Trouble of Time Chapter 2

time trouble cover fanfiction good romance fantasy family drama kibum donghae kyuhyun eunhyuk heechul siwon hangeng

Sebelumnya …

Tiing!

Donghae mengekori Eunhyuk memasuki MoBit Caffe, celingak-celinguk memperhatikan sekitar. Keduanya terduduk bersebrangan, memesan dua buah coffee latte.

“Kenapa kau tidak bertanya padaku dulu?” Donghae memprotes.

“Bukankah kau selalu memesan coffee latte ketika kesini? Selera kitakan sama.” Eunhyuk menjawab enteng seraya mematuk wajahnya pada cermin mungil yang selalu berada di dalam tas tangannya, “betapa cantiknya kau Choi Hyukjae,” pujinya pada diri sendiri, sedang Donghae hanya menatapnya malas. Pesanan keduanya kemudian datang, “aku merasa aneh dengan diriku.” Donghae membuka cerita.

“Maksudmu?”

“Aku bukanlah Kim Donghae,” dan pernyataan itu sukses membuat Eunhyuk mengangkat kedua alisnya, menatap wanita di depannya tidak percaya.

Title : Trouble of Time / Time Trouble

Author : Nazimah Agustina / Nazimah Elfish

Main Pair : KiHae (KibumxDonghae)

Other pair : SiHyuk/WonHyuk (SiwonxEunhyuk), HanChul (HangengxHeechul), KangTeuk (KanginxLeeteuk), GengHae (HangengxDonghae)

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, and Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Tan Hangeng

Rating : Kids – Teen

Genre : Romance, Family, Fantasy, Hurt, and Friendship

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Pernahkan kau berpikir akan melewatkan tujuh belas tahun hidupmu?

Warning : Gender switch! Don’t like? Don’t read.

~~ Chapter 2 ~~

“Kupikir aku berada di waktu yang salah,” Donghae mengadu, terlihat frustasi dengan ia yang mengaduk-aduk coffee latte miliknya cepat.

“Apa kepalamu baru saja terbentur sesuatu?” Eunhyuk bertanya.

“Kupikir tidak,”

“Lagipula, aku tidak mungkin menikahi Kim Kibum!” Donghae melanjutkan, dimana Eunhyuk tersedak dari coffee latte miliknya.

“Jaga ucapanmu Kim Donghae!”

“Aku Lee Donghae!” Donghae bersikeras, menatap Eunhyuk sengit, Eunhyuk menghela nafas.

“Kupikir mengurus Kyuhyun yang usilnya setengah mati telah membuat otakmu bergeser sedikit,” Eunhyuk menyimpulkan dimana Donghae menyergah,

“Aku tidak memiliki anak!”

“Prrrrrst!” lagi, Eunhyuk tersedak karena penuturan Donghae yang tampak begitu aneh di matanya hari ini.

‘betapa cantiknya kau Choi Hyukjae,’ Donghae mengulang perkataan Eunhyuk dalam pikirannya, dimana ia menatap Eunhyuk penasaran, lalu bertanya, “kau menikah dengan Siwon?”

Eunhyuk tersenyum lalu mengangguk walau ada perasaan heran di hatinya mengingat, Donghae tahu segalanya, perihal hubungan asmaranya dengan Siwon sebelum masuk ke tahap yang lebih serius.

‘Hilang ingatan?’ Eunhyuk bertanya dalam batinnya lalu berucap, “kau yang membayar!” pada Donghae yang melongo mendengarnya, “aku tidak membawa uang.” Donghae berujar polos pada akhirnya.

“Sepeserpun?” Eunhyuk memastikan, Donghae menggeleng lemah.

“Memangnya bocah Kim itu tidak memberimu uang eoh?” terdengar menyindir tapi kali ini Donghae menatap tak suka sahabatnya itu, “kau sendiri? Apa kekayaan Choi Siwon tidak cukup untuk menghilangkan sifat kikirmu yang kelewat batas itu?” membalas karena tidak terima.

“Ayo ikut aku!” ujar Eunhyuk mutlak setelah menaruh beberapa lembar uang pada meja, tak lupa menarik tangan Donghae untuk keluar dari caffe dan memasuki mobilnya.

“Kau marah?” Donghae bertanya ragu setelah sepi menyapa mereka yang berada di dalam mobil, “tidak!” Eunhyuk menjawab menatap sekilas Donghae yang duduk disampingnya.

“Ini tahun berapa?”

“2013, kenapa?”

“Bukan 1996?”

“Kau ini kenapa sih?” Eunhyuk semakin khawatir dengan keadaan Donghae saat ini yang selain aneh juga menunjukkan wajah bingungnya, “Kita mau kemana?”

“Nanti kau juga akan tahu!”

“Euum, bolehkan kita pergi ke tempat Hangeng gege sebentar dulu?” Donghae meminta, pada Eunhyuk yang menautkan alis semakin heran atas sikap aneh sang sahabat karibnya ini.

“Untuk?” dan Donghae hanya tertawa kecil menanggapi.

Tok tok tok

Donghae mengetuk pintu antusias dimana Eunhyuk yang memaklumi sikap sahabatnya ini yang begitu menyukai Hangeng, tapi itukan dulu? Pikir Eunhyuk yang mulai merasakan firasat yang tidak enak.

“Heechul eonnie?” Donghae bergumam ketika bukan Hangeng yang membuka pintu melainkan, seorang wanita cantik berambut hitam yang merupakan teman akrab Donghae.

“Donghae? Eunhyuk? Ayo masuk!” tanggap Heechul ramah pada keduanya. Donghae memandang bertanya pada Eunhyuk yang tak peduli, tujuan Donghae kemari ingin melihat wajah dewasa Hangeng, tapi kenapa ia malah bertemu dengan Heechul?

‘Jangan-jangan?’ Donghae menerka dalam batinnya yang kembali dilanda kalut.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Hangeng gege dengan Heechul eonni kenapa tinggal bersama?” cerocos Donghae pada Eunhyuk yang terkejut ketika Heechul meninggalkan keduanya untuk membuatkan minum.

“Kau ini hilang ingatan ya? Jelas-jelas mereka telah menikah!” ibarat bunga yang telah dengan susah payah Donghae rawat, kini mati begitu saja ketika kalimat itu terucap dari bibir Eunhyuk yang sama sekali tidak bergurau. Bunga rindu itu telah layu, daun cinta itu telah gugur, terlepas dari tangkai khayalan seorang Lee Donghae untuk Tan Hangeng yang telah disukainya sejak lama.

“Hae? Kau tidak apa?” sekelebat perasaan bersalah menghinggapi batin Eunhyuk yang mengiba kala menatap Donghae yang bungkam. Donghae masih membisu, rindu itu telah sia-sia, rasa suka itu nyatanya hanya membuat serpihan luka pada hati Donghae yang berharap lebih pada pemuda berkebangsaan China itu.

 

Flash Back

Tampak tiga orang gadis manis tengah menonton sebuah laga basket antarkelas, suasana lapangan begitu riuh terlebih dengan sorakan para gadis pada pemain-pemain yang dijagokannya.

Tidak terkecuali mereka, tiga orang gadis yang berteman baik. Heechul, Donghae, dan Eunhyuk, mereka saat ini berkumpul di pinggir lapangan bersama siswa-siswi lain yang menonton pertandingan basket tersebut.

“Hangeng gege!” salah seorang dari ketiganya bersorak girang, matanya berbinar menyaksikan aksi cemerlang “Hangeng gege” di lapangan. “Kau mengagetkanku Hae!” Heechul memperotes, Eunhyuk mengangguk, Donghae berada diantara keduanya jadi wajar jika pendengaran Heechul dan Eunhyuk merasa terganggu kala Donghae berteriak, cukuplah siswa-siswi lain yang membuat telinga mereka bising, pikir Heechul juga Eunhyuk.

Namun Donghae seolah tidak peduli, ia tetap memperhatikan permainan Hangeng dengan senangnya, dan ia begitu terlena kala kakak kelas yang begitu dikaguminya itu menoleh pada ketiganya, kemudian tersenyum.

“Hae?” Eunhyuk bertanya pada Donghae yang juga menatap Eunhyuk tidak percaya.

“Hyukkie?”

“Dia tersenyum, padamu!” Eunhyuk menyimpulkan seraya tersenyum ceria, dimana Donghae semakin tersenyum bahagia saja dengan wajah yang memerah. Namun satu orang yang lain, Heechul, malah tak bergeming, ‘dia tersenyum padaku,’ pikirnya setelah melirik Donghae malas.

Flash back END

 

Matanya lalu menelisik, kakinya tergerak untuk melangkah menuju sudut ruangan dimana terdapat sebuah meja yang diatasnya bertumpuk banyak figura. Donghae menatap satu-persatu photo-photo yang terdapat di dalam figura, photo-photo yang memamerkan kemesraan HanChul, mulai dari sewaktu kuliah, menikah, berbulan madu, juga saat berlibur.

Perhatian Donghae tertuju pada beberapa photo yang di dalamnya terdapat beberapa pasang manusia : HancHul, KiHae, dan WonHyuk. Wanita itu meraih figura yang agak besar tersebut, memperhatikan sejenak, tampak enam orang tersebut yang begitu bahagia dengan latar pantai indah di belakang mereka semua.

“Photo itu diambil setelah pernikahanmu dengan Kibum, lihatlah kita begitu bahagia bukan? Kuharap kau bisa mengingatnya.” Eunhyuk menjelaskan dengan senyum yang tersungging manis pada bibirnya, posisi dia tepat disamping Donghae yang tidak bergeming, pikirannya sibuk mencerna photo dan penjelasan Eunhyuk tadi namun diinterupsi oleh Heechul yang menyuguhkan minuman untuk kedua sahabat sekaligus adik kelasnya.

“Maaf eonni, tidak memberitahu dulu ingin datang.” Eunhyuk membuka percakapan yang diakhiri cengiran polos yang menunjukkan gusi merahnya.

“Tidak apa-apa, sepi juga di rumah sendiri ketika Hangeng yang pergi ke kantor, para pembantu sedang mengambil cuti beberapa hari ini!” Heechul menanggapi dengan helaan nafas dimana Eunhyuk yang tersenyum lalu menatap Donghae yang melamun.

“Donghae?” Heechul memanggil dia yang tengah entah berada dimana pemikirannya, mengejutkan Donghae yang lalu menatap wajah cantik Heechul yang tersenyum dengan cantik juga. “Bagaimana dengan pernikahan kalian juga anak-anak kalian?” Heechul bertanya pada keduanya yang hanya Eunhyuk yang menjawab, “kehidupan kami baik-baik saja eonni!” mewakili Donghae yang hanya menatap keduanya dalam diam.

“Donghae-ah! Kau tahu, bagiku kisah cintamu dengan Kibum itu bagai bunga tulip yang mencoba untuk berkembang di tengah kumpulan bunga berduri!” Heechul berucap, pada Donghae yang tersenyum lalu menundukkan wajahnya, bermaksud menyembunyikan rona merah di wajah manis tersebut.

“Tapi aku dan Han begitu bahagia melihat kau yang juga berbahagia dengan adikku, Kibummie!” Heechul kembali berujar bahkan meraih jemari Donghae, Donghae menatap kedua tangan Heechul yang menggenggam erat kedua tangannya, kepalanya masih mendunduk agar Heechul dan Eunhyuk tidak melihat rona merah yang sedari tadi terpasang di wajahnya, bukan rona malu melainkan, api cemburu yang tersulut, mulai membakar hati Donghae.

“Aku ingin langsung pulang saja!” Donghae berujar mutlah ketika telah memasuki mobil Eunhyuk, ia sama sekali tidak penasaran apalagi peduli dengan tempat yang ingin diperlihatkan Eunhyuk padanya, lebih tepatnya sudah tidak penasaran lagi. Eunhyuk memilih mengalah lalu melajukan mobilnya menuju kediaman Kim.

Kyuhyun, Ryeowook, Kyuhyun, Ryeowook, Kyuhyun, Ryeowook.

“Kenapa tidak bisa?” Donghae memegangi kepalanya yang mencoba mengingat-ingat kedua nama yang Eunhyuk katakan adalah anaknya dengan Kibum, tapi nihil, Donghae tak ingat sama sekali. Donghae lalu terduduk pada pinggir ranjang lalu meraba wajahnya sendiri, sedetik kemudian ia menghampiri cermin yang memantulkan bayangan dirinya.

“Ini, tidak mungkin terjadi!” Donghae bergumam dengan mata yang telah berkaca, terduduk rapuh dengan pandangan kosong, setelahnya ia tenggelamkan wajah manis yang dimilikinya pada kedua lutut yang tertekuk.

Donghae mengangkat wajahnya ketika mendengar suara pintu yang berderit, ada seseorang yang memasuki kamar, ia segera bangkit, menghapus air matanya lalu bersikap seolah-olah sedang merias diri.

“Sayang?” Kibum peluk istrinya yang terduduk pada kursi yang terletak di depan meja rias, Donghae tersenyum menanggapi dimana keduanya memandang replika mereka yang terpantul pada cermin.

Kibum semakin serius memperhatikan keduanya yang tidak banyak bergerak. Kibum kecup pipi Donghae dengan mata yang masih tertuju pada cermin. Kibum tersenyum gemas walau sedikit pudar kala melihat reaksi Donghae yang tampak risih dengan perlakuannya tadi.

“Aku ingin tidur!” Donghae melepas pelukan Kibum pada dirinya, lalu beranjak menjauh menuju kasur, berbaring memunggungi Kibum yang matanya telah menyipit, Kibum merasa asing dengan sosok Donghae yang sekarang. Donghae yang ia kenal adalah Donghae yang cerewet juga menggemaskan, bukan Donghae yang pendiam juga dingin, bukan Donghae yang memiliki sifat seperti Kibum.

Kibum lalu menduduki sisi ranjang yang lain, ‘Donghae yang bersifat sepertiku?’

‘Ya Tuhan, apa ini balasan atas sikapku dahulu?’ ketakutan melanda Kibum seketika, lelaki itu manatap punggung Donghae. Mencoba berpikir positif, Kibum lalu tersenyum, ikut berbaring disamping istrinya. Ia tatap punggung wanita yang telah hidup satu atap dengan dirinya sekian tahun lamanya, tangannya lalu tergerak memeluk pinggul si wanita yang ia tahu belum terlelap.

“Aku, akan keluar kota besok.” Kibum memberitahu dengan tubuh yang ia dekatkan pada Donghae, mempersempit jarak keduanya meski Donghae yang tetap memunggungi dia.

“Aku mengerti.” Dua kata tersebut Donghae lontarkan tanpa berbalik untuk menatap suaminya yang tersenyum, dikecupnya surai coklat keemasan ibu dari dua anaknya tersebut seraya berkata, “aku mencintaimu, selamat malam.” Yang Donghae jawab dengan, “malam.”

Donghae termenung, ia merasa gelisah di tengah rasa kantuk yang menyapa dia, kegelisahan yang  membuat dia enggan untuk mengembara ke alam mimpi.

Hangeng? Kibum?

Dua nama lelaki yang berkaitan erat dengan hidup Donghae. Sesungguhnya hati Donghae masih menyimpan rasa pada Hangeng kala Kibum yang mengecup dirinya tadi, rasa suka itu masih bersemayam dalam sanubari Donghae yang seolah merintih mengingat kenyataan jika cintanya pada si lelaki China bertepuk sebelah tangan, kenyataan jika takdir tidak mendukung impiannya untuk dapat bersanding dengan si lelaki Tan, kenyataan jika dia bukanlah nyonya Tan melainkan nyonya Kim, impiannya hanya bayang semu yang tak akan pernah jadi nyata.

Malam semakin larut, kedua kelopak mata Donghae perlahan terpaut dengan rasa kantuk yang lalu datang dengan sendirinya, menyisakan buliran air mata dia yang tengah patah hati.

Pagi-pagi sekali Kibum terjaga dari tidurnya, ketika ia membuka matanya, senyum tertoreh di wajah tampan dia ketika menatap langsung wajah istrinya yang begitu dekat dengannya kini. Ia amati wajah itu meski tampak bekas air mata yang mengering dari wajah cantik tersebut. Kibum kembali menatap cemas pada wajah yang matanya masih terpejam erat tersebut, ada apa? Ia menerka dalam otak cerdasnya.

“Selamat pagi!” Kibum ucapkan kalimat itu seceria mungkin ketika Donghae yang perlahan membuka kedua kelopak matanya, kedua kelopak yang menyembunyikan manik indah berwarna coklat hazel milik Donghae yang begitu Kibum sukai untuk ditatap.

“Pagi!” Donghae membalas Kibum dan hendak bangun namun Kibum semakin memeluk dirinya erat, tidak mengizinkan Donghae untuk bangun dari posisi tidurnya.

“Biarkan seperti ini sebentar.” Kibum menjelaskan, diakhiri senyuman maut dia yang Donghae akui, begitu menawan. Kibum lalu menggerakkan jemari dia untuk menyelipkan beberapa helai rambut Donghae yang menutupi wajahnya menuju belakang telinga, lagi Donghae ia beri hadiah senyum khas dia yang begitu disukai banyak wanita diluar sana.

Tubuh Donghae lalu tergerak, mendekati Kibum yang semakin mengertakan pelukan pada pinggul Donghae. Ia dekap Donghae dengan menanami kecupan-kecupan ringan sarat akan kasih sayang pada kepalanya. Donghae diam, menikmati perlakuan Kibum padanya, perlahan tangannya tergerak untuk membalas pelukan Kibum juga menyamankan posisi keduanya kini.

“Ahahha… Geli, Kibum!” ujarnya ketika bibir dan hidung pria yang berstatus suaminya yang seolah menggelitik kulitnya leher Donghae. Kibum yang seolah terhibur dan menemukan kembali sosok Donghae yang ia kenal semakin melancarkan aksinya. Donghae menanggapi dia dengan baik hingga tatapan Kibum yang lalu tertuju pada bibir Donghae, perlahan ia usap bibir itu dengan jari telunjuknya, “bolehkah?” Kibum bertanya dengan suara beratnya juga tatapan sayu pada Donghae yang kini memperhatikan wajah lelaki di hadapannya, tak menjawab pertanyaan Kibum. Kibum menganggap diamnya Donghae sebagai persetujuan, perlahan ia dekatkan wajahnya pada wajah Donghae, sayangnya jari telunjuk Donghae menggagalkan rencana Kibum untuk merasakan bibir yang tidak pernah bosan untuk ia kecap.

Tapi, bukan Kim Kibum namanya jika tidak memiliki akal lain. Ia lalu melesakkan kepalanya pada leher Donghae. Cium, jilat, dan gigit adalah aktivitas yang dilakukannya pada leher Dongahe yang kini mengerang kecil. Kini Kibum telah sampai pada tahi lalat yang terdapat pada leher sebelah kiri Donghae, lelaki itu tersenyum lalu mengecup dengan sangat lembut bagian itu, salah satu bagian yang entah kenapa sangat Kibum sukai.

Alarm yang berasal dari ponsel Kibum mengganggu aktivitas keduanya yang mulai memanas di cerahnya mentari pagi yang merasuki celah-celah jendela kamar, mengingatkan Kibum pada pekerjaan yang harus ia kerjakan dengan tanggung jawab penuh. Dengan enggan Kibum akhiri cumbuannya pada Donghae yang telah memasuki kawasan dada tersebut, yang disambut dengan rengekan Donghae yang Kibum tanggapi dengan kecupan singkat pada pipi wanita itu.

“Aku harus segera bersiap!” Kibum memberitahu, ketika lelaki itu hendak beranjak dari ranjang, lengannya dicegat oleh Donghae yang ingin mengutarakan seuatu.

“Ada apa?” lantas Kibum bertanya pada Donghae yang tidak tahu harus memulai dari mana.

~~~ To Be Continue? ~~~

Bagaimana?

 

Agak memngingatkan saya dengan Cinta terlarang sebemarnya, karena ada little GengHae didalamnya, saya kangen Hangeng!!!

Ada yang sudah bisa menebak apa yang dialami Donghae???

Saya ingin bertanya : FF ini apa sebaiknya dijadikan FF dengan banyak dialog atau lebih banyak dekskripssi juga pengandaian yang menyebabkan minim dialog, pilih mana?

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 30 Juni 2013, in Trouble of Time and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. pasti itu kepala dongek ke bentur yaa? Kok bisa lupa gitu… :p
    Penasaraaaaaann. kenapa donghae sebenernya kok bisa amnesia?
    Lanjut dong chingu .

    Suka

  2. Ckckck Donghae kebanyakan digaulin Ice Prince jadi beku deh tuh memory-nya stuck di belasan tahun lalu. LOL
    Such an interesting storyline ^____^ Lanjutin cepet yah :’)))))

    Suka

  3. Cho ryeosomnia fishies

    Bingung ??????????
    What happend ???
    Haeppa amnesia gtu??

    Suka

  4. Mereka anggota suju?

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: