Fanfiction Datang, pergi, dan Kembali Chapter 4 END

Title : Datang, Pergi, dan Kembali

Author : Nazimah Agustina

Pair : KyuHae slight KiHae

Cast : Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Park Jung Soo, Kim Young Woon, Kim Heechul, Tan Hangeng, Choi Siwon

Rating : T

Genre : Romance, Hurt/Comfort, drama, angst, family

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Kibum dan Donghae adalah sepasang kekasih, tapi semua berubah rumit ketika Kyuhyun datang dan mengungkapkan kebenaran tentang Donghae yang tidak diketahui Kibum sebelumnya. KyuHaeBum

Warning : Gender Switch!

haefanny

Tidak suka, tidak usah dibaca ..

.

.

.

Sebelumnya …

.

Tok… tok… tok…

.

.

“Bummie hiks, buka pintunya eoh hiks?” Donghae masih belum menyerah. Kibum tersadar dengan kemungkinan yang akan terjadi berikutnya, dengan susah payah ia mengambil smartphone di saku celananya, Kibum tersenyum pahit setelah me-non-aktifkan nada dering di smartphonenya..

.

Donghae mengeluarkan smartphone miliknya, menekan beberapa digit di layar sentuh ponsel itu.

“Angkatlah Bummie! Kumohon hiks!” harapnya cemas.

“Ayoooo!” ucapnya gemas, entah sudah panggilan ke berapa ia menelphone Kibum namun hasilnya nihil.

Donghae menyerah, ia merogoh tasnya kemudian mengeluarkan buku dan bolpoint. Ia menulis beberapa kalimat untuk Kibum, setelahnya ia robek kertas itu. diletakkannya secarik kertas itu dibawah pintu apartement namjachingunya itu.

.

.

Setelah meletakkannya Donghae menjauhi apartement Kibum walau pandangannya masih menatap pintu, berharap tiba-tiba saja Kibum ada disana. Kibum mendekati pintu apartementnya setelah Donghae sudah menghilang di tikungan. Ia membuka pintu itu dan memasukinya serta ditutup dan dikuncinya setelah berada di dalam.

.

Dipungutnya kertas yang ditinggalkan Donghae padanya, dibacanya seksama.

*
*
*
*

~ Nazimah Agustina SnowFishies ~

~ 95line ~

~ Datang, Pergi, dan Kembali ~

~ Chapter 4 ~

*
*
kediaman Keluarga Cho …

.

.

Ceklek

.

.

Kyuhyun membuka pintu rumahnya, ia berjalan gontai menuju tangga untuk memasuki kamarnya.

“Kyuhyun, kau sudah pulang?” tanya Heechul retoris, ia menatap khawatir anaknya yang terlihat tidak baik-baik saja.

“Aku menyerah.” Lirih Kyuhyun menatap kosong pada eommanya.

“Maksudmu chagi?” ujar Heechul khawatir dan mengelus pipi putranya lembut.

“Aku sudah memutuskan. Aku, melepaskannya!” jawabnya kemudian terduduk di single sofa yang ada di belakangnya, ia merasa tubuhnya lemas.

Heechul terdiam, ia tidak tahu harus merasa senang atau sedih.

Senang karena Kyuhyun dapat melanjutkan hidupnya kembali secara normal?

Atau justru sedih melihat Kyuhyun yang tampak rapuh seperti sekarang ini?

.

.

“Kau yakin nak?” tanya Heechul memastikan, Kyuhyun mengangguk.

.

.

“Kau mau kemana Kyunnie?” tanya Heechul saat Kyuhyun berjalan menuju pintu utama rumah mereka, bukan kamarnya.

“Ada yang harus kuselesaikan eomma, lebih cepat akan lebih baik!” jawab Kyuhyun tanpa memandang eommanya dan terus berjalan.

“Maksudmu?” tanya Heechul tidak mengerti.

“Aku pergi!” dan Kyuhyun menutup pintu rumahnya dengan meninggalkan Heechul yang matanya telah berkaca menahan tangis, menatap nanar putranya.

.

.

.

Disaat yang sama di apatement Kibum ….

.

.

Kibum meremas kertas dari Donghae dan melemparnya ke tempat sampah.

“Aku harus melupakannya!” ujar Kibum berulang-ulang, ia menuangkan air putih ke dalam gelas lalu diteguknya cepat.

“Aku pasti bisa melupakannya!” lagi ia berujar. Matanya kemudian terarah pada tempat sampah, tempat ia membuang pesan dari Donghae tadi.

.

.

“Bummie, salahku apa eoh?”

“Kenapa tidak menemuiku?”

“Kenapa kau tidak bisa dihubungi?”

“Kenapa menjauhiku?”

“Aku merindukanmu, saranghae!”

.

.

Itulah pesan Donghae, pesan berupa rentetan pertanyaan dari sang yeojachingu untuk namjachingunya. Kibum merasa miris mengingat kata ‘yeojachingu’.

Apa Donghae masih bisa disebut yeojachingunya? Kibum menggeleng.

“Aku pasti bisa hidup tanpanya!” semangatnya pada diri sendiri.

.

.

Perusahaan keluarga Cho …

.

.

Kyuhyun tengah terduduk di ruang kerjanya, di kursi kebesarannya. Melamun, itulah yang ia lakukan sedari tadi. ia kemudian menatap telephone yang ada di meja kerjanya. Perlahan diambilnya gagang telephone itu dan memencet beberapa digit angka.

Tuut… tuut…

“Halo Kyu?” sapa seseorang disebrang sana.

“Siwon hyung, tolong urus surat perceraianku dengan Donghae!” perintahnya pada sang pengacara, Choi Siwon.

“Kau yakin Kyu?” tanya Siwon ragu mengingat klien sekaligus sahabatnya itu sangat mencintai istrinya.

“Ne, aku yakin hyung!” sahutnya, terdengar Siwon yang menghela nafas pasrah.

“Ne, akan kuurus secepatnya.” Jawabnya patuh.

“Bagus!” dan sambungan telephone terputus.

Kyuhyun kembali menghempaskan dirinya ke kursi kebesarannya, ia tersenyum miris mengingat kenangan indahnya bersama Donghae yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrinya.

“Aku akan kembali ke Jepang besok, memulai hidup baruku disana, melupakanmu. Semoga kau bahagia Hae-ya! Semoga ingatanmu tidak kembali!” doanya beriringan dengan air mata jatuh ke pipinya.

“Selamanya!” lanjutnya lirih lalu terisak kecil.

.

.

Kediaman keluarga Lee …

.

.

Ceklek …

Kriieet …

Ceklek ….

.

.

Suara yang tidak biasa saat Donghae pulang lagi-lagi terdengar, menutup pintu utama secara perlahan bukanlah kebiasaannya, Donghae yang biasanya adalah Donghae yang membanting pintu utama jika ia memasuki rumahnya.

.

.

Ia berjalan gontai menuju tangga. Bukan hanya karena perasaannya yang gundah, namun fisiknya yang lemah Karena tidak mendapat asupan gizi yang cukup yang membuat tubuhnya lemas. Yeoja itu perlahan menaiki tangga dengan langkah gontai dan jangan lupakan pandangan kosongnya.

“Ugh!” ringisnya merasa pening di kepalanya. Ia masih menaiki tangga hingga pegangannya terlepas pada badan tangga dan terjatuh.

BRUK

BRUK

BRUK

BRUK

BRUK

BRUK

BRUK

BRUK

BRUK

BRUK

“Aaauww!” rintihnya setelah berada di lantai dasar rumahnya dengan posisi telungkup, ia membalik tubuhnya dan tangannya meraba keningnya yang terluka sebelum kesadarannya hilang.

.

.

.

Rumah Sakit

07.00 pm

.

.

“Hiks… hiks…” isak Leeteuk menggenggam erat jemari Donghae.

“Bangunlah chagiya!” ujarnya parau. Ia memandang sedih putrinya yang tidak kunjung sadar.

“Kenapa hidupmu seperti ini nak?” lanjutnya, ia sudah mengetahui Kyuhyun yang akan menceraikan Donghae. Leeteuk maklum dengan keputusan menantunya itu, namun bagaimana reaksi Donghae setelah ingatannya kembali ia telah menjadi janda? Sekarang Leeteuk berharap ingatan Donghae tidak akan pernah kembali untuk selamanya!

.

.

Ceklek …

.

.

“Dia belum sadar yeobo?” tanya Kangin lembut menghampiri anak istrinya, Leeteuk menggeleng lemah.

“Apa yang harus kita katakan padanya nanti Kangin-ah?” tanya Leeteuk masih menatap putrinya.

“Maksudmu?” tanya Kangin menyernyitkan dahi.

“Kyuhyun akan menceraikannya, apa yang harus kita jawab jika ingatan Donghae kembali dan mempertanyakan keberadaan suaminya?” jelas Leeteuk membuat Kangin menatap Donghae sendu.

“Kita harus berkata jujur padanya yeobo. Bagaimanapun juga dia harus tahu semuanya nanti!” jawab Kangin bijak.

“Euunggh…” lenguh Donghae.

“Kau sudah sadar chagi?” tanya Leeteuk sumringah.

“Aku dimana?” tanya Donghae lirih memperhatikan sekitar.

“Kau di rumah sakit chagiya!” jawab Kangin tersenyum.

“Kibummie, mana dia? Dia disinikan? Menemaniku?” tanya Donghae memperhatikan sekeliling.

“Siapa dia chagi?” tanya Leeteuk.

“Namjachinguku.” Jawab Donghae mmebuat Kangin juga Leeteuk terbelalak kaget.

“Tapi Hae, bagaimana bisa?” tanya Kangin.

“Aku ingin pulang! Aku tidak mau disini!” teriak Donghae melepaskan infuse yang ada di punggung tangannya.

“Tenanglah Hae! Pulihkan kondisimu dulu eoh?” bujuk Leeteuk, tapi Donghae menggeleng cepat.

“Aku tidak sakit! Aku sehat! Keluarkan aku dari sini, kumohon!” pekik Donghae mutlak.

Keesokan harinya …

Krieeett …

Donghae membuka pintu utama rumahnya dengan senyum lebar yang tersungging di bibirnya. Kening Donghae terbalut perban karena kecelakaan kemarin yang ia alami, di belakangnya terdapat Kangin juga Leeteuk yang ikut tersenyum melihat keceriaan putri mereka kembali.

“Apa dia mengingat tentang Kyuhyun yeobo-ah?” bisik Kangin.

“Sepertinya tidak. Dia tidak menanyakan soal Kyuhyun.” Jawab leeteuk tidak kalah pelan.

Donghae berjalan riang menuju ruang tengah, perhatiannya kemudian tertuju pada sebuah photo keluaganya, didekatinya photo tersebut.

“Photo Bummie sebentar lagi pasti akan terdapat dalam photo ini!” ucapnya riang tanpa beban, namun ketika matanya membidik figura-figura photo yang terdapat di atas meja, ia memfokuskan tatapannya pada tiga tempat kosong di atas meja, mencoba mengingat-ingat photo apa saja yang terpajang sebelumnya.

“Aaauww!” rintihnya ketika sekelebat bayangan pernikahannya dulu, ya, tiga tempat kosong di atas meja tersebut dulunya memang diisi dengan photo-photo pernikahannya.

BRUUK!

Yeoja itu terduduk seraya memegang kepalanya, “Kyu?” rintihnya.

“Kyu!”

“Hae?” panggil Leeteuk dari kejauhan.

“Hae!” kemudian sang ibu terdengar panik ketika putrinya tidak kunjung menjawabnya.

“Kau kenapa chagi?” tanyanya setelah berada di hadapan Donghae, ia tangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Donghae.

“Ani! Aku tidak apa-apa!” sahut Donghae kemudian perlahan berdiri dibantu Leeteuk.

“Aku ingin ke kamar!” pintanya yang langsung diamini Leeteuk.

Di dalam kamar Donghae …

“Istirahatlah chagi!” ujar Leeteuk setelah mengecup kening Donghae sayang, Donghae balas tersenyum. Setelah eommanya keluar dari kamar, seperti biasa Donghae akan meraih boneka Memo-nya kemudian memeluknya erat.

DEG!

Ia tertegun melihat boneka tersebut, lagi, memorinya seakan dipaksa mengingat, darimana boneka itu ia dapatkan.

“Aaauw!” kembali ia merintih, sekelebat bayangan siapa pemberi boneka ikan nan lucu pun terputar bagai kaset rusak.

“Kyu…hyun” gumamnya pelan dengan mata terpejam erat.

Keesokan harinya di kediaman keluarga Cho …

07.30 AM …

Kyuhyun sedang bersiap-siap untuk pergi ke Bandara, sesuai keputusan yang ia buat sendiri, ia akan bertolak ke Jepang hari ini. Ia menghela nafas, memantapkan hatinya untuk meninggalkan Korea dan meninggalkan cintanya di negeri ini.

“Kuharap kau bahagia Hae, selamat tinggal!” ucapnya di depan cermin dengan mata berkaca, disekanya air mata itu kemudian tersenyum.

“Aku akan melepaskanmu, maafkan kesalahanku selama ini.” Setelahnya ia menyeret koper dan keluar dari kamarnya.

“Appa, Eomma, aku sudah siap!” ujarnya saat berada di anak tangga terakhir.

“Jaga dirimu baik-baik chagi!” Heechul menghamburkan diri ke pelukan anaknya, Kyuhyun membalas pelukan eomma tercintanya itu.

“Tentu eommaku yang cantik!” sahut Kyuhyun tersenyum.

“Appa percaya padamu Kyu!” Hangeng menepuk sebelah pundak putranya, Kyuhyun tersenyum kemudian mengangguk.

Keluarga kecil itu keluar dari pintu utama rumah mereka menuju sebuah mobil yang akan membawa mereka ke bandara untuk mengantarkan Kyuhyun sebelum namja itu pergi ke Jepang.

Kyuhyun berbalik, melihat ke pintu rumahnya sebelum memasuki mobil, merekam kembali memorinya, setelahnya ia memasuki mobil appanya.

“Sudah siap?” tanya Hangeng yang diiyakan Kyuhyun dan Heechul. Kyuhyun memejamkan matanya ketika deru mesin mobil terdengar, ia menghirup nafas panjang kemudian mengeluarkanny perlahan sebelum membuka kembali matanya.

Belum sempat mobil keluarga Cho keluar dari gerbang rumah mereka, mobil mereka telah dihadang oleh mobil lain yang baru saja terparkir di depan pagar mereka.

“Donghae?” ujar Kyuhyun tidak percaya ketika melihat Donghae keluar dari mobil tersebut, yeoja itu berlari kecil menghampiri mobil Hangeng. Kyuhyun yang penasaran pun keluar dari mobilnya, begitupun dengan Hangeng, Heechul, Kangin, dan Leeteuk yang ikut keluar dari dalam mobil mereka.

“Hae? Sedang apa?” tanya Kyuhyun.

“Sedang apa? Sedang apa kau bilang? Kau yang sedang apa? Kau ingin meninggalkanku eoh?” jawab Donghae balik bertanya.

“A…aku,”

“Bisakah kita hiks melupakan semuanya yang terjadi? Memulainya hiks dari awal?” pinta Donghae dengan air mata kini yang membanjiri pipinya.

“Aku hiks memang bersalah, mana ada hiks istri yang hiks melupakan suaminya. Aku memang istri yang hiks tidak tahu diri!” lanjutnya menyalahkan dirinya sendiri.

GREEB!

Kyuhyun mendekap yeoja yang masih berstatus istri sahnya itu erat, ia tidak tahan jika terus melihat yeoja yang dicintainya menangis.

“Kau sudah mengingatku?” tanya Kyuhyun memastikan, Donghae mengangguk seraya mengeratkan pelukannya, Kyuhyun tersenyum bahagia mendengarnya.

FLASHBACK

Malam hari di kediaman keluarga Lee …

Di depan kamar kangTeuk …

Tok… tok… tok…

Ceklek

“Donghae-ah?” panggil Kangin selaku pembuka pintu.

“Appa!” sahut Donghae seceria mungkin.

“Aku ingin berbicara dengan eomma, berdua saja!” rengeknya, Kangin tersenyum lantas memberi jalan pada putrinya, setelahnya ia sendiri pergi menuju ruang kerjanya.

“Ada apa chagi?” tanya leeteuk yang terduduk di kasur dengan kepala yang ia sandarkan pada kepala ranjang. Donghae memeluknya sejenak.

“Eomma, aku mau minum susu!” pintanya.

“Minta saja pada Jung ahjumma!” sahut Leeteuk, namun, Donghae menggeleng cepat.

“Aku mau eomma yang membuatkannya untukku!” rengeknya, Leeteuk tersenyum.

“Anak manja!” godanya lantas menyentil ujung hidung anaknya, Donghae nyengir. Sepeninggal Leeteuk, Donghae mengedarkan pandangannya, ia kemudian mendekati meja yang dibawahnya terdapat beberapa album photo.

Kembali Donghae menyipitkan matanya ketika membuka sebuah album photo yang diyakininya berhubungan dengan namja itu, Kyuhyun.

“Sssshh!” ringisnya ketika sekelebat kebersamaanya dengan namja bermarga Cho itu terputar kembali.

BRRUUK!

Donghae jatuh pingsan karena tidak kuat, tidak kuat mengingat semuanya sekaligus.

Ceklek

“Hae?!” pekik Leeteuk ketika memasuki kamarnya.

“sadarlah chagi!”

Beberapa saat kemudian …

“Euuunggh,” lenguh Donghae ketika kesadarannya perlahan kembali, disampingnya leeteuk dan Kangin menatapnya bahagia, bahagia putri semata wayang mereka telah bangun.

“Kyu…hyun,” gumamnya menatap kedua orang tuanya bergantian.

Baik Leeteuk dan Kangin menatap satu sama lain, ‘dia sudah mengingat semuanya?’ batin keduanya.

FLASHBACK END

“Hiks jangan pergi eoh?” pinta Donghae, Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

“Aku akan disini untukmu chagi!” jawabnya, keduanya kemudian melepas pelukan masing-masing, menatap manik satu sama lain, terdapat keharuan disana, kembali mereka berpelukan sambil tersenyum lebar.

Kedua orang tua mereka pun berbahagia, akhirnya suami-istri tersebut kembali bersatu.

Tiga hari kemudian …

Kibum yang berada di balik pohon bersama Bada yang ada di tangannya melihat Kyuhyun yang sedang bercengkrama di taman. Biasanya Kibum dan Bada lah yang akan berada di posisi Kyuhyun kini, namun Kibum sadar jika Kyuhyun yang lebih berhak atas Donghae, bukan dirinya.

“Apa kau sudah benar-benar melupakanku Hae?” ratapnya, ia kemudian tersenyum.

“Itu harus! Kita tidak mungkin bersama, semoga kau mendapat kebahagiaanmu Cho Donghae.” Lanjutnya, Kibum hendak berbalik meninggalkan taman, namun, Bada yang mengenali sosok yang tidak jauh dari mereka adalah Donghae, melompat sehingga terlepas dari genggaman Kibum, kemudian berlari menghampiri Donghae dan Kyuhyun.

“Guk! Guk! Guk!” Donghae menoleh, mencari darimana gonggongan itu berasal, ia kemudian tersenyum lebar ketika mendapati seekor anjing kecil putih yang lucu, dihampirinya anjing tersebut. Terdapat binar kesenangan di mata Donghae dan Bada ketika menatap satu sama lain.

Kibum dengan wajah cemasnya terus memperhatikan mereka di balik pohon.

“Hei anjing kecil! Namamu siapa? Tuanmu dimana?” tanya Donghae seraya mengusap-usap kepala Bada.

“Bada, nama yang bagus!” puji Donghae ketika membaca nama yang tertera di kalung anjing tersebut. Mau tidak mau, Kibum akhirnya menampakkan dirinya dengan alasan mengambil kembali Bada.

“Nah Bada, mana tuanmu?” tanya Donghae lagi, Kyuhyun kemudian berjalan menghampiri istrinya.

“Sudahlah chagi! Kita pulang saja eoh? sudah sore.” Ajak Kyuhyun.

“Bisakah kita menunggu sebentar lagi?” tawar Donghae dengan wajah polosnya.

“Maaf, itu anjingku.” Kyuhyun dan Donghae menoleh ke arah sumber suara, terdapat Kibum yang berdiri di dekat mereka dengan senyuman tipis. Deonghae memperhatikan Kibum, namja ini terasa sangat familiar baginya, namun ia tidak dapat mengingat tentang namja ini.

“Jadi ini anjingmu? Ini bawalah anjingmu, kami ingin pulang!” ujar Kyuhyun menyerahkan Bada pada Kibum.

“Kita pulang chagi!” ajak Kyuhyun terburu, ia bahkan merangkul bahu Donghae kemudian berjalan meninggalkan Kibum. Donghae yang mengikuti langkah Kyuhyun kembali menoleh ke belakang, menatap Kibum dengan segala kebingungannya, terlebih ia yang menangkap kesedihan di wajah namja itu.

‘Siapa dia sebenarnya?’ batin Donghae, iapun merasa tidak asing dengan anjing Kibum, Bada.

Donghae baru kembali berhenti memperhatikan Kibum ketika Kyuhyun mengeratkan rangkulannya, keduanya bertatapan dengan Kyuhyun yang tersenyum pada Donghae, yeoja itupun ikut tersenyum dan balas merangkul pinggang suaminya.

Kibum menatap kepergian keduanya nanar, gonggongan Bada-lah yang menyadarkannya kembali, sedang setetes air mata Kibum telah jatuh ke pipinya.

“Aku melepaskanmu Cho Donghae, kumohon berbahagialah!” lirihnya kemudian berbalik arah, jalan hidupnya dan Donghae memang berbeda.

‘Aku tahu ini tidaklah adil untukmu Kim Kibum, namun aku mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga telah menjaga Donghaeku, aku Cho Kyuhyun akan membahagiakannya, aku janji! Aku yakin kau pasti dapat menemukan cinta yang lain suatu hari nanti, sekali lagi terima kasih kibum-sshi dan maaf karena kau yang terlibat dalam rumah tanggaku dengan Donghae.’ Ujar Kyuhyun dalam hati melihat kembali ke dalam taman sebelum ia memasuki mobilnya dan pulang.

.

.

.

The End

.hae_.

review/komentar terakhir FF Datang, Pergi, dan Kembali ?

Kenapa berakhir KyuHae? Pertama karena yang merequest FF ini menginginkan ending KyuHae, jika dilihat dari cerita, seorang istri hendaknya memang lebih memilih suami dibandingkan kekasihnya, itu sudah yang seharusnya bukan?

Untuk KiHae Shipper, maaf, hanya itu yang dapat kusampaikan atas kekecewaan kalian terhadap ending FF ini.

 

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 15 Februari 2013, in Datang Pergi dan Kembali and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. yeeeeh akhirnya donghae inget kyuhyun🙂
    kasian kibum😦

    Suka

  2. Yaaaahhhh kok udah selesai sih… belom kenyang bacanya hehehe.😀

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: