Fanfiction Lukisan Chapter 5

Title : Lukisan

Author : Nazimah Agustina aka Nazimah Elfish

Pair : KyuMin, KiHae, YeWook

Rating : Teen

Cast : Lee Sungmin, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon, Kim Ryeowook, Choi Siwon

Genre : Romance, mystery, drama, angst

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Pasangan muda Kyuhyun dan Sungmin membeli sebuah rumah yang dulunya milik pelukis terkenal. Semenjak menempati rumah tersebut, Sungmin kerap kali mengalami kejadian aneh yang membuatnya takut, terutama jika mengenai lukisan pemilik rumah terdahulu. Misteri apa yang ada dibalik rumah dan lukisan itu ?

Warning : gender switch, cerita pasaran, OOC ..

.

.

Tidak suka, tidak usah dibaca ..

.

Sebelumnya …

.

Di tempat lain namun di saat yang sama …

“Ah!” pekik Kibum, ia mengerjab-ngerjabkan matanya kaget.

“Apa itu tadi?” tanyanya entah pada siapa, ia kemudian mengedarkan pandangan di ruangan sederhana yang telah menjadi tempat tinggalnya kini.

Kibum kemudian menghela nafas lelah setelah mengusap wajahnya pelan, ia menatap sebuah lukisan yang telah selesai sketsanya. Dipandanginya seksama lukisan itu, ia menggeleng lemah.

“Kenapa masih berbeda? Aish!” sungutnya sebal.

“Sepertinya aku harus kembali ke rumahku, siapa tahu saja lukisan itu masih ada.” Ujarnya kemudian tersenyum lembut, menampilkan killer smile miliknya.

“Bagaimana keadaan rumahku sekarang ya?” tanyanya menerawang.

 

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Lukisan ~

~ Chapter 5 ~

Keesokan Harinya …

Kibum memasukkan sau-persatu pakaiannya ke dalam ransel, ia hanya membawa beberapa helai pakaiannya.

“Aku akan pulang,” gumamnya ketika telah keluar dari rumah sederhananya.

Rumah Kyuhyun dan Sungmin …

04.00 PM

Sungmin sedang menyiram bunga yang ada di pekarangan depan rumahnya, setiap pagi dan sore ia memang selalu menyiram bunga.

Kibum tersenyum menatap rumahnya, namun wajahnya berubah murung karena sepertinya rumah itu telah berganti kepemilikan, terbukti dari rumah tersebut yang tampak terawat.

‘Mungkin saja Heechul noona membayar seseorang untuk merawat rumah ini,’ batinnya berpikiran positif pada noonanya, Kim Heechul.

Didekatinya Sungmin yang tengah menyiram bunga, “permisi noona,” sapanya.

Sungmin berbalik dan ia tampak terkejut, dengan ia yang menjatuhkan penyiram bunga yang dia pegang sedari tadi.

“K…kau?” tanyanya seolah tidak percaya, semakin jelas, Kibum masih hidup.

“Iya noona?” sahut Kibum polos.

“Ada apa kemari?”

“Saya pemilik rumah ini.” Sahut Kibum.

“Rumah ini telah saya beli dari Kim Heechul-sshi.” Jawab Sungmin namun terkesan angkuh, Kibum menghela nafas kecewa, ternyata benar noonanya telah menjual rumahnya walau itu terkesan wajar karena rumah tersebut yang tidak berpenghuni dan tidak terawat sama sekali.

“Begini, nama saya Kim Kibum, saya datang kemari hanya ingin mengambil sesuatu yang tertinggal di rumah ini.” Jelasnya sopan pada Sungmin.

“Sesuatu? Apa?” tanya Sungmin gugup.

“Sebuah lukisan, lukisan seorang wanita.” Jawabnya.

Deg!

‘Donghae kah?’ batin Sungmin.

“Lukisan itu? lukisan itu telah dimakan rayap, jadi saya buang saja.”

“Diamakan rayap? Dimana anda membuangnya?”

“Di…di euumm, apakah itu penting? Lukisan itu pasti telah dimusnahkan oleh petugasnya!”

“Jadi begitu, maaf telah mengganggu, saya permisi dulu, anneyoung.” Pamitnya lesu kemudian berbalik hendak meninggalkan rumahnya.

Sungmin ingin sekali lagi memanggilnya, namun, ia ragu. Kibum berbalik sebelum keluar dari gerbang bekas rumahnya, “Donghae-ah?” gumamnya kemudian tetes demi tetes butiran Kristal jatuh ke pipinya.

Kibum berjalan menelusuri jalanan kota Seoul, ia kemudian berhenti di depan sebuah studio dance yang dulu milik Eunhyuk dan Donghae. Kibum memandang studio itu kosong, terangkai kembali memori dimana ia yang pertama kali bertemu dengan Donghae di kota ini.

Flashback

Sembilan tahun yang lalu

Krieeett

Terdengar pintu yang terbuka, “apa kau benar-benar ingin membeli rumah ini Kibum-ah?” tanya Siwon selaku pemilik rumah asli rumah yang mereka pijaki saat ini.

“Iya hyung! Aku suka rumah ini! Aku akan mentransferkan uang pemabayarannya nanti.” Sahut Kibum menggebu-gebu, ia membeli rumah ini karena suasananya yang tenang, cocok untuk dirinya yang seorang pelukis, yang membutuhkan ketenangan untuk mendapatkan inspirasi melukis.

“Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu, ini kuncinya.” Mereka kemudian berjabat tangan.

.

.

Beberapa hari kemudian …

.

“Cuacanya bagus! Tidak panas tidak hujan, cuaca yang sangat tepat untuk melukis!” ujar Kibum tersenyum ceria, ia kemudian melangkah menuju pekarangan rumahnya, ke dekat pohon-pohon cemara yang ada di pojok halaman di samping pagar rumah.

Ia kemudian mulai mempersiapkan peralatan lukisnya, mulai dari memasang kanvas, mengeluarkan cat-cat air, dan memilih kuas-kuas yang sekiranya cocok. Setelah semua siap ia mulai membuat sketsa hingga ekor matanya tidak sengaja menangkap seorang wanita yang memperhatikannya sedari tadi, Kibum kemudian menolehkan kepalanya membuat pandangan keduanya bertemu.

Wanita itu –Donghae- yang sedari tadi memperhatikan Kibum karena merasa asing dengan namja itu pun terkejut ketika Kibum melihat ke arahnya.  Cepat-cepat Donghae membuang muka dan melanjutkan langkahnya menuju studio dance, tidak menyadari pandangan Kibum yang terus mengikutinya.

“Cantik,” gumam Kibum tanpa sadar kemudian tersenyum. Ia kemudian berniat ingin melukis wanita itu, namun, ia tidak mengetahui apapun tentang wanita tersebut terlebih photonya, membuat Kibum mengurungkan niatnya.

Flashback End …

Kibum tersenyum mengingatnya walau hatinya terasa sakit, ia kemudian mengedarkan pandangannya kemudian menghela nafas panjang, “aku harus kemana?” tanyanya pada diri sendiri, Kibum memang sebatang kara di Korea, keluarga besarnya berdomisili di Los Angeles kecuali Heechul yang mengikuti suaminya pergi ke China.

Rumah satu-satunya telah dijual oleh noonanya karena terlalu lama kosong, Kibum tidak ingin menyalahkannya namun, ia kecewa, rumah itu ia beli dengan jerih payahnya selama bertahun-tahun dan yang paling penting adalah banyak kenangan indah yang dilewatinya bersama Donghae, walau berakhir dengan kehancuran hatinya.

“Lebih baik aku pergi ke tempat Siwon hyung saja dulu, semoga ia masih mengingatku.” Gumamnya kemudian kembali melangkahkan kakinya.

Sementara itu …

Sungmin merasa tidak tenang, ia terus gelisah sedari tadi entah karena apa, wanita itu merasa takut dengan alasan yang ia sendiri tidak mengerti.

“Kim Kibum masih hidup, Kim Donghae sudah meninggal, tapi semua masih belum jelas!” racaunya.

“Sayang?” panggil Kyuhyun yang tidak disadari Sungmin.

“Akh!” pekik Sungmin kaget.

“Maafkan aku! Ada apa? Sepertinya kau sangat resah Minnie?” tanyanya khawatir seraya menangkupkan kedua tangannya pada pipi Sungmin.

“Aku… aku tidak tahu! Aku… aku bingung!” racaunya semakin membuat Kyuhyun bingung, wanita itu bahkan mengacak rambutnya frustasi.

“Hentikan Minnie! Sudah sayang! Kau menyakiti dirimu sendiri!”

GREB!

Kyuhyun merengkuh tubuh istrinya sayang, seolah meyakinkan Sungmin bahwa ia tidak perlu khawatir karena Kyuhyun akan terus bersamanya dan melindunginya sampai kapanpun.

“Hiks… hiks… hiks…” Sungmin menangis seraya membalas dekapan Kyuhyun.

“Sudahlah sayang! Ceritakan padaku kegundahanmu eoh?” pinta Kyuhyun kemudian mengecup pucuk kepala istrinya.

“Aku tidak tahu Kyu!” sahut Sungmin membuat Kyuhyun memikirkan hal lain untuk istrinya.

.

“Halo Yesung hyung?” sapa Kyuhyun, ia ini berada di ruang kerjanya.

“Iya Kyu, ada apa?”

“Tolong hyung cari tahu soal Kim Kibum dan Kim Donghae itu ya?”

“Memangnya kenapa Kyu-ah?”

“Minnie tampak aneh, dia sering mengigaukan dua nama itu ketika tidur hyung!”

“Aneh sekali!”

“Aku kan ingin dia menyebut namaku, bukan nama kedua orang itu!”

“Hahahahaha, kau ini bisa saja Kyuhyun-ah! Nanti aku akan mencoba mencari tahu.”

“Terima kasih hyung!”

“Ne, sama-sama.”

Malam hari

Di mobil Kyuhyun

“Kita mau kemana Kyu?” tanya Sungmin.

“Nanti kau juga akan tahu sayang!” sahut Kyuhyun tersenyum.

Beberapa saat kemudian mobil berhenti di sebuah tempat dokter praktik, Sungmin memperhatikan tulisan yang di dekat pintu dan ia terkejut, Kyuhyun membawanya ke tempat psikiater?

“Apa-apaan ini Kyu?” tanya Sungmin kalap.

“Kupikir kau stress, karena kau tidak mau menceritakannya padaku jadi kau kubawa ke psikiater, kupikir psikiater bisa membantumu.”

“Aku tidak gila Cho Kyuhyun! Bawa aku pergi darisini!”

“Bukan begitu maksudku! Aku hanya ingin kau berhenti terus memikirkan yang tidak-tidak! Aku yakin psikiater bisa membantumu memecahkan masalahmu!”

“AKU TIDAK MAU!”

“Ayolah Minnie, sebentar saja? Kita turun oke?”

“Aku hiks tidak gila hiks Kyu, kumohon hiks jangan bawa aku padanya hiks.” Kali ini Kyuhyun menghela nafas pasrah, ia tidak mungkin memaksa Sungmin sedangkan istrinya itu menangis menolak.

“Baiklah, kita pulang.” Putus Kyuhyun akhirnya kemudian memutar arah mobilnya.

‘Terima kasih Kyu, maaf aku belum bisa menceritakannya padamu, aku sendiri pun tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.’ Batin Sungmin miris.

“Kyu?” panggil Sungmin pelan.

“Iya Minnie?”

“Kupikir jika kita makan malam ini  diluar tidak ada salahnya.”

“Ah iya! Kau benar! Mau makan dimana hhm?”

“Terserahmu saja.”

“Baiklah.” Kemudian mobil Kyuhyun pun berubah arah menuju sebuah restoran.

Restoran …

Ketika pasangan muda itu memasuki dalam restoran tersebut, mereka disambut oleh pemandangan romantis. Dekorasi pink, bunga-bunga mawar, lilin-lilin yang ada di setiap meja memberi kesan manis. Sungmin tersenyum, dia sangat menyukai benda berwarna pink dan Kyuhyun membawanya ke tempat yang tepat.

“Terima kasih Kyu! Aku mencintaimu!” bisik Sungmin, Kyuhyun menyerigai.

“Akupun sangat mencintaimu sayang!” balasnya dengan bisikan, setelahnya Sungmin terkikik pelan kemudian menggandeng lengan suaminya, mereka berjalan menuju meja yang akan mereka tempati nantinya.

“Silahkan dipilih tuan dan nyonya,” ujar pelayan yang melayani mereka ramah.

“Kau ingin pesan apa hhm?” tanya Kyuhyun.

“Aku mau steak dan wine-nya saja.” Jawab Sungmin.

“Kita sama-sama pecinta wine Minnie-ah! Kami memesan steak dan wine-nya dua.” Pesan Kyuhyun.

“Tunggu sebentar tuan dan nyonya,” kemudian pelayan itu mengundurkan dirinya.

“Kau tahu Minnie?”

“Hmm?”

“Kau sangat cantik!”

“Terima kasih, kau pun sangat tampan!”

“Tentu sayang! Aku sangat-sangat mencintaimu!”

“Aku juga sangat-sangat mencintaimu Cho Kyuhyun!”

Kediaman Keluarga Kim …

Tok… tok… tok…

Ceklek

“Anneyoung haseyo!” sapa Kibum pada pembuka pintu rumah Siwon.

“Anneyoung, nugu?” tanya si pembuka pintu tadi, Ryeowook.

“Nama saya Kim Kibum, saya kesini untuk bertemu dengan Choi Siwon, apa dia ada?”

“Kim Kibum?” ulang Ryeowook dengan dahi mengkerut.

“Siapa sayang?” tanya suara lain dari dalam rumah, Yesung, yang kemudian menghampiri Ryeowook dan Kibum.

“Iya, apa ada yang salah noona?” tanya Kibum bingung pada Ryeowook.

“Memangnya ada apa ini?” tanya yesung yang memang tidak mengaku tidak mengerti.

“Dia… dia mengaku bernama Kim Kibum, mencari Siwon oppa.” Jelas Ryeowook, Yesung kemudian memperhatikan Kibum sejenak, dia memang orang yang sama dengan yang ada di photo pernikahan pemilik rumah terdahulu yang sekarang milik pasangan Kyuhyun dan Sungmin.

“Begini Kibum-sshi, maaf sebelumnya, Siwon telah pindah empat tahun lalu ke Jepang.” Ujar Yesung yang lagi-lagi membuat Kibum murung.

“Begitu ya, ya sudah saya permisi dulu, maaf mengganggu, anneyoung!” pamit Kibum kemudian berbalik.

‘Lebih baik aku pulang saja, aku sudah tidak punya siapa-siapa dan apa-apa, tidak ada gunanya aku disini.’ Batin Kibum pasrah dan mulai melangkahkan kakinya.

Rumah Kyuhyun dan Sungmin

01.30AM

“Maaf!” racau Sungmin dalam tidurnya.

“Aku tidak bermaksud mengusirnya!”

“Aku bingung!” Kyuhyun membuka matanya perlahan karena merasa terusik dengan Sungmin yang terus mengigau tidak jelas dalam tidurnya, ia kemudian menyalakan lampu duduk yang ada di dekatnya.

“Minni bangun sayang!” ujar Kyuhyun seraya menepuk-nepuk pelan pipi istrinya hingga Sungmin terbangun.

“Hakh! Hakh! Hakh!” sengal Sungmin setelah mendudukkan dirnya.

“Mimpi buruk lagi?” tanya Kyuhyun, Sungmin mengangguk.

“Ingin kuambilkan minum?” tanyanya lagi, Sungmin menggeleng.

“Aku ingin ke kamar mandi saja,” ujar Sungmin kemudian berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.

SEEERRRRR

Sungmin menyalakan keran yang ada di wastafel, ia kemudian memandang bayangan dirinya sendiri di cermin yang kemudian mulai berubah wujudnya, persis yang ia alami beberapa hari lalu.

Bohong jika Sungmin tidak merasa takut, tapi bukankah ini bukan yang pertama baginya?

Jika dulu sosok itu –Donghae- memandangnya dingin, kali ini ia memandang Sungmin sendu dengan pipinya tampak dialiri air mata.

‘Dia menangis?’ batin Sungmin seraya semakin mengeratkan pegangannya pada wastafel.

“Aku sama sekali tidak tahu, maaf!” ujar Sungmin lirih, entah kenapa ia seperti bisa merasakan kesedihan Donghae, kesedihan yang mendalam, seperti sebuah penyesalan di masa lalu yang tidak mungkin dapat diulang untuk mencegahnya terjadi, bak luka yang menganga lebar namun tidak kunjung terobati.

Sungmin kemudian menundukkan kepalanya karena matanya yang terasa panas kemudian terisak pelan, namun ketika ia mengangkat wajahnya, semua telah kembali normal, ia menatap bayangannya yang menangis.

“Aku mulai mengerti Kim Donghae, kau adalah arwah penasaran kan? Ada sesuatu yang ingin kau lakukan sebelum meninggalkan dunia ini, namun aku tidak tahu itu apa, maukah kau memberitahuku? Aku akan membantumu.” Ujar Sungmin lirih masih menatap bayangannya sendiri.

“Beri aku petunjuk lebih banyak dan lebih jelas lagi Donghae-ah! Jangan seperti ini!” harap Sungmin kemudian keluar dari kamar mandi.

.

.

To Be Continue ?

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 1 Maret 2013, in Lukisan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. masrifah lubis

    no koment, lanjuttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

    Suka

  2. Wuih, Hae hantu penasaran??
    Keren Eonni~
    Lanjut y Eonni~
    Hwaiting ‘-‘)9

    Suka

  3. Hae kya kuntilanak. . .😀

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: