Fanfiction Sleeping Hae Chapter 4

Cover Fanfiction Sleeping Hae by Nazimah Elfish

Title : Sleeping Hae

Author : Nazimah Agustina

Pair : KiHae (Kibum x Donghae)

Cast : Kim Kibum, Lee Donghae, and Other Super Junior Member

Genre : Hurt/Comfort, drama, romance

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Rating : Teen

Summary : Kisah salah seorang rapper dari boyband Super Junior bersama seorang ‘Putri Tidur’.

Warning : Gender Switch! OOC! Tema dengan cerita yang aku yakin sudah pernah dipublikasikan sebelumnya, RnR.

Disini Kibum tidak pernah hiatus dari Super Junior, Donghae bukan anggota Super Junior, dan  Kibum umurnya lebih tua sekitar 8 tahun dari Donghae (untuk keperluan cerita).

(25-8 = 17 tahun)

.

.

.

Tidak suka? tidak usah dibaca. Gampangkan?

.

Sebelumnya …

“Aku antar pulang eoh?” tawar Kibum mensejajarkan langkahnya dengan langkah Donghae yang melompat, namun gadis itu hanya menatapnya sebentar kemudian tersenyum. Akhirnya Kibum diam, mengikuti langkah gadis itu dengan langkah yang melompat juga.

Kibum berhenti melangkah ketika Donghae yang juga berhenti, berhenti di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun terawat.

“Ini rumahmu Donghae-ya?” tanya Kibum menoleh pada Donghae, Donghae balas menoleh dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.

Donghae kemudian melangkahkan kakinya riang tanpa beban memasuki rumah tersebut, betapa herannya Kibum ketika pintu rumah itu tidaklah terkunci sehingga Donghae hanya perlu menekan kenop pintunya dan ia dapat memasuki rumah tersebut.

“Setidaknya aku sudah tahu tempat tinggalnya, selamat malam gadis kecilku!” ucapnya kemudian tertawa kecil.

Dan ketika Kibum berbalik, ia memukul kepalanya sendiri, “Oke, sekarang bagaimana aku pulang?” tanyanya, ia mengusap wajahnya kesal.

.

.

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Sleeping Hae ~

~ Chapter 4 ~

.

.

Keesokan harinya …

Back stage …

“Apa dia begitu lelah?” Siwon berbisik pada Leeteuk seraya memandang Kibum, memandang ia yang tertidur pada saat di make up oleh perias mereka.

“Mungkin saja Wonnie-ah! Beberapa hari ini ia lebih banyak mengkonsumsi vitamin dari biasanya.” Sahut Leeteuk yang dijawab ‘oh’ oleh Siwon.

“Tadi malam apa ia pulang ke dorm? Jam berapa?” Kangin menimpali setelah bergabung dengan keduanya.

“Tidak, dia tidak pulang ke dorm, mungkin dia pulang ke rumahnya.” Jelas Leeteuk lagi.

Pukul 01.00 PM

Kibum menghentikan laju mobilnya di depan sebuah rumah sederhana namun terawat, tempat ia mengantar pulang Donghae semalam. Dilihat di siang hari, rumah ini terlihat lebih indah.

Tok… tok… tok…

Ceklek

“Siapa ya?” seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu bertanya pada Kibum.

“Kim Kibum imnida.” Kibum mengenalkan diri dengan membungkuk, perkenalan secara formal. Ia tidak memakai embel-embel ‘Super Junior’ di belakang namanya karena ia tidak ingin dilihat sebagai seorang idol, ia ingin dilihat sebagai orang biasa, kalau bisa dianggap sebagai teman.

“Ada keperluan apa Kibum-sshi?” wanita itu bertanya setelah membukakan pintu rumahnya lebih lebar seraya tersenyum pada Kibum.

“Saya ingin menemui seseorang, Donghae.” Jawab Kibum, wanita paruh baya itu menyernyitkan dahi.

“Kau mengenal putriku?” tanya sang wanita paruh baya yang merupakan ibu dari Donghae itu.

“Oh, yeah, ahjumma.” Kibum menjawab seraya tersenyum canggung.

“Ikut aku,” ujarnya kemudian berjalan memasuki rumahnya, yang diekori oleh Kibum.

“Dia sedang tidur.” Ungkap ibu Donghae pada Kibum, keduanya kini berada di depan kamar Donghae.

“Kenapa kau tidak bilang? Tidak perlu membangunkannya ahjumma. Sebaiknya aku datang lain kali saja.” Ujar Kibum merasa tidak enak jika harus membangunkan Donghae yang tidur siang.

‘Pantas saja dia bergadang, dia tidur siang.’ Nilai Kibum dalam hati.

.

.

.

Dorm

Ceklek

“Aku pulang.” Salam Kibum seraya memasuki dorm, ia ingin langsung pergi ke kamar namun dicegah oleh hyung-hyungnya yang sedang berkumpul.

“Aku mengantuk hyung!” elaknya ketika Siwon merangkulnya, mengajaknya untuk bergabung dengan yang lainnya.

“Ayolah! Sudah lama kita tidak bersantai bersama Bummie!”

“Aku yakin Kibum punya cerita yang bagus! Ayo ceritakan pada kami Bummie!” setelah berujar demikian, Eunhyuk menyusul Siwon dan Kibum yang masih berada di depan kamar, membantu Siwon mengajak –lebih tepatnya memaksa- Kibum bergabung dengan yang lain.

“Bercerita? tidak ada yang menarik!” elaknya ketika telah terduduk di antara member lainnya.

“Bagaimana jika kau menceritakan tentang pertemuanmu dengan seorang gadis di taman bermain itu?” Kyuhyun memberi saran, yang secara kompak diamini oleh yang lainnya.

“Itu,” satu kata yang keluar dari mulut Kibum, ia kemudian memandang satu-persatu hyungnya juga Kyuhyun, dan ia menghela nafas pasrah ketika pandangan mereka tertuju padanya.

“Eumm, apa kalian semua tahu cerita dongeng Sleeping Beauty?” ia mulai membuka cerita dengan memberi pertanyaan, dilihatnya semua member mengangguk.

“Sleeping Beauty, adalah sebuah dongeng yang menceritakan tentang seorang putri yang tertidur lama sekali setelah memakan apel dari nenek sihir.” Sahut Siwon, Kibum tersenyum seraya mengangguk.

“Apa kalian percaya dengan semua itu?” tanya Kibum lagi, beberapa member menjawabnya dengan gelengan, namun ada juga yang malah tertawa dengan pertanyaan Kibum yang terdengar konyol tersebut.

“Itu hanya dongeng, Kibummie!” ujar Eunhyuk setelah meredakan tawanya.

“Tapi Sleeping Beauty itu memang ada!” sergah Kibum serius, detik berikutnya suasana menjadi hening, semua sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Flashback

“Kenapa kau tidak bilang? Tidak perlu membangunkannya ahjumma. Sebaiknya aku datang lain kali saja.” Ujar Kibum merasa tidak enak jika harus membangunkan Donghae yang tidur siang.

‘Pantas saja dia bergadang, dia tidur siang.’ Nilai Kibum dalam hati. Ia kemudian melihat-lihat sekitar, pandangannya jatuh pada pojok ruangan yang terdapat meja, di atas meja tersebut terdapat figura-figura yang di dalamnya terdapat photo. Kibum kemudian melangkah menghampiri pojokan itu, memandangi satu-persatu photo tersebut, ia menyernyitkan dahi seraya menunjuk beberapa photo yang menurutnya tidak biasa.

Photo yang diambil saat Donghae tertidur, ada yang saat keluarganya piknik, baik itu ke taman hiburan ataupun pantai. Bahkan, pada acara ulang tahun ke enam belas dimana Donghae berada di depan kue ulang tahun tersebut, namun ia tertidur.

“Apa kau merasa bingung nak?” pertanyaan ibu Donghae membuyarkan lamunan Kibum yang memang bertanya-tanya dalam hati perihal photo-photo tersebut.

“Iya ahjumma, kenapa tidak dibangunkan saja untuk berphoto?” tanyanya, ibu Donghae tersenyum sebelum berkata,

“Bila ia ingin tidur, dia akan tidur tidak mengenal tempat dan waktu.”

“Maksudmu?” Kibum kembali bertanya.

“Kapan dan dimana kau mengenalnya?” bukannya menjawab, ibu Donghae kembali memberikan pertanyaan pada Kibum.

“Di taman bermain, saat dinihari.” Jawabnya, namun Kibum kemudian merasa bingung karena ibu Donghae yang tampak tenang-tenang saja mendengar jawaban Kibum.

‘Kenapa ia tidak bertanya mengapa Donghae bisa berada disana saat itu?’ batinnya bergejolak, ada kegeraman juga karena ia yang menilai bahwa wanita paruh baya di dekatnya ini tidak begitu memperhatikan putrinya sendiri. Semakin bertambah kebingungan Kibum kala melihat ibu Donghae malah tersenyum.

“Jadi ia memang berjalan-jalan saat larut malam?” tanyanya masih mengulum senyum, Kibum hanya mengangguk ragu.

“Artinya aku tidak salah membiarkan pintu tidak terkunci.” Lanjutnya yang sukses membuat Kibum tidak dapat menyembunyikan kebingungannya lagi.

“Kenapa kau berbicara seperti itu huh?” Kibum bertanya agak ketus yang dijawab tetap dengan keramahan oleh ibu Donghae, dan juga santai.

“Beberapa waktu lalu, ketika aku yang ingin melihat putriku sekali lagi, aku mendatangi kamarnya dan tidak kudapati ia berada disana, kemudian aku mencarinya ke segala penjuru rumah namun nihil, akhirnya aku mengecek pintu utama, tidak terkunci, dan itu saat dinihari. Esok paginya aku kembali mengecek kamar putriku, dan aku bersyukur ia telah kembali.” Kibum berusaha mencerna kata tiap kata yang keluar dari mulut ibu Donghae, namun ia masih merasa bingung.

“Kenapa kau begitu tenang? Bisa saja putrimu mengalami kejadian burukkan waktu itu?” adalah satu dari sekian banyak pertanyaan yang keluar dari bibir Kibum.

“Kupikir siapapun yang melihat putriku berjalan di tengah malam dengan menggunakan gaun tidur, terlebih dengan kulit pucat serta rambut yang tergerai, tidak akan ada yang berani mendekatinya, apalagi berniat jahat padanya.” Sahut ibu Donghae enteng, seandainya rahang Kibum bisa jatuh, mungkin itulah yang akan terjadi padanya saat ini karena mendengar penuturan wanita paruh baya tersebut.

Meskipun begitu, diam-diam Kibum membenarkan dalam hati, kesan pertama saat bertemu Donghae waktu itu adalah seram dan mencekam, sejahat apapun orang, pasti akan berpikir ulang untuk mengganggunya.

“Kecuali kau tentunya.” Lanjut ibu Donghae kemudian terkikik kecil, Kibum hanya dapat bersungut, ia merasa dipermainkan oleh ibu dan anak sekarang, kenapa?

Pertama, sang anak yang sangat irit berbicara, sanggup membuat Kibum merasa seperti orang bodoh.

Kedua, sang ibu yang walau tidak seperti sang anak, namun tetap membuat Kibum terlihat layaknya orang bodoh.

Flashback END

Hening, semua terfokus pada cerita Kibum, namun sesaat setelah Kibum bercerita, tawapun pecah dari semua member, kecuali Kibum yang merengut.

“Kau belum bercerita tentang Sleeping Beauty itu!” protes Kyuhyun, yang lain tampak berusaha meredakan tawanya.

“Kibum-ah! Aku ingin sekali bertemu dengan ibu dan anak itu!” timpal Kangin kemudian kembali tertawa.

“Kibum!” protes Kyuhyun lagi, Kibum menatapnya kemudian mengangguk.

Flashback

“Donghae tidak masuk sekolah?” Kibum kembali bertanya pada sang ibu yang dijawab berupa gelengan dari wanita itu.

“Kenapa? itu sudah menjadi haknya mendapatkan pendidikan.”

“Dia berhenti bersekolah karena seringkali kedapatan tertidur saat pelajaran berlangsung.”

“Huh? Hanya karena itu dan ia harus putus sekolah?” rasa tidak suka itu kembali terdengar dari bibir Kibum, tentu ia merasa tidak puas dengan jawaban ibu Donghae, namun ibu Donghae tetap tersenyum mendengarnya.

“Putriku adalah Putri Tidur masa kini.” Kibum mengangkat sebelah alisnya mendengar pernyataan konyol tersebut, setelahnya ia memandang ibu Donghae dengan pandangan risihnya.

“Putriku pernah tidur selama lima belas hari.” Lanjut ibu Donghae memandang salah satu photo Donghae yang sedang tidur. Kibum terhenyak, ia mulai mengingat-ingat, termasuk mengingat masa sekolahnya dulu, penjelasan tentang pernyataan ibu Donghae yang mirip dengan teori yang pernah ia baca.

“Dia memang seorang Putri Tidur, penyebabnya sendiripun tidak begitu jelas kenapa.” kali ini nada bicara ibu Donghae tidak setenang seperti yang sebelum-sebelumnya, sedang Kibum bungkam, ia masih ingin mendengar cerita dari ibu Dongahe.

.

.

“Sleeping beauty?” nyonya Lee -ibu Donghae- bertanya dengan kening berkerut pada dokter di depannya.

“Iya nyonya.”

“Penyakit apa itu? kenapa namanya aneh sekali?”

“Sindrom Kleine –Levin, atau yang lebih dikenal dengan Sleeping Beauty, adalah penyakit syaraf yang langka, dimana penderita tidak bisa mengontrol rasa kantuknya. Ditandai dengan masa-masa tidur berlebihan dan mengubah perilaku penderitanya.” Jelas dokter itu sabar, ia berhenti sebentar untuk melihat reaksi nyonya Lee, tampak wanita paruh baya lebih terkejut dengan apa yang didengarnya.

“Itu adalah penyakit tidur yang berkepanjangan, jika penyakit itu kambuh maka putri nyonya akan tidur dan terbangun dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan.” Lanjutnya lagi.

.

.

Ceklek

“Donghae?” nyonya Lee terkejut ketika ia yang baru saja  keluar dari ruangan dokter, telah mendapati sang anak tengah tidur pulas di kursi tunggu. Dengan geram nyonya Lee berjalan menghampiri sang putri yang tengah membaringkan dirinya di kursi tunggu kemudian,

“Donghae-ah! Bangun sayang.” Ujarnya lembut seraya mengguncang pelan pundak sang putri yang tidak bergeming.

“Donghae, Donghae, bangun sayang, kita pulang.” Nyonya Lee terus berusaha membangunkan Donghae yang tidak kunjung terjaga, membuat wanita paruh baya itu menggeram, ia menguatkan guncangannya pada tubuh Donghae, disertai beberapa cubitan pada lengannya.

“Hae lelah Bu!” gumam Donghae yang akhirnya terjaga juga karena merasa begitu terganggu dengan ulah sang ibu, namun itu berlangsung sangat singkat karena ia yang kembali memejamkan matanya.

“Lelah kau bilang? Yang kau lakukan hanya tidur Lee Donghae!” ujar nyonya Lee membentak putrinya sendiri, bisa ditebak jika wanita itu belum bisa menerima keadaan putrinya kini.

“Bangun! Ayo kita pulang!” Nyonya Lee mengucapkannya dengan kesal, tidak memperdulikan mereka sedang berada di tempat umum, ia menarik pergelangan tangan Donghae, menyeret Donghae untuk mengikuti langkahnya.

“Bu! Ibu!” Donghae merengek dengam mata sayunya, berjalan tertatih dibelakang sang ibu yang tidak menghiraukannya.

“Sakit bu!” pengunjung lain memperhatikan keduanya sedari tadi, mereka yang awalnya merasa aneh dengan Donghae yang dengan mudahnya tidur di muka umum, kini malah mengasihani gadis belia itu.

BRUUK!

Donghaepun akhirnya jatuh karena tidak bisa lagi menahan kantuknya, membuat nyonya Lee merasa bersalah yang kemudian menangis, memangku kepala sang putri, sedang pengunjung dan beberapa perawat yang ada disana datang mendekati mereka.

Flashback END

“Begitulah ceritanya, kalian sudah puas eoh?” tutup Kibum kemudian beranjak memasuki kamar, meninggalkan sebelas member yang terpaku, tidak menyangka jika salah satu diantara mereka dapat mengenal seseorang yang mengidap penyakit demikian.

Derit ranjang menandakan ada seseorang yang berada di atasnya, Kibum yang menduduki ranjang tersebut sejenak mengusap wajahnya. Ia kemudian merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal, terlebih rasa kantuk berat yang menyerangnya kini. Perlahan ia membaringkan tubuhnya ke kasur dengan wajah yang menghadap langit-langit kamarnya yang berwarna putih polos, serta kedua lengan yang ia jadikan bantal.

“Jadi ia tidak pergi ke taman selama seminggu lebih karena tertidur.” Gumamnya masih menatap langi-langit kamar.

“Kasihan sekali, padahal masa depannya masih sangat panjang.” Lanjutnya kemudian menghela nafas.

“Kapan kau akan terbangun eoh? apa seperti cerita yang ada di dongeng itu? pangeran yang akan mencium sang putri?”  Kibum tertawa kecil, ia merasa lucu jika itu benar adanya.

Ia kemudian mengingat-ingat kembali memorinya bersama Donghae juga ibunya sebelum kemudian berkata, ”kuharap esok kau sudah terbangun.”

“Aku harus memanggilmu apa? Sleeping Beauty?”

“Tidak, tidak. Sleeping Hae lebih cocok.” Ia kembali tertawa kecil, tidak lama kemudian Kim Kibum telah pergi ke alam mimpi.

.

To Be Continue?

Sejujurnya aku bingung dengan FF ini, tapi aku tetap dan akan berusaha menyelesaikannya, seperti FF lainnya.

KiHae momentnya gak ada? Hae kan lagi tidur, lol.

Related Post :
Other Post :
Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai,

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 27 April 2013, in Fanfiction, Sleeping Hae and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: