Fanfiction Best Surprise

Title : Best Surprise

Author : Nazimah Agustina, untuk referensi FF ini dari Google, dan untuk judul diberi oleh Audrey Musaena.

Genre : Friendship and Drama

Cast : Lee Donghae and Other Super Junior Members

Rating : K

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Kibum yang vakum dari aktivitas Super Junior untuk sementara waktu nyatanya menambah kesedihan Donghae, apa yang akan dilakukan member Super junior untuk mengembalikan keceriaan Donghae?

Warning : NO YAOI! NO GS! Pure Friendship!

Tidak suka? Tidak usah dibaca.

.

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~  Best Surprise~

.

.

“Hyung? Donghae hyung!” panggil maknae Kyuhyun pada Donghae yang melamun sedari tadi.

“Eh? I… iya Kyu?” tanggapnya bingung.

“Sebentar lagi penampilan solomu! Ayo bersiap-siap! Akukan jadi backing vokalmu nanti,” sahut Kyuhyun kemudian terkekeh, Donghae tersenyum lembut.

“Iya Kyu, hyung bersiap-siap dulu.”

Lima menit kemudian …

“Semangat Hae!”

“Kau pasti bisa!”

“Ayo!”

Semangat dari member Super Junior lain terus mengiringinya sepanjang jalan menuju atas panggung, ini memang bukan penampilan solo perdana Donghae, namun ia tetap merasakan gugup yang amat sangat.

‘Appa, doakanlah anakmu ini!’ batinnya ketika alunan musik terdengar.

‘Bummie, doakan aku juga ya?’ harapnya lagi ketika riuh penonton yang didengarnya.

‘Lee Donghae kau pasti bisa!’ tekadanya mantap.

“Lee Donghae!”

“Lee Donghae!”

“Lee Donghae!” riuh penonton terdengar mengumandangkan namanya, Donghae mengangkat mikrofon dan mulai bernyanyi dengan Kyuhyun yang akan menjadi pengiring lagunya. Dengan keyakinan hati, ia pun memulai lagu dengan suara lembutnya.

The loneliness of nights alone

the search for strength to carry on

my every hope has seemed to die

my eyes had no more tears to cry

then like the sun shining up above

you surrounded me with your endless love

Coz all the things I couldn’t see are now so clear to me

 

You are my everything

Nothing your love won’t bring

My life is yours alone

The only love I’ve ever known

Your spirit pulls me through

When nothing else will do

Every night I pray

On bended knee

That you will always be

My everything

 

Now all my hopes and all my dreams

are suddenly reality

you’ve opened up my heart to feel

a kind of love that’s truly real

a guiding light that’ll never fade

there’s not a thing in life that I would ever trade

for the love you give it won’t let go

I hope you’ll always know

You’re the breath of life in me

the only one that sets me free

and you have made my soul complete

for all time (for all time)

 

You are my everything (you are my everything)

Nothing your love won’t bring (nothing your love won’t bring)

My life is yours alone (alone)

The only love I’ve ever known

Your spirit pulls me through (your spirit pulls me through)

When nothing else will do (when nothing else will do)

Every night I pray (I pray)

On bended knee (on my knee)

That you will always bebe my everything

Every night I pray

down on bended knee

that you will always be

my everything

oh my everything

“Saranghaeyo!” ungkapnya menutup lagu dengan iringan riuh tepuk tangan penonton.

“Luar biasa!”

“Hebat!”

“Aku terharu denganmu kawan!” dengan gak mendramatisir Eunhyuk memeluk Donghae yang tentu dibalas oleh sahabatnya dengan senyum  yang terkembang di bibirnya.

“Pastilah bagus! Aku kan yang jadi backing vokalnya!” ujar Kyuhyun berbangga, Donghae menghampirinya kemudian mengacak rambut namja yang lebih tinggi darinya itu.

“Iya maknae! Terima kasih! Ini berkatmu juga!” balas Donghae gemas.

“ish hyung! Kau merusak tatanan rambutku!” rajuk Kyuhyun membuahkan gelak tawa dari member lain termasuk Donghae.

‘Andai kau disini, bersama kami.’ Batin Donghae murung.

“Hae?” panggil Siwon menangkap wajah sedih Donghae.

“Eh? Iya?”

“Kenapa?”

“Tidak ada,” dan Donghae memilih memisahkan diri ke pojok ruangan kemudian memasang earphone ke telinganya, setelah ini Super Junior K.R.Y lah yang tampil jadi ia bisa istirahat, semua member lain memandangnya kepergiannya sedih.

“Hiks… hiks…” isak Donghae ketika ia kembali teringat ayahnya yang telah tiada. Terlebih ia yang kemudian teringat dengan sang adik sekaligus sahabat karibnya, Kibum.

“Bummie hiks kapan kau hiks kembali hiks?” isaknya lagi.

Masih jelas di ingatannya ketika ia dan Kibum bermain-main saat performe Marry You, terkesan tidak professional memang, namun nyatanya fans tidak mempermasalahkannya, mereka justru memberi jempol untuk keduanya. Masih jelas pula dalam ingatannya, kebersamaan mereka di depan kamera maupun di belakang kamera, saat Super Junior Full House misalnya, dimana mereka berdua berhadapan sebagai rival dalam sebuah adu beladiri. Donghae sudah hampir berhasil menjatuhkan Kibum namun, ia sendiri yang terjatuh pada akhirnya sehingga membuat ia, Kibum dan yang lainnya tertawa geli karenanya, Donghae tersenyum mengingat hal ini.

“Aku merindukanmu!” lirihnya. Ia kemudian seperti teringat sesuatu, detik berikutnya ia merogoh sakunya dan tersenyum ketika menemukan kertas yang terlipat rapi dari dalam saku celananya, surat dari Kibum untuknya. Dibukanya surat itu, membacanya ulang entah sudah yang ke berapa kali, dan Donghae tidak pernah bosan melakukan itu.

Donghae, Lee Donghae ku.

Aku tidak akan memanggilmu hyung, karena aku merasa akulah hyung-mu, hyung yang seharusnya melindungimu.

Lee Donghae ku memiliki sepasang mata yang tak terlupakan, senyumnya begitu murni dan polos, dapat membuat hati yang dingin cair dalam sekejap.

Aku masih ingat ketika pertama kali datang ke Korea, lingkungan benar-benar asing.

Saat itu kau yang pertama kali memegang tanganku, kaulah yang memelukku ketika aku benar-benar takut.

Mari kita menjadi saudara selamanya, oke?

Lee Donghae adalah teman terbaik Kim Kibum, dan aku akan menjadi hyung-mu.

Ketika ayahnya meninggal dunia, dampak yang terjadi kepadanya tidak akan pernah bisa kulupakan.

Tetapi saat itu aku tidak bisa menghabiskan terlalu banyak waktu menghiburmu, karena aku harus tetap bekerja.

Aku tidak boleh membiarkan orang lain memandang rendah kita, kan?

Lee Donghae adalah orang paling baik hati, Eeteuk hyung mengatakan bahwa kami berdua adalah dua anak yang paling ia percaya.

Bila kau berada di China dan merindukan rumah, ikuti saja Hankyung hyung, aku yakin kau bisa melakukannya.

Tes

Tes

Tes

Air mata kembali menetes dari kedua pelupuk mata indahnya, menjatuhi tulisan-tulisan yang ada di surat adik kesayangannya, ketika Donghae menyadarinya ia kemudian menghapus air matanya kasar karena tidak mau surat tersebut tidak bisa dibaca lagi olehnya. Donghae pun tidak mengerti, kenapa ia bisa menjadi manusia secengeng ini? Apa ia memiliki air mata yang berlebih di kantung matanya? Pernah suatu ketika ia memandang bulan yang bersinar dengan indahnya di langit, dan air matanya membanjiri pipi tanpa disadari olehnya, tahu-tahu matanya telah sembab.

“Aku harus kuat! Aku tidak boleh menangis lagi sesuai janjiku pada Appa dan Kibum!” tekadnya. Ia kemudian kembali merogoh saku celananya, surat lain yang juga selalu ia bawa, surat terakhir dari ayahnya, untuknya. Dibukanya surat yang juga ia tidak pernah bosan untuk membacanya berulang kali.

Untuk: Anak ku Donghae


Donghae-ah, anakku Donghae-ah
.
Anakku tersayang Donghae-ah
.
Ayah sangat beruntung, karena kau adalah anakku, dan kau sudah menjadi bintang terkenal
Sungguh aku sangat beruntung
.
Kau akan sering menelepon Ayah dan bertanya
,
“Apakah Ayah baik-baik saja? Apakah Ayah sehat? Dan … maaf, aku mencintaimu”
Donghae, ketika Ayah melihat kau di TV, tanpa sadar aku menaruh tanganku di dadaku
Mungkin karena Ayah sangat mencintai Donghae kami
.
Donghae, Ayah akan memberitahumu, Ayah ingin sekali menjadi bintang terkenal
Tapi kakekmu menentangnya
,
Jadi aku melepaskan mimpi itu di Seoul, dan membawa ibumu ke Mokpo
Kemudian melahirkan hyung mu, Donghwa, dan kau
Aku sangat beruntung
Donghwa dan kau adalah anak-anakku
Terima kasih Tuhan untuk semua ini
.

Ketika kau berada di sekolah menengah pertama, kau bilang kau ingin menjadi seorang penyanyi.
Saat itu kau sedang dalam masa bersenang-senang dan belajar pada saat yang sama
Tetapi kau mengatakan bahwa kau ingin bernyanyi
.
Hatiku, perasaanku, menjadi sangat bersemangat
.
Aku memberikan uang padamu, dan berkata “pergilah ke Seoul”
.
Setelah kau berangkat ke Seoul, Ibu mu dan aku berdoa
,
Kami menangis, sebanyak Donghae anak kami
,
Donghae anak kami harus berhasil
Jika, Donghae kami gagal
,
Hatinya akan tersakiti
.
Berdoa, berdoa, dan terus berdoa
Dan pada akhirnya kau lulus audisi
.
Betapa bahagianya Ayah
Ayah bangga padamu, sangat bangga
.
Dan setelah itu Donghae ku pergi untuk tinggal di Seoul
,
Di satu sisi aku senang, disisi lain aku sedih
.
Tapi aku percaya pada Donghae anak ku
,
Karena kau penuh dengan keberanian dan tekad
,
Dengan begitu, beberapa tahun kemudian kau akan menjadi bintang
.
Pertama kali kau memenangkan tempat pertama, kau khawatir pada Ayah
,
Kau menelepon Ayah dan berkata
,
“Ayah, aku tidak menangis sekarang, aku tidak akan menangis
,
Fansku sedang menyaksikan aku sekarang, apakah aku sudah melakukannya dengan baik?
Di dunia ini, yang paling kucintai adalah ayah, warna favoritku adalah warna laut …. “
Menonton Donghae kami di TV
.
Aku teringat mimpi masa kecilku
.

Donghae anakku tersayang,
Ketika Donghae menerima penghargaan rookie [pendatang baru] Ayah tidak akan dapat melihatnya
Ayah tidak akan dapat melihatmu membawa pulang seorang istri, tidak akan dapat melihat cucuku
.
Tapi, apapun keputusan Donghae, itu adalah yang terbaik
,
Aku akan menjagamu dari atas, menjadi pendukungmu yang tidak akan pernah hilang
,
Di kehidupanmu setelah ini, Donghae akan bahagia
.
Anakku Donghae-ah
,
Aku mencintaimu
,
Mencintaimu
.

“Hiks… hiks…” lagi, Donghae tidak dapat menahan tangisnya, kedua surat ini memang sangat berarti baginya.

Tidak jauh dari tempat Donghae …

“Dia menangis lagi,” gumam Leeteuk sedih, ayah Donghae sudah menitipkan namja itu pada Leeteuk, dan Leeteuk merasa sedih jika adik kesayangannya itu menangis, begitupun dengan member lainnya, mereka semua saling menyayangi satu sama lain.

“Jadi kita harus bagaimana hyung?” tanya Eunhyuk tiba-tiba yang ada di belakang Leeteuk, Leeteuk kaget dibuatnya namun ia menahan teriakannya agar tidak diketahui Donghae.

“Yak! Kau?” gumam Leeteuk namun penuh penekanan, Eunhyuk nyengir menunjukkan wajah tanpa dosanya, Leeteuk mengelus dada.

“Bagaimana jika kita memberi kejutan untuk Donghae?” saran Eunhyuk.

“Caranya?” tanya Leeteuk tertarik, Eunhyuk kemudian membisikkan sesuatu padanya.

“Kita bicarakan pada member lain nanti!” ujar Leeteuk ceria yang dijawab anggukan oleh Eunhyuk.

“KRY sebentar lagi selesai, ayo bersiap-siap! Biar aku yang memanggil Donghae.” Perintah Leeteuk yang langsung dituruti oleh Eunhyuk.

Lusa di Dorm Super Junior …

Semua member Super junior kecuali Kibum dan Donghae sedang berkumpul, rupanya mereka sedang membicarakan kejutan yang tepat untuk Donghae.

“Kita beri ikan-ikan lucu beserta akuariumnya saja!” saran Sungmin menggebu-gebu.

“Aku akan memasakkan makanan kesukaannya!” Ryeowook tidak mau kalah.

“Aku akan menyanyikan lagu yang bagus untuknya!” kali ini Yesung yang berbicara.

“Apa tidak ada yang lebih spesial?” tanya Kyuhyun setelah mem-pause game, ia memang diam dan terus memainkan PSP di tangannya, namun ia pun mendengarkan pembicaraan hyung-hyungnya sedari tadi.

“Memangnya kau punya ide apa Kyu?” tanya Shindong, semua member kini matanya hanya tertuju pada Kyuhyun.

“Kibum,” jawab Kyuhyun kemudian menyerigai.

“Kibum?” tanya Heechul seperti tengah berpikir, kemudian ia menjentikkan jarinya.

“Kibum, ya! Dia orang yang tepat untuk menghibur Donghae saat ini! Donghae berubah menjadi murung setelah Kibum vakum bukan?” tanyanya memandang satu-persatu member Super junior, mereka mengangguk setuju.

“Kita telephone dia sekarang!” ujar Siwon kemudian mengambil ponselnya, menghubungi Kibum.

“Ayo angkat!” harap Siwon dan member lain yang kini mengelilingi Siwon.

“Halo Siwon hyung?” sapa Kibum di sebrang sana.

“Halo Kibum-ah?” sahut Siwon namun ia melihat Leeteuk yang memintanya untuk memberi telephone itu padanya.

“Leeteuk hyung ingin berbicara padamu!” setelahnya Siwon memberikan ponselnya pada Leeteuk.

“Ada apa hyung?” tanya Kibum.

“Begini Kibum-ah, kami ingin meminta bantuanmu.” Sahut Leeteuk.

“bantuan? Bantuan apa?”

Keesokan harinya …

“Donghae,” panggil Eunhyuk seraya memeluk sahabatnya yang masih tertidur pulas.

“Euungghh, “ lenguh Donghae, ia sebenarnya malas bangun pagi hari ini.

“Ayo bangun dong Hae!” rajuknya kemudian menepuk-nepuk bokongnya.

“Apa sih Hyuk? Aku malas!” jawab Donghae dengan mata yang terpejam erat.

“hari ini akan menjadi hari yang indah untukmu, percayalah!” jawab Eunhyuk yakin.

“Eh? Memangnya ada apa?” tanya Donghae kini telah membuka matanya.

“Kau tidak akan tahu jika terus tidur pabbo! Cepat mandi sana!” suruh Eunhyuk kemudian menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Donghae, dengan enggan namja penyuka ikan itupun memasuki kamar mandi.

Tiga puluh menit kemudian …

Donghae mematuk dirinya di depan cermin besar yang ada di kamarnya dan Leeteuk, hari ini ia memakai kemeja lengan panjang berwarna biru langit, dipadukan dengan celana jins hitam panjang. Terlihat tampan, terlebih ia yang kini tersenyum pada cermin, menambah kesan manis dalam dirinya.

Ting… tong…

“Eh?” tanggapnya mendengar suara orang bertamu ke dormnya, dilihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

“Baru setengah delapan dan ada yang bertamu?” tanyanya pada diri sendiri, karena suara bel tersebut terus berbunyi, ia akhirnya memutuskan untuk membuka pintu.

“Sebentar!”

Ceklek

“Kejutan!” sapa Kibum dengan killer smilenya.

“Ki…bum? Kibum!” sahut Donghae, diterjangnya tubuh namja di depannya untuk dipeluknya, betapa ia merindukan adik kesayangannya ini.

“Iya ini aku Hae-ah!” ujar Kibum membalas pelukan Donghae seraya menepuk-nepuk punggungnya lembut.

“Kau hiks lama sekali hiks!” isak Donghae membasahi kemeja putih Kibum, Kibum tersenyum.

“Aku baru pergi sebentar dan kau mengatakan lama? Aku akan kembali, percayalah!” hiburnya.

“Tapi kapan?” tanya Donghae melepaskan pelukannya dari Kibum, mereka kini berhadapan.

“Aku tidak tahu, tapi aku pasti kembali, aku janji!” ujarnya lagi kemudian tersenyum.

“Benar?”

“Iya.”

“Oh Bummie! Aku sangat merindukanmu!” lagi, Donghae memeluk Kibum dengan eratnya.

“Ayo kita pergi hyung!” ajak Kibum, Donghae kembali melepas pelukannya dan memandang bingung Kibum.

“Kemana?” tanyanya.

“Terserah kau mau kemana!”

“HYUNGDEUL! AKU MENGAJAK PERGI DONGHAE YA?” teriak Kibum, kemudian tampak Leeteuk, Heechul, Hangeng, dan Kangin keluar dari kamar mereka.

“Pergilah!” suruh Kangin.

“bersenang-senganglah kalian berdua!” Heechul menimpali.

“Tuh kan! Ayo kita pergi!” setelahnya Kibum menyeret Donghae keluar dorm menuju mobil Kibum yang ada di parkiran.

.

“Jadi, kau mau kemana?” tanya Kibum ketika mereka telah keluar dari kawasan dorm, Donghae tampak berpikir.

“Kita ke taman saja!” jawabnya yang dituruti Kibum.

Di taman …

“Huwaaaa! Ramai sekali!” ungkap Donghae kagum, namun ketika ia hendak membuka kenop pintu mobil, Kibum menghalanginya.

“Pakailah kacamata dan maskermu!” suruh Kibum seraya menyerahkan dua benda itu pada Donghae. Donghae tanpa bicara mengambil dua benda itu dan memakainya, begitupun dengan Kibum.

Donghae membuka pintu mobil kemudian berlari memasuki taman layaknya anak kecil, Kibum tertawa geli melihatnya kemudian mengikuti langkah Donghae.

Donghae melihat sekelilingnya dengan senyum manis yang terkembang di bibirnya, orang-orang yang datang ke taman ini terlihat bahagia, begitupun dengan dia yang sedang bahagia karena telah bertemu dengan adik yang sangat disayanginya. Ia kemudian berjalan menuju air mancur yang dimana terdapat banyak merpati disana.

“Bummie, aku mau memberi makan mereka!” pinta Donghae, Kibum kemudian mengedarkan matanya dan ia tersenyum ketika melihat penjual roti yng tidak jauh dari tempat keduanya.

“Sebentar ya Hae,” dan setelahnya Kibum bergegas menuju tukang roti tersebut.

Sepeninggal Kibum, Donghae kembali memandang kumpulan merpati tersebut, ia kembali tersenyum dengan manisnya, terlebih ketika matanya menangkap sesosok gadis kecil sekitar umur lima tahun yang tengah memberi makan merpati-merpati tersebut, dihampirinya gadis cilik itu.

“Halo adik kecil!” sapanya, gadis kecil itu menoleh namun ia terlihat takut melihat Donghae yang memakai masker serta kacamata hitamnya, Donghae yang menyadarinya pun merutuki dirinya sendiri. Donghae kemudian melepas kacamata serta maskernya, namja itu sudah tidak peduli jika fans mengenalinya sebagai member dari boyband ternama.

“Halo! Jangan takut eoh?” sapanya lagi, gadis kecil tersebut tersenyum.

“Siapa namamu?” tanya Donghae ikut mengambil roti yang ada di tangan  gadis itu kemudian ikut memberi makan para merpati yang semakin mengelilingi mereka kini.

“Hyosang ahjussi,” jawab gadis kecil itu, Donghae merengut lucu.

“Apa wajahku terlihat seperti ahjussi? Panggil aku oppa saja ne?” pintanya, gadis itu mengangguk lucu.

“Ne, oppa!” jawabnya.

“Anak pintar!”

Kibum menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tertawa maklum melihat Donghae yang sedang berbincang dengan seorang anak kecil, ia pun memutuskan menghampiri keduanya.

“Anneyoung haseyo!” sapa Kibum pada keduanya. Ia memberikan sepotong roti untuk Donghae dan sepotong lagi untuk gadis kecil yang bersama Donghae, dan sepotong lagi untuk dirinya sendiri, Kibum memang membeli tiga potong roti karena ia yang melihat Donghae yang berusaha mengakrabkan diri dengan gadis itu.

Mereka kemudian larut dalam kegiatan memberi makan merpati, tidak lama kemudian Kibum memperhatikan Donghae, ia tersenyum melihat hyung yang tidak ia anggap sebagai hyung itu. Kibum ingat, ia mengingat surat yang ditulisnya untuk Donghae beberapa waktu lalu, itu memang benar, Kibum mengatakan semuanya melalui surat tersebut, tak ada kebohongan disana.

Donghae memang adik Kibum, Kibum lah yang harus melindungi Donghae, bukan sebaliknya.

“Hyosang ayo pulang!” suara seorang yeoja membuyarkan lamunan Kibum, Kibum dan Donghae menoleh mendapati anak kecil bernama Hyosang tadi mengampiri yeoja tersebut yang mungkin adalah ibunya.

“Sebentar eomma!” sahut gadis kecil itu, ia kemudian menghampiri Kibum dan Donghae.

“Terima kasih oppadeul!” ucapnya kemudian membungkuk sebentar dengan senyum polos yang terkembang di bibirnya.

“Sama-sama adik kecil!” tanggap Donghae mengacak rambutnya gemas, Kibum hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Aku pulang dulu! sampai jumpa lagi!” dan setelahnya Hyosang menghampiri ibunya yang juga tersenyum, yeoja yang menjadi ibu Hyosang itu sebenarnya mengenali Kibum dan Donghae, namun ia tidak mau menarik perhatian jika ia berteriak histeris karena dua namja tampan di depannya ini, bukankah itu sangat memalukan jika terjadi?

“Sampai jumpa lagi!” sahut Donghae ketika anak dan ibu itu berjalan meninggalkan mereka.

.

“Bummie, kau tahu?”

“Hmm?”

“Ini adalah kejutan terbaik menurutku!”

“Benarkah?” dan Donghae mengangguk setuju.

“Sederhana, namun, mengesankan!” ungkapnya jujur, Kibum tertawa.

“Ayo kita makan bulbogi!” ajak Kibum.

“Ayo!” kemudian Donghae yang sangat bersemangat pun berlari dengan menarik tangan Kibum menuju sebuah rumah makan bulbogi di dekat taman yang sudah terkenal dengan kelezatannya.

.

.

~ The Final ~

.

.

Bagaimana ?

Kurang sreg atau apa?

Mau versi yaoi ?

Artikel Terkait :
Baca Juga :
Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai,

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 24 Februari 2013, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. hum…friendshipnya kuraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang

    Suka

  2. wow mengesnkn

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: