tidak jujur padaku Hae-ah?’ batin Kibum miris.

FLASHBACK END

“Sudah jelaskah?” tanya Kibum dingin yang disambut Donghae dengan isakan yang lebih keras lagi.

.

.

TO BE CONTINUE ?

.

.

Bagaimana?

aku berpikir keras untuk konflik yang menggreget, namun hanya ini yang ada di kepalaku.

Apa ini sinetron sekali?

Artikel Terkait :
Artikel Terkait :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 8 Februari 2013, in Two Male Bride and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 22 Komentar.

  1. cuma pengen ninggalin jejak…

    Suka

  2. aaaaaaaa !!!! kibuuuuummm !!!! kamu salah paham !!!!

    CEPETAN UPDATE!!!!
    SERUUUUUUU…

    Suka

  3. siapapun yang dipilih hae aku tetap suka kupikir kibum dan kyu rival yg seimbang, aq tunggu lanjutannya author

    Suka

  4. Omo!!
    Kapok tuh si ikan.. Kkkk~
    Kibum nggak mutusin Donghae kan??

    Suka

  5. Laila .r mubarok

    Sebagus”nya seorng mmbungkus bangkai, baunya akan tercium juga…

    Tpi bumie untk yng satu itu spertinya kau salah paham..
    Tpi kibum ga bkl ninggalin hae kan?
    Ku tunggu lnjutannya hehe

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: