Trapped by Love Chapter 2

trapped BY LOVE COVER FANFICTION CUTE VERSION SIHAE KIHAE KANGTEUK EUNMIN COUPLE mereka yang selalu bersaama dan ini adalah kisah mereka

Title : Trapped by Love

Author : Nazimah Agustina

Rating : Teen

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Kim Kangin, Choi Siwon

Pair : KiHae and others

Genre : Drama and Romance

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Mereka selalu bersama, mereka belajar di tempat yang sama, mereka tinggal di daerah yang sama, dan ini kisah mereka hingga keduanya menemukan kebahagiaan yang telah ditakdirkan.

Waring : Gender Switch! Cerita pasaran!

.

.

Sebelumnya …

“Ajarkan aku hiks Fisika sampai faham?”

“Bukankah aku selalu melakukannya?” Kibum balik bertanya, Donghae membenarkan dalam hati, Kibum memang tidak pernah menyerah mengajari Donghae jika gadis itu belum menguasai materi yang diajarkan Kibum, mereka akan terus belajar hingga larut malam jika Donghae yang tidak tertidur saat Kibum menjelaskan kembali materi yang tengah dipelajari.

“Jangan hiks mentertawaiku lagi!” Kibum mengangguk ragu, ini agak sulit bagi Kibum karena ia yang berubah seratus delapan puluh derajat jika bersama Donghae, ia yang dikenal sebagai Pangeran Es di sekolah akan runtuh ketika di depan Donghae.

“Baiklah,” setelah mengucapkannya Kibum terkejut karena Donghae yang kemudian tersenyum usil seraya memeletkan lidahnya pada Kibum.

“Satu kosong!” setelahnya gadis itu berlari meninggalkan sang pemuda seorang diri.

“AWAS KAU LEE DONGHAE!” dan kembali kegiatan kejar-kejaran keduanya dilanjutkan.

 

.

Tidak Suka? Tidak Usah Dibaca

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Trapped by Love ~

~ Chapter 2 ~

.

.

Keduanya terus berlarian hingga Donghae menghentikan langkahnya, diikuti oleh Kibum yang kemudian menengadahkan tangannya.

“Hujan,” gumam Kibum yang diangguki oleh Donghae. Sedetik kemudian Kibum melepas ranselnya yang diikuti oleh Donghae.

“Ayo pulang!” lanjutnya seraya meraih pergelangan tangan Donghae kemudian berlari.

.

.

“Fiuuuh! Dingin!” Donghae bergumam dengan bibir yang bergetar ketika keduanya telah sampai di teras rumah Kibum, sedang Kibum kini tengah merogoh saku celananya untuk mengambil kunci rumahnya.

Ceklek

“Ayo masuk Hae!” ajaknya yang langsung saja dituruti oleh Donghae.

“Sebentar, aku akan mengambil handuk untukmu dulu. Kau duduklah.” ujarnya lagi yang dijawab oleh ungkapan terima kasih dari Donghae, setelahnya Kibum berlari menuju tangga karena kamarnya ada di lantai dua.

Lima menit berlalu dan Kibum datang dari lantai dua dengan membawa dua buah handuk putih bersih untuk ia dan Donghae. Diusap-usapkannya handuk itu pada rambut Donghae yang basah pada setiap sisinya, sedang handuk untuknya ia kalungkan pada lehernya.

“Ingin kusiapkan coklat hangat?” tawar Kibum yang dijawab gelengan oleh Donghae, Kibum menyernyit.

“Kenapa?” tanyanya yang Donghae jawab dengan sebelah telapak tangannya yang ia tangkupkan pada pipi kananya.

“Aku takut sakit gigi lagi.” Jawab Donghae yang dijawab senyuman oleh Kibum.

“Baiklah, karena masih hujan, bagaimana belajar Fisikanya sekarang saja?” tawar Kibum lagi.

“Baiklah,” sahutnya kemudian mulai mengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya.

.

“Bagaimana caranya agar tanda akar ini hilang?” tanya Kibum, saat ini keduanya tengah membahas soal-soal yang ada di buku latihan Donghae.

“Ya dihapus saja!” jawab Donghae, Kibum mengangguk.

“Bagaimana menghapusnya?” Donghae kemudian mengambil tipe-x, setelahnya ia membubuhkan benda mungil berisi cairan putih tersebut pada tanda akar yang ada di buku latihannya.

“Selesai!” ungkap Donghae enteng, sedang Kibum membelalakkan matanya tidak percaya.

“Aaaww!” ringis Donghae ketika Kibum mencubit keduanya pipinya gemas.

“Itu sakit!” protesnya seraya memegangi kedua pipinya.

“Salahmu!” jawab Kibum kemudian kembali menambahkan tanda akar yang sempat dihapus Donghae tadi.

“Menghilangkan tanda akar itu caranya dengan memangkatkan bilangan.” lanjutnya, setelahnya ia mulai menuliskan cara tersebut, sesekali menghitungnya di kertas yang memang disediakan untuk itu.

“Aku lupa.” Tanggap Donghae berupa gumaman.

“Coba kau kerjakan yang ini, rumusnya sama seperti tadi.” perintah Kibum, Donghae memperhatikannya sejenak.

“Kenapa angkanya besar-besar sekali? Kau mencontohkanku dengan angka yang kecil!” protes Donghae lagi seraya menunjuk-nunjuk angka yang Kibum tuliskan di bukunya.

“Kerjakan saja dulu, aku akan membantumu jika kau kesulitan.” Bujuk Kibum yang nyatanya, Donghae menurutinya.

Kibum tersenyum melihat ekspresi Donghae yang berubah-ubah saat mengerjakan soal hitungan tersebut, Kibum sama sekali tidak memperbolehkannya untuk menggunakan kalkulator, jadilah kertas yang tadinya kosong kini telah dipenuhi oleh coretan-coretan yang dibuat Donghae.

“Akar dari 4400, berapa?” tanya Donghae berupa gumaman pada dirinya sendiri, ia menggaruk belakang kepalanya, sedang Kibum tersenyum penuh arti.

“Berapa Bummie?”

“Hitung saja, aku tadi sudah mengajarimu caranya bukan?”

“Huh! Sama sekali tidak membantu.” Sungut Donghae yang lagi-lagi dijawab senyuman oleh Kibum.

.

.

05.45 PM

“Selesai!” sorak Donghae dengan senyum yang terkembang lebar di bibirnya, Kibum tersenyum kemudian mengambil buku tersebut, memeriksa hasil pekerjaan Donghae.

“Bagus, hanya sedikit yang keliru.” Kibum berujar pada Donghae yang kini menyernyitkan dahi.

“Yang mana? Aku sudah menuruti semua instruksimu tadi!” lagi Donghae memprotes, Kibum hanya dapat menghela nafas kemudian memberitahu letak kekeliruan Donghae.

“Oh yang itu, aku tidak tahu.” Ujarnya kemudian terkekeh.

“Sudah sangat sore, aku pulang dulu ya Kibummie!”

Chup

“Itu imbalan dariku untuk hari ini.” Ujar Donghae setelah megecup singkat pipi Kibum kemudian terkikik kecil, ia ingin segera keluar dari rumah itu namun Kibum sudah terlebih dahulu memenjarakannya di antara tubuh sang pemuda dengan dinding.

“Hanya itu eoh? kurang.” Sergah Kibum, Donghae merengut.

“Terus kau mau apa?” tanya Donghae, Kibum menunjuk bibirnya.

Donghae kemudian memberi kode dengan jari telunjuknya agar Kibum menundukkan wajahnya.

Chup

Donghae ingin melepas kecupan tersebut, namun Kibum sepertinya tak mau, terlihat dari sebelah tangannya yang meraih tengkuk Donghae, dan yang sebelah lagi meraih pinggangnya agar tubuh keduanya lebih merapat.

“Hakh! Hakh! Hakh! Sudah eoh?” tanya Donghae setelah acara memadu bibir itu berakhir, Kibum menyeka saliva yang ada di bibirnya kemudian tersenyum.

“Bibirmu manis, seperti biasanya.” Goda Kibum membuat yang dipuji merona karenanya.

“Ish! Kau bisa saja! Aku pulang dulu.”

“Ingin kuantar?”

“Kita bertetangga Bummie, aku bisa pulang sendiri, bye.”

“Hati-hati.”

.

.

Ceklek

“Aku pulang!” sapa Donghae sesaat setelah membuka pintu rumahnya.

“Anak appa sudah pulang!” sambut kangin menghampiri Donghae dari dalam rumah.

“Darimana hhmm? Jam segini baru pulang.” Tanya Kangin yang kemudian merangkul putrinya seraya menuntunnya memasuki rumah lebih dalam lagi.

“Kerja kelompok dengan Bummie.” Jawab Donghae jujur dan manja setelah membalas rangkulan sang ayah, Kangin tersenyum.

“Appa ingin mengenalkanmu dengan anak teman appa.”

“Benarkah? Siapa?”

“Dia ada di ruang tengah.”

.

“Nah Donghae, dia yang appa maksud. Siwon perkenalkan ini anak ahjussi, Hae ini Siwon.” Keduanya kemudian berjabat tangan dengan memperkenalkan diri masing-masing tidak lupa dengan senyuman.

“Siwon akan tinggal disini selama beberapa minggu, karena dia tiga tahun lebih tua darimu jadi kau harus memanggilnya oppa, dan yang paling penting appa minta kau dapat bersikap baik padanya, mengerti?”

“Siap komandan!” sahut Donghae memberi hormat pada Kangin, yang dibalas dengan acakan di rambutnya.

“Appa!” rajuknya seraya menata rambutnya dengan jemari.

“Sekarang kau antarkan Siwon ke kamar tamu, setelahnya kau ganti seragam yang sudah kau pakai seharian itu!” titah Kangin lagi.

“Ayo oppa!” ajak Donghae ramah pada Siwon yang sedari tadi hanya memperhatikan tingkah ayah dan anak itu.

“Iya,” sahut Siwon yang kemudian menarik kopernya mengikuti langkah Donghae.

Ceklek

“Ini kamarnya oppa, kalau oppa butuh apa-apa, kamarku ada di ujung sana, sedangkan kamar appa ada di balik belokan tadi.” jelas Donghae, Siwon tersenyum.

“Baiklah, aku mengerti.”

“Aku pergi dulu,” pamit Donghae kemudian hendak undur diri.

“Hae?”

“Ya?”

“Terima kasih.”

“Tidak perlu sungkan oppa.”

.

.

Donghae menutup pintu kamarnya pelan, ia kemudian menatap jendela kamarnya, dia tersenyum memperhatikan seorang pemuda yang tengah membaca buku dari dalam kamarnya, tepatnya di meja belajarnya.

Trek!

Dibukanya kaca jendela itu, Kibum yang mendengarnya menoleh pada jendela yang ada di dekatnya, reflex ia tersenyum kala mendapati Donghae yang tersenyum indah padanya.

“Kupikir kau terlalu banyak membaca, bocah Einsten!” ejek Donghae yang nyatanya tidak digubris oleh Kibum, ia lebih memilih kembali menatap buku yang ada di tangannya.

“Huh!” Donghae bersungut, ia kemudian menduduki jendela tersebut, menopang punggungnya pada sisi jendela seraya menatap Kibum yang masih serius membaca.

Beberapa menit berlalu, dan Kibum masih setia dengan buku di tangannya, sedang Donghae masih tetap dengan wajah merengutnya, sesekali melirik Kibum.

“Gantilah seragammu Hae!” ujar Kibum, Donghae mendengus, ia tidak juga beranjak dari tempatnya kini.

Kibum kemudian menoleh namun Donghae sudah tidak ada di tempatnya, ia mengedikkan bahu kemudian melanjutkan acara membacanya.

Kibum kembali menoleh kala gendang telinganya mendengar dentuman musik dari kamar di sebelah rumahnya. Dilihatnya Donghae yang mulai menggerak-gerakkan tubuhnya dengan seragam yang masih terpasang di tubuhnya, namun dengan bagian pusar yang ia angkat kemudian diikat, sehingga menampilkan perut ratanya yang putih.

Kibum menyerigai, tentu ia lebih tertarik dengan pemandangan yang disuguhkan Donghae padanya kini, membaca buku dapat dilakukan lain kali, pemuda itu kemudian membuka jendela kamarnya juga agar lebih bisa puas melihat Donghae yang memang sengaja menari berhadapan langsung dengan jendela kamarnya.

Sementara itu …

Siwon mendengarkan musik yang berasal kamar Donghae yang hanya selisih dua kamar dari tempatnya kini. Ia yang penasaran kemudian keluar dari kamar tamu, dipertajamkannya pendengaran yang kemudian menuntun kakinya untuk mencari tahu.

Siwon secara perlahan membuka sedikit pintu kamar Donghae, sepertinya ia akan betah berlama-lama berada di depan kamar itu karena ia yang enggan beranjak darisana hingga,

“Sedang apa kau?”

.

.

To Be Continue ?

Bagaimana?

Ini? Aku sendiri tidak tahu apa, lol.

Ada yang bertanya kelanjutan Sleeping Hae? Insya Allah jika tidak ada hambatan, akan di update secepatnya, prediksiku sih sekitar pertengahan April.

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 7 April 2013, in Trapped by Love and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Nelly Key Donghae

    Itu kuraangggggg wkwk #tendang kibum# emg sih kalo ikan kibum mah pengen lagi dan lagi… selalu kurangggg,,, sweet sweet ..
    YAAA !! Wonnie kau ngintip>>

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: