Dream Boy Sequel Chapter 2

Dream Boy Fanfic KiHae

Title : Dream Boy Sequel

Author : Nazimah Agustina

Rating : Teen

Cast : Kim Kibum, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Choi Siwon, Kim Jung Woon, Choi Minho, Im Yoon Ah, and Others

Pair : KiHae and Others

Genre : Drama, Romance, Friendship, dan sedikit (hanya sedikit sekali) humor

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Ini lanjutan dari Dream Boy. Kali ini menceritakan tentang usaha seorang fan untuk dapat dekat dengan artis idolanya, bagaimana usaha yang akan dilakukannya?

Warning : Gender Switch! Cerita pasaran! Mudah ditebak! OOC!

.

Sebelumnya …

.

“Jadi?” tanya Kyuhyun memastikan.

“Aku akan mendapatkan peran itu!” Kibum jawab dengan lantang, kemudian ia melipat brosur tersebut dan memasukkannya ke dalam tas.

“Itu baru namanya sepupuku Kim Kibum!” ujar Kyuhyun kemudian memiting kepala Kibum.

“Lepaskan! Sakit pabbo!” protes dari si pemilik kepala.

“Hehehe, maaf, aku hanya terlalu senang!” sahut Kyuhyun tersenyum tanpa dosa, mereka kemudian kembali melangkah pulang, mencari cara membujuk Heechul agar mau mengajari Kibum berakting.

.

Tidak Suka? Tidak Usah Dibaca

.

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Dream Boy Sequel ~

~ Chapter 2 ~

.

.

“Mau apa?” Heechul bertanya dengan raut bingungnya ketika Kibum dan Kyuhyun dengan kompak duduk berada di antara dia, belum lagi wajah keduanya yang tidak seperti biasanya.

“Noona itu sudah cantik, tidak perlu melakukan perawatan begini.” Sahut Kibum menatap malas segala peralatan masker wajah milik Heechul, terlebih ia yang menatap takut wajah Heechul yang terbalut masker.

“Bukan urusanmu!” ketus Heechul, sedangkan Kyuhyun sudah menyalakan PSP yang ia keluarkan dari saku celananya.

“Sstt!” desis Kibum pada Kyuhyun, yang dijawab dengan pandangan ‘apa?’, Kibum kemudian menunjuk Heechul dengan dagunya, noonanya itu kini telah menutup kedua matanya dengan mentimun.

“Noona, aku punya permintaan,” Kibum memohon, Heechul kemudian melepaskan mentimun dari kedua kelopak matanya.

“Apa?”

“Ajari aku berakting.”

“Ada angin apa kau menginginkannya eoh?”

“Dia ingin ikut casting noona!” setelah mem-pause gamenya, Kyuhyun menjawab pertanyaan yang hendak dijawab Kibum, yang akhirnya diamini oleh Kibum.

“Tidak mau!”

“Noona!”

“Tidak mau!”

“Ayolah!”

“Kau akan memberiku imbalan apa eoh?” tantang Heechul, setelahnya tampak Kibum dan Kyuhyun yang berkomunikasi lewat tatapan keduanya.

“Begini saja noona, jika aku mendapatkan tawaran itu, kita bagi tiga, bagaimana?” tawar Kibum yang tentu saja membuat mata Kyuhyun berbinar ceria mendengarnya.

“Oke aku terima.” Putus Heechul yang disambut high five oleh KiHyun.

“Jadi, kapan latihannya dimulai?” Tanya Kibum semangat.

“Sekarang juga boleh!” sahut Heechul.

“Sekarang kau berdiri disana!” lanjutnya seraya menunjuk tempat yang dimaksud, Kibum menurutinya, setelahnya Heechul mengambil majalah yang ada di atas meja kemudian menggulungnya.

“Untuk apa itu?” Kyuhyun bertanya dengan bingung pada Heechul setelah ia kembali mempause gamenya.

“Tentu saja untuk memukul kepalanya jika melakukan kesalahan!” Heechul jawab dengan mudahnya.

“Apa? Noona ingin membuat otak cerdasku menjadi bodoh eoh?” protes Kibum.

“Iya noona, kau tega sekali eoh?” timpal Kyuhyun.

“Tidak mau ya? Aku tidak akan mengajarkanmu berakting kalau begitu!” nyatanya Heechul merajuk setelahnya.

“Baiklah noona! Tidak apa kok! Benarkan Kibum?”

“Demi Donghae!” lanjut Kyuhyun tanpa suara pada Kibum, membuatnya seolah tersadar.

‘Demi Donghae? Tentu saja!’

“Baiklah noona! Aku mau asalkan dalam waktu dua minggu, aku sudah bisa berakting dengan baik!”

“Itu gampang adikku sayang!”

“Sebagai permulaan, kita berlatih ekspresi dulu. tunjukkan ekspresi marahmu, sekarang!” titah Heechul, tatapan Kyuhyun maupun Heechul hanya tertuju pada Kibum kini.

Kibum terdiam, ia kemudian mengedarkan pandangannya kemudian matanya membidik majalah lain yang ada di atas meja. Dia menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan, setelahnya dengan langkah dihentak menghampiri mejalah tersebut, mengambilnya kemudian menghempaskannya tepat di depan Kyuhyun dan Heechul.

“APA?” geramnya ketika Kyuhyun hendak membuka mulut, membuat si pemilik mulut kembali menutupnya rapat-rapat serta menggeleng cepat.

“Huh!” sungutnya kemudian berjalan kembali ke posisinya semula.

“Kupikir itu meyakinkan?” bisik Kyuhyun pada Heechul, Heechul mengangguk menanggapi.

“Euumm, coba sekarang ekspresi senang.” Titah Heechul lagi bermaksud mencairkan suasana.

Kibum kembali terdiam, ia menatap Kyuhyun dan Heechul yang ia anggap tidak terlihat seperti biasanya.

‘Bukankah mereka selalu bertengkar?’ batinnya bingung.

‘Mereka tidak bertengkar dalam posisi sedekat itu!’ ia kemudian tersenyum sumringah, tentu ia senang melihat dua orang yang dikasihinya akur.

“Natural sekali!” gumam Heechul masih menatap Kibum.

“Dia sangat cepat belajar ya?” tanya Kyuhyuyn berupa gumaman.

“Atau dia memiliki bakat akting?” sahut Heechul.

“Mungkin saja!” keduanya kemudian bertatapan seraya tersenyum.

“Eeerr, terus apa lagi?” intrupsi Kibum pada akhirnya.

“Kupikir cukup sampai disini Kibum-ah! Teruslah berlatih! Aku mau ke kamar dulu.” tutup Heechul kemudian berjalan menuju kamarnya.

“Yeay! Kau hebat kawan!” puji Kyuhyun kemudian memiting kepala Kibum.

“Benarkah? Lepaskan aku pabbo!”

“Hehe, piece! Aku tidak bermaksud demikian.”

Hari berganti minggu dimana Kibum yang rajin berlatih akting dengan Heechul dan Kyuhyun yang menjadi juri. Dalam hal menghafal dialog, kemampuan Kibum tidak perlu diragukan lagi, ia bisa dengan cepat menghafalnya, ia hanya perlu berlatih intonasi, artikulasi, serta mimik wajah saat mengucapkannya.

Dan hari itupun tiba …

“Jangan gugup oke?” ujar Kyuhyun seraya meremas kedua pundak Kibum pelan.

“Uh, eeumm akan kuusahakan!” sahutnya tersenyum tipis, ia kemudian menatap peserta lainnya, ada teman-teman dari sekolahnya juga nyang mengikuti casting tersebut.

“No 32!” panggil seorang staff, berdirilah seorang pemuda tampan dengan percaya diri berjalan menuju ruang casting.

“Minho?” gumam Kyuhyun, sedang Kibum merasa semakin gugup, Minho adalah seorang pemain teater di sekolahnya, tentu ia lebih pandai dari Kibum dalam hal seni.

Ceklek

“Silahkan masuk!” perintah Yesung, Minho berjalan dengan tenang hingga ia kini berada di hadapan Yesung, Siwon, Donghae, serta seorang cameramen, kemudian pemuda itu menatap mereka satu-persatu dengan senyum yang mengembang indah di bibirnya.

Yesung kemudian menyikut Siwon, kemudian memberi keode untuk menghampiri peserta audisi ini.

Siwon kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Minho, tentu membuat anak SMU itu smakin gugup, meskipun begitu ia tetap memberi senyuman terbaiknya untuk sang actor favorit.

“Aku Choi Siwon, siapa namamu?” tanya Siwon setelah mengulurkan tangannya pada Minho.

“Minho, Choi Minho sunbae.” Minho menjawabnya dengan menyambut uluran tangan tersebut, meskipun begitu tampak ia yang salah tingkah.

“Wah, marga kita sama!” tanggap Siwon lebih santai, sedang Minho hanya menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah malunya.

“Ada apa?” bisik Donghae pada Yesung yang kini menyikutnya, Yesung kemudian memberi kode agar Donghae ikut bergabung dengan Siwon dan Minho lewat dagunya.

Donghae kemudian mengikuti langkah Siwon, berkenalan dengan Minho yang disambut baik oleh pemuda itu hingga,

“Oke cukup! Keluarlah!” ujar Yesung membuat Minho bingung.

‘Tidak ada aba-aba action dan cut? Aku kan belum menunjukkan aktingku?’ tanya Minho dalam hati, ia ingin mengutarakannya namun Siwon dan Donghae telah kembali ke tempatnya, serta menyuruh Minho keluar dari ruang casting dengan aba-aba tangan yang mengarah pada pintu keluar. Mau tidak mau, suka tidak suka, Minho akhirnya keluar dari ruang audisi dengan wajah lesu.

“Kenapa wajahnya masam begitu?” gumam Kyuhyun terus menatap Minho yang ebrjalan gontai, keluar dari ruang tunggu.

“Apa audisinya begitu sulit?” tanya Kibum khawatir.

“Hei, Hei, hei! Jangan begitu! Sulit baginya belum tentu sulit bagimu!” Kyuhyun memberi semangat walau dalam hatinya ia meragukan itu.

“33!” lagi, staff tersebut memanggil peserta audisi. Berdirilah seorang gadis yang sama percaya dirinya dengan Minho tadi.

“Oke, aktris sekolah kita mengikutinya juga!” lagi, Kyuhyun berkomentar.

Ceklek

Gadis itu, sebut saja Yoona, berjalan dengan senyuman yang terkembang di bibirnya terlebih ketika menatap Siwon, terlihat dari binar matanya yang menatap ceria, namun ketika menatap Donghae, binar mata ceria itu hilang berganti dengan wajah yang kemudian merengut.

Donghae berjalan menghampirinya, yang dihadiahi tatapan dingin oleh Yoona.

“Namaku Donghae, kamu?” ia mengenalkan dirinya ragu karena peserta di depannya ini membuang muka padanya.

“Yoona!” dengan ketus ia menjawab.

“Oh, yeah.” Tanggap Donghae kecewa kemudian menarik tangan yang ia ulurkan, yang tidak disambut oleh Yoona, sedang Siwon dan Yesung menatap Yoona senang.

“Cukup, silahkan keluar Yoona-sshi!” ujar Yesung membuat kening Yoona berkerut.

“Apa? Tapi aku belum menunjukkan bakat aktingku!” protes Yoona, namun Siwon dengan lembut menyuruhnya keluar yang mau tidak mau diterima oleh Yoona.

‘Apa karena aku bersikap jutek pada Donghae ya?’ batin Yoona khawatir ketika keluar dari ruang casting, yang tentu dilihat Kibum dan Kyuhyun.

“Kenapa selalu wajah murung yang terlihat saat keluar dari ruangan itu ya?” tanya Kyuhyun entah pada siapa mengingat-ingat wajah peserta yang selesai mengikuti audisi. Wajah yang tadinya penuh percaya diri saat memasuki ruangan tersebut, setelah keluar berganti menjadi wajah bingung ataupun murung.

“46!” dan Kibum berdiri dari tempat duduknya, Kyuhyun tampak menyematinya.

“Tarik nafas!” instruksi Kyuhyun sebelum Kibum memasuki ruangan tersebut.

“Bagus, sekarang keluarkan pelan-pelan!” lagi ia berujar, Kibum setelahnya tersenyum.

“Terima kasih!” ungkapnya kemudian memasuki ruang audisi.

Ceklek

Seperti sudah ter-setting dengan sendirinya, Kibum menunjukkan senyum terbaiknya pada Donghae, sedangkan pada Siwon ia mendelik sebal, membuat ketiga juri tersenyum dalam hati.

Seakan lupa dengan tujuan semula, Kibum menekuk wajahnya ketika Siwon berjalan menghampirinya.

‘Mau apa orang ini? Ingin beradu akting denganku eoh?’ batinnya terus menatap Siwon layaknya hewan pemangsa yang menatap korbannya.

“Namaku Choi Siwon, namamu?”

“Aku? Kibum, Kim Kibum!” jawab Kibum membalas uluran tangan Siwon serta meremasnya dengan tatapan tajamnya.

‘Boleh juga anak ini!’ batin Siwon merasa remasan di telapak tangannya yang cukup kuat.

‘Rasakan kau!’ balas Kibum dalam hati.

“Mereka, sedang apa?” bisik Donghae pada Yesung, sedang Yesung hanya memberi senyum yang sulit untuk diartikan.

“Kupikir anak ini penggemar beratmu Hae-ah!” balasnya, Donghae kemudian memperhatikan Kibum dari tempatnya.

‘Tampan,’ nilai Donghae kemudian tersenyum.

“Oke, cukup Kibum-sshi! Anda boleh keluar sekarang.” Ujar Yesung memutuskan kontak mata Kibum dan Siwon, detik berikutnya mereka melepaskan ‘jabatan’ tangan masing-masing.

“Tapi,”

“Kibum-shhi, kau sudah menyelesaikan audisimu, sekarang beri peserta lain untuk mencoba.” Kata-katanya yang kemudian diintrupsi oleh Donghae yang diakhiri senyuman.

“Baiklah,” Kibum berujar pasrah meski masih penasaran, ia kemudian tersenyum pada Donghae sebelum keluar dari ruang audisi.

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun setelah Kibum keluar dari ruangan tersebut.

“Hei! Kutanya bagaimana?” lagi ia bertanya karena Kibum yang bungkam.

“Tidak tahu!” jawab Kibum setelah menerima cola dari Kyuhyun.

“Kenapa?”

“Audisinya aneh!”

“Memangnya seperti apa?” kemudian Kibum menceritakan pengalamannya selama berada di ruang audisi beberapa waktu lalu.

Tujuh hari kemudian …

Karena telephone dari pihak yang meng-casting mereka kemarin, kini Minho, Yoona, dan Kibum telah berada di dalam sebuah ruangan, dimana setelahnya datanglah tiga orang yang mereka kenal sebagai juri saat audisi seminggu lalu.

“Selamat siang dan selamat datang anak-anak!” buka Yesung seraya merentangkan tangannya pada ketiga orang di depannya, sedang dua orang lain, Siwon dan Donghae yang berada di antara Yesung hanya tersenyum simpul pada ketiganya.

“Kalian pasti sudah menebak bukan mengapa kalian dipanggil kesini?” tanyanya, ketiganya kompak menggeleng mengingat proses audisi yang mereka lalui diluar apa yang mereka bayangkan.

“Kalian lolos audisi minggu lalu, selamat!” sahut Yesung yang tentu membuahkan senyuman di bibir Minho, Yoona, dan Kibum. Bukan hanya mereka, Yesung, Siwon, dan Donghae pun tersenyum.

“Ya, ada apa?” ujar Yesung lagi ketika Minho mengangkat sebelah tangannya.

“Mengapa kami bisa lolos tuan?” tanyanya.

“Mulai sekarang panggil hyung saja eoh?” Yesung balik bertanya yang diangguki Minho seraya tersenyum senang.

Flashback

“Kau yakin ingin memakai anak SMU?” ujar seorang pria bertubuh atletis pada seorang pria lain di depannya.

“Tentu saja Siwon-ah!” ujar pria lain itu, sang sutradara, Yesung.

“Kenapa kita tidak memakai aktor dan aktris yang sudah berpengalaman saja?” kali ini Donghae yang bertanya.

“Aku menginginkan akting yang natural Hae! Kita mencari peran anak SMU, untuk itu kita memakai pemain yang sedang mengenyam pendidikan di tingkat SMU.” Jelas Yesung lagi.

“Dan proses castingnya pun lain dari yang lain.” Lanjutnya kemudian tersenyum, membuat matanya tidak terlihat lagi.

“Lain dari yang lain?” seperti apa?” tanya Donghae lagi.

“Begini, kita bertiga akan menjadi juri. Saat peserta sudah memasuki ruang casting, kita lihat ekspresi wajahnya saat melihat kalian. Jika dia tersenyum pada Siwon, artinya Donghae yang akan menghampirinya sekedar berkenalan. Jika ia tersenyum pada Donghae, maka Siwon yang akan menghampirinya. Bagaimana?” Yesung menutup penjelasannya dengan pertanyaan.

“Berkenalan? Apa gunanya?” tanya Siwon tidak mengerti, dimana pertanyaan tersebut diangguki Donghae.

“Kita membutuhkan tiga orang. Yang pertama seorang pemuda yang mengagumi kalian berdua, yang kedua seorang gadis yang mengagumi Siwon saja, dan yang terakhir seorang pemuda yang mengagumi Donghae saja.”

“Terusa apa hubungannya?” kembali Siwon bertanya pada Yesung.

“Ya kita meluluskan peserta casting dari sana.”

“Untuk yang kedua dan ketiga itu mudah, bagaimana dengan yang pertama? Siapa yang akan  memghampirinya? Aku atau Siwon?”

“Itu? terserah kalian!” jawab Yesung enteng kemudian tertawa kecil.

‘Dasar sutradara aneh!’ batin Siwon.

Flashback END

“Nah begitu ceritanya! Aku ingin kalian bertingkah seperti saat kalian audisi ketika bertemu dengan dua orang ini.” Ujar Yesung menunjuk Siwon dan Donghae.

‘Hanya seperti itu dan aku berlatih keras selama dua minggu untuk persiapan casting konyol itu?’ batin ketiganya kompak.

.

.

To Be Continue ?

.

Bagaimana?

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 18 Maret 2013, in Dream Boy Sequel, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. mau kihaeee momen nya🙂 jebal update author .. Hehe ceritanya menarik , lucu Sikap kibum di sini beda dari ff biasanya .

    Suka

  2. Lanjut Eonni!!!
    HWAITING!!!! .•̯͡)

    Suka

  3. Lanjut eonnie ,
    aku jdi ktwa pas kibum oppa ngelempar majalah ke arah dpan kyuhyun n heechul oppa

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: