Fanfiction Option Chapter 18

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

Title : Option

Author  : Nazimah Agustina aka Nazimah Elfish

Pair: Ditebak-tebak saja

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa.

Rate       : Teen

Genre   : drama, romance, hurt/comfort,  angst, liitle friendship

Cast: Lee Donghae, Kim Kibum, Jung Yunho, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Tan Hangeng,  Choi Siwon, Kim Jaejoong

Summary: New Summary! Kisah Donghae dalam menjalani kehidupannya, dari rasa cintanya cinta pada dua namja sekaligus, dendam pada sang suami, hingga persahabatannya dengan istri muda. Akankah ia terjebak pada ‘hubungan gelap’ pada akhirnya?

Warning : GS, crack pair..

*

*

Tidak suka? Tidak usah dibaca.

Sebelumnya

“Akhirnya!” ungkap Kyuhyun bahagia ketika menemukan sebuah map berwarna biru, diperiksanya map tersebut dan ia tersenyum puas, itulah yang ia cari.

Setelah menemukan yang ia inginkan, Kyuhyun pun mengembalikan figura itu seperti semula, tidak lupa ia yang merapikan meja Kibum seperti sedia kala.

“Beres!” ucapnya seraya menepuk-nepukkan tangannya, setelahnya ia bergegas menemui Yunho di kantornya.

Kantor Yunho …

Tok … tok … tok …

“Masuk!”

Ceklek

“Kyuhyun? Duduklah!” ujar Yunho ramah pada Kyuhyun, dilihatnya namja itu membawa sebuah map.

“Apa itu?” tanya Yunho ketika Kyuhyun telah duduk di depannya.

“Ini?” Kyuhyun memperhatikan map itu sejenak.

“Ini adalah bukti jika Kim Kibum telah mengambil alih kekuasaan harta kekayaan keluarga Lee.” Jawab Kyuhyun santai, Yunho tersenyum puas.

Prok… prok… prok…

“Kerja bagus Kyuhyun-ah! Sekarang berikan surat itu padaku?” pinta Yunho menggebu, namun Kyuhyun menggeleng dengan seringai yang tercetak di wajah tampannya.

“Apa kau memiliki rencana lain Yunho-sshi?” dan pertanyaan Kyuhyun sukses membuat Yunho geram.

 

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Option ~

~ Chapter 18 ~

.

.

Ceklek …

Pintu kamar rawat Donghae dibuka oleh Sungmin yang akan menemaninya di Rumah Sakit untuk yang ke delapan harinya tepat di hari ini.

Sungmin menghela nafas setelah terduduk di samping Donghae, ia kemudian mengeluarkan buku bacaan yang akan menjadi temannya di hari ini, semenjak Donghae dirawat, membaca memang menjadi kebiasaan barunya untuk mengusir rasa bosan kala menjaga Donghae yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan memejamkan matanya.

Ceklek …

Gagang pintu tersebut kembali ditekan yang menyebabkan pintu tersebut kembali terbuka, Sungmin menoleh sekedar untuk mengetahui siapa yang memasuki ruang rawat madunya walau hanya terdapat empat pilihan : dokter, Kibum, perawat, dan petugas kebersihan.

Dimana Eunhyuk? Dimana Heechul dan Hangeng? Dimana Yunho? Salahkan keegoisan Kim Kibum yang tidak ingin sakitnya Donghae diketahui siapapun hingga hanya ia dan Sungminlah yang menjaga Donghae bergantian.

“Aku membawa makanan, makanlah dulu.” ungkap Kibum lembut pada Sungmin yang mengacuhkan dia, setelah mengetahui yang datang menjenguk Donghae adalah suaminya.

“ … ”

tak ada jawaban, hanya terdengar suara selembar kertas yang termuat dalam buku yang baru saja selesai dibaca oleh Sungmin. Kibum menghela nafas, ia kemudian menaruh kantung plastik itu di atas meja nakas, setelahnya ia berjalan menuju sofa dan menyalakan televisi.

Beberapa saat hening melanda di dalam kamar rawat yang terbilang mewah itu, hingga Sungmin yang merasa sensasi aneh di perutnya, ia menutup mulutnya kemudian bergegas memasuki kamar mandi.

“Hoeek! Hoek!” ia memuntah-muntahkan cairan bening yang mungkin penyebab sensasi aneh di dalam perutnya.

“Kau tak apa?” tanya Kibum khawatir seraya memijit tengkuk istri keduanya.

“Entahlah, aku tak tahu.” Sahut Sungmin yang kemudian memijit pelipisnya.

“Lebih baik kau pulang saja, biarkan aku yang menjaga Donghae.” Tawar Kibum.

“Kemudian meracuninya eoh?” tanya Sungmin sinis dengan tatapan tajamnya.

“Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?” Kibum balik bertanya, tidak terima.

“Aku hanya menebaknya saja!” jawab Sungmin enteng kemudian berlalu dari hadapan Kibum, wanita itu kembali menghampiri Donghae sekedar untuk merapikan selimut yang membalut sebagian tubuh wanita yang tengah tidak sadarkan diri tersebut.

“Sebentar lagi habis.” Gumamnya ketika ia mendongakkan kepala untuk melihat isi infus Donghae. Ia kemudian menekan bel agar ada perawat yang akan mendatangi ruangan ini untuk mengganti infus Donghae.

Sementara itu …

“Apa maksudmu? Rencana apa?” Yunho balik bertanya pada Kyuhyun yang kembali menyerigai.

“Santai sajalah tuan Jung! Aku hanya bertanya apa kau memiliki rencana lain, kau tidak perlu menanggapi secara hiperbola.” Jawabnya santai seraya memainkan map biru di tangannya.

“Tidak ada!”

“Benarkah? Aku sudah lama mengenal Lee ah maksudku Kim Donghae, kupikir dia mengagumkan.” Ujar Kyuhyun dengan pandangan menerawang, Yunho menyerigai.

‘Ingin mempermainkanku bocah kecil?’ Yunho membatin kemudian tersenyum.

“Baiklah tuan Cho, aku mengaku. Kau tahu? Aku bersyukur, sangat bersyukur ketika aku mengetahui Kim Kibum yang telah mengambil harta dari Lee Donghae, terlebih ketika aku mengetahui fakta kehidupan rumah tangga keduanya yang jauh dari kata harmonis, berbanding terbalik dengan pesta pernikahan mereka yang mewah.” Jelas Yunho yang kemudian menatap sekilas pada Kyuhyun, pemuda berambut coklat ikal itu mengangguk.

“Darisana aku bersikap layaknya pahlawan bagi wanita itu, dan ia begitu mempercayaiku. Sebenarnya itu dirasa wajar karena ia merasa tidak memiliki siapapun di dunia ini, jadilah ia yang mudah silau dengan kebaikan orang yang berniat menolongnya. Aku sungguh harus berterima kasih pada Kim Kibum yang telah membuat istrinya menderita lahir dan batin.” Lanjut Yunho kemudian tersenyum, sedang Kyuhyun telah mengepalkan tangannya.

“Memanfaatkan kepercayaan yang diberikan olehnya eoh? licik sekali!” komentar Kyuhyun berpura-pura miris, yang disambut gelak tawa oleh orang yang dimaksud.

‘Kena kau!’ batin Yunho yang kemudian kembali meyerigai pada Kyuhyun.

“Sebenarnya aku tidak yakin jika anak yang dikandungnya adalah anak dari suaminya.” Pernyataan itu tentu menarik perhatian Kyuhyun, terbukti dari tatapannya yang menyipit pada Yunho.

“Jangan bilang kau telah?” ambigu, Kyuhyun memang sengaja tidak menyempurnakan pertanyaannya karena yunho pasti dapat menebak maksudnya bukan?

“Ayolah Cho Kyuhyun! Kenyataannya Kim Donghae adalah seorang perempuan yang sudah menikah namun tidak bahagia dengan pernikahannya, tentu ia mencari pelampiasan untuk menyalurkan kebutuhan biologisnya bukan? Dan tentu, ia memintaku untuk memenuhinya, dan aku tidak dapat menolak itu, apapun alasannya.” Jawab Yunho enteng, ekor matanya melirik Kyuhyun yang telah mengeraskan wajahnya, jika tatapan bisa membunuh, bisa dipastikan Jung Yunho telah terkapar tanpa nyawa kini.

“Seperti yang kau bilang tadi, ia mengagumkan. Aku mengakuinya, sentuhannya begitu hangat dan mencandu.” Lanjut Yunho memejamkan mata kemudian kembali menatap Kyuhyun dengan senyum merekah.

“Cukup!” ujar Kyuhyun yang telinganya sudah terasa begitu panas mendengar penuturan Yunho yang belum tentu kebenarannya, terlebih ia yang tidak sepenuhnya percaya, namun tetap saja itu menyakitkan.

“Hentikan semua omong kosongmu itu!” hardiknya, Yunho tersenyum manis.

“Begitukah? Tidak penting kau percaya padaku atau tidak, kau tidak buta dan tidak tuli, kau pasti bisa mengukur seberapa besar kepercayaan Donghae padaku.” Kembali ia berujar diakhiri senyuman di wajah penuh kharismanya, ingin rasanya Kyuhyun merobek mulut itu kini.

Di rumah sakit …

“Terima kasih.” Ungkap Sungmin seraya tersenyum dengan cantiknya pada perawat yang baru saja mengganti infus Donghae dengan infus yang baru.

“Sama-sama nyonya, tuan, saya permisi dulu.” pamit perawat itu yang kemudian undur diri setelah tersenyum pada Kibum dan Sungmin.

“Uggh!” rintih Sungmin yang kemudian tubuhnya limbung, beruntung Kibum yang dengan sigap menyambut tubuhnya sebelum mencium dinginnya lantai.

“Lebih baik kau pulang saja, aku akan mengantarmu!” ujar Kibum yang dibalas gelengan oleh Sungmin.

“Suruh tuan Park menjemputku disini saja, lebih baik kau menjaga Donghae, siapa tahu ia butuh apa-apa nanti.” Tanggap Sungmin seraya menduduki sofa, Kibum walaupun tidak menjawab namun ia mengambil ponsel dari saku celananya,menghubungi supir mereka, tuan Shin.

.

.

Dalam hitungan dua kali sepuluh menit, tuan Shin memasuki kamar rawat Donghae untuk menjemput Sungmin. Sebelum pergi, Sungmin memberi tatapan tajamnya pada Kibum, seolah mengancam pria itu jika berani berbuat macam-macam pada Donghae yang sedang tidak berdaya.

Setelah berdua saja dengan Donghae, Kibum kemudian mengeluarkan sebuah PSP berwarna putih dari dalam saku celananya yang lain. Ia kemudian kembali mendudukkan diri pada sofa dengan pandangan hyanya tertuju pada benda mungil pengusir kebosanan tersebut hingga,

“Eunngh!” Lenguhan Donghae membuyarkan konsentrasinya pada PSP, ia kemudian berjalan menghampiri wanita itu.

“Ada yang kau inginkan hhm?” tanya Kibum berbisik tepat di telinga Donghae.

“Ha..us,” jawabnya, Kibum langsung saja mengambilkan sebuah botol yang berisi air mineral, dibukanya segel dan tutup botol itu yang kemudian di dekatkannya pada wajah Donghae, tentu sebelumnya telah ia beri sedotan agar wanita itu lebih mudah meminumnya.

“Sudah?” tanya Kibum retoris, karena Donghae sudah melepaskan sedotan tersebut dari mulutnya, meskipun begitu Donghae tetap mengangguk.

Sejenak Donghae menatap pada perutnya yang semakin membuncit, ia tersenyum kemudian mengelus-elusnya seraya bersenandung kecil.

Kibum memperhatikannya sejenak sebelum berbisik lagi, “kenapa kau tidak mati saja eoh?” Donghae reflex menoleh pada Kibum yang kini memandangnya dengan sebelah alis yang terangkat, wanita itu menyernyit namun ia tetap mengelus perutnya.

“Kau menyusahkan!” ujar Kibum lagi, apa ini dapat disebut dengan upaya pembunuhan karakter?

“Kau menyebalkan!” sahut Donghae dengan bibir yang mengerucut, Kibum tersenyum simpul.

“Huh!” Dengusnya, beberapa detik kemudian tawa kecil terdengar dari bibir keduanya. Rupanya mereka tengah bercanda kecil, dimana kemudian Kibum kembali memperhatikan Donghae yang kembali bersenandung dengan memejamkan matanya, tak lupa dengan tangan yang masih mengelus perutnya lembut.

“Kau tidak lelah menutup mata terus eoh?” Kibum kembali berbisik tepat di telinganya, Donghae menatapnya kemudian mengulum senyum.

“Bukankah tadi kau menyuruhku mati?” wanita itu melayangkan pertanyaan yang tadi Kibum tanyakan padanya, sekedar menggoda suaminya namun,

“Kau pikir aku tidak menyadarinya sejak awal, saat malam pertama kita, kau sudah tidak suci lagi!” Kembali Kibum berbisik, perlahan namun begitu jelas, terdengar menuding walau itu benar adanya, namun sesungguhnya Kibum tidak pantas mengungkit hal itu karena ia pun sudah pernah meniduri Sungmin bahkan menghamilinya diluar pernikahan, hanya saja bayi yang ada di kandungan Sungmin gugur tepat setelah Kibum dan Donghae mengikrarkan janji suci sehidup semati.

Donghae terengah, ia kemudian menatap mata kelam Kibum, berharap pria itu hanya bercanda seperti yang ia lakukan di menit sebelumnya, namun hanya keseriusan yang ia dapat.

Tes

Setetes air mata lolos dari mata sayu Donghae, kalimat itu sungguh menyakitkan hatinya. Namun setelahnya, ia hanya menunduk tanpa ingin menjawab, hanya tetes demi tetes air mata yang tidak bisa ia cegah yang kemudian mengaliri kedua pipinya, setelahnya, cairan bak kristal itupun diserap oleh bantal.

Bukankah itu sesuatu yang sia-sia? Menangis karena suatu hal, setelah air mata itu keluar, dengan mudahnya sesuatu yang berserat menyerap kemudian menghilangkan jejaknya, sedangkan beban di hati tidak mudah hilang semudah itu, tidak semudah spons yang menyerap air.

Setelah itu?

Kibum beranjak pergi dari ruangan itu tanpa mengucapkan apapun, meninggalkannya seorang diri. Donghae tetap diam, sekian menit berlalu ia menyeka air mata dari sudut matanya, ia dongakkan kepalanya seolah mencegah jatuhnya air mata itu.

Di menit berikutnya, Donghae dengan kantong infus di tangannya yang ia sejajarkan dengan kepalanya telah berada di luar kamar rawat. Ia yang merasa penat jika terus terkurung di dalam ruangan seba putih memutuskan untuk berjalan-jalan keluar sebentar sekedar mencari udara segar, lagipula kesempatan ini sangat jarang terjadi, dimana Kibum dan atau Sungmin tidak menjaganya.

Ia kemudian berjalan dengan agak megendap, takut-takut jika ada salah seorang perawat yang mengenalinya, yang kemudian menggagalkan keinginannya kali ini.

Donghae tersenyum puas ketika telah keluar dari bangunan rumah sakit, bergegas ia melangkahkan kaki meninggalkan wilayah rumah sakit ternama tersebut.

Donghae kini berjalan riang di malam hari, sepertinya mencari udara segar tidak pantas dijadikan alasan sekarang, karena yang ada hanyalah angin malam yang menusuk tulang. Namun Donghae tetap berjalan seraya mengelus perutnya, sepertinya ia sudah bisa melupakan perkataan Kibum tadi untuk sementara.

“Hujan?” gumamnya ketika butiran air dari langit ia rasakan di sebelah telapak tangannya kini, sedangkan tangan yang lain masih setia memegang infus. Ia kemudian tersenyum dan kembali melangkahkan kakinya tanpa tujuan dengan hujan yang semakin deras saja.

Jika kau tengah menangis dan tidak ingin orang lain mengetahui tangisanmu, maka berbaurlah dengan hujan. Sesungguhnya hujan dapat menjadi pelipur lara tersendiri bagimu yang sedang berduka.

Begitupun dengan Donghae, ia tampak menikmati deras air hujan yang mengguyur tubuhnya. Dingin menusuk tulang tidak ia hiraukan, resiko akan sakit pun seperti terlupa, ia justru tersenyum seraya merentangkan sebelah tangannya dengan kepala yang mendongak, seolah menantang langit dengan mata yang terpejam.

TIIIIIT!

“Akh!”

To Be Continue ?

Dihimbau bagi siapapun yang merasa bosan dengan FF ini ataupun menginginkan berakhirnya FF ini secepat mungkin, bisa berhenti membaca FF Option sekarang juga, daripada anda melayangkan protes pada saya pada akhirnya, yang akan membuat saya malas untuk melirik FF yang satu ini.

Terkesan plin-plan memang, namun saya memiliki rencana lain untuk FF ini, jadi kemungkinan END akan tertunda beberapa chap lagi, bisa jadi akan digenapkan menjadi 20 chap, mungkin, tapi entahlah.

Sekedar ingin memberitahu, Saat mengetik chap ini, saya terkadang menyanyikan sebuah lagu yang intronya memiliki lirik :

I’m so lonely Broken Angel

I’m so lonely listen to my heart

Ada yang tahu lagi ini mungkin, bisa mendengarkannya saat membaca FF Option, walau gak sama persis sih maknanya dengan FF ini.

 

FF ini semakin membingungkan? Beritahu saya dimana letak kebingungan anda selain jumlah chap di kolom komentar.

Jadi, tolong tinggalkan jejak anda di kolom komentar, saya membutuhkannya untuk masukan dalam menulis.

Semua ada timbal baliknya, anda ingin FF, saya ingin tanggapan dari pembaca sekalian, adil bukan?

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 18 April 2013, in Fanfiction, Option and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 19 Komentar.

  1. aduhh jdi bngung sndri, lncat bca 2 chap yg d protek bkin pusingg. kok jdi gni, kok jdi gtu… huwaaa…

    Suka

  2. ga sabar nih nunggu chapter 19 nya.. fighting ya mimin

    Suka

  3. gue heran deh ama kibum,,
    sebenernya gimana sih atinya dia ke donghae,,
    bentar2 baek bentar2 jahat,,
    yunho lagi yg awalnya baek banget sebaek malaikat pelindung ternyata juga srigala berbulu domba.
    satu2nya harapan gue kyuhyun bakal baek ama donghae!!
    lanjut chingu^^

    Suka

  4. Jangn hilangkan senyum dari bibir donghae ya,walau kibum terus menerus menyakiti donghae… Donghae fighting!!!
    Sungmin hamil…???

    Suka

  5. bnyk konflik nih tpi ttep seru crita.x😀
    hdp.x donghae sengsara bgt yah ,,kga tega lht hae nangiz
    lanjut ne ff.x?

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: