Fanfiction Option Chapter 19

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

[FANFIC COVER] OPTION

Sebelumnya di Option Chapter 18 …

Donghae kini berjalan riang di malam hari, sepertinya mencari udara segar tidak pantas dijadikan alasan sekarang, karena yang ada hanyalah angin malam yang menusuk tulang. Namun Donghae tetap berjalan seraya mengelus perutnya, sepertinya ia sudah bisa melupakan perkataan Kibum tadi untuk sementara.

“Hujan?” gumamnya ketika butiran air dari langit ia rasakan di sebelah telapak tangannya kini, sedangkan tangan yang lain masih setia memegang infus. Ia kemudian tersenyum dan kembali melangkahkan langkahnya dengan hujan yang semakin deras saja.

Jika kau tengah menangis dan tidak ingin orang lain mengetahui tangisanmu, maka berbaurlah dengan hujan. Sesungguhnya hujan dapat menjadi pelipur lara tersendiri bagimu yang sedang berduka.

Begitupun dengan Donghae, ia tampak menikmati deras air hujan yang mengguyur tubuhnya. Dingin menusuk tulang tidak ia hiraukan, resiko akan sakit pun seperti terlupa, ia justru tersenyum seraya merentangkan sebelah tangannya dengan kepala yang mendongak, seolah menantang langit dengan mata yang terpejam.

TIIIIIT!

“Akh!”

Title : Option

Author  : Nazimah Agustina aka Nazimah Elfish

Pair: KiHae? KyuHae? KiMin? KyuMin? Or YunHae?

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa.

Rate       : Teen

Genre   : drama, romance, hurt/comfort,  angst, liitle friendship

Cast: Lee Donghae, Kim Kibum, Jung Yunho, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Tan Hangeng,  Choi Siwon, Kim Jaejoong

Summary: New Summary! Kisah Donghae dalam menjalani kehidupannya, dari rasa cintanya cinta pada dua namja sekaligus, dendam pada sang suami, hingga persahabatannya dengan istri muda. Akankah ia terjebak pada ‘hubungan gelap’ pada akhirnya?

Warning : GS, crack pair..

Chapter 19

Donghae memejamkan kedua matanya erat dengan bibir yang komat-kamit –berdoa-, kedua tangan dia gunakan untuk menghalau dua buah sinar yang menyilaukan pandangannya, tubuhnya menegang seketika kala dilihatnya sesuatu yang dapat menghilangkan nyawanya juga si jabang bayi yang tengah dikandungnya. Si pengemudi mobil yang masih duduk nyaman di kursi kemudi menunjukkan reaksi berbeda, malah terdengar gelak tawa dari dalam mulutnya, seakan pemandangan di depannya adalah sesuatu yang sangat lucu.

Beberapa saat berlalu, si pengemudi mobil sudah dapat meredakan intensitas tawanya yang tidak wajar, matanya mulai focus melihat siapa gerangan orang yang kurang kerjaan berhujan-hujanan di malam seperti ini. Kedua pupil matanya menyipit memperhatikan terlebih, seorang yang dipastikan wanita itu menurunkan kedua tangannya, ketika dua pasang mata yang terhalangi kaca mobil itu beradu, dengan si pengemudi yang dapat melihat lebih jelas itu terkesiap.

DEG!

Jantungnya berpacu dua kali lebih cepat kala matanya membidik perut buncit si wanita, rasa bersalah mulai menghinggapinya, kenapa ia tega sekali pada wanita yang tengah mengandung? Karena perasaan bersalah sekaligus kasihan itulah yang membuat ia akhirnya keluar dari mobil untuk menolong si wanita yang telah ia dikejutkan dengan begitu tidak lucunya.

“Maafkan aku nona, aku tidak tahu, maukah kau kuantarkan ke rumahmu?” dia menawarkan dengan begitu ramahnya, Donghae lalu mendongakkan wajahnya pada seorang yang hampir menabraknya tersebut dan kedua pasang itu membulat kaget.

“Dong…hae?” si penabrak semakin terkejut saja ketika wanita yang baru saja dijahilinya adalah wanita yang begitu dikenalnya, wanita yang sama sekali tidak pantas untuk berkeliaran di cuaca yang buruk seperti ini mengingat kondisinya yang hamil tua.

Tetesan air hujan menjadi saksi bisu pertemuan ini, pertemuan secara tidak sengaja, pertemuan yang yang seharusnya tidak terjadi, di saat seperti ini.

“Ayo ikut aku!” penabrak itu, Kyuhyun, langsung saja menarik lengan Donghae menuju mobil yang ia dapatkan dari Kibum beberapa waktu lalu, ia buka pintu mobil namun tertegun sepersekian detik kala dilihatnya sebuah map biru yang tergeletak dengan begitu cantik pada kursi penumpang di bagian depan. Namun dengan sekali kibas, map yang berisi hak milik seluruh kekayaan milik wanita yang sedang bersamanya itu terlempar ke kursi belakang.

“Masuk!” Kyuhyun memerintah dengan tegas pada Donghae serta mendorong tubuh wanita itu untuk memasuki mobil. Donghae menurut, dimana takut ia rasakan ketika Kyuhyun membanting pintu mobil ketika menutupnya. Setelah memasuki pintu yang lain, Kyuhyun dengan sigap menyalakan penghangat yang ada di dalam mobilnya.

Hening membalut dua insan yang pernah menjalin kasih tersebut, dengan Kyuhyun yang menatap tetesan air hujan yang jatuh dari langit dengan begitu mudahnya, tanpa ada halangan memasuki bumi, Kyuhyun berandai-andai jika saja kehidupannya semulus tetesan air hujan, pastilah ia hidup bahagia sekarang bersama orang yang dia cinta.

Pemuda itu lalu tersenyum, senyum ejekan yang ditujukan untuk dirinya sendiri, hidup tak pernah berjalan mulus sesuai keinginan manusia, tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan yang telah menciptakan segala makhluk baik yang hidup ataupun benda mati.

Pemuda itu lalu menoleh menatap datar Donghae yang meski berada di suhu hangat tapi tetap saja menggigil kedinginan karena pakaian yang dikenakannya telah basah kuyup. Kyuhyun hanya terdiam memperhatikan dia yang dengan bibir membiru juga bergetar, lalu balas menatap Kyuhyun dengan memelas.

“Tolong aku,” lirih Donghae dengan mata sembabnya, Kyuhyun menaikkan ujung bibirnya sebelah kiri, menunjukkan seringai yang membuat Donghae sebal juga gemas, tapi itu dulu, sebelum Donghae mengkhianati cintanya dengan menikah dan hamil dengan Kim Kibum.

“Kyu, kumohon,” lagi Donghae meminta dengan begitu sangat pada Kyuhyun yang kembali menatap tetes air hujan dengan punggung tangan yang menutupi mulut si pemuda Cho, mengacuhkan wanita disampingnya yang lalu bungkam dengan lelehan air mata menatap dirinya sedih.

Tak berapa lama Kyuhyun lalu menghidupkan mesin mobilnya, melaju menembus hujan dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang lamban.

Sementara itu …

Seorang wanita cantik menyibakkan gorden kamarnya, berniat untuk melihat langit yang menangis, ditemani oleh segelas coklat hangat matanya menatap lurus sesekali mendongak berusaha menatap langit kelabu nan kelam.

Wanita itu, Sungmin, termenung seraya berpikir tentang perutnya yang sering tidak nyaman,”jangan-jangan,” ia menduga-duga dengan jantung yang terpacu dengan sendirinya. Diletakkannya coklat hangat yang sedang dinikmatinya itu di atas meja nakas lalu membuka isi laci meja tersebut hingga menemukan benda yang ia cari.

Positif, Sungmin tersenyum bahagia ketika alat tes kehamilan tersebut memvonis ia tengah mengandung buah cintanya dengan sang suami. Ia ingin segera memberitahu Kibum namun urung, ‘dia sedang menjaga Donghae,’ batinnya lalu kembali pada jendela, menutup gorden rapat-rapat kemudian berbaring pada kasurnya, bersiap-siap menuju alam mimpi yang indah.

Kebahagiaan yang dinanti telah datang, sesuatu yang berharga baginya, bagai telah meraih bintang, amat berharga telah tumbuh dalam dirinya, suatu yang diidamkan oleh semua istri di dunia ini, buah hati tak berdosa yang hanya menghitung bulan akan lahir dari tubuh dia, mengecap dunia yang penuh warna.

Kyuhyun tampak memilah-milah pakaian yang ada di lemarinya, mencari pakaian milik kakak perempuannya untuk Donghae yang tengah berendam air hangat. Dan gerakan tangannya berhenti pada terusan dengan panjang beberapa centi meter di bawah lutut berwarna ungu muda, “semoga cocok.” Ungkapnya dengan senyum yang mengembang.

Kembali merangkai puisi rindu yang bersemayam, bersama belaian kasih yang telah lalu, jemari yang melukis bayangan indah sosok rupawan yang begitu ia puja, diantara kibasan cemburu yang menerpa.

Donghae telah selesai dengan ritual mandinya yang lalu matanya disuguhkan dengan pakaian yang Kyuhyun siapkan tadi. Donghae menatap dalam diam gaun tersebut, itu adalah gaun yang sama yang pernah ia pakai waktu singgah di apartement Kyuhyun ketika keduanya masih berstatus pasangan kekasih, ketika Donghae yang berteduh dengan pakaian yang setengah basah.

Berdendangkan alunan syahdu yang menghiasi dinding jiwa, menyairkan syair cinta juga kesetiaan abadi nan mesra, meski itu kini telah patah beserta kisah yang berakhir pilu bagi mereka, hanya mengukir linangan air mata.

Ceklek

Donghae keluar dari kamar yang akan ditempati Ahra –kakak Kyuhyun- karena dirasanya hujan yang berangsur mereda, bersamaan dengan Kyuhyun yang baru memasuki apartementnya dengan sebuah map yang berada di kedua tangannya.

Kyuhyun seketika gugup ketika Donghae yang memperhatikan map yang tengah berada di tangannya, “apa itu Kyu?” tanyanya seolah mencium isi dari map tersebut. Pemuda di hadapannya tampak bersikap senormal mungkin lalu menjawab, “beberapa lembar pekerjaan dari kantor.”

“Oh,” Donghae menyahut, kedua insan yang sama-sama belum beranjak itu lalu berselimutkan keheningan, keheningan yang tentu tidak mengenakkan bagi mereka.

“Kau pasti lapar, setelah menaruh ini aku akan menyiapkan makanan untukmu!” Kyuhyun menyudahi keheningan tersebut dengan canggung, langkahnya tergesa memasuki kamar yang menurut Donghae, tidaklah wajar.

Tidak mudah bersatu, atau bahkan tidak mungkin? Entahlah, yang jelas meski hasrat menggebu penuh syahdu, terpasung dalam perbedaan bagai langit dan bumi, berbeda, kasta keduanya menghalangi cinta yang bersemi, terbelenggu dalam mimpi yang tak pernah terwujud.

Keesokan harinya …

“Euunggh,” lenguhnya ketika cahaya mentari mengetuk kelopak matanya, mengajak dia untuk terjaga dari mimpi, mengajak dia  untuk kembali ke dunia nyata seolah memberitahu bahwa kenyataan lebih indah dari bunga tidur. Dia, Sungmin lalu mengumpulkan kesadarannya untuk melihat keadaan sekitar, wanita itu lalu meraba, sebuah lengan yang tersampir pada pinggulnya.

“Siapa yang menjaga Donghae?” Sungmin bertanya pada Kibum yang tidak menjawab.

“Jawab aku Kim Kibum!” ulangnya dimana Kibum menyembulkan kepalanya, “selamat pagi, sayang!”

“Semalam aku sudah memenuhi kebutuhannya, lalu dia tidur lagi!” Kibum melanjutkan enteng juga sesekali menguap, “ayo kita tidur lagi!” lanjutnya yang kembali memejamkan matanya. Sungmin menurut juga menguap, namun beberapa menit kemudian ia kembali bangun, memandang tajam Kibum yang kembali nyaman pada bantalnya, “BANGUN, PEMALAS!”

Terdengar tapak kaki para perawat yang panik, pasien mereka hilang dan harus segera ditemukan sebelum keluarganya tahu, yang akan mengancam reputasi rumah sakit tempat mereka bekerja kelak, namun semuanya terlambat ketika Kibum memasuki kamar rawat Donghae dan tak menemukan dia dimanapun.

“Bagaimana mungkin rumah sakit mahal begini bekerja dengan tidak becusnya hah?!” Kibum membentak kepala rumah sakit yang hanya bisa terdiam lalu menjawab, “sabar dulu tuan, kami sedang berusaha.”

“Temukan istriku atau aku akan menutup rumah sakit ini bagaimanapun caranya!” setelah mendapat anggukan paham dari kepala rumah sakit, Kibum lalu beranjak keluar dari ruangan elit tersebut, ‘Sungmin tidak boleh tahu.’ Batinnya.

Kibum berjalan menuju kediamannya, ia tidak masuk kantor hari ini, ia hanya ingin di rumah saja seharian.

“Sungmin? Sedang apa?” ia lalu dikejutkan oleh Sungmin yang tengah berada di ambang pintu ruangan seorang dokter, terlebih, di depan ruangan dokter kandungan.

“Aku hamil,” Sungmin menjawab malu-malu yang tentu saja membuat Kibum melongo beberapa detik, “benarkah?” sahutnya senang yang diiyakan Sungmin, “jadi aku akan menjadi seorang ayah?”

Donghae menatap tidak suka keduanya yang tengah berpelukan mesra, ini yang ditakutkan Donghae, Sungmin hamil yang berarti dirinya akan semakin tidak diperhatikan, terlebih nasib anaknya nanti, pastilah Kibum akan lebih menyayangi bayi Sungmin.

“Nyonya Kim?” dan seketika ia berbalik dan menemukan dua orang perawat yang menangkap basah dirinya, “anda harus kembali ke ruangan anda!”

“Aku ingin menemui Donghae! Dia harus menjadi orang kedua yang mengetahui kabar bahagia ini!” Sungmin mengatakannya dengan ceria sedang Kibum berubah panik, “lebih baik kau pulang saja Minnie-ah!”

“Kau ini bicara apa sih? Donghae harus tahu! Minggir! Jangan halangi aku!”

“Aku akan memberitahunya!”

“Harus aku sendiri yang memberitahu!” keduanya lalu berdebat seraya berjalan, meskipun begitu keduanya tetap sampai d depan kamar rawat Donghae. Tanpa bicara, Sungmin menggeser tubuh Kibum lalu membuka pintu.

“Selamat pagi Donghae!” Sungmin menyapa ceria Donghae yang telah berbaring pada ranjangnya dengan jemari yang sibuk bermain dengan ponselnya.

“Eh?” Kibum lagi-lagi dibuat bingung melihat Donghae, bukankah Donghae hilang?

“Pagi,” Donghae menjawab tersenyum tipis juga menatap sekilas Sungmin, setelah itu kembali berkutat dengan ponselnya.

“Aku punya kejutan untukmu!”

“Apa itu?”

“Kita akan mempunyai dua anak!” Donghae kembali tersenyum untuk menjawab ‘kejutan’ yang dimaksud Sungmin, padahal hatinya tengah menyumpah-serapahi madunya itu, tentu saja ia tidak rela. Sungmin tidak hamil saja Kibum sudah begitu menyayanginya, apalagi jika ia hamil? Siapa yang harus disalahkan? Donghae yang menderita lalu berniat balas dendam? Si baik Sungmin yang terjebak diantara pernikahan Kibum dan Donghae? Atau Kibum yang merupakan awal dari semua ini?

~ To Be Continue??? ~

Sangat pendek? Memang! Saya masih dalam masa istirahat jadi malas menulis sekedar 2.000 kata saja, dan akan dituntaskan chap depan yang entah kapan updatenya, yang jelas sudah tergambar dalam otak dari kaki(?) sampai kepala(?) FF ini.

Untuk mungkin yang udah lupa sama chap-chap sebelumnya, ini saya kasih linknya :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 22 Juli 2013, in Fanfiction, Option and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Minyoittumeea Pnycssibey

    kibum yang salah kali ya thor gx bisa bgi2 waktu dan manjain kedua istrinya

    Suka

  2. haaii author yang keren abis…
    aku baru disini…hehehe..
    aku suka banget baca ff disini.. maaf klo baru komen di ff ini,krn gw penasaran banget sm cerita ini…
    btw,,ditunggu kelanjutan ceritanya yaaaa thor!!
    fighting!!

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: