Fanfiction Sleeping Hae Chapter 3

Cover Fanfiction Sleeping Hae by Nazimah Elfish

Title : Sleeping Hae

Author : Nazimah Agustina

Pair : KiHae (Kibum x Donghae)

Cast : Kim Kibum, Lee Donghae, and Other Super Junior Member

Genre : Hurt/Comfort, drama, romance

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Rating : T

Summary : Kisah salah seorang rapper dari boyband Super Junior bersama seorang ‘Putri Tidur’.

Warning : Gender Switch! Tema dengan cerita yang aku yakin sudah pernah dipublikasikan sebelumnya, RnR. Disini Kibum tidak pernah hiatus dari Super Junior, Donghae bukan anggota Super Junior, dan  Kibum umurnya lebih tua sekitar 8 tahun dari Donghae (untuk keperluan cerita).

(25-8 = 17 tahun)

 .

.

.

Tidak suka? tidak usah dibaca. Gampangkan?

*
*
*

.

Sebelumnya …

“Hoaamm!” Kibum menguap, ia memejamkan matanya dalam posisi duduk.

“Tidak perlu!” larang Leeteuk ketika Eunhyuk hendak membangunkan Kibum yang tampaknya tertidur pulas meski dalam posisi duduk.

“tapi hyung sebentar lagi kita akan tampil!” sergah Eunhyuk, Leeteuk tersenyum dan menepuk bahunya pelan.

.

Lima menit kemudian

.

“Kibummie, irroena!” panggil Leeteuk membangunkan Kibum, mengguncang bahunya pelan.

“Euunggh, hyung?” sahut Kibum setelah membuka matanya. Leeteuk tersenyum.

“Kita sebentar lagi tampil ya? Hoaamh! Mian hyung, aku ketiduran!” sesal Kibum kemudia mulai bergegas.

“Bummie?” panggil Leeteuk.

“Nde?” sahut Kibum seraya memperbaiki model rambutnya.

“Semalam kau kemana?” dan pertanyaan Leeteuk berhasil membuat Kibum tertegun.

.

.

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Sleeping Hae ~

~ Chapter 3 ~

.

.

“Bum-ah? Kau baik-baik saja?” tanya Leeteuk mengguncang pelan sebelah bahu Kibum.

Karena Kibum yang tidak kunjung menjawab pertanyaan sang leader, member lain yang ada di backstage pun mulai mengelilingi mereka berdua.

“Eh?”

“Kau kenapa diam Bum-ah?” tanya Siwon.

“Ceritakan pada kami!” timpal Kyuhyun setelah mem-pause game yang sedang dimainkannya.

“Eeerr,, ituuu,” Kibum tidak tahu harus memulai darimana, terlebih hyungdeul dan Kyuhyun yang terus mencondongkan tubuh mereka padanya karena penasaran dengan kemana perginya Kibum semalam.

“Itu, euum, aku pergi ke taman bermain?”

“Oh,” tanggap yang lainnya.

Tiga detik kemudian,

“Eh?”

“Taman bermain?”

“Dinihari?”

“Sedang apa kau disana?” Kibum menghela nafas sebelum menjawab reaksi hyungdeul dan Kyuhyun.

“Aku, menemui seseorang.” Jawabnya kemudian menampilkan killer smile miliknya.

“Siapa?” bagai sekelompok paduan suara, member Super Junior kecuali Kibum sangat kompak menanyakannya.

“Euumm, gadis.”

Hening

“Maaf sebelumnya Kibum-ah! Eumm, apa dia gadis baik-baik?” tanya Siwon ragu, pertanyaanya tidaklah salah, apa pemikiran sepintasmu tentang gadis yang berkeliaran di luar rumah lewat tengah malam?

Kibum tampak berpikir, ‘Donghae? Bukan gadis baik-baik? Benarkah?’

Kibum kemudian menggeleng seraya tersenyum, menjawab pertanyaan hyungdeulnya juga Kyuhyun.

“Aku yakin dia gadis baik!” jawabnya mantap.

.

.

Taman bermain pukul 01.30 AM …

.

Kibum lagi-lagi menghentikan laju mobilnya di dekat taman bermain, tempat ia dua malam ini bertemu dengan gadis 3M (Manis, Misterius dan Menyebalkan) yang bernama Donghae tersebut.

“Hooaamm!” namja tampan itu menguap panjang, sesaat setelahnya kepala namja itu celingak-celinguk mencari sosok Donghae.

“Mungkin sebentar lagi,” gumamnya saat memeriksa jam tangannya.

“Hooaamh!” lagi, ia menguap panjang dengan mata sayunya.

.

Sepuluh menit kemudian …

.

“Hoaamh!” entah sudah ke berapa kali Kibum menahan kantuknya demi yeoja yang ditunggunya, yeoja yang belum tentu datang, menemuinya.

“Apa dia tidak datang malam ini?” tanyanya lirih, ia menghela nafas kecewa.

“Tapi, kenapa?” menghela kecewa, lagi.

“Lebih baik kutunggu saja!” tekadnya kemudian menyamankan duduknya.

.

Keesokan harinya pukul 06.30 AM …

.

“Euunggh,” lenguh Kibum ketika cahaya pagi menerpa wajahnya, memaksanya untuk bangun dari tidur nyenyaknya walau dalam posisi yang tidak nyaman, terduduk di kursi kemudi.

Dikucek-kucekkannya kedua mata guna menajamkan penglihatannya, melihat sekitar, sudah siang rupanya.

“Sudah pagi? Aku tertidur disini?” tanyanya pada diri sendiri.

“Apa dia datang?” tanyanya lagi.

“Aaaww!” erangnya merasakan sakit di tubuhnya. Namja itu kemudian membuka pintu mobilnya dan segera mengeluarkan dirinya guna merenggangkan otot.

“Ugh! Sakit sekali!” keluhnya berupa gumaman. Kembali dilihatnya jam tangan yang melingkah di pergelangan kirinya, 06.35 AM.

“Lebih baik aku pulang!” tidak lama kemudian Kibum kembali memasuki mobilnya dan melaju menuju dorm Super Junior.

.

Dorm …

06.55 AM

Tok… tok… tok…

ceklek

“Anneyoung!” sapa Kibum setelah dibukakan pintu seraya merenggangkan otot yang masih terasa kaku.

“Bummie? Darimana?” tanya Yesung khawatir, ialah yang membukakan pintu untuk Kibum.

“Eh? Yesung hyung? Tidak dari mana-mana kok hyung!” bohong Kibum kemudian tertawa renyah.

“Sudahlah! Ayo masuk!” ajak Yesung kemudian menarik tangan Kibum untuk memasuki dorm.

“Aigooo tanganmu dingin sekali! Kau tidur dimana?” pekik Yesung, Kibum nyengir.

“Ada apa ini ribut-ribut?” tanya Ryeowook dari arah dapur.

“Ah hyung! Kau lupa? Aku kan Ice Prince!” elak Kibum kemudian tertawa kecil, Yesung mendengus.

“Memangnya ada apa?” tanya Ryeowook lagi tidak mengerti.

“Ryeong-ah! Ini tangan dan tubuh Snow White kita dingin sekali! Lebih baik kau siapkan air hangat untuknya sebelum membeku!” perintah Yesung pada Ryeowook.

“Hyung!” rengek Kibum.

“Apa?”

“Aku bukan Snow White!” rajuknya membuahkan tawa dari Yesung dan Ryeowook.

.

.

Malam hari di taman bermain

01.30 AM …

.

Kibum kembali menyambangi taman bermain, apalagi kalau bukan untuk Donghae? Kibum sungguh penasaran, siapa gadis itu sebenarnya, dimana rumahnya.

Wuusshhh

Hanya suara angin malam dan daun yang berserak yang terdengar malam ini, Kibum memeluk kedua lengannya sendiri, dingin ia rasakan. Jemari Kibum tergerak untuk menghidupkan penghangat di dalam mobilnya.

“Apa dia tidak datang?” lirihnya.

“Datanglah!” kali ini terdengar mengharap.

.

03.00 AM

.

“Ish! Kenapa tidak datang juga sih?” dumel Kibum masih setia di dalam mobilnya.

“Apa jangan-jangan orang tuanya tahu dia sering keluar malam? Terus mengurungnya di dalam kamar?”

“Ah bisa jadi! Mana ada orang tua yang akan membiarkan anaknya keluar malam tanpa tujuan yang jelas? Yeoja pula!” simpulnya kemudian menghidupkan mesin mobil, ingin pulang dan tidur nyenyak.

.

.

Keesokan malamnya pukul 02.00 AM …

.

.

Tidak bosan-bosannya Kibum mendatangi taman bermain, ingin bertemu dengan gadis itu, Donghae.

Kepala namja itu memperhatikan ke dalam taman, gelap, sunyi, dan mencekam, hanya ada beberapa lampu taman bercahaya kuning yang menerangi taman tersebut.

Kibum mengeluarkan diri dari mobilnya, kepala namja itu menoleh ke kiri dan ke kanan beberapa kali, berharap gadis itu datang eoh?

Lima menit, sepuluh menit, bahkan lima belas menit berlalu. Kibum masih setia terduduk di atas kap mobilnya, bedanya tangan namja itu kini memegangi kopi hangat yang sengaja ia persiapkan sebelum ke taman ini tadi.

“Kemana sih? Ini sudah malam ketiga!” gerutunya tidak sabar, kembali ia menolehkan kepalanya, mencari gadis misterius dan menyebalkan itu.

“Kau harus datang malam ini!” perintahnya.

“Lima belas menit lagi kau tidak datang, aku tidak akan menunggu disini lagi!” ancamnya terdengar seperti merengek.

Sepuluh Menit Kemudian …

“Ayolaahh!”

“Donghae! Kau dimana?”

Lima Menit kemudian …

“Ish! Oke! Aku pulang!” marahnya kemudian berjalan menuju kemudi, membuka pintunya cepat, memasukinya dan membantingnya keras.

BUUURRMM!

.

.

Seminggu kemudian …

Backstage pukul 01.00 AM …

“Hoaaammh! Akhirnya jadwal hari ini selesai juga! Yeay!” pekik Eunhyuk riang.

“Ini sudah berganti hari Monyet!” ledek Maknae dari grup tersebut, Kyuhyun, masih berkonsentrasi dengan game yang dimainkannya.

“Huh!” sahut Eunhyuk sebal.

“Sudah-sudah! Lebih baik kita kembali ke dorm dan istirahat untuk besok, ide baguskan?” Leeteuk menengahi yang langsung disetujui semuanya.

“Kibum-ah! Kenapa akhir-akhir ini kau murung sekali?” tanya Siwon pada pemilik killer smile di grup mereka saat berjalan menuju parkiran, namja yang diberi julukan Simba ini memang sangat perhatian pada member lainnya.

“Aku? Tidak! Aku baik-baik saja kok hyung!” jawabnya seraya tersenyum menenangkan.

“Tapi kau terlihat lebih pendiam dari biasanya.”

“Benarkah? Haha,, tak ada apa-apa kok!”

“Ayo masuk Siwon hyung!” ujar Kibum seriang menungkin ketika telah sampai di mobil van mereka.

.

.

Kibum duduk di dekat jendela pada barisan kedua mobil van, selama perjalanan ia hanya melamun, menatap kosong pemandangan yang ada di luar mobil, sedangkan member lainnya sudah tertidur karena kelelahan. Kibum pun lelah, namun entah kenapa matanya enggan terpejam.

Mobil van yang membawa Kibum kini melaju di kawasan dekat taman,

DEG

Kibum membulatkan matanya ketika melihat sosok gadis yang tengah terduduk di sebuah ayunan di dalam taman, ia yakin, itu, Donghae.

“STOOOP!” teriaknya tentu membuat yang lainnya terkaget.

CKIIIIT!

DUUK!

Reflex sang pengemudi mobil van tersebut mengerem mendadak, membuat tubuh member lainnya terpelanting ke depan.

“Aaaauuw!”

“Sakiiiiit!”

“Kepalaku!”

Itulah reaksi para hyungdeulnya dan Kyuhyun yang mengeluh akibat mobil yang berhenti tiba-tiba.

“Ada apa Kibum-ah?” tanya Leeteuk yang berada di sebelah supir.

“Aku turun disini saja hyung!” jawab Kibum segera membuka pintu mobil van.

GGRRR

Cuaca dingin menerpa, memasuki mobil tersebut, membuat member lainnya bergidik kedinginan.

“Untuk apa Kibum-ah? KIBUM!” teriak Leeteuk bahkan telah mengeluarkan diri dari mobil van mereka.

“KALIAN DULUAN SAJA! AKU ADA URUSAN!” jawabnya balas berteriak, Leeteuk geleng-geleng kepala dengan sikap ajaib Kibum yang tidak biasa, anak itu dulu pendiam dan misterius, sekarang? Pikirkan sendiri!

Leeteuk yang juga mengkhawatirkan keadaan member lainnya memilih mempercayai Kibum, ia kembali memasuki mobil van dan menyuruh sang supir untuk mengantarkan mereka ke dorm.

TAP… TAP… TAP… TAP…

“Hosh! Hosh! Hosh!” Nafas Kibum terengah karena berlari, berlari menuju ayunan di dalam taman, kedua tangannya ia tumpukan pada lututnya. Kini ia berhadapan dengan sang gadis, yang ia yakini adalah Donghae. Gadis itu mendongak, menampakkan wajah manis dan polosnya, menatap Kibum bingung, ia memiringkan kepalanya yang justru menambah kemanisan dirinya.

Hening,

Kibum mendongakkan wajahnya kemudian tersenyum manis pada sang gadis.

“Hei!” sapanya masih tersenyum, namun Donghae masih menatapnya bingung, membuat hening kembali melanda keduanya. Kibum menggaruk belakang kepalanya, perlahan ia mulai mendekati ayunan yang diduduki Donghae.

“Kau, masih ingat akukan?” tanya Kibum penuh harap kembali tersenyum, siapa tahu Donghae mengenali killer smilenya bukan?

“Kau siapa?” tanya Donghae menghilangkan senyum Kibum seketika.

“Aku Kibum, Kibum oppa!” jawab Kibum mensejajarkan tingginya dengan Donghae.

“Kibum? Oppa?” ulang Donghae berupa pertanyaan, ia tampak berusaha mengingat, tidak lama kemudian ia menggeleng. Hening kembali melanda, Kibum sibuk dengan segala pertanyaan yang berkelebat dalam otaknya, alasan masuk akal tentang ia yang dilupakan oleh gadis di depannya ini.

Donghae? Ia terus memandangi wajah tampan Kibum, wajah yang ekspresinya berubah-ubah, terkadang kepalanya miring ke kanan, kadang menggeleng kuat, namja itu sedang memikirkan alasan Donghae melupakannya, namun di mata Donghae itu sangatlah lucu.

“Hihihi,” kikikan kecil lolos dari mulut Donghae, menyadarkan Kibum dari pikirannya.

“Apa ada yang lucu?” tanya Kibum, Donghae menggeleng dengan senyum lebarnya.

“Minggir!” perintah Donghae yang lagsung dituruti Kibum. Gadis itu perlahan megayunkan ayunan yang ia duduki.

“Yuhuuuu!” pekiknya riang membuat Kibum yang melihatnya ikut tersenyum. Kibum kemudian mengambil alih, ia yang  mendorong ayunan tersebut, menambah kesenangan Donghae.

02.45 AM …

“Berhenti!” perintah Donghae yang lagi-lagi dituruti begitu saja oleh Kibum. Donghae berdiri dari ayunan yang sedari tadi didudukinya, kemudian ia membungkuk sebentar pada Kibum, setelahnya ia tersenyum dengan manisnya.

“Aku antar pulang eoh?” tawar Kibum mensejajarkan langkahnya dengan langkah Donghae yang melompat, namun gadis itu hanya menatapnya sebentar kemudian tersenyum. Akhirnya Kibum diam, mengikuti langkah gadis itu dengan langkah yang melompat juga.

Kibum berhenti melangkah ketika Donghae yang juga berhenti, berhenti di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun terawat.

“Ini rumahmu Donghae-ya?” tanya Kibum menoleh pada Donghae, Donghae balas menoleh dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.

Donghae kemudian melangkahkan kakinya riang tanpa beban memasuki rumah tersebut, betapa herannya Kibum ketika pintu rumah itu tidaklah terkunci sehingga Donghae hanya perlu menekan kenop pintunya dan ia dapat memasuki rumah tersebut.

“Setidaknya aku sudah tahu tempat tinggalnya, selamat malam gadis kecilku!” ucapnya kemudian tertawa kecil.

Dan ketika Kibum berbalik, ia memukul kepalanya sendiri, “Oke, sekarang bagaimana aku pulang?” tanyanya, ia mengusap wajahnya kesal.

.

.

To Be Continue ?

.

Sudah kubilang ini OOC bukan?

Bagaimana ?

Related Post :
Other Post :
Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai,

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 11 Februari 2013, in Fanfiction, Sleeping Hae and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Eeh kok dah tbc, cepet bnget..

    Hae loncat” diikutin kibum dri blakang, jdi inget mv menghapus jejakmu peterpan haha

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: