Key to be Lasting in Love is a Consistent Belief

KIHAE KIBUM DONGHAE POSTER BLOG WORDPRESS NAZIMAH ELFISH AGUSTINA

Title : Key to be Lasting in Love is a Consistent Belief

Author : Nazimah Agustina

Pair : KiHae with Eunhyuk

Cast : Lee Donghae, Lee Hyukjae, and Kim Kibum

Genre : Friendship and Romance

Rating : Teen

Disclaimer : Tuhan yang Maha Esa

Summary : “Kita memang tidak bisa selalu bersama namun, kamu selalu ada di dalam hatiku untuk saat ini dan selamanya, kau percaya padaku, akupun percaya padamu, terlebih kau melakukannya pada sesama member yang merupakan keluarga terdekatku, apakah aku harus mencemburui Eunhyuk hyung yang begitu setia menemanimu? Kalian melakukannya di atas panggung, memuaskan fans yang begitu mencintai kalian, jadi untuk apa aku mencemburui Eunhyuk hyung? Saudaraku sendiri? Tidak perlukan Hae?”

Warning : KIHAE Couple! YAOI! Just fiction! Super Junior Fanfict! Don’t like, Don’t Read!


Dia menghela, lelah ia rasakan, mendera tubuh yang menguras stamina yang tidak sedikit. Bukan hanya dia saja yang merasakan demikian, tapi juga rekan-rekan satu grupnya yang lain. Matanya menelisik, bergerak liar menatap sekitar, lagi ia menghela, tak tahukah ia jika menghela dapat menambah kesialan yang ada?

Puk!

“Hae?” seseorang menepuk pundaknya pelan, Donghae berbalik untuk melihatnya, dapat ia lihat gummy smile yang begitu manis terpampang di depannya, siapa lagi jika bukan Lee Hyukjae? Dance machine mereka yang jika Donghae lawan maka akan selalu berakhir seri, tak ada yang menang juga tak ada yang kalah diantara mereka, keduanya bagai alas kaki yang tak bisa dipakai jika tidak berdua.

Donghae balas tersenyum sampai ke matanya yang seolah hidup, tatapan mata yang tidak dapat berbohong, semua emosi yang Donghae rasakan dapat terlihat dari matanya yang senantiasa berkaca, menambah nilai plus dari seorang Lee Donghae selain sikap romantisnya juga paras rupawan yang disukai banyak wanita diluar sana.

Eunhyuk lalu terduduk, disamping Donghae yang kembali tersenyum menoleh padanya, “apa tadi begitu mengganggumu?” Eunhyuk lantas bertanya, tanpa memandang Donghae yang lalu bungkam selama beberapa saat, pemuda yang berasal dari Mokpo itu tersenyum untuk yang ke sekian kali pada Eunhyuk yang merupakan couple dia yang selama ini dikenal banyak orang, seraya menjawab “Kangin hyung hanya kesepian, kurasa.”

Eunhyuk kemudian tertawa, “gorilla itu sangat merindukan angel!” setelah menimpali demikian keduanya terselubung hening yang sama sekali jarang terjadi diantara keduanya, keduanya sama-sama hiperaktif, ingat? Tentu saja moment dimana keduanya yang mendiamkan satu sama lain begitu langka.

“Kau tidak menelphone Kibum?” Eunhyuk memecahkan keheningan yang terjadi, Donghae tercengang sepersekian detik lamanya, ia lalu merogoh saku celananya, memainkan ponsel putih miliknya, ia putar-putar dengan pandangan lurusnya menatap pada sang ponsel, Eunhyuk menatapnya dengan pandangan menyipit, khawatir juga ia rasakan, ‘apa mereka sedang bertengkar?’ batinnya bertanya hingga Donghae mulai mengetikkan sesuatu pada ponselnya lalu menempelkan ponsel itu pada sisi wajahnya.

Eunhyuk terus memperhatikan dalam diam hingga Donghae yang kembali menutup telephonenya, “tidak aktif.” Ujar Donghae lesu, Eunhyuk menghela, kembali diam itu menyelimuti mereka yang bergulat dengan pemikiran masing-masing hingga Eunhyuk yang kembali memecah keheningan.

“Kau jelaskan saja soal ciuman tadi lewat pesan!” ucapnya dengan senyum yang memperlihatkan gusi merahnya, terlihat lucu di wajahnya, sanggup membuat orang lain yang melihatnya ikut tersenyum. Donghae menggeleng, “aku tahu benar Kibum itu seperti apa.” Jawabnya santai, mencoba rileks dengan senyum lebar yang terpatri di wajah rupawan seorang Lee Donghae.

“Kenapa tak menghubunginya sekali lagi?” Eunhyuk mendesak Donghae yang menatapnya bingung.

“Dia pasti sibuk, sudah biasa bagi kami.” Donghae membalas dengan senyum yang masih setia terlukis pada paras tampan sekaligus manis tersebut, ia dan Kibum sudah lama menjalani hubungan jarak jauh seperti ini, jadi sudah biasa baginya.

“Kau sendiri yang mengatakan jika komunikasi sangatlah penting bagi suatu hubungan!” Eunhyuk mengeras, memaksa Donghae untuk bersikap serius kali ini, Eunhyuk memang begitu mengenal jauh Kibum tapi, siapa yang tidak geram jika mengetahui kekasihnya berciuman dengan orang lain? Terlebih jika Kibum megetahui berita ciuman yang terjadi diantara keduanya dari dunia maya, pastilah prasangka buruk itu ada walau tidak banyak kadarnya mengingat Donghae melakukannya bersama Eunhyuk, seorang yang Kibum percaya.

Donghae kembali bungkam, mencerna kata-kata Eunhyuk yang begitu peduli pada hubungannya dengan Kibum. “Kau lupa jika dulu saat pertama kali Kibum vakum kau terus menangis eoh?” Donghae nyengir ketika Eunhyuk menyindirnya, terdengar konyol namun itulah yang terjadi, Donghae merasa tak memiliki teman waktu Kibum memutuskan untuk fokus pada dunia seni peran, Donghae yang lupa jika ia masih memilik hyung dan dongsaeng yang juga begitu peduli padanya, meski Kibum jualah yang mengingatkannya akan kenyataan tersebut, kenyataan jika ia tidak sendiri saat ini, bahkan keduanya rutin bertemu tiga kali dalam sebulan untuk melepas rindu satu sama lain.

Selain itu? Keduanya juga sering kali berenang bersama, masih jelas dalam ingatan Donghae ketika ia dan Kibum memutuskan untuk lomba berenang.

Flash back

BYYUUUUUR!

Keduanya mengepakkan kedua kaki dan tangannya di dalam air semaksimal mungkin. Kibum yang suka berenang, terlebih ia yang pernah menjadi seorang atlit renang di sebuah drama yang dibintanginya dahulu dan juga berenang adalah kegemaran dia sewaktu kanak-kanak menginjak remaja. Sedang Donghae yang merupakan ‘anak pantai’ tidak mau kalah oleh sang kekasih, dirinya terpacu untuk menang. Keduanya saling susul-menyusul, dengan kepakan yang semakin kuat hingga Kibum yang berenang meninggalkan Donghae ketika telah sampai diujung kolam yang lain.

“Yeay! Aku menang!” Sorak Kibum melepas kacamatanya kemudian mengangkat sebelah lengannya.

“Tanding ulang!” protes Donghae yang tidak menerima kekalahannya, Kibum mendengus.

“Ayo!” ulang Donghae, Kibum akhirnya kembali memakai kacamata renangnya.

Mereka kembali mengepak-ngepakkan kaki dan tangannya, keduanya sama-sama tidak mau mengalah demi hadiah yang telah disepakati keduanya. Untuk pertandingan yang kedua ini, Donghae lebih unggul dari Kibum hingga membawanya pada kemenangan.

“Aku menang! Yuhuuu!”

“Sekali lagi!”

“Eh? Akukan sudah menang!” Donghae memprotes, menjulurkan lidanya pada Kibum yang memandangnya gemas.

“Kitakan satu sama, ayo bertanding lagi untuk menentukan siapa pemenangnya!” lagi keduanya bertanding untuk yang ketiga kali meski Donghae yang menggerutu ‘akukan sudah menang!’. Awalnya mereka bermain seperti biasa, namun semua berubah ketika Kibum yang menyelam kemudian berenang tepat di belakang Donghae.

Sreett

Ditariknya kaki Donghae yang membuatnya ikut tenggelam, membuat Donghae terkaget terlebih,

Chuup

Kibum mengecupnya lembut tepat di bibir, Donghae tidak terbiasa awalnya, namun itu hanya sebentar karena ia yang membalas kecupan-kecupan tersebut.

“Hosh… hosh… hosh…” keduanya meraup oksigen sebanyak mungkin ketika kepala mereka menyembul ke permukaan, meskipun begitu mereka tersenyum bahagia satu sama lain. Setelah puas menghirup oksigen, mereka kembali menenggelamkan diri untuk melanjutkan ciuman mereka disertai tangan yang tidak henti menjelajahi tiap inci tubuh masing-masing. Mereka terus melakukannya berulang-ulang walaupun, mereka sesungguhnya merasakan dingin yang menusuk tulang, namun aktivitas mereka bisa dikatakan panas, setidaknya cukup panas untuk melupakan rasa dingin yang mendera pada tubuh keduanya. Bergumul di dalam kolam renang adalah kali pertama mereka lakukan, dan itu menimbulkan sensasi berbeda yang dirasakan oleh keduanya, sensasi asing yang menyenangkan.

Kibum dan Donghae saat ini sudah berada di tepian kolam dimana sebagian besar tubuh keduanya masih terendam air. Donghae menatap Kibum dengan senyuman yang tersemat di bibirnya, dengan iseng ia meraih tangan Kibum yang membuat si pemilik tangan menoleh dengan pandangan bertanya pada Donghae,

“Aku satu tangan, dan kamu memiliki yang lain, satukan mereka mereka bersama-sama dan kita saling memiliki.” Donghae berucap dengan keceriaan yang begitu kental menguar dari dalam dirinya, energi positif yang dialirkan Donghae pada Kibum membuat keduanya kembali tersenyum dengan telapak tangan yang menempel satu sama lain, jangan lupakan tatapan yang bertemu lama dengan binar bahagia yang terpancar jelas dari bola mata masing-masing.

Flash back END

“Malah senyum-senyum sendiri!” Eunhyuk menginterupsi lamunan Donghae, membangunkan Donghae dari dunianya sendiri yang sedang mengenang salah satu momentnya dengan Kibum, namun Donghae lantas tidak memarahi Eunhyuk, ia malah merasa malu ketahuan meski itu adalah seorang Lee Hyukjae, seseorang yang selalu bersamanya selepas Kibum vakum dari aktivitas Super Junior.

“Ayo telephone dia sekali lagi!” Eunhyuk menasehati, dengan senyum yang masih tersemat pada wajah putihnya yang semakin terlihat keren saja, terlebih ketika berada di panggung, Lee Hyukjae begitu mempesona. Donghae menurut, dengan sigap ia kembali mengambil ponselnya, menekan-nekan ponsel layar sentuh tersebut. Tak lama kemudian sambungan telephone itu tersambung, tidak diangkat.

“Ayo sekali lagi!” Eunhyuk memberi semangat, pada Donghae yang kembali menghubungi Kibum, kembali, tidak diangkat.

“Ayolah! Jangan menyerah!” lagi Eunhyuk berusaha memacu Donghae untuk menghubungi Kibum yang Donghae kerjakan, panggilan ketiga, keempat, dan kelima tidak diangkat, hingga pada panggilan keenam terdengar suara bass yang menyahut, yang membuat EunHae memekik tertahan.

“Euumm, sayang.” Donghae tampak gugup membuka pembicaraan dimana Kibum yang membalasnya dengan gumaman, “jangan salah sangka dengan err, ciuman,”

“ciuman?” Kibum menginterupsi, membuat Donghae takut perasaannya meski ia berusaha menekannya dengan pernyataan, ‘kami saling mempercayai!’.

“Aku baru saja berciuman dengan Hyukkie.” Donghae menjawab sangat cepat dengan mata yang terpejam erat juga detak jantung yang berdegup dengan cepat dan juga, kuat.

“Apa? Aku tidak jelas mendengarnya?” Kibum mengulang yang Donghae yakini jika pemuda Kim itu tengah menautkan alisnya.

“Aku berciuman dengan Eunhyuk saat super show tadi.” Donghae menjawabnya dengan lambat meski dengan suara bergetar, setelahnya ia menggigit bagian bawah bibirnya. Terdengar Kibum yang tertawa kecil yang tentu saja membuat Donghae dan Eunhyuk menatap bingung satu sama lain.

“Lalu?” Kibum menanggapi dengan santai, dimana Donghae yang menggaruk bagian belakang kepalanya, ciuman itu terjadi karena Kangin yang mengadu mereka hingga bibir itu menyatu meski sedikit juga sesaat, yang mereka semua tanggapi dengan senyum juga tawa.

“Kita memang tidak bisa selalu bersama namun, kamu selalu ada di dalam hatiku untuk saat ini dan selamanya, kau percaya padaku, akupun percaya padamu, terlebih kau melakukannya pada sesama member yang merupakan keluarga terdekatku, apakah aku harus mencemburui Eunhyuk hyung yang begitu setia menemanimu? Kalian melakukannya di atas panggung, memuaskan fans yang begitu mencintai kalian, jadi untuk apa aku mencemburui Eunhyuk hyung? Saudaraku sendiri? Tidak perlukan Hae?” Kibum menjelaskan dengan begitu dewasa, membuat Donghae terharu bahkan Eunhyukpun juga merasakan apa yang Donghae rasakan, tidak lama kemudian sebelah alis Kibum terangkat kala didengarnya dua suara isakan dari sebrang sana, ‘mereka memang anak kembar yang berbeda ibu bapak!’ pikir Kibum yang tersenyum geli membayangkan ekspresi lucu kedua hyung yang sama-sama bermarga Lee tersebut.

“Key to be lasting in love is a consistent belief,” Kibum tersenyum sesaat setelah mengucapkannya yang ia yakini Donghae saat ini tengah tersipu malu dengan pipi yang memerah bak kepiting rebus, manis, pikir Kibum yang membayangkannya.

“Eeer Hae, itu apa artinya?” Eunhyuk melontarkan Tanya pada Donghae yang tengah tersipu, Donghae menatap Eunhyuk lalu menggeleng, “artinya apa?” keduanya bertanya dalam kebersamaan, membuahkan tawa Kibum yang merasa terhibur.

“Perhatikan dan ingat baik-baik, itu artinya kunci cinta yang abadi adalah sebuah kepercayaan yang konsisten.” Kibum menjelaskan dimana disambut dengan ‘oh’ oleh keduanya. Setelah itu karena jadwal ketiganya yang memang padat, dimana EunHae yang masih harus menyelesaikan konser bersama dengan rekan-rekan merekapun terpaksa memutuskan sambungan telephone tersebut.

“Percakapan yang pendek denganmu akan lebih penting daripada percakapan berjam-jam dengan orang lain.” Donghae berujar sebelum sambungan telephone itu terputus, panas ia rasakan pada pipi yang memerah, membuahkan tawa Kibum yang mengiyakannya, juga Eunhyuk yang menggaruk bagian belakang kepalanya seraya berpikir, ‘padahal dia selalu banyak bicara.’

“Sudah tenangkan? Tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.” Eunhyuk mengatakannya dengan penuh kelegaan, ‘Kibum memang dewasa,’ pikirnya.

“Hyukkie, kau tahu tidak?”

“Apa?”

“Cinta itu seperti pelangi, di mana masing-masing warna akan mengalir. Merah sama seperti jantung yang berdetak. Orange sangat lucu dan manis. Kuning adalah sinar matahari yang memberi kita energi. Hijau memiliki banyak kegembiraan. Ungu adalah warna cinta. Dengan masing-masing warna datang dengan senyum manis, membuat hati berdetak seribu mil.” Donghae mengatakannya dengan senyum yang terkembang pada wajahnya juga dengan mata yang terpejam erat.

“Kau ini memang uke yang suka menggombal!” Eunhyuk menyergah, keduanya lalu tertawa bersama dengan tawa lepas yang begitu menyenangkan.

“Donghae hyung! Eunhyuk hyung! Ayo cepat!” Kyuhyun meneriaki keduanya yang terkaget, baik Eunhyuk ataupun Donghae langsung saja beranjak dari tempat mereka dengan senyum juga tawa yang menghiasi wajah mereka, jangan lupakan tangan yang bergandeng, ini sudah biasa bagi keduanya yang memang begitu dekat satu sama lain, bahkan Donghae tidak ragu-ragu menceritakan semua rahasianya pada Eunhyuk, tidak heran jika keduanya dianggap anak kembar yang berbeda ibu bapak, keduanya begitu lucu dan kompak.

Eunhyuk dan Donghae lantas menaiki panggung bersama dengan yang lainnya, ketika berada di panggung keduanya langsung membaur dengan suasana ceria yang begitu menyenangkan, tak ada kecanggungan yang sempat menghampiri, rasa itu telah pergi berganti dengan canda tawa yang dapat keduanya ekspresikan dengan bebasnya di tengah konser maha besar yang tengah grupnya adakan di sebuah Negara yang kini mereka kunjungi, Hongkong.

~~~ The Final ~~~

Bagaimana?

Anehkah atau apa?

Untuk adegan kolam renang itu sebenarnya diambil dari FF oneshootku yang udah lumutan ( kira-kira dari bulan Maret 2013) dalam laptop karena belum ada ending yang cocok menurutku, jadinya aku gabung aja sama Fic ini yang mengharuskanku mendelete FF lama yang mengusung tema berenang, berharap kalian menyukainya.

Dan untuk judul FF ini, aku mengakui jika aku mengambilnya dari eyang Google, jadi kalau ada menemui kata-kata serupa, itu hanya ketidaksengajaan. Jika Rose and Kamboja adalah FF KiHae with Sungmin, maka untuk Key to be Lasting in Love a Consistent Belief adalah FF KiHae with Eunhyuk dari saya.

Jika tidak ada hambatan mungkin yang selanjutnya adalah FF KiHae with Kyuhyun.

Artikel Terkait :
Baca Juga :
Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai,

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 18 Juni 2013, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Aaahhh scene berenangnya so sweet.. and It’s REAL to be honest^^

    Yang nggak real itu… Hyuk nggak bener cium Hae tau, Nazimah! Itu foto rekaya eunhae shipper, sampe2 yg punya original pic-nya marah loh hahaha.

    But this is such a nice and good fic. Dan lucuuuk :’)

    Suka

  2. ^^ , lanjutkann ..

    Suka

  1. Ping-balik: Hyung, You are Jealous! | Nazimah Agustina

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: