Father and His Crying Son

Title : Father and His Crying Son

Author : Nazimah Agustina

Cast : Kim Kibum, Cho Kyuhyun, and Lee Donghae

Pair : KiHae (Kibum x Donghae)

Genre : Family, Drama, and Romance

Rating : Kids

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Ini adalah sekuel dari My Wife and My Life

Warning : Gender Switch! Don’t like? Don’t read! If you read, don’t forget to review.


“Oeeek! Oeeek!” Kibum terkejut kala mendengar suara tangis seorang bayi yang merupakan suara putra semata wayangnya, namun keterkejutan itu hanya terjadi sesaat karena dengan sigap ia menghampiri Kyuhyun yang menangis di kamarnya.

“Cup cup cup sayang!” ujarnya setelah balitanya itu ia dekap seraya menepuk punggungnya pelan. Namun anak dalam dekapannya itu tidak kunjung reda tangisannya, membuat Kibum kebingungan.

Dengan Kyuhyun masih berada dalam dekapan, Kibum berjalan menuju dapur berniat membuatkan susu formula untuk Kyuhyun, walau agak kesusahan karena Kyuhyun yang masih ia dekap dan menangis dengan sangat dekat telinga Kibum, ia tetap mempersiapkan susu itu dengan telaten, setelah siap ia coba susu itu sedikit, sekedar mengukur apakah susu tersebut terlalu panas untuk anaknya atau tidak.

“Pas!” ungkapnya tersenyum, setelahnya ia berikan pada Kyuhyun, didekatkannya botol susu itu pada bibir Kyuhyun namun ditolak oleh sang anak, malah tangisannya semakin nyaring terdengar, kembali Kibum dilanda kebingungan.

“Cup! Cup! Ini appa sayang!” ujarnya lagi kembali menepuk serta mengelus punggung anaknya sayang, ia dekap lebih erat putranya seakan memberi sinyal pada Kyuhyun jika ia tidak perlu risau ataupun takut, karena ada Kibum yang akan melindunginya.

Namun itu tidak berlangsung lama, nyatanya Kyuhyun kembali menangis, Kibum kemudian berjalan-jalan, masih berada di dalam rumah, siapa tahu tangisan Kyuhyun akan mereda bahkan berhenti.

Kibum mengangkat gagang telephone yang ada di ruang tamu, ia ingin menghubungi Donghae yang kini sedang menghadiri fashion show namun, urung ia lakukan. Kibum berpikir jika istrinya pasti sedang berbincang dengan para designer yang merupakan rekan bisnis Donghae, pasti sibuk, pikir Kibum.

Lagipula? Selama Kibum bekerja, ia tidak tahu seberapa repot Donghae mengurus Kyuhyun, jadi, anggap saja ia menggantikan Donghae malam ini.

“Oeek! Oeek!” tangisan Kyuhyun membangunkan Kibum dari pemikirannya, ia tepuk bokong putranya sayang sembari beberapa kali mengecup pucuk kepala Kyuhyun.

Nyanyian pengantar tidur Kibum senandungkan, berharap putranya akan terlelap kembali, namun ia harus menelan kecewa karena itu, tidak pernah terjadi.

Kibum kembali memasuki kamar, membaringkan Kyuhyun di dalam box bayi yang ada di kamarnya dan Donghae. Namun, Kyuhyun tidak kunjung mau berbaring dan tertidur, meski Kibum berkali-kali telah membaringkannya,  anak itu terus saja memberontak dan kembali terduduk dengan tangisan yang tidak kunjung berhenti.

“Merindukan eommamu eoh? Dia sedang sibuk.” Kibum ajak bicara Kyuhyun yang masih menangis, kedua tangan mungil Kyuhyun kemudian terangkat, meminta Kibum untuk kembali mendekapnya. Kibum menghela nafas, ia tersenyum kemudian menyambut uluran tangan putranya, kembali ia dekap erat putranya meskipun, ada kesal juga di hatinya, kesal karena mengurus bayi itu ternyata repot.

Kibum berjalan mengelilingi kamarnya dengan nyanyian kecil yang ia senandungkan untuk putranya, hingga ia yang merasa lelah juga bosan, Kibum kemudian terduduk di pinggir ranjang, karena pegal ia kemudian membaringkan Kyuhyun di kasur dengan ia yang juga ikut berbaring di sebelahnya seraya menepuk-nepuk pelan pada bokong juga punggung Kyuhyun.

Hasilnya? Kyuhyun berhenti menangis meskipun tidak tertidur, setidaknya belum, itulah yang ada di pikiran Kibum kemudian tersenyum manis pada putranya. Kyuhyun kemudian bangun, merangkak menuju perut Kibum, kemudian menjadikan perut sang ayah sebagai bantal.

Kibum terheran sebenarnya, tapi ia lebih memilih untuk membiarkan tingkah Kyuhyun hingga di dengarnya dengkuran halus dari bibir mungil putranya itu. Kibum menyunggingkan senyum terbaiknya, ia coba bangun yang artinya ia harus menyingkirkan Kyuhyun dari perutnya namun, sulit. Kyuhyun tidak mau beranjak dari peut Kibum membuat si pemilik perut kesusahan untuk terbangun. Entah sudah yang ke berapa kali, Kibum menghela nafas, ia kemudian pasrah, memilih mengalah dengan kembali berbaring dan memejamkan mata. Beberapa menit berlalu, terdengar dengkuran lain yang keluar dari bibir Kibum, rupanya ia telah menyusul putranya menuju alam bawah sadar.

Donghae membuka pintu utama dengan hati-hati, ada perasaan bersalah yang tertoreh di hatinya pada Kibum karena pergi terlalu lama. Donghae takut jika Kyuhyun terbangun dan menangis sedangkan Kibum yang juga sibuk dengan pekerjaan akhirnya memilih untuk menidurkan Kyuhyun terlebih dulu.

Donghae mencelos, pukul 01.29 dan ia baru memasuki kediamannya? Ia kemudian bergegas menuju kamarnya. Ia terdiam ketika melihat pemandangan suami dan putranya yang telah terlelap dengan perut Kibum yang menjadi bantal Kyuhyun. Sebuah lengkungan indah bernama senyuman tertoreh di bibir Donghae kemudian berjalan menghampiri keduanya, kemudian mengecup kening keduanya sayang. Setelahnya ia angkat Kyuhyun lalu membawanya menuju box bayi untuk menidurkannya.

Donghae kembali tersenyum kala memandangi wajah tampan putranya, “baru pulang?” suara berat itu kemudian merasuki gendang telinga Donghae, wanita itu berjengit setelah sebelumnya sepasang lengan memeluknya posesif, namun ia tersenyum dan menyentuh jemari Kibum yang kini menciumi rambut serta lehernya.

“Maaf,” Donghae berucap, di belakangnya Kibum tersenyum.

“Kau jahat!” tanggap kibum tentu tidak serius, Donghae yang mengetahui itu memukul lengannya pelan membuahkan tawa dari Kibum.

“Aku lelah, ayo tidur!” ajak Donghae kemudian, Kibum menggeleng dengan wajah yang masih menempel di leher Dongahe, membuat si pemilik leher tertawa kegelian.

Donghae berbalik hingga kini mereka dapat bertatapan, “aku lelah!” ujar Donghae lagi lebih manja dari yang sebelumnya, Kibum tertawa.

“Baiklah, ayo!” tanggapnya yang disambut senyuman lebar Donghae.

“Turunkan aku!” pekik Donghae terkejut kala Kibum kemudian menggendongnya ala bridal style.

“Membuat adik baru untuk Kyuhyun bukan ide buruk kurasa!” balasnya agak berteriak kemudian mendapat pukulan dari Donghae.

“Oeek! Oeek!”

“Kim Kibum turunkan aku!” Donghae memerintah, Kibum menurut, istrinya itu langsung saja menghampiri box bayi milik Kyuhyun untuk menenangkannya.

“Maaf!” Kibum berujar setelah berada di samping Donghae.

“Tidak apa, kau tidurlah! Aku tidak mau kau terlambat kerja besok!” suruhnya namun Kibum menolak, ia memilih menemani Donghae hingga Kyuhyun kembali terlelap, Kibum kemudian berujar,

“Ayo kita membuat little Kim lagi!”

~ The Final ~

Uh oke, biarkan aku tertawa dulu karena ini.

Bagaimana?

Artikel Terkait :
Baca Juga :
Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai,

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 1 Mei 2013, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Mbum oppa yadong!!
    Ke’ q prnah bca deh,, tpi lpa bca.a dmna. bagus..😉

    Suka

  2. Nazimah km berbakat nulis ceroen & skenario😀. Sudah pernah kirim ke penerbit?.

    Suka

  3. Yaaahhh kok udahan sih? Scene buat little Kim nya mana??? ^____^

    Suka

  4. masrifah lubis

    heheeeeeeeeeehehheheeh selelah lelah nya kibum dia masih meminta hae membuat litle kim hahhahahaha, bilang ja kibum nya mesum

    Suka

  1. Ping-balik: Paman, Jadilah Ayahku! chapter 1 | Nazimah Agustina

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: