Hyung, You are Jealous!

Malam itu, ia berjalan pada dinginnya aspal, melangkahkan kaki yang beralas sepatu coklat yang telah basah karena milyaran tetesan air hujan, yang jatuh dari langit malam. Ia dengan payung yang melindungi kepalanya tetap berjalan ke depan, tanpa arah, tanpa tujuan, hanya pasrah pada kaki yang membawa diri.

Title : Hyung, You are Jealous!

Pair : KiHae with Kyuhyun

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, and Cho Kyuhyun

Author : Nazimah Elfish

Rating : General

Pada saat ini tidak ada yang menyadari jika, ia tengah menangis di tengah hujan yang mengepung. Isakan yang tak terdengar karena suara rintikan air hujan yang mengalahkan suara tangis dia, aliran air mata yang terciptapun tidak terlihat karena tetesan air hujan yang beribu kali lipat lebih banyak, mata sembab dan merah yang juga tidak terlihat karena pencahayaan minim, hanya beberapa lampu jalan yang menerangi langkahnya menelusuri aspal.

Ckiiiiiiit!

Langkahnya terhenti kala sebuah mobil terparkir tepat di depannya, ia memandang kosong mobil itu hingga dilihatnya seseorang keluar darisana, seorang pemuda perawakan tinggi semampai, berkulit pucat juga tampan.

Tap tap tap

“Hyung?” pemuda itu memanggil setelah berlari dari dalam mobil, hingga kini ia berada di dalam lindungan payung yang sama dengan seseorang yang menangis tadi.

“Kyu?” sahutnya parau.

“Hyung, ayo pulang.” Pemuda itu mengajak seorang yang ia panggil “hyung” dengan menarik sebelah tangan yang terbebas pelan, namun sang hyung tidak bergeming, ia tetap diam di tempatnya dengan isakan yang semakin menjadi.

“Donghae hyung?” lirih si pemuda yang baru datang, memanggilnya, namun Donghae menggelengkan kepalanya kuat.

“Ia tidak menahanku! Dia mengusirku!” sergahnya parau, sesekali menyeka air mata, juga sesekali menyeka hidungnya yang berair karena terlalu lama menangis.

“Dia akan menyesal,” Kyuhyun memohon pada Donghae yang begitu disayanginya, yang begitu dikaguminya.

“Dia bodoh!”

“Dia memang bodoh karena membiarkanmu pergi hyung!” setelahnya hanya terdengar suara riuh hujan dengan Kyuhyun yang telah basah kuyup, karena ia yang mencoba membawa Donghae memasuki mobilnya hingga ia terbebas dari kungkungan payung Donghae.

“Pulanglah Kyu,” Donghae berkata dalam lirih juga senyuman yang dipaksakan.

“Hyung tidak mau kau sakit,” ia melanjutkan.

“Tidak mau! Aku ingin ikut hyung saja!” Kyuhyun menolak dimana disambut tatapan sedih Donghae hingga,

“Dadaku, dadaku sesak hyung!” Kyuhyun meraung, meringiskan sakit pada paru-parunya, memanggil nama Donghae dengan panik. Tubuh pemuda pucat nan kurus itupun limbung, meninggalkan kepanikan Donghae yang melemparkan payungnya entah kemana, menyambut tubuh Kyuhyun yang lebih tinggi darinya. Donghae merutuk, merutuk kebodohannya yang lupa jika Kyuhyun memiliki penyakit pada paru-paru, Pneomothorax, hingga seorang supir yang mengantarkan Kyuhyun pada Donghae turun dari mobil, membantu Donghae untuk membawa tuannya ke rumah sakit.

Tap tap tap

“Selamatkan dia dok! Lakukan yang terbaik!” Donghae meminta, pada seorang yang memakai jas putih agak panjang yang menghampiri ia dan Kyuhyun yang telah berbaring pada ranjang, memejamkan kedua mata elangnya erat dengan bibir yang semakin memucat.

Donghae lantas menangkupkan kedua tangannya, berdoa, untuk kesembuhan Kyuhyun. Hingga gendang telinganya menangkap suara, suara bass yang begitu dikenalinya, bertanya pada beberapa orang suster perihal masuknya Kyuhyun ke rumah sakit.

“Mau lari kemana kau?” langkah Donghae yang hendak beranjak terhenti begitu saja kala Kibum bertanya padanya. Donghae berbalik, menatap sesaat Kibum yang memandangnya dingin, pandangan yang menyakitkan Donghae hingga pemuda manis itu enggan berlama-lama menatap mata kelam Kibum dengan sorot dinginnya.

Donghae selamat, diselamatkan oleh pintu ruang rawat yang terbuka, menampilkan seorang dokter yang menatap Kibum dan Donghae bergantian.

“Bagaimana keadaannya dok?” Donghae berkata dalam gebu, mendahului Kibum yang kemudian menatap tajam Donghae yang tidak peduli.

“Siapa yang bernama Kibum?” dokter itu bertanya, meredupkan sinar mata Donghae.

“Hyung?” Kyuhyun menatap Kibum dengan mata sayunya, Kibum hanya tersenyum sebagai balasan.

“Kenapa?” Kyuhyun kemudian bertanya, menimbulkan kerutan di kening Kibum yang tidak mengerti.

“Kenapa menyiksa diri sendiri juga dia?” Kyuhyun memperjelas namun tidak cukup jelas untuk Kibum, Kyuhyun mendudukkan diri pada punggung ranjang agar bisa lebih dekat dengan sang hyung.

Flash back

“Hyung lihatlah! Game ini begitu mudah!” Kyuhyun mengadu, mendongakkan wajahnya yang berada di pangkuan Donghae, dimana Donghae tengah fokus pada televisi di depannya.

“Kau hebat Kyu!” Donghae menanggapi, membunyikan sorakan dari mulut Kyuhyun yang berbangga.

Donghae seolah teringat, seorang yang juga harus ia perhatikan, Kibum. Lantas ia bertanya, “mana hyungmu?” pada Kyuhyun.

“Tidak tahu!” Kyuhyun menjawab tanpa memandang Donghae, pandangannya hanya tertuju pada PSP di kedua tangannya. Donghae tersenyum menanggapi, mengusap-usapnya surai coklat Kyuhyun yang agak ikal juga lebat.

Donghae masih menatap televisi di depannya dengan Kyuhyun yang berbaring nyaman pada kedua pahanya, ia kemudian meminta Kyuhyun untuk bangkit karena Donghae ingin menemui Kibum.

“Kibum?” Donghae menyapa pada seseorang yang tengah berada diantara tumpukan berkas perusahaan yang seolah menggunung, seorang yang membelakanginya, seorang yang menjawab dengan, “hhm?”

“Kau masih sibuk?” Donghae lantas bertanya karena Kibum tidak menolehkan kepalanya sama sekali pada Donghae yang berada disampingnya. Pemuda manis itu menjulurkan kepalanya, melihat beberapa lembar kertas pekerjaan yang tengah Kibum geluti.

“Seperti yang kau lihat.” Donghae merengut dalam diam, jawaban yang bernada datar nan dingin itu yang terucap dari bibir Kibum, membungkam mulut Donghae yang sesungguhnya ingin berceloteh panjang pada Kibum yang begitu dicintainya.

“Aku ingin bersama Kyuhyun saja!” Donghae merajuk, berbalik namun tidak beranjak, seolah ada sesuatu yang masih ingin ia lakukan di ruangan milik Kibum.

Tiga puluh detik,

Satu menit,

Lima menit,

Donghae mendengus kesal seraya berbalik menghadap Kibum, tangannya terlipat di depan dada dengan bibir yang mengerucut.

“Aku pergi!” putus Donghae, berbalik cepat dengan langkah yang menghentak, meninggalkan Kibum dengan segala pekerjaannya.

Kibum mendengus, ‘pasti Kyuhyun lagi!’ pikirnya.

Sementara itu,

Donghae menempelkan daun telinga pada pintu, kembali wajah manisnya merengut karena bukan ini yang diharapkannya, Donghae ingin Kibum menahannya, memeluknya, mencumbunya, juga, Donghae merasa malu sendiri mengatakannya.

Tapi, Kibum bagaikan Pangeran Es yang sama sekali tidak peka, Donghae menggeleng, julukan ‘Pangeran Es’ terlalu bagus untuknya saat ini menurut Donghae, julukan yang paling tepat untuk Kim Kibum adalah, Donghae berpikir hingga, “es batu,” keluar dari mulutnya.

“Dia bagai bongkahan es yang ada di Kutub Selatan ataupun Utara!” rutuknya kesal, kembali pada ruang tengah yang terdapat Kyuhyun di dalamnya.

Beberapa jam kemudian Kibum keluar dari ruang kerjanya, beranjak menuju ruang tengah dan mendapati Donghae yang tertidur pada sofa dengan posisi terduduk, membaringkan kepalanya pada kepala sofa, tak ada Kyuhyun disana, “sudah pergi ke kamarnya.” Pikir Kibum.

Diamatinya wajah ‘pria cantik’ yang selalu Kibum  puja, surai coklat keemasan yang indah dengan aroma memabukkan Kibum, mata berkaca yang mampu menenggelamkan Kibum pada pesona seorang Lee Donghae, lekukan wajah yang sempurna di mata Kibum, hidung mancung itu, juga bibir tipis yang sudah berwarna merah jambu alami milik Donghae yang begitu Kibum sukai, yang tidak akan pernah Kibum bosan untuk merasakannya. Bibir itu bagai narkoba yang mencandu bagi Kibum, mata itu, mata yang memenjarakan Kibum dari keindahan makhluk lain yang ada di sekitarnya, cukup satu yang dapat membuat Kibum terpesona, Lee Donghae, dulu, sekarang, nanti, juga selamanya.

Kibum angkat tubuh itu hati-hati menuju kamar dia, yang juga menjadi kamar mereka. Diletakkannya juga hati-hati Donghae pada kasur mereka yang empuk, Donghae menggeliat pelan awalnya, namun karena merasakan permukaan yang begitu nyaman untuk ditiduri, iapun memilih untuk tidak mengakhiri tidurnya yang mungkin, tengah membawanya pada alam mimpi yang indah.

 

Hingga suatu malam …

PRANG!

“PergiI!” pelan namun penuh penekanan, bagai pukulan keras yang menghantam tepat pada ulu hati Donghae.

“Tap,”

“Kubilang pergi!” Kibum memberi perintah, dijawab Donghae dengan isakan pelan yang terdengar dari bibir tipisnya.

JDEERR!

Kyuhyun seketika terbangun dari tidurnya kala mendengar suara petir yang menyambar-nyambar, cuaca diluar kamarnya begitu buruk juga seram, memaksa Kyuhyun untuk menolehkan kepalanya pada salah satu jendela yang terbuka karena terpaan angin yang begitu kuat sepertinya, cepat-cepat ia hampiri jendela tersebut untuk menutupnya.

“Hae hyung?” lirihnya melihat seseorang yang berjalan dengan ransel dan payung menjauhi kediamannya.

Flash back END

Kibum terdiam, lalu menghela nafas, “aku tidak mengerti.”

“Jangan bohong! Aku sadar, pertengkaran kalian selama ini karena akukan?” Kyuhyun menyergah dengan percaya diri, Kibum lagi-lagi diam, tidak berminat memberi komentar.

“Beritahu aku hyung!” Kyuhyun kemudian merengek.

“Atau aku akan benar-benar merebut ikan manismu!” kali ini mengancam, membuahkan lototan Kibum, disambut seringai khas milik Kyuhyun yang tidak dimiliki sang kakak yang mendengus.

 

Donghae masih setia menekuk wajahnya meskipun, wajar jika Kyuhyun lebih memilih untuk bertemu Kibum, Kibumlah hyung dari Kyuhyun, namun, bukankah Donghae yang merawat Kyuhyun selama ini?

Gerutuan-gerutuan keluar dari mulut Donghae, salahkan Kibum yang tidak kunjung keluar, padahal Donghae juga ingin tahu keadaan Kyuhyun yang ia telah ia anggap adik kandungnya sendiri.

Ceklek

“Bagai,”

Glup!

Baik Kibum juga Donghae terdiam seketika, jarum jam seolah berhenti berputar, bahkan bumi seolah berhenti berotasi. Berlebihan? Memang, namun itulah yang keduanya rasakan ketika wajah keduanya begitu dekat kini karena Donghae yang berdiri tepat disamping pintu.

“Masuklah!” Kibum memecah kecanggungan yang terjadi selama beberapa saat, Donghae yang sudah bisa mengendalikan dirinyapun melesat masuk menemui Kyuhyun, tanpa mengeluarkan satu kata saja untuk Kibum yang kini menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Sesal Kibum rasakan ketika beberapa waktu lalu ia usir Donghae dari rumahnya, hanya karena satu alasan, cemburu. Kibum cemburu dengan kedekatan adik dan kekasihnya walau, ia tahu jika rasa keduanya sebatas adik kakak, namun, Kibum tidak bisa lagi berpura-pura ketika dilihatnya Donghae memberi kecupan pada jari Kyuhyun yang terluka. Terlebih, Donghae datang disaat yang tidak tepat, saat dimana Kibum harus menyendiri, namun Donghae datang untuk menemaninya yang berakhir terusirnya Donghae dari rumah Kim bersaudara.

Kibum iri pada Kyuhyun yang dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengan Donghae, sedangkan waktu Kibum harus terkuras oleh segudang pekerjaan di perusahaan yang ia kelola.

Tujuh hari kemudian …

“Kau yakin?” Donghae menatap khawatir Kyuhyun yang memakai kacamata hitam serta setelan santai lengkap dengan koper di sebelah tangannya.

“Iya hyung, jika aku masih diantara kalian mungkin aku tidak akan berumur panjang,” Kyuhyun menjawab setelahnya terkekeh kecil, sedang Donghae mengacak rambutnya gemas, yang tentu saja mendapat protes dari si pemilik rambut, adik kesayangannya, Kim Kyuhyun.

“Kalian terlalu sering bertengkar jika ada aku, hyungkukan merasa tersaingi dengan kehadiranku di sisi kalian!” Kyuhyun mengatakannya dengan bangga, yang kemudian meringis karena jitakan Kibum pada kepalanya.

“Untuk ukuran orang sakit, kau terlalu banyak bicara!” Kibum membuka suara dengan delikan yang ditertawai oleh sang adik, “tidak mempan padaku!” Kyuhyun menimpali.

“Aku tidak akan memiliki teman lagi kalau begitu,” Donghae berucap lesu tanpa menghiraukan Kibum, menundukkan wajahnya yang kemudian diraih Kyuhyun, “hyungku akan selalu ada untukmu, percaya padaku.” Lalu tersenyum, bukan tersenyum evil, tapi senyuman manis yang ia berikan untuk hyung kesayangannya.

“kau adik terbaikku, baik-baik disana, kau harus sembuh!”

“Tentu, hyung juga hyung terbaik, terima kasih telah merawatku, maaf karena aku kau selalu mendapat masalah dengan Kibum hyung.” Kyuhyun kemudian beralih menatap saudara kandungnya.

“Maafkan aku hyung! Aku tidak bermaksud membuatmu merasa dinomorduakan oleh Donghae hyung, tapi, hyung harusnya sadar jika aku lebih menarik darimu!”

Pletak!

“Hyung!”

“Itu pantas untukmu!” Kibum menyahut kesal, membuang wajahnya, namun sedetik kemudian ia menarik Kyuhyun dalam pelukannya, dimana Donghae dibuat seperti orang bodoh kala kedua bersaudara itu menitikkan air mata yang pantang untuk dikeluarkan.

“Sampaikan salam rinduku pada appa dan eomma, jangan nakal, patuhi perintah dokter!” Kibum berpesan, menepuk sebelah pundak sang adik yang mengangguk, juga memberi hormat layaknya penghormatan pada bendera.

Ketiganya kembali berpelukan kala panggilan pesawat yang akan membawa penumpang dengan tujuan L.A. akan segera lepas landas. Kyuhyun yang sebenarnya baru beberapa minggu pindah ke Korea akhirnya memutuskan kembali ke Amerika, dia senang tinggal di Korea, apalagi mengenal Donghae yang begitu hangat padanya, Kibum yang meskipun terkesan cuek namun ia memiliki rasa kasih yang besar untuk Kyuhyun.

Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke Amerika bukan hanya karena Kibum yang mencemburui kedekatannya dengan Donghae, bukan juga untuk berobat, namun ada yang lebih penting bagi Kyuhyun, pemuda itu ingin menemui seseorang,

“Ketika aku sudah sampai di Amerika, maukah kau menjemputku di bandara Sungmin-ah?”  Kyuhyun bercakap pada telephone di genggamannya seraya berjalan menuju peswat yang akan ditumpanginya, senyum Kyuhyun kemudian merekah kala seseorang di sebrang sana menyetujuinya.

 

Sementara itu …

“Bum…ah!” Donghae mendesah pelan kala salah satu tititk sensitifnya dikerjai oleh Kibum yang tertawa kecil melihat Donghaenya. Donghae mendorong Kibum yang ingin menikamnya di waktu dan tempat yang tidak tepat, namun Kibum tak mau, ia terus saja menekan tubuh Donghae, hingga ia lalu bertanya pada pemuda yang menyukai ikan nemo tersebut.

“Kau tahu cinta sejati bagiku itu apa, sayang?”

“Apa?”

Cinta sejati bagiku adalah cinta yang terdiri dari dua orang saja dan tak
ada tempat untuk orang ketiga
.” Kibum menjawab dengan lancar, setelahnya kembali ia melesakkan kepalanya pada leher Donghae dimana dapat ia cium aroma tubuh Donghae yang memabukkan bagi dia, Kim Kibum.

“Huh?” Donghae mendengus, Kibum begitu posesif padanya, bahkan pada Kyuhyun yang merupakan adik Kibum sendiri.

“Ayo kita tuntaskan, sayang!” Donghae bergidik ketika Kibum membisikkan kalimat tersebut, kemudian menjilatnya, semakin membuat Donghae melayang bebas pada langit yang menghampar luas.

“Di rumah saja!” Donghae berujar tegas, mengusir tangan-tangan usil yang menggerayangi tubuhnya yang lalu membuahkan tawa Kibum yang kemudian beranjak kembali pada posisinya, duduk di kursi kemudi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak sabar menuju kediaman keduanya, hanya berdua.

“APA KAU INGIN MEMBUNUHKU KIM KIBUM??!!#&%”

~ The Final ~

Saya tidak tahu feelnya seperti apa, tapi semoga kalian suka, setidaknya begitu, bagaimana?

 

Artikel Terkait :
Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai, imagination

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 12 Juli 2013, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. kimHaEna elfish

    Oeniiiii.. Aku baru nemu ckkkk..
    Aigooo es kutub:/ .over protectiv sekaleeeele
    oeniiii…. Kenapa gax di lanjutt NC😀

    kutunggu ff lain trable of time.. Jgn bilang habis lebaran lagi🙂

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: