Fanfiction Option Chapter 17

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title       : Option

Author  : Nazimah Agustina Elfish a.k.a Kang Hyo Sang

Pair: Ditebak-tebak saja

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa. 

Rate       : T

Genre   : drama, romance, hurt/comfort,  angst, liitle friendship

Cast: Lee Donghae, Kim Kibum, Jung Yunho, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Tan Hangeng,  Choi Siwon, Kim Jaejoong

Summary: New Summary! Kisah Donghae dalam menjalani kehidupannya, dari rasa cintanya cinta pada dua namja sekaligus, dendam pada sang suami, hingga persahabatannya dengan istri muda. Akankah ia terjebak pada ‘hubungan gelap’ pada akhirnya?

Warning : GS, crack pair..

*

*

Tidak suka? Tidak usah dibaca.

.

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Option ~

~ Chapter 17 ~

.

Universitas Kyunghee

Eunhyuk menghentikan laju mobilnya, ditolehkan kepalanya pada sepupu yang juga satu mobil dengannya.

“Kau kenapa?” tanyanya ketika menangkap kegelisahan di wajah Donghae.

“Ti…tidak ada apa-apa!” jawab Donghae terbata, Eunhyuk mengangkat sebelah alisnya.

“Sudahlah, ayo kita keluar Hae!” ajaknya lantas keluar dari mobilnya yang kemudian diikuti Donghae.

“Hati-hati,” ujar Eunhyuk lembut pada Donghae ketika menaiki beberapa anak tangga yang tidak terlalu tinggi untuk memasuki aula tempat berlangsungnya acara wisuda.

“Terima kasih,” balas Donghae tersenyum ketika telah selesai menaiki tangga. Hari ini Donghae memakai terusan polos berwarna ungu muda lengan pendek dimana panjang gaunnya beberapa centi meter dibawah lutut, terlihat manis sekaligus lucu dengan perutnya yang sudah terlihat membesar. Eunhyuk pun tampil mempesona dengan kemeja biru yang pas ditubuhnya dipadukan celana jeans hitam panjang.

.

“Duduk disana saja,” saran Eunhyuk, tidak lupa ia menarik tangan Donghae menuju tempat yang dimaksud.

“Hhhsss!” ringis Donghae kemudian bernafas cepat ketika ia baru saja duduk.

“Kenapa? ada yang sakit?” tanya Eunhyuk khawatir melihat wajah Donghae yang tampak menahan sakitnya.

“Tidak apa!” elak Donghae tersenyum tipis.

“Hae?”

“Aku baik-baik saja Hyukkie!” rajuknya.

“Baiklah, tapi kau harus langsung memberitahuku jika ada apa-apa! Janji?” ujar Eunhyuk seraya mengancungkan jari kelingkingnya di depan wajah Donghae.

“Janji!” dan Donghae membalas acungan kelingking tersebut.

.

Baik Donghae maupun Eunhyuk tersenyum senang ketika Kyuhyun naik ke atas panggung untuk menerima trofi kemudian menyampaikan pidato karena ia mendapat prestasi tertinggi di angkatannya.

“Aku yakin anak itu akan cepat mendapat pekerjaan nantinya!” ucap Eunhyuk membuat Donghae tersenyum.

“Ia akan bekerja di perusahaanku,” sahut Donghae tenang.

“Benarkah?” tanya Eunhyuk kaget, Donghae mengangguk.

“Kupikir itu pilihan yang tepat!” jawabnya ikut tersenyum.

.

.

“Ayo kesana!” ajak Eunhyuk saat acara formal telah selesai, mereka kemudian menghampiri Kyuhyun.

“Kyu?” panggil Eunhyuk, Kyuhyun berbalik.

“Hae? Hyukkie noona?” sahutnya dengan senyuman lebar di bibirnya.

“Selamat ya Kyuhyunnie!” ucap Eunhyuk memeluk Kyuhyun sebentar.

“Terima kasih noona!” sahutnya membalas pelukan Eunhyuk.

“Kyu-ah! Selamat,” kali ini Donghae yang mengucapkannya, tiba-tiba suasana terasa canggung.

“Terima kasih. Euum, ngomong-ngomong bagaimana kabar kalian?” Kyuhyun mencoba mencairkan suasana.

“Kami? Baik-baik saja!” sahut Eunhyuk ceria seperti biasa.

“Hubunganmu dengan Siwon hyung?” kali ini Kyuhyun menggoda Eunhyuk, membuat pipi yeoja manis itu memerah.

“Hubungan kami baik Kyuhyun-ah!”

“Kuharap pernikahanmu juga selalu baik Hae-ah!” Kyuhyun menatap Donghae yang membuang muka padanya.

“Heum,”

“Eh?” Donghae dengan reflex memandang Kyuhyun yang jemarinya kini mengelus-ngelus perutnya, tidak lupa namja itu mensejajarkan tingginya dengan perut Donghae dengan cara membungkuk.

“Jadilah anak baik! Jangan membuat eommamu susah eoh? janji pada ahjussi? Janji!” pesan Kyuhyun kemudian kembali berdiri dengan senyum di wajahnya.

“Kyu?” panggil Donghae menatap kyuhyun dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

“Hhhmm?”

“Tak apa!” elak Donghae, entahlah, ia hanya masih merasa terkejut dengan tindakan Kyuhyun tadi, padahal ia adalah namja ketiga yang memperlakukan Donghae demikian selain Kibum dan Yunho.

.

.

Sebulan kemudian …

Perusahaan Lee

Ruang Meeting …

.

“Oke, kita buka meeting hari ini dengan laporan dari-“

Ceklek

Belum sempat Kibum  menyelesaikan kalimatnya, ucapannya telah diinterupsi oleh pintu yang dibuka, menampakkan Donghae, Yunho, dan juga Kyuhyun yang berada di belakang keduanya.

“Nyonya Kim? Sedang apa ya?” sayup-sayup terdengar bisikan-bisikan dari peserta rapat.

“Ada apa ini?” tanya kibum ketika Donghae telah berada di sampingnya, di depan para karyawan mereka.

“Aku ingin mempekerjakan seseorang!” sahut Donghae tersenyum, membuat kibum dan karyawan yang mengikuti meeting terheran.

“Siapa?” tanya Kibum datar pada istri pertamanya.

GLUP!

Nada bicara Kibum padanya berhasil membuat Donghae menciut nyalinya, ia merasa takut.

“Oppa saja yang bicara!” ujar Donghae seenaknya pada Yunho, Yunho memutar matanya malas.

“Ehm!” dehemnya sebelum bicara, sebelumnya ia telah menggantikan posisi Donghae, berhadapan dengan kibum yang memandangnya dingin.

“Begini, maksud kedatangan kami kesini adalah untuk mengantarkan seorang pegawai baru, Cho kyuhyun-sshi mulai sekarang akan menggantikan Tuan Shin yang telah pensiun beberapa minggu lalu menjadi wakil direktur, dan itu akan digantikan secara tetap.” Ujar Yunho membuat Kibum tampak kaget, namun itu hanya sebentar karena ia dengan cepat kembali memasang wajah dinginnya.

“Kim Donghae-sshi memiliki hak untuk itu, tuan Kim.” Lanjut Yunho dengan menekan kata ‘untuk itu, tuan Kim’ membuat Kibum urung untuk mengajukan protesnya. Yunho benar, Kibum tidak mungkin menolak keputusan Donghae dengan dalih ‘perusahaan ini sudah diambil alih oleh Kibum’ karena semua orang mengetahui perusahaan Lee adalah milik Donghae, Kibum hanya menjalankan perusahaan tersebut, tidak lebih, yang berarti kuasa tetap dipegang penuh oleh Donghae.

“Baiklah.” Kibum mengalah, ia tidak mungkin menolak, terlebih pegawai barunya ini bermarga Cho, marga keluarga pebisnis yang disegani beberapa tahun lalu.

“Kyuhyun-sshi, perkenalkan dirimu!” perintah Kibum seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“Baik sajangnim. Anneyoung haseyo! Cho Kyuhyun imnida, mohon bantuannya.” Kyuhyun memperkenalkan dirinya kemudian membungkuk pada peserta rapat.

Di parkiran …

Setelah ‘mengantar’ Kyuhyun ke perusahaan Lee, Yunho dan Donghae memutuskan untuk pergi.

“Oppa, kita ke taman bermain eoh?” pinta Donghae manja ketika telah memasuki mobil Yunho.

“Tapi aku masih ada pekerjaan Hae,” tolak Yunho sehalus mungkin.

“Aku tidak mau tahu! Aku sudah lama tidak pergi ke taman bermain, ayolah!” rengeknya keras kepala.

“Baiklah nona Lee,” Yunho mengalah setelah menghela nafas, tidak juga rasanya ia menolak keinginan Donghae.

“Yeay!” sorak Donghae, mau tidak mau membuat Yunho tersenyum juga melihat tingkahnya.

Di Taman Hiburan …

“Aku mau coba yang itu!” pekik Donghae dengan mata yang berbinar ceria ketika telah memasuki taman bermain.

“Yang itu juga!” pekiknya lagi.

“Ah! Yang itu! itu!” lagi ia memekik kegirangan.

“Ayo kita kesana oppa!” pekiknya seraya menggandeng lengan Yunho ke wahana yang dimaksud, sedang yang ditarik tangannya hanya bergerak pasrah mengikuti sang yeoja.

Malam Hari di Kediaman Lee

Kamar kiHae …

Ceklek

Kibum membuka pintu kamarnya dengan Donghae, terlihat olehnya Donghae sedang berbaring di kasurnya. Kibum mengacuhkannya, masih kesal karena sikap Donghae yang seenaknya pada Kibum mungkin?

Kibum melepaskan kemejanya kemudian memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa penat.

Dua puluh menit kemudian …

Ceklek

Kibum membuka pintu kamar mandi dengan memakai baju mandinya serta sebuah handuk kecil yang ada di lehernya. Ia membuka lemari untuk mengambil piyama tidurnya.

Kibum merebahkan dirinya disamping Donghae tanpa memandangnya. Ia memejamkan matanya namun ia kembali membuka matanya karena sosok disampingnya yang terus bergerak gelisah.

Kibum menolehkan kepalanya dan mendapati Donghae yang memang gelisah dengan mata yang terpejam.

“Ugh! Sshh!” rintih wanita itu seraya mengelus-elus perutnya dengan gerakan memutar.

“Kau kenapa?” akhirnya Kibum bertanya pada Donghae, ia memang masih kesal dengan istrinya itu, namun ia pun tidak tega melihat wajah kesakitan wanita yang tengah memgandung anaknya tersebut.

“Yang mana yang sakit?” tanyanya lagi seraya mendudukkan dirinya di samping Donghae, khawatir, itulah yang tengah dirasakan namja itu.

“Ngggh!” rintih Donghae terus mengelus perutnya dengan gerakan memutar.

“Kita ke rumah sakit, sekarang!” putus Kibum mutlak kemudian menggendong Donghae dengan bridal style.

Rumah Sakit

“Tolong tangani dia segera Dok!” perintah Kibum ketika Donghae telah dibaringkan pada kasur di saalh satu kamar pasien.

“Baik tuan, anda keluarlah dulu.” sahut dan perintah sang dokter yang langsung saja dituruti Kibum.

Satu jam kemudian …

Tap tap tap

Kibum menoleh ketika didengarnya langkah lari di dekatnya,

“Minnie?” panggilnya.

“Hosh Hae kenapa Kibum-ah hosh?” tanyanya seraya menumpukan kedua tangannya pada lutut karena lelah setelah berlari dari luar rumah sakit.

“Ada di dalam, masih ditangani Dokter.” Jawab Kibum setelah berada di depan Sungmin, diusapnya setetes peluh yang mengalir di dahi wanita yang juga istrinya tersebut.

“Terima kasih,” ungkap Sungmin tersenyum.

“Sama-sama,” balasnya juga tersenyum lembut.

Ceklek

Kibum dan Sungmin menoleh dan mendapati dokter yang tadi menangani Donghae keluar dari rawat inap, reflex keduanya menghampiri dokter tersebut.

“Bagaimana keadaannya dok?” tanya Kibum dan Sungmin kompak, sang dokter tampak heran kemudian,

“Ikut ke ruangan saya, saya akan menjelaskan semuanya.” Ujarnya yang diamini Kibum dan Sungmin.

Di dalam Ruangan Dokter …

“Nyonya Kim mengalami stress yang berkepanjangan, ternyata dampaknya terasa sekarang.” Dr. Park memberi jeda pada penjelasannya, menunggu reaksi Kibum dan Sungmin. Kibum dan Sungmin menoleh satu sama lain, tentu mereka sudah bisa menebak penyebab stressnya Donghae.

“Masih bisa sembuh bukan?” tanya Kibum.

“Ia akan mengalami kesulitan dalam proses bersalin secara normal nanti, kalaupun memilih jalan caesar, maka hanya ada dua pilihan : anak kembarnya selamat sedangkan ibunya meninggal, atau ibu dan salah satu anaknya selamat.” Jelas sang dokter membuat Kibum lemas.

Bagaimana dengan Sungmin? Ia tidak tahu merasa senang ataupun sedih mendengar berita ini.

Senang karena sikap menyebalkan Donghae selama ini padanya terbalas atas sakitnya wanita itu? Sikap Donghae yang seolah-olah kacang lupa kulitnya?

Atau ia harus merasa sedih karena madunya itu sedang sakit yang bahkan bisa merenggut nyawanya?

Sungmin tidak tahu, ia hanya bisa diam.

“Apa tidak ada jalan lain dok?” tanya Kibum lagi.

“Menurut pemeriksaan, telah lama Nyonya Kim mengalami stress, sampai sekarang.” Kibum dan Sungmin tertegun dibuatnya.

Telah lama? Stress? Sampai sekarang?

Itulah pertanyaan yang memenuhi kepala Kibum, terlebih Sungmin yang kemudian merasa bersalah, yeoja yang sulit mengeluarkan air mata itupun terisak dibuatnya.

“Hiks… hiks…”

“Minnie-ah?” panggil Kibum berusaha menenangkan Sungmin.

“Kira-kira hiks apa apa yang harus kami hiks lakukan untuk kesembuhannya dok hiks?” Sungmin mengacuhkan Kibum, ia malah bertanya pada dr. park.

“Saya tidak tahu, kita hanya bisa pasrah.” Dan jawaban dr. park membuat Kibum mencelos, sedang Sungmin semakin terisak.

Seminggu kemudian …

Perusahaan Lee …

Ceklek

Kyuhyun memasuki ruangan Kibum, Kibum memang jarang berada di kantor karena ia yang menemani Donghae di rumah sakit, ya, telah seminggu Donghae dirawat.

Kyuhyun lah yang menggantikan Kibum jika memimpin meeting, mengapa demikian? Rupanya Kibum terlanjur jatuh hati dengan kinerja Kyuhyun walaupun ia baru saja bekerja. Kyuhyun adalah pegawai yang cerdas dan ia sangat pandai membaca peluang pasar, Kyuhyun adalah orang yang tepat, yang dibutuhkan Kibum untuk mendampinginya dalam mengelola perusahaan.

Kyuhyun membuka satu-persatu laci meja Kibum, ia sedang mencari sebuah document yang diperintahkan Yunho untuk ia ambil dari Kibum.

“Dimana ia menaruhnya ya?” tanya Kyuhyun gusar, padahal ruangan Kibum sudah ia periksa semua laci dan tempat-tempat penyimpanan lainnya.

Matanya kemudian menangkap sebuah figura besar yang terpajang di dinding, di dalamnya terdapat photo pernikahan Kibum dan Sungmin. Ia pernah melihat ayahnya dulu menyimpan sebuah dokumen dibalik sebuah lukisan atau figura besar.

“Kenapa tidak kucoba saja?” ujar Kyuhyun, iapun mendekati figura tersebut kemudian mencoba mncari celah untuk menurunkannya.

“Akhirnya!” ungkap Kyuhyun bahagia ketika menemukan sebuah map berwarna biru, diperiksanya map tersebut dan ia tersenyum puas, itulah yang ia cari.

Setelah menemukan yang ia inginkan, Kyuhyun pun mengembalikan figura itu seperti semula, tidak lupa ia yang merapikan meja Kibum seperti sedia kala.

“Beres!” ucapnya seraya menepuk-nepukkan tangannya, setelahnya ia bergegas menemui Yunho di kantornya.

Kantor Yunho …

Tok … tok … tok …

“Masuk!”

Ceklek

“Kyuhyun? Duduklah!” ujar Yunho ramah pada Kyuhyun, dilihatnya namja itu membawa sebuah map.

“Apa itu?” tanya Yunho ketika Kyuhyun telah duduk di depannya.

“Ini?” Kyuhyun memperhatikan map itu sejenak.

“Ini adalah bukti jika Kim Kibum telah mengambil alih kekuasaan harta kekayaan keluarga Lee.” Jawab Kyuhyun santai, Yunho tersenyum puas.

Prok… prok… prok…

“Kerja bagus Kyuhyun-ah! Sekarang berikan surat itu padaku?” pinta Yunho menggebu, namun Kyuhyun menggeleng dengan seringai yang tercetak di wajah tampannya.

“Apa kau memiliki rencana lain Yunho-sshi?” dan pertanyaan Kyuhyun sukses membuat Yunho geram.

.

.

To Be Continue?

.

Chapter depan adalah chapter terakhir dalam FF Option kalau aku tidak lelah mengetik, aku akan menuntaskannya di chap depan. apakah sudah tertebak untuk ending?

Untuk bayangan ending, terdapat angst di dalamya#smirk.

Ketebak? Iya? Aku sudah tahu itu.

Entahlah, kupikir aku sedang senang, untuk itu aku tidak memproteksi chapter ini.

Bagaimana dengan chapter ending? Jika moodku baik dan selisih komentar yang masuk tidak begitu jauh dengan yang baca, aku tidak akan memproteksinya, percayalah ^^

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 20 Februari 2013, in Fanfiction, Option and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 22 Komentar.

  1. Minyoittumeea Pnycssibey

    aduh prnasaran banget nih sama part 16 nya… minta pwnya donk thor?? jebal??? kayaknya yunho juga musuh dlm selimut deh

    Suka

  2. kyaa.. npa chap 16 d protek lgi. huwee… jdi loncat” bc.y pnasarannn….
    mw pw.y yah..yah..

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: