Trapped by Love Chapter 3

trapped BY LOVE COVER FANFICTION CUTE VERSION SIHAE KIHAE KANGTEUK EUNMIN COUPLE mereka yang selalu bersaama dan ini adalah kisah mereka

[FANFIC COVER] TARPPED BY LOVE : CUTE VERSION

Title : Trapped by Love

Author : Nazimah Agustina

Rating : Teen

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Kim Young Woon, Park Jung Soo, and Choi Siwon

Pair : KiHae and others

Genre : Drama, Romance, Hurt, Family

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Mereka selalu bersama, mereka belajar di tempat yang sama, mereka tinggal di daerah yang sama, dan ini kisah mereka hingga keduanya menemukan kebahagiaan yang telah ditakdirkan.

Warning : Gender Switch! Cerita pasaran! Don’t like, don’t read!

.

.

Sebelumnya …

Kibum kembali menoleh kala gendang telinganya mendengar dentuman musik dari kamar di sebelah rumahnya. Dilihatnya Donghae yang mulai menggerak-gerakkan tubuhnya dengan seragam yang masih terpasang di tubuhnya, namun dengan bagian pusar yang ia angkat kemudian diikat, sehingga menampilkan perut ratanya yang putih.

Kibum menyerigai, tentu ia lebih tertarik dengan pemandangan yang disuguhkan Donghae padanya kini, membaca buku dapat dilakukan lain kali.

Sementara itu …

Siwon mendengarkan musik yang berasal kamar Donghae yang hanya selisih dua kamar dari tempatnya kini. Ia yang penasaran kemudian keluar dari kamar tamu, dipertajamkannya pendengaran yang kemudian menuntun kakinya untuk mencari tahu.

Siwon secara perlahan membuka sedikit pintu kamar Donghae, sepertinya ia akan betah berlama-lama berada di depan kamar itu karena ia yang enggan beranjak darisana hingga,

“Sedang apa kau?”

 

 

~ Chapter 3 ~

 

“A… aku,” Siwon terbata di bawah tatapan tajam Donghae yang tidak sengaja melihat aksi intipnya, membuat Siwon malu sendiri. Kibum yang tidak melihat Donghae lagipun celingak-celinguk, berusaha melihat lebih jauh ke dalam kamar kekasihnya namun tidak bisa, ia akhirnya memutuskan untuk menunggu saja.

“Keluar!” marah Donghae tidak memperdulikan serentetan kata maaf dan penjelasan Siwon.

BLAMM!

Donghae mendengus dengan punggung yang menempel pada pintu, ia kesal, namun, ia teringat dengan satu sosok lagi, Kibum.

“Apa yang terjadi?” Kibum layangkan tanya pada Donghae ketika gadis itu telah menghampiri jendela, yang dijawab senyuman serta gelengan.

“Benar?”

“Tubuhku penat,” bohong Donghae kemudian meregangkan ototnya, Kibum tampak curiga namun sedetik kemudian ia tersenyum,

“Ganti seragammu, mandi, kemudian makan malamlah sayang.” Ujarnya lembut diakhiri senyum andalannya.

“Tunggu!” intrupsi Donghae ketika Kibum hendak menutup jendelanya.

“Aku mencintaimu.” Ungkapnya kemudian tersenyum malu.

“Aku juga mencintaimu.” Balasnya.

“Hae?”

“Hmm?”

“Kau mau menemaniku ke toko buku besok?” Donghae diam, kemudian tersenyum.

“Aku mau.”

 

Setengah Jam Kemudian di Ruang makan …

“Mana sih anak itu?” sungut Kangin yang telah siap dengan alat makannya, ia dan Siwon sedari tadi telah duduk manis hendak menyantap hidangan, namun Donghae belum bergabung dengan mereka.

“Wonnie, tolong kau panggilkan Donghae.” Lanjutnya lagi, sedang yang diminta hendak menolak namun diintrupsi dengan kehadiran Donghae yang kini telah mengambil tempat di depan Siwon, tempat yang biasa ia tempati saat di meja makan.

“Kenapa lama sekali?”

“Maaf appa, aku tadi harus mandi dan mengganti seragamku.” Jawab Donghae enteng tanpa melirik Siwon sedikitpun. Ketiganya kemudian berdoa, setelahnya di mulailah makan malam mereka.

“Besok kau temani Siwon mengelilingi kota eoh?” pinta Kangin kemudian menyendokkan hidangan ke dalam mulutnya, Donghae tersedak, segera ia meminum air yang ada di dekatnya.

“Aku ada urusan besok!” tolaknya mentah-mentah, Kangin hendak memprotes namun Donghae keburu melanjutkan,

“Aku harus menari besok!” kekeuhnya berbohong, Siwon kemudian menengahi keduanya, Kangin mengalah dan Donghae tersenyum penuh kemenangan.

“Soal tadi, maafkan aku!” ungkap Siwon ketika Donghae melewati kamarnya, pemuda itu sengaja menunggu Donghae sekedar untuk meluruskan kejadian yang tidak mengenakkan tadi.

“Aku tadi penasaran dengan musik yang diputar dengan nyaringnya, lalu aku mencari tahu asalnya hingga aku mengintipmu.” Jelas Siwon, Donghae mengangguk.

“Baiklah! Lupakan saja!” tanggapnya acuh kemudian kembali berjalan menuju kamarnya.

Donghae mengambil ponselnya, jarinya mengetik beberapa digit angka yang telah ia hafal di luar kepala.

Drrt… drrt…

“Merindukanku eoh?” goda Kibum sesaat setelah mengangkat panggilan dari Donghae.

“Hae? Kau masih disana?” ujar Kibum karena Donghae yang tidak kunjung menjawabnya, Donghae hanya tersenyum seraya berjalan menuju jendela, dimana Kibumpun menghampiri jendela kamarnya, kini keduanya bisa melihat satu sama lain.

Kibum menutup panggilan Donghae membuat gadis itu menyernyit heran. Donghae ingin bertanya namun urung karena Kibum yang menelphone balik dirinya.

“Untuk apa itu?” tanya Donghae sesaat setelah mengangkat panggilan itu.

“Tidak ada!” jawab Kibum kemudian tersenyum, senyum yang bisa dilihat Donghae.

“Ada yang ingin kau katakan hhm?” tanya Kibum melihat Donghae yang tampak kebingungan harus mengatakan apa.

‘Beritahu tidak ya?’ batin Donghae, sedang Kibum terus menunggunya untuk berbicara.

‘Ah nanti sajalah!’ batinnya lagi.

Keesokan harinya …

Tampak Kibum dan Donghae yang tengah menikmati kencan dengan menelusuri jalan pinggiran toko, dengan tangan yang saling bertautan serta candaan ringan yang kemudian membuahkan tawa kecil dari bibir mereka.

“Jangan menari terus! Pikirkan ujianmu Hae!” nasehat Kibum yang Donghae jawab dengan lengan Kibum yang ia gandeng lebih erat.

“Iya Bummie, aku tahu kok!”

“Bummie, lusa nanti aku dan appa akan berlibur ke villa yang ada di Busan, sekedar mengisi waktu di akhir pekan, kalau kau mau, kau dan ahjumma boleh ikut.” Ajak Donghae, bisa dilihat dari pancaran matanya jika ia sangat berharap Kibum menerima ajakan darinya.

“Mau tidak ya?”

“Mau dong!” desak Donghae, Kibum tertawa.

“Aku akan menanyakan pada eomma dulu ne?” tanyanya, Donghae mengangguk, Kibum kemudian mengambil ponselnya untuk menelphone sang eomma perihal ajakan Donghae tadi.

“Bagaimana?” tanya Donghae tidak sabar begitu Kibum memutuskan panggilannya, Kibum tampak murung.

“Bisakan? Iyakan?” Donghae mulai panik, sedang Kibum masih diam seribu bahasa.

“Tidak bisa ya? Jawab aku! Kalau tidak bisa, aku akan membujuk ahjumma untuk membolehkanmu pergi.” Desaknya menggoncang-goncang lengan Kibum yang ia gandeng.

“Itu,”

“Eomma setuju.” Kemudian tawa pecah dari bibir Kibum, dimana Donghae kemudian memukul-mukul lengannya gemas.

“Kau keterlaluan! Beraninya membohongiku! Keterlaluan! Candaanmu tidak lucu Kim Kibum!” dumelnya namun Kibum tetap tertawa, yang akhirnya membuat Donghae tersenyum juga.

“Sstt! Yang pentingkan lusa nanti kita liburan bersama!” ujar Kibum seraya merangkul kekasihnya, Donghae mengangguk setuju.

Lusa …

“Kau ikut?” tanya Donghae terkejut pada Siwon yang telah siap dengan ransel di punggungnya, Siwon mengangguk tidak lupa tersenyum.

“Tentu saja dia ikut Hae! Masa Siwon kita tinggal di rumah sendirian!” ujar Kangin yang membawa tas ia dan Donghae, Siwon kemudian mengambil tas-tas itu untuk membantu Kangin memasukkannya dalam bagasi mobil. Tidak lama kemudian, datanglah Kibum dan eommnya yang disambut dengan sangat baik oleh Donghae.

“Sebelumnya, Kibummie kenalkan ini Siwon, Wonnie kenalkan ini Kibum!” ujar Kangin, Kibum tampak menatap bertanya pada Donghae perihal orang baru di dalam rumah kekasihnya, namun di detik lain ia memperkenalkan dirinya dengan Siwon.

Pemandangan dalam mobil menunjukkan para orang tua duduk di depan, sedang Donghae berada di antara Kibum dan Siwon di belakang kemudi.

Siwon tampak sibuk dengan earphone dengan mata yang terpejam, sedang Donghae tampak beberapa kali melirik Kibum yang mengacuhkannya, pemuda itu membaca bukunya serius dengan earphone yang juga menempel pada kedua telinganya.

Donghae mendengus, ia mengambil ponselnya kemudian mengetikkan beberapa kata yang ia kirimkan untuk Kibum. Kibum mengambil ponselnya yang bergetar, ia membaca sejenak, ia balas, lalu ia letakkan ponsel itu di pangkuannya.

Donghae tersenyum dengan balasan Kibum yang berisi, ‘kenapa tidak memberitahuku soal dia?’ gadis itu dengan senyum yang masih tersemat di bibirnya, membalas, ‘Cemburu eoh?’

‘Tidak!’

‘Bohong!’

‘Terserah!’

‘Jadi?’

‘Aku hanya bertanya.’

‘Hanya itu?’

‘Ya.’

Belum sempat Donghae membalas pesan Kibum, mobil yang mereka tumpangi terguncang karena ada area jalanan yang tidak terlalu bagus menyebabkan Siwon yang tertidurpun menimpa Donghae yang ada di sampingnya.

“Menyingkirlah!” Delik Kibum berbahaya pada Siwon, setelah meminta maaf pada Donghae, Siwon kembali memasang earphone tanpa menghiraukan delikan Kibum padanya.

“Apa?” Kibum bertanya pada Donghae karena gadis itu yang terus menatapnya dengan senyuman lebar, Donghae menggeleng dengan senyum yang tidak kunjung pudar kemudian kembali berkutat pada ponselnya dengan mengetikkan, ‘Kau memang cemburu, Kim Kibum!’

“Segar sekali!” ungkap Donghae setelah keluar dari mobil, keadaan alam yang masih hijau dengan pepohonan tumbuh dengan subur dan lebatnya, memanjakan mata juga paru-paru, suasana yang bagus untuk menjernihkan pikiran. Gadis itu kemudian meregangkan otot-otot tubuhnya yang diikuti Kibum dan Siwon.

Ada untungnya juga Siwon ikut bersama mereka karena pemuda itu kini sibuk memphoto Kibum dan Donghae di padang rumput, ia bersikap layaknya photographer professional, mengarahkan Kibum dan Donghae dalam berpose dan lain sebagainya.

“Mereka akrab sekali ya?” ujar Kangin pada nyonya Kim sambil menurunkan barang-barang mereka dari bagasi.

“Kau benar Kangin-ah! Mereka seperti keluarga saja!” tanggapnya, keduanya kemudian tertawa sembari melihat ketiga orang yang tengah sibuk dengan kamera dan photo tersebut.

Setelah bersenang-senang di hari ini, kini lima orang yang tengah menikmati akhir pekan itu tengah menyantap makan malam mereka. Dimana Donghae duduk disamping nyonya Kim, di depannya ada Kibum dan Siwon, sedang di tempat kepala keluarga diisi oleh Kangin.

Mereka menikmati makan malam dengan tenang, bahkan Kangin dan Donghae yang biasa bercengkrama saat makanpun tampak menjaga sikap mereka. Hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring hingga Kangin membuka pembicaraan diantara mereka.

“Kibum, ahjussi lihat kau dan Donghae sangat akrab.” Ujarnya, Kibum menatap Donghae yang ada di depannya sejenak, setelahnya ia menatap Kangin seraya tersenyum.

“Iya ahjussi,” jawabnya tenang dan kembali melanjutkan makannya.

“Baguslah kalau begitu, ahjussi dan eommamu senang mendengarnya.” Jawab Kangin lagi, namun Kibum mencium ada yang tidak beres, ia tatap lagi Kangin dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

“Maksudmu?” tanyanya serius.

“Jaga bicaramu Kibum!” tegur nyonya Kim yang tidak suka dengan tatapan dan gaya bicara putranya yang terkesan menantang, terlebih yang ia hadapi adalah orang yang jauh lebih tua darinya.

Suasana mendadak hening, bahkan Siwon dan Donghae tampak lebih tertarik memperhatikan ketegangan yang terjadi dibanding melanjutkan makan keduanya.

Kangin tertawa renyah untuk mencairkan suasana yang tidak mengenakkan tersebut, “tak apa Teuki-ah!” ujarnya, kali ini Kibum dan Donghae menyernyitkan dahi.

“Teuki?” ulang Donghae, nyonya Kim –Kim Leeteuk- terlihat salah tingkah sedang Kangin meminum air yang ada di gelasnya.

“Itu panggilan akrab diantara kami.” Jawab Leeteuk tersenyum pada Donghae, namun jawaban itu rupanya belum memuaskan Donghae.

“Kenapa aku baru mendengarnya?” tanyanya lagi.

“Begini Donghae, Kibum, sebenarnya selama ini kami memiliki hubungan.”

JDEER!

Kibum dan Donghae menggenggam alat makan mereka erat,  perlahan mereka bertatapan.

“Kami takut jika kalian tidak merestuinya jadi kami merahasiakannya.” Lanjut Kangin lagi.

“Jadi?” bagai menaburkan garam pada luka yang menganga, Siwon bertanya pada Kangin santai.

“Kami berencana untuk menikah, secepatnya.”

BRAAK!

Semua terkejut dengan aksi gebrakan meja yang dilakukan oleh Kibum, mereka kecuali Donghae berasumsi jika Kibum menolak pengakuan Kangin dan Leeteuk, memang benar namun bukan hanya itu, ada alasan lain yang hanya ia dan Donghae yang tahu.

“Aku sudah selesai!” ujarnya penuh penekanan kemudian beranjak dari ruang makan, sebelum pergi ia sempat menatap Kangin tajam.

Donghae tak berkutik, Kangin mencoba meraih jemarinya tapi ditepis cepat oleh putrinya.

“Kenapa? kenapa baru sekarang? Kenapa baru sekarang kalian memberitahu keadaan sesungguhnya?” tanyanya dengan air mata yang telah menggenang di kedua pelupuk mata indahnya.

“Kami, kami menunggu hubunganmu dengan Kibum akrab seperti sekarang, kami tidak mau membina rumah tangga sementara anak-anak kami tidak akur.” Jawab Leeteuk yang menggenggam kedua jemari Donghae erat.

Andai kau tahu Kim Leeteuk, jika keakraban mereka lebih dari sekedar saudara.

Donghae menatap Leeteuk tajam meskipun itu tertutupi dengan air mata yang telah membanjiri pipinya. Dihempasnya tangan wanita yang mungkin sebentar lagi akan menjadi ibu tirinya itu, kemudian menyeka air mata kasar, “aku harus pergi!” ujarnya parau kemudian ikut meninggalkan ruang makan.

“Maafkan eomma sayang!” bujuk Leeteuk pada Kibum seraya menyandarkan kepalanya pada pundak sang putra yang tidak menjawab permintaan maafnya.

“Selama ini kau selalu menolak kehadiran lelaki yang mendekati eomma.” Lanjutnya terdengar manja.

“Mereka ada maunya!” sahut Kibum, Leeteuk tersenyum tipis meskipun Kibum tidak menoleh padanya sama sekali.

“Kita butuh seorang kepala keluarga untuk melindungi kita Kibummie!” bujuknya lagi manja seraya mengelus-elus lengan putranya.

“Aku bisa melindungi eomma!”

“Eomma tahu tapi,”

“Kau kesepian? Merindukan sentuhan lelaki eoh?” seperti melupakan tata krama yang telah diajarkan sejak ia kecil, Kibum layangkan pertanyaan tersebut pada ibu yang telah mengandung dan melahirkannya, Leeteuk terhenyak, air mata kemudian mengalir begitu deras di wajah cantiknya, dari sekian banyak lelaki yang ditolak mentah-mentah oleh putranya, baru kali ini Kibum mempertanyakan hal itu padanya.

“Aku benarkan?”

“Bummie hiks,”

“Eomma maafkan aku!” akhirnya Kibum tersadar juga, ia rengkuh tubuh ibunya ke dalam pelukannya.

“Aku khilaf!” lanjutnya, Leeteuk mengangguk, sejenak ibu dan anak itu menikmati waktu mereka dalam diam.

“Aku belum siap mendapat ayah baru,” lirihnya.

“Eomma mengerti, ini salah eomma, harusnya eomma jujur padamu dari awal sayang!” jawab Leeteuk tersenyum seraya mengelus surai hitam putranya sayang, ia kini telah melepas pelukannya pada Kibum untuk menatap manik putranya, namun Kibum cepat-cepat melesakkan wajahnya pada leher ibunya, ia tidak mau melihat kebohongan di mata itu, jelas ibunya sedih berkata demikian, Kibum tidak tega jika harus melihatnya, namun iapun tidak bisa membayangkan harus hidup satu atap dengan kekasihnya dalam ikatan persaudaraan.

Tes

Air mata yang selama ini pantang ia keluarkanpun menetes.

Lain Kibum lain juga Donghae, gadis itu menatap langit kosong. Sepertinya langit di malam ini sekelam hatinya, tak ada kerlap-kerlip bintang, semua itu seolah sirna setelah kenyataan perihal orang tuanya terungkap. Donghae mungkin terlihat lebih tenang dari Kibum menyikapi hal ini, namun sesungguhnya iapun tidak kalah risau, membayangkan Kibum akan menjadi adik tirinya? Tidak pernah ia bayangkan di dalam mimpi buruk sekalipun.

Donghae melirik, sang ayah yang kini berdiri tepat di sampingnya, tak ada pembicaraan, hanya desiran angin malam yang menusuk tulang. Kangin kemudian tergerak melepas syal merah dari lehernya, syal merah pemberian putrinya saat ia berulang tahun.

“Appa tidak mau kau sakit,” ujarnya lembut seraya melingkarkan syal itu pada leher putri semata wayangnya, Donghae tersenyum dalam kepala yang tertunduk.

“Maafkan appa,” lanjutnya, Donghae terdiam, sesungguhnya Donghae tak ingin mengungkit hal ini lagi, hanya akan menambah beban pikiran, menurutnya.

“Appa tidak menyangka reaksi kalian akan seperti ini.” Kangin kembali berujar pada putrinya yang kini menatapnya menyesal.

“Terlalu berlebihan, aku tahu itu.” balas Donghae kembali menunduk, segan menatap ayahnya yang kini menatapnya.

“Maafkan aku,” lanjut Donghae masih menunduk dalam, Kangin mengangkat wajah itu dimana ia lihat mata indah itu telah berkaca, menahan tangis.

“Menangislah sayang!” reflexnya memeluk Donghae yang seketika pecah tangisannya.

 

Apa ini?

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 11 Mei 2013, in Trapped by Love and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Nelly Key Donghae

    Tidakkkk,,,, tidak tidakkk,,,,,
    Yaa !! teukki, kangin,, kalian cari saja psangan yg lain huhu biarkan anak2 kaliann memadu kasih tolong jgn diganggu dgn hubungan konyol kalian,, huhu kihae salah kalian juga knpa gk bilang2 klo kalian pacarn kn keduluan tuch,,, huhu

    Suka

  2. aku harap siwon mengerti situasi
    king of skinship itu sering menjadi orang ketiga

    Suka

  3. Wuaaaaahhhhhh bakal seru nih kalo KIHAE jadi sodara tiri trus pacaran, mudah2an sampe Hae hamil malah. LOL

    Gak sabar nunggu selanjutnya… Nazimah nih ntar suka kasih kejutan2 deh pasti!!^^

    Suka

  4. masrifah lubis

    kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, pendek na, aduh gimana ni nantinya hub. kihae, omma dan appa kihae gak tau ya kihae itu akrap karna mereka pacaran, chingu di tunggu kelanjutannya ya

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: