Trouble of Time Chapter 1

time trouble cover fanfiction good romance fantasy family drama kibum donghae kyuhyun eunhyuk heechul siwon hangeng

Title : Trouble of Time

Author : Nazimah Agustina / Nazimah Elfish

Main Pair : KiHae (KibumxDonghae)

Other pair : SiHyuk (SiwonxEunhyuk), HanChul (HangengxHeechul), KangTeuk (KanginxLeeteuk)

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, and Cho Kyuhyun, yang lain menyusul

Rating : Kids – Teen

Genre : Romance, Family, Fantasy, and Friendship

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Pernahkan kau berpikir akan melewatkan tujuh belas tahun hidupmu?

Warning : Gender switch! Don’t like? Don’t like! If you read, don’t forget to review/comment.

 

|| Chapter 1 ||

17 Mei 2013

Ia membuka kedua kelopak matanya, kedua mata indah itu membulat sempurna kala mendapati bibirnya tengah dikecup oleh seorang lelaki yang tidak dikenalnya.

“KYAAA!” wanita itu berteriak dan segera bangun membuat sang lelaki terjengkang ke belakang. Wanita itu –Donghae- memandang horror si lelaki kemudian mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangannya kini, sebuah kamar elit dan mewah, ia dan lelaki itu sendiri berada di atas ranjang king size dengan bercover merah maroon.

“Ada apa sayang?” lelaki itu bertanya dengan bingung menatap Donghae khawatir. Kini bukan hanya lelaki itu yang terheran, Donghaepun sama, wanita itu memperhatikan lelaki itu sejenak, wajahnya terasa familiar bagi Donghae.

Satu detik

Lima detik

Sepuluh detik

“Kim Kibum?” Donghae menggumam ragu, lelaki itu semakin menatap heran Donghae, namun setelahnya ia berkata, “iya Kim Donghae?” tak lupa tersenyum.

Donghae mengangkat kedua alisnya, wanita itu ingin menyanggah namun,

Ceklek

“Appa? Eomma?” tampak dua orang anak kecil berada di ambang pintu, “ada apa sayang?” Kibum bertanya setelah menolehkan kepalanya pada dua anak kecil itu, tersenyum lembut, sedang Donghae hanya terdiam, melamun.

“Eomma kenapa teliak-teliak?” salah satu dari kedua anak kecil itu bertanya, seorang anak lelaki berambut coklat.

”Eomma tak apa?” kali ini anak perempuan berambut hitam yang bertanya pada Donghae setelah mendekati wanita yang dipanggilnya eomma itu, juga menyentuh punggung tangan Donghae, si pemilik tangan terkejut, secara reflex ia menepis tangan mungil si anak perempuan membuat kedua orang lain yang melihatnya, terkejut.

“Eomma?” lirih anak itu menahan tangis, sedang Kibum dengan cepat menghampiri anak perempuan itu untuk menenangkannya.

“Tidak apa Ryeong, eommamu sedang tidak enak badan!” Kibum menghiburnya, sedang Donghae masih diam, diapun terlihat sama terkejutnya dengan Ryeowook –si anak perempuan-, perlahan ia mengangkat sebelah tangannya, menatap tangan yang sempat disentuh Ryeowook tadi dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.

“Aku akan menidurkan Ryeowook dan Kyuhyun dulu, kau beristirahatlah , sepertinya kau kurang sehat hari ini, perlu kupanggilkan dokter?” Kibum menawarkan dengan ramahnya, yang dijawab Donghae dengan gelengan, juga dengan wajah yang tertunduk.

Hening, tak ada pergerakan dari Donghae setelah Kibum dan kedua anak itu meninggalkan kamar. Donghae kemudian menyisir rambut sebahunya dengan jemari.

Tunggu dulu! rambut sebahu?

Donghae dengan sigap menghampiri cermin, ia sentuh wajahnya dengan kedua telapak tangan, setelahnya ia elus rambut coklatnya yang telah berubah model.

“Rambut panjangku dimana?” Donghae bertanya masih dengan menatap cermin, kembali ia amati wajahnya sendiri yang tampak semakin cantik juga dewasa, juga mengamati tubuhnya dengan memutar tubuhnya.

“Apa yang terjadi denganku?” ia kemudian bertanya dengan bingung, kembali ia memperhatikan kamar tempat berpijaknya kini.

“Hiks hiks hiks,” isakan terdengar dari bibirnya setelah beberapa saat, ia takut, sedang dimana ia sekarang? Ia tidak tahu.

Ceklek

Donghae terlonjak kaget ketika pintu kamar kembali terbuka, menampilkan sosok Kibum yang berjalan mendekatinya, pria berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan Donghae yang terduduk, menyeka air mata itu lembut dengan jemari, tidak lupa tersenyum manis.

“Pergi!” senyum Kibum seketika pudar mendengarnya, pelan namun penuh penekanan, belum lagi sorot mata Donghae seolah menyiratkan kebencian yang teramat sangat saat menatapnya.

“Kau kenapa?” Kibum akhirnya bertanya akan keanehan Donghae di hari ini.

“Dimana aku?” Kibum semakin bingung, meski demikian ia tetap tersenyum seraya menjawab, “di rumah kita.” Donghae memegangi kepalanya yang entah kenapa mendadak pusing.

“Maksudku, tinggalkan aku sendiri!” wanita itu berucap seraya bangkit dari duduknya, menepis tangan Kibum yang meraih lengannya, padahal lelaki itu hanya berniat untuk membantunya.

Kini kepala Donghae telah berada di atas empuknya bantal, ia menatap langit-langit kamar sembari berpikir, bukankah ia tidak seharusnya berada di tempat ini? Terjebak di dalam sangkar emas ini?

Yang semakin membuatnya bingung adalah perihal Ryewook dan Kyuhyun, yang memanggilnya dengan sebutan ‘eomma’, belum lagi mereka juga memanggil Kibum dengan sebutan ‘appa’.

‘Menggelikan!’ pikir Donghae yang menunjukkan raut tidak percayanya. Di detik berikutnya, sang wanita memijit pelipisnya, “aku pasti bermimpi!” ujarnya kemudian memejamkan mata.

“Hoaaahhm!” Donghae menguap panjang setelah tertidur dengan nyenyaknya, ia melihat sekitar dengan menyernyitkan dahi, ini bukanlah kamarnya, namun kamar yang ia tempati sebelum tidur.

“Yang semalam itu bukan mimpi?” Donghae berucap setelah mencubit lengannya, sakit. Wanita itu kembali dilanda ketakutan, “siapa aku?” gumamnya dengan kedua tangan yang memeluk lutut.

Ceklek

Kembali, suara pintu terbuka mengagetkan Donghae, dengan susah payah wanita itu meneguk ludahnya sendiri kala melihat Kibum keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang melilit di perutnya, juga sebuah handuk kecil yang yang ia kalungkan pada lehernya.

“Tidak perlu melihatku seperti itu juga,” Donghae seolah kembali ke dunia nyata, mengalihkan wajah pada sisi yang lain di detik berikutnya, membuat Kibum yang melihatnya dari cermin terkekeh geli.

“Ma…mau apa kau?” Donghae bertanya dengan gagap kala Kibum mendekatinya. Kibum menyernyitkan dahi kala bibirnya dengan bibir Dongahe yang seharusnya telah beradu, jika saja tidak ditahan oleh telunjuk Donghae, posisi mereka begitu dekat hingga merasakan hembusan nafas masing-masing dengan ujung hidung yang bersentuhan.

‘Kenapa ia begitu mempesona?’ Donghae merutuk dalam hati ketika mencium harum dari tubuh Kibum yang baru saja membersihkan diri, bau mint yang menyegarkan juga memabukkan, menguar dari tubuh pria itu, menusuk indra penciuman Donghae hingga membuat wanita itu mengendus tubuh Kibum.

“Aku ingin mandi,” Donghae beralasan setelah menyudahi acara mencium aroma tubuh pria itu, alasan yang cukup konyol sebenarnya mengingat posisi keduanya yang dapat melakukan ‘hal lebih’ jika mereka mau, tapi? Donghae menghancurkannya.

BLAM!

Deg! Deg! Deg!

“Jantungku? Kenapa jantungku?” Donghae yang bersandar di balik pintu kamar mandi berujar cepat namun lirih, menetralkan detak jantungnya yang seolah meledak-ledak kala Kibum bersamanya, terlebih posisi mereka begitu dekat tadi, membuat jantung Donghae semakin berpacu cepat, dan juga, kuat, Donghae menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, setelahnya ia ingin sekali memukul pintu di belakangnya ketika,

Tok! Tok! Tok!

“I… iya?”

“Aku dan anak-anak akan menunggumu di meja makan,” Kibum memberitahu, yang dijawab Donghae dengan, “aku mengerti.”

“Euum, pagi semua!” Donghae menyapa tiga orang yang ada di meja makan, ketiganya kompak menoleh, kompak juga tersenyum pada Donghae. Dengan ragu Donghae hampiri mereka, mendudukkan diri di depan Kyuhyun.

“Eomma cantik sekali!” Kyuhyun memuji, Donghae mau tidak mau tersenyum dibuatnya.

“Aku mau secantik eomma!” Ryeowook menimpali kemudian menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.

“Eomma wanita paling cantik di lumah ini!” Kyuhyun menyanggah dengan suara yang masih cadel, memeletkan lidahnya pada sang kakak yang merengut lucu.

“Eomma dan Ryeong adalah wanita yang paaaaling cantik!” Kibum menengahi kemudian menatap Donghae dengan sebelah kedipan genit.

“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” Donghae tersedak, Kyuhyun dan Ryeowook menggeser gelas mereka bersamaan untuk Donghae, hanya saja Donghae tidak peka menanggapi perhatian kedua anak itu, dia lebih memilih memanggil pelayan untuk memberinya minum.

“Kau melihat ponselku?” Donghae bertanya pada Kibum yang serius membaca buku, Kibum mengedarkan pandangannya, perhatiannya kemudian jatuh pada ponsel putih yang ada di atas meja nakas, di hampirinya ponsel itu kemudian menyerahkannya pada Donghae.

“Terima kasih,” Donghae menerimanya, namun suasana kembali canggung ketika Kibum malah menggenggam jemarinya, membuat keduanya kembali bertatapan.

“Kau membaca apa?” lagi-lagi Donghae mengatakan hal yang terdengar konyol untuk menyudahi suasana romantisnya dengan Kibum, namun Kibum dengan sabar tetap menjawab, “Penemuan-Penemuan Hebat Sepanjang Sejarah.”

“Oh,” Donghae menyahut, ia kemudian mengalihkan pandangannya pada ponsel putih di tangannya. Ia menekan tombol kontak, mengetikkan huruf H.

‘Hangeng Gege’ adalah nama pertama di dalam phonebooknya, senyum Donghae merekah, namun, bukan Hangeng tujuan utamanya saat ini, ada yang lebih penting lagi dari itu. Jemari Donghae kembali melanjutkan, mengetikkan huruf Y, menampilkan kata Hyukkie.

‘Bisakah kita bertemu besok?’ Donghae mengirimkan pesan itu pada Eunhyuk, lima menit berlalu dan Eunhyuk membalas, ‘tentu, jam berapa?’

‘Jam 10, jemputlah aku.’

‘Oke!’

“Fiiuuh!” Donghae menghela nafas lega, ia tidak sabar menunggu besok.

“Kau kenapa?”

“Err, tidak ada! Aku ingin tidur dulu, selamat malam!” Donghae berujar cepat dan segera berbaring, memunggungi Kibum. Pria itu tampak curiga dengan tingkah laku istrinya hari ini, aneh, pikir Kibum. Namun ia memilih untuk membiarkan, ‘Toh, Donghaeku memang aneh.’ Batinnya kemudian terkekeh geli.

Keesokan harinya …

Tiit! Tiit!

Dengan cepat Donghae membuka pintu utama rumah, menampakkan mobil Eunhyuk yang terparkir dengan cantiknya di depan kediaman Kim, sedang si pemilik mobil berada di kursi kemudi. Donghae hampiri mobil itu, mengetuk kacanya pelan.

“Ayo naik!” Eunhyuk berujar seraya mengedikkan kepalanya, memberi isyarat pada Donghae untuk duduk disampingnya.

“Kau benar Eunhyuk?” pertanyaan konyol Donghae layangkan diiringi tatapan kagumnya menatap wajah Eunhyuk yang menurutnya semakin mempesona saja.

“Kau pikir, siapa?” Eunhyuk memutar matanya malas, wanita bermarga Choi itu semakin bingung ketika Donghae menyuruhnya untuk keluar dari mobil.

Duk

Eunhyuk menutup pintu mobilnya, kebingungan masih tercetak di wajah manisnya, tapi ia harus rela semakin bingung kala Donghae memutar-mutar tubuhnya, tak lupa meraba-raba wajahnya seraya bergumam penuh takjub.

“Monyet jelek berubah menjadi manusia!” Eunhyuk melotot mendengarnya, baginya itu bukanlah pujian, melainkan hinaan.

“Kau ini kenapa sih?” Eunhyuk berujar tegas setelah menghempas tangan nakal Donghae dari tubuhnya, kemudian memperbaiki penampilan.

“Bawa aku pergi, kemanapun aku ikut.” Donghae memelas, Eunhyuk menatap penuh selidik pada Donghae yang menunduk dalam, “kau sedang bertengkar dengan Kibum ya?” ia menebak, Donghae menggeleng lemah.

“Mouse Rabbit?” Donghae menggumam ketika keluar dari mobil Eunhyuk, membaca tulisan yang ada di atas pintu.

Tiing!

Donghae mengekori Eunhyuk memasuki MoBit Caffe, celingak-celinguk memperhatikan sekitar. Keduanya terduduk bersebrangan, memesan dua coffe latte.

“Kenapa kau tidak bertanya padaku dulu?” Donghae memprotes.

“Bukankah kau selalu memesan coffe latte ketika kesini? Selera kitakan sama.” Eunhyuk menjawab enteng seraya mematuk wajahnya pada cermin mungil yang selalu berada di dalam tas tangannya, “betapa cantiknya kau Choi Hyukjae,” pujinya pada diri sendiri, sedang Donghae hanya menatapnya malas.

Pesanan keduanya kemudian datang, “aku merasa aneh dengan diriku.” Donghae membuka cerita.

“Maksudmu?”

“Aku bukanlah Kim Donghae,” dan pernyataan itu sukses membuat Eunhyuk mengangkat kedua alisnya, menatap wanita di depannya tidak percaya.

Suju Donghae Selca Genderswitch by Nazimah Elfish

~ To Be Continue? ~

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 18 Mei 2013, in Trouble of Time and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. keren keren leren!!! lanjut baca chap 2

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: